Visi Misi Ekonomi Jokowi-JK

2,481 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,481
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
50
Actions
Shares
0
Downloads
181
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Visi Misi Ekonomi Jokowi-JK

  1. 1. Visi, Misi & Garis Besar Program
  2. 2. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pembukaan UUD 1945 Arah dan Tujuan Nasional Pembentukan NKRI
  3. 3. 1. Ancaman Terhadap Wibawa Negara Wibawa negara merosot ketika negara tidak memberikan rasa aman kepada segenap warga negara, tidak mampu mendeteksi ancaman terhadap kedaulatan wilayah, masyarakat tidak percaya kepada institusi publik, dan pemimpin tidak memiliki kredibilitas yang cukup untuk menjadi teladan dalam menjawab harapan publik terhadap perubahan kearah yang lebih baik. Tiga Problem Pokok Bangsa Indonesia
  4. 4. 2. Melemahnya Sendi Perekonomian Nasional Belum terselesaikannya persoalan kemiskinan, kesenjangan sosial, kesenjangan antar wilayah, kerusakan lingkungan hidup, dan ketergantungan dalam hal pangan, energi, keuangan dan teknologi Tiga Problem Pokok Bangsa Indonesia
  5. 5. PERSOALAN KEMISKINAN
  6. 6. PERSOALAN KETIMPANGAN 0.355 0.308 0.329 0.363 0.364 0.35 0.37 0.38 0.41 0.41 0.413 0.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0.250 0.300 0.350 0.400 0.450 1996 1999 2002 2005 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber: BPS
  7. 7. Sumber: BPS 2012, dalam Bappenas
  8. 8. Sumber: Bappenas
  9. 9. PERSOALAN DEFISIT NERACA PERDAGANGAN $7.82 $19.68 $22.12 $26.06 -$1.66 -$4.07 -$10.00 -$5.00 $0.00 $5.00 $10.00 $15.00 $20.00 $25.00 $30.00 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Ekspor-Impor Sumber: BPS
  10. 10. INDIKATOR LINGKUNGAN
  11. 11. Low carbon Resource efficient Socially inclusive > 300 T per tahun untuk subsidi BBM+listrik 90 T untuk pengentasan kemiskinan Apakah cara kita mengalokasikan sumber daya sudah sejalan dengan green economy?
  12. 12. 3. Intoleransi & Krisis Kepribadian Bangsa Terkikisnya karakter Indonesia sebagai bangsa pejuang, memudarnya solidaritas dan gotong royong. Di sisi lain jati diri bangsa terkoyak oleh merebaknya konflik sektarian dan berbagai bentuk intoleransi. Tiga Problem Pokok Bangsa Indonesia
  13. 13. Untuk dapat menyelesaikan tiga problem diatas kita perlu meneguhkan kembali jalan Ideologis sebagai penggerak, pemersatu perjuangan dan bintang pengarah pembangunan nasional kedepan yaitu PANCASILA dan TRISAKTI VISI: “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong” Pancasila, Trisakti & Visi
  14. 14. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Social Inclusion Ecological Inclusion Strategi Pembangunan
  15. 15. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia 16 PROGRAM AKSI Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional AGENDA PRIORITAS EKONOMI Ekonomi Mandiri : Berdaulat, makmur, maju, berkeadilan & berkelanjutan Menuju Ekonomi Mandiri
  16. 16. Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia
  17. 17. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah (2013) Pengangguran/pekerja sektor informal masih tinggi Indonesia: 0,629, Ranking: 121; Malaysia: 0,769, Ranking: 64; Thailand: 0,69, Ranking: 103; Phillipines: 0,65, Rangking: 114, Singapore: 0,895, Ranking: 18 Pengangguran 7.39 juta; Pekerja informal 59,58% dari total pekerja Tenaga Informal Buruh tidak dibayar: 18.045.767 Pekerja lulus SD 55,3 juta (46,80%) Tenaga kerja tidak pernah ikut training 94,33% Minimnya pendidikan dan ketrampilan tenaga kerja Kualitas Manusia Indonesia yang Rendah, Tertinggal dan Belum Sejahtera
