Sekolah murobbi

9,448 views

Published on

0 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,448
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
550
Comments
0
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sekolah murobbi

  1. 1. Menggairahkan Perjalanan Halaqah Apakah halaqah Anda saat ini terasa kaku, monoton, atau membosankan?Apakah sebagian peserta halaqah Anda kadang tidak datang tanpa udzur yang jelas?Apakah halaqah Anda tidak juga meningkatkan kualitas ruhiyah dan tsaqafah Islam?Dan halaqah Anda tidak dapat melahirkan halaqah baru? Jika hal pertama dan keduayang terjadi, itu berarti halaqah Anda tidak dinamis. Namun jika yang terjadi persisdengan pertanyaan ketiga dan keempat, berarti halaqah Anda tidak produktif. Halaqah (kadang disebut usrah, kadang disebut liqa tarbawi, mentoring danlain-lain), yang saat ini marak di mana-mana -baik di kampus, sekolah, kantor, maupunperumahan- merupakan hal yang patut kita syukuri. Karena itu mengindikasikan ghirahkeislaman umat yang semakin menguat, serta jumlah masyarakat yang memilikikesadaran berislam semakin meningkat.Namun jika dalam perjalanan halaqah terjadi hal-hal seperti pertanyaan awal padatulisan ini, itu merupakan problem yang tidak saja mengganggu perjalanan halaqahtetapi juga bisa mengancam keberlangsungannya. Karenanya perlu ada solusi yangtepat agar halaqah sukses (muntijah). Halaqah muntijah baru terpenuhi jika halaqah itudinamis sekaligus produktif. Satria Hadi Lubis melalui buku MenggairahkanPerjalanan Halaqah ini berupaya memberikan solusi itu.Urgensi HalaqahBuku Menggairahkan Perjalanan Halaqah ini diawali terlebih dulu denganmenjelaskan urgensi halaqah. Jika definisi halaqah adalah kelompok kecil muslim(3-12 orang) yang secara rutin mengkaji ajaran Islam dengan kurikulum (manhaj)tertentu, maka urgensi halaqah terdiri dari 5 hal berikut:1. Melaksanakan perintah Allah SWT untuk belajar seumur hidup (tarbiyah madal
  2. 2. hayah)2. Mengikuti sunnah Rasul dalam membina para sahabat dengan sistem halaqah3. Sarana efektif untuk mengembangkan kepribadian islami (syakhsiyah islamiyah)4. Melatih amal jamai demi mempertahankan eksistensi jamaah Islam5. Jalan yang handal untuk membentuk umat (takwinul ummah) yang islamiHalaqah MuntijahSeperti dikemukakan di atas, halaqah muntijah adalah halaqah yang memiliki 2kriteria; tercapainya dinamisasi sehingga halaqah berjalan dengan menggairahkan(tidak menjemukan) dan tercapainya produktifitas sehingga tujuan halaqah terwujuddengan baik.Dari sini halaqah bisa diklasifikasikan menjadi 5 kelompok; (1) halaqah muntijah, yaknihalaqah yang faktor dinamisasinya tinggi sekaligus produktifitasnya juga tinggi, (2)halaqah tipe paguyuban, yakni halaqah yang faktor dinamisasinya tinggi namunproduktifitasnya rendah; (3) halaqah tipe sedang, yakni jika halaqah tersebut memilikifaktor dinamisasi dan produktifitas sedang, (4) halaqah tipe jenuh, yakni halaqah yangproduktifitasnya tinggi namun faktor dinamisasinya rendah, dan (5) halaqah tiperendah, yakni halaqah yang faktor dinamisasinya rendah sekaligus faktorproduktifitasnya rendah pula.Kadang-kadang dua faktor penentu ini tidak diperhatikan. Padahal kesuksesanhalaqah ditentukan dari sana; dinamis sebagai prosesnya dan produktif sebagaitujuannya. Dalam dunia manajemen hal ini disebut sebagai management by processdan management by objective. Istilah terkahir ini dalam bahasa dakwah lebih dikenaldengan sebutan at-tarbiyah bil ahdaf.Tidak terperhatikannya kedua faktor itu sehingga berujung halaqah tidak muntijahseringkali disebabkan oleh murabbi karena:1. Terjebak rutinitas, bahwa halaqah adalah kegiatan rutin pekanan saja2. Sibuk dengan aktifitas dakwah ammah yang lebih "gegap gempita"
