Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pedoman penyususnan proposal pgmi

Pedoman Penulisan Proposal Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STKIP Nurul Huda Sukaraja

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pedoman penyususnan proposal pgmi

  1. 1. PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI (Kuantitatif-Kualitatif- Library Research- Research and Development) Program Studi PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH STKIP Nurul Huda ⮚ BAGIAN I SISTEMATIKA PENULISAN ⮚ BAGIAN II FORMAT PENULISAN ⮚ BAGIAN III SEMINAR PROPOSAL SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN IILMU PENDIDIKAN (STKIP) NURUL HUDA Alamat Jl. Kota Baru Sukaraja Buay Madang OKU Timur Sumatera Selatan 32161
  2. 2. 1 BAGIAN I SISTEMATIKAN PENULISAN A. SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF Sitematika penulisan penyususnan proposal dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut: A. JUDUL PENELITIAN B. LATAR BELAKANG MASALAH C. IDENTIFIKASI MASALAH D. BATASAN MASALAH E. RUMUSAN MASALAH F. TUJUAN PENELITIAN G. MANFAAT PENELITIAN H. LANDASAN TEORI DAN TELAAH PENELITIAN TERDAHULU 1. LANDASAN TEORI 2. TELAAH PENELITIAN TERDAHULU I. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS 1. KERANGKA BERFIKIR 2. HIPOTESIS J. METODOLOGI PENELITIAN 1. METODE PENELITIAN 2. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN 3. POPULASI DAN SAMPEL 4. INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA 5. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 6. TEKNIK ANALISIS DATA K. DAFTAR PUSTAKA L. JADWAL PENELITIAN M. LEMBAR BUKTI PENGESAHAN JUDUL Penjelasan dari sistematika di atas adalah: A. Judul penelitian Judul ditulis sesuai dengan judul penelitian yang sudah di setujui B. Latar belakang masalah Latar belakang memuat masalah penelitian dan alasan logisrasional mengapa suatu masalah tersebut perlu diteliti atau dicari jawabannya melalui penelitian, juga berisi apa signifikansi masalah tersebut bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bagi kehidupan sehari-hari. Kecermatan, ketajaman dan kekuatan argumentasi yang dipaparkan pada latar belakang akan mempengaruhi
  3. 3. pandangan atau pendapat orang tentang kelayakan, penting, dan tidaknya dilakukan penelitian terhadap masalah tersebut. Untuk memperkuat argumentasi 2 dalam latar belakang perlu dipaparkan data faktual yang dapat diperoleh dari berbagai sumber. Dalam penelitian kuantitatif masalah adalah variabel yang menjadi tema pokok penelitian. Sedangkan dalam penelitian kualitatif masalah adalah kasus kasus unik yang menjadi fokus penelitian. Dalam penelitian kuantitatif masalah utama (mayor) penelitian selalu melekat pada variabel terikat (Dependent Variabel). Secara umum masalah dapat terjadi, jika: (1) ada informasi yang mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita, (2) ada hasil hasil yang bertentangan, dan (3) ada suatu kenyataan dan kita bermaksud menjelaskannya melalui penelitian. Masalah penelitian dapat diperoleh melalui berbagai sumber antara lain: (1) pengalaman dan pengamatan, (2) kepustakaan yang relevan dengan studi kita, (3) mata kuliah yang kita programkan, (4) jurnal, buku, abstrak dan majalah, (5) seminar, dan (6) pakar, dan teman-teman yang dapat memberikan informasi C. Batasan masalah Dalam bagian ini, peneliti harus menjelaskan bahwa karena keterbatasan waktu, dana, tenaga, dan lain sebagainya, maka penelitian sebaiknya dibatasi pada beberapa variabel. Berikut adalah logika perlunya ”batasan masalah” dalam penelitian kuantitatif. Dari identifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada obyek penelitian misalnya ditemukan 12 permasalahan. Dari 12 permasalahan dalam penelitian itu, kemudian peneliti membatasi penelitiannya pada beberapa masalah saja, misalnya terdapat masalah A, B, C, D ….. dsb, hanya cukup mengambil masalah B dan C saja yang dijadikan focus penelitian yang skopnya lebih sempit/kecil. Keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjukkan kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. D. Rumusan masalah
