Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bab i (ok) print

859 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab i (ok) print

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Syari’at islam dibangun di atas dasar ilmu dan kemampuan orang yang dibebani. Tidak ada satu pun beban syari’at yang diwajibkan kepada seorang di luar kemampuannya. Allah Ta’ala sendiri menjelaskan hal ini dalam firman-Nya: (٢٨٦ :٢ )... ‫ال َ يكلف الله نفاسا إ ِال ّ وسعه ا‬ َ َ ْ‫لا ُ اس‬ ْ‫لا ُ َ فِّ لا ُ هّ لا ُ َ اس‬ Allah Ta’ala juga memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakan ketakwaan menurut kemampuan mereka dalam firman-Nya: (٦٤:١٦ ...( ‫ف اتقاوا الله م ا استطعت م‬ ُ ‫اسْ َ َ اسْ لا‬ َ َ ّ ُ ‫َ ّ لا‬ Orang yang sakit tidak sama dengan yang sehat. Semua harus berusaha melaksanakan kewajibannya menurut kemampuan masing-masing. Dengan ini nampaklah keindahan syari’at dan kemudahannya. Diantara kewajiban yang harus dilakukan orang yang sakit adalah shalat. Ada sebagian siswa yang kadang meninggalkan shalat dengan dalih sakit atau memaksakan diri shalat dengan tata-tata cara yang biasa dilakukan orang sehat. Akhirnya merasakan beratnya shalat bahkan merasakan hal itu sebagai beban yang menyusahkannya. Solusinya adalah kewajiban mengenal hukum-hukum dan tata cara shalat orang yang sakit sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan penjelasan para ulama. 1
  2. 2. 2 Masalah shalat bagi orang yang sakit adalah salah satu materi yangterkandung pada mata pelajaran fikih. Dalam masalah shalat bagi orang yang sakitini pada siswa Madrasah Ibtidaiyah, guru harus lebih serius dan benar memberikanbimbingan terhadap masalah ibadah. Kesalahan dalam memberikan pengajarandalam masalah ibadah akan berakibat fatal, Kesalahan yang sering dilakukan olehsiswa dalam hal ibadah kalau dicermati secara mendalam adalah sebenarnyakesalahan yang dilakukan oleh guru. Karena guru biasanya hanya menyampaikanmateri tanpa memberikan praktek secara langsung terhapal materi yangdisampaikannya Pembelajaran Exsplicit Intruction cocok untuk menyampaikan materi yangsifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Prosesnya adalahsajiannya informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilanprocedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan nalikan,penyimpulan dan evluasi serta melakukan refleksi. Dari hasil observasi pendahuluan yang penulis lakukan bahwa penerapanmetode praktek pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MadrasahIbtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar kurang terlaksana denganbaik, dalam proses pembelajaran guru jarang bahkan hampir tidak pernahmenggunakan metode praktek, padahal materi dari pelajaran Pendidikan AgamaIslam lebih banyak memuat tentang kaifiat (cara) melakukan sesuatu proses yangmana penyampainnya memerlukan praktek agar anak didik paham dan terampildalam melakukaknnya. Dalam proses belajar mengajar, guru lebih seringmenggunakan metode ceramah sehingga hanya guru yang aktif sedangkan para
  3. 3. 3 siswanya pasif, sehingga para siswa kurang bahkan tidak mengerti dengan materi pelajaran yang diberikan guru. Aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga muridlah yang seharusnya banyak aktif, namun pada kenyataannya di sekolah-sekolah sering sekali guru yang aktif sehingga murid tidak diberi kesempatan untuk aktif. Berdasarkan paparan tersebut diatas maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit Melalui Pembelajaran Model Explicit Instruction Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar”.B. Identifikasi masalah Memperhatikan situasi di atas, kondisi yang ada saat ini adalah : 1. Aktivitas guru dalam pembelajaran terlihat monoton. 2. Aktivitas siswa terlihat kurang bersemangat 3. Aktivitas siswa dalam belajar kegiatan belajar mengajar masih kurang 4. Guru masih berperan sebagai satu-satunya sumber belajar. 5. Belum pernah diterapkan model pembelajaran explicit instruction dalam mata pelajaran Fikih 6. Siswa cenderung bersifat pasif dan belum terjalin kerjasama dan kolaborasi antar siswa. 7. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar masih rendah.
