Koleksi pantun melayu klasik

16,033 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,033
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
117
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Koleksi pantun melayu klasik

  1. 1. KOLEKSI PANTUN MELAYU KLASIK« on: 26 September, 2007, 06:42:53 AM »Sirih berlipat sirih pinangSirih dari Pulau MutiaraPemanis kata selamat datangAwal Bismillah pembuka bicaraTetak buluh panjang suluhMari jolok sarang penyengatAngkat doa jari sepuluhDoa minta biar selamatTuailah padi antara masakEsok jangan layu-layuanIntailah kami antara nampakEsok jangan rindu-rinduanHendak dulang diberi dulangDulang berisi sagu mentahHendak pulang ku beri pulangTinggalkan pantun barang sepatahLancang kuning lancang pusakaNampak dari Tanjung PuanKalau kering laut MelakaBarulah saya lupakan tuanAsam kandis mari dihirisManis sekali rasa isinyaDilihat manis dipandang manisLebih manis hati budinyaAyam hutan terbang ke hutan
  2. 2. Tali tersangkut pagar berduriAdik bukan saudara bukanHati tersangkut kerana budiAyam rintik di pinggir hutanNampak dari tepi telagaNama yang baik jadi ingatanSeribu tahun terkenang jugaBila memandang ke muka lautNampak sampan mudik ke huluBila terkenang mulut menyebutBudi yang baik ingat selaluBurung Serindit terbang melayangMari hinggap di ranting matiBukan ringgit dipandang orangBudi bahasa rangkaian hatiBukan lebah sebarang lebahLebah bersarang di pohon kayuBukan sembah sebarang sembahSembah adat pusaka MelayuBukan lebah sebarang lebahLebah bersarang di rumpun buluhBukan sembah sebarang sembahSembah menyusun jari sepuluhLaksamana berempat di atas pentasCukup berlima dengan gurunyaBagaikan dakwat dengan kertas
  3. 3. Sudah berjumpa dengan jodohnyaMembeli papan di tengah pekanPapan kecil dibuat tangkalMengapa umpan ikan tak makanAdakah kail panjang sejengkalRumah limas anjung SelatanBunga kemuning tumbuh di lamanTangkainya emas bunganya intanBolehkah ranting hamba patahkanTumbuh betik di tepi lamanPokok berangan pokok teruntumSungguh cantik bunga di tamanBolehkah gerangan petik sekuntumAsam kandis asam gelugurKetiga asam si riang-riangMenangis mayat di pintu kuburTeringat badan tidak sembahyangBaik-baik menanam selasihJangan menimpa si pohon senaBaik-baik memilih kekasihJangan sampai badan meranaBaik-baik mengail tenggiriTakut terkena si ikan parangBaik-baik merendah diriJangan menjadi hamba orang
  4. 4. Bintang tujuh sinar berseriBulan purnama datang menerpaAjaran guru hendak dicariMana yang dapat janganlah lupaBuah mangga melendut tinggiBuah kuini berangkai tigaHidup kita tidur dan matiSudah mati baru terjagaBuat bangsal di Pulau DaikMenahan taut sambil mengilauKalau asal benih yang baikJatuh ke laut menjadi pulauBudak-budak bermain tombakTombak diikat dengan rantaiKalau takut dilambung ombakJangan berumah di tepi pantaiHalia ini tanam-tanamanKe barat juga akan condongnyaDunia ini pinjam-pinjamanAkhirat juga akan sungguh nyaHari panas mencucuk benangBenang menjahit baju kebayaAir jernih lubuknya tenangJangan disangka tiada buayaKalau tahu peria tu pahit
  5. 5. Tidak ku gulai dengan petolaKalau tahu bercinta tu sakitTidak ku mulai dari semulaKalau tuan pergi ke KelangBelikan saya semangkuk rojakJangan diturut resmi kiambangSungguhpun hijau akar tak jejakPisang kelat digonggong helangJatuh ke lubuk di IndragiriJika berdagang di rantau orangBaik-baik menjaga diriAsap api embun berderaiPatah galah haluan perahuNiat hati tak mahu berceraiKehendak Allah siapa yang tahuAir dalam bertambah dalamHujan di hulu belumlah teduhHati dendam bertambah dendamDendam dahulu belumlah sembuh**********Anak punai anak merbahHinggap ditonggak mencari sarangAnak sungai lagikan berubahInikan pula hati orangApa guna pasang pelitaJika tidak dengan sumbunyaApa guna bermain kataKalau tidak dengan sungguhnya
