Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengaruh Media Sosial Dalam Kehidupan Kristen [Draft]

9,588 views

Published on

Pengaruh Media Sosial Dalam Kehidupan Kristen [Draft]

Published in: Technology
  • Hi there! Get Your Professional Job-Winning Resume Here - Check our website! http://bit.ly/resumpro
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Pengaruh Media Sosial Dalam Kehidupan Kristen [Draft]

  1. 1. Pengaruh Media Sosial dalam Kehidupan Kristen
  2. 2. Outline 1. Perkembangan dan Pengaruh Sosial Media 2. Respon kita sebagai orang Kristen. Back to Bible 3. Christian Action
  3. 3. Teknologi telah MEMANJAKAN kita Seperti hamba yang patuh, teknologi telah melayani kita dengan tanpa pamrih. Mereka menghibur kita saat kita kesepian, meyakinkan kita saat kita tersesat, mengarahkan kita saat kita kehilangan kendali.
  4. 4. Akan tetapi… “Hati manusia adalah pabrik berhala (idol factory)… Setiap dari kita ahli dalam menciptakan berhala.” -John Calvin What is an Idol? • Segala sesuatu yang lebih penting dibanding Tuhan. • Segala sesuatu yang menyerap hati dan imajinasi kita lebih dari Tuhan. • Segala sesuatu yang kita harap memberikan apa yang hanya Tuhan bisa berikan. (Tim Keller)
  5. 5. The iGodsWe Adore Aesthetics First Algorithmic Authority Personalized Abundance Authentic Frenemies
  6. 6. Apple: Aesthetics First “Apple’s commitment to excellence suggested that software can promote beauty and simplicity rather than just functionality.” • Apple mementingkan estetika. • Apple mendorong kreativitas dan variasi pilihan. • Apple membuat komputer menjadi seperti manusia. Contoh: “Mac” • Think different: Apple computers were made for creative people who did not conform to the status quo. They spark innovation and maybe even revolution.
  7. 7. Steve Jobs Insanely Different : Principles for Breakthrough Success
  8. 8. Amazon: Personalized Abundance “Visi kami adalah membangun perusahaan paling customer-centric di dunia. Tempat di mana orang dapat menemukan segala yang mereka ingin beli secara online.” • Amazon membangun loyalitas pelanggan melalui personalization. • “item-to-item collaborative filtering” • “Customers who bought this item also bought…” • “1-click ordering”
  9. 9. Google: Algorithmic Authority “[Google] brought order to the chaos of the internet. Google’s algorithm enabled us to get our arms around the web.” • Kita menganggap search engine sebagai iGod yang maha tahu dan ajaib. • Google yang maha tahu itu membuat kita mencicipi kemahatahuan – having all knowledge at our fingertips. • Iman kita dalam jawaban Google hampir mutlak. Kita jarang mempertanyakan otoritas dari kemampuan algoritmik mereka.
  10. 10. Facebook: Authentic Frenemies “Kita sudah beralih dari multi-tasking ke multi-living.” • Facebook helps friend-seeking but reduces our ability to make real-world friends. • Our social circles are wider but thinner. • Dengan “Facebook friends”, kini timbul pertanyaan baru: Apa itu “true friends”? “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39)
  11. 11. Audience Participation Twitter is an online social networking service that enables users to send and read short 140-character messages called "tweets". Registered users can read and post tweets, but unregistered users can only read them
  12. 12. Broadcast Yourself Menjauhkan yang dekat
  13. 13. Mendekatkan yang jauh Menjauhkan yang dekat
  14. 14. The iGodsWe Adore Seperti Nuh pernah menyelamatkan binatang, begitu pula , , , dan menjadi penyambung hidup yang membuat kita bertahan. Komputer bagaikan yang memberi tanda bahwa semuanya sudah aman. mengulurkan sehelai daun zaitun yang menyatakan bahwa kita aman untuk melakukan pencarian. Kita memperlakukan para pemimpin mereka seperti orang bijak ( ) yang dapat melihat masa depan, menjadi iGods yang kita puja.
  15. 15. Generasi Sekarang… • Sementara itu, dengan adanya teknologi, generasi sekarang tidak hanya berubah secara bertahap (incrementally) dari generasi sebelumnya. • Terdapat discontinuity antara generasi sekarang dengan generasi sebelumnya.