  3. 3. 3. Kesibukan urusan duniawi4. Terpesona dengan jumlah (kuantitas)5. Merasa bahwa halaqahnya tidak ada masalah6. Kurangnya motivasi dan pengingatan dari jamaah atau ikhwah di sekelilingnya7. terlena dengan nostalgia masa laluHalaqah DinamisHalaqah dinamis adalah halaqah yang selalu berproses dan bergerak secaraberubah-ubah (tidak monoton) sehingga menimbulkan kegairahan dan menghilangkankejenuhan. Karena halaqah dilakukan sepanjang hayat, maka dinamisasi ini sangatperlu sekaligus menjadi sesuatu hal yang cukup sulit dilakukan.Jika halaqah dinamis maka manfaat yang bisa didapatkan adalah: (1) kepuasanberaktifitas (job satisfaction), seluruh peserta halaqah menikmati halaqah itu, (2)kehadiran yang rutin, (3) semangat yang tinggi, (4) tanggung jawab besar, (5)mempercepat pencapaian tujuan, (6) meningkatkan kreatifitas, (7) menghindarikemaksiatan karena kegairahan halaqah membawa kegairahan beribadah, (8)memperkecil munculnya konflik/masalah, dan (9) merasakan manisnya ukhuwah.Kejenuhan dalam halaqah sebagai lawan dari halaqah dinamis bisa disebabkan olehdua faktor: intern dan ekstern. Faktor intern adalah kurangnya keikhlasan, maksiat,dan kurangnya pemahaman. Sedangkan faktor ekstern bisa disebabkan karenasuasana yang monoton, ketiadaan keteladanan, kurangnya upaya saling memotivasi,dan konflik berkepanjangan.Sedangkan ciri halaqah dinamis adalah halaqah yang suasananya inovatif, adakomentar-komentar "kerinduan", ingin berlama-lama dalam halaqah, kehadiran danyang rutin.Halaqah ProduktifHalaqah produktif adalah halaqah yang mampu mencapai tujuan-tujuan yang telah
  4. 4. direncanakan. Semakin banyak tujuan yang tercapai, semakin produktif sebuahhalaqah. Produktifitas di sini bisa dilihat dari dua sisi: kuantitas dan kualitas. Tujuan(sasaran) halaqah dalam konteks produktifitas ini setidaknya ada tiga: tercapainyamuwashafat/kenaikan jenjang, tercapainya pembentukan murabbi baru, dantercapainya pengembangan potensi.Jika halaqah produktif maka manfaat yang bisa didapatkan adalah: (1) munculnyaperasaan "berhasil" yang menumbuhkan kepercayaan diri dalam membina bagimurabbi, (2) peserta/mutarabbi menjadi kader-kader Islami yang tangguh, (3)akselerasi peningkatan kualitas jamaah dan umat.Tidak tercapainya halaqah produktif juga disebabkan dua faktor: internal daneksternal. Faktor internal meliputi murabbi yang tidak memahami tujuan halaqah,terlena dengan proses, kurangnya semangat bersaing, dan salah dalam memahamitakdir. Sedangkan faktor eksternal meliputi kurangnya motivasi baik murabbi maupunmutarabbi, dan kurangnya penjelasan tentang tujuan halaqah.Rumus Meningkatkan Dinamisasi HalaqahSatria Hadi Lubis dalam buku Menggairahkan Perjalanan Halqah ini telahmemformulasikan rumus dinamisasi halaqah sehingga lebih mudah dipahami dan"dikuantitatifkan".D = n(Pb) (I + K + T)D = Dinamisasin (Pb) = Jumlah variasi perubahanI = KeikhlasanK = KeteladananT = Semangat mencapai tujuanSedangkan kejenuhuan halaqah dirumuskan sebagai berikut :
  5. 5. J = n (Pt) / n (Pb) – (I + K + T)J = Kejenuhann (Pt) = Jumlah pertemuann (Pb) = Jumlah variasi perubahanI = KeikhlasanK = KeteladananT = Semangat mencapai tujuanVariasi perubahan bisa terjadi dalam sistem belajar, metode penyampaian, mediabelajar, materi, agenda acara, waktu pertemuan, tempat pertemuan, dan komposisipeserta halaqah.Rumus Meningkatkan Produktifitas HalaqahRumus peningkatan produktifitas halaqah dalam buku Menggairahkan PerjalananHalaqah tidak dibuat sama seperti dinamisasi halaqah. Satria Hadi Lubis membuatnyadalam bentuk piramida sebagai berikut:Pada dasar piramida, ada tujuan yang porsinya paling besar. Tiga tujuan halaqah(tercapainya muwashafat/kenaikan jenjang, tercapainya pembentukan murabbi baru,dan tercapainya pengembangan potensi) menjadi dasar dari pencapaian halaqah.
