Askep nutrisi 2011

15,305 views

Published on

3 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
15,305
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
202
Comments
3
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Askep nutrisi 2011

  1. 1. KONSEP NUTRISI BY Roza Indrayeni, SKp
  2. 2. DEFINISI <ul><li>Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting </li></ul><ul><li>Apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya </li></ul><ul><li>Nutrien adalah :zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh </li></ul>
  3. 3. JENIS –JENIS NUTRIEN <ul><li>KARBOHIDRAT </li></ul><ul><li>2. LEMAK </li></ul><ul><li>3. PROTEIN </li></ul>
  4. 4. KARBOHIDRAT <ul><li>JENIS –JENIS KARBOHIDRAT </li></ul><ul><li>Karbohidrat sederhana </li></ul><ul><li>Karbohidrat komplek </li></ul><ul><li>Serat </li></ul>
  5. 5. LEMAK <ul><li>Merupakan sumber energi yg dipasatkan </li></ul><ul><li>Lemak dan minyak terdiri dari atas gabungan gliserol dan asam –asam lemak </li></ul>
  6. 6. FUNGSI LEMAK <ul><li>Sebagai sumber energi </li></ul><ul><li>Ikut serta membangun jaringan tubuh </li></ul><ul><li>Perlindungan </li></ul><ul><li>Penyekatan/isolasi </li></ul><ul><li>Perasaan kenyang </li></ul><ul><li>Vitamin larut dalam lemak </li></ul>
  7. 7. PROTEIN <ul><li>Merupakan konstituen penting pada semua sel,jenis berupa struktur nutrisi komplek yg terdiri dari asam-asam amino </li></ul><ul><li>Akan dihidrolisis oleh enzim –enzimproteolitik. Untuk melepaskan asam –asam amino yg kemudian akan diserap oleh usus </li></ul>
  8. 8. FUNGSI PROTEIN <ul><li>Mengantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yg normal dan proses pengausan yg normal </li></ul><ul><li>Menghasilkan jaringan baru </li></ul><ul><li>Diperlukan dalam pembuatan protein – protein barudg fungsi khusus dlm tubuh : enzim,hormon dan Hb </li></ul><ul><li>Sumber energi </li></ul>
  9. 9. VITAMIN <ul><li>Adalah : bahan organik yg tdk dapat </li></ul><ul><li>dibentuk oleh tubuh </li></ul><ul><li>Fungsi : katalisator proses metabolisme </li></ul><ul><li>tubuh </li></ul>
  10. 10. JENIS –JENIS VITAMIN <ul><li>1. Larut dalam lemak :A, D, E, K </li></ul><ul><li>2. Larut dalam air : B,C (tdk disimpan </li></ul><ul><li>didalam tubuh---hrs ada di dlm diet </li></ul><ul><li>setiap harinya </li></ul>
  11. 11. MINERAL DAN AIR <ul><li>Mineral adalah : </li></ul><ul><li>Unsur esensial bg fungsi normal sebagian enzim,dan sangat penting dlm pengendalian system cairan tubuh. </li></ul><ul><li>Konstituen esensial pd jaringan lunak,cairan dan rangka.Rangka mengandung sebagian besar mineral </li></ul>
  12. 12. FUNGSI MINERAL <ul><li>1. Konstituen tulang dan gigi </li></ul><ul><li>ex:calsium, magnesiun,fosfor </li></ul><ul><li>2. Pembentukan garam – garam yg </li></ul><ul><li>larut dan mengendalikan komposisi </li></ul><ul><li>cairan tubuh ex:Na,Cl, </li></ul><ul><li>(ekstra sel),K,Mg,P ( intra sel) </li></ul><ul><li>3. Bahan dasar enzim dan protein </li></ul>
  13. 13. MALNUTRISI <ul><li>Adalah : Kekurangan intake dari zat – zat makanan terutama protein dan karbohidrat.Dapat mempengaruhi pertumbuhan,perkembangan dan kognisi serta dapat memperlambat proses penyembuhan </li></ul>
