perawatan jenazah

5,647 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,647
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
301
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

perawatan jenazah

  1. 1. Loading ….. ©2013 Kelompok 5 PAI
  2. 2. Bab 11 “Hukum Islam Tentang Pengurusan Jenazah” Kelompok 5: Anggota: Ashifa Tahara M. Falih F. M. Risky Akbar Royyan Faizin Kelas : XI IPA 2 SMA Negeri 8 Depok (Jalan H. M. Nasir No. 888 Kec. Cilodong kota Depok)
  3. 3. HOME SK/KD A. TAKZIAH dan ZIARAH KUBUR B. PERAWATAN JENAZAH 1. Memandikan Jenazah 2. Mengkafani Jenazah 3. Menyalatkan Jenazah 4. Menguburkan Jenazah Video
  4. 4. ِ َ ْ ّ ‫ب س م ال ل ه ال ر ح م ن‬ ِ ّ ِ ْ ِ ‫ال ر حي م‬ ِ ِ ّ ASPEK FIKIH STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI KETENTUAN HUKUM ISLAM TENTANG PENGURUSAN JENAZAH KOMPETENSI DASAR: 1. MENJELASKAN TATA CARA PENGURUSAN JENAZAH 2. MEMPERAGAKAN TATA CARA PENGURUSAN JENAZAH BACK BACK
  5. 5. A. 1. TAKZIAH dan ZIARAH KUBUR Takziah Adalah berkunjung kepada keluarga yang meninggal dunia. Hukumnya sunah, bahkan menjadi wajib, apabila jenazah muslim tidak ada yang mengurusnya. Takziah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dimakamkan, agar dapat membantu mengurus jenazah, paling tidak mensalatkan, mengantarkan jenazah ke makam. BACK BACK
  6. 6. Yang memandikan dan mengkafani jenazah biasanya keluarga dekat dan dibantu oleh orang yang mengetahui tentang cara mengurus jenazah. Rasulullah SAW bersabda: ‫عنا أبا يا هريرةا رضا يا اهللا عنها قلال :ا قلالا رسولا اهللا صلا يا اهللا عليها وسلم :ا منا شهدا‬ َ ‫َع ُ ا َ ا َ ش ْ َدِ ا َ ا َمَّ ا َ ا َ ش ْ ا َ َدِ ا‬ َّ‫ا َ ش ْ ا َ َدِ ش ْ َع ُ ا َ ش ْ ا َ ا َ ا َ َدِ ا َ َع ُ ا َ ش ْ َع ُ ا َ ا َ ا َ ا َ ا َ َع ُ ش ْ َع ُ َع ُ ا َم‬ ‫اجلجنلازةا حتا يا يصلا يا عليهلاا فلها قيرطلاا ومنا شهدهلاا حتا يا تدفنا فلها قيراطلانا قيلا وملاا َا ا‬ َ ‫ش ْ ا َ ا َ ا َ ا َ ا َ مَّ َع ُ ا َيِّ ا َ ا َا َ ش ْ ا َ ا َ ا َ َع ُ َدِ ش ْ ا َ ا َ ا َ ا َ ا َ ش ْ ا َ َدِ ا َ ا َ ا َ مَّ َع ُ ا َ ا َ ا َ ا َ َع ُ َدِ ش ْ ا َ ا َ َدِ ش ْ ا َ ا َ ا َ ا ا‬ ‫ا ) اجلقيراطلانا يلارسولا اهللا قلالا مثلا اجلجبلينا اجلعظيمينا )متفقا عليه‬ ِ‫ش ْ َدِ ش ْ ا َ ا َ َدِ ا َ ا َ َع ُ ش ْ ا َ َدِ ا َ ا َ َدِ ش ْ َع ُ ش ْ ا َ ا َ ا َ ش ْ َدِ ش ْ ا َ َدِ ش ْ ا َ ش ْ َد‬ Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang (takziah) hingga disalatkan, maka dia mendapat pahala satu qirat, dan barang siapa yang menghadirinya sampai dikuburkan, maka baginya mendapat pahala dua qirat.’ Ketika Rasulullah SAW ditanya sahabat apakah dua qirat itu? Beliau manjawab, ‘Laksana dua bukit besar.’” (HR. Bukhari dan Muslim) BACK BACK
