Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Organisasi dan lingkungannya

14,087 views

Published on

Download slide di http://rumah-belajar.org
Oragnisasi dan Lingkungannya. Organisasi dan manajemen perusahaan industri.

Published in: Education
  • Trims atas ilmunya. Namun mengingat bhw pengakses akun anda adalah orang yg sedang belajar, shg diasumsikan sbg blom tau apa2, mk mohon JANGAN gunakan singkatan (khususnya singkatan dlm bhs asing) yg tanpa penjelasan maksud dr singkatan tsb, shg kita dpt lebih memahami maksud dr slide tsb. Misalnya, APQC, RAO, RASIO dll. Trims sekali lagi.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Organisasi dan lingkungannya

  1. 1. ORGANISASI & LINGKUNGANNYAORGANISASI dan MANAJEMEN PERUSAHAAN INDUSTRI
  2. 2. Download Slide di http://rumah-belajar.org
  3. 3. PENDAHULUAN• Latar Belakang
  4. 4. DEFINISI ORGANISASI (1) Organisasi: Abstrak dan mencakup banyak aspek kehidupanDefinisi: Abstrak  banyak definisi Koordinasi individu, kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan (Barnard) Kerjasama individu, ada pemimpin, mempunyai tujuan (Davis) Keterkaitan aspek sosial Suatu kesatuan sosial dari sekelompok individu yang saling berinteraksi menurut suatu pola yang terstruktur dengan cara tertentu sehingga setiap anggota organisasi mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing, dan sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan juga mempunyai batas-batas jelas sehingga organisasi dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Pendekatan Modern, Daft)
  5. 5. DEFINISI ORGANISASI (2)Kesimpulan:Aspek-aspek yang terdapat pada definisi organisasi adalah: Kesatuan sosial Pembagian tugas dan fungsi Mempunyai tujuan Mempunyai batas yang tegas terhadap lingkungannyaOrganisasi: lembaga sosial dari sekumpulan orang dengan berbagaipola interaksi yang ditetapkan untuk: mencapai tujuan tertentu, sehingga terbentuk kreasi sosial yang memerlukan aturan & kerjasama, dan secara sadar dikoordinasikan dan disusun melalui kegiatan yang dibedakan menurut berbagai pola yang logis, dengan pembagian wewenang 5
  6. 6. PENDEKATANKarena abstrak dan menyangkut aspek sosial, maka: Tinjauan menjadi luas, menyangkut berbagai aspek yang berbeda Muncul lebih dari 18 orientasi Muncul berbagai cara untuk pengelompokan: Klasik, Sistem Sosial, Struktur, Teknologi, Adaptif, Integral (TOSI) Klasik, Neo Klasik, Modern (Scott, 1961) 6
  7. 7. PENDEKATAN KLASIK (1)Taylor (1856 – 1915): Pengaturan cara kerja karyawan pelaksana Mencoba menemukan cara kerja yang paling efisienDasar pemikiran: Analisis ilmiah mencari cara kerja terbaik Manusia = makhluk rasionalCara kerja paling efisien/standar: pekerja standar : kapasitas kerja & waktu kerja standar
  8. 8. PENDEKATAN KLASIK (2)Organisasi: Volume Pekerjaan / Kapasitas Kerja (Standar)Konsep : Keseimbangan antara tugas dengan wewenang Pembagian tugas : fungsional, spesialisasi Standar kerja : evaluasi kinerja Sistem imbalan : adil, memotivasi pekerjaKesamaan: Weber: Manusia dan Prosedur  Rasional Fayol: Manajemen, Planning, Organizing (Rasional-Makro), Actuating (Taylor: Rasional-Mikro), Coordination, Control 8
  9. 9. PENDEKATAN NEO KLASIK (1)Elton Mayo: Penelitian Hawthorne, Western Electric Company(1927 – 1932)Mempelajari: hubungan kondisi fisik lingkungan kerja denganprestasi kerjaTanpa sengaja, menemukan bahwa prestasi kerja dipengaruhioleh: Kondisi fisik lingkungan kerja Faktor psiko-sosial 9
