<ul><li>Pengukuran </li></ul><ul><li>Bab 3 </li></ul><ul><li>Daftar isi : </li></ul><ul><li>A. Pengukuran Besaran dan alat...
A.Pengukuran Besaran dan alat Ukurnya <ul><li>1. Pengukuran Panjang </li></ul><ul><ul><li>Ada tiga macam alat ukur yang se...
<ul><li>Jangka Sorong </li></ul><ul><li>Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 1 mm dapat dilakukan dengan menggunaka...
<ul><li>Mikrometer Sekrup </li></ul><ul><li>Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 0,1 mm dapat dilakukan dengan meng...
<ul><li>2. Pengukuran Massa </li></ul><ul><li>Alat ukur massa sering kita sebut neraca atau timbangan.  </li></ul><ul><li>...
<ul><li>3. Pengkuran Waktu </li></ul><ul><li>Alat ukur waktu merupakan alat ukur yang paling sering kita jumpai, kita paka...
<ul><li>Stopwatch </li></ul><ul><li>Stopwatch adalah alat ukur waktu yang dapat diaktifkan dan dimatikan. Stopwatch diakti...
<ul><li>Jam matahari </li></ul><ul><li>Gerak matahari   dari timur ke barat dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Jika k...
<ul><li>4. Pengukuran Besaran Turunan </li></ul><ul><li>Besaran turunan dapat diukur secara langsung atau secara tidak lan...
<ul><li>Volume </li></ul><ul><li>Volume menyatakan ukuran ruang yang ditempati suatu benda. Cara mengukur volume benda ber...
<ul><li>Mengukur Volume Zat Padat </li></ul><ul><li>Volume benda ( zat ) padat dapat diukur secara langsung. Benda yang be...
Rumus Volume   Bangun Ruang Kubus V  = s  x  s  x  s = s 3 Balok V  = p  x  l  x  t Bola V =  π r 3 Silinder V  =  π r ² t...
B. Alat – alat Laboratorium Alat Fungsi Alat Fungsi Mikroskop Untuk mengamati objek mikroskopis   Gelas arloji Sebagai tem...
<ul><li>Dommo arigatou… </li></ul><ul><li>^_^ </li></ul><ul><li>Email :  [email_address] </li></ul><ul><li>Facebook : Kina...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

P1 Pengukuran Kinanti

12,995 views

Published on

Kelas VII
Periode 2009 - 2010
Sekolah Indonesia Bangkok Thailand

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,995
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
565
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

