Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

SAP Gastroenteritis/ Diare

369 views

Published on

Silahkan kunjungi blog saya untuk materi lebih lengkap lainnya http://yusufsaktian.com

Published in: Healthcare
  • Be the first to comment

SAP Gastroenteritis/ Diare

  1. 1. SATUAN ACARA PENYULUHAN Hari/tanggal : Jumat, 05 Mei 2017 Pokok Bahasan : Gastroenteritis Sasaran : Klien dan Keluarga Klien Waktu : 09.00-09.30 WIB Alokasi Waktu : 30 menit Tempat : Ruang Flamboyan Bawah RSUD Dr. H. Soewondo 1. Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang Gastroenteristis diharapkan klien dan keluarga klien mengetahui cara penanganan dan pencegahan. 2. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga pasien di Ruang Flamboyan Bawah RSUD Dr. H. Soewondo dapat : 1) Menjelaskan tentang definisi Gastroenteritis 2) Menjelaskan etiologi Gastroenteritis 3) Menjelaskan tanda dan gejala Gastroenteritis 4) Menjelaskan tentang cara penularan Gastroenteritis 5) Menjelaskan tentang bahaya Gastroenteritis 6) Menjelaskan tentang komplikasi Gastroenteritis 7) Menjelaskan pencegahan Gastroenteritis 8) Menjelaskan penanganan Gastroenteritis
  2. 2. 3. Materi 1) Definisi Gastroenteritis 2) Etiologi Gastroenteritis 3) Tanda dan gejala Gastroenteritis 4) Cara penularan Gastroenteritis 5) Bahaya Gastroenteritis 6) Komplikasi Gastroenteritis 7) Pencegahan Gastroenteritis 8) Penanganan Gastroenteritis 4. Metode 1) Ceramah 2) Diskusi / tanya jawab 5. Media 1) Lembar Balik 2) Leaflet 6. Jadwal Pelaksanaan NO TAHAP WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1 Pembukaan 5 menit  Mengucapkan salam  Memperkenalkan diri  Menjelaskan tujuan dari penyuluhan  Melakukan kontrak waktu  Menjawab salam dan mendengarkan
  3. 3.  Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberikan 2 Pelaksanaan 15 menit  Menjelaskan tentang definisi Gastroenteritis  Menjelaskan etiologi Gastroenteritis  Menjelaskan tanda dan gejala Gastroenteritis  Menjelaskan tentang cara penularan Gastroenteritis  Menjelaskan tentang bahaya Gastroenteritis  Menjelaskan tentang komplikasi Gastroenteritis  Menjelaskan pencegahan  Mendengarkan dan memperhatikan  Bertanya tentang materi yang kurang jelas
  4. 4. Gastroenteritis  Menjelaskan penanganan Gastroenteritis 3 Evaluasi 5 menit  Menanyakan pada keluarga pasien tentang materi yang diberikan dan reinforcement kepada keluarga pasien bila dapat menjawab dan menjelaskan kembali pertanyaan / materi.  Menjawab dan menjelaskan pertanyaan 4 Penutup 5 menit  Mengucapkan terima kasih  Mengucapkan salam  Menjawab salam 7. Pengorganisasian Pembimbing : 1. Enung Mardiyana H.,S.Kep.,Ns.,M.Kes 2. Reni Wintarti,Amd.Kep Penyaji : Zulfida Nurainiyah 8. Evaluasi 1) Evaluasi Struktur
  5. 5. a. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di RSUD dr. Moh. Soewandhi Surabaya. b. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya. 2) Evaluasi Proses a. Keluarga pasien memperhatikan terhadap materi penyuluhan. b. Keluarga pasien bertanya tentang materi penyuluhan. c. Keluarga pasien mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar. 3) Evaluasi Hasil a. Keluarga pasien dapat menjawab pertanyaan yang diajukan tentang Gastroenteritis (Diare)
  6. 6. MATERI PENYULUHAN “Gastroenteritis” 1. Definisi Gastroenteritis Gastroenteritis adalah frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali sehari pada bayi dan 3 kali sehari pada anak dengan konsistensi feses cair berwarna hijau dapat pula bercampur darah atau lender saja (Ngastiyah, 2002). Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley & Wong’s,1995). Gastroenteritis adalah kondisis dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ). 2. Etiologi Gastroenteritis a. Faktor infeksi  Infeksi enteral : infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare, meliputi infeksi bakteri (Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb), infeksi virus (Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll), infeksi parasit (E. hystolytica, G.lamblia, T. hominis) dan jamur (C. albicans).  Infeksi parenteral : merupakan infeksi di luar sistem pencernaan yang dapat menimbulkan diare seperti: otitis media akut, tonsilitis, bronkopneumonia, ensefalitis dan sebagainya. b. Faktor Malabsorbsi
