BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
KOTA PALANGKA RAYA




                                               No. 01 / TAHUN ...
Bappeda Kota Palangka Raya          HASIL KAJIAN
                                      STUDI PENGEMBANGAN PROGRAM SATU DES...
Sekapur Sirih




                                          P    uji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
   ...
Kata Sambutan




                           P
                                   uji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha...
Hasil Kajian




                           Hasil Kerjasama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Palangka Ra...
Hasil Kajian

    yang baru tersebut belum mampu memberikan hasil yang         masing desa (OVOP) di Kota Palangka Raya.
 ...
Hasil Kajian

komoditas, perusahaan, institusi, atau kegiatan. Hasil                           berturut-turut pada Kecamat...
Hasil Kajian

Tabel 4. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Tanaman Pangan Per                          Bila dirinci lebih...
Hasil Kajian

     Tabel 9.    Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Komoditas
                 Nenas, Nangka, C...
Hasil Kajian

     Tabel 14. Peringkat Keunggulan Komoditas Tanaman Perkebunan                    Tabel 16. Hasil Perhitun...
Hasil Kajian

Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat                                Dari Tabel 21 dapat di...
Hasil Kajian

 Tabel 24. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Perikanan Darat Per                      Tabel 26. Peringkat...
Hasil Kajian

Hasil Analisis OVOP
                                                                                       F...
Hasil Kajian

 yang bersifat pemborosan dan sia-sia. Sedangkan kebija-     f. Terkait Dengan Aspek Pembinaan
 kan yang dij...
Hasil Kajian

     Pengembangan OVOP dilakukan melalui kebijakan            lemah dalam memperkenalkan produk. Promosi dan...
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Bulit01 2009
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bulit01 2009

2,537 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,537
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
141
Actions
Shares
0
Downloads
84
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bulit01 2009