  14. 14. TIPE –TIPE MALNUTRISI <ul><li>1. Defisiensi nutrisi </li></ul><ul><ul><li>ex : kurang makan buah & sayuran--- </li></ul></ul><ul><ul><li>kekurangan vit C----perdarahan pd </li></ul></ul><ul><ul><li>gusi </li></ul></ul>
  15. 15. <ul><ul><li>Marasmus </li></ul></ul><ul><ul><li> Kekurangan protein dan kalori--- </li></ul></ul><ul><ul><li>pembongkaran lemak tubuh & otot </li></ul></ul><ul><li>Gambaran klinis : </li></ul><ul><li>atropi otot, menghilangnya lapisan lemak </li></ul><ul><li>subkutan,kelambatan pertumbuhan,perut </li></ul><ul><li>buncit,sangat kurus spt tulang dibungkus dll </li></ul>
  16. 16. <ul><li>3. Kwashiokor </li></ul><ul><ul><li>Kekurangan protein karena diet yg </li></ul></ul><ul><ul><li>kurang protein atau disebabkan karena </li></ul></ul><ul><ul><li>protein yg hilang secara fisiologis ( cedera </li></ul></ul><ul><ul><li>& infeksi ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Ciri –cirinya : </li></ul></ul><ul><ul><li>lemah,apatis,hati membesar,BB turun,atropi otot,anemia ringan,perubahan pigmentasi pd kulit dan rambut </li></ul></ul>
  17. 17. <ul><li>ASUHAN KEPERAWATAN PADA </li></ul><ul><li>PASIEN DENGAN MASALAH </li></ul><ul><li>KEBUTUHAN NUTRISI </li></ul>
  18. 18. <ul><li>PENGKAJIAN </li></ul><ul><li>Elemen Pengkajian Nutrisi </li></ul><ul><li>Dietary Data </li></ul><ul><li>Medical Socioeconomic Data </li></ul><ul><li>Anthropometric Data </li></ul><ul><li>Clinical Data </li></ul><ul><li>Biochemical Data </li></ul>
  19. 19. <ul><li>DIETARY DATA </li></ul><ul><li>Data diet dikumpulkan dari klien maupun dari keluarga. Komponen dietary data : </li></ul><ul><li>*. 24-Hours Recall Methode </li></ul><ul><li> Data yang dikumpulkan adalah ttg porsi makan, pola makan dan snack, waktu makan, dan tempat makanan biasa diletakkan. </li></ul>Lanj. Elemen Pengkajian Nutrisi ….
  20. 20. Lanj. Elemen Pengkajian Nutrisi …. <ul><li>*. Food diaries </li></ul><ul><li>Pertanyaan ttg frekuensi makan, makanan apa saja yang dimakan khususnya dalam 3 – 7 hari sebelum sakit menggambarkan intake nutrisi klien, apakah adekuat atau tidak. </li></ul><ul><li>*. Riwayat keperawatan dan diet </li></ul><ul><li>a. Anggaran makan, makan kesukaan, waktu mkn </li></ul>
  21. 21. Lanj. Elemen Pengkajian Nutrisi …. <ul><li>b. Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus ? </li></ul><ul><li>c. Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode waktunya ? </li></ul><ul><li>d. Adakah status fisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti luka bakar dan demam ? </li></ul><ul><li>e. Adakah toleransi makan/minum tertentu ? </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Faktor yang mempengaruhi diet : </li></ul><ul><li>Status kesehatan </li></ul><ul><li>Kultur dan kepercayaan </li></ul><ul><li>Status sosial ekonomi </li></ul><ul><li>Faktor psikologis </li></ul><ul><li>Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet </li></ul>