  6. 6. Buah kuini jatuh tercampakJatuh menimpa bunga selasihBiar bertahun dilambung ombakTidak ku lupa pada yang kasihKajang tuan kajang berlipatKajang hamba mengkuang layuDagang tuan dagang bertempatDagang hamba terbuang laluBuah jambu disangka kandisKandis ada di dalam cawanGula madu disangka manismanis lagi senyuman tuanDari Arab turun ke AcehNaik ke Jawa berkebun seraiApa diharap pada yang kasihBadan dan nyawa lagi berceraiBunga Melati terapung-apungBunga rampai di dalam puanRindu hati tidak tertanggungBilakah dapat berjumpa tuanBurung Merak terbang ke lautSampai ke laut mengangkut sarangSedangkan bah kapal tak hanyutInikan pula kemarau panjang
  7. 7. Bunga Melur kembang sekakiMari dibungkus dengan kertasDi dalam telur lagi dinantiInikan pula sudah menetasDalam perlak ada kebunDalam kebun ada tanamanDalam gelak ada pantunDalam pantun ada mainanDari Jawa ke BengkahuluMembeli keris di InderagiriKawan ketawa ramai selaluKawan menangis seorang diriDari teluk pergi pangkalanBermain di bawah pohon kepayangSaya umpama habuk di papanDitiup angin terbang melayangDaun selasih di Teluk DalamBatang kapas Lubuk TempurungSaya umpama si burung balamMata terlepas badan terkurungOrang Melayu naik perahuSedang berdayung hujan gerimisHancur hatiku abang tak tahuMulut tertawa hati menangisOrang tani mengambil nipahHendak dibawa ke IndragiriSeluruh alam ku cari sudah
  8. 8. Belum bersua pilihan hatiPasir putih di pinggir kaliPekan menyabung ayam berlagaKasih tak boleh dijual beliBukannya benda buat berniagaRibu-ribu pokok mengkuduCincin permata jatuh ke ruangKalau rindu sebut namakuAirmata mu jangan dibuangKalau roboh kota MelakaSayang selasih di dalam puanKalau sungguh bagai dikataRasa nak mati di pangkuan tuanLimau purut lebat di pangkalBatang mengkudu condong uratnyaHujan ribut dapat ditangkalHati yang rindu apa ubatnyaKalau menyanyi perlahan-lahanDibawa angin terdengar jauhRindu di hati tidak tertahanDi dalam air badan berpeluhKu sangka nanas atas permatangRupanya durian tajam berduriKu sangka panas hingga ke petangRupanya hujan di tengahari
  9. 9. Kayuh perahu sampai seberangSinggah bermalam di kampung huluBukan tak tahu dunia sekarangGaharu dibakar kemenyan berbaulembing atas tanggaperisai atas busutkening atas matamisai atas mulutanak ikan dipanggang sahajahendak dipindang tidak berkunyitanak orang dipandang sahajahendak dipinang tiada berduitsaya tak hendak berlesung pauhlesung pauh membuang padisaya tak hendak bersahabat jauhsahabat jauh merisau hatiburung serindit terbang melayangsinggah dihinggap di ranting matiduit ringgit dipandang orangjarang dipandang bahasa budibatu sangkar batu berpahatterpahat nama raja bestarimakanan arif, kias ibaratpantun seloka, ulam jauharidaun durian jatuh tercampak
  10. 10. lopak-lopak isi selasihtujuh tahun dilambung ombaktiada kulupa hati yang kasihAnak Cik Siti mencari tubaTuba dicari di Tanjung JatiDi dalam hati tidakkan lupaBagai rambut tersimpul matiLimau purut di luar pagarRimbun putik dengan bunganyaHujan ribut padang terbakarEmbun setitik padam apinyaPuas saya bertanam ubiNanas jugak dipandang orangPuas saya menabur budiEmas juga dipandang orangTenang-tenang air di lautSampan kolek mudik ke tanjungHati terkenang mulut menyebutrindu kini tiada penghujungTinggi-tinggi pohon jatiTempat bermain simanja sayangSungguh tinggi harga budiBudi dibalas kasih dan sayangBunga Tanjung kembang semalamPohon tinggi tidak berduriGelombang besar di laut dalamKerana Tuan saya kemari