  1. 1. BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA No. 01 / TAHUN I / 2009 STUDI PENGEMBANGAN PROGRAM SATU DESA SATU PRODUK (ONE VILLAGE ONE PRODUCT) EVALUASI PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA PALANGKA RAYA STUDI PENELITIAN PENGEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH DI KOTA PALANGKA RAYA Oktober 2009
  2. 2. Bappeda Kota Palangka Raya HASIL KAJIAN STUDI PENGEMBANGAN PROGRAM SATU DESA SATU PRODUK (ONE VILLAGE ONE PRODUCT) Dalam jangka panjang diharapkan peranan swasta semakin dominan terutama di luar Penanggung Jawab bidang pertahanan dan keamanan, Ir. Saing Saleh peradilan; sehingga aktivitas sektor swasta semakin efektif dan efisien. Sektor-sektor swasta harus mampu mengoptimalkan Pemimpin Umum potensi sumber daya yang ada ................... Zulhikmah Ravieq, S.Sos. Halaman 3 Pemimpin Redaksi EVALUASI PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN Martina, S.H. DI KOTA PALANGKA RAYA Evaluasi terhadap aspek input, bahwa Redaktur Pelaksana masyarakat miskin yang menjadi sasaran Putriati, S.P. program masih ada yang kurang tepat, karena masih belum akuratnya data kemiskinan. Evaluasi terhadap aspek proses, bahwa Staf Redaksi pelaksanaan program penanggulangan Hendra Surya, S.T., M.Eng. kemiskinan sudah relatif sesuai dengan Limbuk Basar, S.E. pedoman pelaksanaan. Drs. Sernus Kristhine Agustine, S.E. Halaman 15 STUDI PENELITIAN PENGEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL Fotografer MENENGAH DI KOTA PALANGKA RAYA Syamsuri, S.P. Meningkatnya jumlah dan jenis koperasi dan UKM di Kota Palangka Raya harus Dokumentasi secara bertahap diiringi dengan Taronggal Silalahi, S.P. peningkatan kualitas dalam arti luas, yang Nensianie, S.P. menyangkut keanggotaan, usaha dan manajemen organisasi dan usaha. Karena keberadaan koperasi dan UKM telah Distribusi mampu berkontribusi pada Produk Romaida B., A.Md. Domestik Regional Bruto (PDRB) .............. Halaman 31 Alamat Redaksi TOPIK LAIN Bappeda Kota Palangka Raya - Rakornas Litbang Tahun 2009 di Palembang (26-29 April 2009) .... Hal. 39 Jl. Tjilik Riwut No. 98 - Rakornas Jarlitbang Pendidikan Tahun 2009 di Semarang ............ Hal. 40 Telp/Fax. 0536-3231542, 3231539 Palangka Raya 73112 - Pembentukan Dewan Riset Daerah (DRD) ...................................... Hal. 43 E-mail: litbangbappedaplk@gmail.com - Optimalisasi Jabatan Fungsional Perencana ................................... Hal. 45 - Kewajiban Fungsional Perencana di Masa Depan ........................... Hal. 48 - Visi dan Misi Kota Palangka Raya ................................................... Hal. 50 - MoU antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan beberapa PTN .................................................................................................. Hal. 52 Redaksi menerima tulisan, baik berupa hasil kajian/studi/penelitian, artikel, berita, yang terkait dengan kelitbangan dan perencanaan pembangunan dan disertai dengan gambar/ foto dan identitas penulis. Naskah ditulis maksimal 15 halaman, ukuran kuarto (A4), Times New Roman 12 (1,5 spasi). Naskah yang dimuat akan mendapat imbalan.
  3. 3. Sekapur Sirih P uji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nya jualah akhirnya Buletin Litbang Bappeda Kota Palangka Raya edisi perdana ini dapat diterbitkan. Pada edisi perdana ini memuat 3 (tiga) buah artikel karya tulis ilmiah berupa hasil kajian/studi (kerjasama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Universitas Palangka Raya). Salah satu hasil kajian/studi tersebut adalah mengenai pengembangan gagasan One Village One Product (OVOP) di Kota Palangka Raya. Gagasan yang mula-mula dikenalkan oleh oleh Gubernur Hiramatsu dari prefektur Oita, Jepang, dan di Indonesia oleh Prof. Dr. Martani Huseini disejajarkan dengan konsepsi saka- sakti (satu kabupaten/kota satu kompetensi inti industri). Tujuan kedua konsepsi itu adalah membangun daya saing daerah melalui penciptaan kompetensi inti industri di daerah. Tulisan lainnya yang tidak kalah menariknya adalah mengenai hasil Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan di Kota Palangka Raya, dan studi mengenai pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Kota Palangka Raya. INFO Selain ketiga artikel ilmiah tersebut, terdapat artikel mengenai hasil Rakornas Litbang Tahun 2009 di Palembang dan Rakornas Jarlitbang Bidang Pendidikan di Semarang, serta BAGAIMANA MENGURUS IJIN artikel mengenai Visi dan Misi Pemerintah Kota Palangka Raya PENELITIAN sebagaimana yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Palangka Raya Tahun 2008— Bagi rekan-rekan mahasiswa atau pun 2013, serta artikel-artikel lain yang terkait dengan kelitbangan. siapa saja yang ingin melaksanakan penelitian khususnya di wilayah Kota Mengingat edisi ini merupakan edisi perdana, ibarat bayi yang Palangka Raya, Anda dapat mengurus baru dilahirkan, tentu masih lemah dan banyak memiliki Ijin Penelitian ke Bidang Litbang kekurangan/keterbatasan. Oleh karena itu, berbagai masukan Bappeda Kota Palangka Raya yang baik itu berupa sumbangan tulisan maupun kritik dan saran dari beralamat di Jl. Tjilik Riwut No. 98 pembaca tentunya sangat dibutuhkan agar buletin ini nantinya Palangka Raya. Telp/Fax. 0536- bisa semakin baik. 3231542, 3231539 Akhir kata, semoga buletin ini bisa bermanfaat dan selamat Syarat-syaratnya sederhana saja, Anda membaca! cukup membawa surat pengantar/ permohonan ijin penelitian dari lembaga Salam yang mengirimkan Anda (dilampiri copy Proposal Penelitian yang akan dilakukan). Surat tersebut ditujukan Redaksi kepada Kepala Bappeda Kota Palangka Raya dengan tembusan kepada Bapak Walikota Palangka Raya, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Palangka Raya, serta Instansi/Lembaga yang menjadi tujuan/ tempat penelitian Anda. Dalam waktu 1-2 hari Surat Ijin Penelitian dapat Anda ambil, dengan mengganti biaya leges sebesar Redaksi menerima saran, kritik dan tanggapan terkait Rp. 5.000,- dengan kelitbangan dan perencanaan pembangunan. Kirim via E-Mail ke litbangbappedaplk@gmail.com 1
  4. 4. Kata Sambutan P uji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugerah dan rahmat- Nya penyusunan “Bulletin Litbang“ Bappeda Kota Palangka Raya Tahun 2009 ini dapat kami selesaikan. Bidang Penelitian dan Pengembangan yang melekat pada struktur organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Palangka Raya baru terbentuk berdasarkan Perda Kota Palangka Raya Nomor 11 Tahun 2008 sebagai pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Penerbitan “Bulletin Litbang“ Bappeda Kota Palangka Raya pada tahun 2009 ini hanya 1 (satu) Edisi saja yang memuat informasi seputar kegiatan kelitbangan yaitu hasil studi penelitian/ kajian yang dilaksanakan melalui kerjasama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Universitas Palangka Raya, informasi MoU antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (IPB, UGM, UI, STAIN, dan UNPAR), hasil Rakornas Kelitbangan tahun 2009 di Palembang dan Semarang, informasi tentang pembentukan Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Palangka Raya serta informasi lainnya yang representatif dipublikasikan. Dalam penyusunan Bulletin Litbang ini, kami akui masih terbatas, harapan kami pada tahun mendatang edisi ini dapat lebih diperkaya lagi melalui hasil studi penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan didasarkan atas kekuasaan, tradisi atau common sense semata, penelitian yang dilakukan pada hakekatnya diperuntukan bagi pembuat kebijakan, sebagai bagian dari pemecahan masalah (problem solving) dan bermanfaat bagi pembangunan. Semoga Bulletin Litbang tidak hanya terbit sekali dalam setahun, namun lebih dari itu. Atas dukungan dari pihak-pihak yang telah membantu penyusunan Bulletin ini, kami mengucapkan terima kasih. Semoga Bulletin ini bermanfaat bagi kita semua. Palangka Raya, Oktober 2009 KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA Ir. SAING SALEH Pembina Utama Muda NIP. 19550515 198303 1 024 2