  7. 7. Malabsorbsi karbohidrat seperti disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Intoleransi laktosa merupakan penyebab diare yang terpenting pada bayi dan anak. Di samping itu dapat pula terjadi malabsorbsi lemak dan protein. c. Faktor Makanan Diare dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan basi, beracun dan alergi terhadap jenis makanan tertentu. d. Faktor Psikologis Diare dapat terjadi karena faktor psikologis (rasa takut dan cemas). 3. Tanda dan Gejala Manifestasi Klinis Menurut Ngastiyah, 1997 a. Diare (BAB, lembek, cair)  Faktor osmotik disebabkan oleh penyilangan air ke rongga usus dalam perbandingan isotonic, ketidakmampuan larutan mengabsorbsi menyebabkan tekanan osmotik menghasilkan pergeseran cairan dan Iodium ke rongga usus.  Penurunan absorbsi atau peningkatan sekresi sekunder air dan elektrolit. Peningkatan ini disebabkan sekresi sekunder untuk inflamasi atau sekresi aktif sekunder untuk merangsang mukosa usus.  Perubahan mobiliti, Hiperperistaltik atau hipoperistaltik mempengaruhi absorpsi zat dalam usus. b. Mual, muntah dan panas (suhu > 370C) Terjadi karena peningkatan asam lambung dan karena adnaya peradangan maka tubuh juga akan berespon terhadap peradangan tersebut sehingga suhu tubuh meningkat. c. Nyeri perut dan kram abdomen
  8. 8. Karena adanya kuman-kuman dalam usus, menyebabkan peningkatan peristaltik usus dan efek yang timbul adanya nyeri pada perut atau tegangan atau kram abdomen. d. Peristaltik meningkat (> 35x/menit) Akibat masuknya patogen menyebabkan peradangan pada usus dan usus berusaha mengeluarkan ioxin dan meningkatkan kontraksinya sehingga peristaltik meningkat. e. Penurunan berat badan Terjadi karena sering BAB encer, yang mana feses marah mengandung unsur- unsur penting untuk pertumbuhan dan perkembngan sehingga kebutuhan nutrisi kurang terpenuhi. f. Nafsu makan turun Terjadi karena peningkatan asam lambung untuk membunuh bakteri sehingga tumbuh mual dan rasa tidak enak. g. Turgor kulit menurun dan membran mukosa kering Karena banyak cairan yang hilang dan pemasukan yang tidak adekuat. h. Mata cowong Adanya ketidakseimbangan cairan tubuh dan peningkatan tekanan osmotik mengakibatkan beberapa jaringan kekurangan cairan dan oksigen. i. Gelisah dan rewel Ini terjadi karena kompleksitas dari tanda klinis yang dirasakan penderita sehingga tubuh tidak merasa nyaman sebab adanya ketidak homeostasis dalam tubuh. j. Kesadaran menurun Gejala klinis terjadi karena penurunan cairan tubuh yang mengakibatkan kerja jantung ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan O2 dan nutrisi sistemik sehingga denyut jantung cepat, nadi cepat tapi lemah, disebabkan peningkatan denyut jantung dengan peningkatan kepekaan dan tekanan osmotik plasma darah. Efeknya ginjal berusaha ineretensi air dengan mencegah eksresi Na sehingga urine pekat dan Na meningkat dengan cairan sirkulasi yang buruk dampaknya otak kekurangan O2 dan nutrisi sehingga pusat kesadaran hipotalamus terganggu.
  9. 9. 4. Cara penularan Gastroenteritis Terutama ditularkan melalui air dan makanan yang telah tercemar yang mengandung kuman penyebab diare karena kebiasaan hidup tidak sehat 5. Bahaya Gastroenteritis Kehilangan cairan tubuh yang terlalu banyak dapat mengakibatkan dehidrasi dan dehidrasi yang berkelanjutan dapat mengakibatkan kematian. 6. Komplikasi a. Dehidrasi b. Renjatan hipovolemik c. Kejang d. Bakterimia e. Malnutrisi f. Hipoglikemia g. Kerusakan mukosa sekunder akibat kerusakan mukosa usus Dari komplikasi Gastroentritis,tingkat dehidrasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Dehidrasi ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok, ubun-ubun dan mata cekung, minum normal, kencing normal. b. Dehidrasi Sedang Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam. gelisah, sangat haus, pernafasan agak cepat, ubun-ubun dan mata cekung, kencing sedikit dan minum normal.
