Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tugas biologi (coelenterata & amfibi).ppt

  • Login to see the comments

Tugas biologi (coelenterata & amfibi).ppt

  1. 1.  Alisha Ariana  Andi Novia  Dini Hariyatti  Laura Veantami  Reni Purwita  Ruth Junita Sinaga  Sandiva Sani AL-K H
  2. 2.  Coelenterata berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelenteron yang artinya rongga. Jadi, Coelenterata adalah hewan invertebrata yang memiliki rongga tubuh Rongga tersebut digunakan sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).  Namun filum Coelenterara lebih dikenal dengan nama Cnidaria. Kata Cnidaria berasal dari bahasa Yunani, cnido yang berarti penyengat karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat tersebut terletak pada tentakel yang terdapat di sekitar mulutnya.
  3. 3.  Merupakan Hewan multiseluler Invertebrata  Habitatnya di laut atau air tawar  Struktur tubuhnya radial simetris  Memiliki sel-sel knidosit/knidoblast yang berisi organel- organel penyengat.  Tubuh simetri radial  Tubuhnya terdiri dari kantong dan rongga gastrovaskuler untuk mencerna makanan.  Memiliki mulut sekaligus sebagai anus  Memiliki tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya.  Memiliki bentuk tubuh polip dan medusa.
  4. 4. GAMBAR CNIDARIA MEDUSA
  5. 5. Keterangan :  Epidermis : epitelium luar berfungsi sebagai pelindung  Gastrodermis : epitelium dalam berfungsi sebagai pencernaan, berasal dari bahan gelatin  Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang.  Gastovascular cavity : rongga gastrovaskuler berfungsi sebagai usus  Mesoglea : lapisan bukan sel yang terdapat di antara lapisan epidermis dan gastrodermis  Mulut/anus : Mulut dan anus pada filum ceolenterata terdapat pada satu lubang  Body stalk : batang tubuh  Tentakel : organ tubuh yang dapat memanjang dan fleksibel
  6. 6.  Coelentera hidup secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil lainnya yang berada di air.  Coelenterata lumpuhkan mangsanya dengan menggunakan tentakelnya yang memiliki sel knidosit. Setelah mangsanya itu lumpuh, tentakel menggulung dan membawa mangsa ke mulut.  Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik itu air laut ataupun air tawar. Sebagian besar hidup berkoloni atau soliter.  Coelenterata yang berbentuk polip hidup soliter atau berkoloni di dasar air. Polip tidak dapat berpindah tempat. Sedangkan coelenterata yang berbentuk medusa dapat melayang bebas di dalam air.
  7. 7.  Reproduksi pada coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan membentuk tunas berupa polip yang hidup berkoloni di dasar air. Sedangkan reproduksi seksual pada coelenterata dilakukan dengan pembentukan gamet. Gamet dihasilkan oleh selurh coelenterata berbentuk medusa dan beberapa berbentuk polip.  Filum Coelenterata dibagi dalam tiga kelas yaitu: › Hydrozoa › Scyphozoa › Anthozoa
  8. 8.  Hydrozoa berasal dari bahasa yunani hydro = air, dan zoa = hewan. Hydrozoa adalah hewan yang termasuk ke dalam filum coelenterata. Sebagian besar dari Hydrozoa hidup di air tawar. Hydrozoa dapat hidup soliter (sendiri-sendiri) yang pada umumya berbentuk polip, dan berkoloni dengan bentuk polip dan medusa. Contoh dari hydrozoa adalah Hydra, obelia, dan physalia.  Obelia merupakan hydrozoa yang hidup berkoloni di laut. Obelia memiliki bentuk polip dan medusa.
  9. 9. Keterangan : 1.Pada Polip obelia dewasa yang bersifat diploid (2n) terdapat dua jenis polip. Yang pertama Polip Dengan Tentakel yang berfungsi untuk hal nutrisi (makanan) dan yang kedua Polip Tanpa Tentakel yang berfungsi sebagai reproduksi aseksual. 2.Polip tanpa tentakel yang melakukan reproduksi secara aseksual itu menghasilkan Tunas Medusa. 3.Tunas Medusa kemudian lepas dari polip dan tumbuh menjadi Medusa Dewasa. 4.Medusa Dewasa itu ada yang menghasilkan Sel telur (Ovum) dan Sel sperma (Spermatozoid) 5.Ovum dan Sperma yang dilepaskan di air bertemu dan terjadilah fertilisasi 6.Fertilisasi yang terjadi di air akan menghasilkan Zigot 7.Zigot berkembang menjadi Larva Planula 8.Larva Planula kemudian menempel di dasar laut dan tumbuh menjadi Koloni muda dan kemudaian tumbuh menjadi koloni dewasa (polip obelia dewasa)
  10. 10.  Scyphozoa adalah salah satu dari tiga kelas Phylum Coelenterata. Scyphozoa berasal dari bahasa Yunani, scypho = mangkuk dan Zoa = hewan. Jadi dengan demikian Scyphozoa adalah hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk.  Pada umumnya, Scyphozoa memiliki bentuk dominan berupa medusa. Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur- ubur. Medusa Scyphozoa umumnya memiliki ukuran 2-40 cm. Scyphozoa bereproduksi secara seksual dan aseksual.
