Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Dasar dasar manajemen (elaborasi) jadi

3,608 views

Published on

Dasar dariilmu menajemen

Published in: Education
  • Be the first to comment

Dasar dasar manajemen (elaborasi) jadi

  1. 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tulisan ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga tulisan ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Harapan penulis semoga tulisan ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi tulisan ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Tulisan ini masih banyak kekurangan karena pengalaman yang penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis mengharapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tulisan ini. Serang, Maret 2014 Penulis
  2. 2. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I DASAR-DASAR MANAJEMEN A. Pengantar B. Definisi Manajemen C. Manajemen dan Administrasi sebagai Istilah yang Ekuivalen D. Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen E. Fungsi-Fungsi Manajeme F. Tingkatan Manajemen G. Beberapa Tinjauan Manajemen H. Sumber-Sumber Manajemen (Management Resources) BAB II MANAJEMEN PENDIDIKAN A. Pengertian ManajemenPendidikan B. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan C. Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan D. Perencanaan Pendidikan E. Macam Perencanaan Pendekatan Pendidikan F. Model Perencanaan Pendidikan DAFTAR PUSTAKA
  3. 3. BAB 1 DASAR-DASAR MANAJEMEN A. Pengantar Ilmu manajemen bila dicermati sama usianya dengan kehidupan manusia. Manusia sebagai makluk sosial ada kecenderungan untuk berorganisasi dan bekerja sama. Dalam kehidupan sehari-hari manusia adalah anggota suatu organisasi , misalnya organisasi agama, olah raga, seni, usaha dan orgnaisasi lainnya. Masing-masing orgnaisasi berbeda satu dengan lainnya, ada yang formal dan tidak formal. Namun organisasi-organisasi tersebut mempunyai unsur-unsur yang sama, yaitu ada kelompok orang, ada tujuan yang hendak dicapai, ada rencana cara pencapaian tujuan, ada pemimpin (manajer) yang bertanggung jawab atas keberhasil pencapaian tujuan. Dengan kata lain para manajer diberi tanggung jawab untuk menentukan kegiatan yang memungkinkan setiap individu dapat memberikan sumbangan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. B. Definisi Manajemen Manajemen berasal dari bahasa Inggris “management” dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti mengurusi. Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan kepemimpinan, yaitu orang-orang yang melakukan kegiatan memimpin, disebut “manajer”. Untuk mengartikan dan mendefisikan manajemen dari berbagai literartur dapat dilihat dari tiga pengertian, yaitu : 1. Manajemen sebagai suatu proses George R.Terry Manajemen adalah cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui kegiatan orang lain. Haiman Manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan. James A.F. Stoner
  4. 4. Stoner mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha- usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi lainnya untuk mancapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Mary Parker Follet Mendefinisikan manajemen sebagai suatu seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain. Menurut Ricky W. Griffin Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Menurut Renville Siagian Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah Menurut Federick Winslow Taylor Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan
  5. 5. Menurut Henry Fayol Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan Lyndak F. Urwick Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan) Horold Koontz dan Cyril O’donnel Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Menurut William H. Newman Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain. Lawrence A. Appley Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain 2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia Yaitu merupakan suatu kumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk untuk mencapai tujuan bersama. Kumpulan orang-orang disini menunjukan adanya tingkatan kepemimpinan (pimpinan atas, menengah dan bawah). Pendapat ini dikemukakan oleh Henry Fayol. 3. Manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni Manajemen sebagai ilmu Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama dan menjelaskan tentang gejala-gejala, gejala-gejala diteliti dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu menggunakan bantuan disiplin ilmu lainnya seperti ilmu sosial, filsafat, matematik dan statistic dan lain sebagainya.