  10. 10. PENDEKATAN NEO KLASIK (2)Konsep Neo-Klasik tentang organisasi: Organisasi = sistem sosial Manusia = Mahkluk psiko-sosial Sistem sosial dalam pekerjaan  Interaksi sosial  Kelompok non formal  Norma kelompok  Sikap dan Prestasi Kerja Komunikasi dalam organisasi Interaksi sosial yang baik  Prestasi kerja yang baik Fokus perhatian pendekatan Neo-Klasik adalah pada: human relations 10
  11. 11. PENDEKATAN MODERN (1)Setelah pendekatan Neo-Klasik: teori organisasi jadi menyebar tidak ada kesatuan pandangan antar pendekatanPenelitian Woodward (1950-an) terhadap perusahaan 100perusahaan manufaktur (Inggris)Menggunakan prinsip manajemen klasik (seperti rentangkendali) untuk menemukan karakteristik perusahaan yangsukses 11
  12. 12. PENDEKATAN MODERN (2)Penemuan: Jenis teknologi  Karakteristik (Struktur Organisasi)  Prestasi Perusahaan Struktur Organisasi tertentu sesuai untuk digunakan oleh suatu organisasi yang menggunakan Jenis Teknologi tertentuMuncul pendekatan Contingency (ketergantungan): Tidak ada yang ideal & berlaku universal Ideal hanya untuk suatu kondisi tertentu
  13. 13. PENDEKATAN MODERN (3)• Konsep Pendekatan Modern : – Organisasi : sistem terbuka, bagian dari lingkungan – Ketergantungan terhadap lingkungan : penyesuaian bentuk organisasi
  14. 14. PERBANDINGAN KLASIK, NEO KLASIK DAN MODERN Klasik Neo Klasik ModernManusia = Mahluk rasional Manusia = Mahluk Manusia tidak diperhatikan Psikososial sebagai individu Perhatian pada kelompok individuMampu menentukan Tidak mampu menentukan Mampu menentukananatomi organisasi anatomi orgnisasi anatomi organisasi (secara makro)Fokus perhatian: Fokus perhatian: Fokus perhatian:Anatomi orgnisasi/jumlah Hubungan antar manusia Hubungan organisasipersonil dengan lingkunganOrganisasi = Sistem tertutup Organisasi = Sistem tertutup Organisasi = Sistem terbuka 14
  15. 15. EVOLUSI ORGANISASI WILSON & DOBRZYNSKI, 1986Date Form Description1880 Owner-managed Small companies, generally making one product for a regional market, are controlled by one person who performs many administrative tasks1850 Vertical Companies grow larger and hire more managers, each to oversee a stage of chain from raw material to finsihed product1900 Divisional Large companies organize around a series of vertical chains of command to manage each product, or group of related products, that the company makes1950 Matrix Large companies with vertical structures add a second, informal reporting chain that links managers with allied responsibilities or managers working together on temporary projects2000 Network Small central organizations rely on other companies and suppliers to perform manufacturing, distribution, marketing, or other crucial business functions on a contract basis
  16. 16. EVOLUSI ORGANISASI SINK & KOELLING
  17. 17. PEMBAHASAN TEORI ORGANISASI• Pendekatan Modern LINGKUNGAN ORGANISASI PROSES TRANSFORMASI INPUT UNTUK MENGUBAH INPUT OUTPUT MENJADI OUTPUT
  18. 18. TINGKATAN ANALISIS ORGANISASI Lingkungan Organisasi arah analisis Bagian Organisasi Kumpulan individupermasalahantidak mencakup tingkat individu : analisis perilaku
  19. 19. DIMENSI ORGANISASI (1)Dimensi Struktural: menggambarkan karakteristik internalorganisasi Formalisasi: tingkat penggunaan dokumen tertulis dalam organisasi yang sebenarnya menggambarkan corak dari perilaku dan kegiatan organisasi Spesialisasi: derajat pembagian kerja/tugas dalam organisasi Standardisasi: derajat kesamaan cara (prosedur) dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi Sentralisasi: corak pembagian menurut tingkatan (hirarki) dalam organisasi, diperlihatkan oleh jenis keputusan yang boleh ditetapkan pada setiap tingkatan Hierarkhi Otoritas: pola pembagian kekuasaan serta rentang kendali