  7. 7. Adab Bertakziah        Takziah hendaknya didasari dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Berpakaian yang sopan dan menutup aurat Bersikap dan bertingkah laku yang baik Berdoa agar jenazah diampuni dosanya dan dirahmati oleh Allah SWT. Cara mendoakan jenazah yang paling baik ialah dengan jalan menyalatkannya Hendaknya memberi nasehat kepada keluarga jenazah agar bersabar, bertawakkal dan menjaga iman. Memberikan bantuan seperlunya Mengingatkan keluarga jenazah tentang hutang jenazah BACK BACK
  8. 8. A. 2. TAKZIAH dan ZIARAH KUBUR Ziarah Kubur Ziarah kubur hukumnya sunnah. Rasulullah SAW bersabda: ‫زوا املقبور ف انه ا تذكو ف انه ا تذكركم املموَتْت )رواه مسلم‬ َ ) َ ) ْ‫ْمُ َتْ َتْ ْمُ ْمُ َتْ ) َ ) َّنِهَّ ) َ ْمُ َتْ ) َ ) َ ) َّنِهَّ ) َ ْمُ ) َ رِّ ْمُ ْمُ َتْ َت‬ Artinya: “Berziarahlah kamu ke kubur, karena sesungguhnya ziarah kubur itu ddapat mengingatkan engkau kepada mati.” (H.R. Muslim) BACK BACK
  9. 9. ADAB ZIARAH KUBUR      Ziarah kubur hendaknya didasari dengan niat karena Allah SWT. Hendaknya berpakaian sopan dan menutup aurat Hendaknya mengucapkan salam kepada penghuni kubur dan mendoakan mereka memperoleh keselamatan serta kesejahteraan di alam kuburnya. Tidak boleh menginjak-nginjak dan duduk diatas makam,tidak boleh meludah, kencing dan buang sampah diatas makam. Tidak boleh minta tolong kepada penghuni kubur BACK BACK
  10. 10. B. PERAWATAN JENAZAH Adalah pengurusan jenazah seorang Muslim/ Muslimah dengan cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkannya. Hukum melaksanakan pengurusan jenazah dengan caracara tersebut adalah Fardu kifayah bagi orang Islam yang masih hidup. Artinya, mereka berdosa jika tidak ada seorang pun yang mengerjakannya BACK BACK
  11. 11. CARA PERAWATAN JENAZAH 1. MEMANDIKAN Hadis Nabi: Artinya : Mandikanlah dia (jenazah) dengan air serta daun bidara ( sabun). (H.R. Bukhori dari Ibnu Abbas) 2. MENGKAFANI Hadis Nabi : Artinya: Janganlah kamu berlebih-lebihan untuk kafan karena sesungguhnya kafan itu akan hancur sesungguhnya. (H.R. Abu Dawud dari Ali bin Abi Talib) 3. MENSALATKAN Hadis Nabi : Artinya: Salatkanlah jenazah-jenazah kalian. (H.R. Ibnu Majah ) 1. MENGUBURKANNYA Hadis Nabi artinya: Hendaklah kamu segerakan mengubur jenazah, karena jika orang saleh maka kamu mendekatkannya kepada kebaikan, dan jika ia bukan orang saleh, supaya kejahatan itu lekas terbuang dari tanggunganmu. (H. R. Muslim dari Abi Hurairah) BACK BACK
  12. 12. B. PERAWATAN JENAZAH: MEMANDIKAN 1. Memandikan Jenazah Syarat-syarat jenazah wajib dimandikan:  Jenazah itu orang Islam  Didapati tubuhnya walaupun sedikit  Bukan mati syahid Catatan dalam memandikan jenazah:  Yang memandikan jenazah harus sejenis, kecuali suami boleh memandikan istri atau sebaliknya, atau mahramnya. BACK BACK
  13. 13. TATA CARA MEMANDIKAN MAYAT     Jenazah dibaringkan ditempat yang tinggi, seperti ranjang yang diatasnya sudah diletakkan lima atau enam buah potongan batang pisang (bantalan) Jenazah dimandikan ditempat tertutup. Jenazah hendaknya dipakaikan kain basahan (penutup aurat) Setelah jenazah dibaringkan diatas potongan batang pisang, lalu dengan air dan sabun jenazah dibersihkan dari najis yang melekat ditubuhnya. Sesudah itu dubur jenazah dibersihkan hingga bersih dengan tangan kiri yang memakai sarung tangan. Kemudian ganti sarung tangan yang bersih untuk membersihkan gigi dan mulut jenazah. BACK BACK