  16. 16. What is a Digital Native? • Individu yang lahir setelah munculnya teknologi digital, atau setelah tahun 2000. • Lebih familiar/nyaman dalam menggunakan teknologi. “Different kinds of experiences lead to different brain structures.” “Children raised with the computer think differently from the rest of us… Their brains are almost certainly physiologically different.”
  17. 17. What is a Digital Immigrant? • Individu yang lahir sebelum munculnya teknologi digital atau sebelum tahun 2000. • Beradaptasi dengan munculnya teknologi.
  18. 18. Digital Native Digital Immigrant Multi Task Parallel Thinking Graphic Hypertext minds Surface Learning Single Task Sequential Thinking Text Linear minds Deep Learning
  19. 19. Reading books < 5,000 hours No. of emails > 200,000 Playing video games = 10,000 hours Watching TV > 20,000 hours No. of commercials watched > 500,000 Talking on cellphones > 10,000 hours Digital Native
  20. 20. The Gap
  21. 21. Hyperconnected & Distracted
  22. 22. Hyperconnected & Distracted “We are hyperconnected and easily distracted, always available and rarely present.” Hyperconnected: Continuous Connection • The “always-on” generation. • Working 24/7 adalah norma. • Bayangkan: No Peace, No Quiet Time, No Reflection Time.
  23. 23. Hyperconnected & Distracted BUT Easily Distracted: Short Attention Spans • Akibatnya: o Mengurangi kemampuan konsentrasi o Memperkecil kapasitas observasi dan belajar o Tidak mampu fokus dalam satu masalah • Hanya dapat fokus terhadap suatu tugas selama 3-5 menit. • Sumber distraction: gadget, texting & Facebook. • Constant distraction  shallow thinking  shallow living
  24. 24. Explicit Knowledge Tacit Knowledge Imitation Observation Internalization Practice Expert Creativity Innovation
  25. 25. The Winner & The Loser The Winner The Have The Loser The Have Not Digital Loser Digital Poverty
  26. 26. Is Technology Neutral? • Dapat digunakan untuk kebaikan maupun kejahatan. • Tergantung pada niat/maksud pengguna.
  27. 27. Technology is NOT Neutral • It changes our world. • It changes the way we frame the world around us. • It changes the way we think. • We shape our tools and thereafter they shape us!
  28. 28. Technology is NOT Neutral Kemajuan ICT yang luar biasa Mengubah tatanan kehidupan sosial, serta cara manusia berkomunikasi, berinteraksi dan bekerja. Banyak jenis pekerjaan yang kita kenal sudah tidak diperlukan lagi Banyak jenis pekerjaan baru yang muncul
  29. 29. The Internet of Things
  30. 30. The Internet of Things Suatu jaringan yang menghubungkan benda-benda melalui internet, di mana benda-benda tersebut mengandung teknologi yang saling berinteraksi. • Machine-to-machine communications • Meliputi berbagai protocols, domains, dan applications.
  31. 31. The Cloud Becomes Ubiquitous Cloud computing is a general term for anything that involves delivering hosted services over the Internet. These services are broadly divided into 3 categories: • Infrastructure-as-a-Services (IaaS), • Platform-as-a-Services (PaaS) • Software-as-a-Services (SaaS)
  32. 32. What does the Bible say about this?
  33. 33. Our Response to Technology 1. Rejection of Technology 2. Indifference to Technology 3. Embracing Technology Or…
  34. 34. 4. Cultivating Responsible Technology • Teknologi adalah suatu kegiatan budaya di mana manusia menggunakan kebebasan dan melaksanakan tanggung jawab mereka di hadapan Tuhan. • Teknologi untuk memuliakan Tuhan dan memperluas kerajaanNya. • We need not avoid computer technology; instead, we need to demonstrate its rightful place and its normative use. • Memerlukan discernment.
  35. 35. What is Discernment? Ketajaman dalam memahami dan mengaplikasikan Firman Tuhan dengan tujuan untuk membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat. (Tim Challies) • Melihat segala sesuatu dengan cara pandang Tuhan. • Yang berkenan pada Tuhan dan yang tidak. Bagaimana caranya??
  36. 36. Back to the Bible “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105
  37. 37. The Main Themes
  38. 38. The Creation
  39. 39. Creation The Cultural Mandate "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, " Kejadian 1:28
  40. 40. Creation The Cultural Mandate • Kita memenuhi bumi bukan hanya dengan beranak cucu, namun juga dengan produk kebudayaan manusia; mulai dari buku, seni, musik, dan juga, teknologi. • Pada mulanya, Allah menciptakan dunia yang mengandung segala kemungkinan, dan Ia memberikan manusia tugas yang menyenangkan untuk membuka segala potensi dari ciptaan Tuhan.
