Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

More Related Content

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Budidaya kelor

  1. 1. Budidaya Kelor
  2. 2. Informasi dasar  Kelor adalah tanaman yang ideal untuk tumbuh di areal terbuka atau di pekarangan  Kelor dapat tumbuh di berbagai kelas iklim dan tanah marginal  Kelor bisa tumbuh dengan tinggi 11 meter.  Kelor tumbuh dengan baik di sinar matahari langsung di bawah ketinggian 500 mdpl  pH. 6,3-7,0, pada tanah kering berpasir atau tanah lempung  Curah Hujan minimum tahunan 250mm dan maksimal di 3.000 mm, akar dapat membusuk pada tanah yang tergenang air.  Rentang suhu yang 25-35 derajat Celsius, tapi pohon akan mentolerir hingga 48 deraja Celsius.  Dalam waktu tiga tahun pohon akan menghasilkan 400-600 polong per tahun dan pohon dewasa dapat memproduksi hingga 1.600 polong.
  3. 3. Pembibitan  Benih ditanam dalam polibag untuk kemudian di pintahkan ke lapangan • Benih langsung di tanam di lapangan • Stek di polybag atau stek langsung di lapangan
  4. 4. Jika benih dikecambahkan sebelum dipindah ke polybag atau lapangan  Rendam benih selama 24 jam  Masukan ke kantong plastik dan simpan di ruangan tertutup atau lemari. Masa perkecambahan berkisar 3-14 hari  Jika sudah muncul kecambah langsung pindahkan.
  5. 5. PERLAKUAN TRIM (Potong pucuk) PADA TANAMAN  Ketika bibit mencapai ketinggian 60 cm dari tanah, potong pucuk (trim) di 10cm dari pucuk.  Ketika tunas baru mencapai panjang 20 cm, tunas ini dipotong 10 cm, dari pucuk tunas.  Jika trim tidak dilakukan pohon akan tumbuh secara vertikal dengan bunga yang jarang dan hanya ditemukan di bagian paling atas.  Sisakan 4-5 cabang yang kuat untuk tumbuh
  6. 6. Pengairan  Pohon kelor tidak perlu banyak air. pada kondisi sangat kering, air diperlukan secara teratur selama dua bulan pertama dan setelah itu hanya ketika pohon kelihatan “menderita”. Pohon kelor akan berbunga dan menghasilkan polong setiap kali ada air yang cukup tersedia
  7. 7. Pemupukan  Pohon kelor umumnya akan tumbuh dengan baik tanpa menambahkan banyak pupuk. Pupuk kandang atau kompos dapat dicampur dengan tanah yang digunakan untuk mengisi lubang-lubang tanam. Fosfor dapat ditambahkan untuk mendorong perkembangan akar dan nitrogen akan mendorong pertumbuhan tajuk daun. HAMA DAN PENYAKIT • Kelor tahan terhadap hama. Dalam kondisi akar tergenang bisa terjadi busuk akar. • Sapi, domba, babi dan kambing akan makan bibit kelor, polong dan daun. Silahkan di beri pagar • Rayap bisa menjadi masalah, terutama ketika stek ditanam.
  8. 8. Panen Polong  Untuk konsumsi manusia, panen ketika polong masih muda (sekitar 1cm diameter)  Polong tua bagian daging biji tetap dapat dimakan.
  9. 9. Panen Daun  Untuk panen daun, daun yang lebih tua harus dilucuti dari batang. Daun yang lebih tua lebih cocok untuk tepung daun
  10. 10. Mengeringkan Daun  Tempatkan daun segar di tray pengeringan selama 2-3 hari (tergantung pada suhu dan kelembaban)
  11. 11. Penepungan Daun Daun yang sudah kering digiling atau bisa ditumbuk
  12. 12. Bubuk daun untuk kapsul dan Teh
  13. 13. Membuat Minyak Kelor Bagaimana Kandungan Gizi Kelor
  14. 14. Terima kasih

×