  20. 20. DIMENSI ORGANISASI (2)Dimensi Struktural: Kompleksitas: banyak kegiatan (sub sistem) dalam organisasi • Vertikal: jumlah tingkatan yang ada pada organisasi • Horizontal: pembagian kegiatan secara horizontal menjadi bagian- bagian yang secara vertikal berada pada tingkatan yang sama Profesionalisme: tingkat pendidikan formal maupun tidak formal yang secara rata-rata dimiliki oleh anggota organisasi Konfigurasi: bentuk pembagian anggota organisasi pada bagian- bagian baik secara vertikal maupun secara horizontal
  21. 21. DIMENSI ORGANISASI (3)• Dimensi Kontekstual: karakteristik keseluruhan organisasi dalam lingkungannya – Ukuran Organisasi: besarnya organisasi, seringkali dinyatakan dengan jumlah anggota organisasi – Teknologi Organisasi: jenis dari tingkatan teknologi yang digunakan pada sistem produksi suatu organisasi – Lingkungan: keadaan semua elemen lingkungan yang terdapat di luar batas-batas organisasi terutama yang berpengaruh kuat terhadap organisasi
  22. 22. LINGKUNGAN ORGANISASI
  23. 23. LINGKUNGAN (PENDAHULUAN)• Organisasi = sistem terbuka• Permasalahan organisasi: memberikan perhatian terhadap pengaruh lingkungan dalam memberikan penjelasan terhadap perilaku organisasi• Perilaku elemen-elemen organisasi & efektivitas organisasi sangat dipengaruhi lingkungan• Struktur, tujuan, teknologi, strategi dipengaruhi oleh lingkungan
  24. 24. LINGKUNGAN (DEFINISI)• Sesuatu yang tidak terhingga (infinit) & mencakup seluruh elemen yang terdapat di luar organisasi (definisi umum)• Seluruh elemen yang terdapat di luar batas-batas organisasi & mempunyai potensi untuk mempengaruhi bagian atau organisasi secara keseluruhan (untuk keperluan analisis)
  25. 25. LINGKUNGAN (SEGMENTASI LINGKUNGAN)• Segmen-segmen lingkungan: analisis lingkungan melalui segmen• 9 segmen lingkungan (potensi mempengaruhi organisasi): industri, bahan baku, tenaga kerja, keuangan, pasar, teknologi, kondisi ekonomi, pemerintah, kebudayaan (Daft)• Identifikasi Elemen-elemen Lingkungan: karena sulit, identifikasi melalui kegiatan dasar organisasi
  26. 26. LINGKUNGAN (SEGMENTASI LINGKUNGAN)
  27. 27. LINGKUNGAN (IDENTIFIKASI ELEMEN LINGKUNGAN) Pasar : Supplier Lingkungan Saingan/Konsumen Peralatan Teknologi /Corak Permintaan PERUSAHAAN Peralatan Teknologi MANUFAKTUR TRANSFORMASI PEMASARAN BAHAN PRODUK BAKU Bahan Baku  Produk Jadi JADI Produk Jadi KEGIATAN DASAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR Energi Tenaga Kerja Dana/ModalSupplier Bahan Supplier Supplier/Pasar Lingkungan Baku Energi Pemerintah Tenaga Kerja Keuangan Masyarakat LINGKUNGAN ORGANISASI
  28. 28. LINGKUNGAN (KETIDAKPASTIAN)• Hal berbahaya bagi organisasi dari lingkungan: ketidakpastian• Organisasi mampu survive, organisasi harus dapat menghadapi ketidakpastian lingkungan• Ketidakpastian lingkungan berbahaya  Organisasi (pimpinan) tidak mempunyai informasi cukup tentang keadaan lingkungan• Kesulitan dalam memperkirakan perubahan-perubahan lingkungan  resiko kegagalan menjadi tinggi
  29. 29. KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (DUNCAN)• Dua dimensi ketidakpastian lingkungan: – Kompleksitas (keragaman) lingkungan: heterogenitas/banyaknya elemen-elemen eksternal yang berpengaruh terhadap organisasi – Stabilitas Lingkungan: kecepatan perubahan elemen- elemen lingkungan