  4. 4. 4 8. Masih rendahnya pemahaman siswa dalam mata pelajaran FikihC. Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah Untuk menghindari kesalahpahaman judul diatas, maka perlu diberikan batasan istilah sebagai berikut : a. Model Explicit Instruction adalah suatu pembelajaran dengan cara praktik secara langsung terhadap materi pelajaran b. Meningkatkan adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan seseorang untuk memperbaiki pembelajara yang sudah ada. c. Pemahaman adalah penguasaan terhadap materi pelajaran secara lengkap baik secara teori maupun praktik d. Shalat bagi orang yang sakit adalah shalat yang dilakukan karena sebab sakit dan shalat adalah salah satu materi pelajaran Fikih yang diajarkan kepada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Banjar. Jadi yang dimaksud dengan judul diatas adalah upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan penguasaan siswa pada materi shalat bagi orang yang sakit siswa kelas III semester I Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar.2. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
  5. 5. 5 a. Bagaimana aktivitas guru dalam pembelajaran Model Explicit Instruction Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit di Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar? b. Bagaimana aktivitas siswa dalam Penerapan Pembelajaran Model Explicit Instruction Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit di Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar? c. Bagaimana hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran penerapan Pembelajaran Model Explicit Instruction untuk meningkatkan pemahaman siswa Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit di kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar?D. Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah yang akan digunakan dalam PTK ini, yaitu pembelajaran melalui model pembelajaran langsung. Dengan model pembelajaran ini diharapkan pemahaman siswa terhadap materi cara shalat bagi orang yang sakit dapat meningkat. Dalam pelaksanaannya terdiri dari 2 siklus (4 x pertemuan, 1 siklus 2 x pertemuan), masing-masing pertemuan menempuh tahapan proses sebagai berikut : 1. Kegiatan awal, meliputi kegiatan guru memulai pelajaran dengan memberi salam kepada siswa dan siswa menjawab salam guru, melakukan absensi siswa untuk mengetahui kehadiran siswa dan mengetahui alasan siswa yang tidak hadir, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai serta materi
  6. 6. 6 yang akan disampaikan, dan mengadakan appersepsi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dan akan disampaikan. 2. Kegiatan inti, meliputi guru melakukan model pembelajaran langsung dengan mempraktekkan cara shalat bagi orang yang sakit kepada semua siswa sampai mengerti dan paham. 3. Kegiatan akhir, guru menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan tata cara shalat bagi orang yang sakit, melakukan tes terhadap siswa sebagai evaluasi, dan terakhir guru menutup pelajaran.E. Tujuan Tindakan Tujuan penelitian Tindakan kelas ini adalah untuk menjawab rumusan masalah, yaitu : 1. Untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru dalam pembelajaran Model Explicit Instruction Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit di Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar ? 2. Untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa dalam Penerapan Pembelajaran Model Explicit Instruction Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit di Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar ? 3. Untuk mengetahui bagaimana penerapan Pembelajaran Model Explicit Instruction dapat meningkatkan pemahaman siswa Pada Materi Cara Shalat Bagi Orang Yang Sakit di kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar ?
  7. 7. 7F. Signifikansi Tindakan Adapun kegunaan atau manfaat penelitian tindakan ini diharapkan dapat : 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai berikut : a. Menambah pengetahuan kajian teoretik tentang penerapan pembelajaran model explicit instruction yang dapat mendukung terciptanya meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran fikih. b. Menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang cara memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. 2. Manfaat Praktis Penelitian Tindakan Kelas ini juga diharapkan bermanfaat secara praktis untuk: a. Bagi Siswa Dengan diperolehnya cara pembelajaran yang tepat diharapkan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran fikih dengan baik, sehingga tidak lagi menganggap mata pelajaran fikih sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, yang pada gilirannya penelitian ini dapat menciptakan suasana pembelajaran fikih yang menyenangkan dan bermakna. b. Bagi Guru 1) Meningkatkan profesionalisme guru.