  14. 14. TATA CARA MEMANDIKAN MAYAT   Setelah jenazah dibersihkan dari najis, serta gigi dan mulutnya dibersihkan lalu dengan menggunakan air dan sabun mandi, seluruh tubuh jenazah dari rambut kepala sampai telapak kaki dimanmdikan sampai bersih. Disunahkan memndahulukan bagian tubuh sebelah kanan, kemudian bagian tubuh sebelah kiri. Juga disunahkan dimandikan tiga kali atau lima kali. Setelah selesai dimandikan, kemudian dirapikan rambutnya serta diwudukan sebagaimana wudu biasa. Kemudian badannya dikeringkan dengan handuk. Selesailah memandikan jenazah BACK BACK
  15. 15. 2. PERAWATAN JENAZAH: MENGKAFANI 2. Mengkafani Jenazah Maksudnya membungkus jenazah dengan kain kafan. Hukum mengkafani jenazah adalah fardu kifayah bagi orang-orang Islam yang masih hidup. Kain kafan diperoleh dengan cara yang halal, yakni diambilkan dari harta peninggalan jenazah, jika ia meninggalkan harta. Kain kafan yang digunakan hendaknya kain kafan yang bersih,berwarna putih, dan sederhana. Seperti Sabda Rasulullah SAW: BACK BACK
  16. 16. ْ ُ ِ َِ ُ َْ َ َِّ ِ ‫ال ب س وا م ن ث يا ب ك م ال ب يا ض ف ا ن ها خ ي ر ث يا ب ك م‬ ََ ْ ُ ُ ِ َِ ْ ِ ْ ُ ِ ْ ‫) و ك ف ن وا ف ي ها م و تا ك م ) رواه الترمذي‬ ْ ُ َْ َ َ ِْ ْ ُّ َ َ Artinya: “Berpakaianlah kamu dengan pakaianmu yang berwarna putih, karena pakaian putih itu merupakan pakaian terbaikmu, dan kafanilah mayat kamu dengan kain putih itu.” (HR. Tirmizi) Juga Rasulullah SAW bersabda, “janganlah kamu berlebih-lebihan memilih kain yang mahal-mahal untuk kafan, karena sesungguhnya kain kafan itu akan segera hancur,” (HR. Abu Daud) BACK BACK
  17. 17. CARA/ KETENTUAN MENGKAFANI JENAZAH a. Jenazah laki-laki atau wanita minimal dibungkus dengan selapis kain kafan yang dapat melapisi seluruh tubuhnya. Untuk jenazah laki-laki dibungkus tiga lapis kain kafan yang tiap lapisnya dapat menutupi seluruh tubuhnya. untuk jenazah wanita sebaiknya dilapisi dengan lima lembar kain kafan, yaitu kain basahan, baju, tutup kepala, kerudung (cadar), dan kain kafan yang dapat menutupi seluruh tubuhnya. BACK BACK
  18. 18. CARA/ KETENTUAN MENGKAFANI JENAZAH b.    Cara memakaikan kain kafan: Mula-mula hamparkan selembar tikar diatas lantai. Lalu bentangkan 4 utas tali diatasnya, kira-kira letaknya ditempat kepala, tangan, lutut, dan mata kaki jenazah yang hendak dikafani. Hamparkan diatas tikar tersebut kain kafan yang sudah disiapkan sehelai-sehelai dan setiap helainya diberi harumharuman. Jenazah hendaknya diolesi kapur harus halus, kemudian diletakkan diatas hamparan kain kafan yang telah disediakan. Kedua tangan diletakkan diatas dadanya, tangan kanan diatas tangan kiri atau dibolehkan juga tangannya diluruskan kebawah. BACK BACK