  5. 5. Hasil Kajian Hasil Kerjasama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Palangka Raya dan Lembaga Penelitian Universitas Palangka Raya Oleh: Akhmad Sajarwan1, Muses Embang2, Mofit Saptono3, Abdul Mukti4, Revi Sumaryati5, Merry Lidia6, Pandri Yani7 PENDAHULUAN terletak pada locus, yaitu saka-sakti pada tingkat kabupaten/kota, sedangkan OVOP di tingkat desa. Latar Belakang Memperhatikan potensi yang dimiliki oleh Kota Palangka Raya, serta dengan mengkaji berbagai P embangunan perdesaan di Indonesia beberapa perkembangan pembangunan yang sedang berjalan saat tahun terakhir kian menunjukkan hasil yang ini, maka dalam meningkatkan pendapatan masyarakat menggembirakan bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah, guna masyarakat perdesaan. Terlebih dengan diluncurkannya memacu pertumbuhan ekonomi wilayah, konsep OVOP Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dinilai sebagai salah satu pilihan yang penting untuk Mandiri oleh pemerintah, gerak pembangunan di kawasan dikembangkan pada saat ini dan masa datang. Hal ini perdesaan kian masif. disebabkan karena peluang pengembangan usaha sektor Pembangunan perdesaan diperkirakan juga akan riil yang berbasis desa dan produk pertanian merupakan mengalami percepatan (akselerasi), terencana, sistematis, sektor usaha masyarakat yang cukup resisten terhadap dan komprehensif seiring dengan akan segera dibahas krisis ekonomi selama ini. Hal ini menjadi salah satu solusi RUU Pembangunan Perdesaan. Kondisi faktual di bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menghadapi perdesaan dan komitmen politik legislasi di parlemen, permasalahan dan tantangan pembangunan, baik faktor menurut penulis, menarik untuk diperkuat dengan eksternal maupun faktor internal. gagasan One Village and One Product (OVOP). Hal itu Pemerintah kota Palangka Raya disamping agar terdapat suatu desain investasi perdesaan yang menghadapi faktor-faktor eksternal, juga menghadapi berwatak kultural dan berguna bagi tumbuhnya inovasi faktor internal, misalnya persoalan menghadapi kegiatan masyarakat perdesaan. ilegal (illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing), Konsepsi One Village and One Product (OVOP) yang sangat berpengaruh terhadap aspek sosial– pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan oleh ekonomi masyarakat lapisan bawah (mengandalkan Gubernur Hiramatsu dari prefektur Oita, Jepang, dan di kekuatan ekonomi tradisional) yang berada di Kota Indonesia oleh Prof. Dr. Martani Huseini disejajarkan Palangka Raya. Persoalan internal tersebut, setelah dengan konsepsi saka-sakti (satu kabupaten/kota satu dilakukan penertiban oleh pemerintah daerah, maka kompetensi inti industri). Tujuan kedua konsepsi itu adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat ilegal tersebut sudah membangun daya saing daerah melalui penciptaan mereka tinggalkan dan mulai dengan kegiatan lain yang kompetensi inti industri di daerah. Seluruh sumber daya baru. Walaupun banyak kegiatan lain yang dapat mereka dan kemampuan yang dimiliki oleh daerah terfokus pada lakukan, namun kegiatan tersebut belum mampu upaya untuk menciptakan kompetensi inti industri. Namun menghasilkan suatu produk yang bersifat unggul, baik demikian antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu unggul pada tingkat lokal maupun regional. Juga kegiatan 1) Ketua P2SLP Lemlit Universitas Palangka Raya 2,3,4,5,6,7) Dosen Universitas Palangka Raya 3
  6. 6. Hasil Kajian yang baru tersebut belum mampu memberikan hasil yang masing desa (OVOP) di Kota Palangka Raya. memuaskan dan lebih besar jika dibandingkan dengan b. Menetapkan alternatif strategi pengembangan OVOP hasil dari kegiatan illegal logging atau illegal mining di Kota Palangka Raya. tersebut. Sehingga dalam hal ini perlu adanya suatu kebijakan pemerintah daerah untuk mengarahkan Manfaat Penelitian masyarakat agar melakukan kegiatan-kegiatan yang Adapun manfaat dari penelitian yang diharapkan adalah: bersifat legal dan mampu memberikan hasil yang a Sebagai bahan masukan untuk penyusunan program memuaskan bagi masyarakat. operasional dinas/instansi terkait terutama yang Dalam teori Pertumbuhan Jalur Cepat (Turnpike) berhubungan dengan upaya pengembangan produk yang diperkenalkan oleh Samuelson (1955) unggulan masing-masing desa di Kota Palangka mengemukakan: bahwa setiap negara/wilayah perlu Raya. melihat sektor/komoditi apa yang memiliki potensi besar b Sebagai alternatif masukan kepada instansi terkait dan dapat dikembangkan dengan cepat, baik karena guna mendukung kebijakan pengembangan produk potensi alam maupun karena sektor itu memiliki ekspor nonmigas dari wilayah Kota Palangka Raya, competitive advantage untuk dikembangkan. Pandangan baik yang bersifat fisik seperti perhubungan darat/laut/ teori Pertumbuhan Jalur Cepat (Turnpike) ini udara dan kawasan industri, maupun yang bersifat menghendaki agar pemerintah daerah selalu memikirkan non fisik seperti pembinaan dan regulasi yang terkait produk unggulan yang dapat dikembangkan dalam dengan penciptaan iklim yang kondusif untuk wilayah tersebut. Untuk saat ini konsep tersebut lebih penanaman modal. populer dengan istilah one village and one product (OVOP). METODE PENELITIAN Terkait dengan suatu keunggulan tersebut, maka ada beberapa hal yang masih belum diketahui di Kota Alat Analisis Palangka Raya, yaitu produk unggulan pada masing- LQ dan Shiff/Share masing desa, baik yang sudah tercipta melalui mekanisme LQ dan Shiff-Share digunakan sebagai alat analisis pasar, maupun yang belum (produk bayangan) yang untuk untuk membantu mengidentifikasi sektor dan produk 5 – 10 tahun mendatang dapat dijadikan sebagai produk unggulan daerah. Hasil analisis ini menjadi referensi unggulan desa/kelurahan. penting untuk melakukan kajian OVOP selanjutnya. Memperhatikan hal-hal yang telah diuraikan tadi maka permasalahan yang perlu dan penting untuk dikaji Skoring memasuki era globalisasi yaitu: Alat analisis yang digunakan untuk menentukan satu • Apa saja jenis produk unggulan pada masing-masing desa satu produk di Kota Palangka Raya yaitu desa (village), khususnya yang berasal dari Kota menggunakan analisis skoring, dengan 5 (lima) kriteria: Palangka Raya yang dapat dipromosikan bagi daerah • Produk unggulan daerah dan/atau produk kompetensi sendiri maupun ke luar negeri di era globalisasi inti daerah. perdagangan (WTO tahun 2020). • Unik khas budaya dan keaslian lokal. • Bagaimana strategi mengembangkan produk unggulan • Berpotensi pasar domestik dan ekspor. desa, baik produk hasil pertanian (dalam arti luas) • Bermutu dan berpenampilan baik maupun produk hasil industri pengolahan sehingga • Diproduksi secara kontinyu dan konsisten. pada akhirnya nanti mampu menghasilkan devisa, meningkatkan pendapatan riil masyarakat, dan juga SWOT mampu memberikan sumbangan yang berarti untuk Untuk melengkapi hasil kajian tentang OVOP ber- meningkatkan PAD. dasarkan analisis sebelumnya, selanjutnya digunakan Analisis SWOT (Strengths = S, Weaknesses = W, Oppor- Tujuan Penelitian tunities = O, Threats = T) atau kekuatan, kelemahan, pe- Penelitian ini bertujuan untuk: luang dan ancaman/tantangan, merupakan alat analisis a. Mengidentifikasi produk apa saja yang dapat dianggap untuk mengidentifikasi kondisi dan situasi yang sistematis unggul baik itu produk primer (hasil pertanian) atau terhadap lingkungan internal dan eksternal suatu produk/ produk hasil industri pengolahan pada pada masing- 4