  18. 18. Pembangunan Manusia Indonesia agar Berkualitas Tinggi, Maju dan Sejahtera I Indonesia Pintar Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pelatihan Indonesia Sehat Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat Indonesia Sejahtera Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Kerja Perluasan Kesempatan Kerja
  19. 19. 1PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA PINTAR  Wajib Belajar 12 Tahun Bebas Pungutan  Beasiswa kepada siswa berprestasi ke Diploma, S1 hingga S3 Target: Rakyat Pintar Revolusi mental : dimulai dengan pendidikan dasar, 70% kurikulum adalah budi pekerti dan pendidikan karakter dan nasionalisme (nation and character building) Pendidikan tinggi: 60% politeknik, 40% keilmuan Riset dasar didanai APBN
  20. 20. 2PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA KERJA  Pembangunan 100 Technopark  Pengembangan Produk Unggulan untuk Tiap Klaster Daerah dengan pendekatan ekoregion  Proyek infrastruktur padat karya  Penambahan iuran BPJS kesehatan yang berasal dari APBN dan APBD  Mencipatakan pertumbuhan ekonomi berkualitas (15 juta lap kerja)  Mekanisme proteksi tenaga kerja DN dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean  Isentif diberikan bagi perusahan yang memberikan hak kepada pekerja untuk dapat membeli saham perusahaan Pengangguran turun menjadi 4%, dan pemberdayaan pekerja
  21. 21. 3PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA SEHAT  Rakyat Sehat  Kartu Indonesia Sehat , BPJS Kesehatan  50,000 Rumah Sehat dan 6000 Puskesmas dengan Fasilitas Rawat Inap  Air Bersih untuk Seluruh Rakyat INDONESIA SEJAHTERA Program rumah, kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi  Subsidi pangan untuk rakyat  Elektrifikasi 100%  Jaminan Sosial untuk Seluruh Rakyat di Tahun 2019 Target: Rakyat Sejahtera- Kemiskinan Turun Menjadi 5-6%
  22. 22. Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional
  23. 23. Kualitas Infrastruktur & Jalur Logistik yang Rendah = Daya Saing Ekonomi yang Rendah Biaya Logistik (% terhadap GDP) • Buruknya infrastruktur di Indonesia membuat biaya logistik menjadi sangat tinggi, mencapai 24,6% GDP, jauh lebih tinggi dari negara lain; • Tingginya biaya logistik membuat ekonmi kita sulit untuk berkompetisi dengan negara lain • Investasi di bidang infrastruktur harus dijadikan priorita utama;
  24. 24. Soeharto Gus Dur Mega SBY1 SBY2 APBN (1990 – 2013) In Rp Triliun Alokasi APBN (1990 – 2013) Rp 36 tn Rp 338 tn Rp 1,658 tn (USD 180 bn) Real Nominal 20% APBN untuk subsidi yang dinikmati orang kaya, sedangkan hanya 10% untuk infrastruktur. Dampaknya, kualitas infra kita buruk, biaya logitik mahal dan daya saing ekonomi lemah. Kualitas APBN yang Rendah = Kualitas Jaringan Logistik Yang Rendah
  25. 25. Meningkatkan Produktivitas Ekonomi Indonesia yang Masih Rendah • Serbuan barang asing semakin banyak dan luas; • Infrastruktur (termasuk pasar tradisional) dan logistik yang rusak dan tidak efisien dan biaya logistik yang mahal dibandingkan negara lain; • Pelayanan perizinan yang tidak efisien • Biaya logistik Indonesia 26% dari PDB, Malaysia 13% dan Singapura 8% (Bank Dunia) • Pasar tradisional menyusut 29% (2007- 2011) kondisi banyak yang sudah tua (95% berumur diatas 25 tahun), sementara pasar modern tumbuh 75%
