Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sintaksis

2,569 views

Published on

Sintaksis, sub jenis, dan beberapa contohnya.
Jurusan Bahasa Jerman, UNJ

Published in: Education
  • Be the first to comment

Sintaksis

  1. 1. SINTAKSIS1. Anggi Zandra2. Aulia Kus S3. Dinda Arista4. Istrella Putri5. Nuur Astri Fitria6. Reshtie Fadillah7. Romza Baher8. Siti Nurfatmiarti9. Susan Ramona1
  2. 2. 2• Sintaksis berasal dari bahasa Yunani• Sun = “dengan” “tattein” =“menempatkan”.• Secara etimologi menempatkanbersama-sama kata-kata menjadikelompok kata atau kalimat.
  3. 3. STRUKTUR SINTAKSIS• Istilah dalam sintaksis: Fungsi SintaksisSubjek, Predikat, Objek, Keterangan Kategori SintaksisNomina, Verba, Ajektifa, Numeralia Peran SintaksisPelaku, Penderita, Penerima3
  4. 4. Secara umum struktur sintaksisS P O KEx: Nenek melirik kakek tadi pagiS P O K.waktuNamun susunan fungsi sintaksis tidakharus selalu berurutan S P O K4
  5. 5. Fungsi sintaksi1. Kebanyakan pakarMinimal harus memiliki S dan P2. Chafe (1970)Paling penting P, karena P harus selalu verbaatau yang diverbakan. Fungsi lain muncultergantung pada verbanya. Verba yg transistiftentu akan memunculkan O dan verba ygmenyatakan lokasi.Pendapat ahli tata bahasa tradisional:Fungsi S-Nomina, P- Verba,O-Nomina, K-Adverbia.5
  6. 6. Alat sintaksis1. Urutan kata2. Bentuk kata3. Intonasi4. Konektor1. Konektor Koordinatif(dan, atau, tetapi)1. Konektor Subordinatif(kalau, meskipun,karena)6
  7. 7. KATA SEBAGAI SATUANSINTAKSISKata dibagi menjadi 21. Kata penuh (fullword)nomina, verba, ajektifa,adverbia,numeralia2. Kata tugas (functionword)Preposisi dan konjungsi7
  8. 8. FRASE• Merupakan satuan gramatikal yang berupagabungan kata yang bersifat nonpredikatif (hubungan anatara kedua unsur yangmembentuk frase tidak berstruktur “subjek-predikat” atau “predikat-objek”). Adik makan = S-P (bukan frase) Makan nasi = P-O ( bukan frase) Kamar mandi = frase Bukan sepeda = frase8
  9. 9.  Kalimat pertama terdiri dari empat frase. Kalimat kedua bukan frase ,melainkan kata.Diselipi unsur lain: Nenek saya = nenek dari saya Buku humor = buku tentang humorSalah satu unsur frase tidak dapat dipindahkan sendirian. Nenek membaca komik di kamar tidur. Tidur nenek membaca komik di kamar. (salah) Di kamar tidur nenek membaca komik. (benar)S P O KNenek saya sedang membaca buku humor di kamar tidur.Nenek membaca komik kemarin
  10. 10. JENIS-JENIS FRASEFrase eksosentrikFrase yang komponen-komponen tidak memilikiperilaku sintaksis yang sama dengankeseluruhannya.Contoh: di pasar, terdiri dari komponen “di” dankomponen “pasar”,secara utuh frase ini dapatmengisi fungsi keterangan. Misalnya dalamkalimat , dia berdagang di pasar. Eksosentrik direkt Eksosentrik nondirekt10
  11. 11. Frase endosentrikFrase yang salah satu unsurnya ataukomponennya memiliki perilaku sintaksisyang sama dengan keseluruhannya.Nenek sedang membaca komik di kamar.Nenek membaca komik dikamar.Biasa disebut: frase modifikatifFrase subordinatif11
  12. 12. FRASE KOORDINATIF• PengertianFrase koodinatif adalah frase yang komponenpembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebihyang sama atau sederajat dan secara potensial dapatdihubungkan oleh konjungsi koordinatif, baik yangtunggal maupun konjungsi terbagi.- Contoh : aku dan dia, baik aku maupun diaNamun dalam pengaplikasiannya ada juga yangtidak menggunakan kata penghubung, yaitu fraseparataksis- Contoh : hilir mudik, pulang pergi