  41. 41. Creation In the Image of God • Berbeda dari ciptaan lain, manusia diciptakan “in the image of God”, sedangkan binatang diciptakan “according to their kinds”. • Sebagai penyandang “Image of God”, kita diberi tanggung jawab atas seluruh ciptaan dan untuk hidup dalam persekutuan saling mengasihi satu sama lain. (Kej. 1:28) • Seharusnya kita menggunakan teknologi komputer untuk menyatakan kasih kepada sesama dan saling melayani. • Kita lebih dari sekedar mesin.
  42. 42. Creation The Problem of Reductionism • Upaya untuk mengurangi/mengecilkan realita menjadi sesuatu yang dapat dihitung adalah bentuk Reductionism; melupakan konteks yang lebih besar dari realita. • Ketika seseorang tenggelam dalam aspek fisikal atau computational dari realita, akan sangat sulit untuk zoom out dan mengapresiasi keberagaman ciptaan. • Sekalipun ada banyak hal di dunia ini yang dapat dihitung, mereka tetap bukan sekedar angka. Dunia ciptaan Tuhan jauh lebih kompleks dan beragam.
  43. 43. Faith Software Ethical Juridical Aesthetic Economic Social Lingual Analytical Historical Spatial Psychic Kinematic Physical Biological Numeric
  44. 44. Creation Versatilists • Memiliki kedalaman keterampilan pada lingkup situasi dan pengalaman yang lebih luas. • Mampu terus menerus beradaptasi. • Terus belajar dan berkembang. • Connecting the dot Kompetensi inti hanya persyaratan masuk, yang mempertahankan anda adalah pengembangan pandangan yang lebih luas.
  45. 45. The Fall
  46. 46. Fall Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; Kejadian 3:17-18
  47. 47. Fall The Fall • “Semak duri dan rumput diri” tidak sebatas tumbuhan saja, namun meluas ke segala jenis ciptaan, termasuk teknologi. Dosa melekat pada ciptaan bagaikan parasit. • Akibat dari kejatuhan, manusia berdosa mengarahkan (direction) teknologi ke jalan yang salah. Hal-hal baik yang ditawarkan teknologi ternodai oleh efek dosa.
  48. 48. Fall Common Grace • Walaupun demikian, Allah masih berkasih karunia. Ia menahan efek kerusakan dosa di dunia serta mempertahankan adanya aturan dan peradaban. • Kita masih dapat menikmati kebaikan dari ciptaan, termasuk di dalamnya, kebaikan dari teknologi. “Common grace is the goodness of God shown to all, regardless of faith, consisting in natural blessings, restraint of corruption.”
  49. 49. Fall The Tower of Babel “Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Kejadian 11:4 • Teknologi juga dapat membuat manusia percaya pada diri sendiri dan meninggalkan Tuhan. • Perkembangan database dan search engine memupuk rasa “having all knowledge at our fingertips” dalam diri kita. • Ketika dosa kesombongan mengintip, kita melupakan Tuhan dan batas, kita bagaikan membangun menara Babel modern.
  50. 50. Fall • Seperti menara Babel, technicism timbul pada saat budaya ingin menggantikan Allah karena keinginan otonomi dari Allah dengan mengandalkan teknologi. • Keyakinan lain, Scientism menegaskan bahwa pikiran manusia dapat memahami kemanusiaan dan alam tanpa Allah. • Scientism menggerakkan technicism, dan pada akhirnya mendorong consumerism. • Consumerism percaya manusia dapat menemukan kebahagiaan melalui belanja dan mengkonsumsi. • Technology memainkan peranan penting dalam menyebarkan consumerism.
  51. 51. But thankfully, this is not the end of the story...
  52. 52. The Redemption
  53. 53. Redemption Christ’s Redemption “Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” Kolose 1:20 • Keselamatan bukanlah sekedar pengampunan dosa, melainkan juga pemulihan seluruh ciptaan ke maksud semula. • Penebusan Kristus meliputi pemulihan (restoration) dari ciptaan, dan kita dipanggil untuk turut berpartisipasi.
  54. 54. Redemption Does Our Faith Make A Difference in Computer Technology? Our difference must be a consequence, NOT an aim.