  30. 30. KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (DUNCAN) KERANGKA KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (DUNCAN) Stabil KETIDAKPASTIAN RENDAH KETIDAKPASTIAN AGAK RENDAH (LOW UNCERTAINTY) (LOW-MODERATE UNCERTAINTY) 1. Elemen Lingkungan jumlahnya sedikit 1. Elemen Lingkungan jumlahnya banyak 2. Elemen Lingkungan tidak berubah atau 2. Elemen Lingkungan tidak berubah atau berubah secara perlahan berubah secara perlahan STABILITAS KETIDAKPASTIAN TINGGI KETIDAKPASTIAN TINGGILINGKUNGAN (HIGH-MODERATE UNCERTAINTY) (HIGH UNCERTAINTY) 1. Elemen Lingkungan jumlahnya sedikit 1. Elemen Lingkungan jumlahnya banyak 2. Elemen Lingkungan selalu berubah 2. Elemen Lingkungan selalu berubah Tidak Stabil SEDERHANA KOMPLEKSITAS KOMPLEKS LINGKUNGAN
  31. 31. KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (EMERY TRIST)• Tekstur Lingkungan (Causal Texture): Elemen-elemen lingkungan yang saling berkaitan dan mempengaruhi terhadap organisasi tidak secara individual, tetapi dalam kelompok sehingga mempengaruhi organisasi secara simultan• Jenis Tekstur Lingkungan: – Tenang-Acak (Placid-Randomized) – Tenang-Mengelompok (Placid-Clustered) – Diganggu-Bereaksi (Disturbed-Reactive) – K a c a u (Turbulent Field)
  32. 32. KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (EMERY TRIST)Tindakan organisasi pada setiap jenis Tekstur Lingkungan:LINGKUNGAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN TINDAKAN ORGANISASITENANG - ACAK Perubahan jarang dan hanya terjadi Konsentrasi pada operasi rutin sehari- untuk elemen tunggal/individu hari Perencanaan yang sedikitTENANG - Perubahan jarang dan hanya terjadi Perencanaan dan peramalan untukMENGELOMPOK dalam bentuk elemen-elemen yang mengantisipasi perubahan saling berkaitan Menghindari perubahan berkelompokDIGANGGU - BEREAKSI Lingkungan bereaksi terhadap Perencanaan untuk mengantisipasi perubahan dalam organisasi, dan reaksi dan tindakan Organisasi lain. juga sebaliknyaKACAU Lingkungan sering berubah dan Perlu interpretasi kondisi Lingkungan perubahan terjadi dalam bentuk dan adaptasi untuk bisa tetap hidup kelompok
  33. 33. PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP ORGANISASI• Karena ketergantungan sumber, organisasi beradaptasi terhadap kondisi lingkungan melalui: – Perubahan internal: menyesuaikan struktur internal organisasi, pola kerja, perencanaan dll. – Menguasai & mengubah kondisi lingkungan sehingga menguntungkan bagi organisasi
  34. 34. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)• Penyesuaian Struktur Organisasi: – Kompleksitas Struktur Organisasi • Lingkungan makin kompleks  – Organsasi perlu jadi kompleks – Setiap elemen lingkungan perlu dihadapi oleh suatu bagian khusus dari organisasi – Lebih banyak bagian maupun jenis tugas
  35. 35. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)• Penyesuaian Struktur Organisasi: − Peredam (Buffers) • Organisasi sebagai suatu inti teknis pelaksana produksi yang disekelilingi oleh sejumlah perendam • Inti teknis: mengerjakan tugas utama organisasi • Peredam (Buffers) (Thompson): – Membuat inti teknis sebagai bagian tertutup sehingga efisiensi tetap terjamin – Fungsi: meredam ketidakpastian lingkungan
  36. 36. Lingkungan buffers Perencanaan dan Pengendalian Produksi Penelitian dan Pengembangan Pembelian Pemeliharaan Inventori INTI TEKNIS PengendalianLingkungan Mutu Lingkungan Produk Jadi (memproduksi output Organisasi) Hubungan Biro Pemasaran Promosi Masyarakat Lingkungan Engineering