  8. 8. 8 2) Memberikan motivasi kepada guru agar dapat meningkatkan kemauan untuk merefleksi tindakan-tindakannya dalam proses pembelajaran. 3) Guru mendapatkan pengalaman dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran fikih. 4) Menumbuhkan kreativitas dan aktifitas guru dalam usaha memperbaiki proses dan hasil belajar siswa melalui pendekatan dan model pembelajaran yang bervariasi. c. Bagi Sekolah Dengan meningkatnya pemahaman siswa, akan memperbaiki mutu pembelajaran di Madrasah.G. Kerangka Berpikir Kondisi Awal : Guru : Pembelajaran Fikih masih belum menggunakan pembelajaran model explicit instruction dan aktifitas guru dalam pembelajaran masih rendah Siswa : Pemahaman siswa terhadap materi pelajaran masih rendah Siswa : Hasil belajar siswa masih rendah Tindakan : Guru menerapkan pembelajaran explicit instruction dengan beberapa siklus : 1. Siklus I : Pembelajaran model explicit instruction masih Abstrak 2. Siklus II : Pembelajaran model explicit instruction konkrit Kondisi Akhir : Aktifitas guru dan pemahaman siswa meningkat
  9. 9. 9 Berdasarkan kenyataan diatas maka kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah : 1. Jika guru menerapkan model pembelajaran explicit instruction dengan baik, diharapkan pemahaman siswa pada materi shalat bagi orang yang sakit di kelas III Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar akan meningkat. 2. Jika guru menerapkan pembelajaran model explicit instruction dengan baik diharapkan hasil belajar siswa pada materi materi shalat bagi orang yang sakit di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar akan meningkat.H. Hipotesis Tindakan Penelitian ini direncanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan ( planning ), tindakan ( acting ), pengamatan ( observing ) dan refleksi ( reflecting ). Melalui kedua siklus tersebut dapat diketahui peningkatan penguasaan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fikih khususnya pada materi shalat bagi orang yang sakit. Dengan demikian dapat dirumuskan hepotesis dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Dengan diterapkannya pembelajaran model explicit instruction pada materi shalat bagi orang yang sakit pada mata pelajaran fikih semester I tahun pelajaran 2011/2012 di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar dapat meningkatkan pemahaman siswa.
  10. 10. 10 2. Dengan diterapkannya model pembelajaran explicit instruction pada materi shalat bagi orang yang sakit pada mata pelajaran fikih semester I tahun pelajaran 2011/2012 di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Martapura Kabupaten Banjar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.I. Sistematika Penulisan Dalam rangka mempermudah untuk memahami pembahasan dalam skripsi ini, maka penulis membuat sistematika pembahasan sebagai berikut BAB I : Pendahuluan yang berisi Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan dan Rumusan Masalah, Cara Memecahkan Masalah, Tujuan Tindakan, Signifikansi Tindakan, Hipotesis Tindakan, Kerangka Berfikir dan Sistematika Penulisan. BAB II : Landasan Teori meliputi Tinjauan tentang Pemahaman Siswa dan Hasil Belajar, Tinjauan tentang Pembelajaran model explicit instruction, dan Materi Fikih tentang Shalat Bagi Orang Yang Sakit. BAB III : Metode Penelitian yang meliputi Pendekatan dan Jenis Penelitian, Subjek dan Objek Penelitian, Data dan Sumber Data, Skenario Tindakan, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Pengolahan Data, Analisis Data, Indikator Keberhasilan dan Prosedur Penelitian BAB IV : Hasil Penelitian Dan Pembahasan meliputi Gambaran Umum Lokasi Penelitian, Hasil Penelitian, Pembahasan BAB V : Penutup yang meliputi Simpulan dan Saran.

×