P1 Pengukuran Kinanti

  1. 1. <ul><li>Pengukuran </li></ul><ul><li>Bab 3 </li></ul><ul><li>Daftar isi : </li></ul><ul><li>A. Pengukuran Besaran dan alat Ukurnya </li></ul><ul><li>Jangka sorong </li></ul><ul><li>Mikrometer sekrup </li></ul><ul><li>Pengukuran Massa </li></ul><ul><li>Pengukuran Waktu </li></ul><ul><li>Stopwatch </li></ul><ul><li>Jam matahari </li></ul><ul><li>Pengukuran Besaran Turunan </li></ul><ul><li>Volume </li></ul><ul><li>Mengukur Volume Zat Padat </li></ul><ul><li>Rumus Volume Bangun Ruang </li></ul><ul><li> B. Alat - alat Laboratorium </li></ul>
  2. 2. A.Pengukuran Besaran dan alat Ukurnya <ul><li>1. Pengukuran Panjang </li></ul><ul><ul><li>Ada tiga macam alat ukur yang sering digunakan dalam pengukuran panjang, yaitu mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. </li></ul></ul><ul><li>Mistar </li></ul><ul><li>Mistar merupakan alat ukur panjang yang sering kita gunakan. Ada dua jenis mistar yang sering kita jumpai di sekolah, yaitu mistar kayu dan mistar plastik. </li></ul><ul><li>Skala terkecil pada mistar kayu adalah 1 cm, sedangkan skala terkecil pada mistar plastik adalah 1 mm. Panjang minimal yang dapat diukur oleh mistar kayu adalah 1 cm. Panjang minimal yang dapat diukur oleh mistar platik adalah 1 mm. Dengan kata lain, ketelitian mistar kayuadalah 1 cm, sedangkan mistar plastik adalah 1 mm. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Jangka Sorong </li></ul><ul><li>Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 1 mm dapat dilakukan dengan menggunakan jangka sorong. Secara umum, jangka sorong mamiliki dua jenis skala. Skala pertama tertera pada rahang utama jangka sorong. Skala ini disebut skala tetap. Skala kedua tertera pada rahang yang bergerak. Skala pada rahang yang bergerak disebut skala nonius atau skala vernier . </li></ul><ul><li>Jangka sorong mempunyai dua fungsi pengukuran, yaitu: </li></ul><ul><li>Mengukur panjang sisi luar suatu benda. </li></ul><ul><li>Mengukur panjang sisi dalam suatu benda. </li></ul><ul><li>Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan skala nonius. </li></ul><ul><li>Cara : </li></ul><ul><li>( 5 x 0,1 mm = 0,5 mm ) </li></ul><ul><li>2,4 cm + 0,5 mm = 2,45 cm </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Mikrometer Sekrup </li></ul><ul><li>Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 0,1 mm dapat dilakukan dengan menggunakan mikrometer sekrup. Secara umum, mikrometer sekrup mempunyai dua jenis skala. Skala pertama tertera pada gagang utama mikrometer yang merupakan skala tetap . </li></ul><ul><li>Skala jenis kedua adalah skala putar yang terletak pada silinder yang dapat diputar. </li></ul><ul><li>Cara : </li></ul><ul><li>( 43 x 0,01 mm = 0,43 mm ) </li></ul><ul><li>( 8 + 0,43 mm = 8,43 ) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>2. Pengukuran Massa </li></ul><ul><li>Alat ukur massa sering kita sebut neraca atau timbangan. </li></ul><ul><li>Neraca Dua Lengan </li></ul><ul><li>Neraca dua lengan atau neraca kimia merupakan jenis neraca yang sederhana. Neraca ini mempunyai dua lengan yang persis sama. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membandingkan massa benda yang akan diukur dengan massa anak timbangan. </li></ul><ul><li>Neraca Langkah </li></ul><ul><li>Neraca langkah atau Neraca Buchart mamiliki cara kerja yang sederhana. Hasil pengukuran tidak terlalu tepat. Neraca ini terdiri dari sebuah wadah untuk meletakkan benda yang akan diukur dan skala berupa lengkungan seperempat lingkaran dalam posisi vertikal. Neraca ini sering digunakan untuk menimbang surat di kantor pos. </li></ul><ul><li>Neraca Ohaus </li></ul><ul><li>Prinsip kerja neraca Ohaus serupa dengan neraca dua lengan. Neraca Ohaus tidak mengalami kesulitan mengenai anak timbangan. Anak timbang neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Neraca Ohaus memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada neraca dua lengan atau neraca langkah. </li></ul><ul><li>Neraca Elektronik </li></ul><ul><li>Neraca elektronik merupakan neraca yang paling canggih dan sangat mudah digunakan. Tingkat ketelitian pengukuran massa dengan neraca elektronik beragam. Neraca ini memerlukan energi listrik untuk mengoperasikannya. Contohnya neraca elektronik bisa kita lihat di pasar swlayan pada tempat penjualan buah, daging, ikan, dan sayuran. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>3. Pengkuran Waktu </li></ul><ul><li>Alat ukur waktu merupakan alat ukur yang paling sering kita jumpai, kita pakai, dan bahkan kita bawa ke mana – mana. Arloji salah satu contohnya. </li></ul><ul><li>Arloji </li></ul><ul><li>Arloji atau jam tangan dapat mengukur waktu dengan ketelitian hingga satu sekon. Beberapa arloji ada yang memiliki ketelitian sampai seperseratus sekon. </li></ul><ul><li>Arloji merupakan alat ukur yang selalu aktif menunjukkan waktu. Ada tiga macam jarum, yaitu; </li></ul><ul><li>Jarum yang paling panjang disebut jarum sekon . Jarum sekon bergerak satu skala setiap sekon. </li></ul><ul><li>Jarum yang berukuran sedang disebut jarum menit . Jarum menit bergerak satu skala setiap satu menit. </li></ul><ul><li>Jarum yang paling pendek disebut jarum jam . Jarum jam bergerak satu skala setiap satu jam. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Stopwatch </li></ul><ul><li>Stopwatch adalah alat ukur waktu yang dapat diaktifkan dan dimatikan. Stopwatch diaktifkan ketika kita memulai pengukuran dan pada akhir pengukuran bisa dihentikan ( dimatikan ). </li></ul><ul><li>Ada dua jenis stopwatch, yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital. Gerakan jarum panjang pada stopwatch jarum menyatakan rentang waktu dalam detik. Sedangkan, jarum pendek menyatakan rentang waktu dalam menit. </li></ul><ul><li>Berbeda dengan stopwatch jarum, stopwatch digital langsung menggunakan angka – angka yang tertera pada badannya untuk menunjukkanlamanya rentang waktu suatu pristiwa. Stopwatch digital memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada stopwatch jarum. Stopwatch jarum memiliki ketelitian 0,1 s , sedangkan stopwatch digital memiliki ketelitian hingga 0,01 s . </li></ul><ul><li>Jam Air </li></ul><ul><li>Jam air adalah jam yang menggunakan aliran air sebagai penunjuk waktu. Prinsip kerjanya dapat digambarkan sebagai waktu. </li></ul><ul><li>Jika kita isi sebuah drum yang sangat besar dengan air dan kita buat sebuah lubang pada dasarnya, air akan keluar dari lubang dengan jumlah yang relatif sama. Air yang keluar ditampung dalam wadah. Tinggi permukaan wadah akan naik dengan jumlah yang sama setiapa sekonnya. </li></ul><ul><li>Dengan menuliskan skala pada wadah , kita dapat menentukan waktu berdasarkan tinggi permukaan air. Perubahan ketinggian air dalam wadah juga dapat digunakan untuk menggerakkan jarum jam air. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Jam matahari </li></ul><ul><li>Gerak matahari dari timur ke barat dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Jika kita tancapkan sebuah tongkat di tempat yang terkena sinar matahari, panjang serta arah bayangan tingkat berubah – ubah sesuai dengan posisi matahari. </li></ul><ul><li>Jam matahari dapat kita buat dengan menggunakan sepotong tripleks dan sepotong kayu ( panjang 30 cm ). Tripleks dibentuk lingkaran. Di pusat lingkaran tersebut ditancapkan potongan kayu. Selanjutnya, jam matahari diletakkan di tempat yang dapat menerima sinar matahari sepanjang hari. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>4. Pengukuran Besaran Turunan </li></ul><ul><li>Besaran turunan dapat diukur secara langsung atau secara tidak langsung. Pada pengukuran secara langsung, nilai yang diperoleh merupakan nilai besaran yang dicari. </li></ul><ul><li>Luas </li></ul><ul><li>Luas menyatakan ukuran bidang yang ditempati suatu benda. Luas suatu yang memiliki bentuk tertentu, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran dapat diketahiu dengan mudah. Telah ada rumus yang menghubungkan luas dengan panjang bagian – bagian benda tersebut. </li></ul>Pesegi L = s × s = s ² Persegi Panjang L = p × l Segitiga L = ½ ( a × t ) Lingkaran L = π × r × r = V = π r 2
