Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BLOK NEOPLASMA                                    MODUL                           TERMINOLOGI NEOPLASMAPreparatPapiloma Se...
PreparatKarsinoma Epidermoid/Squamous Cell Carcinoma, keratinizedDeskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari kulit, d...
PreparatAdenoma mammae (P.4280-09)Deskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari tumor payudara wanita muda dimana ada mas...
PreparatInvasive Ductal Carcinoma Mammae (P.4627-09)Deskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari pasien wanita berusia 4...
PreparatChondroma (P.2915-09)Deskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari tumor pada tulang panjang.           1. Secara...
PreparatChondrosarcomaDeskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari os pelvis pasien laki-laki umur 60 tahun. Pada radiol...
BLOK NEOPLASMA                                        MODUL                                 KARSINOGENESISPreparatAdenoma ...
PreparatAdenokarsinoma rektiDeskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari rektum dari penderita, melalui reseksi usus (...
PreparatSquamous cell carcinoma cervix,non keratinized (P. 4543-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari Biopsi...
PreparatLeiomyoma uteri (P.4486-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari uterus wanita berusia 35 tahun dengan ...
PreparatLeiomyosarcoma uteri (P.4370-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini juga diambil dari tumor uterus wanita, berusia...
PreparatRetinoblastoma (P.4435-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari bola mata kanan anak perempuan berusia ...
PreparatTumor Wilm (P.4032-09)Deskripsi HistopatologikTumor ini diambil dari ginjal kanan anak berusia 5 tahun. Secara mak...
BLOK NEOPLASMA                                       MODUL                            DIAGNOSTIK NEOPLASMAPreparatKarsinom...
PreparatPapillary carcinoma thyroid (P.4214-09)Deskripsi HistopatologikTumor ganas tiroid ini banyak ditemukan pada wanita...
PreparatCystadenoma ovarii mucinosum (P.4410-09)Deskripsi HistopatologikBiasanya pada wanita berusia < 40 tahun dengan per...
PreparatLimfoma Malignum Non Hodgkin (LMNH)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, misalny...
PreparatLimfoma Malignum Hodgkin (LMH) (P.4342-09)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, ...
PreparatMetastases invasive ductal carcinoma pada kelenjar limfe aksila L III (P.4180-09)Deskripsi HistopatologikSediaan i...
BLOK NEOPLASMA                                       MODUL                               TERAPI NEOPLASMAPreparatFibroaden...
PreparatDisgerminoma (P. 4190-09)Deskripsi HistopatologikTumor ganas sel embrionik di ovarium yang ditemukan pada usia mud...
PreparatInvasive Lobular Carcinoma Mammae (P.3814-09)Deskripsi HistopatologikTumor ganas payudara ini berasal dari epitel ...
PreparatAdenocarcinoma ProstatDeskripsi HistopatologikTumor ganas yang paling banyak pada laki-laki. Gejala klinis mirip h...
PreparatMelanoma Malignum (P.4175-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari Tumor ganas kulit.           1. Mikr...
PreparatRhabdomyosarcoma (Embryonal)Deskripsi HistopatologikTumor ganas jaringan lunak yaitu sel otot lurik dan sering dit...
BLOK HEMATOLIMFOPOETIK                                        MODUL                                  LIMFADENOPATIPreparat...
PreparatSinus catarrh (P.2495-94)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati, tunggal maupun multipel. D...
PreparatLimfoma Malignum Non Hodgkin (LMNH)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, misalny...
PreparatLimfoma Malignum Hodgkin (LMH) (P.4342-09)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, ...
PreparatMetastases invasive ductal carcinoma pada kelenjar limfe aksila L III (P.4180-09)Deskripsi HistopatologikSediaan i...
BLOK RESPIRASI                                       MODUL                                      NEOPLASMAPreparatNasal Pol...
PreparatSquamous Cell Carcinoma nasofaring (3605-10 dan 3623-10)Deskripsi HistopatologikBanyak dihubungkan dengan Epstein ...
PreparatSquamous cell carcinoma laring (0175-10)Deskripsi HistopatologikAda gejala obstruksi massa di laring. Klasifikasi ...