  13. 13. FRASE APOSITIF• Pengertian :Frase apositif adalah frase koodinatif yang keduakomponennya saling merujuk sesamanya dan olehkarena itu urutan komponennya dapat dipertukarkan.Namun kamus besar bahasa indonesia mengartikanfrase apositif adalah frase endosentris berindukbanyak yang bagian-bagiannya tidak dihubungkandengan penghubung (sering kali dengan jeda) danmasing-masing menunjuk kepada referen yang samaContoh : Pak Ahmad, guru saya, rajin sekaliGuru saya, Pak Ahmad, rajin sekali
  14. 14. PERLUASAN FRASE• Perluasan frase maksudnya adalah memberi tambahankomponen baru sesuai dengn konsep atau pengertianyang akan ditampilkan.• Faktor perluasan frase dalam bahasa indonesia bersifatproduktif :- Untuk menyatakan konsep yang khusus, sangat khusus,sampai khusus sekali, biasanya diterangkan secaraleksikal- Pengungkapan konsep kala, modalitas, aspek, jenis,jumlah, tidak dinyatakan dengan unsur leksikal- Keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinciterhadap suatu konsep, terutama konsep nomina
  15. 15. KLAUSAKlausa adalah satuan sintaksis beruparuntutan kata-kata berkontruksi predikatif.Artinya didalam kontruksi itu adakomponen berupa kata atau frase yangberfungsi sebagai predikat, dan yang lainberfungsi srbagai subjek,objek danketerangan.Contoh : kamar mandi > bukan Klausanenek mandi > Klausa
  16. 16. Jenis-jenis KlausaBerdasarkan struktur klausa dibagi menjadi:1. Klausa bebas , yaitu klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap sekurang-kurangnya mempunyai subjekdan predikat, dank arena itu berpotensi menjadi kalimatmayor.contoh: nenekku masih cantik dan kakekku gagahberani.2.Klausa terikat,yaitu memiliki struktur tidak lengkap.contoh: Kapan Ayah baca buku silat itu?Jawab: Tadi Pagi.
  17. 17. Berdasarkan unsur klausa dibagi menjadi:1.Klausa verbal, yaitu klausa yang predikatnya berkatagoriverba. Contoh: nenek mandi dan kakek menarikemudian dibagi lagi berdasarkan tipe verba:a. klausa transitif,yaitu klausa yang predikatnya berupaverba transitif. Contoh: nenek menulis surat dan kakekmembaca buku silat.b.Klausa intransitif, yaitu klausa yang predikatnya berupaverba intransitif. Contoh: nenek menangis dan adikmelompat-lompat.c.Klausa refleksif, yaitu klausa yang predikatnya berupaverba refl refleksif. Contoh: ibu sedang berdandan danayah sedang mandi.d.Klausa resiprokal, yaitu klausa yang predikatnya berupaverba resiprokal. Contoh: mereka bertengkar sejakkemarin.
  18. 18. 2. Klausa ajektifal, yaitu klausa yang predikatnyaberkatagori ajektifa, baik berupa kata atau frasecontoh: ibu dosen itu cantik sekali.3.Klausa adverbial, yaitu klausa yang predikatnya berupaadverbial.contoh: bandelnya teramat sangat.4.Klausa preposisional, yaitu klausa yang predikatnyaberupa frase berkatagori preposisi.contoh : ibu di kamar dan kakek ke pasar minggu.5.Klausa numeral, yaitu klausa yang predikatnya berupafrase numeralia.contoh: gajinya lima juta sebulan
  19. 19. KALIMAT19• Beberapa definisi mengenai kalimat:• kalimat adalah satuan bahasa berupa kata-kata ataurangkaian kata yang dapat berdiri sendiri danmenyatakan makna dengan lengkap.• Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yangmengungkapkan pikiran utuh, baik secara lisanmaupun tulisan.• Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yangberisi pikiran yang lengkap.
