Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Media Digital Kawan atau Lawan

2,525 views

Published on

Presentasi ini berisi bagaimana kita memandang Media Digital saat ini.

Published in: Social Media
  • Be the first to comment

Media Digital Kawan atau Lawan

  1. 1. MEDIA DIGITAL: KAWAN ATAU LAWAN? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  2. 2. MEDIA DIGITAL: KAWAN ATAU LAWAN? 1. Media Digital Hasil Perkembangan Teknologi 2. Respons kita sebagai orang Kristen. 3. Christian Action © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  3. 3. PERKEMBANGAN & PENGARUH DIGITAL MEDIA Teknologi: Alat untuk menggenapkan tujuan pemakai alat. Mengapa manusia membuat alat? • Fungsi • Ekstensi – perluasan “tangan” manusia • Keterbatasan Manusia © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  4. 4. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  5. 5. MEDIA DIGITAL DAN TEKNOLOGI Media digital merupakan hasil/bagian dari perkembangan teknologi. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  6. 6. DEFINISI MEDIA DIGITAL MEDIA DIGITAL: Media elektronik yang digunakan untuk menyimpan, memancarkan serta menerima informasi yang terdigitalisasi. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  7. 7. DIGITAL MEDIA TOOLS © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  8. 8. PENGARUH MEDIA DIGITAL • Merubah dunia kita. • Merubah cara kita membentuk dunia di sekitar kita. • Merubah cara kita berpikir. • Kita membentuk perangkat dan alat, kemudian perangkat dan alat tersebut membentuk kita! • klip © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  9. 9. Teknologi telah MEMANJAKAN kita Seperti hamba yang patuh, teknologi telah melayani kita dengan tanpa pamrih. Mereka menghibur kita saat kita kesepian, meyakinkan kita saat kita tersesat, mengarahkan kita saat kita kehilangan kendali. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  10. 10. Periksalah hal ini: Apabila ada sesuatu yang • lebih penting dibanding Tuhan. • menempati hati dan pikiran kita lebih dari Tuhan. • kita harapkan dapat memberikan apa yang hanya Tuhan bisa berikan. Maka hal tersebut telah menjadi sebuah berhala dalam kehidupan Anda © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  11. 11. Ilah-Ilah Teknologi Modern Follow us or Follow Him? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  12. 12. Ilah-Ilah Teknologi Modern • Kita seringkali menganggap mesin pencari sebagai ILAH yang maha tahu dan ajaib. • Google yang “Mahatahu” itu membuat kita mencicipi kemahatahuan – semua pengetahuan di ujung jari kita. • Iman kita dalam jawaban Google hampir mutlak. Kita jarang mempertanyakan otoritas dari kemampuan algoritmik mereka. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  13. 13. Ilah-Ilah Teknologi Modern • Facebook mencarikan kita teman, namun menurunkan kemampuan kita berteman. • Manusia seakan-akan memiliki kehidupan ganda: online & offline. • Apa yang benar saat online dan saat offline bisa BERBEDA. • Dengan media sosial, kini timbul pertanyaan baru: Apakah yang disebut “sesama kita”? “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39) © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  14. 14. Ilah-Ilah Teknologi Modern Konsep Follow & Followers • Keinginan manusia untuk menjadi “selebritas” yang dikerumuni oleh “pengikut” yang merespons setiap “twit” yang kita bagikan Masalahnya, suara siapa yang kita ikuti? Apakah kebahagiaan didapat dari ketenaran di dunia maya? Apakah harga diri kita ditentukan oleh popularitas kita? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  15. 15. Ilah-Ilah Teknologi Modern All the world's a stage, And all the men and women merely players; Shakespeare, di As You Like It Broadcast Yourself Siapa pun bisa jadi terkenal • Pertanyaannya, apa yang kita siarkan ke dunia? Diri kita sendiri, atau pembuat diri kita? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  16. 16. “Kita tidak perlu mengukur nilai diri kita dari berapa jumlah view di , jumlah followers di , jumlah friends di , jumlah result di , jumlah like dan jumlah comment di . Nilai kita lebih dari sekedar angka. Kita bermain di sebuah drama yang jauh lebih besar, yang ditulis oleh Allah, dibintangi oleh Yesus, dan disutradarai oleh Roh Kudus. Kita bisa tenteram berdampingan dengan Yesus, mempersembahkan pertunjukkan kepada Satu penonton.” © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  17. 17. The iGods yang kita Puja.... Mendekatkan yang jauh Menjauhkan yang dekat © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  18. 