  10. 10. c. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 - 10 % dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot kaku sampai sianosis, denyut jantung cepat, nadi lemah, tekanan darah turun, warna urine pucat, pernafasan cepat dan dalam, turgor sangat jelek, ubun-ubun dan mata cekung sekali, dan tidak mau minum. 7. Pencegahan Gastroenteritis a. Biasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB b. Gunakan air bersih dan sanitasi yang baik c. Masaklah makanan dan air yang baik dan benar d. Jangan mengkonsumsi makanan yang sudah basi e. Hindari makanan yang sudah terkontaminasi oleh lalat f. Gunakan jamban/ kakus sehat g. Berikan ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan dan makanan pendamping ASI mulai usia 6 bulan disertai ASI sampai usia 2 tahun 8. Penanganan Gastroenteritis Menurut Mansjoer Arief (2000), penatalaksanaan gastroenteritis adalah terdiri dari: a. Simtomatis 1. Terapi rehidrasi Tujuan terapi rehidrasi untuk mengoreksi kekurangan cairan dan elektrolit secara cepat kemudian mengganti cairan yang hilang sampai diarenya berhenti dengan cara memberikan oralit, cairan infus yaitu Ringer Laktat, Dekstrose 5%. Dekstrosa dalam salin, dll. 2. Antispasmodik, Antikolinergik (Antagonis stimulus kolinergik pada reseptor muskarinik), contoh obat: Papaperin.
  11. 11. 3. Obat anti diare: - Obat anti motilitas dan sekresi usus (Loperamid). - Oktreotid (Sondostatin) sudah dicoba dengan hasil memuaskan pada diare sklerotik. - Obat antidiare yang mengeraskan tinja dan absorbsi zat toksik yaitu: Norit 1-2 tablet diulang sesuai kebutuhan. 4. Antiemetik (metoclopramid). 5. Vitamin dan mineral, tergantung kebutuhan yaitu vitamin B1, asam folat. 6. Makanan harus diteruskan bahkan ditingkatkan selama diare untuk menghindarkan efek buruk pada status gizi. b. Kausal Pengobatan kausal diberikan pada infeksi maupun non infeksi, pada kasus kronik dengan penyebab infeksi, obat diberikan berdasarkan etiologinya. Penatalaksanaan di rumah : a. Segera beri banyak minum Gunakan cairan rumah tangga seperti oralit, makanan cair ( air sup, air tajin, air matang ) atau larutan gula garam Cara membuat oralit 1. Sediakan 1 gelas air masak/ air teh ±200 cc 2. Masukkan 1 bks oralit 3. Aduk sampai larut benar Cara membuat larutan gula garam 1. Gula 1 sendok teh penuh 2. Garam 1/4 sendok the
  12. 12. 3. Air matang/ air teh hangat sebanyak 1 gelas 4. Campuran diaduk sampai larut Kebutuhan oralit sesuai umur : DAFTAR PUSTAKA b. Teruskan pemberian makan  Teruskan dan tingkatkan pemberian ASI pada bayi yang masih menyusu  Anak usia > 6 bln, berikan makanan tambahan  Beri makanan lebih sering dari biasanya c. Segera bawa anak ke rumah sakit jika menemukan tanda-tanda :  Daire terus-menerus  Muntah berulang  Demam  Ada lender dan darah dalam tinja  Rasa haus yang nyata  Makan/ minum sedikit
  13. 13. DAFTAR PUSTAKA Donna L. Wong, Clinical Manual of Pediatric Nursing, Mosby Company, 1996. Mansjoer, Arif., et all. (1999). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI Media Aescullapius. Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, Penerbit EGC. Jakarta, 2005. Anik Safitri, 2011 (http://aniksafitri.blogspot.com/2011/08/asuhan-keperawatan-pada- anak-dengan_14.html) 18 Juli 2013; 19.30 Kapevi hatake, 2013 (http://macrofag.blogspot.com/2013/02/askep-gastroenteritis-diare- pada-anak_9542.html) 18 Juli 2013; 19.30 WIB

×