Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kinerja Presiden Jokowi: Evaluasi Publik Nasional Setahun Terpilih Menjadi Presiden

8,264 views

Published on

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang evaluasi publik nasional setahun setelah Jokowi terpilih jadi presiden RI.

Published in: Government & Nonprofit

Kinerja Presiden Jokowi: Evaluasi Publik Nasional Setahun Terpilih Menjadi Presiden

  1. 1. Jl. Kusumaatmaja No. 59, Menteng, Jakarta Pusat 10340 kontak@saifulmujani.com | www.saifulmujani.com KINERJA PRESIDEN JOKOWI EVALUASI PUBLIK NASIONAL SETAHUN TERPILIH MENJADI PRESIDEN 9 JULI 2015
  2. 2.  Pada 9 Juli 2014, Joko Widodo (Jokowi) dipilih rakyat sebagai Presiden meskipun hasil pemilu resmi oleh KPU dan Mahkamah Konstitusi ditetapkan kemudian, dan demikian juga pelantikannya sebagai presiden. Tapi pada tanggal 9 Juli itulah rakyat Indonesia memilihnya sebagai presiden Indonesia.  Menjelang setahun Presiden Jokowi memerintah muncul opini pro-kontra bahkan pada tingkat yang “ekstrim”, yakni menuntut Jokowi mundur dari jabatannya sebelum Pilpres 2019 karena kinerjanya sekarang dinilai buruk.  Bagaimana sebenarnya rakyat secara nasional mengevaluasinya, termasuk rakyat yang dulu memilihnya? Pendahuluan SMRC: Survei Nasional Juni 2015 2
  3. 3.  Untuk itu dilakukan survei opini publik nasional pada Mei-Juni 2015, tidak persis tanggal 9 Juli. Namun setidaknya survei ini secara umum memberikan gambaran setahun Jokowi terpilih sebagai presiden.  Di samping itu, dalam satu atau dua bulan terakhir tidak ada peristiwa politik khusus yang secara dramatis dapat mempengaruhi opini publik nasional. Kami nilai data ini cukup bisa memberikan gambaran umum sekitar setahun Jokowi dipilih rakyat sebagai presiden.  Survei ini dibiayai oleh SMRC sendiri. LANJUTAN … SMRC: Survei Nasional Juni 2015 3
  4. 4. Metodologi • Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. • Dari populasi itu dipilih sampel secara random (multistage random samplin) 1220 responden. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). • Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. • Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden. • Sebanyak 20% dari responden terpilih didatangi kembali oleh supervisor (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. • Waktu wawancara lapangan 25 Mei – 2 Juni 2015. 4SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  5. 5. Populasi desa/kelurahan tingkat Nasional Desa/kelurahan di tingkat Dapil dipilih secara random dengan jumlah proporsional Di masing-masing RT/Lingkungan dipilih secara random dua KK Di KK terpilih dipilih secara random Satu orang yang punya hak pilih laki-laki/perempuan Ds 1 … Ds n Dapil 1 Ds 1 … Ds m Dapil k … … RT1 RT2 RT3 …. RT5 KK1 KK2 Laki-laki Perempuan Di setiap desa/kelurahan dipilih sebanyak 5 RT dengan cara random Flow chat penarikan sampel 5SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  6. 6. Validasi Sampel SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  7. 7. PROFIL DEMOGRAFI RESPONDEN KATEGORI SAMPEL POPULASI KATEGORI SAMPEL POPULASI Laki-laki 50.2 50.1 Islam 89.2 87.3 Perempuan 49.8 49.9 Katolik/Protestan 9.3 9.8 Lainnya 1.5 3.0 Pedesaan 49.4 50.2 Perkotaa 50.6 49.8 Jawa 46.5 40.2 Sunda 14.4 15.5 Madura 3.3 3.0 Bugis 2.8 2.7 Betawi 3.2 2.9 Batak 1.9 3.6 Minang 2.9 2.7 Lainnya 24.9 29.4 ETNIS AGAMAGENDER DESA-KOTA 7SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  8. 