PreparatCarcinoma bronchogenic ( Large cell carcinoma paru) 1364-09Deskripsi HistopatologikDihubungkan dengan merokok, gej...
BLOK UROGENITALIAPreparatTumor Wilm (P.4032-09)Deskripsi Histopatologik   1. Tumor ini diambil dari ginjal kanan anak beru...
PreparatTransisional cell carcinoma (Vesica urinaria) 1504-09 II aDeskripsi Histopatologik   1. Kelompok tumor yang berasa...
PreparatAdenocarcinoma ProstatDeskripsi Histopatologik   1. Tumor ganas yang paling banyak pada laki-laki. Gejala klinis m...
PreparatKeratinizing Squamous Cell Carsinoma penisDeskripsi HistopatologikSediaan jaringan dari penis tampak pelapis epith...
PreparatSeminoma Testis ( 35468/08)Deskripsi HistopatologikSediaan jaringan testis tampak kelompok sel polihedral bulat da...
PreparatPyelonephritis chronic (8613)Deskripsi HistopatologikSedian jaringan ginjal tampak glomerolus dalam batas normal.P...
PreparatTB pada buli-buli (6957/11)Deskripsi Histopatologik   1. Sediaan jaringan buli-buli tampak sel-sel transisional da...
Bagian Patologi Anatomi PSPD Unimal   hal 42
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Penuntun praktikum PA

7,431 views

Published on

  • Be the first to comment

Penuntun praktikum PA

  1. 1. BLOK NEOPLASMA MODUL TERMINOLOGI NEOPLASMAPreparatPapiloma Sel Skuamosa (P.2801-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari penonjolan pada kulit penderita, yang berbentuk jari-jari ataupapil dan bertangkai. 1. epitel di kulit yaitu epitel berlapis gepeng yang tumbuh menonjol ke permukaan kulit, mengalami proliferasi (acanthotic), hiperkeratosis dan parakeratosis. 2. Tampak bahwa sel epitel berlapis gepeng masih mempunyai intercellular bridge, mengalami maturasi, dan membrana basalis intak. 3. Pada dermis tampak jaringan ikat fibrokolagen yang mengandung pembuluh darah yang hiperemik.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 1
  2. 2. PreparatKarsinoma Epidermoid/Squamous Cell Carcinoma, keratinizedDeskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari kulit, dimana secara klinis tumor ini akan tumbuh membentukstruktur khas yaitu seperti kembang kol (cauliflower). 1. Kelompok sel epitel berlapis gepeng tersebut sudah tumbuh infiltratif ke dalam dermis, tidak hanya di permukaan kulit saja. 2. Secara seluler akan terlihat bahwa sel lebih besar-besar, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata dan ada mitosis. 3. Membrana basalis tidak intak lagi. Struktur epitel berlapis gepeng normal juga hilang atau berkurang. 4. Pada dermis tampak sel tumor yang berkelompok ataupun satu-satu, yang tumbuh di dermis. 5. Berdasarkan subtipe histologik, tumor ini termasuk tipe yang berkeratin dimana ditemukan mutiara tanduk.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 2
  3. 3. PreparatAdenoma mammae (P.4280-09)Deskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari tumor payudara wanita muda dimana ada massa tumor yangberbatas tegas, kenyal dan mobile, tumbuh lambat. 1. Terlihat kelenjar payudara yang kecil-kecil, dilapisi epitel thorak selapis, sampai berlapis dan dikelilingi stroma jaringan ikat fibrokolagen. 2. Di pinggir tumor tampak kapsul jaringan ikat.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 3
  4. 4. PreparatInvasive Ductal Carcinoma Mammae (P.4627-09)Deskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari pasien wanita berusia 45 tahun dengan keluhan benjolan padapayudara kanan sejak 5 bulan yang lalu. Benjolan cepat membesar, keras dan terfiksir. 1. Kelompokan sel tumor ganas yang menginfiltrasi stroma jaringan ikat fibrokolagen.Terdiri atas sel yang besar-besar, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata, ada mitosis. 2. Tampak struktur duktal karsinoma in situ yaitu kelompokan tumor ganas yang masih terbatas dalam kelenjar, membrana basalis kelenjar masih intak 3. Mempunyai struktur khas yaitu comedo carcinoma (kelompok solid sel tumor dengan massa nekrotik di tengah).GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 4