  23. 23. <ul><li>MEDICAL-SOCIOECONOMIC DATA </li></ul><ul><li>Faktor-faktor medik, sosial dan ekonomi seperti juga budaya dan psikologis dapat mempengaruhi pemilihan klien terhadap makanan. Faktor2 resiko berikut berhub dgn medikal-sosioekonomi yang dpt menyebabkan perubahan status nutrisi klien : </li></ul><ul><li>Kondisi medis yang dapat menyebabkan ggn </li></ul><ul><li>intake nutrisi : kanker, malabsorbsi, diare, hiper- </li></ul><ul><li>tiroid, infeksi berat, perdarahan, ketdkmampuan </li></ul><ul><li>fisik dan mental, multiple wound or fractures, </li></ul>
  24. 24. Lanj. Medical-socioeconomic …. <ul><li>luka bakar </li></ul><ul><li>Persistent fever above 37 º C (98,6º F) > 2 hari </li></ul><ul><li>Chronic use of drugs that affect nutritional status </li></ul><ul><li>Alcohol abuse </li></ul><ul><li>Inadequat food budgets </li></ul>
  25. 25. <ul><li>ANTHROPOMETRIC DATA </li></ul><ul><li>*. Berat badan ideal : (TB – 100) + - 10% </li></ul><ul><li>*. Lingkar pergelangan tangan </li></ul><ul><li>*. Lingkar lengan atas (MAC) : </li></ul><ul><li> Nilai Normal : Wanita : 28,5 cm </li></ul><ul><li> Pria : 28,3 cm </li></ul><ul><li>*. Lipatan kulit otot triseps (TSF) : </li></ul><ul><li> Nilai Normal : Wanita : 16,5 – 18 cm </li></ul><ul><li> Pria : 12,5 – 16,5 cm </li></ul>
  26. 26. <ul><li>CLINICAL DATA </li></ul><ul><li>Keadaan fisik : apatis, lesu </li></ul><ul><li>Berat badan : obesitas, underweight </li></ul><ul><li>Otot : fleksi/lemah, tonus kurang, tidak mampu bekerja </li></ul><ul><li>Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, paresthesia, refleks menurun </li></ul><ul><li>Fungsi gastrointestinal : anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi, pembesaran liver/lien. </li></ul>
  27. 27. Lanj. Clinical Data …. <ul><li>e. Kardiovaskuler : denyut nadi > 100x/mt, irama abnormal, TD rendah/tinggi. </li></ul><ul><li>f. Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah, patah-patah. </li></ul><ul><li>g. Kulit : kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak di subkutan tidak ada. </li></ul><ul><li>h. Bibir : kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membran mukosa pucat. </li></ul>
  28. 28. Lanj. Clinical Data …. <ul><li>j. Gusi : perdarahan, peradangan. </li></ul><ul><li>k. Lidah : edema, hiperemis </li></ul><ul><li>l. Gigi : karies, nyeri, kotor. </li></ul><ul><li>m. Mata : konjungtiva pucat, kering, exoptlamus, tanda-tanda infeksi </li></ul><ul><li>n. Kuku : mudah patah </li></ul>
  29. 29. <ul><li>BIOCHEMICAL DATA (DATA LAB) </li></ul><ul><li>Albumin ( N : 4 – 5,5 mg / 100 ml ) </li></ul><ul><li>Tranferrin ( N : 170 – 250 mg / 100 ml ) </li></ul><ul><li>Hb ( N : 12 mg / dl ) </li></ul><ul><li>BUN ( N : 10 – 20 mg / 100 ml ) </li></ul><ul><li>Ekskresi kreatini untuk 24 jam (N : laki-laki : 0,6 – 1,3 mg / 100 ml, wanita : 0,5 – 1,0 mg / 100 mg) </li></ul>
  30. 30. <ul><li>DIAGNOSA KEP & INTERVENSI </li></ul><ul><li>Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh </li></ul><ul><li>Definisi : Keadaan di mana intake nutrisi kurang dari kebutuhan metabolisme tubuh. </li></ul><ul><li>Kemungkinan berhubungan dengan : </li></ul><ul><li>a. Efek dari pengobatan </li></ul><ul><li>b. Mual/muntah </li></ul><ul><li>c. Gangguan intake makanan </li></ul><ul><li>d. Radiasi / kemoterapi </li></ul><ul><li>e. Penyakit kronis </li></ul>