8. PROFIL DEMOGRAFI RESPONDEN 8SMRC: Survei Nasional Juni 2015 KATEGORI SAMPEL POPULASI KATEGORI SAMPEL POPULASI ACEH 1.3 1.8 NTB 2.1 1.9 SUMUT 5.3 5.3 NTT 1.6 1.7 SUMBAR 1.2 1.9 KALBAR 1.9 1.9 RIAU 2.3 2.2 KALTENG 0.8 1.0 JAMBI 0.7 1.3 KALSEL 1.9 1.5 SUMSEL 3.2 3.1 KALTIM 0.9 1.3 BENGKULU 0.9 0.7 KALTARA 0.9 0.2 LAMPUNG 3.7 3.2 SULUT 0.7 1.0 BABEL 0.8 0.5 SULTENG 0.7 1.0 KEPRI 0.9 0.7 SULSEL 2.9 3.4 DKI 3.8 3.8 SULTRA 1.0 1.0 JABAR 18.5 17.6 GORONTALO 0.9 0.4 JATENG 13.1 14.5 SULBAR 0.7 0.5 DIY 1.5 1.5 MALUKU 0.7 0.6 JATIM 16.0 16.3 MALUT 0.8 0.4 BANTEN 4.4 4.2 PAPUA BARAT 0.7 0.4 BALI 1.8 1.6 PAPUA 1.5 1.7 PROVINSI PROVINSI
  9. 9. EVALUASI KONDISI UMUM SECARA NASIONAL SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  10. 10. Kondisi Ekonomi sekarang dibanding tahun lalu 10 Apakah Ibu/Bapak melihat keadaan ekonomi nasional pada umumnya sekarang ini menjadi jauh lebih buruk, lebih buruk, tidak ada perubahan, lebih baik, atau jauh lebih baik ini dibanding tahun lalu? … (%) 2.5 25.8 33.5 31.2 1.4 5.7 1.4 30.1 39.1 22.4 1.9 5.0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 Jauh lebih buruk Lebih Buruk Tidak ada perubahan Lebih Baik Jauh lebih baik Tidak tahu/tidak jawab Okt'14 Jun'15 Sejak dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2014 hingga menjelang setahun Jokowi dipilih rakyat, kondisi ekonomi nasional, menurut penilaian rakyat, cenderung berubah dari positif menjadi negatif. Yang mengatakan lebih baik menurun dari 31.2% menjadi 22.4%. SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  11. 11. Kondisi ekonomi nasional sekarang dibanding tahun lalu (%) 2 3 2 9 3 3 2 3 2 8 3 1 2 7 2 4 17 2 5 3 1 3 2 3 8 3 9 4 2 51 52 56 3 3 4 0 3 9 2 9 3 4 3 2 3 7 3 7 3 9 3 4 3 5 3 8 3 7 3 9 3 6 3 4 3 5 3 7 3 3 2 42 4 2 2 2 3 2 2 2 5 3 3 2 2 19 2 1 2 6 2 4 2 5 2 5 2 6 2 6 2 3 2 3 2 2 3 1 3 1 3 0 3 5 3 4 3 1 3 1 2 8 2 9 3 2 3 4 3 2 3 3 3 1 2 9 3 1 3 5 3 9 3 4 3 9 53 4 3 3 8 50 4 2 3 2 4 5 4 9 58 4 4 4 0 3 7 3 1 3 0 2 7 2 1 2 1 18 3 1 2 1 2 4 3 4 2 6 3 0 2 6 2 8 2 6 2 5 2 2 2 1 2 3 2 1 2 6 2 6 2 3 16 2 8 3 2 0 5 5 5 7 5 10 7 6 5 5 4 6 8 4 5 6 6 7 5 5 6 4 4 5 8 7 2 7 7 6 7 7 8 9 9 7 9 10 9 7 9 6 5 3 1 2 9 3 7 2 2 2 4 2 6 3 6 3 8 3 5 3 2 2 4 15 2 8 4 1 2 9 3 2 4 7 3 7 0 10 20 30 40 50 60 70 Lebih baik Sama Lebih buruk T idak tahu 11SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  12. 12. Kondisi politik 12 Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan politik nasional sekarang? Sangat baik, baik, sedang, buruk atau sangat buruk? … (%) 0.3 22.9 30.6 29.7 6.5 10.0 0.5 21.1 27.8 32.8 4.7 13.2 0 5 10 15 20 25 30 35 Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk Tidak tahu/tidak jawab Okt'14 Jun'15 SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  13. 13. Kondisi politik secara nasional sekarang (%) 2 0 3 2 3 7 3 7 3 4 3 9 2 9 2 6 2 8 2 6 2 9 2 7 2 7 2 7 2 4 2 6 2 6 2 3 2 3 2 3 2 4 2 8 3 7 2 3 2 2 3 8 3 9 3 7 3 7 3 4 3 5 2 7 2 3 4 0 3 6 3 7 3 6 3 2 2 5 3 1 3 5 3 1 3 5 3 1 3 5 3 0 3 0 3 1 3 1 2 8 2 1 19 17 17 2 3 15 2 9 3 4 2 3 2 4 2 7 3 2 3 6 3 4 3 0 3 2 3 3 3 2 3 1 3 4 3 3 19 3 6 3 8 11 8 13 7 10 9 9 10 9 8 8 11 15 17 9 10 10 10 9 11 11 9 11 10 14 10 11 10 12 10 13 2 8 2 7 2 9 2 92 9 3 7 3 0 3 4 3 4 3 5 3 7 4 0 2 8 3 1 3 9 2 4 2 3 2 5 2 2 0 10 20 30 40 50 B aik Sedang B uruk T idak tahu 13SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  14. 