  5. 5. PreparatChondroma (P.2915-09)Deskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari tumor pada tulang panjang. 1. Secara mikroskopik tampak tumor terdiri atas sel-sel tulang rawan, yang dikelilingi matriks kebiruan.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 5
  6. 6. PreparatChondrosarcomaDeskripsi HistopatologikKasus ini diambil dari os pelvis pasien laki-laki umur 60 tahun. Pada radiologi terlihatdestruksi tulang. 1. Secara mikroskopik tampak matriks kebiruan/matriks tulang rawan yang mengandung sel-sel yang lebih banyak dibanding sel pada slide chondroma (hiperseluler), 2. Tampak sel yang besar-besar, pleomorfik, inti vesikuler, ada sel yang bermitosis. Ada sel dengan inti ganda.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 6
  7. 7. BLOK NEOPLASMA MODUL KARSINOGENESISPreparatAdenoma villosa recti (P.3542-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari usus besar (kolon atau rektum) dengan dugaan klinis suatu polyp. 1. Mikroskopik tampak mukosa rektum berupa kelenjar-kelenjar yang sebagian besar tumbuh membentuk jari-jari (villus). 2. Sebagian kelenjar masih mengandung sel goblet namun sebagian lagi sudah disertai displasiaGambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 7
  8. 8. PreparatAdenokarsinoma rektiDeskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari rektum dari penderita, melalui reseksi usus (colostomy). 1. Secara mikroskopik akan terlihat dinding usus besar yang diinfiltrasi oleh sel tumor ganas berstruktur kelenjar 2. Tampak struktur kelenjar dengan sel epitel yang berlapis-lapis, bertumpuk- tumpuk, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata dan ada mitosis.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 8
  9. 9. PreparatSquamous cell carcinoma cervix,non keratinized (P. 4543-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari Biopsi cervix 1. Memperlihatkan kelompok-kelompok solid sel tumor ganas yang menginfiltrasi stroma cervix. 2. Masih dapat dikenali bahwa sel berasal dari sel epitel gepeng. Sel besar, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata, mitosis dapat ditemukan.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 9
  10. 10. PreparatLeiomyoma uteri (P.4486-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari uterus wanita berusia 35 tahun dengan keluhan pembengkakan diperut. Secara makroskopik terlihat dinding uterus penuh oleh massa tumor putih padatyang berbatas tegas dengan dinding uterus. 1. Secara mikroskopik tampak sel tumor menyerupai myometrium, 2. Strukturnya terdiri atas sel jaringan ikat dan otot polos yang saling silang membentuk anyaman padat.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 10
  11. 11. PreparatLeiomyosarcoma uteri (P.4370-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini juga diambil dari tumor uterus wanita, berusia 46 tahun namun secaramakroskopik akan terlihat bahwa tumor putih padat tersebut disertai area rapuh ataunekrotik. 1. Mikroskopik akan terlihat bahwa sel tumor tersusun difus (tidak berkelompok yang merupakan ciri karsinoma), sel besar-besar, pleomorfik, inti hiperkromatik dan vesikuler, mitosis mudah ditemukan. 2. Tampak juga banyak sel datia dan sel bizarre (sel besar, iregular)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 11
  12. 12. PreparatRetinoblastoma (P.4435-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari bola mata kanan anak perempuan berusia 2 tahun. Gejala awaladalah mata yang seperti mata kucing. Sediaan biasanya berupa bola mata utuh, yang biladipotong akan terlihat massa tumor putih, sebagian nekrotik. 1. Mikroskopik tampak sel bulat oval, hampir sama besar, dengan gambaran khas yaitu sel tumor berkelompok membentuk struktur rosette (seperti bunga)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 12