  20. 20. JENIS-JENIS KALIMAT201. kalimat inti adalah kalimat yangdibentuk dari klausa inti yang lengkapbersifat deklaratif, aktif/netral , danafirmasif.2. Kalimat non –inti adalah kalimat intiyang sudah ditransformasikan menurutpemasifan,pengingkaran , penanyaan,pemerintahan,penginversian,pelesapan ,l danpenambahan.
  21. 21. • 3. Kalimat tunggal adalah kalimatyang terdiri dari satu klausa.• 4. Kalimat majemuk adalah kalimatyang memiliki klausa lebih dari satu. Kalimat majemuk memiliki duajenis yaitu:• Kalimat majemuk koordinatif (majemuk setara) dan• Kalimat majemuk subordinatif (majemuk bertingkat)• Kalimat majemuk campuran.
  22. 22. Kalimat Mayor dan Kalimat Minor• Kalimat Mayor dan Kalimat Minorditentukan oleh adanya konstituen dalamklausa itu.• Kalimat mayor klausanya minimal harusterdiri atas subyek dan predikat, contoh:Romza membaca, Adik menangis22
  23. 23. • Kalimat minor hanya dibentuk olehsubjek saja, objek saja, predikat saja,atau bahkan keterangan saja. Tetapimeskipun hanya dibentuk oleh satu katasaja kalimat minor dapat dimengerti olehkarena konteksnya yang jelas.Jadikesimpulannya, kalimat minormerupakan kalimat2 berupa jawabansingkat, seperti seruan, salam, pertanyaan dansapaan. Contoh: Hai!,Apa?, Diam!23
  24. 24. KALIMAT VERBAL DAN NON VERBAL• Kalimat verbal dibagi menjadi dua, yaitukalimat verbal transitif dan kalimatverbal intransitive.• Kalimat verbal transitif adalah kalimatverbal yang predikatnya memerlukanobjek, sedangkan kalimat verbalintransitive adalah kalimat yangpredikatnya tidak memerlukanobjek.Contoh kalimat verbal transitif:Indah memetik daun di halaman, Fajarmembawakan segepok uang untuk Indri.24
  25. 25. Contoh kalimat verbal intransitiveadalah: Susan menangis tersedu-sedu,Arif tertawa terpingkal-pingkal.• -Kalimat non verbal adalah kalimat yangpredikat pada klausanya bukan katakerja, melainkan kata sifat, nomina,adverbial dan numerial.Contoh: Pacar-pacarku sangat tampan, Asma pandaibergaya.25
  26. 26. Kalimat bebas dan kalimat terikat Perbedaannya dilakukan dalam kaitan bahwakalimat adalah satuan-satuan yang membentukwacana atau paragraf. Contoh: Sekarang di Riau amat sukar mencariterumbuk.(1) Jangankan ikannya, telurnya punsangat sukar diperoleh.(2) Kalau pun bisadiperoleh, harganya melambung selangit.(3)Makanya, ada kecemasan masyarakat nelayandi sana bahwa terumbuk yang spesifik itu akanpunah.(4) (1) kalimat bebas (2),(3),(4) kalimat terikat 26
  27. 27. Intonasi Kalimat• Intonasi kalimat adalah tekanan naik turunya kalimat.Intonasi merupakan hal yang sangat penting di dalamsintaksis. Intonasi merupakan ciri utama yangmembedakan kalimat dari sebuah klausa. Intonasiberfungsi sebagai pembentuk makna kalimat.• Intonasi dapat diuraikan ciri-cirinya yakni :1.Tekanan adalah bentuk tinggi rendahnya, panjangpendeknya, atau keras lembutnya suara. Biasanya katayang mengalami tekanan tertentu adalah kata yangdipentingkan. Biasanya tekanan didukung olehekspresi wajah. Tekanan yang berbeda akanmenyebabkan intonasinya juga berbeda, akibatnyakeseluruhan kalimat itupun akan berbeda.