  6. 6. Tujuan ini berfungsi untuk melakukan langkah berikutnya, yaitu membuat"kemenangan-kemenangan kecil" dan melakukan evaluasi. Kemenangan kecil adalahtujuan/sasaran antara yang perlu dicapai secara bertahap untuk mencapai tujuanhalaqah yang sebenarnya. Sedangkan evaluasi adalah membandingkan antara tujuanyang ditetapkan dengan realita yang ada. Jika tercapai berarti halaqah berhasil, jikabelum harus ada analisa sebab kegagalan dan solusinya.Banyak Tips yang Harus Dibaca dalam Buku iniYa. Banyak sekali tips dan kiat-kiat yang dikemukakan Satria Hadi Lubis dalam bukuMenggairahkan Perjalanan Halaqah ini. Mulai dari kiat meningkatkan variasiperubahan yang dilakukan dalam halaqah, kiat meningkatkan nilai keikhlasan,keteladanan, semangat mencapai tujuan, dan lain-lain. Dalam buku ini juga ada teshalaqah muntijah untuk mendeteksi halaqah Anda melalui pengisian kuisioner, tabelcontoh penerapan tiga langkah produktifitas halaqah dan lampiran contoh aktifitasuntuk mendinamiskan halaqah.Motivasi menjadi murobbiAga Sekamdo pernah mengkomparasikan pertumbuhan kader Ikhwanul Muslimin diMesir dan Partai Keadilan di Indonesia. Keduanya memiliki sistem kaderisasi yangserupa; halaqah. Pada tahun 1954 (sekitar dua dasawarsa efektif kaderisasi) anggotaIkhwan telah mencapai 3 juta kader. Sedangkan pertumbuhan PK (kini PKS) jauh dibawah itu. Lalu, ia menyimpulkan: ada masalah dengan kaderisasi harakah diIndonesia ini.Salah satu permasalahan serius kaderisasi dengan sistem halaqah adalah murabbi.Jika sebuah harakah hendak mencapai pertumbuhan kader yang tinggi dengan sistemini, ia harus menyediakan murabbi dalam jumlah yang signifikan. Rekrutmen yangmasif tidak akan berarti banyak jika setelahnya tidak di-follow up-i dengan halaqahkarena kurangnya Murabbi. Tapi inilah permasalah yang menggejala hingga kini.
  7. 7. Usia tarbiyah yang lama bukan jaminan bahwa seorang kader siap menjadi murabbi.Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak kader lama yang tidak kunjungsiap menjadi murabbi. Ada pula yang terpaksa dalam ketidaksiapan. Jika kemudian iabelajar tentu akan menjadi lain ceritanya. Namun keterpaksaan itu sering berujungpada "pembubaran halaqah".Buku Menjadi Murabbi Itu Mudah yang ditulis oleh Muhammad Rosyidi berusahamenyajikan solusi untuk menjawab permasalahan di atas. Judulnya yang menarik,mengajak kita optimis bahwa menjadi murabbi itu tidak sesulit yang dibayangkan.Dengan persepsi awal yang mencerahkan ini, diharapkan kader dakwah siapdiamanahi menjadi murabbi, siap memulai halaqah, dan sambil berjalan diharapkanterus meningkatkan kafaah-nya sebagai murabbi agar halaqahnya berjalan efektif.Mengapa Tidak Menjadi Murabbi?Ada enam alasan mengapa kader dakwah ragu untuk menjadi murabbi yang direkamdalam buku Menjadi Murabbi Itu Mudah. Alasan-alasan itu adalah merasa belumsiap, merasa belum pantas, merasa tidak cocok, belum mendapatkan kelompokbinaan, sibuk, atau trauma pengalaman.Alasan yang pertama bisa dijawab dengan langsung menjadi murabbi, tanpamembayangkan hal yang belum terjadi. Action! Untuk ketidaksiapan teknis ketikamengisi halaqah, Muhammad Rosyidi memberikan tips: cermati murabbi mengisihalaqah dari awal sampai akhir, jiplak saja. Selebihnya konsultasikan ke murabbi.Alasan kedua, merasa tidak pantas, harus segera diatasi. Pertama, pahamkan diribahwa seorang yang berdakwah tidak harus menunggu sempurna. Sambil terusmemperbaiki diri. Para sahabat Nabi langsung mendakwahkan apa yang merekaterima dari Rasulullah, tanpa menunggu semua surat Al-Quran turun lengkap. Kedua,buat target kapan pantas jadi murabbi. Kekurangan yang telah disadari harus dibenahidalam tenggang waktu tertentu. Jika tak ada waktu yang bisa dijadikan batasan
  8. 8. sampai pantas, barangkali alasan yang sebenarnya adalah ketidakmauan atas namaketidakpantasan.Merasa tidak cocok biasanya menimpa kader yang nervous bicara di depan orangbanyak, atau kurang menguasai materi. Banyak juga keraguan ini menimpa merekayang pernah gagal menjadi murabbi. Saran dalam buku Menjadi Murabbi itu Mudahadalah dengan memberanikan diri menjadi murabbi. Jangan pernah merasa tidakcocok kalau hanya pernah gagal satu atau dua kali. Sambil terus meng-up grade dirisebagai langkas antisipasi.Alasan keempat bisa dijawab secara personal, kelompok tarbawi, atau struktur. Secarapersonal berarti meningkatkan kemampuan rekrutmen, berupaya melakukan dakwahfardiyah. Secara kelompok, ini bisa disikapi dengan menggelar rekrutmen yangdifasilitasi murabbi. Tentu adanya peran struktur menjadi solusi yang lebih baik.Misalnya dengan adanya bursa murabbi dan