  4. 4. Perumusan masalah (research problem) berisi rumusan pertanyaan pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui penelitian. Perumusan masalah dibuat berdasarkan hasil identifikasi dan pembatasan masalah. Masalah dapat 3 diformulasikan menjadi tiga bentuk, yaitu: rumusan masalah deskriptif, asosiatif, dan komparatif. Rumusan masalah dapat dibuat dalam satu pertanyaan penelitian atau lebih. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas dan dituangkan dalam bentuk kalimat Tanya. Rumusan masalah yang baik akan menempatkan variabel-variabel atau sub-sub variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel atau antara sub variabel tersebut. E. Tujuan penelitian Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana), tetapi tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Rumusan masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dengan kalimat pernyataan. F. Manfaat penelitian Pada bagian ini ditunjukkan manfaat atau pentingnya penelitian bail secara teoritis maupun praktis. Manfaat secara teoritis merujuk kepada teori sebagaiman yang berbunyi dalam variabel. Adapun manfaat secara praktis merujuk kepada institusi, dan atau perorangan yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari hasil penelitian yang dilakukan. G. Landasan Teori dan Telaah penelitian terdahulu 1. Landasan Teori Setiap penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu setiap penelitian selalu menggunakan teori. Deskripsi teori dalam penelitian kuantitatif adalah teori teori yang relevan yang menguraikan variabel yang diteliti serta sebagai dasar untuk member jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan
  5. 5. dan sebagai dasar dalam penyusunan instrument penelitian. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti, kalau variabel yang diteliti ada lima, maka jumlah teori yang diuraikan juga harus ada lima. 4 Dalam penelitian kuantitatif, teori yang digunakan harus sudah jelas, karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai referensi untuk merumuskan instrument penelitian. Oleh karena itu, landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai, karena dalam penelitian kuantitatif tujuan penelitian adalah ingin menguji teori. 2. Telaah penelitian terdahulu Teori yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini telah teruji kebenarannya secara empiris. Untuk itu diperlukan dukungan telaah pustaka hasil penelitian sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. Bahan-bahan telaah pustaka/telaah penelitian terdahulu dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, tesis, desertasi, skripsi, laporan penelitian. H. Kerangka berfikir dan pengajuan hipotesis 1. Kerangka berfikir Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berfikir yang baik, akan menjelaskan secara teoritis pertautan antara variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun assosiatif. Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian perlu dikemukakan terlebih dahulu kerangka berfikir. Berikut adalah contoh kerangka berfikir yang dihasilkan berupa kerangka assosiatif:
  6. 6. ⮚ Jika motivasi belajar tinggi, maka hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA akan semakin tinggi 2. Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif, pengajuan hipotesis dilakukan setelah peneliti membuat kerangka berfikir yang merupakan model konseptual 5 tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya (a) menyatakan pertautan antara duan variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat penyataan (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas (d) dapat diuji secara empiris. Antara rumusan masalah, tujuan masalah dan hipotesis ketiganya sangat berkaitan, sebagaiman pada contoh berikut: ⮚ Ada korelasi yang signifikan antara moitvasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran IPA pada peserta didik kelas V MI Nurul Huda Sukaraja, Buay Madang OKU Timur semester gasal tahun ajaran 2019/2020 ⮚ Tidak ada korelasi yang signifikan antara moitvasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran IPA pada peserta didik kelas V MI Nurul Huda Sukaraja, Buay Madang OKU Timur semester gasal tahun ajaran 2019/2020 I. Metodologi Penelitian 1. Metode dan desain penelitian Pada bagian ini menjelaskan tentang jenis metode penelitian yang akan dipakai beserta bentuk desain yang dipilih. Contoh untuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-postest (pre eksperimental). 2. Tempat penelitian dan waktu penelitian Bagian ini menjelaskan tentang di mana penelitian dilaksanakan dan
  7. 7. kapan penelitian dilaksanakan. 3. Populasi dan sampel Populasi adalah kelompok subyek yang akan dikenai generalisasi hasil penelitian, yang memiliki karakteristik/ciri (tidak terbatas) yang membedakan dengan kelompok lain. Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika 6 penelitian yang dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitianya adalah seluruh populasi, maka lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar jumlah sampel dan cara pengambilanya dapat ditentukan secara tepat. Tujuanya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, artinya dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat 4. Instrument pengumpulan data Terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu kualitas instrument penelitian dan kualitas teknik pengumpulan data. Dalam penelitian kuantutatif kualitas instrument penelitian berkenaan dengan validasi dan reliabilitas instrument dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Berikut contoh format penyusunan instrument penelitian dalam penelitian kuanntitatif: Judul variabel Indicator Subyek Teknik No.angke t STUDI KORELASI MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARA N IPA PESERTA MOTIVASI BELAJAR 1. INSTRINSIK - KESADARAN - KESUNGGUHAN - KOMITMEN 2. EKSTRINSIK - ORIENTASI MASA DEPAN - KEPEDULIAN PESERT A DIDIK KELAS V ANGKET ANGKET 1,2,3,4,5, 6,7,8,9,10 11,12,13, 14,15,16, 17,18,19, 20
  8. 8. DIDIK KELAS V MI NURUL HUDA SUKARAJA TAHUN AJARAN 2019/2020 HASIL BELAJAR PELAJARA N IPA NILAI PESERTA DIDIK KELAS V PADA ULANGAN IPA MI NURUL HUDA SUKARAJA TAHUN AJARAN 2019/2020 DOKUM EN NILAI RAPOT DOKUME N TASI 7 5. Teknik pengumpulan data Yang ditulis pada bagian ini adalah teknik pengumpulan data yang paling tepat, sehingga betul-betul diperoleh data yang valid dan reliabel. Tidak semua teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, angket) dicantumkan, kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan, cukup memilih teknik yang memang benar-benar bisa memperoleh data yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan pada bagian ini adalah karena sifat penelitian kuantitatif bersifat deduktif, maka teknik pengumpulan data harus tersetruktur, baik itu observasi maupun wawancara. 6. Teknik Analisis data Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan harus sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang sudah dirumuskan dalam proposal penelitian. Karena datanya kuantitatif maka teknik analisis data menggunakan statistik. Proses analisis data dalam penelitian kuantitatif adalah mengolah data dalam bentuk statistik. Pada penelitian kuantitatif sebelum melakukan proses analisis perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas instrument penelitian. Uji validitas untuk mengetahui keshahihan alat ukur yang digunakan. Sementara uji reliabilitas dialakukan untuk mengetahui kejegan alat ukur. J. Daftar Pustaka Daftar pustaka digunakan untuk menyebutkan daftar yangn berisi bahan bahan pustaka yang digunakan penulis/peneliti sebagai rujukan.