  10. 10. <ul><li>Volume </li></ul><ul><li>Volume menyatakan ukuran ruang yang ditempati suatu benda. Cara mengukur volume benda bergantung pada jenis benda; padat, cair, atau gas. </li></ul><ul><li>Mengukur Volume Zat Cair </li></ul><ul><li>Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur. Caranya adalah dengan memasukkan zat cair ke dalam gelas ukur yang kosong, kemudian baca posisi permukaan zat cair. Cara ini termasuk pengukuran secara langsung. Pembacaan volume yang tepat adalah dengan membaca skala pada posisi dasar cekungan zat cair. </li></ul><ul><li>Mengukur Volume Gas </li></ul><ul><li>Volume gas dapat diukur berdasarkan perpindahan zat cair dalam gelas ukur. Cara mengukur volume gas dapat dilakukan dengan langkah – langkah berikut. </li></ul><ul><li>- Isi gelas kimia dengan air ( tidak sampai penuh ). </li></ul><ul><li>- Isi gelas ukur dengan air hingga penuh. </li></ul><ul><li>- Celupkan gelas ukur secara terbalik ke dalam gelas kimia. </li></ul><ul><li>- Masukkan ujung selang yang ukurannya agak kecil ke dalam mulut gelas ukur. </li></ul><ul><li>- Alirkan udara lewat ujung selang yang berada di luar. Air yang berada dalam gelas ukur akan terdesak ke bawah. Volume ruang yang kelihatan kosong dalam gelas ukur merupakan volume udara yang dialirkan. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Mengukur Volume Zat Padat </li></ul><ul><li>Volume benda ( zat ) padat dapat diukur secara langsung. Benda yang bentuknya tidak teratur tidak mamiliki rumus khusus untuk menghitung volumenya. Volume benda dapat diukur secara langsung menggunakan gelas ukur. Langkah – langkah mengukur volume benda dengan menggunakan gelas ukur adalah sebagai berikut. </li></ul><ul><li>- Isi gelas ukur dengan air dan baca volumenya. Misalnya volume yang terbaca adalah v 1 = 30 cm 3 </li></ul><ul><li>- Masukkan benda yang di ukur kedalam gelas ukur. Usahakan agar seluruh bagian benda tercelup. Volume air akan naik. Kemudian, baca volume air sekarang. Misalkan, volumenya sekarang adalah v 2 = 40 cm 3 </li></ul><ul><li>- Hitunglah volume benda dengan menggunakan rumus Volume benda, v = v 2 – v 1 = 40 – 30 = 10 cm 3 </li></ul><ul><li>Mengukur volume benda dapat pula dilakukan dengan menggunakan gelas berpancuran. </li></ul><ul><li>Caranya adalah sebagai berikut. </li></ul><ul><li>- Isi gelas berpancuran denganair sampai ada sedikit air yang keluar dari mulut pancuran. </li></ul><ul><li>- Tempatkan gelas ukur kosong tepat di bawah mulut pancuran. </li></ul><ul><li>- Masukkan benda yang diukur ke dalam gela berpancuran. Usahakan agar seluruh bagian tercelup. Air akan tumpah dari mulut pancuran dan ditampung oleh gelas ukur. </li></ul><ul><li>- Volume benda sama dengan volume air yang tertampung dalam gelas ukur. </li></ul>
  12. 12. Rumus Volume Bangun Ruang Kubus V = s x s x s = s 3 Balok V = p x l x t Bola V = π r 3 Silinder V = π r ² t kerucut V = ⅓ π r ² t
  13. 13. B. Alat – alat Laboratorium Alat Fungsi Alat Fungsi Mikroskop Untuk mengamati objek mikroskopis Gelas arloji Sebagai tempat bahan kimia padat Erlenmeyer Untuk manmpung bahan kimia Cawan uap Untuk menguapkan suatu larutan diatas api Labu ukur Untuk menampung dan mencampur bahan kimia dan menampung gas Termometer Untuk mengukur suhu Tabung reaksi Untuk menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang sedikit Neraca Untuk menimbang bahan kimia Gelas beker Untuk menampung bahan kimia atau larutan Pinset Untuk mengambil suatu objek Gelas ukur Untuk mengukur volume larutan Pipet tetes Untuk mengambil suatu larutan Pipet ukur Untuk mengukur volume lautan sampai ketepatan 0,1 cm 3. Corong Untuk memasukkan zat cair ke tempat lain Lampu spiritus Untuk membakar atau memanaskan Penjepit logam Untuk menjepit bahan padat yang dibakar Kaki tiga dan kasa kawat Untuk mendukung gelas baker atau erlenmeyer Penjepit kayu Untuk menjepit tabung reaksi selama pemanasan
  14. 14. <ul><li>Dommo arigatou… </li></ul><ul><li>^_^ </li></ul><ul><li>Email : [email_address] </li></ul><ul><li>Facebook : Kinanti Fitri Febriani </li></ul><ul><li>Twitter : D3t3ctiv3 </li></ul><ul><li>Meebo : daichi1402 </li></ul><ul><li>Wordpress : Kinanti1402.wordpress.com </li></ul>

×