  55. 55. Redemption 4 Cara Bagaimana Iman Kita Dapat Membuat Perbedaan 1. Iman bisa menjadi motivasi untuk mengerjakan pekerjaan kita dengan baik. 2. Iman menolong kita mengaplikasikan apa yang sudah kita pelajari. 3. Iman bisa membentuk pertanyaan-pertanyaan yang kita tanyakan tentang bidang yang kita tekuni. 4. Iman mempengaruhi bagaimana seorang pembelajar melihat keseluruhan bidang yang ia tekuni, memaknainya, dan bagaimana bidang itu terkait dengan “big picture”.
  56. 56. Redemption Shalom • Shalom berarti flourishing of all aspects of creation dalam relasinya satu sama lain dan relasinya dengan Allah. • Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi agen shalom.
  57. 57. Redemption Shalom • Relasi yang harmonis antara Allah, manusia dan ciptaan.
  58. 58. Redemption “Priesthood of all believers” • Injil tidak terbatas pada hal-hal gerejawi saja. Yesus adalah Tuhan atas segala sesuatu, dan kita masing-masing dipanggil untuk mengusahakan “Shalom” di mana pun kita ditempatkan. • Baik pendeta maupun programmer, semuanya dipanggil untuk melayani Tuhan sesuai bagian kita. Umat Tuhan dipanggil untuk beraneka ragam vocations, termasuk di area teknologi. “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” 1 Petrus 4:10
  59. 59. Redemption Structure & Direction • Teknologi tidak hanya memiliki struktur (structure), namun juga arah (direction). • Jika sesuatu bisa dilakukan, bukan berarti hal tersebut harus dilakukan. • We need to discern normative principles that set the values and direction of computer technology. • Furthermore, these principles must comport well with God’s Word and with the fabric of creation.
  60. 60. Redemption Structure & Direction
  61. 61. The Restoration
  62. 62. Restoration • Jika pada akhirnya hanyalah kiamat dan kehancuran total, untuk apa sekarang kita berkarya? • Untuk apa memoles kapal yang tenggelam? “Sekalipun saya tahu bahwa dunia akan berakhir besok, saya tetap akan menanam pohon apel saya hari ini.” (Martin Luther)
  63. 63. Restoration • Orang Kristen percaya bahwa pemulihan bangsa-bangsa akan datang dari kedatangan Kristus yang kedua kali, bukan dari teknologi. • Allah akan membersihkan dan menyucikan dunia ini. • Semua yang kita lakukan tidaklah sia-sia!
  64. 64. “Pada akhirnya, Allah akan datang untuk memperbaiki dunia dan membuatnya seluruhnya baik kembali. Sementara itu, anak-anak Tuhan dipanggil untuk pergi ke dunia dan menciptakan model tidak sempurna dari dunia baik yang akan datang.” Lewis Smedes Restoration
  65. 65. Restoration • Kita tidak boleh terlalu nyaman dengan teknologi di dunia ini, karena kita perlu menyadari adanya peperangan antara good dan evil yang masih ada di sekitar kita. • Kita harus memahami struktur baik (good structure) dari ciptaan, tanpa terbawa oleh arah yang menyesatkan (misdirection).
  66. 66. Restoration Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 2 Petrus 3:9 • Kita harus giat mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi, dan pekerjaan ini dapat dipercepat dengan menggunakan teknologi.
  67. 67. What now?
  68. 68. Coca Cola’s Friendly Twist Campaign The global beverage giant has created a special 'cap' on its soda bottles which helps to break the ice between students on their first day of college.
  69. 69. Employee Engagement Activity
  70. 70. Christian Action • Apa kita ikut arus dengan semangat jaman ini atau • Dengan mempertahankan Ajaran yang sehat • Menyusun strategi pelayanan yang baik • Untuk menjangkau jiwa
  71. 71. Christian Action "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “ Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 1 Kor 10:23 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 1 Kor 6:12
  72. 72. Mission; Vision & Value Discipleship Fellowship • Strategi adalah cara memilih serangkaian aktivity sehingga membuat perbedaan yang kokoh. • Perbedaan yang kokoh akan menghasilkan nilai (value) yang lebih besar. • Perbedaan terjadi karena pemilihan activity dan cara menjalankan activity tersebut. Work Smarter Think Deeper Serve Better Care More Value Chain Creating Process Readiness Focus Alignment Nurture the People Shape the Culture Build the System

×