  31. 31. Lanj. Dx Kep & Intervensi …. <ul><li>Kemungkinan ditemukan data : </li></ul><ul><li>a. Berat badan menurun </li></ul><ul><li>b. Kelemahan </li></ul><ul><li>c. Kesulitan makan </li></ul><ul><li>d. Nafsu makan berkurang </li></ul><ul><li>e. Hipotensi </li></ul><ul><li>f. Ketidakseimbangan elektrolit </li></ul><ul><li>g. Kulit kering </li></ul>
  32. 32. Lanj. Dx Kep & Intervensi … <ul><li>Masalah klinik berhubungan dengan : </li></ul><ul><li>Anoreksia nervosa </li></ul><ul><li>AIDS </li></ul><ul><li>Pembedahan </li></ul><ul><li>Kehamilan </li></ul><ul><li>Kanker </li></ul><ul><li>Anemia </li></ul><ul><li>Marasmus </li></ul>
  33. 33. Lanj. Dx Kep & Intervensi … <ul><li>Tujuan Yang Diharapkan : </li></ul><ul><li>Terjadi peningkatan berat badan sesuai batasan waktu </li></ul><ul><li>Peningkatan status nutrisi </li></ul>
  34. 34. INTERVENSI & RASIONAL <ul><li>Kaji tanda vital, sensori, bising usus, status nutrisi </li></ul><ul><li>R/ membantu mengkaji keadaan klien </li></ul><ul><li>Ukur intake makanan dan timbang berat badan </li></ul><ul><li>R/ observasi keb nutrisi </li></ul><ul><li>Tingkatkan intake makanan melalui : </li></ul><ul><li>*. Mengurangi gangguan dari lingkungan spt </li></ul><ul><li>berisik dan lain-lain. </li></ul>
  35. 35. Lanj. Intervensi & Rasional … <ul><li>*. Jaga privasi pasien </li></ul><ul><li> *. Jaga kebersihan ruangan (barang-barang </li></ul><ul><li>spt sputum pot, urinal tidak berada dkt </li></ul><ul><li>tempat tidur) </li></ul><ul><li>*. Berikan obat sebelum makan jika ada </li></ul><ul><li>indikasi </li></ul><ul><li>R/ cara khusus untuk meningkatkan nafsu </li></ul><ul><li>makan </li></ul>
  36. 36. Lanj. Intervensi & Rasional … <ul><li>4. Jaga kebersihan mulut klien </li></ul><ul><li> R/ mulut yg bersih meningkatkan nafsu mkn </li></ul><ul><li>5. Bantu pasien makan jika tidak mampu </li></ul><ul><li> R/ membantu pasien makan </li></ul><ul><li>6. Sajikan makanan yang mudah dicerna, dalam </li></ul><ul><li> keadaan hangat, tertutup, dan berikan sedkt </li></ul><ul><li>tapi sering </li></ul><ul><li> R/ meningkatkan selera makan dan intake mkn </li></ul>
  37. 37. Lanj. Intervensi & Rasional … <ul><li>7. Selingi makan dengan minum </li></ul><ul><li>R/ memudahkan makanan masuk </li></ul><ul><li>8. Hindari makanan yang banyak mengandung </li></ul><ul><li>gas </li></ul><ul><li>R/ mengurangi rasa nyaman </li></ul><ul><li>9. Berikan feed back yang positif ttg peningkatn </li></ul><ul><li>intake, berat badan </li></ul><ul><li>R/ meningkatkan kepercayaan u/ mningkatkn </li></ul><ul><li>makan </li></ul>
  38. 38. Lanj. Intervensi & Rasional … <ul><li>10. Monitor hasil lab, spt glukosa, elektrolit, albumin, hemoglobin, kolaborasi dengan dokter </li></ul><ul><li>R/ monitor status nutrisi </li></ul><ul><li>11. Berikan pend kes ttg cara diet, keb kalori, </li></ul><ul><li>dan tindakan kep yg berhub dgn nutrisi jk </li></ul><ul><li>klien terpasang NGT </li></ul><ul><li>R/ meningkatkan pengetahuan agar klien lebih kooperatif </li></ul>