mutarabbi di samping secara berkalamenggelar acara-acara rekrutmen.Untuk alasan sibuk, justru murabbi adalah tugas yang biasa dijalankan dengan baikoleh mereka yang terbiasa sibuk. Kesulitan waktu bisa diatasi denganmengkomunikasikan kepada struktur sehingga murabbi yang bisa di satu waktudipertemukan dengan mutarabbi yang bisanya juga di waktu itu.Sedangkan trauma pengalaman biasanya dialami oleh mereka yang pernah"ditinggalkan" mutarabbi. Bisa jadi karena sikapnya yang berbeda dalam masalahkhilafiyah. Seharusnya kegagalan tidak menjadikan kader trauma untuk memeganghalaqah lagi. Justru dengan banyaknya pengalaman ia akan menjadi expert. Makasolusinya adalah, lakukan. Do it!Karena Menjadi Murabbi itu Luar BiasaMotivasi itu penting. Dan motivasi berangkat dari pemahaman yang benar. Menjadimurabbi itu luar biasa. Banyak keutamannya. Kesiapan kader untuk menjadi murabbi
  9. 9. akan semakin kokoh jika ia memiliki motivasi tinggi di samping keberhasilannyamenepis keraguan-keraguan di atas.Pada bab 3 dan 5 Menjadi Murabbi Itu Mudah, Muhammad Rosyidi menguraikanbahan motivasi itu. Bahwa kita perlu memahami status murabbi dan untungnyamenjadi murabbi. Keduanya bahkan diletakkan sebelum alasan tidak menjadi murabbiSetidaknya, ada hal yang dijelaskan dalam buku Menjadi Murabbi Itu Mudah terkaitstatus Murabbi. Pertama, murabbi itu menyambung mata rantai dakwah. Tanpamurabbi dakwah akan terputus. Dan jangan sampai kita termasuk pemutus mata rantaiitu. Kedua, menjadi murabbi berarti berkontribusi bagi dakwah. Kontribusi yang teramatbesar nilainya bagi seorang kader dakwah. Kontribusi spesial. Apapun amanah kaderdi dalam struktur atau wajihah, menjadi murabbi adalah amanah utama yang tidakboleh dikesampingkan. Ketiga, tidak adaoutsorcing dalam menjadi murabbi. Jadiseorang ikhwah tidak boleh berpikir; saya merekrut saja, biar orang lain yangmembina. Saya di struktur saja, atau mengisi taklim saja, biar saya wakilkan halaqahkepada ikhwah lainnya.Sedangkan untungnya menjadi murabbi diuraikan dalam bab 5 sebagai berikut:memperoleh pahala sebagai dai, mendapatkan multi level pahala, menjadi lebihmemahami tarbiyah, termotivasi untuk terus meningkatkan amal, menjadi saranapendewasaan diri, dan aplikasi taawun.Segera Menjadi Murabbi, Siapkan Mental, Pilih Gaya Sendiri!Cara terbaik menjadi murabbi adalah memulainya. Maka motivasi yang telah adaharus segera menemukan krannya. Action. Bisa jadi halaqah itu murni baru, bisa jadiia lanjutan dari taklim rutin yang di-khas-kan, atau yang lainnya. Sambil jalan murabbibaru perlu mensetting mentalnya. Bahwa murabbi itu pantang menyerah, bersikaptenang, dan bijak menyikapi realitas binaan. Tidak menyerah meski hujan datang,tetap datang. Tidak menyerah meski lelah. Tetap tenang meskipun barangkali adatetangga yang bertanya ada cara apa. Tetap tenang meskipun ada peserta yang diawal halaqah bertanya yang menyulitkan. Bijak menyikapi realitas binaan yang
  10. 10. berbeda latar belakang maupun sangat tidak ideal dalam Islam. Murabbi perlu bijak,karena mereka masih baru.Dalam menyampaikan materi, kita bisa memilih gaya kita sendiri. Bisa gaya tekstualdengan cara membacakan materi halaqah. Bisa gaya multimedia dengan membawalaptop dan menyajikan materi dalam bentuk powerpoint. Bisa gaya mengkaji kitab,dengan membaca kitab lalu menguraikan sendiri penjelasannya. Atau gaya paparandengan cukup menuliskan rasmul bayan lalu menjelaskannya.PERAN MUROBBI“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semestaalam” (QS. 21 : 107).Misi keberadaan kita di dunia ini tiada lain kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam.Rahmat dalam pengertian menebarkan kasih sayang dan memberikan manfaat yangsebesar-besarnya bagi masyarakat. Misi tersebut tak bisa tidak mengharuskan kitahidup dalam jalan dakwah. Mengapa? Sebab hanya dakwah yang membuat seorangmuslim konsisten mengajak orang lain ke arah kebaikan dan kasih sayang. Sedangjalan selain dakwah adalah jalan yang penuh ketidakpastian dan keraguan untukmerealisasikan misi keberadaan manusia muslim tersebut. Jalan yang seringkalimenggelincirkan seseorang kepada sikap egois dan hanya mementingkan diri sendiri.Itulah sebabnya Allah mewajibkan setiap muslim berdakwah, agar mantapmerealisasikan misi keberadaannya di muka bumi. Kewajiban tersebut bahkan sudahkita sandang sejak akil baligh. “Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia)mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar danbersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itutermasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. 31 : 18).