  19. 19. CARA/ KETENTUAN MENGKAFANI JENAZAH b.   Cara memakaikan kain kafan: Tempelkan kapas secukupnya pada bagian muka jenazah, pusarnya, kelaminnya, dan duburnya. Setelah itu seluruh jenazah dibalut dengan kain kafan sampai rapi, lalu diikat dengan empat utas tali yang sudah disiapkan yaitu dibagian atas kepala, lengan, lutut, dan mata kaki. BACK BACK
  20. 20. 3. CARA MENSALATKAN JENAZAH 3. Menyalatkan Jenazah Salat jenazah dilaksanakan setelah jenazah selesai dimandikan dan dikafani. Hukumnya adalah fardu kifayah bagi orang-orang muslim/muslimat yang masih hidup. Tentang jumlah orang yang menyalatkan, Rasulullah bersabda: ِ ََْ ُ ‫ع ن ا ب ن ع با س قا ل س م ع ت ر س و ل ا ص لي ا ع ل ي ع‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ ُْ ِ َ َ َ ٍ َّ ِ ْ ِ َ ‫و س ل م ي ق و لُ ما م نْ ر ج ل م س ل م ي م و ت ف ي ق و م ع لي‬ ََ ُ ْ ُ ََ ُ ْ ُ َ ٍ ِْ ُ ٍ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ َّ َ ِ ًَْ ِ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ُ َ ْ ُ َْ ِ َِ ََ ّ ‫ج نا ز ت ه أَ ر ب ع و نَ ر ج ل ً ل َي ش ر ك و ن بالل ه ش ي ئا ا ل‬ Artinya: ‫) ش ف ع ه مالل ه ف ي ه ) رواه احمد و مسلم‬ ِ ِْ ُ ُ ُ َ َ َ “Dari ibnu Abbas, katanya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang islam yang mati, lalu jenazahnya disalatkan oleh empat puluh orang muslim yang tidak musyrik, maka Allah menerima syafaat mereka terhadap jenazah tersebut.” BACK BACK
  21. 21. Syarat-syarat Sahnya Salat Jenazah 1. 2. 3. Seorang yang menyalatkan, syaratnya orang islam, suci dari hadas besar dan hadas kecil, suci badan, pakaian, tempat dari najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Salat jenazah dilakukan setelah jenazah dimandikan dan dikafani. Letak mayat di sebelah kiblat orang yang menyalatkan, terkecuali kalau salat jenazah dilakukan diatas kubur atau salat gaib. BACK BACK
  22. 22. Rukun Salat Jenazah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Salat jenazah dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah ta’ala. Takbir empat kali. Membaca surah Al-fatihah sesudah takbir pertama (takbiratul ihram). Membaca salawat atas nabi SAW, setelah takbir kedua. Membaca doa setelah takbir ketiga. Berdoa setelah takbir ke-empat. ُ‫الل ه م ل َت ح ر م نا أَ ج ر ه ) ها ( و ل َ ت ف ت نا ب ع د ه‬ َ ْ َ ّ ِْ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ّ ُ ‫) ها (وا غْ ف ر ل نا و ل ه ها‬ َ) ُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ) Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahala tidak sampai kepada kami dan janganlah Engakau fitnah sepeninggalnya, ampunilah kami dan dia.” Berdiri jika mampu Mengucapkan salam BACK BACK