  9. 9. K. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian disini adalah jadwal perencanaan pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan (sifatnya hanya rencana). Contoh: Jenis Kegiatan Bulan ke 1 2 3 4 Menyusun Proposal ✔ Pengajuan Proposal ✔ Perbaikan proposal ✔ ACC Proposal ✔ Persiapan Penelitian ✔ 8 Pengumpulan data ✔ Analisis Data ✔ Penarikan Kesimpilan ✔ Laporan Penelitian ✔ Seminar Hasil ✔ B. SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF Sitematika penulisan penyususnan proposal dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: A. JUDUL PENELITIAN B. LATAR BELAKANG MASALAH C. FOKUS PENELITIAN D. RUMUSAN MASALAH E. TUJUAN MASALAH F. MANFAAT MASALAH G. KAJIAN TEORI DAN TELAAH PENELITIAN TERDAHULU 1. KAJIAN TEORI 2. TELAAH PENELITIAN TERDAHULU H. METODOLOGI PENELITIAN 1. PENDEKATAN DANJENIS PENELITIAN 2. KEHADIRAN PENELITI
  10. 10. 3. LOKASI PENELITIAN 4. SUMBER DATA 5. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 6. TEKNIK ANALISIS DATA 7. PENGECEKAN KEABSAHAN TEMUAN (DATA) I. DAFTAR PUSTAKA J. JADWAL PENELITIAN Penjelasan dari sistematika di atas adalah: A. JUDUL PENELITIAN Judul ditulis sesuai dengan judul penelitian yang sudah di setujui B. LATAR BELAKANG MASALAH Latar belakang masalah dalam penelitian kualitatif perlu dikemukakan gambaran keadaan situasi social (social situation) yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan atau teori, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data yang diperoleh dari studi pendahuluan atau penjajagan awal, dokumentasi, atau penyataan orang-orang (informan) yang dianggap kredibel. 9 Dalam bagian ini, setelah peneliti menemukan masalah dan sumber masalah serta menjelaskan secara teoritik mengapa dikatakan masalah, peneliti harus menjelaskan logika yang digunakan untuk mencari makna dibalik peristiwa secara induktif dengan melakukan penjajagan awal di lokasi penelitian atau situasi social untuk mengamati beberapa aktivitas orang-orang yang ada pada tempat tertentu yang dijadikan lokasi penelitian. Dari isnilah peneliti akan menemukan beberapa gejala pada situasi social yang mengarahkan penelitian untuk menemukan teori sementara yang relevan untuk menjelaskan beberapa situasi social di lokasi penelitian. C. FOKUS PENELITIAN Dalam pandangan penelitian kualitatif asusmsi tentang gejala social bersifat holistic (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian, tetapi penelitian kualitatif menetapkan penellitiannya pada keseluruhan social situasi (situasi social) yang meliputi tiga aspek yaitu, tempat (place), pelaku (actor), dan aktcontoh ifitas
  11. 11. (activity) yang berinteraksi secara sinergi. Dalam penelitian kuantitatif karena terlalu luasnya masalah, peneliti akan membatasi penelitian salam satu variabel atau lebih. Untuk itu dalam penelitian kuantitiatif, ada yang disebut dengan “batasan masalah”. Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan “Fokus Masalah”. D. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang dan focus masalah, selanjutnya peneliti merumuskan masalah terkait dengan kemungkinan apa yang terjadi pada situasi social. Rumusan masalah pada penelitian kualitatif lebih bersifat explorative atau problematic. Contoh judul: PESANTREN, TASAWUF DAN HEDONISME KULTURAL (Studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Huda II Cabang Tanah Merah) Contoh rumusan masalah: 1. Program-progam kegiatan apa sajakah yang dilaksanakan oleh warga pondok pesantren Nurul Huda II Cabang Tanah Merah dalam rangka mengaktualisasi 10 “jiwa keikhlasan” dalam hidup dan kehidupan di pondok pesantren modern Darussalam gontor? E. TUJUAN MASALAH Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana), tetapi tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Rumusan masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dengan kalimat pernyataan F. MANFAAT MASALAH Pada bagian ini ditunjukkan manfaat atau pentingnya penelitian bail secara teoritis maupun praktis. Manfaat secara teoritis merujuk kepada teori sebagaiman