  7. 7. Hasil Kajian komoditas, perusahaan, institusi, atau kegiatan. Hasil berturut-turut pada Kecamatan Bukit Batu, Pahandut, analisis SWOT dapat dijadikan bahan dasar dalam men- Sabangau, dan Jekan Raya. Pengembangan potensi cari alternatif formulasi strategi kebijakan suatu kegiatan. unggulan kacang tanah dapat diprioritaskan secara bertu- rut-turut pada kecamatan Jekan Raya, Sabangau, dan HASIL DAN PEMBAHASAN Kecamatan Bukit Batu. Dari hasil analisis LQ maka dapat pula disusun Analisis Sektor Unggulan dan Komoditas Unggulan peringkat kecamatan se-Kota Palangka Raya berdasarkan Kota Palangka Raya keunggulan komparatif dari komoditas tanaman pangan ini seperti dapat dilihat pada Tabel 3 berikut: Komoditas Unggulan dan Pewilayahannya yang Dominan. Tabel 3. Peringkat Keunggulan Komoditas Tanaman Pangan Per Kecamatan di Kota Palangka Raya a. Tanaman Pangan, Palawija, dan Hortikultura Jenis Saba- Jekan Bukit Rakum- No. Pahandut Tan. Pangan ngau Raya Batu pit 1 Padi Sawah Tabel 1. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Tanaman Pangan Per Kecamatan di Kota Palangka Raya 2 Padi Ladang 1 3 Jagung 2 3 4 1 Jenis Tanaman Pahan- Saba- Jekan Bukit Ra- 4 Kedelai No Pangan dut ngau Raya Batu kumpit 5 Kacang Hijau 1 Padi Sawah 0 0 0 0 0 Kacang 6 2 1 3 Tanah 2 Padi Ladang 0 0.3 0 0 2.96 7 Ubi Jalar 1 2 3 Jagung 1.24 1.164 1.156 1.29 0.5 8 Ubi Kayu 2 1 4 Kedelai 0 0.3 0 0 0.3 Sumber : Data yang diolah, 2008 5 Kacang Hijau 0 0 0 0 0 Dari Tabel 3 dapat diketahui Kecamatan Jekan Raya 6 Kacang Tanah 0 1.79 2.25 1.43 0 7 Ubi Jalar 2.17 0.95 1.75 0.88 0.69 paling dominan tanaman pangan relatif dari kecamatan- 8 Ubi Kayu 0.998 0.65 1.003 0.84 1.5 kecamatan lainnya di Palangka Raya karena memiliki 4 Sumber : Data yang diolah, 2008 komoditas unggulan tananaman pangan. Disusul Kecamatan Rakumpit memiliki 2 komoditas unggulan. Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat komoditas unggulan tanaman pangan di Kota Palangka masing-masing kecamatan seperti dapat dilihat pada Raya adalah jagung (unggul pada 4 kecamatan) serta Tabel berikut. kacang tanah (unggul pada 3 kecamatan). Tabel 4. Peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya Berdasarkan Pengembangan potensi unggulan tanaman pangan Keunggulan Komparatif Tanaman Pangan ini dapat saja dengan peningkatan produktivitas pada luas No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat areal yang ada maupun perluasan arealnya yang 1 Jekan Raya 4 1,75 I diprioritaskan pada wilayah-wilayah kecamatan 2 Rakumpit 2 1,00 II sebagaimana dapat dilihat dari hasil analisis LQ pada Tabel 2. 3 Sabangau 2 1,50 III 4 Pahandut 2 2,00 IV Tabel 2. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan 5 Bukit Batu 2 3,50 V Komoditas Jagung dan Kacang Tanah di Kota Palangka Raya Sumber : Data yang diolah, 2008 Kacang No. Kecamatan Jagung Dari Tabel 4 dapat diketahui bahwa ternyata Kecamatan Tanah 1 Pahandut 2 - Jekan Raya dapat dikatakan sebagai “kecamatan tana- 2 Sabangau 3 2 man pangan”. 3 Jekan Raya 4 1 4 Bukit Batu 1 3 b. Tanaman Sayuran 5 Rakumpit nd nd Dari hasil perhitungan terhadap komoditas unggulan Sumber : Data Yang Diolah, 2008 tanaman sayuran di Kota Palangka Raya diperoleh nilai Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa pengembangan LQ yang lebih besar dari satu (cetak tebal) dan nilai LQ potensi unggulan jagung dapat diprioritaskan secara yang kurang atau sama dengan satu seperti terlihat pada 5
  8. 8. Hasil Kajian Tabel 4. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Tanaman Pangan Per Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Data Tahun 2006 masing-masing kecamatan seperti dapat dilihat pada Jenis Tanaman Jekan Bukit Tabel berikut. No Pahandut Sabangau Rakumpit Sayuran Raya Batu 1 Lobak 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2 Tomat 1,40 0,55 0,57 4,47 0,00 c. Tanaman Buah-buahan 3 Lombok 0,70 0,62 0,72 6,27 0,25 Dari hasil perhitungan terhadap komoditas unggulan 4 Terung 0,27 0,24 0,28 2,41 0,10 5 Sawi 0,12 0,10 0,12 1,04 0,04 tanaman buah-buahan di Kota Palangka Raya diperoleh 6 Kacang-kacangan 0,08 0,07 0,08 0,72 0,03 nilai LQ yang lebih besar dari satu (cetak tebal) dan nilai 7 Labu 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 8 Ketimun 0,34 0,30 0,35 3,08 0,12 LQ yang kurang atau sama dengan satu seperti terlihat 9 Bayam 0,20 0,00 0,00 0,00 0,00 pada Tabel berikut. 10 Kangkung 0,12 0,11 0,13 1,12 0,04 Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Tabel 7. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Tanaman Buah- buahan Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, Dari Tabel 4 dapat diketahui bahwa komoditas Berdasarkan Data Tahun 2006 unggulan tanaman sayuran di Kota Palangka Raya adalah Jenis Buah- Pahan- Saba- Jekan Bukit Rakum- No. tomat (unggul pada 2 kecamatan). Sedangkan lombok, buahan dut ngau Raya Batu pit 1 Sawo 1,84 0,00 0,48 1,84 0,26 terung, sawi, ketimun, dan kangkung hanya unggul pada 2 Pepaya 1,06 2,71 0,88 0,52 0,56 satu kecamatan. 3 Pisang 1,32 2,79 0,88 0,47 0,39 Pengembangan potensi unggulan tanaman sayuran 4 Nenas 0,97 0,00 1,08 1,03 1,64 ini dapat saja dengan peningkatan produktivitas pada luas 5 Salak 0,00 0,00 0,00 2,89 0,00 areal yang ada maupun perluasan arealnya yang 6 Nangka 0,60 0,91 1,19 1,02 1,25 diprioritaskan pada wilayah—wilayah kecamatan 7 Rambutan 0,66 1,88 0,84 0,93 0,84 8 Duku 0,89 0,00 0,00 1,72 1,12 sebagaimana dapat dilihat pada Tabel berikut. 9 Cempedak 1,08 0,00 0,00 1,69 1,03 Tabel 5. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Komoditas 10 Jeruk 1,30 0,00 0,00 1,27 1,50 Tomat di Kota Palangka Raya, Tahun 2006 11 Durian 0,36 0,00 0,00 2,17 0,84 No. Kecamatan Tomat 12 Jambu 0,72 2,76 0,87 0,68 0,55 1 Pahandut 2 13 Alpukat 0,93 0,98 0,00 1,98 0,00 2 Sabangau 14 Lainnya 1,74 0,66 2,97 0,58 0,43 3 Jekan Raya Sumber : Data Yang Diolah, 2008 4 Bukit Batu 1 5 Rakumpit Dari Tabel 7 dapat diketahui bahwa komoditas unggulan Sumber : Data Yang Diolah, 2007 tanaman buah-buahan di Kota Palangka Raya adalah nenas, nangka, cempedak, dan jeruk, (unggul pada 3 Tabel 6. Peringkat Keunggulan Komoditas Tanaman Sayuran Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, 2006 kecamatan). Sedangkan sawo, pepaya, pisang dan duku Jenis Tanaman Pahan- Saba- Jekan Bukit Rakum- unggul pada 2 kecamatan. Sedangkan salak, rambutan, No Sayuran dut ngau Raya Batu pit durian, jambu, dan alpukat hanya unggul pada 1 1 Lobak kecamatan. 2 Tomat 2 1 3 Lombok 1 4 Terung 1 Tabel 8. Peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya Berdasarkan Keunggulan Komparatif Tanaman Sayuran, 5 Sawi 1 2006 6 Kacang 7 Labu No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat 8 Ketimun 1 1 Pahandut 1 2.00 II 9 Bayam 10 Kangkung 1 2 Sabangau 0 0.00 Sumber : Data Yang Diolah, 2008 3 Jekan Raya 0 0.00 Dari Tabel 6 dapat diketahui Kecamatan Bukit Batu 4 Bukit Batu 6 1.00 I paling unggul relatif dari kecamatan-kecamatan lainnya di 5 Rakumpit 0 0.00 Kota Palangka Raya karena memiliki 6 komoditas Sumber : Data Yang Diolah, 2008 unggulan tanaman sayuran. Kemudian disusul kecamatan Pahandut dengan 1 komoditas unggulan. Kecamatan- kecamatan lainnya tidak ada unggulan sayurannya. 6