  6. 6. Dalam praktek, istilah manajemen dipakai dalam organisasi yang lebih besar dan berdiri sendiri dan dapat dibedakan dengan jelas dari organisasi lain. Menurut Terry (dalam Sugiyono, 2013:12) ilmu manajemen adalah “ a body of systematic knowlwdge accumulated and accepted with reference to understanding of general truth concerning management”. Suatu pengetahuan akan menjadi suatu ilmu jika mempunyai 3 pilar yaitu 1. Ontologis adalah objek ilmu atau yang menjadi bidang garapan ilmu. Manajemen telah menjadi ilmu karena telah memiliki objek atau bidang garapan yaitu mengatur, kerja sama antar orang untuk mencapai tujuan. 2. Epistomologis adalah metode yang digunakan untuk mengembangkan ilmu. Metode yang digunakan untuk mengembangkan ilmu manajemen antara lain dengan metode penelitian baik metode kuantitatif, metode kualitatif mau pun kombinasi. 3. Aksiologis terkait dengan manfaat ilmu, dalam hal ini ilmu manajemen. Ilmu manajemen bermanfaat untuk mengelola berbagai jenis dan tingkatan organisasi secara efektif dan efisien. Dengan demikian manajemen telah menjadi ilmu karena telah memiliki objek atau bidang garapan, memiliki metode untuk mengembangkan ilmu manajemen, dan manajemen telah dimanfaatkan untuk mengelola berbagai jenis organisasi untuk mencapai tujuan. Teori manajemen selalu diuji dalam praktik sehingga sebagai ilmu terus berkembang. Manajemen sebagai seni Sebelum revolusi industri pada abad 19, dan sebelum muncul aliran manajemen ilmiah (1870 – 1930) pengelolaan organisasi dan kegiatan – kegiatannya lebih banyak menggunakan seni (art) dari pada ilmu. Pembuatan Candi Borobudur, Candi Mendut dan lain –lain merupakan karya besar nenek moyang kita dengan manajemen yang masih bersifat seni. Belum ditemukan dokumen pasti bagaimana pembuatan proyek yang sangat besar itu dikelola, mulai dari memilih tempat untuk bangunan, desain candi, mengangkat batu yang besar – besar dan cara mengkonstruksinya.
  7. 7. Menurut Terry, seni manajemen diartikan sebagai “personal creative power plus skill in performance”. Seni adalah kekuatan kreativitas pribadi ditambah keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan. Seni dalam mengelola organisasi seseorang dapat dipelajari namun sulit diterapkan untuk orang lain. Seorang manajer dalam memberikan instruksi, memotivasi pegawai, memimpin rapat, melakukan komunikasi, pengawasan dan pengendalian yang terkait dengan orang akan lebih banyak menggunakan seni. 4. Manajemen sebagai Profesi Tidak semua pekerjaan adalah profesi. Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh semua orang adalah pekerjaan bukan pekerjaan profesi. Suatu pekerjaan menjadi profesi jika pekerjaan tersebut menuntut keahlian khusus bagi yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Elemen utama dari suatu profesi adalah: a. Memiliki batang tubuh teori yang sistematis. b. Memiliki otoritas atas dasar keahlian yang dimiliki dan telah diakui oleh client atau pelanggannya. c. Terdapat sanksi sosial dari masyarakat yang luas bila para profesional salah dalam melaksanakan fungsi profesinya. d. Memiliki organisasi profesi dan memiliki kode etik dalam melaksanakan pekerjaannya. e. Terdapat kultur / budaya yang spesifik dalam setiap organisasi profesi. Berdasarkan elemen – elemen tersebut, maka manajemen dapat dikatakan sebagai profesi. Hani Handoko (2005) menyatakan bahwa manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin profesional melalui perkembangan yang mencolok program – program pelatihan manajemen di universitas – universitas mau pun lembaga – lembaga manajemen swasta dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi.