18. The iGods yang kita Puja Seperti Nuh pernah menyelamatkan binatang, begitu pula , , , , dan menjadi penyambung hidup yang membuat kita bertahan. Komputer bagaikan yang memberi tanda bahwa semuanya sudah aman. mengulurkan sehelai daun zaitun yang menyatakan bahwa kita aman untuk melakukan pencarian. Kita memperlakukan para pemimpin mereka seperti orang bijak ( ) yang dapat melihat masa depan, menjadi iGods yang kita puja. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  19. 19. Generasi Digital • Sementara itu, dengan adanya teknologi, generasi sekarang tidak hanya berubah secara bertahap (incrementally) dari generasi sebelumnya. • Terdapat discontinuity antara generasi sekarang dengan generasi sebelumnya. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  20. 20. Digital Native • Lahir setelah Zaman Digital, “this term can describe people born during or after the 1985” (Wikipedia) • Terutama Generasi Z yang lahir setelah tahun 2000 • Lebih familiar/nyaman dalam menggunakan teknologi. “Anak-anak yang dibesarkan dengan komputer berpikir dengan cara yang berbeda. Otak mereka secara fisiologis sudah berbeda. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  21. 21. Digital Immigrant • Individu yang lahir sebelum munculnya teknologi digital atau sebelum tahun 1985. • Beradaptasi dengan munculnya teknologi. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  22. 22. Digital Native Digital Immigrant Multi Task Parallel Thinking Graphic/Multimedia Hypertext minds Surface Learning Single Task Sequential Thinking Text Linear minds Deep Learning © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  23. 23. Digital native Membaca buku < 5.000 jam Jumlah email > 200.000 Bermain game > 10.000 jam Melihat TV > 20.000 jam Melihat iklan > 500.000 kali Menggunakan telepon > 10.000 jam © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  24. 24. Digital native • Generasi yang “selalu terhubung” (baik lewat internet, telepon, TV, dsb.). • Bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu adalah normal. • Bayangkan: Tanpa ketenangan, Tanpa saat teduh, Tanpa waktu refleksi • Mudah teralihkan perhatiannya = Short Attention Spans • Hanya dapat fokus terhadap suatu tugas selama 3-5 menit. • Sumber gangguan: gadget, SMS/chat & Sosial Media. • Mudah teralihkan  pemikiran tidak dalam  kehidupan tidak berakar dan berbuah © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  25. 25. Digital Native • Bagaimana dengan pelayan anak abad ini? • Kita melayani generasi digital native! • Apakah juga sudah menggunakan alat-alat media digital dalam melayani mereka? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  26. 26. MEDIA DIGITAL DAN GEREJA • Gereja ada dalam perkembangan teknologi. • Gereja melayani dua generasi digital. GEREJA  KAWAN ATAU LAWAN? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  27. 27. MEDIA DIGITAL DAN GEREJA 1. Menolak? 2. Biasa saja? 3. Memeluk? Atau…?? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  28. 28. Apa yang Alkitab katakan tentang semua ini? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  29. 29. 4 Cara Iman Kita Dapat Membuat Perbedaan • Teknologi adalah suatu kegiatan budaya di mana manusia menggunakan kebebasan dan melaksanakan tanggung jawab mereka di hadapan Tuhan. • Teknologi untuk memuliakan Tuhan dan memperluas kerajaanNya. • Kita tidak perlu menghindari teknologi. Sebaliknya, kita perlu mendemonstrasikan tempat dan norma yang tepat untuk teknologi. • Memerlukan discernment. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  30. 30. What is Discernment? Ketajaman dalam memahami dan mengaplikasikan Firman Tuhan dengan tujuan untuk membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat. (Tim Challies) • Melihat segala sesuatu dengan cara pandang Tuhan. • Yang berkenan pada Tuhan dan yang tidak. Bagaimana caranya?? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  31. 31. Back to the Bible “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105 © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  32. 32. The Main Themes Kejatuhan Pemulihan Penciptaan Penebusan © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  33. 33. Penciptaan © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  34. 34. Penciptaan Mandat Budaya "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, " Kejadian 1:28 © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  35. 35. Penciptaan Mandat Budaya • Kita memenuhi bumi bukan hanya dengan beranak cucu, namun juga dengan produk kebudayaan manusia; mulai dari buku, seni, musik, dan juga, teknologi. • Pada mulanya, Allah menciptakan dunia yang mengandung segala kemungkinan, dan Ia memberikan manusia tugas yang menyenangkan untuk membuka segala potensi dari ciptaan Tuhan. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  36. 36. Penciptaan In the Image of God • Berbeda dari ciptaan lain, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah “Image of God”. • Sebagai penyandang “Image of God”, kita diberi tanggung jawab atas seluruh ciptaan dan untuk hidup dalam persekutuan saling mengasihi satu sama lain. (Kej. 1:28) • Seharusnya kita menggunakan teknologi komputer untuk menyatakan kasih kepada sesama dan saling melayani. • Kita lebih dari sekedar mesin. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  37. 37. Creation The Problem of Reductionism • Upaya untuk mengurangi/mengecilkan realita menjadi sesuatu yang dapat dihitung adalah bentuk Reductionism; melupakan konteks yang lebih besar dari realita. • Ketika seseorang tenggelam dalam aspek fisikal atau computational dari realita, akan sangat sulit untuk zoom out dan mengapresiasi keberagaman ciptaan. • Sekalipun ada banyak hal di dunia ini yang dapat dihitung, mereka tetap bukan sekedar angka. Dunia ciptaan Tuhan jauh lebih kompleks dan beragam. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  38. 38. Creation Versatilists • Memiliki kedalaman keterampilan pada lingkup situasi dan pengalaman yang lebih luas. • Mampu terus menerus beradaptasi. • Terus belajar dan berkembang. • Connecting the dot. Kompetensi inti hanya persyaratan masuk, yang mempertahankan anda adalah pengembangan pandangan yang lebih luas. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  39. 39. Kejatuhan © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  40. 40. Kejatuhan Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; Kejadian 3:17-18 © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  41. 41. Kejatuhan The Fall • “Semak duri dan rumput diri” tidak sebatas tumbuhan saja, namun meluas ke segala jenis ciptaan, termasuk teknologi. Dosa melekat pada ciptaan bagaikan parasit. • Akibat dari kejatuhan, manusia berdosa mengarahkan (direction) teknologi ke jalan yang salah. Hal-hal baik yang ditawarkan teknologi ternodai oleh efek dosa. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  42. 42. Kejatuhan Common Grace • Walaupun demikian, Allah masih berkasih karunia. Ia menahan efek kerusakan dosa di dunia serta mempertahankan adanya aturan dan peradaban. • Kita masih dapat menikmati kebaikan dari ciptaan, termasuk di dalamnya, kebaikan dari teknologi. “Common Grace adalah kebaikan Tuhan yang dinyatakan kepada semua orang, tanpa melihat kepercayaan.” © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  43. 43. Kejatuhan The Tower of Babel “Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Kejadian 11:4 • Teknologi juga dapat membuat manusia percaya pada diri sendiri dan meninggalkan Tuhan. • Perkembangan database dan search engine memupuk rasa “having all knowledge at our fingertips” dalam diri kita. • Ketika dosa kesombongan mengintip, kita melupakan Tuhan dan batas, kita bagaikan membangun menara Babel modern. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  44. 44. Kejatuhan • Seperti menara Babel, technicism timbul pada saat budaya ingin menggantikan Allah karena keinginan otonomi dari Allah dengan mengandalkan teknologi. • Keyakinan lain, Scientism menegaskan bahwa pikiran manusia dapat memahami kemanusiaan dan alam tanpa Allah. • Scientism menggerakkan technicism, dan pada akhirnya mendorong consumerism. • Consumerism percaya manusia dapat menemukan kebahagiaan melalui belanja dan mengkonsumsi. • Technology memainkan peranan penting dalam menyebarkan consumerism. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  45. 45. Namun puji syukur kepada Tuhan, ini bukanlah akhir dari kisah manusia... © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  46. 46. Penebusan © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  47. 47. Penebusan Penebusan Kristus “Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” Kolose 1:20 • Keselamatan bukanlah sekedar pengampunan dosa, melainkan juga pemulihan seluruh ciptaan ke maksud semula. • Penebusan Kristus meliputi pemulihan dari ciptaan, dan kita dipanggil untuk turut berpartisipasi. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  48. 48. Penebusan Apakah iman kita membuat perbedaan di dalam era teknologi media digital ini? Perbedaan kita harus terjadi sebagai konsekuensi, BUKAN tujuan. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  49. 49. Penebusan 4 Cara Bagaimana Iman Kita Dapat Membuat Perbedaan 1. Iman bisa menjadi motivasi untuk mengerjakan pekerjaan kita dengan baik. 2. Iman menolong kita mengaplikasikan apa yang sudah kita pelajari. 3. Iman bisa membentuk pertanyaan-pertanyaan yang kita tanyakan tentang bidang yang kita tekuni. 