  11. 11. Dakwah adalah jalan orang-orang yang mulia sepanjang masa. Saking mulianya jalantersebut, Allah SWT sampai menyebutnya sebagai jalan “yang terbaik”. “Siapakahyang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,mengerjakan amal shaleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orangyang berserah diri?” (QS. 41 : 33).Karena itu, amat ironis jika ada seorang muslim yang secara sadar meninggalkan jalandakwah.Untuk berdakwah, kita perlu memahami tahapan dakwah. Secara umum, ada duatahapan dakwah, yakni dakwah umum (‘ammah) dan dakwah khusus (khossoh).Dakwah ‘ammah adalah dakwah yang ditujukan kepada masyarakat umum tanpaadanya hubungan yang intensif antara da’i (orang yang berdakwah) dengan mad’u(orang yang didakwahi). Sebagian besar fenomena dakwah yang ada di masjid-masjiddan media massa adalah dakwah ‘ammah. Follow up (kelanjutan) dari dakwah ‘ammahadalah dakwah khossoh. Yakni dakwah kepada orang-orang terbatas yang inginbersungguhsungguh mengamalkan Islam. Hubungan antara da’i dan mad’uberlangsung intensif pada dakwah khossoh. Umumnya, mad’u pada dakwah tahapankhusus ini dikumpulkan dalamkelompok-kelompok kecil berjumlah 3-12 orang yang disebut dengan halaqah(lingkaran). Di beberapa kalangan halaqah juga disebut dengan pengajian kelompok,mentoring, ta’lim, usroh, liqo’, dan lain-lain. Di dalam halaqah inilah murobbi (pembina)berada.Pengertian murobbiMurobbi adalah seorang da’i yang membina mad’u dalam halaqah. Ia bertindaksebagai qiyadah (pemimpin), ustadz (guru), walid (orang tua), dan shohabah (sahabat)bagi mad’unya. Peran yang multifungi itu menyebabkan seorang murobbi perlumemiliki berbagai keterampilan, antara lain keterampilan memimpin, mengajar,
  12. 12. membimbing, dan bergaul. Biasanya, keterampilan tersebut akan berkembang sesuaidengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman seseorang sebagai murobbi.Peran murobbi berbeda dengan peran ustadz, muballigh atau penceramah padatataran dakwah ‘ammah. Jika peran muballigh titik tekannya pada penyampaianmaterimateri Islam secara menarik dan menyentuh hati, maka murobbi memiliki peranyang lebih kompleks daripada muballigh. Murobbi perlu melakukan hubungan yangintensif dengan mad’unya. Ia perlu mengenal “luar dalam” mad’unya melalui hubunganyang dekat dan akrab. Ia juga memiliki tanggung jawab untuk membantupermasalahan mad’unya sekaligus bertindak sebagai pembina mental, spritual, dan(bahkan) jasmani mad’unya. Peran ini relatif tidak ada pada diri seorang muballigh.Karena itulah, mencetak murobbi sukses lebih sulit daripada mencetak muballighsukses.Dalam skala makro, keberadaan murobbi sangat penting bagi keberlangsunganperjuangan Islam. Dari tangan murobbilah lahir kader-kader dakwah yang tangguh danhandal memperjuangkan Islam. Jika dari tangan muballigh lahir orang-orang yang“melek’ terhadap pentingnya Islam dalam kehidupan, maka murobbi melajutkan kondisi“melek” tersebut menjadi kondisi terlibat dan terikat dalam perjuangan Islam. Urgensimurobbi dalam perjuangan Islam bukan hanya retorika belaka, tapi sudah dibuktikandalam sejarah panjang umat Islam. Dimulai oleh Nabi Muhammad saw sendiri ketikabeliau menjadi murobbi bagi para sahabatnya.Kemudian dilanjutkan dengan para ulama salaf (terdahulu) dan khalaf (terbelakang),sampai akhirnya dipraktekkan oleh berbagai harakah (gerakan) Islam di seluruhbelahan dunia hingga saat ini. Tongkat esatafeta perjuangan Islam tersebut dilakukanoleh para murobbi yang sukses membina kaderkader dakwah yang tangguh.Pada intinya, umat Islam tak mungkin mencapai cita-citanya jika dari tubuh umat Islamitu sendiri belum lahir sebanyak-banyaknya murobbi handal yang ikhlas mengajakumat untuk memperjuangkan Islam.