  8. 8. C. Manajemen dan Administrasi sebagai Istilah yang Ekuivalen Secara etimologi, administrasi berasal dari kata ad + ministrare. Ad berarti intensif, sedangkah ministrare adalah melayani, membantu, dan memenuhi, sehingga administrasi dapat diartikan dengan melayani secara intensif. Secara sempit, Administrasi adalah pekerjaan yang berhubungan dengan ketatausahaan. Sedangkan menurut beberapa ahli Administrasi dapat diartikan sebagai berikut : Ilmu/seni mengelola sumberdaya 7M + 1I (man, money, material, machine, methods, marketing, minutes + information (Usman, 2009). Segenap proses penyelenggaraan dlm setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu (The Liang Gie). Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915) merupakan tokoh dari Amerika Serikat yang mempelopori manajemen sebagai suatu disiplin ilmu. Adapun Henry Fayol merupakan tokoh manajemen yang berasal dari Perancis lebih sering menggunakan kata administrasi daripada manajemen dan menganggap keduanya memiliki makna yang sama. Menurut Panglaykim dan Tanzil (1986 : 34), jika manajemen menetapkan kebijaksanan yang harus dituruti, maka administrasi menyelenggarakannya. Tidak semua orang menganggap istilah manajemen dan administrasi memiliki makna yang sama. Umumnya, pada lembaga pemerintahan istilah yang dipergunakan adalah administrasi, sedangkan pada lembaga komersil istilah manajemen lebih banyak digunakan. Namun hal tersebut tentu saja tidak selamanya berlaku, istilah manajemen mempunyai makna yang lebih marketable dan bergengsi dan mereka menggunakan istilah “Bos” pada pemimpinnya. Sedangkan istilah administrasi khususnya dalam dunia pendidikan hanya diartikan sebagai pekerjaan tulis – menulis, kearsipan / pembukuan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan ketatausahaan dan menggunakan istilah pemimpin bukan bos.
  9. 9. D. Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen Di dalam ilmu manajemen dikenal tiga aliran yang masing-masing berusaha membantu para manajer untuk memahami dan memimpin perusahaannya serta mengatasi masalah-masalah di dalam perusahaan. Tiga aliran tersebut adalah : 1. Aliran Klasik (Classical School) Aliran ini dipelopori oleh Robert Owen ((1771-1858) dan Charles Babbage (1792-1871). Robert Owen berpendapat bahwa dengan dipenuhinya kebutuhan dan peningkatan kondisi pekerja (perumahan, jam kerja, koperasi, dan sebagainya) dapat meningkatkan hasil produksi dan laba perusahaan. Unsur pekerja merupakan salah satu unsur terpenting dalam proses produksi (vital machines=mesin utama) Charles Babbage berpendapat bahwa penerapan prinsip-prinsip ilmiah dalam proses kerja dapat meningkatkan produktivitas dan dapat menekan biaya menjadi lebih rendah, yaitu dengan dialtih suatu keterampilan tertentu dan harus bertanggung jawab terhadap bagian yang dikerjakannya dengan keterampilan tersebut. 2. Aliran Perilaku (Behaviaoral school) Aliran perilaku berkembang sebab aliran klasik dipandang tidak benar -benar pembantu pencapaian efisiensi produksi dan keserasian tempat keja. Oleh karena itu dicari upaya untuk membantu manajer mengatasi masalah melalui sisi perilaku karyawan. 3. Aliran Ilmu Manajemen Aliran ini mengembangkan prosedur penelitian operasional (operasional research+OR) dalam menghadapi masalah organisasi. Prosedur yang dignauakan dimulai dari analisis masalah sampai dengan usulan kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut. Selain tiga aliran tersebut, dalam perkembangan ilmu manajemen telah dikembangkan pula dua bentuk pendekatan yang berusaha untuk
  10. 10. menggabungkan ketiga aliran di atas, pendekatan itu adalah : 1 Pendekatan Sistem (Sistem Approach) Pendekatan system memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain.Dalam pendekatan ini manajer diajak untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang merupakan bagian dari lingkungan ekternal yang lebih luas. Dalam sistem ini dijelaskan bahwa kegiatan setiap bagian dari organisasi akan mempengaruhi kegiatan bagian lainnya. 