KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah mengatur seluruh kehidupan ini dengan
apik dan rapi, tanpa cacat sedikit...
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu
dilahirkan...
C. Tujuan pembuatan makalah
1. Agar para mahasiswa mengetahui pengertian HAM.
2. Agar para mahasiswa mengetahui bagaimana ...
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Hak Asasi Manusia
HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusi...
Menurut Philipus M Hadjon, di dalam hak (rights), terkandung adanya suatu
tuntutan (claim).4 Istilah hak asasi manusia di ...
manusia. Konsepsinya menganjurkan masyarakat untuk melakukan sosial kontrol
kepada penguasa yang zalim dan tidak mengakui ...
bangsawan kepada raja di depan parlemen pada tahun 1628. Isinya secara garis
besar menuntut hak-hak sebagai berikut :
Pa...
3. HAM di Amerika Serikat
Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The
American Declaration of Independence ...
C. Sejarah Perkembangan HAM Di Indonesia
Indonesia merupakan contoh dari kelompok konsep dunia ketiga yang tidak
ikut dala...
pihak lain. Perdebatan pemikiran HAM yang terjadi dalam sidang BPUPKI
berkaitan dengan masalah hak persamaan kedudukan di ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah ham

810 views

Published on

ham

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
810
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah ham

  1. 1. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang telah mengatur seluruh kehidupan ini dengan apik dan rapi, tanpa cacat sedikitpun. Dzat Yang Maha Pencipta jagat raya dengan mempesona, yang memeranjat tiap mata yang memandangnya. Ayat-ayat kauniyah (alam semesta) yang telah terhampar dari ufuk timur menjulang hingga ujung barat adalah saksi keindahan mega arsitektur, tanpa tanding. Lalu dilanjutkan dengan penciptaan manusia yang maha sempurna. Kesempurnaan itu hadir berbarengan tiupan suci “kun fayakun” pada ruh manusia. Lalu hiduplah manusia, seorang pengemban tugas mulia dan pemeliharaan segala kesempurnaan Tuhannya, dengan ibadah dan amal. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Hj. Azizah S.Ag, M.Si selaku dosen pemangku mata kuliah Civic Education yang telah membimbing kami dalam mempelajari mata kuliah Civic Education, dan teman-teman F1 yang selalu mengingatkan tugas-tugas ini dan memberikan ide-ide yang positif untuk kami. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan, demi kesempurnaan makalah ini. Surabaya, 21 Desember 2011 Penyusun
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan. Sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai martabat yang tinggi. Hak asasi manusia itu ada dan melekat pada setiap manusia. Oleh karena itu, bersifat universal, artinya berlaku di mana saja dan untuk siapa saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun. Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaanya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia. Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Kesadaran akan hak asasi manusia, harga diri, harkat dan martabat kemanusiaannya, diawali sejak manusia ada di muka bumi. Hal itu disebabkan oleh hak – hak kemanusiaan yang sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak kodrati yang melekat pada diri manusia. Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai suatu usaha untuk menegakkan hak asasi manusia. B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia (HAM) itu? 2. Bagaimanakah sejarah perkembangannya? 3. Bagaimana pula sejarah perkembangannya di Indonesia?
  3. 3. C. Tujuan pembuatan makalah 1. Agar para mahasiswa mengetahui pengertian HAM. 2. Agar para mahasiswa mengetahui bagaimana perkembangan HAM. 3. Agar para mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan HAM di Indonesia.
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Hak Asasi Manusia HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya. Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran ham di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia ham di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh ham di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.1 Menurut Teaching Human Right yang diterbitkan oleh PBB, Hak Asasi Manusia, adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.2 Menurut Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia, dijelaskan bahwa hak asasi manusia adalah “seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.3 1 http://organisasi.org/pengertian_macam_dan_jenis_hak_asasi_manusia_ham_yang_berlaku_umu m_global_pelajaran_ilmu_ppkn_pmp_indonesia di unduh pada tanggal 20 desember 2011 pukul 17:10 2 Tim ICCE UIN Jakarta, Pendidikan Kewarganegaraan: Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani (Jakarta: Prenada Media, 2005) 3 Tim penyusun MKD IAIN Sunan Ampel, Civic Education: Pendidikan Kewarganegaraan, Hak Asasi Manusia. (Surabaya: IAIN SA Press, 2011)