  23. 23. Bunyi doa setelah takbir ketiga: (‫ال ل ه م ا غ ف ر ل هُ ) ه ا (وار ح م ه ها (و عا ف ه ها‬ َ) ِ ِ َ َ َ) ُ ْ َ َ َ َْ ِ ْ ّ ِ ّ َ ُ‫وا ع ف ع ن ه ها (و أَ ك ر م ن ز ل ه ها (و و س ع م د خَ لَ ه‬ ْ َ ْ ّ َ َ َ) ُ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ َ) ُ ْ َ ُ ْ َ (‫ها (وا غ س ل ه ها ( ب ما ء و ث ل ج و ب ر د و ن ق ه ها‬ َ) ِ ّ َ َ ٍ ْ َ َ ٍ ْ َ َ ٍ َ ِ َ) ُ ْ ِ ْ َ َ) ِ َّ ‫م ن ال خ طا يا ك ما ي ن قي ال ث و ب ا ل َب ي ض مِ ن ال د ن س‬ َ ُ َْ ْ ُ ْ ّ ّ َُ َ َ َ َ َ ْ َ ِ ً ‫و أَ ب د ل ه ها (دا را خ ي را م ن دا ر ه ها (و أ َ ه ل‬ ْ َ َ) ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ً َ َ) ُ ْ ِ ْ َ Artinya: ِ َْ ‫ال ق ب ر‬dia, kasihanilah)dia, sejahterakanlah dia‫ م ن أَ ه ل ه‬tempat َ َِْ َ ِ ِ َ َ) ِْ ْ ِ ً َْ “Ya Allah, ampunilah ْ ‫ ِ ها (و ق ه ها (ف ت ن ة‬dan luaskanlah ‫خ ي را‬ kediamannya. Bersihkanlah ia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah ia dari dosa, ) ‫ مسلم‬Gantilah rumahnya dengan َrumah ‫و ع ذا ب ال نا ر ) رواه‬ ِ ّ َ َ َ sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. yanglebih baik daripada rumahnya dahulu, dan gantilah kaum keluarganya, dengan yang lebih baik dari kaum keluarganya dahhulu, dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka” (HR. Muslim) BACK BACK
  24. 24. Sunah-sunah Salat Jenazah 1. Mengangkat tangan ketika mengucapkan emapt takbir. Sabda Rasulullah SAW: ‫عني ابني عمري أَنهي صليي اي عليهي وسلمي كاني يرفعي‬ ُ َ ْ َ َ َ َّ َ ِ ََْ ُ َّ ُ ّ َ َ ُ ِ ْ ِ َ ‫يدَيهي عليي كلي تكبيراتي الجنازاةي )رواهي‬ ِ َ ََ ْ ِ َ ِْْ َ ّ ُ ََ ِ ْ َ (‫البيهقي‬ Artinya: “Dari Ibnu Umar, Sesungguhnya Nabi SAW mengangkat kedua tangannya, pada semua takbir salat jenazah (HR. alBaihaqy) 2. Israr yaitu merendahkan suara bacaan salat 3. Membaca Ta’awuz BACK BACK
  25. 25. Beberapa Hal tentang Salat Jenazah Salat jenazah boleh dikerjakan secara munfarid, tetapi sebaiknya secara berjama’ah. Wanita yang bergama Islam boleh dan sah menyalatkan jenazah. Jika jenazah yang disalatkan ada ditempat salat, perhatikanlah hal-hal berikut: 1. 2. 3. a. b. Jenazah diletakkan didepan orang yang menyalatkan (imam), dengan posisi jenazah kepalanya diutara, basan dan kakinya menjulur keselatan. Bila jenazahnya laki-laki, maka yang menyalatkan (imam), hendaknya berdiri menghadap jenazah sejajar dengan kepalanya. Tetapi jika jenazahnya perempuan, imam berdiri sejajar dengan bagian tengah jenazah BACK BACK
  26. 26. Beberapa Hal tentang Salat Jenazah c. d. Jika jenazahnya benyak terdiri dari laki-laki dan wanita, maka cara menyalatkannya boleh sekaligus, dengan ketentuan jenazah laki-laki diletakkan lebih dekat dengan yang mensalatkan (imam), sedangkan jenazah wanitanya lebih dekat ke kiblat. Salat jenazah dikerjakan sesuai dengan urutannya, sebagaimana tercantum dalam rukun salat. 4. Salat jenazah gaib adalah salat jenazah yang jenazahnya tidak ada ditempat salat. Tata caranya sama dengan kalau jenazahnya ada ditempat. 5. Menyalatkan jenazah diatas kuburnya. Hukumnya boleh, sabda Rasulullah SAW: Artinya; Nabi SAW sampai kesebuah kubur yang masih basah, kemudian beliau mensalatkannya dan mereka (para sahabat) berbaris dibelakang beliau dan bertakbir emapt kali. (HR. Bukhari dan Muslim) BACK BACK