2 Pendekatan Kontingensi (Conting ency approach) Pendekatan ini menggunakan metode-metode yang efektif untuk mengatasi masalah - masalah dalam situasi tertentu yang tidak dapat diterapkan dalam situasi lain. Tugas manajer adalah mengidentifikasi teknik mana yang digunakan dalam situasi dan waktu yang tepat dalam membantu pencapaian tujuan. Suatu langkah yang paling tepat untuk mengatasi masalah dalam pendekatan kontingensi adalah bergantung pada situasi yang dihadapi oleh manajemen, karena adalah suatu kenyataan bahwa situasi, aksi dan hasil adalah faktor yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu sama lainnya. E. Fungsi-Fungsi Manajemen Fungsi manajemen adalah proses dari langkah-langkah mulai dari perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Banyak pandangan-pandangan yang berbeda dari para ahli mengenai rumusan- rumusan fungsi-fungsi manajemen, di sini penulis mengambil pandangan dari seorang ahli bernama George R. Terry. Dalam bukunya “ Principles of management” George R. Terry merumuskan fungsi-fungsi manajemen dengan singkatan POAC, yaitu : Planning, Organizing Actuating
  11. 11. Controlling Adapun fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli yang lain adalah sebagai berikut: Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi : 1. Perencanaan (Planning). 2. Pengorganisasian (Organizing). 3. Pengawasan (Controlling). Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991 Koontz dan O’Donnel berpendapat bahwa manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari fungsi planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), dan controlling (pengawasan) Henry Fayol Fayol menyatakan fungsi administrasi dan manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), commanding (pemberian komando), coordinating (pengkoordinasian), dan controlling (pengawasan). Rangkaian fungsi ini dikenal dengan akronim POCCC. Luther Gullick Gullick mengatakan bahwa fungsi-fungsi utama administrasi dan manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian), reporting (pelaporan), dan controlling (pengawasan). Rangkaian fungsi dari Gullick dikenal dengan akronim POSDCRC GULLICK & URWICK Gullick dan Urwick mengatakan bahwa fungsi-fungsi utama administrasi dan manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan),
  12. 12. coordinating (pengkoordinasian), reporting (pelaporan), dan budgeting (penganggaran) ERNEST DALE Dale menyatakan fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (pengadaan tenaga kerja), directing (pemberian bimbingan), innovation (inovasi) dan representing (perwakilan) dan controlling (pengawasan) OEY LIANG LIE Oey Liang Lee menyatakan fungsi manajemen sebagai planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengawasan). WILLIAM NEWMAN William Herbart Newman menyatakan fungsi manajemen sebagai planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), assembling of resources (pengumpulan sumber daya), directing (pemberian bimbingan), dan controlling (pengawasan) NEWMAN & SUMMER William Herbart Newman dan Charles E Summer menyatakan dalam bukunya The Process of Management bahwa fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), leading (kepemimpinan), serta measuring and controlling (pengukuran dan pengendalian) AMES STONER James Stoner berpendapat bahwa fungsi manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), leading (kepemimpinan), dan controlling (pengendalian
  13. 13. SEARS Menurut Jess B.Sears fungsi manajemen adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pemberian bimbingan), coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengawasan). ASSA Persatuan administrator sekolah amerika serikat (American Association of School Administration) pada tahun 1955 memperkenalkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, allocating resouces, stimulating, coordinating, and evaluating (PASCE) GREGG Gregg mengemukakan bahwa fungsi pokok manajemen itu meliputi Decision making (pembuat keputusan), planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), communicating (pengkomunikasian), influencing (proses mempengaruhi), coordinating (pengkoordinasian), evaluating (pengendalian) CAMPBEL Pendapat Campbell dalam bukunya yang ditulis bersama Gregg dan Litchfield menyatakan fungsi manajemen terdiri dari decision making (pembuat keputusan), programming (pemrograman), simulating (peniruan), coordinating (pengkoordinasian) dan appraising (penilaian) JOHSON Johson, et.al mengatakan fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), communicating (pengkomunikasian), dan controlling (pengawasan) JOHN F. MEE Mee mengatakan fungsi manajemen terdiri dari planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), motivating (pemberian motivasi), dan controlling (pengawasan).
