Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Hilangnya Seni Pemuridan pada Era Digital

457 views

Published on

Pemuridan sangat penting. Setiap pengikut Yesus Kristus dipanggil menjadi murid dan memuridkan. Namun, pada era digital ini, pemuridan tidak dilaksanakan atau diprioritaskan dalam kehidupan berjemaat dengan berbagai alasan. Padahal ada kesempatan besar untuk memanfaatkan era digital untuk pelayanan pemuridan yang bisa menjangkau siapa saja dan di mana saja dengan model dan modul yang sesuai kebutuhan konteks saat ini.

Published in: Education
  • Hi there! Get Your Professional Job-Winning Resume Here - Check our website! http://bit.ly/resumpro
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

Hilangnya Seni Pemuridan pada Era Digital

  1. 1. Hudiman Waruwu
  2. 2. @SABDA 2017
  3. 3. Dalam Perjanjian Baru kata ditulis kali di Injil kali di Kisah Para Rasul @SABDA 2017
  4. 4. •Menjadi Murid (Matius 4:19;16:24) •Memuridkan (Matius 28:19-20). @SABDA 2017
  5. 5. @SABDA 2017
  6. 6. BEBERAPA GEREJA ATAU SINODE YANG SAYA AMATI TIDAK MELAKSANAKAN PEMURIDAN Mengapa? - Terlalu banyak yang ditangani atau diselesaikan dalam gereja. - Masih sibuk menyelesaikan tata gereja. - Sibuk dengan ornamen-ornamen gereja. - Tidak ada pelayan yang fokus dalam pemuridan. - Kurangnya minat dan antusias jemaat. - Membosankan dan tidak menarik. - Model dan modul tidak menjawab kebutuhan. - Gereja tidak siap menghadapi era digital. @SABDA 2017
  7. 7. Ada alasan yang mengatakan sehingga berulang-ulang ditulis di Alkitab, namun . Gereja sekarang lebih banyak @SABDA 2017
  8. 8. Ada juga yang beranggapan bahwa @SABDA 2017
  9. 9. Semua pelayanan memang diperlukan, tetapi @SABDA 2017
  10. 10. @SABDA 2017
  11. 11. Abad ke-21 adalah Era Digital yang memberikan bagi gereja Tuhan, ehingga @SABDA 2017
  12. 12. Pada era milenium ketiga gereja-gereja yang tidak relevan dan tidak sensitif terhadap kebutuhan yang ada akan di tolak. Kita tidak bisa lagi hanya bertahan pada warisan aplikasi pemahaman agama yang dangkal dari masa lampau. Kita harus memiliki iman perjanjian baru yang bersemangat dan relevan menjawab kebutuhan banyak orang yang ''lapar" akan sesuatu yang nyata. @SABDA 2017
  13. 13. Memasuki era digital, banyak gereja yang belum siap menghadapinya. Padahal hal itu merupakan peluang besar untuk memasuki ke ruang-ruang publik. Kehadiran di ruang publik, maka kekuatan pada konten media menjadi penting di tengah makin banyaknya konten yang tersedia di dunia maya. Konten media yang eksklusif akan menarik bagi kelompok tertentu saja, tetapi tantangannya ketika hadir di ruang publik adalah menyajikan konten media yang bisa diterima oleh semua orang. Kabar baik hendaknya menjadi bukan kabar buruk. @SABDA 2017
  14. 14. . @SABDA 2017
  15. 15. @SABDA 2017
  16. 16. @SABDA 2017
  17. 17. @SABDA 2017
  18. 18. KONTAK SABDA Sabda.org ylsa@sabda.org http://fb.sabda.org/ 0881-29-79-100

×