  11. 11. Polip yang berukuran kecil (skifistoma) tumbuh menjadi polip berukuran besar ( Strobila ). Kemudian satu persatu kuncup stobila itu lepasa dan menjadi efira. Efira itu akan tumbuh menjadi medusa jantan ataupun betina. Medusa jantan menghasilkan sperma sedangkan medusa betina menghasilkan ovom. Ketika itu terjadilah fertilisasi di dalam air. Hasil dari fertilisasi itu membentuk zigot. Zigot itu berkembang menjadi planula dan kemudian menempel di tempat yang cocok hingga menjadi polip (skifistoma) Secara sederhana, siklus Aurelia dapat di tulis sebagai berikut. Fertilisasi sperma dan ovum di air -- zigot planula (larva bersilia) -- skifistoma (fase polip) -- strobila (kuncup) -- efira -- medusa -- medusa jantan dan betina. Contoh dari scyphozoan antara lain : 1. Cyanea 2. Chrysaora fruttescens
  12. 12.  Anthozoa merupakan salah satu dari tiga kelas dalam Filum Coelenterata. Anthozoa berasal dari bahasa Yunani (anthus = bungan dan zoa = hewan). Jadi Anthozoa itu hewan yang bentuknya seperti bunga. Anthozoa memiliki banyak tentakel yang berwarna warni. Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa, ia hanya berbentuk polip. Polip anthozoa itu lebih besar dari hydrozoa maupun scyphozoa. Anthozoa bereproduksi secara aseksual dengan tunas dan fragmentasi serta reproduksi seksual dengan menghasilkan gamet.  Anthozoa dibagi menjadi dua subkelas, yaitu : Hexacorallia Memiliki sedikit tentakel yang kadang bercabang. Contoh : Metridium sp. (anemon laut)  Octocorallia Memiliki delapan tentakel yang bercabang cabang seperti bulu dan memiliki delapan sekat. contoh : Euplexaura sp. (akar bahar)
  13. 13.  Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. ( Zug, 1993)  Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. (Zug, 1993)
  14. 14.  Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apoda yang anggota geraknya terduksi.  Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp..  Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil ( biasanya beracun).  Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru.  Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum.  Jantung terdiri dari tiga lobi ( 1 ventrikel dan 2 atrium)  Mempunyai struktur gigi, yaitu gigi maxilla dan gigi palatum.  Merupakan hewan poikiloterm
  15. 15. Penutup Tubuh kulit yang berlendir Alat Gerak dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang. Alat Pernapasan pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidung amfibi mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam. Habitat air dan darat Suhu Tubuh tidak tetap, berubah-ubah mengikuti suhu lingkungannya (berdarah dingin/poikiloterm) Peredaran darahnya tertutup Alat Penglihatan Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal) Jantung terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
  16. 16.  Dimanfaatkan di bidang kedokteran untuk diambil racunnya sebagai “penguat denyut jantung”. Contohnya : racun Bufotalin (C119H117 H25). Dan racun Bufotenin (C6H9NO) dari katak Bufo marinus.  Untuk tes kehamilan, contoh : Bufo melanostictus.  Keperluan praktikum zoology bagi siswa dan mahasiswa.  Katak membantu membinasakan nyamuk.  Jenis UrodelaMegalobatrachus maximus) disukai orang Jepang, dan jenis Rana sp. disukai orang China dan Jepang sebagai makanan.  Di bidang pertanian dan peternakan, Amphibia berperan sebagainatural biological control (penegndalian hayati alamiah) terutama terhadap populasi serangga di alam yang memungkinkan “meledak” sebagai hama.
  17. 17.  Kodok › Kodok adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura). Kodok umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Kodok berukuran sedang, yang dewasa berperut gendut, berbintil-bintil kasar. Bangkong jantan panjangnya (dari moncong ke anus) 55-80 mm, betina 65-85 mm. › Kodok kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau pada ketika menjelang hujan.
  18. 18.  Katak › binatang amfibi pemakan serangga yg hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijauatau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan, pandai melompat dan berenang. › Anatomi katak cukup aneh. Larvanya yang disebut kecebong, memiliki sistem pernapasan dengan insang. Sebagian besar spesies ini memiliki paru paru saat mencapai dewasa. Mereka juga memiliki trakea, faring dan paru paru mirip kantung, walaupun bernapas dengan kulit lebih penting daripada dengan paru paru. Jantungnya memiliki dua serambi dan satu bilik, dan memiliki sistem pencernaanmaupun pengeluarannya sama dengan mamalia.
  19. 19. Hyperolius tuberilinguis Bufo Bufo

×