  26. 26. Program Nyata Membangun Infrastruktur • Pembangunan sistem transportasi umum massal terintegrasi yang berimbang baik di lautan, udara maupun darat • 2000 Kilometer jalan baru/perbaikkan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua • 10 Pelabuhan baru/renovasi dan infrastruktur pendukungnya, 10 dry port • Pembangunan sarana angkutan KA 2 lajur di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi • 10 Bandara baru/renovasi • 10 Kawasan Industri Baru/pengembangan • TARGET: Biaya Logistik Turun 5%
  27. 27. Program Nyata Membangun Infrastruktur • Pembangunan/Modernisasi 5000 Pasar Tradisional di Seluruh Indonesia • Pembangunan 500 SENTRA PERIKANAN sebagai tempat pelelangan ikan terpadu dengan penyimpanan dan pengolahan produk perikanan • TARGET: Ekonomi Rakyat Berkembang
  28. 28. Mendorong Investasi Untuk Meningkatkan Daya Saing Ekonomi • Layanan Satu Atap, efisiensi perijinan bisnis menjadi 15 Hari • Dukungan fiskal (penurunan tarif pajak, tax amnesty) dan non-fiskal untuk mendorong investasi • Gerakan peningkatan tabungan nasional (inklusi keuangan menjangkau 50% penduduk) • Peningkatan investasi kegiatan bisnis yang terkait dengan ekspor barang • Memberikan insentif pada industri yang menghasilkan bahan baku atau barang modal • Mendorong diversifikasi investasi portofolio asing dengan denominasi rupiah • Meningkatkan investasi pemerintah, BUMN/BUMD, swasta baik nasional atau asing • Meningkatkan kepastian hukum dan penegakan hukum; • Konsistensi kebijakan antar kementerian/lembaga/pemerintah pusat dan daerah • Membangun kemitraan yang efektif antara badan pemerintahan ataupun swasta • TARGET: INVESTASI = ~40% GDP
  29. 29. Mendorong Investasi Untuk Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Rata2: USD 6 miliar/tahun Rata2: USD 19 miliar/tahun • Krisis global membuat FDI mengalir lebih deras ke Indonesia. • FDI pada tahun 2013 mewakili 60% dari total investasi sebesar USD 39 miliar; • Tahun 2013, FDI di Indonesia mencapai USD 23 miliar, lebih rendah dari Singapura (USD 55 miliar), Malaysia (USD 11 miliar), Thailand (USD 8 miliar) dan Filipina (USD 5 miliar); • Harus lebih banyak di dorong efficiency seeker, bukan resources atau market seeker
  30. 30. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Dengan Menggerakan Sektor Strategis
  31. 31. Kemandirian Diantaranya dengan Mendorong Sustainability & Kemandirian Energi Konsumsi & Produksi Gas Alam, 1970 - 2012 (Miliar Cubic Meter/tahun) Rank Countries Bn Cubic Meter 1 Russia 199.9 2 Norway 99.8 3 Qatar 94.8 4 Canada 92.4 5 Netherlands 57.8 6 Algeria 55.3 7 Indonesia 42.3 8 United States 32.2 9 Malaysia 30.8 10 Australia 24.7 Eksportir Gas Alam Dunia (2012)
  32. 32. Kemandirian Diantaranya dengan Mendorong Sustainability & Kemandirian Energi Produksi & Konsumsi, 1981 - 2012 (Juta Ton) Rank Countries Mn Tonnes 1 Indonesia 309 2 Australia 284 3 Russia 124 4 USA 97 5 Colombia 75 6 South Africa 72 7 Kazakhstan 34 Eksportir Utama Batubara Dunia (2012) Walaupun cadangan kita sangat kecil, tetapi Indonesia adalah eksportir utama batubara dunia
