BAB I                                        PENDAHULUAN       Sistem Informasi Monitoring Desa (SIMODE) merupakan sistem ...
Tingkat keberhasilan kegiatan pembangunan desa dan kelurahan tersebut dievaluasi selama jangka waktusatu tahun dan lima ta...
Dimana dengan adanya sistem informasi ini, bisa menentukan kategori kemiskinan setiap kepala keluargadan menyimpulkan hasi...
1. Pengerjaan proyek tugas akhir terbatas pada pengerjaanempat modul ReadySET, yaitu :a. Project Kick-Off : User needs & s...
treatment program pemberdayaan masyarakat yang tepatsasaran.2. Menjadi solusi bagi Institusi Badan PemberdayaanMasyarakat ...
sistem informasi.BAB VI UJI COBA DAN EVALUASIPada bab ini akan dijelaskan mengenai hasil dari uji cobaperangkat lunak yang...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sister (Sistem Proses Terdistribusi)

528 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
528
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sister (Sistem Proses Terdistribusi)

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN Sistem Informasi Monitoring Desa (SIMODE) merupakan sistem yang bertujuan untukmemberikan gambaran visual, analisa program treatment yang tepat terhadap prioritas pemberdayaanmasyarakat di setiap desa yang menjadi prioritas. Pada bab ini, akan dijelaskan tentang Latar BelakangMasalah, Perumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Tugas Akhir, dan Relevansi atau ManfaatKegiatan Tugas Akhir.1.1 Latar Belakang Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan programpenanggulangan kemiskinan sebagaisalah satu dari enam isu pokok prioritas pembangunan. Arah kebijakan program ini difokuskan padaupaya penurunan angka kemiskinan, pengurangan jumlah pengangguran, peningkatan kesejahteraansosial ekonomi Rumah Tangga Miskin (RTM), pengurangan beban dan perbaikan mutu hidup kelompokmiskin rentan dan penguatan kapasitas kelembagaan agar berfungsi dan berperan optimal dalampengelolaan program penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan hasil Pendataan Kemiskinan denganIndikator Baru (PKIB) yang dilakukan BPS pada tahun 2001, didapatkan data kondisi kemiskinan di JawaTimur dimana masih terdapat 1.801 desa dan kelurahan berkategori merah (miskin) dan 1.648desa/kelurahan berkategori kuning (mendekati miskin). Jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) mencapai2.196.363 RTM atau 7.267.843 jiwa penduduk miskin. Melalui berbagai program yang dilakukan olehPemerintah Provinsi, angka ini pada akhir tahun 2004 berkurang menjadi 6.979.565 jiwa (19,10 %), atauterjadi penurunan sebanyak 288.279 jiwa. Pada tahun 2005 akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)dan bencana alam di beberapa daerah, angka kemiskinan melonjak menjadi 8.390.996 jiwa (22,51%).Lalu pada tahun 2006 kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 7.455.655 jiwa (19,89%) dan padatahun 2007 mengalami penurunan menjadi 7.137 juta jiwa (18,93%). Tingkat Perkembangan desa dankelurahan adalah status tertentu dari capaian hasil kegiatan pembangunan yang dapat mencerminkantingkat kemajuan dan keberhasilan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di desa dan kelurahan.
  2. 2. Tingkat keberhasilan kegiatan pembangunan desa dan kelurahan tersebut dievaluasi selama jangka waktusatu tahun dan lima tahunan. Penilaian hasil kegiatan pembangunan tahunan dimaksudkan untukmengetahui laju perubahan dan kecepatan perkembangan penduduk, ekonomi, pendidikan, kesehatan,keamanan dan ketertiban, kedaulatan politik masyarakat, partisipasi masyarakat dalam pembangunan,kinerja lembaga kemasyarakatan, kinerja pemerintahan desa kelurahan serta efektivitas pembinaan danpengawasan penyelenggaraan pemerintahan. Tolok ukur keberhasilan sebuah desa ditentukan olehpengentasan kemiskinan masyarakatnya. Adapun tingkat kesejahteraan masyarakat itu sendiri diukur olehempat belas variabel yang tersegmentasi dalam lima cluster yang meliputi cluster perumahan, pangan,pendidikan, kesehatan serta pendapatan dan ketenagakerjaan. Permasalahan yang ada padapengimplementasian pasca pendataan penduduk adalah belum adanya kategorisasi otomatis sistempendukung keputusan datadata mentah Rumah Tangga dari setiap desa. Semuanya masih dilakukansecara manual sesuai dengan parameter yang ditentukan. Selain itu, permasalahan lainnya yaitu tidakadanya sistem terotomatisasi pemberi keputusan program-program treatment apa yang harus diberikanuntuk masing-masing desa bermasalah secara global. Permasalahan lain muncul akibat konsep sistempengelompokkan desa yang dibagi dalam kategori desa merah, desa kuning, desa hijau dan desa putih.Konsep ini dinilai kurang bisa dioperasionalkan dalam kegiatan pengentasan kemiskinan. Karenapenetapan kategori desa tersebut mendasarkan hanya pada aspek kebutuhan kalori yang dikonsumsimasyarakat dan belum