  5. 5. Menurut Philipus M Hadjon, di dalam hak (rights), terkandung adanya suatu tuntutan (claim).4 Istilah hak asasi manusia di Indonesia, sering disejajarkan dengan istilah hak- hak kodrat, hak-hak dasar manusia. natural rights, human rights, fundamental rights, gronrechten, mensenrechten, rechten van den mens dan fundamental rechten.5 Pemikiran konsep hak asasi manusia, secara umum menurut Philipus M Hadjon, dibedakan dalam tiga kelompok, berdasarkan ide/ gagasan yaitu political and ideological thought yaitu Barat, sosialis dan dunia ketiga. Yang dikelompokkan dalam pemikiran barat meliputi Eropa Barat, amerika Serikat, Kanada, Aistralia, New Zealan, sebagian Amerika Latin yang dipengaruhi pemikiran Barat, dan Jepang (dari segi ekonomi). Kelompok sosialis meliputi negara sosialis di Eropa timur, Kuba, Yugoslavia. Selain itu ada kelompok dunia ketiga yang tidak mempunyai kesatuan ideologi, misalnya India dan Indonesia.6 Ciri pokok hakikat HAM Berdasarkan beberapa rumusan HAM diatas, dapat di tarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok HAM, yaitu : HAM tidak perlu diberikan, dibeli atau diwarisi. HAM berlaku untuk semua orang. HAM tidak bisa dilanggar. B. Sejarah Perkembangan HAM Perkembangan atas pengakuan hak asasi manusia ini berjalan secara perlahan dan beraneka ragam. Perkembangan tersebut antara lain dapat ditelusuri sebagai berikut : 1. HAM di Yunani Filosof Yunani, seperti Socrates (470-399 SM) dan Plato (428-348 SM) meletakkan dasar bagi perlindungan dan jaminan diakuinya hak – hak asasi 4 Philipus M. Hadjon, Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsipprinsipnya, penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi), Peradaban, 2007, h.. 33-34. 5 Asri Wijayanti, Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia, (Dosen FH Univ. Muhammadiyah Surabaya) 6 Philipus, Perlindungan, 43
  6. 6. manusia. Konsepsinya menganjurkan masyarakat untuk melakukan sosial kontrol kepada penguasa yang zalim dan tidak mengakui nilai – nilai keadilan dan kebenaran. Aristoteles (348-322 SM) mengajarkan pemerintah harus mendasarkan kekuasaannya pada kemauan dan kehendak warga negaranya. 2. HAM di Inggris Inggris sering disebut–sebut sebagai negara pertama di dunia yang memperjuangkan hak asasi manusia. Tonggak pertama bagi kemenangan hak-hak asasi terjadi di Inggris. Perjuangan tersebut tampak dengan adanya berbagai dokumen kenegaraan yang berhasil disusun dan disahkan. Dokumen-dokumen tersebut adalah sebagai berikut : a. Magna Charta Magna Charta (Piagam Agung) dicetuskan pada 15 Juni 1215 yang prinsip dasarnya memuat pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan raja. Tak seorang pun dari warga negara merdeka dapat ditahan atau dirampas harta kekayaannya atau diasingkan atau dengan cara apapun dirampas hak-haknya, kecuali berdasarkan pertimbangan hukum. Piagam Magna Charta itu menandakan kemenangan telah diraih sebab hak-hak tertentu yang prinsip telah diakui dan dijamin oleh pemerintah. Piagam tersebut menjadi lambang munculnya perlindungan terhadap hak-hak asasi karena ia mengajarkan bahwa hukum dan undang-undang derajatnya lebih tinggi daripada kekuasaan raja.7 Magna Charta yang antara lain memuat pandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute (raja yang menciptakan hukum,tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya), menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggungjawabannya dimuka hukum. (Mansyur Effendi,1994) b. Petition Of Right Pada dasarnya Petition of Rights berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai hak-hak rakyat beserta jaminannya. Petisi ini diajukan oleh para 7 http://emperordeva.wordpress.com/aboutsejarah-hak-asasi-manusia Di unduh tanggal 21 Des 2011 pukul 17:08
  7. 7. bangsawan kepada raja di depan parlemen pada tahun 1628. Isinya secara garis besar menuntut hak-hak sebagai berikut : Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan. Warga negara tidak boleh dipaksakan menerima tentara di rumahnya. Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai.8 c. Hobeas Corpus Act Hobeas Corpus Act adalah undang- undang yang mengatur tentang penahanan seseorang dibuat pada tahun 1679. Isinya adalah sebagai berikut : Seseorang yang ditahan segera diperiksa dalam waktu 2 hari setelah penahanan. Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum.9 d. Bill Of Rights Bill of Rights merupakan undang-undang yang dicetuskan tahun 1689 dan diterima parlemen Inggris, yang isinya mengatur tentang : Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen. Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat. Pajak, undang-undang dan pembentukan tentara tetap harus seizin parlemen. Hak warga Negara untuk memeluk agama menurut kepercayaan masing-masing . Parlemen berhak untuk mengubah keputusan raja.10 8 http://emperordeva.wordpress.com/aboutsejarah-hak-asasi-manusia Di unduh tanggal 21 Des 2011 pukul 17:08 9 Ibid. 10 Ibid.