  13. 13. PreparatTumor Wilm (P.4032-09)Deskripsi HistopatologikTumor ini diambil dari ginjal kanan anak berusia 5 tahun. Secara makroskopik strukturginjal sebagian masih terlihat. 1. Mikroskopik tampak struktur primitif ginjal yaitu glomerulus primitif, tubulus abortif dan komponen mesenkhimal primitif.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 13
  14. 14. BLOK NEOPLASMA MODUL DIAGNOSTIK NEOPLASMAPreparatKarsinoma anaplastik nasofaringDeskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari nasofaring dan tumor ini sering dihubungkan dengan infeksi latenEpstein Barr Virus. Gejala klinis terkadang tidak khas sehingga sulit untuk deteksi dini,seringkali pasien datang dengan limfadenopati colli, yang ternyata merupakan metastasiskarsinoma anaplastik. Metastasis karsinoma anaplastik bila ditemukan di daerah lehermemang sebagian besar berasal dari nasofaring. 1. Mikroskopik akan terlihat stroma yang diinfiltrasi sel tumor yang besar- besar, pleomorfik, inti vesikuler, mitosis banyak. 2. Sel tumor seringkali tidak membentuk struktur tertentu atau struktur solid yang berbatas tegas dengan stroma tetapi berupa sel yang tumbuh infiltratif di antara stromaGambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 14
  15. 15. PreparatPapillary carcinoma thyroid (P.4214-09)Deskripsi HistopatologikTumor ganas tiroid ini banyak ditemukan pada wanita usia < 40 tahun dengan keluhanstruma. Makroskopik setelah dipotong akan terlihat jelas daerah tumor yang putihkemerahan (jaringan tiroid berwarna coklat) dan bisa disertai pertumbuhan papillifer. 1. Mikroskopik tampak sel tumor yang berasal dari epitel kuboid yang melapisi folikel tiroid, sel tumor tumbuh berpapil, dengan gambaran sel khas yaitu nuclear groove dan ground glass appearanceGambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 15
  16. 16. PreparatCystadenoma ovarii mucinosum (P.4410-09)Deskripsi HistopatologikBiasanya pada wanita berusia < 40 tahun dengan perut yang membesar, tergantung besartumor. Tumor yang kecil bisa ditemukan secara insidental saat seksio sesaria.Makroskopik tampak jaringan ovarium berupa kista, bila dibelah keluarnya cairan lendir. 1. Mikroskopik tampak dinding kista jaringan ikat fibrokolagen yang dilapisis epitel kolumnar selapis sampai 2-3 lapis.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 16
  17. 17. PreparatLimfoma Malignum Non Hodgkin (LMNH)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, misalnya daerah leher kiri dan kanan,inguinal, intra abdomen dll. Makroskopik jaringan limfoid mempunyai ciri khas,berkapsul, warna putih kemerahan, agak lunak. 1. Mikroskopik tampak jaringan limfoid tanpa centrum germinal, sel-sel tersebar difus dan biasanya didominasi salah satu jenis sel baik yang matur maupun yang belum matur. 2. Jenis sel yang dominan ini yang menentukan dalam klasifikasinya. Klasifikasi yang dipakai adalah klasifikasi WHO, yang dibedakan jenis sel nya sel B atau sel T, kemudian ditentukan pula sel B yang mana.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 17
  18. 18. PreparatLimfoma Malignum Hodgkin (LMH) (P.4342-09)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, misalnya daerah leher kiri dan kanan,inguinal. Makroskopik jaringan limfoid mempunyai ciri khas, berkapsul, warna putihkemerahan, agak lunak. 1. Mikroskopik tampak jaringan limfoid tanpa centrum germinal, sel limfoid bisa bermacam-macam yang merupakan sel limfoid reaktif seperti limfosit, eosinofil, sel plasma bahkan sel fibroblast. 2. Sel tumor yang sebenarnya adalah sel datia Red Sternberg yaitu sel besar, inti ganda, nukleoli besar. Sel RS yang khas disebut sel seperti mata burung hantu (owl’s eye) atau mirror image yaitu inti sel terletak berhadapan (seperti kita berhadapan dengan cermin)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 18