  28. 28. 2.Tempo adalah waktu yang dibutuhkan untukmenghafalkan suatu arus ujaran.3.Nada adalah tekanan tinggi rendahnyapengucapan suatu kata dan berfungsi memberitekanan khusus pada kata-kata tertentu.28
  29. 29. MODUS• Pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis seseorang.• Macam modus:1.Modus indikatif , yaitu modus yang menunjukkan sikapobjektif atau netral.2.Modus optatif, yaitu modus yang menunjukkan harapan ataukeinginan.3.Modus imperatif, yaitu modus yang menyatakan perintah ataularangan.4.Modus interogatif, yaitu modus yang menyatakan pertanyaan.5.Modus obligatif, yaitu modus yang menyatakan keharusan.6.Modus desideratif, yaitu yang menyatakan keinginan ataukemauan.7.Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan29
  30. 30. Aspek•Aspek adalah cara untuk memandangpembentukan waktu secara internal di dalamsuatu situasi, keadaan, kejadian atau proses.•Dari berbagai bahasa dikenal adanya berbagaimacam aspek, antara lain:1.Aspek kontinuatif, yaitu yang menyatakanperbuatan terus berlangsung.2.Aspek inseptif, yaitu yang mnyatakanperistiwa atau kejadian baru mulai.3.Aspek progresif, yaitu aspek yangmenyatakan perbuatan sedang berlangsung.
  31. 31. 4.Aspek repetitif, yaitu yang menyatakanperbuatan itu terjadi berulang-ulang.5.Aspek perfektif, yaitu yang menyatakanperbuatan sudah selesai.6.Aspek imperfektif, yaitu yang menyatakanperbuatan berlangsung sebentar.7.Aspek sesatif, yaitu yang menyatakanperbuatan berakhir.31
  32. 32. KALA• Kala yaitu informasi dalam kalimat ygmenyatakan waktu terjadinya perbuatan,kejadian, tindakan, atau pengalaman ygdisebutkan dalam predikat. Biasanya kala inimenyatakan waktu sekarang, sudah lampau,akan datang. Bahasa menandai kala secaramorfemis, maksudnya pernyataan kala ituditandai dgn bentuk kata tertentu padaverbanya.32
  33. 33. Bahasa JepangKala kini Kala lampau Maknaarukimasu arukimasita berjalanikimasu ikimashita pergikimasu kimashita datanghairimasu hairimashita masukKala kini Kala lampauDika is working there Nita worked thereyesterdayBahasaInggrisKala kini Kala lampau Kala akanPak Lurah itu sedangmandiPak Lurah itu sudahmandiPak Lurah akan mandiBahasa Indonesia
  34. 34. MODALITAS• Modalitas adalah keterangan pada kalimat yangmenyatakan sikap pembicara terhadap hal yangdibicarakan. Sikap ini berupa pernyataankemungkinan, keinginan, atau juga keizinan.Dalam bahasa Indonesia, modalitas dinyatakansecara leksikal. Misalnya, kata-kata mungkin,barangkali, sebaiknya, tentu, pasti, boleh, danseyogyanya.• Jenis Modalitas :1. Modalitas intensional, meyatakan keinginan,harapan, permintaan, dan ajakan.34
  35. 35. 2. Modalitas epistemik, menyatakankemungkinan, kepastian, keharusan.3. Modalitas deontik, meyatakan keizinan dankeperkenanan4. Modalitas dinamik, menyatakan kemampuan.