14. Kondisi penegakan hukum 14 Bagaimana Ibu/Bapak melihat keadaan penegakan hukum secara nasional sekarang? Sangat baik, baik, sedang, buruk atau sangat buruk? … (%) 1.4 32.0 27.1 29.9 4.9 4.7 1.1 31.2 23.3 33.6 4.2 6.6 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk Tidak tahu/tidak jawab Okt'14 Jun'15 SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  15. 15. 4 1 4 9 59 6 1 59 54 3 7 4 3 3 5 3 5 3 3 3 3 3 4 3 3 2 8 3 1 3 2 2 8 3 0 3 0 2 6 3 5 3 8 3 3 3 2 3 4 3 0 2 3 2 4 2 5 2 6 2 2 2 0 3 0 2 8 2 9 2 9 2 6 18 2 6 2 9 2 6 3 0 2 8 2 8 2 6 2 4 2 7 2 7 2 3 14 14 15 10 11 15 3 2 3 2 2 9 3 0 3 1 3 1 3 5 4 2 3 9 3 4 3 6 3 6 3 6 3 5 4 1 3 7 2 7 3 5 3 8 11 6 6 7 7 8 7 7 5 5 5 5 9 5 6 7 7 7 6 6 7 6 6 6 6 6 7 5 9 5 7 4 3 4 6 4 1 4 8 4 6 3 7 3 0 2 6 2 8 3 4 3 3 3 1 2 2 18 2 3 18 14 2 2 0 10 20 30 40 50 60 70 B aik Sedang B uruk T idak tahu Kondisi penegakan hukum secara nasional sekarang (%) 15SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  16. 16.  Evaluasi umum rakyat secara nasional atas kondisi ekonomi, politik, dan penegakkan hukum, menjelang setahun Jokowi terpilih sebagai presiden, negatif.  Penilaian yang menyatakan kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk dibanding tahun lalu lebih besar dari yang menilai sebaliknya (keadaan lebih baik).  Demikian juga penilaian umum atas kondisi politik dan penegakan hukum. Cenderung semakin negatif.  Opini publik ini tidak banyak berbeda dari opini teknokrat atau ahli yang secara umum menilai bahwa ketiga bidang besar itu di bawah presiden Jokowi cenderung negatif.  Legitimasi kinerja pemerintah Jokowi dipertanyakan bukan saja oleh elite tapi juga oleh rakyat pada umumnya. SMRC: Survei Nasional Juni 2015 16
  17. 17. KINERJA PRESIDEN DAN KEMENTERIAN SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  18. 18. 40.7 55.7 3.6 70 26 4 66 32 2 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 Sangat/cukup puas Kurang/tidak puas Tidak tahu Juni'15 SBY'Jun05 SBY'Aug10 Kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi sejauh ini (%) SMRC: Survei Nasional Juni 2015 18
  19. 19. 25.2 14.9 10.2 9.9 39.8 Kemaritiman Pembangunan manusia dan kebudayaan Ekonomi Polhukam Tidak tahu Kementerian bidang yang secara umum dinilai paling baik (%) SMRC: Survei Nasional Juni 2015 19
  20. 20. 1.1 1.1 1.4 1.5 2.3 3.6 4.2 4.6 4.6 8.0 27.0 0 5 10 15 20 25 30 Parawisata Kemendagri Hukum dan Ham Desa/tertinggal/tra Perempuan Pendidikan/kebuda Pertanian Sosial Kesehatan Agama Kelautan/perikanan Kementerian yang kinerjanya terbaik (%) SMRC: Survei Nasional Juni 2015 20
  21. 21.  Secara lebih khusus, tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi setahun terpilih sebagai presiden juga sangat rendah, hanya 40.7%.  Masa bulan madu Jokowi dan rakyat sudah berakhir, dan dalam waktu yang jauh lebih cepat dibanding periode yang hampir sama Presiden SBY Juni 2005, dan Agustus 2010. Waktu itu tingkat kepuasan atas kinerja SBY masing-masing masih di atas 60%.  Secara lebih khusus pula, rakyat menilai di antara kementerian yang paling buruk adalah Polhukam. Selanjutnya kementerian ekonomi.  Yang dinilai terbaik adalah kementerian Maritim.  Konsisten dengan itu, Kementerian kelautan dan perikanan dinilai terbaik oleh rakyat.  Dengan penilaian seperti itu, apakah rakyat masih optimis dengan presiden Jokowi? Apakah legitimate opini yang menghendaki menurunkan Jokowi karena kinerjanya buruk? SMRC: Survei Nasional Juni 2015 21