  27. 27. 4. Menguburkan Jenazah Jenazah dikuburkan setelah dimandikan, dikafani dan disalatkan. Hukum penguburan jenazah muslim adalah fardu kifayah atas orang Islam yang masih hidup. Penguburan jenazah sebaiknya disegerakan. Sesuai Sabda Rasulullah SAW: ‫أُسرعواي بالجنَزةي فاني كانتي صالحةي قربتمونهاي‬ َ َْ ُ ُّْ َ ً َ ِ َ ْ َ َ ْ َِ ِ َ َ ِْ ْ ُ ِ ْ ‫اليي الخيري واني كانتي غيْري ذلكي فشري تضعونهاي‬ َ َ ْ ُ َ َ ٌّ َ َ َ ِ َ َ ً ْ َ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ‫)عليي رقابكمْي )رواهي الجماعة‬ ُ ِ َ ِ ََ “Segerakanlah jenazah itu dikuburkan. Jika ia seorang yang saleh, ia akan segera cepat mendapat ganjaran kebaikan, dan jika ia tidak saleh saleh (ahli maksiat), ia akan cepat meninggalkan kejelelakan dari BACK BACK pundak-pundak kamu semua.” (HR. Al-Jama’ah)
  28. 28. TENTANG LUBANG dan TATA CARA PENGUBURAN  Lubang Kubur Lubang kubur dibuat memanjang, dari arah utara kearah selatan. Panjangnya harus disesuaikan panjang jenazah. Dalamnya harus cukup, sehingga bau busuk mayat tidak tercium dari luar. Dibagian dasar kubur hendaknya dibuatkan lubang lahat, yakni lubang tempat meletakkan jenazah. BACK BACK
  29. 29. TENTANG LUBANG dan TATA CARA PENGUBURAN  Tata Cara Penguburan Jenazah Setelah sampai di makam, hendaknya (masih dalam usungan) diletakkan di pinggir atas lubang sebelah kiblat. Kemudian tiga laki-laki Muslim (keluarga dekat jenazah) turun kelubang kubur, dan tiga lainnya berdiri diatas menghadap jenazah. Tiga laki-laki yang berdiri menghadap jenazah, mengangkat jenazah tersebut dan menyerahkan kepada tiga laki-laki yang berdiri di lubang kubur.kemudian jenazah diletakkan dengan hati-hati dilubang lahat dengan posisi miring, kepala disebelah utara, kaki sebelah selatan menghadap kiblat. BACK BACK
  30. 30. TENTANG LUBANG dan TATA CARA PENGUBURAN  Tata Cara Penguburan Jenazah Ketika jenazah dimasukkan kedalam lubang kubur disunnahkan membaca: ‫ا ملةا رسولا هللاا بسما هللاا وعل ي‬ َ‫سِب ِ ةَّ سِب ِ سَ ْوُ ِلْ سِب ِ سِب ِ سِب ِ ِلْ سِب ِ سِب ِ سَ سَ س‬ Artinya: “Dengan nama Allah dan atas nama Agama Rasulullah.” Keempat utas tali yang mengikat jenazah dilepas, dan kain kafan yang menutup mukanya disingkapkan, sehingga muka jenazah dapat mencium tanah. Setelah jenazah sudah diletakkan dilubang lahat, jenazah ditutup dengan papan atau bambu, lalu ditimbun tanah. BACK BACK
  31. 31. TENTANG LUBANG dan TATA CARA PENGUBURAN  Perbuatan sunnah pada Waktu Pemakaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jika jenazah perempuan, dinaungi dengan kain Meninggikan kubur sekadarnya Menandai kubur dengan batu atau kayu Menaruh kerikil diatas kubur dan pelepah basah Menyiram kubur dengan air Mendoakan mayat BACK BACK
  32. 32. Video
  33. 33. Ending ….. ©2013 Kelompok 5 PAI

×