  14. 14. Gb. Bagan Fungsi Manajemen F. Tingkatan Manajemen Menurut tingkatannya manajemen dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu: 1. Manajemen Puncak (Top Management) 2. Manajemen Tengah (Middle Management) 3. Manajemen Bawah (Low Management) 4. Beberapa Contoh : Pada suatu departemen, maka tingkatan manajemennya adalah : Manajemen Puncak adalah : Menteri Manajemen Tengah adalah : para Direktur Jenderal Manajemen Bawah adalah : para kepala bagian/bidang, subbagian/sub bidang. Pada suatu Kantor Balai Besar/Eselon II, maka tingkatan manajemennya adalah : Manajemen Puncak adalah : Kepala Balai Besar Manajemen Tengah adalah : para Kepala Bagian/Kepala Bidang Manajemen Bawah adalah : para Kepala Sub Bagian/Bidang.
  15. 15. Pada suatu UPT/Eselon III, maka tingkatan manajemennya adalah : Manajemen Puncak adalah : Kepala UPT, Direktur Manajemen Tengah adalah : para Kepala Sub Bagian Manajemen Bawah adalah : para Kepala Urusan. G. Beberapa Tinjauan Manajemen 1 Segi Sifat Kerja. Dari sifat kerja manajemen dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu : Manajemen Administratif (MA) Manajemen Operatif (MO) Manajemen Administratif dan Manajemen Operatif (MA/MO) 2 Segi Luasnya Dilihat dari segi luasnya atau ruang lingkupnya, manajemen dapat di bagi menjadi : Makro manajemen Mikro manajemen mikro manajemen F. Sumber-Sumber Manajemen (Management Resources) Tujuan pokok manajemen adalah untuk memperoleh dayaguna (efisiensi) dalam kerja. Untuk mendapatkan metode/teknik yang bagaimana yang sebaik- baiknya dilakukan harus menggunakan sumber-sumber (alat-alat/tool) yang ada dalam organisasi. Dr. R. Markharita, ekspert PBB yang diperbantukan pada Lembaga Administrasi Negara (LAN/1977-1980) memberikan rincian bahwa sumber-sumber manajemen terdiri atas : 1. Man : tenaga kerja manusia 2. Money : Uang, untuk biaya keseluruhan kegiatan 3. Materials : bahan-bahan yang diperlukan. 4. Metode : teknik/cara/sistem yang digunakan 5. Machines : mesin-mesin yang digunakan 6. Waktu : penjadwalan kegiatan
  16. 16. 7. Prasarana : lahan/tanah, gedung, alat angkut, listrik dan air, dan sebagainya G. Unsur-Unsur Manajemen Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan.Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets. 1. Man (SDM) Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. 2. Money (uang) Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan.Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai.Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi. 3. Materials (bahan) Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi.Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki. 4. Machines (mesin) Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. 5. Methods (metode)
  17. 17. Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas- fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri. 6. Market (pasar) Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan.Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen. Unsur- unsur manajemen menjadi hal mutlak dalam manajemen karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan.