  19. 19. PreparatMetastases invasive ductal carcinoma pada kelenjar limfe aksila L III (P.4180-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari mastektomi radikal dan pengangkatan kelenjar limfe aksila yangdilakukan pada pasien kanker payudara. 1. Mikrokopik tampak jaringan limfoid normal pada bagian luar jaringan limfoid sedangkan 2. Di bagian bawahnya jaringan limfoid sudah diinfiltrasi dan digantikan oleh kelompok sel tumor ganas dengan struktur khas dan sangat mirip tumor primernya di payudaraGambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 19
  20. 20. BLOK NEOPLASMA MODUL TERAPI NEOPLASMAPreparatFibroadenoma mammae peri et intrakanalikulare (P.4634-09)Deskripsi HistopatologikTumor jinak payudara yang banyak ditemukan pada usia remaja. Klinis tumor ini khas,tumor berbatas tegas, mobile, dengan perabaan kenyal. Makroskopik tumor berkapsul,putih kenyal. 1. Mikroskopik tampak duktus dan acinus payudara yang berproliferasi, 2. Tampak stroma mendesak duktus dan acinus sehingga membentuk celah- celah sempit panjang atau lumen bulat kecil yang dikelilingi stroma jaringan ikat fibromiksomatosa. 3. Tumor ini bisa bilateral, multipel, kadang rekurens.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 20
  21. 21. PreparatDisgerminoma (P. 4190-09)Deskripsi HistopatologikTumor ganas sel embrionik di ovarium yang ditemukan pada usia muda. Perut membesar,kadang disertai ascites. Makroskopik tumor padat 1. Mikroskopik tampak sel tumor bulat oval, hampir sama besar, yang tersebar, 2. Diantaranya tampak simpai jaringan ikat yang mengandung limfosit.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 21
  22. 22. PreparatInvasive Lobular Carcinoma Mammae (P.3814-09)Deskripsi HistopatologikTumor ganas payudara ini berasal dari epitel acinus payudara, penderita biasanya lebih tuadari invasive ductal carcinoma (IDC) dan tumor ini bisa bilateral. Makroskopik tidak khas,bisa mirip IDC 1. Mikroskopik sel tersusun dalam kelompok kelenjar yang kecil-kecil dengan susunan khas yaitu Indian File (sel tersusun satu-satu seperti antrian)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 22
  23. 23. PreparatAdenocarcinoma ProstatDeskripsi HistopatologikTumor ganas yang paling banyak pada laki-laki. Gejala klinis mirip hiperplasia prostatseperti retensi urine. Tumor bisa ditemukan bersama hiperplasia prostat. 1. Mikroskopik tampak sel tumor berstruktur kelenjar, bentuk dan ukuran bermacam-macam tergantung skor Gleasonnya. 2. Bisa ditemukan pola pertumbuhan yang berbeda atau sama pada 1 tumor, yang menjadi dasar penetapan grading dengan Gleason score system. Lesi preneoplastiknya yaitu PIN (prostate intraepothelial neoplasia).GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 23
  24. 24. PreparatMelanoma Malignum (P.4175-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari Tumor ganas kulit. 1. Mikroskopik tampak sel tumor berkelompok dan infiltratif ke dermis 2. Tampak sel poligonal, inti hiperkromatik, banyak menandung pigmen melanin warna coklat tengguli.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 24
  25. 25. PreparatRhabdomyosarcoma (Embryonal)Deskripsi HistopatologikTumor ganas jaringan lunak yaitu sel otot lurik dan sering ditemukan pada anak (yangjenis embrional). Jenis lain adalah alveolar dan pleomorfik. Bisa ditemukan di banyaklokasi dan semakin dalam lokasi tumor, akan mempengaruhi prognosis (lebih buruk)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 25
  26. 26. BLOK HEMATOLIMFOPOETIK MODUL LIMFADENOPATIPreparatLimfadenitis tuberkulosa (P.1455-10)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limdafenopati, single atau multipel, mungkin sudah menyatu,lunak, biasanya di daerah leher. 1. Biasanya sering dilakukan diagnostik sitologi dengan FNAB (fine needle aspiration biopsy) dimana akan didapatkan sebaran sel limfosit, massa amorf eosinofilik, sel epiteloid, sel datia Langhans, dengan latar belakang nekrotik. 2. Pada biopsi kelenjar limfe ditemukan jaringan limfoid yang mengandung tuberkel-tuberkel, nekrosis kaseosa, sel epiteloid dan sel datia Langhans.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 26