  22. 22. OPTIMISME DENGAN KEPEMIMPINAN PRESIDEN JOKOWI SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  23. 23.  Seberapa yakin Ibu/Bapak, Joko Widodo (Jokowi) mampu memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari sekarang? Sangat yakin, cukup yakin, kurang yakin, atau tidak yakin sama sekali?  (Bagi yang mengaku memilih Jokowi pada Pilpres 2014 yang lalu) Apakah Ibu/Bapak menyesal atau tidak menyesal memilih Jokowi sebagai presiden pada Pemilu 2014 yang lalu? 1. Ya 2. Tidak  Ada yang berpendapat bahwa presiden Joko Widodo (Jokowi) harus diturunkan dari jabatannya sebelum pemilihan presiden 2019 yang akan datang karena terbukti sejauh ini tidak mampu mengemban amanat sebagai presiden. Tapi ada juga yang berpendapat, bagaimanapun, menurunkan presiden di luar pemilihan umum demokratis secara umum tidak baik bagi bangsa ini. Kalau presiden kerjanya tidak bagus harus dikritik agar memperbaiki kerjanya, dan kalau tetap tidak baik, jangan dipilih lagi nanti pada 2019. Bagaimana dengan pendapat Ibu/Bapak sendiri?  1. Harus diturunkan  2. Menurunkan presiden sebelum pemilu karena kinerjanya tidak baik tidak baik bagi bangsa ini. Pertanyaan: SMRC: Survei Nasional Juni 2015 23
  24. 24. Keyakinan atas kemampuan Jokowi untuk memimpin (%) 24 Seberapa yakin Ibu/Bapak Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi Presiden yang mampu memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari sekarang? … (%) 21.7 52.8 17.5 1.9 6.15.6 49.3 33.8 4.1 7.2 0 10 20 30 40 50 60 Sangat yakin Cukup yakin Kurang yakin Tidak yakin sama sekali Tidak tahu Okt'14 Jun'15 SMRC: Survei Nasional Juni 2015
  25. 25. 5.8 46.8 46.7 0.6 11 87.9 1.1 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Menyesal Tidak menyesal Tidak memilih Jokowi Tidak tahu Seluruh pemilih Hanya pemilih Jokowi Penyesalan memilih Jokowi (%) SMRC: Survei Nasional Juni 2015 25
  26. 26. 13.2 67.9 18.9 0 10 20 30 40 50 60 70 80 Harus diturunkan Tidakbolehditurunkan Tidaktahu Kontroversi mengenai pemberhentian Presiden sebelum pemilu karena kinerjanya dinilai buruk (%) SMRC: Survei Nasional Juni 2015 26
  27. 27.  Keyakinan atas kemampuan Jokowi memimpin bangsa ini menurun cukup tajam dari sejak ia dilantik Oktober 2014 hingga menjelang setahun ia dipilih sebagai presiden, Juni 2015.  Pada Oktober 2014, optimisme atas kemampuan Jokowi memimpin 74.5%. Pada Juni 2015 menurun hingga 54.9%. Merosot hingga 20%, hanya dalam kurun waktu 8 bulan.  Refleksi dari menurunnya optimisme itu, sebesar 11% pemilih Jokowi merasa menyesal memilihnya.  Bila jumlah itu digabung dengan yang tidak memilih Jokowi pada Pilpres 2014 yang lalu maka yang tidak menyesal memilih Jokowi di bawah ambang psikologis 50%, atau hanya 46.8%. Ini tidak jauh berbeda dari tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai Presiden (40.7%).  Itu artinya, presiden Jokowi sedang berada dalam defisit legitimasi dari rakyat. SMRC: Survei Nasional Juni 2015 27