  18. 18. BAB 2 MANAJEMEN PENDIDIKAN A. Pengertian ManajemenPendidikan Istilah yang akrab dengan pengelolaan pendidikan sebelumnya adalah Administrasi Pendidikan, namun saat ini istilah tersebut seolah menyempit, hal ini seakan – akan merupakan kegiatan ketatausahaan sekolah semata. Untuk merevitalisasi makna yang terkandung pada Administrasi Pendidikan, trend terakhir di Indonesia kini lebih banyak menggunakan istilah Manajemen Pendidikan. Batasan manajemen pendidikan dapat diambil berdasarkan 3 pendekatan. Pendekatan pertama menganggap manajemen pendidikan sebagai cabang ilmu manajemen, sehingga batasannnya adalah seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirnya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Adapun secara proses, manajemen pendidikan didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Bila dikaji dengan pendekatan struktur atau tugasnya, maka manajemen pendidikan diartikan sebagai manajemen peserta didik, kurikulum, tenaga pendidik, dan kependidikan, keuangan, fasilitas, hubungan lembaga dengan masyarakat, pengorganisasian, ketatalaksanaan, dan supervise pendidikan (Husaini Usma, 2004 : 12). B. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Ruang lingkup manajemen pendidikan meliputi : 1. Manajemen Peserta Didik Peserta didik selaku input dalam lembaga pendidikan merupakna pusat dari seluruh kegiatan dalam manajemen pendidikan. Oleh karenanya peserta didik hendaknya menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan di bidang pendidikan. Kegiatan yang termasuk dalam bidang ini adalah pencatatan peserta didik mulai dari saat penerimaan sampai dengan keluarnya dari sekolah.
  19. 19. 2. Manajemen Tenaga Kependidikan Dalam prosesnya lembaga penyelenggara dan pengelola pendidikan pastilah harus dikelola oleh tenaga – tenaga, sehingga mereka pun sangat perlu dikelola. Manejemen tenaga kependidikan adalah segenap proses penataan pegawai yang meliputi semua proses atau cara memperoleh pegawai, penempatan dan penugasan, pemeliharaan dan pembinaan, evaluasi, sampai pada pemutusan hubungan kerja. 3. Manajemen Kurikulum Apa yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada peserta didiknya disajikan dalam bentuk kurikulum. Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi pbm. 4. Manajemen Fasilitas Pendidikan Agar pbm berjalan dan tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien, maka diperlukan sarana atau fasiiltas guna memperlancar proses pendidikan itu sendiri. Manajemen fasilitas pendidikan adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut denagn pengadaan, pendagunaan, dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien 5. Manajemen Pembiayaan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan tentunya memerlukan dana, untuk itu pengelolaan pendanaan atau pembiayaan pendidikan agar efektif dan efisien sangatlah penting guna menunjang ketercapaian tujuan pendidikan. Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan kegiatan pengelolaan yang meliputi penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan pada umumnya 6. Manajemen Hubungan Lembaga Pendidikan Dengan Masyarakat Masyarakat merupakan laboratorium pendidikan yang tidak ternilai harganya. Masyarakat juga merupakan stakeholder pendidikan, dimana keberlangsungan proses pendidikan juga bergantung pada masyarakat. Untuk itu, lembaga
  20. 20. pendidikan tidak dapat terlepas dari masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Manajemen hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat merupakan kegiatan penataan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat untuk menunjang pbm di sekolah 7. Manajemen Organisasi Lembaga Pendidikan Dalam setiap organisasi pastilah terdapat struktur tugas dan berbagai macam konsekuensi akibat adanya pembidangan tugas tersebut. Hal inilah yang menjadi garapan manajemen organisasi lembaga pendidikan, yaitu segenap kegiatan mengorganisasikan lembaga pendidikan yang termasuk diantaranya adalah pengelolaan fungsi kepemimpinan 8. Manajemen Ketatalaksanaan dan Sistem Informasi Lembaga Pendidikan Kegiatan pencatatan berakibat pada perlunya penataan data atau informasi, agar