Kimia koloid

1,494 views

Published on

  • Be the first to comment

Kimia koloid

  1. 1. Koloid Create by toni fajar by toni
  2. 2. Koloid Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebarsecara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah) by toni
  3. 3. Proses Pengelolaan Air Bersih dengan Sistem Koloid Pengolahan air bersih didasarkan pada sifat-sifat koloid, yaitu koagulasi dan adsorpsi. Air sungai atau air sumur yang keruh mengandung lumpur koloidal dan barangkali juga zat-zat warna, zat pencemar seperti limbah detergen dan pestisida. by toni
  4. 4. Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengolahan air: • tawas (alumunium sulfat) = menggumpalkan lumpur koloidal sehingga mudah disaring. membentuk koloidal AL(OH)3 yang dapat mengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencemar seperti detergen dan pestisida. Apabila tingkat kekeruhan air yang diolah terlalu tinggi maka digunakan karbon aktif di samping tawas. • Pasir= penyaring • Klorin/ kaporit = pembasmi hama (desinfektan) • kapur tohor= menaikkan pH, yaitu untuk menetralkan keasaman yang terjadi karena penggunaan trawas. • karbon aktif by toni
  5. 5. Pengertian koloid pelindung dan penerapan dalam kehidupan Koloid pelindung Penerapan koloid dalam kehidupan sehari-hari koloid yang dapat melindung koloid lain agar tidak terkoagulasikan. Dalam kehidupan sehari-hari,kita dapat menemukan campuran yang tergolong larutan,koloid, atau suspensi Contoh : menarik adalah penambahan koloid liofil ke dalam liofob, dimana koloid liofob terbungkus tidak mengumpul, seperti pembuatan es krim agar tidak menggumpat ditambahkan gelatin. Contoh larutan : larutan gula,larutan garam,spiritus,alkohol 70%,larutan cuka,air laut,udara yang bersih, dan bensin Contoh koloid : sabun,susu,santan,jelly,mentega,selai dan mayonaise Contoh suspensi : air sungai yang keruh,campuran air dengan pasir,campuran air dengan kopi hitam,campuran air dengan minyak. by toni
  6. 6. Berdasar kan afinitas partikel-partikel fase dispersi terhadap medium dispersi Koloid Liofil (suka cairan) Koloid Liofob (takut cairan) adalah koloid yang memiliki gaya tarik menarik antara partikel-partikel terdispersi dengan medium pendispersi. adalah koloid yang memiliki gaya tarik menarik yang lemah antarapartikelpartikel terdispersi dengan medium pendispersi. Medium pendispersi dalam liofil sering disebutjuga dengan hidrofil. Partikel koloid juga dapat mengadsorbsi molekul cairan sehingga terbentuk selubung disekeliling partikel koloid. Keberaadan selubung inilah yang menyebabkan koloid liofillebih stabil. Medium pendispersinya sering disebutdengan hidrofob. Pertikelpartikel koloid tidak dapat mengadsorbsi pelarutnya sehingga koloidini kurang stabil dan dapat dengan mudah terkoagulasikan dengan penambahan elektrolit. by toni
  7. 7. Pengertian koloid hidrofil dan koloid hidrofob Koloid hidrofil : Contoh: protein, sabun, detergen, agaragar, kanji, dan gelatin. Koloid hidrofob : Contoh: susu, mayonnaise, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol-sol sulfide, dan sol-sol logam. by toni
  8. 8. Macam-macam cara pembuatan sistem koloid Cara yang pertama disebut cara kondensasi, sedangkan yang kedua disebut cara dispersi. by toni
  9. 9. Cara Kondensasi Kondensasi adalah cara pembuatan koloid dari partikel kecil (larutan)menjadi partikel koloid.proses ini didasarkan atas reaksi kimia yaitu reaksi redoks,reaksi hidrolisis,dekomposisi rangkap dan pergantian pelarut. Reaksi redoks Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Contoh : Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam SO2. 2H2S(g) + SO2(aq) --> 2H2O(l) + 3 S(koloidal) Hidrolisis Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol Fe(OH)3. FeCl3(aq) + 3H2O(l) ---> Fe(OH)3(koloid) + 3 HCl(aq) Dekomposisi Rangkap Contoh 1: Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S. 2H3AsO3(aq) + 3H2S(aq) --> As2S3(koloid) + 6 H2O(l) Contoh 2: Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan perak nitrat encer dengan larutan HCl encer. AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(koloid) + HNO3(aq) Penggantian Pelarut Contoh: pembuatan sol belerang dari larutan belerang dalam alkohol ditambah dengan air by toni S(aq) + alkohol + air S(s)larutan s sol belerang
  10. 10. Cara Dispersi Cara Mekanik Menurut cara ini butir-butir kasar digerus dengan lumpang atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi. Contoh: Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersamasama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air. Cara Peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim pepsin. Contoh: Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-lain. Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S dan endapan Al(OH)3 oleh AlCl3. by toni
  11. 11. Cara Dispersi Cara Busur Bredig Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya. Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi, cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan cara kondensasi by toni
  12. 12. JENIS-JENIS KOLOID Sol (fase terdispersi padat) Emulsi (fase terdispersi cair) a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam a. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly, keju, mentega, nasi b. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat b. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu, mayones, krim tangan c. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara, asap pembakaran c. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk by toni
  13. 13. JENIS-JENIS KOLOID BUIH (fase terdispersi gas) a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung, marshmallow, karet busa, Styrofoam b. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok, busa sabun - Untuk pengelompokan buih, jika fase terdispersi dan medium pendispersi - sama- sama berupa gas, campurannya tergolong larutan by toni
  14. 14. SIFAT-SIFAT KOLOID Efek Tyndal Gerak Brown Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. Gerak Brown ialah gerakan partikelpartikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. by toni
  15. 15. SIFAT-SIFAT KOLOID Absorpsi Absorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. (Catatan : Absorpsi harus dibedakan dengan absorpsi yang artinya penyerapan yang terjadi di dalam suatu partikel). Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya Muatan koloid Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif. menyerap ion S2. by toni
  16. 16. SIFAT-SIFAT KOLOID Koagulasi koloid Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan Koloid pelindung Koloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari proses koagulasi. by toni
  17. 17. SIFAT-SIFAT KOLOID Dialisis Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis Elektroforesis Elektroferesis ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik. by toni

×