  8. 8. 3. HAM di Amerika Serikat Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau dan Montequuieu. Mulailah dipertegas bahwa manusia mempunya Hak merdeka sejak di dalam perut ibunya, sehingga tidaklah logis jika seseorang itu harus di belenggu sesudah ia lahir ke dunia.(Mansyur Effendi,1994) Revolusi Amerika dengan Declaration of Independence-nya tanggal 4 Juli 1776, suatu deklarasi kemerdekaan yang diumumkan secara aklamasi oleh 13 negara bagian, merupakan pula piagam hak – hak asasi manusia karena mengandung pernyataan “Bahwa sesungguhnya semua bangsa diciptakan sama derajat oleh Maha Pencipta. Bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup, kemerdekaan, dan kebebasan untuk menikmati kebahagiaan. Declaration of Independence di Amerika Serikat menempatkan Amerika sebagai negara yang memberi perlindungan dan jaminan hak-hak asasi manusia dalam konstitusinya, kendatipun secara resmi rakyat Perancis sudah lebih dulu memulainya sejak masa Rousseau. Kesemuanya atas jasa presiden Thomas Jefferson presiden Amerika Serikat lainnya yang terkenal sebagai “pendekar” hak asasi manusia adalah Abraham Lincoln, kemudian Woodrow Wilson dan Jimmy Carter.11 4. HAM di Prancis Selanjutnya pada tahun 1789 lahirlah French Declaration (Deklarasi Prancis), dimana ketentuan tentang hak lebih terinci lagi sebagaimana termuat dalam Rule Of Law antara lain yang berbunyi “tidak boleh ada penangkapan tanpa alasan yang sah. Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption Of Innocent, yang artinya orang-orang yang ditangkap, kemudian ditahan dan dituduh, berhak dinyatakan tidak bersalah, sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia bersalah. 11 Ibid.
  9. 9. C. Sejarah Perkembangan HAM Di Indonesia Indonesia merupakan contoh dari kelompok konsep dunia ketiga yang tidak ikut dalam perumusan The Universal Declaration of Human Rights tanggal 10 Desember 1948. The Universal Declaration of Human Rights merupakan suatu deklarasi yang tidak memiliki watak hukum. Kekuatan mengikatnya karena ada pengakuan terhadap deklarasi itu oleh sistem hukum bangsa-bangsa beradab atau mendapat kekuatan dari hukum kebiasaan setelah memenuhi dua syarat yaitu keajegan dalam kurun waktu yang lama dan adanya opinion necesitatis.12 Konsep hak asasi manusia bagi bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Dasar 1945. Perumusannya belum diilhami oleh The Universal Declaration of Human Rights karena terbentuknya lebih awal. Dengan demikian rumusan HAM dalam UUD’45 merupakan pikiran-pikiran yang didasarkan kepada latar belakang tradisi budaya kehidupan masyarakat Indonesia sendiri13 . Pemahaman Ham di Indonesia sebagai tatanan nilai, norma, sikap yang hidup di masyarakat dan acuan bertindak pada dasarnya berlangsung sudah cukup lama. Secara garis besar Prof. Bagir Manan pada bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia ( 2001 ), membagi perkembangan HAM pemikiran HAM di Indonesia dalam dua periode yaitu periode sebelum Kemerdekaan ( 1908 – 1945 ), periode setelah Kemerdekaan ( 1945 – sekarang ).14 1. Periode Sebelum Kemerdekaan (1908-1945) a. Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia, menekankan pada hak politik yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk menentukan nasib sendiri, hak berserikat dan berkumpul, hak persamaan di muka hukum serta hak untuk turut dalam penyelenggaraan Negara.Pemikiran HAM sebelum kemerdekaan juga terjadi perdebatan dalam sidang BPUPKI antara Soekarno dan Soepomo di satu pihak dengan Mohammad Hatta dan Mohammad Yamin pada 12 Philipus, Perlindungan, 53 Ibid,. h. 54. 14 Ivantoebi, Perkembangan HAM di Indonesia dalam http://ivantoebi.wordpress.com/20090329/perkembangan-ham-di-indonesia di unduh tanggal 21 Desember 2011 pukul 17:05 13
  10. 10. pihak lain. Perdebatan pemikiran HAM yang terjadi dalam sidang BPUPKI berkaitan dengan masalah hak persamaan kedudukan di muka hukum, hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, hak untuk memeluk agama dan kepercayaan, hak berserikat, hak untuk berkumpul, hak untuk mengeluarkan pikiran dengan tulisan dan lisan.

×