  9. 9. Hasil Kajian Tabel 9. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Komoditas Nenas, Nangka, Cempedak, dan Jeruk di Kota Palangka Raya, Tahun d. Tanaman Perkebunan 2006 Dari hasil perhitungan terhadap komoditas unggulan No. Kecamatan Nenas Nangka Cempedak Jeruk tanaman perkebunan di Kota Palangka Raya diperoleh 1 Pahandut 2 2 nilai LQ yang lebih besar dari satu (cetak tebal) dan nilai 2 Sabangau LQ yang kurang atau sama dengan satu seperti terlihat 3 Jekan Raya 2 2 pada Tabel berikut. 4 Bukit Batu 3 3 1 3 Tabel 12. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Tanaman Perkebunan 5 Rakumpit 1 1 3 1 Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Data Tahun 2006 Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Jenis Tan.aman Pahan- Saban- Jekan Bukit Ra- No. Perkebunan dut gau Raya Batu kumpit Pengembangan potensi unggulan cempedak dapat 1 Karet 0,86 1,09 0,60 0,58 1,21 diprioritaskan secara berturut-turut pada Kecamatan Bukit 2 Kopi 0,00 0,00 0,00 4,64 0,00 Batu, Pahandut, dan Rakumpit. Sedangkan pengemban- 3 Cengkeh 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 gan potensi unggulan jeruk dapat diprioritaskan pada 4 Lada 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 5 Kelapa 1,13 0,69 1,74 3,26 0,11 Kecamatan Rakumpit, Pahandut, dan Bukit Batu. 6 Jambu Mete 6,25 0,75 2,70 0,17 0,75 Dari hasil analisis LQ maka dapat pula disusun per- 7 Tebu 0,00 0,00 0,00 0,00 1,71 ingkat kecamatan se-Kota Palangka Raya berdasarkan 8 Coklat 0,00 0,00 0,00 4,64 0,00 keunggulan komparatif dari komoditas tanaman buah- 9 Kelapa Sawit 1,52 0,64 6,53 1,14 0,25 buahan ini seperti dapat dilihat pada Tabel berikut. Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Tabel 10. Peringkat Keunggulan Komoditas Tanaman Buah-buahan per Kecamatan di Kota Palangka Raya, 2006 Dari Tabel 12 dapat diketahui bahwa komoditas unggulan Jenis Buah- Pahan- Saba- Jekan Bukit Rakum- tanaman perkebunan di Kota Palangka Raya adalah No. buahan dut ngau Raya Batu pit kelapa dan kelapa sawit (unggul pada 3 kecamatan). 1 Sawo 1 1 2 Pepaya 2 1 Sedangkan karet dan jambu mete unggul pada 2 3 Pisang 2 1 kecamatan. Yang terakhir adalah kopi, tebu, dan coklat 4 Nenas 2 3 1 5 Salak 1 hanya unggul pada 1 kecamatan. 6 Nangka 2 3 1 Dari Tabel 13 dapat diketahui bahwa pengembangan 7 Rambutan 1 8 Duku 1 2 potensi unggulan kelapa dapat diprioritaskan secara ber- 9 Cempedak 2 1 3 turut-turut pada kecamatan Bukit Batu, Jekan Raya, dan 10 Jeruk 2 3 1 11 Durian 1 Pahandut. Sedangkan pengembangan potensi unggulan 12 Jambu 1 kelapa sawit dapat diprioritaskan secara berturut-turut 13 Alpukat 1 pada Kecamatan Jekan Raya, Pahandut, dan Bukit Batu. 14 Lainnya 2 1 Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Tabel 13. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Komoditas Tanaman Kelapa dan Kelapa Sawit di Kota Dari Tabel 10 dapat diketahui Kecamatan Bukit Batu Palangka Raya, 2006 paling unggul relatif dari kecamatan-kecamatan lainnya di No. Kecamatan Kelapa Kelapa Sawit Kota Palangka Raya karena memiliki 9 komoditas unggu- 1 Pahandut 3 2 lan tanaman buah-buahan. Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat masing-masing kecamatan 2 Sabangau seperti dapat dilihat pada Tabel berikut. 3 Jekan Raya 2 1 Tabel 11. Peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya Berdasarkan 4 Bukit Batu 1 3 Keunggulan Komparatif Tanaman Buah-buahan 5 Rakumpit No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat Sumber : Data Yang Diolah, 2008 1 Bukit Batu 9 1,67 I 2 Pahandut 6 1,83 II Dari hasil analisis LQ maka dapat pula disusun 3 Rakumpit 5 1,60 III peringkat kecamatan se-Kota Palangka Raya berdasarkan 4 Sabangau 4 1,00 IV 5 Jekan Raya 3 1,67 V keunggulan komparatif dari komoditas tanaman perkebu- Sumber : Data Yang Diolah, 2008 nan seperti dapat dilihat pada Tabel berikut. 7
  10. 10. Hasil Kajian Tabel 14. Peringkat Keunggulan Komoditas Tanaman Perkebunan Tabel 16. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Peternakan Per Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, 2006 Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Data Tahun Jenis Tan aman Pahan- Saba- Jekan Bukit Ra- 2006 No Perkebunan dut ngau Raya Batu kumpit Jenis Ternak Pahan- Saba- Jekan Bukit Rakum- No 1 Karet 2 1 Besar dut ngau Raya Batu pit 2 Kopi 1 1 Sapi Perah 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 3 Cengkeh 2 Sapi Potong 0,54 2,86 0,31 0,90 0,05 4 Lada 3 Kerbau 1,69 0,65 0,42 2,54 0,00 5 Kelapa 3 2 1 6 Jambu Mete 1 2 4 Kambing 1,34 2,05 0,39 0,36 0,04 7 Tebu 1 5 Domba 1,24 0,78 0,20 4,28 0,00 8 Coklat 1 6 Babi 1,08 0,30 1,30 1,08 1,44 9 Kelapa Sawit 2 1 3 7 Kuda 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Dari Tabel 14 dapat diketahui Kecamatan Bukit Batu Pengembangan potensi unggulan ternak besar ini paling unggul relatif dari kecamatan-kecamatan lainnya di dapat saja dengan peningkatan produktivitas dagingnya Kota Palangka Raya karena memiliki 4 komoditas unggu- maupun pengembangan jumlah ternaknya yang dipri- lan tanaman perkebunan. Kemudian disusul Kecamatan oritaskan pada wilayah-wilayah kecamatan sebagaimana Jekan Raya dan Pahandut masing-masing 3 komoditas dapat dilihat dari hasil analisis LQ pada Tabel berikut. unggulan. Sedangkan Kecamatan Rakumpit dan Sabangau masing-masing hanya unggul pada 2 dan 1 Tabel 17. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Komoditas Babi di kota Palangka Raya, 2006. komoditas. No. Kecamatan Babi Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat 1 Pahandut 3 masing-masing kecamatan seperti dapat dilihat pada 2 Sabangau - Tabel berikut. 3 Jekan Raya 2 Tabel 15. Peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya Berdasarkan 4 Bukit Batu 3 Keunggulan Komparatif Tanaman Perkebunan 5 Rakumpit 1 No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat Sumber : Data Yang Diolah, 2008 1 Bukit Batu 4 1,50 I 2 Jekan Raya 3 1,67 II Dari Tabel 17 dapat diketahui bahwa pengembangan 3 Pahandut 3 2,00 III potensi unggulan babi dapat diprioritaskan secara 4 Rakumpit 2 1,00 IV berturut-turut pada Kecamatan Rakumpit, Jekan Raya, 5 Sabangau 1 2,00 V Bukit Batu, dan Pahandut. Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Dari hasil analisis LQ maka dapat pula disusun per- Dari Tabel 15 dapat diketahui bahwa ternyata peringkat I, ingkat kecamatan se-Kota Palangka Raya berdasarkan dan II, diduduki oleh Kecamatan Bukit Batu dan Jekan keunggulan komparatif dari komoditas tanaman perkebu- Raya. Keduanya dapat dikatakan sebagai “kecamatan nan seperti dapat dilihat pada Tabel berikut. tanaman perkebunan”. Tabel 18. Peringkat Keunggulan Komoditas Ternak Besar Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, 2006 e. Peternakan Jenis Ternak Pahan- Saba- Jekan Bukit Rakum- No Dari hasil perhitungan terhadap komoditas unggulan Besar dut ngau Raya Batu pit 1 Sapi Perah ternak besar di Kota Palangka Raya diperoleh nilai LQ 2 Sapi Potong 1 yang lebih besar dari satu (cetak tebal) dan nilai LQ yang 3 Kerbau 1 2 kurang atau sama dengan satu seperti terlihat pada Tabel 4 Kambing 2 1 5 Domba 2 1 berikut. 6 Babi 3 2 3 1 Dari Tabel 16 dapat diketahui bahwa komoditas ung- 7 Kuda Sumber : Data Yang Diolah, 2008 gulan ternak besar di Kota Palangka Raya adalah babi (unggul pada 4 kecamatan). Sedangkan kambing, domba, Dari Tabel 18 dapat diketahui Kecamatan Pahandut dan kerbau masing-masing unggul pada 2 kecamatan. paling unggul relatif dari kecamatan-kecamatan lainnya di Sapi potong hanya unggul di Kecamatan Sabangau. Sapi Kota Palangka Raya karena memiliki 4 komoditas perah, dan kuda tidak/belum dibudidayakan di Kota unggulan ternak besar. Palangka Raya. 8
  11. 11. Hasil Kajian Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat Dari Tabel 21 dapat diketahui bahwa pengembangan masing-masing kecamatan seperti dapat dilihat pada Ta- potensi unggulan ayam kampung/bukan ras di Kota bel berikut. Palangka Raya dapat diprioritaskan secara berturut-turut pada Kecamatan Rakumpit, Sabangau, Bukit Batu, dan Tabel 19. Peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya Berdasarkan Keunggulan Komparatif Usaha Ternak Besar Pahandut. No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat Dari hasil analisis LQ maka dapat pula disusun 1 Pahandut 4 2,00 I peringkat kecamatan se-Kota Palangka Raya berdasarkan 2 Bukit Batu 3 2,00 II keunggulan komparatif dari komoditas peternakan seperti 3 Sabangau 2 1,00 III dapat dilihat pada Tabel berikut. 4 Rakumpit 1 1,00 IV 5 Jekan Raya 1 2,00 V Tabel 22. Peringkat Keunggulan Komoditas Peternakan Unggas Per Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Hasil Perhitungan/Nilai LQ Dari Tabel 19 dapat diketahui bahwa ternyata pering- No. Kecamatan Ras Buras Pedaging Itik/entok Kelinci petelur kat I, II, dan III diduduki oleh kecamatan Pahandut, Bukit 1 Pahandut 4 Batu, dan Sabangau. Ketiganya dapat dikatakan sebagai 2 Sabangau 2 2 “kecamatan ternak besar”. 3 Jekan Raya 1 Selanjutnya dari hasil perhitungan terhadap komodi- 4 Bukit Batu 3 tas unggulan ternak unggas di Kota Palangka Raya 5 Rakumpit 1 1 diperoleh nilai LQ yang lebih besar dari satu (cetak tebal) Sumber : Data Yang Diolah, 2007 dan nilai LQ yang kurang atau sama dengan satu seperti terlihat pada Tabel berikut. Dari Tabel 22 dapat diketahui Kecamatan Rakumpit dan Kecamatan Sabangau dengan dua komoditas unggu- Tabel 20. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Peternakan Unggas lan yakni ayam buras dan itik/entok. Sedangkan kecama- Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Data Tahun 2006 tan-kecamatan lainnya yakni Pahandut, Jekan Raya, dan Ras Bukit Batu hanya unggul pada 1 komoditas. No. Kecamatan Buras Pedaging Itik/entok Kelinci petelur Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat 1 Pahandut 0,00 1.14 0.98 0.68 0.00 masing-masing kecamatan seperti dapat dilihat pada Ta- 2 Sabangau 0,00 1.89 0.87 1.01 0.00 3 Jekan Raya 0,00 0.54 1.07 0.99 0.00 bel berikut. 4 Bukit Batu 0,00 1.25 0.96 0.82 0.00 Tabel 23. Peringkat Kecamatan di Kota Palangka Raya Berdasarkan 5 Rakumpit 0,00 7.59 0.00 23.71 0.00 Keunggulan Komparatif Usaha Ternak Unggas Sumber : Data Yang Diolah, 2007 No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat 1 Rakumpit 2 1,00 I Dari Tabel 20 dapat diketahui bahwa komoditas ung- 2 Sabangau 2 2,00 II gulan ternak unggas di Kota Palangka Raya adalah ayam 3 Jekan Raya 1 1,00 III kampung/bukan ras (unggul pada 4 kecamatan). Pengem- 4 Bukit Batu 1 3,00 IV bangan potensi unggulan ternak unggas ini dapat saja 5 Pahandut 1 4,00 V dengan peningkatan produktivitas dagingnya maupun Sumber : Data Yang Diolah, 2007 pengembangan jumlah ternaknya yang diprioritaskan pada wilayah-wilayah kecamatan sebagaimana dapat Dari Tabel 23 dapat diketahui bahwa ternyata pering- dilihat dari hasil analisis LQ pada Tabel berikut. kat I diduduki oleh kecamatan Rakumpit dan peringkat II diduduki oleh kecamatan Sabangau. Keduanya dapat di- Tabel 21. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Komoditas Ayam Kampung/Bukan Ras di kota Palangka Raya, katakan sebagai “kecamatan ternak unggas”. 2007. No. Kecamatan Ayam Kampung/Buras f. Perikanan 1 Pahandut 4 Dari hasil perhitungan terhadap komoditas unggulan 2 Sabangau 2 perikanan di Kota Palangka Raya diperoleh nilai LQ yang 3 Jekan Raya 4 Bukit Batu 3 lebih besar dari satu (cetak tebal) dan nilai LQ yang 5 Rakumpit 1 kurang atau sama dengan satu seperti terlihat pada Tabel Sumber : Data Yang Diolah, 2007 berikut. 9
  12. 12. Hasil Kajian Tabel 24. Hasil Perhitungan/Nilai LQ Komoditas Perikanan Darat Per Tabel 26. Peringkat Keunggulan Komoditas Perikanan Darat Per Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Data Tahun Kecamatan di Kota Palangka Raya, Berdasarkan Hasil Perhitungan/Nilai LQ 2006 No No. Kecamatan Sungai Danau Rawa Budidaya Kecamatan Sungai Danau Rawa Budidaya . 1 Pahandut 1 1 Pahandut 0.42 0.44 0.46 2.20 2 Sabangau 1 2 Sabangau 0.88 1.54 0.68 0.65 3 Jekan Raya 2 1 4 Bukit Batu 3 2 2 3 Jekan Raya 1.19 0.74 1.75 0.79 5 Rakumpit 1 3 3 4 Bukit Batu 1.09 1.39 1.65 0.21 Sumber : Data Yang Diolah, 2007 5 Rakumpit 2.35 1.03 1.17 0.10 Dari Tabel 26 dapat diketahui Kecamatan Bukit Batu Sumber : Data Yang Diolah, 2007 dan Rakumpit paling unggul relatif dari kecamatan- kecamatan lainnya di Kota Palangka Raya karena Dari Tabel 24 dapat diketahui bahwa komoditas memiliki 3 komoditas unggulan perikanan. Kemudian unggulan perikanan di Kota Palangka Raya adalah disusul kecamatan Jekan Raya dengan 2 komoditas ung- perikanan tangkap di sungai, danau, dan rawa (unggul gulan. Sedangkan Kecamatan Pahandut dan Sabangau pada 3 kecamatan). Budidaya ikan hanya unggul di hanya unggul pada 1 komoditas. Kecamatan Pahandut. Bila dirinci lebih lanjut maka dapat disusun peringkat Berdasarkan data statistik dapat diketahui bahwa masing-masing kecamatan seperti dapat dilihat pada produksi perikanan tangkap di sungai 516,20 ton basah, di Tabel berikut. danau 952,20 ton basah, dan di rawa sebanyak 435,20 ton basah. Tabel 27. Peringkat Kecamatan di Palangka Raya Berdasarkan Keunggulan Komparatif Usaha Perikanan, Tahun 2006 Pengembangan potensi unggulan perikanan tangkap No. Kecamatan Jumlah Rerata Peringkat di sungai dan di rawa ini dapat saja dilakukan dengan 1 Bukit Batu 3 2,3 I peningkatan kemampuan mengeksplorasi dengan tetap 2 Rakumpit 3 2,3 I memperhatikan potensi lestarinya yang diprioritaskan 3 Jekan Raya 2 1,5 II 4 Pahandut 1 1 III pada wilayah-wilayah kecamatan sebagaimana dapat dili- 5 Sabangau 1 1 III hat dari hasil analisis LQ pada Tabel berikut. Sumber : Data Yang Diolah, 2008 Tabel 25. Prioritas Wilayah Pengembangan Potensi Unggulan Perikanan Dari Tabel 27 dapat diketahui bahwa ternyata pering- Tangkap di Sungai, Danau, dan di Rawa pada wilayah Kota Palangka Raya, 2007. kat tertinggi (I) unggulan perikanan diduduki oleh Kecama- No. Kecamatan Sungai Danau Rawa tan Bukit Batu dan Rakumpit. Keduanya dapat dikatakan 1 Pahandut sebagai “kecamatan usaha perikanan”. 