  27. 27. PreparatSinus catarrh (P.2495-94)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati, tunggal maupun multipel. Digolongkan dalamhiperplasia reaktif. Bentuk ini seringkali merupakan reaksi tubuh terhadap adanya suatutumor ganas. 1. Mikroskopik akan ditemukan jaringan limfoid yang masih mengandung centrum germinativum, dengan sel sel limfoid yang berproliferasi, 2. Tampak juga sinus yang melebar dan pembuluh darah hiperemik.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 27
  28. 28. PreparatLimfoma Malignum Non Hodgkin (LMNH)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, misalnya daerah leher kiri dan kanan,inguinal, intra abdomen dll. Makroskopik jaringan limfoid mempunyai ciri khas,berkapsul, warna putih kemerahan, agak lunak. 1. Mikroskopik tampak jaringan limfoid tanpa centrum germinal, sel-sel tersebar difus dan biasanya didominasi salah satu jenis sel baik yang matur maupun yang belum matur. 2. Jenis sel yang dominan ini yang menentukan dalam klasifikasinya. Klasifikasi yang dipakai adalah klasifikasi WHO, yang dibedakan jenis sel nya sel B atau sel T, kemudian ditentukan pula sel B yang mana. Konfirmasi jenis sel B dan T dengan pemeriksaan imunohistokimia (CD 20, CD 15, Cd 79A dll)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 28
  29. 29. PreparatLimfoma Malignum Hodgkin (LMH) (P.4342-09)Deskripsi HistopatologikPenderita datang dengan limfadenopati multipel, misalnya daerah leher kiri dan kanan,inguinal. Makroskopik jaringan limfoid mempunyai ciri khas, berkapsul, warna putihkemerahan, agak lunak. 1. Mikroskopik tampak jaringan limfoid tanpa centrum germinal, sel limfoid bisa bermacam-macam yang merupakan sel limfoid reaktif seperti limfosit, eosinofil, sel plasma bahkan sel fibroblast. 2. Sel tumor yang sebenarnya adalah sel datia Reed Sternberg yaitu sel besar, inti ganda, nukleoli besar. Sel RS yang khas disebut sel seperti mata burung hantu (owl’s eye) atau mirror image yaitu inti sel terletak berhadapan (seperti kita berhadapan dengan cermin)GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 29
  30. 30. PreparatMetastases invasive ductal carcinoma pada kelenjar limfe aksila L III (P.4180-09)Deskripsi HistopatologikSediaan ini diambil dari mastektomi radikal dan pengangkatan kelenjar limfe aksila yangdilakukan pada pasien kanker payudara. 1. Mikrokopik tampak jaringan limfoid normal pada bagian luar jaringan limfoid 2. Sedangkan dibawahnya jaringan limfoid sudah diinfiltrasi dan digantikan oleh kelompok sel tumor ganas dengan struktur khas dan sangat mirip tumor primernya di payudaraGambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 30
  31. 31. BLOK RESPIRASI MODUL NEOPLASMAPreparatNasal Polyp (2093- 09)Deskripsi HistopatologikBerdasarkan penyebab dibagi atas tipe eosinofilik dan neutrofilik. Tipe eosinofilikdisebabkan oleh alergi dan mikroskopik sel yang dominan adalah eosinofil. 1. Polip pada cavum nasi ( bukan true neoplasma tetapi peonjolan mukosa hidung). 2. Mikroskopis tampak jaringan diliputi epitel respiratorik, stroma jaringan ikat Longgar yang mengandung kelenjar, kapiler yang hiperemik dan sebukan limfosit, histiosit.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 31
  32. 32. PreparatSquamous Cell Carcinoma nasofaring (3605-10 dan 3623-10)Deskripsi HistopatologikBanyak dihubungkan dengan Epstein barr Virus. Umur penderita bervariasi, walaudominan diatas 40 tahun tetapi cukup banyak ditemukan pada umur muda ( belasan tahunsampai 20-30 an) 1. Pembagian WHO adalah NPC keratinized, non keratinized ( non keratinized terbagi lagi atas differentiated dan undifferentiated). Preparat ini adalah WHO tipe 2 (NPC non keratinized, differentiated). 2. Mikroskopik tampak kelompok solid sel tumor yang berasal dari epitel skuamosa, sel besar, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata, kromatin kasar.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 32