  11. 11. **********Burung merpati terbang seribuHinggap seekor di tengah lamanHendak mati di hujung kukuHendak berkubur di tapak tangan**********Dari mana hendak ke manaTinggi rumput dari padiHari mana bulan manaDapat kita berjumpa lagi**********Padi ini semumba-mumbaDaun kurma daun cempedakMacam mana hati tak hibaEntah bertemu entah tidak**********Permata jatuh ke rumputJatuh ke rumput berbilang-bilangDari mata tidakkan luputDalam hati tidakkan hilang**********Akar keladi melilit selasihSelasih tumbuh di hujung tamanKalungan budi jujungan kasihMesra kenangan sepanjang zaman**********Ayam rintik di pinggir hutanNampak dari tepi telagaNama yang baik jadi ingatanSeribu tahun terkenang juga**********Anak beruk di tepi pantaiPandai melompat pandai berlariBiar buruk kain dipakaiAsal hidup pandai berbudi**********Kiri jalan kanan pun jalanTengah-tengah pohon mengkudu
  12. 12. Kirim jangan pesan pun janganSama-sama menanggung rindu**********Mendung si mega mendungMendung datang dari utaraJangan selalu duduk termenungKalau termenung badan merana**********Pohon mengkudu tumbuhnya rapatRapat lagi pohon jatiKawan beribu mudah didapatSahabat setia payah dicari**********Pokok terap tumbuh di bukitBelat berbanjar panjang ke huluJangan diharap guruh di langitKilat memancar hujan tak lalu**********Sampan kotak hilir mudikDayung patah galah sebatangIkhtiar tidak datang menggolekAkal tidak datang melayang**********Siti Wan Kembang perintah KelantanNama termasyhur zaman dahuluBaik-baik memilih intanTakut terkena kaca dan batu**********Buah langsat kuning mencelahSenduduk tidak berbunga lagiSudah dapat gading bertuahTanduk tidak berguna lagi**********Dua paya satu perigiSeekor bujuk anak haruanTuan di sana saya di siniBagai pungguk rindukan bulan**********
  13. 13. Gesek rebab petik kecapiBurung tempua membuat sarangApa sebab jadi beginiKaram berdua basah seorang ?**********Hendak gugur gugurlah nangkaJangan menimpa putik pauhHendak tidur tidurlah mataJangan mengenang si dia yang jauh**********Kain batik negeri seberangDipakai anak Tanah MelayuApa ertinya kasih dan sayangKalaulah abang berjanji palsu**********Pantai Cendering pasirnya putihAnak dagang berulang mandiApa disesal orang tak kasihSudah suratan diri sendiri**********Disana pauh di sini pun pauhDaun mengkudu ditandungkanAdinda jauh kekanda jauhKalau rindu sama tanggungkan**********Pulau Tinggi terendak CinaNampak dari Pulau SibuAbang pergi janganlah lamaTidak kuasa menanggung rindu**********Putik pauh delima batuAnak sembilang di tapak tanganTuan jauh di negri satuHilang di mata di hati jangan**********« Last Edit: 04 April, 2009, 08:18:43 AM oleh Munaliza Ismail »
  14. 14. Logged halawah Posts: 2276 İlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguh oRe: KOLEKSI PANTUN MELAYU KLASIK« Jawab #1 on: 13 January, 2009, 01:11:59 PM »Awan membeku timbul airsaljubertepek digunung menggegel badankucuaca sejuk nikmat terkeduYa Allah nikmatmu hingga iman membekuFikiran merawang ilham tangis senduislam berjuang pahlawan sodok suduilmu terbuang ibadah terkuburbilakah ayat Al-Quran terpahat suburAnak padi semakin tumbuhbumi tersadai tanaman menjalurinsan dibumi semakin jauhsunnatullah semakin keliru diatur Loggedİlmu yang benar membuahkan amal İman yang Teguhhubungan dengan ukhuwahfıllah perpaduan Ummah seutuh

×