  13. 13. Keutamaan murobbi Mengingat begitu pentingnya peran murobbi dalamkeberlangsungan eksistensi umat dan dakwah, sudah seharusnya kita memilikikeseriusan untuk mencetak murobbi-murobbi sukses. Namun ternyata mencetakmurobbi sukses bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai kendala yang menghadang.Kendala tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga bagian.1. Kendala kemauanYakni kendala berupa belum munculnya kesadaran dan motivasi yang tinggi darisebagian kita untuk menjadi murobbi. Mungkin disebabkan belum tahu pentingnyamurobbi, belum percaya diri untuk menjadi murobbi, atau karena tidak menganggapprestisius peran murobbi dalam masyarakat.2. Kendala kemampuanYakni kendala berupa minimnya pengetahuan dan pengalaman menjadi murobbi.Memang, menjadi murobbi membutuhkan berbagai kemampuan yang perlu terusditingkatkan. Beberapa kemampuan yang perlu dimiliki, misalnya pengetahuan agama,dakwah, pendidikan, organisasi, manajemen, psikologi, dan lain-lain. Kemampuan inimasih terbatas dimiliki oleh kebanyakan umat.3. Kendala kesempatanYakni kendala ketiadaan waktu dan kesempatan untuk menjadi murobbi. Kehidupandunia yang penuh godaan materi ini membuat orang terlena untuk mengejarnya,sehingga tak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang strategis. Termasuk didalamnya tak punya waktu untuk serius menjadi murobbi. Padahal keberlangsunganeksistensi umat sangat tergantung pada keberadaan murobbi-murobbi handal.Mestinya, berbagai kendala tersebut dapat diatasi dengan kekuatan iman dan taqwakepada Allah swt. Tanpa kekuatan iman dan taqwa, obsesi menjadi murobbi suksesmenjadi musykil dilakukan.Selain dengan iman dan taqwa, untuk mengatasi berbagai kendala itu kita juga perlumenyadari beberapa keutamaan menjadi murobbi, diantaranya :
  14. 14. 1. Melaksanakan kewajiban syar’i.Menuntut ilmu wajib hukumnya dalam Islam. Apalagi jika yang dituntut itu ilmu Islam.Cara yang paling efektif menuntut ilmu Islam adalah dengan halaqah, seperti yangdicontohkan Nabi Muhammad saw. Menurut kaidah fiqih, jika pelaksanaan kewajibanmembutuhkan sarana, maka sarana itu menjadi wajibuntuk diadakan. Logikanya, jika menuntut ilmu Islam itu wajib dan cara yang palingefektif menuntut ilmu Islam adalah halaqah, maka halaqah menjadi wajib untukdiadakan.Halaqah tidak akan berjalan efektif tanpa adanya dua pihak, pembina (murobbi) danpeserta (mad’u). Karena itu, menjadi murobbi dan mad’u menjadi wajib juga.Allah berfirman : “..Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani, karena kamu selalumengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS. 3 :79).Pada ayat tersebut, Allah menyuruh setiap muslim menjadi murobbi (mengajarkan AlKitab) dan menjadi mad’u (mempelajari Al Kitab). Tidak boleh hanya mau menjadimad’u saja, tapi tidak mau menjadi murobbi. Jadi kesimpulannya, setiap muslim wajibmengupayakan dirinya untuk menjadi murobbi.2. Menjalankan sunnah rasul.Rasulullah saw telah membina sahabat-sahabatnya dalam majelis zikir atau halaqah.Rasulullah membina halaqah selama hidupnya, baik ketika di Mekah (contohnya diDarul Arqom) maupun di Madinah (contohnya majelis ta’lim di Masjid Nabawi). Jadi,menjadi murobbi berarti melaksanakan sunnah rasul(kebiasaan Rasulullah saw). “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmatKami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yangmembacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkankepadamu Al Kitab dan hikmah (Sunnah Rasul), serta mengajarkankepada kamu apa yang belum kamu ketahui” (QS. 2 : 151).3. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda.Barangsiapa yang mengajarkan Islam kepada orang lain maka ia akan mendapatkan