  33. 33. PreparatSquamous cell carcinoma laring (0175-10)Deskripsi HistopatologikAda gejala obstruksi massa di laring. Klasifikasi dan diferensiasi sama dengan SCC 1. Karsinoma sel epitel yang melapisi laring. 2. Mikroskopik terlihat sel tumor berupa sel epitel berlapis gepeng yang besar, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata, mitosis dapat ditemukan.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 33
  34. 34. PreparatCarcinoma bronchogenic ( Large cell carcinoma paru) 1364-09Deskripsi HistopatologikDihubungkan dengan merokok, gejala klinis batuk, hemoptoe, sesak napas. Diagnosisditegakkan dari berbagai spesimen seperti sputum, cairan pleura, bilasan dengan sikatbronkus, TTB/ trans thoracal biopsy dan operasi bila keadaan pasien memungkinkan 1. Mikroskopik tampak sel tumor yang sangat besar-besar, pleomorfik, inti vesikuler, nukleoli nyata, kromatin kasar, ada mitosis. 2. Bentuk ini sebenarnya merupakan peralihan atau campuran adenokarsinoma dan SCC tetapi dengan differensiasi yang lebih burukGambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 34
  35. 35. BLOK UROGENITALIAPreparatTumor Wilm (P.4032-09)Deskripsi Histopatologik 1. Tumor ini diambil dari ginjal kanan anak berusia 5 tahun. Secara makroskopik struktur ginjal sebagian masih terlihat. 2. Secara mikroskopik tampak struktur primitif ginjal yaitu glomerulus primitif, tubulus abortif dan komponen mesenkhimal primitif.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 35
  36. 36. PreparatTransisional cell carcinoma (Vesica urinaria) 1504-09 II aDeskripsi Histopatologik 1. Kelompok tumor yang berasal dari epitel transisional, dengan struktur yang tidak teratur, sel bulat oval, pleomorfik, inti vesikuler, sebagian sitoplasma jernih, mitosis dapat ditemukan. 2. Berdasarkan differensiasi terbagi atas derajat 1,2 dan 3GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 36
  37. 37. PreparatAdenocarcinoma ProstatDeskripsi Histopatologik 1. Tumor ganas yang paling banyak pada laki-laki. Gejala klinis mirip hiperplasia prostat seperti retensi urine. Tumor bisa ditemukan bersama hiperplasia prostat 2. Mikroskopik tampak sel tumor berstruktur kelenjar, bentuk dan ukuran bermacam- macam tergantung skor Gleasonnya. 3. Bisa ditemukan pola pertumbuhan yang berbeda atau sama pada 1 tumor, yang menjadi dasar penetapan grading dengan Gleason score system. Lesi preneoplastiknya yaitu PIN (prostate intraepothelial neoplasia).GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 37
  38. 38. PreparatKeratinizing Squamous Cell Carsinoma penisDeskripsi HistopatologikSediaan jaringan dari penis tampak pelapis epithel ialah berlapis yang mengalamiacanthosis papilloma dan diskeratosis dengan inti membesar chromatin kasarberkelompok , sitoplasma eosinofilik sebagian membentuk“pearl horn cyst”GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 38
  39. 39. PreparatSeminoma Testis ( 35468/08)Deskripsi HistopatologikSediaan jaringan testis tampak kelompok sel polihedral bulat dan oval dengan intichromatin kasar berkelompok dibatasi oleh jaringan ikat yang disebuki sel radang limfosit.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 39
  40. 40. PreparatPyelonephritis chronic (8613)Deskripsi HistopatologikSedian jaringan ginjal tampak glomerolus dalam batas normal.Pada interstitial tampaksebukan sel radang limfosit. Tubulus sebagian atropi dengan pembuluh darah dalam batasnormal.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 40
  41. 41. PreparatTB pada buli-buli (6957/11)Deskripsi Histopatologik 1. Sediaan jaringan buli-buli tampak sel-sel transisional dalam batas normal pada stroma tampak giant cell langhans dan epitheloid dan sebukan sel radang limfosit. 2. Kesimpulan: Chronic inflamatory process spesifik tuberculosis.GambarBagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 41
  42. 42. Bagian Patologi Anatomi PSPD Unimal hal 42

×