  39. 39. Lanj. Intervensi & Rasional … <ul><li>12. Cek kepatenan tube </li></ul><ul><li>R/ menghindari aspirasi dan obstruksi tube </li></ul><ul><li>13. Pemberian cairan/makanan tidak lebih dari 150 cc sekali pemberian </li></ul><ul><li>R/ menghindari aspirasi </li></ul><ul><li>14. Cek temperatur makanan agar tidak terlalu </li></ul><ul><li>panas / dingin </li></ul><ul><li>R/ mengurangi kram dan terbakar pd abdomen </li></ul>
  40. 40. Lanj. Intervensi & Rasional … <ul><li>15. Atur posisi semi fowler saat memberikan makanan </li></ul><ul><li>R/ mengurangi regurgutasi </li></ul><ul><li>16. Jelaskan bagaimana tube bekerja dan perawatannya </li></ul><ul><li>R/ mencegah komplikasi </li></ul>
  41. 41. Lanj. Dx Kep & Intervensi … <ul><li>2. Perubahan nutrisi lebih dari keb tubuh </li></ul><ul><li>Definisi : Pasien dgn resiko atau aktual mengkonsumsi makanan melebihi dari keb. </li></ul><ul><li>tubuh </li></ul><ul><li>Kemungkinan berhubungan dengan : </li></ul><ul><li>a. kelebihan intake </li></ul><ul><li>b. gaya hidup </li></ul><ul><li>c. perubahan kultur </li></ul><ul><li>d. psikologi untuk mengkonsumsi tinggi kalori </li></ul>
  42. 42. Lanj. Dx Kep & Intervensi … <ul><li>Kemungkinan data yang ditemukan : </li></ul><ul><li>20% lebih berat dari berat badan ideal </li></ul><ul><li>Pola makan yang berlebihan </li></ul><ul><li>Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada : </li></ul><ul><li>Obesitas e. bulimia </li></ul><ul><li>Hipotiroidisme </li></ul><ul><li>Pasien dengan pemakaian kortikosteroid </li></ul><ul><li>Immobilisasi yang lama </li></ul>
  43. 43. Lanj. Dx Kep & Intervensi … <ul><li>Tujuan yang diharapkan : </li></ul><ul><li>Teridentifikasinya keb nutrisi dan berat badan yang terkontrol </li></ul><ul><li>Perencanaan kontrol BB untuk y.a.d </li></ul><ul><li>Tidak terjadinya penurunan BB yang berlebihan </li></ul>
  44. 44. Intervensi & Rasional : <ul><li>Lakukan pengkajian pola makan pasien </li></ul><ul><li>R/ Informasi dasar u/ perencanaan awal </li></ul><ul><li>2. Diskusikan dgn pasien ttg kelebihan makan </li></ul><ul><li>R/ membantu mencapai tujuan </li></ul><ul><li>Diskusikan motivasi u/ menurunkan BB </li></ul><ul><li>R/ membantu memecahkan masalah </li></ul><ul><li>Kolaborasi dengan ahli diet yang tepat </li></ul><ul><li>R/ menentukan mkn yang sesuai dgn pasien </li></ul>
  45. 45. Lanj. Intervensi & Rasional <ul><li>5. Ukur intake makanan dalam 24 jam </li></ul><ul><li> R/ mengetahui jumlah kalori yang masuk </li></ul><ul><li>6. Buat program latihan u/olah raga </li></ul><ul><li> R/ meningkatkan kebutuhan energi </li></ul><ul><li>7. Hindari mkn yg banyak mengandung lemak </li></ul><ul><li> R/ makan berlemak banyak menghasilkan </li></ul><ul><li> energi </li></ul><ul><li>8. Berikan pengetahuan kesehatan ttg : </li></ul><ul><li> *. Program diet yg benar </li></ul><ul><li> *. Akibat yg mungkin timbul pd kelebihan BB </li></ul><ul><li> R/ memberikan informasi dan mengurangi kompliks </li></ul>
  46. 46. F I N I S H <ul><li>SEMOGA SUKSES </li></ul>

×