  15. 15. pahala. Semakin efektif sarana pengajarannya, semakin berlipat ganda pahala yangakan didapatkan. Halaqah adalah sarana yang paling efektif untuk mengajar Islam.Karena itu, menjadi murobbi akan mendapatkan pahalayang berlipat ganda.4. Mencetak pribadi-pribadi unggulNabi Muhammad saw adalah murobbi yang telah berhasil mencetak generasi terbaiksepanjang masa. Oleh sebab itu, menjadi murobbi berarti turut membina pribadi-pribadi unggul harapan umat dan bangsa. Sangat aneh jika seorang muslim tidak maumenjadi murobbi padahal ia sebenarnya sedang melakukantugas yang besar dan penting bagi masa depan umat dan bangsa.5. Belajar berbagai keterampilanDengan membina, seorang murobbi akan belajar tentang berbagai hal. Misalnya, iaakan belajar tentang bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri, komunikasi,bergaul, mengemukakan pendapat, mempengaruhi orang lain, merencanakan sesuatu,menilai orang lain, mengatur waktu, mengkreasikansesuatu, mendengar pendapat orang lain, mempercayai orang lain, dan lainsebagainya. Pembelajaran tersebut belum tentu didapatkan di sekolah formal.Padahal manfaatnya begitu besar, bukan hanya akan meningkatkan kualitaspembinaan selanjutnya, tapi juga bermanfaat untuk kesuksesan hidup seseorang.6. Meningkatkan iman dan taqwa.Dengan menjadi murobbi, seseorang akan dapat meningkatkan iman dan taqwanyakepada Allah SWT. Secara psikologis, orang yang mengajarkan orang lain akanmerasa seperti menasehati dirinya sendiri. Ia akan berupaya meningkatkan iman dantaqwanya kepada Allah seperti yang ia ajarkan kepadaorang lain. Dampaknya, hidupnya akan menjadi tenang karena dekat dengan Allah danterhindar dari kemaksiatan.7. Merasakan manisnya ukhuwahUntuk mencapai sasaran-sasaran halaqah, murobbi dituntut mampu bekerjasama
  16. 16. dengan peserta halaqah. Kerjasama tersebut akan berbuah pada manisnya ukhuwahIslamiyah di antara murobbi dan mad’u. Betapa banyak orang Islam yang tidak dapatmerasakan manisnya ukhuwah. Namun dengan menjadi murobbi, seorang muslimakan berpeluang untuk merasakan manisnya ukhuwah.Dengan mengetahui berbagai keutamaan murobbi tersebut, tak alasan lagi bagi kitauntuk mengelak menjadi murobbi. Kita harus berupaya sekuat tenaga untukmenjadikan diri kita sebagai murobbi yang sukses membina mad’u. Inilah pekerjaanbesar yang masih banyak “lowongannya”. Inilah tugas besar yang menanti kita untukmeresponnya.Kembali ke Manhaj Da’wahDakwah tidak mengenal udzur. Anas bin Malik mengatakan tentang Abdullah bin UmmiMaktum yang secara kondisi fisik buta. Tapi pada perang Yarmuk, Abdullah bin UmmiMaktum hadir di tengah para mujahidin di medan perang, memakai baju besi,memegang bendera. Anas bin Malik bertanya, wahai Abdullah bin Ummi Maktum,bukankah Rasulullah saw telah memberi udzur kepadamu? Ia menjawab, “Ya betul,memang dalam Al Quran telah diberikan udzur kepada orang buta. Tetapisayamenginginkan dengan kehadiran saya di sini, di medan perang, paling tidak dapatmenambah jumlah tentara Islam.” Alhamdulillah sekarang kita banyak. Coba kalauhanya tiga orang, tidak semangat.Diceritakan lagi ketika tentara Holagu masuk ke kota Baghdad, terdapat seorangulama yang juga buta. Dia menghadang tentara dengan mengayunkan pedang kekanan dan ke kiri barangkali ada musuh yang kena. Secara logika, apa yang bisadilakukan oleh orang yang dalam kondisi seperti itu? Barangkali kalau dia duduk dirumah dia tidak dosa dan tidak ada pertanggung jawabannya di sisi Allah. Tapimasalahnya, ia ingin berkontribusi, ingin aktif, paling tidak ingin mati syahid. Dan benaria mati syahid.Kisah kisah semacam ini banyak dalm kisah tabiin. Yang kita inginkan dalam tarbiyah