  12. 12. yang berbunyi dalam variabel. Adapun manfaat secara praktis merujuk kepada institusi, dan atau perorangan yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari hasil penelitian yang dilakukan G. KAJIAN TEORI DAN TELAAH PENELITIAN TERDAHULU 1. KAJIAN TEORI Setiap penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu setiap penelitian selalu menggunakan teori. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti, kalau variabel yang diteliti ada lima, maka jumlah teori yang diuraikan juga harus ada lima. Pada penelitian kualitatif karena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks social. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian kuantitatif itu bersifat menguji hipotesis atau teori, sedangkan dalam penelitian kualitatif menemukan hipotesis atau teori. 2. TELAAH PENELITIAN TERDAHULU Bahan-bahan telaah pustaka/telaah penelitian terdahulu dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, tesis, desertasi, skripsi, laporan penelitian. 11 H. METODOLOGI PENELITIAN 1. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Pada bagian ini peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan apa yang digunakan serta menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan itu digunakan. Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan, apakah etnografi, studi kasus, grounded theory, interaktif, partisipatoris. 2. KEHADIRAN PENELITI Dalam bab ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai actor sekaligus pengumpul data. Instrument selain manusia juga dapat digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung. Oleh karena iitu kehadiran peneliti dilapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti harus dilukiskan secara eksplisit dalam laporan
  13. 13. penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipasi penuh, pengamat partisipan atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh obyek atau informan. 3. LOKASI PENELITIAN Dalam bagian ini, peneliti memberikan alasan akademik bahwa pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topic yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika mengutarakan alasan-alasan seperti karena dekat dengan rumah, karena menjadi tempat PPL, karena peneliti bekerja disitu, atau peneliti sudah mengenal orang-orang di tempat penelitian. 4. SUMBER DATA Dalam bagian ini peneliti secara tegas harus menyatakan bahwa data utama dalam penelitian kualitatif ini adalah “kata-kata” dan tindakan sebagai data utama, selebihnya adalah tambahan seperti data tulisan, foto dan lainnya. Yang dimaksud “kata-kata” dan “tindakan” yaitu kata-kata dan tindakan orang orang yang diamati atau diwawancarai. Data ini dicatat melalui catatan tertulis, pengambilan foto. Sedangkan data tertulis merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara. 12 5. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada bagian ini dijelaskan teknik pengumpulan data menggunakan teknik apa saja. Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif adalah meliputi wawancara mendalam, observasi mendalam, dan dokumentasi. Teknik ini penting digunakan, sebab bagi peneliti kualitatif, fenomena dapat dimengerti maknanya secara baik apabila dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara mendalam dan observasi mendalam pada latar di mana fenomena tersebut berlangsung. 6. TEKNIK ANALISIS DATA Pada bagian ini peneliti menjelaskan teknik apa saja yang digunakan untuk menganalisis data yang sudah diperoleh. Analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil
  14. 14. wawancara dan observasi catatan lapangan dan bahan-bahan yang lain, sehingga dapat mudah difahami dan temuannnya dapat diinformasikan kepada orang lain. 7. PENGECEKAN KEABSAHAN TEMUAN Pada bagian ini memuat tentang usaha-usaha penelitian untuk memperoleh keabsahan temuannya. Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperoleh dari konsep keshahihan (validitas) dan keandalan (reliabilitas), derajat kepercayaan keabsahan data (kredebilitas data). I. DAFTAR PUSTAKA Daftar pustaka digunakan untuk menyebutkan daftar yangn berisi bahan bahan pustaka yang digunakan penulis/peneliti sebagai rujukan J. JADWAL PENELITIAN Jadwal penelitian disini adalah jadwal perencanaan pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan (sifatnya hanya rencana). Contoh: Jenis Kegiatan Bulan ke 1 2 3 4 Menyusun Proposal ✔ Pengajuan Proposal ✔ Perbaikan proposal ✔ ACC Proposal ✔ Persiapan Penelitian ✔ 13 Pengumpulan data ✔ Analisis Data ✔ Penarikan Kesimpilan ✔ Laporan Penelitian ✔ C. SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN LIBRARY
  15. 15. RESEARCH Sitematika penulisan penyususnan proposal dalam penelitian library research adalah sebagai berikut: A. JUDUL PENELITIAN B. LATAR BELAKANG MASALAH C. RUMUSAN MASALAH D. TUJUAN PENELITIAN E. MANFAAT PENELITIAN F. KAJIAN TEORI DAN TELAAH PENELITIAN TERDAHULU G. METODOLOGI PENELITIAN 1. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN 2. SUMBER DATA a. Sumber data primer b. Sumber data sekunder 3. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 4. TEKNIK ANALISIS DATA H. DAFTAR PUSTAKA D. SISTEMATIKA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D) Sitematika penulisan penyususnan proposal dalam penelitian R&D adalah sebagai berikut: A. JUDUL PENELITIAN B. LATAR BELAKANG MASALAH C. IDENTIFIKASI MASALAH D. BATASAN MASALAH E. RUMUSAN MASALAH F. TUJUAN PENELITIAN 14 G. MANFAAT PENELITIAN H. KAJIAN TEORI DAN TELAAH PENELITIAN TERDAHULU 1. KAJIAN TEORI 2. TELAAH PENELITIAN TERDAHULU I. HIPOTESIS
  16. 16. J. METODODLOGI PENELITIAN 1. METODE PENELITIAN 2. MODEL PENGEMBANGAN 3. TEMPAT PENELITIAN 4. SUBYEK PENELITIAN a. SUBYEK AHLI b. SUBYEK COBA 5. SUMBER DATA PENELITIAN 6. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 7. INSTRUMEN PENELITIAN 8. TEKNIK ANALISIS K. RANCANGAN PRODUK L. DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA M.JADWAL PENELITIAN 15 BAGIAN II FORMAT PENULISAN A. TEKNIK PENULISAN Urutan bentuk-bentuk tingkatan dalam penulisan:
  17. 17. BAB I PENDAHULUAN A. Bagian tingkat pertama 1. Bagian tingkat kedua a. Bagian tingkat ketiga 1) Bagian tingkat keempat a) Bagian tingkat kelima (1) Bagian tiangkat keenam (a) Bagian tingkat ketujuah B. KERTAS Kertas yang dipergunakan untuk penulisan skripsi adalah A4 ukuran (21,5 x 29,7 cm) dengan berat 80 gram. C. UKURAN MARGIN Atas : 4 cm Kiri : 4 cm Bawah : 3 cm Kanan : 3 cm D. JENIS DAN UKURAN HURUF (TIPE AND FONT SIZE) Naskah PROPOSAL ditulis dengan huruf standar dan ukurannya sebagai berikut: 1. Times New Roman ukuran 12 untuk teks, dan dicetak tebal (bold) untuk judul dan sub judul PROPOSAL. 2. Traditional Arabic ukuran 16 untuk teks Arab. Judul sampul (cover) PROPOSAL ditulis dengan huruf kapital dan diletakkan di tengah (posisi centring); ukuran huruf menyesuaikan dengan estetika penulisan (font size) 16 untuk huruf latin, dan 20 untuk huruf Arab. 16 E. SPASI 1. Jarak baris 1.5 spasi untuk teks. 2. Jarak baris untuk kutipan langsung lebih dari 5 baris: 1 spasi.
  18. 18. 3. Paragraf baru dimulai pada ketukan ketujuh dari margin kiri. 4. Spasi pada tabel (kolom) 1.0 spasi F. PENULISAN TANDA BACA 1. Kaedah penting yang perlu diperhatikan: Titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda (%), diketik rapat dengan kata sebelumnya. 2. Tanda petik dua (“…”) dan tanda kurung () diketik rapat dengan kata atau frasa yang diapit. 3. Tanda hubung (-), tanda pisah (--), dan garis miring (/) diketik rapat dengan kata yang mendahului dan mengikutinya. 4. Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), lebih besar sama dengan (≥), lebih kecil sama dengan (≤), tambah (+), kali (x), kurang (-), dan bagi (:) plus-minus (±) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dan sesudah kata. G. PENGGUNAAN HURUF TEBAL 1. Judul BAB 2. Judul SUB BAB 3. Bagian Penting H. PENOMORAN Untuk penomoran proposal terletak di tengah bagian bawah kecuali cover. I. PENULISAN KUTIPAN Untuk kutipan menggunakan format APA (American Psychological Association) J. TEKNIK PENULISAN DAFTAR PUSTAKA a. Secara umum, daftar pustaka ditulis dengan pola urut alfabetis dimulai dari huruf A b. Sumber dari bentuk buku yang nama pengarangnya lebih dari 2 suku kata susunannya adalah nama penulis dibalik, nama paling akhir didahulukan koma (,) nama awal dan tengah (kalau ada nama tengahnya) titik (.) tahun penerbitan titik (.) judul buku titik (.) tempat penerbitan buku (kotanya penerbitan) titik dua (:) nama penerbit titik (.) 17 Contoh: Munandar, Utami. 2004. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta:
  19. 19. Rineka Cipta. Sugiono. 2018. Metode Penelitian & Pengembangan. Bandung: Alfabeta Catatan: jika terdapat dua baris atau lebih seperti di atas baris yang kedua dan seterusnya ditulis masuk dengan 4 ketukan dari margin kiri dengan sepasi tunggal, sedangkan antara satu sumber dengan sumber yang lain ditulis dengan spasi ganda. c. Jika seorang penulis mempunyai beberapa tulisan yang dicantumkan dalam daftar pustaka, maka nama penulisnya hanya ditulis pada sumber yang pertama saja. Sedangkan pada sumber kedua dan seterusnya nama diganti dengan tanda --- yang dibuat sebanyak 9 kali dan diikuti dengan titik (.). Contoh: Nasution, Harun. 2016. Akal dan Wahyu. Jakarta: UI Press. -----------. 2015. Filsafat Agama. Bandung: Bulan Bintang. 18 BAGIAN III
  20. 20. SEMINAR PROPOSAL A. SEMINAR PROPOSAL 1. Syarat Seminar Proposal a. Terdaftar sebagai mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STKIP Nurul Huda Sukaraja OKU Timur. b. Telah menyelesaikan sekurang-kurangnya 80% dari seluruh beban sks/150 sks (80% x 150 sks = 120 sks). c. Tidak memiliki nilai E. d. Lulus mata kuliah metodologi penelitian, statistik dan/atau seminar proposal. e. Proposal yang sudah dibuat digandakan rangkap 3 (tiga). f. Bukti pembayaran seminar proposal. g. Struktur penulisan proposal mengacu pada point B di atas. 2. Pelaksanaan Seminar Proposal a. Ketua Program Studi menetapkan dan mengumumkan jadwal seminar proposal. b. Proposal diujikan di hadapan 2 orang penguji secara bersamaan. c. Proposal yang dinyatakan lulus dijadikan dasar penulisan skripsi, setelah mendapat persetujuan dari kedua penguji. Selanjutnya, Kaprodi menetapkan pembimbing. d. Proposal yang dinyatakan tidak lulus, harus diseminarkan ulang. 3. Perbaikan Proposal Seminar proposal biasanya memunculkan berbagai macam persoalan baru yang semula tidak diperhatikan oleh mahasiswa, baik yang berkaitan dengan substansi skripsi maupun teknik penulisanya, sehingga hal-hal baru tersebut dapat dipertimbangkan untuk menyempurnakan proposal skripsi. Sudah barang tentu hal tersebut tidak menjadi keharusan mahasiswa yang bersangkutan untuk menerima semua usulan dan pemikiran yang muncul pada saat seminar proposal. Proposal yang telah diseminarkan diperbaiki sesuai masukan dan rekomendasi dari dewan penguji proposal, selanjutnya dikonsultasikan dengan dengan dewan penguji proposal. Proposal yang sudah mendapatkan persetujuan dari dewan penguji 19 dan disahkan oleh kaprodi kemudian digandakan rangkap 3 (tiga). Rangkap pertama
  21. 21. untuk mahasiswa, rangkap kedua untuk arsip prodi, rangkap ketiga untuk arsip sekolah tinggi. Perbaikan proposal skripsi paling lama dilakukan dalam jangka waktu 15 hari. Proposal yang telah diperbaiki hendaknya dijadikan panduan untuk menyusun skripsi. Apabila karena sesuatu yang mengharuskan merubah judul skripsi, hendaknya dikonsultasikan dulu dengan pembimbing dan harus melalui prodi. 20

×