  37. 37. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)• Penyesuaian Struktur Organisasi: – Elemen-elemen Perbatasan (Boundary System) • Pertukaran informasi kegiatan dapat dikoordinasikan & ketidakpastian dapat dikurangi • Mengamati perkembangan teknologi, inovasi, perubahan pemerintah, sumber bahan baku • Fungsi: – Mendeteksi & memproses informasi mengenai perubahan yang terjadi pada lingkungan – Merepresentasikan organisai terhadap lingkungan • Elemen perbatasan bisa merupakan bagian peredam
  38. 38. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)• Diferensiasi & Integrasi: – Diferensiasi: Perbedaan orientasi kognitif & emosional para pejabat dari fungsi-fungsi yang berlainan, dan perbedaan struktur bagian/fungsi yang berlainan (DEFINISI, Lawrence & Lorsch) – Lingkungan kompleks & berubah cepat  bagian organisasi harus memiliki spesialisasi tinggi – Perbedaan orientasi & struktur perbedaan interaksi dengan lingkungan
  39. 39. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)
  40. 40. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)Perbedaan jenis lingkungan yang dihadapi menyebabkan ketiga bagianmempunyai sasaran dan orientasi yang berbeda KARAKTERISTIK BAGIAN PENELITIAN BAGIAN PRODUKSI BAGIAN PEMASARAN DAN PENGEMBANGANSASARAN Pengembangan Produk Efisiensi Produksi Kepuasan Konsumen Baru/mutu produkHORISON WAKTU Panjang Pendek PendekJENIS HUBUNGAN Hampir seluruhnya Tugas (Task) SosialINTERPERSONAL dalam rangka tugas (Task)FORMALITAS Rendah Tinggi TinggiSTRUKTUR
  41. 41. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)• Integrasi: – Diferensiasi tinggi  koordinasi menjadi lebih sulit, sehingga perlu diintegrasikan kembali• Perbedaan Tingkat Ketidakpastian Lingkungan  Perbedaan Tingkat Diferensiasi  Perbedaan Tingkat Integrasi• Makin tinggi diferensiasi  perlu lebih banyak integrator
  42. 42. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL) ASPEK JENIS ORGANISASI INDUSTRI PLASTIK INDUSTRI MAKANAN INDUSTRI KEMASANKETIDAKPASTIAN Tinggi Sedang RendahLINGKUNGANDIFERENSIASI ANTAR Tinggi Sedang RendahBAGIANPERSEN (%) PIMPINAN 22 % 17 % 0%YANG TERLIBATKEGIATAN INTEGRATOR
  43. 43. ADAPTASI LINGKUNGAN (PERUBAHAN INTERNAL)• STRUKTUR ORGANIK & MEKANISTIK (BURNS & STALKER)• Lingkungan mempengaruhi struktur internal organisasi• Lingkungan Stabil: – Peraturan, prosedur, hirarki otoritas lebih jelas, formalisasi & sentralisasi yang lebih tinggi  struktur MEKANISTIK• Lingkungan Berubah dengan Cepat: – Lebih bebas, mudah adaptasi, peraturan tidak tertulis/diabaikan, hirarki otoritas tidak jelas, desentralisasi  struktur ORGANIK
  44. 44. STRUKTUR ORGANIK & MEKANISTIK (BURNS & STALKER) ORGANISASI MEKANISTIK ORGANISASI ORGANIK1. Pekerjaan terbagi-bagi menjadi tugas- 1. Tiap bagian seakan-akan mempunyai suatu tugas khusus (specialized), dan terpisah tugas tertentu yang dikerjakan bersama satu sama lain oleh karyawan tanpa pemisahan secara individual2. Tugas terdefinisi secara rinci 2. Tugas biasa berubah/diadaptasikan bentuknya, sesuai interaksi antar karyawan3. Hirarki otoritas dan kontrol sangat tegas, 3. Hirarki otoritas dan kontrol tidak tegas, banyak peraturan hanya ada sedikit peraturan4. Pengetahuan tentang tugas hanya dimiliki 4. Pengetahuan tentang tugas tidak hanya ada Pimpinan, dengan sentralisasi yang tinggi pada Pimpinan, pengontrolan bisa terjadi dalam pengontrolan pelaksanaan tugas pada setiap tingkatan dalam organisasi5. Komunikasi umumnya vertikal 5. Komunikasi Vertikal dan juga Horisontal/Lateral
  45. 45. STRUKTUR ORGANIK & MEKANISTIK (RUBINGER)