  28. 28.  Namun demikian, meskipun kinerja Presiden Jokowi sejauh ini dinilai negatif, dan demikian juga dengan tingkat optimisme atas kepemimpinannya merosot tajam, rakyat Indonesia, baik yang memilih Jokowi ataupun tidak, umumnya berpendapat bahwa menurunkan Jokowi dari jabatannya sebagai presiden sebelum Pilres yang akan datang, karena kinerjanya tidak bagus, tidak baik untuk bangsa ini.  Sebesar 67.9% tidak menghendaki Jokowi diturunkan, dan yang menginginkan Presiden Jokowi turun sebelum Pilpres yang akan datang karena kinerja buruk hanya 13.2%. Selebihnya menyatakan tidak tahu.  Apa artinya ini? Apa artinya “kecewa dengan kinerja Jokowi” tapi “tidak membenarkan Jokowi diturunkan sebelum Pilpres”? SMRC: Survei Nasional Juni 2015 28
  29. 29.  Rakyat Indonesia umumnya kritis, tidak anarkis. Telah muncul apa yang disebut sebagai “critical citizens” di negeri ini (Mujani, Liddle 2015; Norris 1999).  Rakyat mendesak agar kinerja Presiden dan pemerintah diperbaiki dengan tetap menjaga stabilitas politik, dengan tetap menjaga proses politik secara konstitusional.  Secara konstitusional, Presiden tidak boleh diberhentikan di luar Pemilu demokratis hanya karena kinerjanya tidak memuaskan.  Namun demikian sampai kapan “critical citizens” itu tidak berubah menjadi “anarkis”? Ada indikasi bahwa perubahan itu bisa terjadi manakala kondisi nasional terus memburuk, terutama di bidang ekonomi, atau hajat hidup orang banyak.  Karena itu, Presiden Jokowi, pemerintah, dan partai-partai pendukungnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab bila critical citizens berubah menjadi anarkis, ketika demokrasi runtuh akibat buruknya kinerja pemerintah seperti yang terjadi pada tahun 1959. SMRC: Survei Nasional Juni 2015 29
  30. 30.  Setelah 1 tahun Jokowi dipilih oleh rakyat sebagai presiden, kondisi umum nasional, terutama ekonomi, politik, dan hukum, tidak menjadi lebih baik. Sebaliknya, cenderung semakin negatif.  Karena itu kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi dan pemerintahannya sangat rendah (40.7%), di bawah legitimasi mayoritas mutlak rakyat Indonesia.  Selanjutnya tingkat keyakinan pada kemampuan Jokowi untuk memimpin agar Indonesia menjadi lebih baik ke depan juga merosot tajam.  Rakyat Indonesia yang menyesal memilih Jokowi pada Pilpres 2014 jumlahnya signifikan. Bila yang menyesal ini dijumlahkan dengan yang tidak memilih Jokowi pada Pilpres tersebut, mereka merupakan kekuatan mayoritas. Jokowi berada dalam defisit legitimasi dari rakyat. Kesimpulan SMRC: Survei Nasional Juni 2015 30
  31. 31.  Tapi rakyat Indonesia sejauh ini umumnya tidak anarkis: walapun kecewa dengan kinerja Presiden Jokowi, rakyat tidak mendukung opini penurunan Jokowi dari jabatannya di luar Pilpres hanya karena kinerjanya buruk.  Rakyat Indonesia umumnya kritis, tapi juga konstitusional. Mereka menuntut presiden dan pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya, tidak sampai menuntut turun hanya karena kinerjanya buruk.  Presiden, menurut konstitusi, memang tidak bisa diberhentikan di tengah jalan hanya karena kinerja pemerintahannya buruk.  Namun demikian, sampai kapan sikap kritis ini bisa berubah menjadi anarkis? Ketika kondisi umum secara nasional semakin memburuk. Kritisisme dapat berubah menjadi anarkisme.  Bila itu terjadi maka demokrasi Indonesia bisa berakhir, dan Indonesia punya preseden kegagalan demokrasi pada 1959 ketika kondisi nasional memburuk, terutama dalam ekonomi dan polhukam. LANJUTAN … SMRC: Survei Nasional Juni 2015 31
  32. 32. TERIMA KASIH SMRC: Survei Nasional Juni 2015

×