2 Sabangau 1 3 Jekan Raya 2 1 Leading Sector 4 Bukit Batu 3 2 2 Tabel 28. Peringkat Leading Sector Berdasarkan Proporsi Sektor 5 Rakumpit 1 3 3 Terhadap PDRB dan Proporsi Sektor Terhadap Penyerapan Sumber : Data Yang Diolah, 2007 Tenaga Kerja di kota Palangka Raya, 2006 Proporsi (%) Terhadap Dari Tabel 25 dapat diketahui bahwa pengembangan No. Sektor PDRB Total Peringkat total Pekerja potensi unggulan perikanan tangkap di sungai Kota 1 Pertanian 6,39 9,09 IV Palangka Raya dapat diprioritaskan secara berturut-turut 2 Pertambangan dan Penggalian 1,46 1,43 VIII 3 Industri Pengolahan 5,55 3,55 VII pada kecamatan Rakumpit, Jekan Raya, dan Bukit Batu. 4 Listrik, Gas & Air Bersih 1,67 0,58 IX Pengembangan potensi unggulan perikanan tangkap di 5 Bangunan 7,25 12,47 V 6 Perdag., Hotel & Restoran 17,26 24,61 II danau dapat diprioritaskan berturut-turut pada Kecamatan 7 Pengangkutan & Komunikasi 19,58 6,95 III Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit. Sedangkan Keu. Persewaan & Jasa Perusa- 8 5,36 3,81 VI haan pengembangan potensi unggulan perikanan tangkap di 9 Jasa-Jasa 35,47 37,41 I rawa dapat diprioritaskan secara berturut-turut pada Sumber : Data Yang diolah, 2007 Kecamatan Jekan Raya, Rakumpit, dan Bukit Batu. Program pembangunan ekonomi yang bersesuaian dengan tiga Dari hasil analisis LQ maka dapat pula disusun per- leading sector ini adalah program peningkatan kualitas sumberdaya ingkat kecamatan se-Kota Palangka Raya berdasarkan manusia (pendidikan dan latihan) dan peningkatan prasarana dan sarana perhubungan darat, air dan udara menjadi leading sector seba- keunggulan komparatif dari komoditas tanaman perkebu- gaimana disebutkan di atas. nan seperti dapat dilihat pada Tabel berikut. 10
  13. 13. Hasil Kajian Hasil Analisis OVOP Faktor Faktor Keunggulan (S) Faktor Kelemahan (W) a. OVOP di Kecamatan Pahandut Internal No. One Village One Product Keterangan a. Luas lahan potensial a. Rencana Tata Ru- masih sangat luas. ang Wilayah Kota 1 Pahandut Dekoratif, Interior Kerajinan b. Produktivitas pekerja yang komprehensif 2 Panarung Pakaian Jadi Konveksi dan tingkat upah belum tersedia. Anyaman-anyaman & minimum regional cu- b. Angka penganggu- 3 Langkai Kerajinan Faktor Lampit Rotan kup tinggi. ran yang relatif 4 Tumbang Rungan Ikan Belum Diolah Eksternal masih tinggi. 5 Tanjung Pinang Ikan Belum Diolah 6 Pahandut Seberang Ikan Belum Diolah Faktor Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O a. Visi dan Misi Daerah aa. (a) Tata guna lahan aa. RTRW kota yang b. OVOP di Kecamatan Bukit Batu yang sangat mendu- khususnya untuk ka- komprehensif yang kung dalam mencipta- wasan pertambangan mendukung pe- No. One Village One Product Keterangan kan iklim yang favour- dan penggalian, (b) ngembangan po- 1 Marang Ikan Belum Diolah able untuk pengemba- tata kota terutama tensi unggulan. Rambutan, Nangka, ngan potensi unggulan menyangkut bangu- ab. RTRW kota yang 2 Tumbang Tahai Belum Diolah Kelapa Dalam daerah. nan dan fasilitas memperhatikan ta- Rambutan, Nangka, b. Leading sector pertum- untuk pengangkutan ta sektor jasa, 3 Banturung Belum Diolah buhan ekonomi adalah dan komunikasi, (c) perdagangan, hotel Kelapa Dalam Rambutan, Nangka, sektor jasa-jasa; per- perda untuk pelaya- & restoran; serta 4 Tangkiling Belum Diolah dagangan, hotel dan nan yang prima pada pengang-kutan dan Kelapa Dalam Rambutan, Nangka, restoran; serta pe- sektor finansial. komunikasi. 5 Sei Gohong Belum Diolah ngangkutan dan komu- ab. Tata kota terutama ba. Upaya peningkat- Kelapa Dalam nikasi. menyangkut perda- an kualitas SDM 6 Kanarakan Ikan Belum Diolah gangan, hotel dan melalui pendidikan 7 Habaring Hurung Ikan Belum Diolah restoran. & latihan. ba. Penyelenggaraan bb. Tersedianya infor- lembaga-lembaga masi pasar kerja pendidikan dan ke- terutama untuk c. OVOP di Kecamatan Jekan Raya terampilan yang me- sektor jasa, per- No. One Village One Produk Keterangan ningkatkan profesi- dagangan, hotel & 1 Menteng kuzen, mebel kayu Industri Kecil onalisme. restoran; serta bb. Peningkatan penge- pengangkutan dan 2 Palangka benang bintik Kerajinan tahuan dan kete- komunikasi 3 Bukit Tunggal nenas Belum Diolah rampilan pekerja/ 4 Petuk Katimpun ikan Belum Diolah pegawai terutama pada sektor jasa, perdagangan, hotel dan restoran, serta c. OVOP di Kecamatan Rakumpit pengangkut-an dan No. One Village One Product Keterangan komunikasi. 1 Petuk Bukit - - 2 Pager - - Faktor Ancaman (T) Strategi (S-T) Strategi (W-T) 3 Panjehang - - 4 Gaung Baru - - a. RTRW Kota Palangka aa. Diperlukan kebijakan aa. Mendesak pihak-pi 5 Petuk Barunai - - Raya terkendala deng- Pemerintah Kota yang hak yang terkait an surat ijin HPH yang tidak bertentangan untuk segera me- 6 Mungku Baru - - belum habis masa dengan hukum na- nuntaskan RTRW 7 Bukit Sua - - berlakunya. mun tetap menopang yang komprehen- b Kontribusi sektor per- pengembangan po- sif. tambangan dan peng- tensi unggulan ini. bb. Mengupayakan ni- d. OVOP di Kecamatan Sabangau galian terhadp PDRB ab. Diperlukan upaya lai tambah yang dan penyerapan tena- untuk membuka lebih besar dari No. One Village One Product Keterangan ga kerja paling rendah. industri tambang dan sektor pertam- Rambutan, Nangka, industri yang padat bangan dan peng- 1 Kereng Bangkirai Belum Diolah Kelapa Dalam karya. galian, serta pe- Rambutan, Nangka, bb. Perlu optimasi pe- nyerapan Tenaga 2 Sabaru Belum Diolah manfaatan Tenaga Kerja yang lebih Kelapa Dalam 3 Kalampangan Jagung Belum Diolah Kerja untuk sektor besar. unggulan. 4 Kameloh Baru Ikan Belum Diolah 5 Bereng Bengkel Ikan Belum Diolah 6 Danau Tundai ikan Belum Diolah Strategi dan Kebijakan Analisis SWOT Strategi yang ditempuh untuk pengembangan OVOP Dalam rangka pengembangan potensi unggulan kota Kota Palangka Raya dapat bersifat mengembangkan ke- Palangka Raya diperlukan beberapa strategi yang mampuan atau input yang ada, bersifat menstabilkan diperoleh dari hasil analisis SWOT sebagai berikut: kondisi dan situasi yang ada agar tetap berjalan, melaku- 11