menggambarkan kondisi riil kemiskinan di sebuah desa. Selain itu, konsep inimemberikan citra kurang baik bagi desa yang masuk dalam kategori desa merah seakan-akan desatersebut kondisi masyarakat semuanya miskin, kumuh dan tak tertata. Demikian juga desa yang masukkategori desa hijau, seakan-akan di desa tersebut semua masyarakatnya sudah sejahtera. Padahal didesa yang masuk kategori desa hijau tersebut dipastikan masih ada masyarakat yang tergolong miskin.Akibatnya, ketika ada program pengentasan kemiskinan, desa yang masuk kategori hijau tersebut tidakmendapatkan bagian program pemberdayaan. Sehingga masyarakat miskin yang ada di desa tersebutsama sekali tidak menikmati program pengentasan kemiskinan. Untuk itu perlu dibangun sisteminformasi monografi desa.
  3. 3. Dimana dengan adanya sistem informasi ini, bisa menentukan kategori kemiskinan setiap kepala keluargadan menyimpulkan hasil keseluruhan pendataan per kepala keluarga yang dikejawantahkan dalam hasilkomprehensif suatu desa yang nantinya desa tersebut akan dikategorikan menjadi desa merah, kuning,hijau atau desa putih. Dalam penerapannya, sistem ini diakses oleh setiap pegawai struktural pemerintahprovinsi yang berada di dinas pemberdayaan masyarakat, Setiap parameter diberikan nilai bobot untuksetiap cluster, dan bobot penilaian yang diberikan akan dikonversikan kedalam bentuk prosentase sebagaidasar dalam pemberian skor yang sesuai dengan ketentuan penilaian yang dikeluarkan oleh BadanPemberdayaan Masyarakat. Skor hasil penilaian akan dimasukkan sesuai dengan kategori indikator padahasil penilaian sebuah desa.1.2 PermasalahanDalam tugas akhir ini, permasalahan akan dititik beratkan pada :1. Analisa spesifikasi kebutuhan aplikasi sistem informasimonografi desa di Jawa Timur.2. Desain aplikasi pemecahan problem otomatisasi analisakondisi kesejahteraan Rumah Tangga di Jawa Timur secarapersonal maupun global dalam satuan desa.3. Desain aplikasi untuk mengelola hasil penilaian danpenyekoran dari setiap parameter-parameter yang sesuaidengan indikator-indikator dalam seriap cluster pengukurantingkat kesejahteraan yang telah ditetapkan.4. Permasalahan prioritas pemberian bantuan pemberdayaanmasyarakat yang sesuai kepada daerah-daerah yang tepat danpaling membutuhkan.1.3 Batasan MasalahDari permasalahan yang telah disebutkan di atas, makabatasan-batasan dalam tugas akhir ini adalah:
  4. 4. 1. Pengerjaan proyek tugas akhir terbatas pada pengerjaanempat modul ReadySET, yaitu :a. Project Kick-Off : User needs & stories, Interviewnotes, dan Interview checklistb. System Requirementsc. Designd. Product Concent : User guide2. Bahasa pemprograman yang digunakan adalah PHP3. Software yang digunakan antara lain :a. Dokumentasi : Microsoft Wordb. Desain dan Programming : Power Designer,Microsoft Office Visio 2007, MacromediaDreamweaver CS3, MySQL 5.04. Sistem Informasi Monografi Desa (SIMODE) inidiaplikasikan di institusi Badan PemberdayaanMasyarakat.51.4 TujuanTujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah merancangdan membangun Aplikasi Sistem Informasi Monografi Desa diInstitusi Badan Pemberdayaan Masyarakat Jawa Timur.1.5 ManfaatManfaat dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut:1. Menyediakan otomatisasi sistem penilaian kesejahteraankepala keluarga potensi desa yang akan memberikanpertimbangan peluang serta prioritas dalam pemberian
  5. 5. treatment program pemberdayaan masyarakat yang tepatsasaran.2. Menjadi solusi bagi Institusi Badan PemberdayaanMasyarakat untuk pengentasan kemiskinan dalam aspekpemberian program yang tepat dengan kondisi serta sasaranyang tepat.1.6 Sistematika PenulisanSistematika penulisan Laporan Tugas Akhir dibagi menjadi7 bab sebagai berikut:BAB I PENDAHULUANPada bab ini menjelaskan tentang latar belakang, tujuan tugasakhir, manfaat tugas akhir, perumusan masalah, batasan masalah,dan sistematika penulisan.BAB II TINJAUAN PUSTAKAPada bab ini akan dijelaskan mengenai definisi dan penjelasanmengenai pustaka-pustaka yang menjadi referensi.BAB III METODOLOGIPada bab ini akan dijelaskan mengenai metode-metode yang yangdigunakan dalam penyelesaian tugas akhir.BAB IV ANALISISPada bab ini akan dijelaskan mengenai analisis kebutuhan sisteminformasi berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan.6BAB V DESAINPada bab ini akan dijelaskan mengenai desain-desain sisteminformasi yang berupa desain UML sesuai dengan kebutuhan
  6. 6. sistem informasi.BAB VI UJI COBA DAN EVALUASIPada bab ini akan dijelaskan mengenai hasil dari uji cobaperangkat lunak yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasiterhadap hasil dari uji coba tersebut. Uji coba dilakukan denganmenggunakan analisis dan desain yang telah dijelaskan pada babsebelumnya.BAB VII KESIMPULANPada bab ini akan diberikan kesimpulan dari seluruh percobaanyang telah dilakukan.

×