  17. 17. adalah para kader dakwah seperti itu. Meskipun sudah udzur tetap saja bersemangatberjuang, berjuang, berjuang. Menurut Ahmad bin Hambal kepada muridnya, “mataayajidul abdu tha’marrahah?” kapan seseorang bisa beristirahat?” Ia menjawab,“Indamaa yatha’u ihda qadamaihi fil jannah” ketika salah satu kakinya menginjaksurga. Artinya sebelum mati, tidak ada waktu untuk senang senang istirahat. Laarahata li du’at illa ba’dal mamaat. Itu kata Syaikh Ahmad Rasyid. Jadi barangsiapayang mau istirahat silahkan mati. Meskipun setelah itu juga belum tentu bisa istirahatkarena tidak ada amal.Untuk memenangkan dakwah di era siyasah seperti sekarang, setidaknya kuncinyaada 8 (delapan) yaitu :1. Kita harus pastikan sepakat bahwa kita harus menerapkan manhaj tarbiyahApalagi kalau kita mengakui kita adalah partai kader, di mana modal utama kita adalahkader. Kita untuk msalah dana, sarana, fasilitas masih sangat terbatas dibanding yanglain. Tapi kelebihan kita, keistimewaan kita adalah mesin dakwah kita yang dijalankanoleh kader. Untuk melahirkan kader yang berkualitas, yang tidak mengenal udzur,bahkan paling tidak Allah swt mengingatkan paling tidak perbandingan kapasitas kaderkita 1 banding 10 dibanding aktifis lain. Sampai rasionya bisa satu banding seribu.Ketika Umar bin Khattab diminta mengirimkan pasukannya ke Mesir, ia hanyamengirim 1000 personil ditambah 4 orang. Di mana satu dari empat orang itu rasionyasatu banding seribu. Itu hanya bisa dilakukan dengan tarbiyah, yang sistemik,terstruktur, terorganisir, dengan menggunakan manhaj.Ikhwah sekalian,Barangkali berdasarkan pengalaman, ketika berhalaqah, sebagai naqib atau sebagaia’dha, atau sebagai murabbi mengelola halaqah, apakah kita komitmen pada manhajyang dikenal dengan manhaj 1427? Pedomannya itu atau feeling? Kembali padamanhaj, saya yakin betul ini bisa menjamin keberhasilan dakwah. Ini harus kembalipada manhaj. Bagaimana peran para kader.. bisa dilihat dalam manhaj. Untuk tamhidimisalnya, sudah harus punya kesadaran untuk menyebarkan fikrah. Dalam bahasa kita
  18. 18. dilatih untuk direct selling. Kalau muayid sudah pada kewajiban berdakwah.Barangkali ada keluhan halaqah kering tandus, permasalahannya di mana? Itu karenakita tidak komitmen kepada manhaj. Bukankah tentang ruhiyah, fikriyah, amaliyah,masalah akhlak, keluarga, semuanya ada dalam manhaj dan terpenuhi dalam manhaj.Maka itulh yang disebut kembali pada asholah manhaj. Kita punya manhaj tarbiyah,yang waktu, pikiran, energinya, dipersiapkan lebih dari 10 tahun. Jihaz tarbawi alami,sudah bertahun-tahun. Di Indonesia juga bertahun-tahun. Lalu kita anggap sepertikoran atau disimpen di lemari. Ini sangat urgen, kita harus kembali pada manhaj.2. Fokus pada muwashofat yang berkait langsung terkait dengan pemenanganpemilu.Ada banyak muwashofat dan saya usul ada muwashofat yang harus fokus padapemenangan pemilu.Artinya, dalam kondisi bebeapa bulan ini, menjelang pemilu, halaqah tidak lagidisibukkan pada menghafal. Itu tetap perlu, tapi ditunda dulu. Harus lebih hal-hal yangsifatnya operasional. Yakni, muwashofat matinul khuluq dan muwashofat nafi’unlighairihi. Barangkali dalam kondisi normal kita melihat semua ini penting, tapi dalamkondisi mendesak seperti sekarang, fokus pada duamuwashofat itu.3. Komitmen pada sarana halaqah sebagai sarana tarbiyah asasi.Dalam manhaj disebutkan, al halaqah wasilatun ula wal aula... laisat badiilah anhaa...tidak bisa diganti, tidak ada alternatif lain. Kalau kita ingin, jamaah ini, partai ini solid,maka ukuran soliditas partai adalah pada halaqah. Kalau halaqahnya bermasalah,halaqah hanya sekedar menyimpan badan, setor muka, menunggu taklimat, titikkrusialnya di sini. Jangan juga seperti orang yang teriak teriak tarbiyah menyimpang,tidak ashalah, sementara dia tidak tarbiyah dan tidak halaqah.4. Disiplin dengan baramij halaqah.
  19. 19. 5. Memprioritaskan aspek tarbiyah amaliyah, harakiyah.6. Menggunakan sarana tarbawi selain halaqah yang efektif.7. Melakukan evaluasi tarbawi secara berkala8. Evaluasi tarbawi berbasis kinerja dan kontribusi kader pada pemenanganpemilu.Artinya kita harus modifikasi form mutaba’ah. Yang simpel yang singkat, yangberdampak langsungpada pemenangan pemilu. Form yang dibikin BPK bukan wahyu. Silahkan lakukanmodifikasi sesuai kebutuhan lapangan.

×