  36. 36. FOKUS• Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagiankalimat sehingga perhatian pendengar ataupembaca tertuju pada bagian itu.• Dalam bahasa Indonesia fokus kalimat dapatdilakukan dengan cara :1. memberi tekanan pada bagian kalimat yangdifokuskan2. dengan mengedepankan bagian kalimat yangdifokuskan36
  37. 37. 3. dengan cara memakai partikel pun, yang,tentang, dan adalah4. dengan mengontraskan dua bagian kalimat5. dengan menggunakan konstruktif posesifanaforis berantesden37
  38. 38. DiatesisHubungan antara pelaku dengan perbuatanyang dilakukan tergambar dalam kalimat.• Diatesis Aktif• Diatesis Pasif• Diatesis Refleksif• Diatesis Resiprokal• Diatesis Kausiatif38
  39. 39. KALIMAT BUKAN SATUANSINTAKSIS TERBESARWacana39
  40. 40. CONTOH• Tiba-tiba, ckrek!! Pintu kamarku terbuka. Akutidak tahu siapa yang masuk, karena posisitidurku membelakangi pintu kamar. Untukbeberapa saat, aku hanya bisa mendengarsuara sandal yang beradu dengan lantaikeramik. Suaranya semakin jelas pertandaorang itu semakin mendekat ke arahku. “Adii,bangun nak.” Suara itu lagi. Kali ini lebihlembut. “jangan tidur terus, nanti keburuimsak...” ucapnya lagi... (Baher : 2013)40
  41. 41. Pengertian WacanaSatuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarkigramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atauterbesar (Chaer, 2012)• Satuan bahasa lengkap : konsep, gagasan, pikiran, atauideyangutuh dipahami• Satuan gramatikal : kalimat-kalimat yang memenuhipersyaratangramatikal41
  42. 42. Persyaratan Gramatikal dalamWacana• Terdapat keserasian hubungan antaraunsur-unsur yang ada dalam wacana(Kohesif)• Kohesif Koherensi (isi wacana yangapik dan benar)42
  43. 43. Alat WacanaAlat untuk membuat wacana yang kohesifdan koheren, meliputi :• Alat-alat gramatikal• Alat-alat semantik43
  44. 44. Alat-alat gramatikal44• Konjungsi• Kata Ganti (dia, nya, mereka, ini, itu,dsb.)• Menggunakan Elipsis
  45. 45. Alat-alat semantik• Menggunakan hubungan pertentangan pada dua bagiankalimat yang terdapat dalam wacana• Menggunakan hubungan generik – spesifik atau spesifik– generik• Menggunakan hubungan perbandingan antara isi keduabagian kalimat• Menggunakan hubungan sebab – akibat, diantara keduabagian kalimat• Menggunakan hubungan tujuan di dalam isi sebuahwacana• Menggunakan hubungan rujukan yang sama pada duabagian kalimat atau pada dua kalimat dalam satuwacana 45
  46. 46. JENIS WACANA1. Wacana lisan2. Wacana tulis(berkenaan dengan bahasa lisan ataubahasa tulis)3. Wacana prosa:a. wacana narasib. wacana eksposisi,c. wacana persuasi,d. wacana argumentasi46
  47. 47. SUBSATUAN WACANAWacana dibagi-bagi dalam beberapa bab, setiapbab akan dibagi lagi atas beberapa subbab,setiap subbab disajikan dalam beberapaparagraf atau subparagraf.Setiap paragraf biasanya berisi satu gagasan/pikiran utama, yang disertai pikiran penjelas.Kalimat utama berwujud kalimat utama, setiappikiran penjelas berupa kalimat-kalimat penjelas.47
  48. 48. CATATAN MENGENAIHIERARKI SATUANUrutan hierarki satuan linguistik48WacanaKalimatKlausaFraseKataMorfemfonem
  49. 49. Dalam prakteknya ada penyimpangankasus, diantaranya:1. Pelompatan tingkat2. Pelapisan tingkat3. Penurunan tingkat Akhirnya menjadi49WacanaKalimatKlausaFraseKataMorfem
  50. 50. TERIMAKASIH50

×