  46. 46. KETERGANTUNGAN STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (DUNCAN) KERANGKA KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN (DUNCAN) Stabil KETIDAKPASTIAN RENDAH KETIDAKPASTIAN AGAK RENDAH (LOW UNCERTAINTY) (LOW-MODERATE UNCERTAINTY) Mekanistik, Struktur formal, Mekanistik, Struktur formal, sentralisasi tinggi sentralisasi tinggi Banyak bagian organisasi maupun bagian peredam Sedikit bagian organisasi Sedikit Integrator Stabilitas Tidak ada Integrator Mulai memerlukan PerencanaanLingkungan Orientasi pada Operasi KETIDAKPASTIAN AGAK KETIDAKPASTIAN TINGGI TINGGI Organik, struktur tidak formal, desentralisasi Organik, struktur tidak formal, Banyak bagian organisasi, diferensiasi tinggi desentralisasi Banyak Integrator Stabil Sedikit bagian organisasi Perencanaan dan peramalan masa depan secara Sedikit integrator ekstensif Orientasi pada Perencanaan SEDERHANA KOMPLEKSITAS KOMPLEKS
  47. 47. ADAPTASI LINGKUNGAN (MENGUBAH KONDISI LINGKUNGAN)1. Menciptakan hubungan baik dengan elemen-elemen penting lingkungan: Integrasi melalui merger (akuisisi): Mengintegrasikan organisasi lain yang merupakan sumber ketidakpastian melalui integrasi vertikal Kontrak (joint-venture): Resiko dan ongkos untuk melakukan suatu kegiatan ditanggung bersama Kooptasi: Adopsi orang penting dari lingkungan untuk masuk kedalam organisasi, sehingga: Ada perhatian terhadap keberhasilan organisasi Tindakannya sebagai pejabat tidak berbahaya bagi organisasi
  48. 48. ADAPTASI LINGKUNGAN (MENGUBAH KONDISI LINGKUNGAN)1. Menciptakan hubungan baik dengan elemen-elemen penting lingkungan: Kooptasi: Interlocking Directorate: adopsi seseorang yang punya kedudukan penting pada beberapa organisasi lain sehingga bisa mejadi saluran komunikasi dengan organisasi lain tersebut Pengangkatan Eksekutif: Mengembangkan hubungan baik dengan lingkungan Iklan dan hubungan masyarakat: Cara tradisional, melalui iklan untuk mempengaruhi pandangan konsumen Hubungan masyarakat: mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap perusahaan atau organisasi
  49. 49. ADAPTASI LINGKUNGAN (MENGUBAH KONDISI LINGKUNGAN)2. Membentuk lingkungan agar tidak berbahaya bagi organisasi Mengubah Bidang Kegiatan: memilih segmen lingkungan yang persaingannya yang tidak terlalu berat Kegiatan Politik: mempengaruhi bentuk peraturan pemerintah, sehingga berbahaya bagi organisasi. Melakukan lobying dengan pihak legislatif Asosiasi Pengusaha: persatuan organisasi yang mempunyai tujuan sama 49
  50. 50. HUBUNGAN ANTAR ORGANISASICara lain menganalisis lingkungan organisasi: Melihat hubungan organisasi terhadap organisasi lain di lingkungannyaSet Organisasi (Organizational Set): Kumpulan organisasi lain yang mempunyai hubungan dengan organisasi Sifat dinamis, selalu berubah, karena hubungan lama dihentikan jika tidak berguna, hubungan baru dibentuk jika diperlukanAlasan penting terbentuk/putus hubungan: Transaksi sumber: memiliki sumber daya yang diperlukan oleh organisasi Peraturan Pemerintah: jenis hubungan karena peraturan pemerintah (pajak, pemerintah daerah)
  51. 51. UKURAN SET ORGANISASIUkuran set organisasi menunjukkan: Banyaknya organisasi lain yang punya hubungan dengan organisasi Corak hubungan antara Organisasi dengan lingkunganLingkungan yang tidak pasti perlu set organisasi besar: Aman, sebab banyak alternatif Pandangan organisasi lebih luas, informasi lebih lengkap & analisis lebih tepat Popularitas (image) lebih baikSet Organisasi besar: Struktur organisasi menjadi kompleks Pengaruh lingkungan berkurang karena organisasi punya lebih banyak alternatif
  52. 52. Download Slide di http://rumah-belajar.org

×