4. Iman mempengaruhi bagaimana seorang pembelajar melihat keseluruhan bidang yang ia tekuni, memaknainya, dan bagaimana bidang itu terkait dengan “big picture”. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  50. 50. Penebusan Shalom • Shalom berarti menumbuh kembangkan seluruh aspek ciptaan dalam relasinya satu sama lain dan relasinya dengan Allah. • Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi agen shalom. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  51. 51. Penebusan Shalom • Relasi yang harmonis antara Allah, manusia dan ciptaan. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  52. 52. Penebusan “Priesthood of all believers – Imamat orang percaya” • Injil tidak terbatas pada hal-hal gerejawi saja. Yesus adalah Tuhan atas segala sesuatu, dan kita masing-masing dipanggil untuk mengusahakan “Shalom” di mana pun kita ditempatkan. • Baik pendeta maupun programmer, semuanya dipanggil untuk melayani Tuhan sesuai bagian kita. Umat Tuhan dipanggil untuk beraneka ragam vocations, termasuk di area teknologi. “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” 1 Petrus 4:10 © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  53. 53. Penebusan Structure & Direction • Teknologi tidak hanya memiliki struktur (structure), namun juga arah (direction). • Jika sesuatu bisa dilakukan, bukan berarti hal tersebut harus dilakukan. • Kita harus mampu membedakan prinsip normatif yang menetapkan nilai dan arah dari teknologi komputer . • Selanjutnya, prinsip ini harus sejalan dengan Firman Tuhan seluruh tenunan ciptaan. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  54. 54. Penebusan Structure & Direction © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  55. 55. Pemulihan © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  56. 56. Pemulihan • Jika pada akhirnya hanyalah kiamat dan kehancuran total, untuk apa sekarang kita berkarya? • Untuk apa memoles kapal yang tenggelam? “Sekalipun saya tahu bahwa dunia akan berakhir besok, saya tetap akan menanam pohon apel saya hari ini.” (Martin Luther) © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  57. 57. Pemulihan • Orang Kristen percaya bahwa pemulihan bangsa-bangsa akan datang dari kedatangan Kristus yang kedua kali, bukan dari teknologi. • Allah akan membersihkan dan menyucikan dunia ini. • Semua yang kita lakukan tidaklah sia-sia! © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  58. 58. “Pada akhirnya, Allah akan datang untuk memperbaiki dunia dan membuatnya seluruhnya baik kembali. Sementara itu, anak-anak Tuhan dipanggil untuk pergi ke dunia dan menciptakan model tidak sempurna dari dunia baik yang akan datang.” Lewis Smedes Pemulihan © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  59. 59. Pemulihan • Kita tidak boleh terlalu nyaman dengan teknologi di dunia ini, karena kita perlu menyadari adanya peperangan antara good dan evil yang masih ada di sekitar kita. • Kita harus memahami struktur baik (good structure) dari ciptaan, tanpa terbawa oleh arah yang menyesatkan (misdirection). © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  60. 60. Pemulihan Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 2 Petrus 3:9 • Kita harus giat mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi, dan pekerjaan ini dapat dipercepat dengan menggunakan teknologi. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  61. 61. Bagaimana sekarang? © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  62. 62. Christian Action • Apa kita ikut arus dengan semangat jaman ini atau • Dengan mempertahankan Ajaran yang sehat • Menyusun strategi pelayanan yang baik • Untuk menjangkau jiwa • Dengan menggunakan tools yang ada di jaman ini © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  63. 63. Christian Action "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 1 Korintus 10:23 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 1 Korintus 6:12 © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  64. 64. Christian Action MEDIA DIGITAL ADALAH REALITA!! BUKAN LAWAN ATAU KAWAN! Prinsip Kristen: Musuh adalah sesamamu juga. MENGGUNAKAN DENGAN BENAR UNTUK KEMULIAAN NAMA TUHAN! © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  65. 65. Menggunakan Media Digital Bagi Pekerjaan Tuhan Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 2 Petrus 3:9 • Kita harus giat mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi, dan pekerjaan ini dapat dipercepat dengan menggunakan teknologi dan sosial media. © 2014 Yayasan Lembaga SABDA
  66. 66. Facebook: http://fb.sabda.org Email: ylsa@sabda.org SMS: 0881-29-79-100 © Yayasan Lembaga SABDA

×