  33. 33. Kemandirian Diantaranya dengan Mendorong Sustainability & Kemandirian Energi Produksi & Konsumsi Minyak Bumi (Ribu Barrel/hari) • Tahun 2012, 41% minyak bumi yang kita konsumsi berasal dari impor; • Konsumsi meningkat tajam akibat harga BBM yang murah; • Akhir tahun 2014, untuk pertama kalinya separuh (50%) minyak bumi kita diperoleh dari impor; • Iklim investasi yang kurang menarik menyebabkan rendahnya explorasi dan exploitasi ladang minyak baru
  34. 34. Kemandirian Diantaranya dengan Mendorong Sustainability & Kemandirian Energi • Indonesia mempunyai 40% cadangan geothermal dunia; • Baru 4% yang di exploitasi, bandingkan dengan Filipina yang telah mengekploitasi 75% geothermalnya; • Jika Indonesia mengeksploitasi 100% geothermal, maka seluruh kebutuhan listrik saat ini (35.000 MW) bisa dipenuhi dengan geothermal saja; • Geothermal merupakan energi masa depan bagi Indonesia;
  35. 35. Beberapa Program Aksi Sektoral
  36. 36. 1. Peningkatan kapasitas dan pemberian akses terhadap sumber modal (melalui bank pertanian), sarana produksi, infrastruktur, teknologi dan pasar 2. Pemberantasan illegal, unregulated dan unreported fishing (IIU) 3. Mengurangi intensitas penangkapan di kawasan overfishing, dan meningkatkan intensitas penangkapan di kawasan underfishing sesuai batas kelestarian 4. Rehabilitasi kerusakan lingkungan pesisir dan lautan 5. Peningkatan luas kawasan konservasi perairan yang dikelola secara berkelanjutan 6. Penerapan best aqua-culture practices untuk komoditas-komoditas unggulan 7. Mendesain tata ruang wilayah pesisir dan lautan yang mendukung kinerja pembangunan maritim dan perikanan Mengembangkan Ekonomi Maritim
  37. 37. 1. Pengawasan dan penegakan hukum yang lebih efektif terhadap pelaku illegal logging, 2. Pengembangan industri hasil hutan dan produk non-kayu yang ramah lingkungan 3. Evaluasi dan Penataan Pemanfaatan sumber daya hutan yang lestari 4. Pemeliharaan proses ekologis dan sistem penyanggah Kehidupan 5. Pengawetkan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya 6. Terselesaikan konflik kepemilikan hak pengelolaan dan Tumpangtindih perijinan 7. Tertib Peredaran Hasil Hutan dan Pencegahan Kebakaran dan Illegal logging 8. Peningkatan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Hutan Rakyat, Hutan Tanaman Industri, Agroforestry dan Hutan Kemasyarakatan 9. Pelestarian hutan Pelestarian dan perlindungan 20,63 juta ha sisa areal yang masih berhutan serta perlindungan Flora dan Fauna yang terancam punah, khususnya yang tercatat dalam Appendix I CITES ada 86 jenis dan Appendix II 1.549 jenis 10. Rehabilitasi 100,70 juta ha areal tidak berhutan, hutan tidak produktif dan lahan kritis 11. Penataan Rencana Pemanfaatan 1,99 juta ha areal hutan yang belum terdata 12. Tertatanya tahapan yang jelas kegiatan pemenuhan kebutuhan hasil hutan kayu dalam negeri sebesar 46,3 m3/tahun secara bertahap. Memanfaatkan Hutan Secara Berkesinambungan
  38. 38. 1. Mengembangkan sistem politik anggaran hijau (green budgeting) 2. Mengembangkan dan mengimplementasikan sistem produksi dan inovasi nasional yang ramah lingkungan 3. Edukasi konsumen untuk memahami dan mempraktekkan gaya hidup yang ramah lingkungan 4. Memacu pembangunan pertanian yang berkelanjutan yang berbasis bio-eco-region dengan pola pengembagan pertanian organik maupun pertanian yang hemat lahan dan air 5. Pencanangan program Indonesia Go Organic dengan pilot project 1.000 desa organik dari program reforma agraria sebagai sentra produksi penghasil pangan organik hingga tahun 2019 Mempopulerkan Kebijakan Hijau
  39. 39. Terima Kasih…….

×