pada saaat informasi tersebut diperlukan dapat diperoleh dengan mudah, cepat, dan tepat. Manajemen ketatalaksanaan dan Sistem informasi Lembaga Pendidikan berupaya untuk mencapai hal tersebut, dengan kegiatan yang meliputi pencatatan, pengolahan, penggandaan, pengiriman, dan penyimpanan semua bahan atau informasi yang temasuk dalam data lembaga pendidikan 9. Supervisi Pendidikan Kehadiran supervisi pendidikan diharapkan membantu tercapainya tujuan pendidikan secara efisien, khususnya melalui pembinaan profesionalitas guru. Namun trend pendidikan terakhir tidak selalu mengartikan supervisi pendidikan memiliki sasaran satu – satunya berupa guru, melainkan juga melibatkan tenaga – tenaga kependidikan lainnya. Batasan supervisi pendidikan yang selama ini akrab adalah suatu usaha untuk memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki situasi belajar mengajar dan pada kenyataannya kelancaran pbm tidak semata bergantung pada guru melainkan pula tenaga kependidikan lainnya. C. Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan 1. Terwujudnya PBM yang PAKEMB (bermakna) 2. Peserta didik yang aktif mengembangkan dirinya
  21. 21. 3. Memiliki kompetensi manajerial 4. Tercapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien 5. Teratasinya masalah mutu pendidikan 6. Perencanaan pendidikan merata, bermutu, relevan, dan akuntabel 7. Meningkatnya citra positif pendidikan D. Perencanaan Pendidikan 1 Pengertian Perencanaan Pendidikan Pengertian Perencanaan Pendidikan menurut Suryosubroto adalah Mengarahkan proses kegiatan pada tujuan yg hendak dicapai. Sedangkan secara umum Perencanaan Pendidikan dapat diartikan sebagai pedoman proses kegiatan pendididkan agar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. 2 Tujuan Perencanaan Pendidikan o Standar Pengawasan : Mengetahui kapan akan memulai pelaksanaan dan selesai serta mengetahui siapa saja yang terlibat. o Sistematis biaya dan kualitas kegiatan : Hemat biaya, waktu, tenaga. Memberi gambaran komprehensif. o Memadukan beberapa subkegiatan. Mendeteksi hambatan. Mengarahkan pencapaian tujuan 3 Manfaat Perencanaan Pendidikan o Standar Pelaksanaan & Pengawasan o Pemilihan berbagai alternatif terbaik o Penyusunan skala prioritas o Hemat pemanfaatan resources o Penyesuaian terhadap lingkungan o Memudahkan koordinasi dengan pihak terkait o Meminimalisir pekerjaan yang tidak pasti 4 Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan o Waktu : Jangka Panjang, Menengah, Pendek o Spasial : Nasional, Regional, Tata Ruang
  22. 22. E. Macam Perencanaan Pendekatan Pendidikan 1. Efektifitas Biaya (Cost Effectiveness appr) : dana diambil dari pos-pos dana masing-masing dan perhitungan pengambilan dana disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak terjadi pemborosan biaya. 2. Optimalisasi Pemanfaatannya (Cost & Benefit Approach) : dana yang didapatkan dioptimalkan pemanfaatannya untuk kemajuan pendidikan. 3. Pemberdayaan Tenaga Kerja (Manpower Approach) 4. Keperluan Masyarakat (Social Demand Approach) F. Model Perencanaan Pendidikan 1. Komprehensif : Menganalisis perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan secara menyeluruh 2. Keefektifan Biaya : Menganalisis proyek dengan kriteria efisiensi dan efektivitas 3. PPBS : Planning, Programming, Budgeting system. Banyak digunakan di pendidikan tinggi negeri 4. Target Setting : Untuk memproyeksi tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu .
  23. 23. DAFTAR PUSTAKA www.pamuncar.blogspot.com www.drjirawat.com http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/teori-pengantar-manajemen-definisi.html http://syukai.wordpress.com/2009/06/15/pengertian-fungsi-fungsi-dan-unsur-unsur-manajemen/ http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen#Etimologi,. http://gettingupman.wordpress.com/2013/01/07/beberapa-teori-menurut-para-ahli-tentang- manajemen/, Sugiyono. 2013.Metode Penelitian Manajemen. Bandung : Alfabeta. Usman Husaini. 2013. Manajemen:Teori, Praktik dan Riset Pendidikan, edisi 4. Yogyakarta : Bumi Aksara. Kamus Besar bahasa Indonesia (1995),Departemen pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

×