  14. 14. Hasil Kajian yang bersifat pemborosan dan sia-sia. Sedangkan kebija- f. Terkait Dengan Aspek Pembinaan kan yang dijalankan adalah pilihan terbaik untuk mewujud- • Strategi peningkatan kualitas regulasi dan birokrasi. kan strategi yang telah ditetapkan. • Strategi peningkatan kualitas bimbingan dan penyu- luhan. • Strategi peningkatan kualitas pengelolaan dan pe- a. Terkait Dengan Aspek Sumber Daya Alam mantauan lingkungan hidup • Strategi pemanfaatan lahan subur dengan teknologi yang berwawasan lingkungan terutama untuk pen- g. Terkait Dengan Aspek Pasar dan Pemasaran ingkatan produksi pertanian tanaman pangan, buah- • Strategi peningkatan kualitas informasi pasar dan buahan, dan perkebunan. pemasaran produk ekspor melalui media elektronik • Strategi pemanfaatan lahan kurang subur dengan (teknologi informasi); teknologi yang berwawasan lingkungan terutama • Strategi peningkatan kualitas riset dan pengemban- untuk peningkatan produksi peternakan, perikanan, gan produk, kemasan agar sesuai dengan selera dan industri. konsumen; • Strategi pemanfaatan potensi hutan yang bernilai • Strategi peningkatan kuantitas kualitas pemasaran ekonomis tinggi dengan teknologi yang berwawasan produk agar dapat menduduki posisi ‘leader’ dalam lingkungan terutama untuk peningkatan produksi ke- produk baru; hutanan. • Strategi peningkatan kuantitas dan kualitas promosi • Strategi eksploitasi sumberdaya tambang yang bern- produk ekspor bernilai ekonomis tinggi melalui even- ilai ekonomis tinggi dengan teknologi yang berwawa- even nasional maupun internasional; san lingkungan terutama untuk peningkatan produksi • Strategi peningkatan kuantitas dan kualitas layanan tambang pasir dan sirkon. pendistribusian produk agar cepat sampai kon- • Strategi pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumen. budaya yang bersifat spesifik, unik, tematik dengan teknologi yang berwawasan lingkungan terutama h. Terkait Dengan Aspek Produksi untuk peningkatan produksi pariwisata. • Strategi peningkatan efisien produksi dengan me- manfaatkan keunggulan ketersediaan bahan baku b. Terkait Dengan Aspek Sumber Daya Manusia dan tenaga kerja lokal yang terampil. • Strategi meningkatkan kompetensi SDM sektoral me- • Strategi peningkatan kesinambungan produk dengan lalui peningkatan pengetahuan (knowledge), ketram- meminimalkan kendala musim dan mengoptimalkan pilan (skill), dan pengembangan bakat dan minat penggunaan alat/mesin dengan kapasitas yang me- (attitude). madai; • Strategi meningkatkan IPM melalui peningkatan par- • Strategi meminimisasi biaya produksi rata-rata per tisipasi sekolah, peningkatan kesehatan, dan pening- unit yang jauh lebih rendah dari biaya produksi se- katan pendapatan perkapita. jenis di tempat lain; • Strategi memaksimalkan pemanfaatan pabrik pada c. Terkait Dengan Aspek Sumber Daya Modal kawasan pengembangan yang telah disediakan. • Strategi peningkatan dukungan dana dari lembaga keuangan (bank atau non bank). i. Terkait Dengan Aspek Organisasi dan Manajemen • Strategi peningkatan efisiensi penggunaan modal. • Strategi peningkatan ‘citra’ badan usaha penghasil produk (PT, CV, Koperasi, BUMN); d. Terkait Dengan Aspek Infrastruktur • Strategi peningkatan bargaining power badan usaha • Strategi peningkatan kuantitas dan kualitas infra- penghasil produk (PT, CV, Koperasi, BUMN); struktur wilayah guna mempermudah ekses ke jalan, jembatan, pelabuhan (sungai, udara), peti kemas, • Strategi peningkatan kualitas organisasi dan mana- gudang ; jemen perusahaan penghasil produk tersebut • Strategi peningkatan kuantitas dan kualitas sarana • Strategi peningkatan efektivitas dan efisiensi modal angkutan guna mempercepat pengiriman produk baik kerja serta prosedur anggaran. melalui darat dan sungai; Program Pengembangan OVOP e. Terkait Dengan Aspek Kawasan Pengembangan Ada dua masalah yang paling mendasar dan perlu • Strategi penyediaan kawasan pengembangan eko- dipecahkan dalam rangka pengembangan OVOP Kota nomi (sentra-sentra) yang berkualitas sebagai pusat Palangka Raya: pertumbuhan dengan memperhatikan tata ruang (1) Masalah Pasar, yaitu: yang berwawasan lingkungan hidup; • Strategi penyediaan utilitas publik (energi murah, • Masih sulit menemukan dan memasuki pasar baru. telepon, dan air bersih) pada kawasan pengem- (2) Masalah Produk, yaitu: bangan ekonomi yang telah disediakan pemerintah • Produk-produk masih belum terdiversifikasi secara Kota. vertikal. 12
  15. 15. Hasil Kajian Pengembangan OVOP dilakukan melalui kebijakan lemah dalam memperkenalkan produk. Promosi dan pengembangan produk dan pasar. Skenario yang dilaku- pengembangan produk sehingga lebih menarik dan kan dapat dilihat seperti gambar berikut. memiliki keunikan serta keunggulan khusus. Kebijakan Diversifikasi Produk dalam hal ini dimaksudkan Tabel 29. Kebijakan Pengembangan Produk dan Pasar sebagai upaya untuk menciptakan produk yang PRODUK LAMA PRODUK BARU beraneka ragam untuk segmen pasar yang berbeda- beda atau menciptakan produk baru untuk pasar baru. PENGEMBANGAN PASAR LAMA PENETRASI PASAR PRODUK Produk baru dapat merupakan produk dengan basis potensi sumber daya alam yang sama, namun PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI dikembangkan lebih jauh dalam bentuk-bentuk yang lebih PASAR BARU PASAR PRODUK khusus. Upaya mengembangkan produk baru dalam konteks Jabaran untuk masing-masing skenario kebijakan dijelaskan sebagai berikut: Alternatif Kebijakan Pengembangan Produk Baru 02 Untuk Pasar Baru (Diversifikasi Produk/ Product Diversification Alternatif Kebijakan Pengembangan Produk Lama 01 Untuk Pasar Baru (Pengembangan Pasar/ Market Development) diversifikasi ini dapat dilakukan dengan program-program Kebijakan Pengembangan Pasar dalam hal ini dimaksud sebagai berikut: sebagai upaya untuk menemukenali pasar baru (new • Program penciptaan produk-produk yang spesifik, unik, market) untuk jenis produk yang ada (existing product) tematik. Dalam hal ini upaya untuk memasuki pasar baru baik • Program peningkatan kualitas dengan standar pasar dalam negeri (pulau Jawa) dan pasar luar negeri jangkauan pasar dalam negeri dan luar negeri (ISO, terutama dari negara-negara maju yang baru di kawasan Ecolabelling). Asia Pasifik dan Eropah maupun Amerika perlu dilakukan pengkajian sehigga komoditas Kota Palangka Raya tidak REKOMENDASI hanya tergantung pada pasar tradisional yang ada (pasar dalam negeri). Perspektif Kebijakan Dalam rangka pelaksanaan kebijakan pengembangan pasar ini, maka diperlukan program- program sebagai berikut: D ilihat dari perspektif waktu, maka kebijakan pengembangan one village one product (OVOP) di Kota Palangka Raya dapat direkomendasikan • Program konsolidasi dan pemanfaatan produk di sebagai berikut: lokasi-lokasi yang telah berkembang, untuk menangkap peluang pasar baru. Tabel 1. Perspektif Kebijakan Pengembangan OVOP di Kota Palangka Raya • Program ekspansi pasar: mencari peluang-peluang Jangka Waktu Kebijakan pasar yang baru/ekspansi pasar melalui berbagai keikut sertaan dalam even-even promosi dalam negeri • Menciptakan produk baru untuk maupun luar negeri. Jangka Menengah pasar lama. (5 tahun) • Meningkatkan kualitas dan kuanti- Dengan demikian arahan kegiatan yang dapat tas produk lama untuk pasar baru. ditempuh dalam rangka pengembangan program tersebut antara lain dengan: Jangka Panjang • Menciptakan produk baru untuk (20 tahun) pasar baru. • Melakukan kegiatan promosi atau produk-produk yang sudah ada (existing product) ke segmen pasar baru, Arahan Kebijakan Jangka Menengah yaitu daerah-daerah lain (pasar dalam negeri) Kebijakan pengembangan OVOP dalam jangka menen- • Melakukan kegiatan promosi atau produk-produk yang gah yang direkomendasikan: sudah ada (existing product) ke segmen pasar negara • Meningkatkan Kualitas & Kuantitas Produk Lama Untuk lain yang merupakan pasar potensial. Strategi Pasar Baru. menjemput pasar perlu dilakukan secara intensif • Menciptakan Produk Baru Untuk Pasar Lama. mengingat posisi Kota Palangka Raya yang masih 13

×