Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan sistem informasi akuntansi pada sometech

484 views

Published on

Laporan sistem informasi akuntansi pada sometech

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan sistem informasi akuntansi pada sometech

  1. 1. KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BALAI PELATIHAN DAN PENDIDIKAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN TUGAS : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENELITIAN PADA APLIKASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT. SOMETECH INDONESIA SPESIALISASI : D-III AKUNTANSI KELAS : 3G KELOMPOK 6 Anggota: Adam Hariz Naufal (01) Febria Nugroho (13) Hanna Shinta Ronauli (16) Muhamad Reiki (24) Retno Intan P. (30)
  2. 2. ii DAFTAR ISI Daftar Isi.....................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................... 1 1.Latar Belakang ........................................................................................................................... 1 2.Metodelogi Penelitian ............................................................................................................... 2 3.Landasan Teori .......................................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................... 6 1.Siklus Pendapatan ..................................................................................................................... 6 2.Siklus Pengeluaran..................................................................................................................... 8 3.Siklus Distribusi........................................................................................................................12 4.Siklus Penggajian .....................................................................................................................14 5.Sistem Akuntansi Asset Tetap .................................................................................................16 BAB 3 PENUTUP......................................................................................................................... 18 1.Kesimpulan..............................................................................................................................18 2.Saran........................................................................................................................................19
  3. 3. 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pada masa dimana informasi sangat mudah didapatkan akibat perkembangan globalisasi yang sangat pesat, banyak sektor – sektor dalam kehidupan bermasyarakat yang terpengaruh, salah satunya sektor bisnis. Kemudahan dalam memperoleh informasi ini memperketat persaingan dalam sektor bisnis sehingga perusahaan dituntut untuk beroperasi secara efektif dan efisien dalam tujuaannya untuk mendapatkan laba yang sebesar – besarnya. Di sinilah peran menejemen dalam pengambilan keputusan menjadi sangat penting karena mempengaruhi jalannya suatu perusahaan. Pengambilan keputusan oleh menejemen dapat dilakukan secara tepat jika didukung dengan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Informasi – informasi tersebut kemudian dikelola dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi akuntansi merupakan salah satu jenis sistem informasi yang diperlukan oleh perusahaan dalam menangani kegiatan operasionalnya sehari-hari untuk menghasilkan informasi-informasi akuntansi serta informasi lainnya mengenai proses bisnis perusahaan yang diperlukan oleh manajemen dan pihak-pihak terkait lainnya sehubungan dengan pengambilan keputusan dan kebijakan-kebijakan lainnya. Sistem informasi akuntansi memiliki sistem – sistem bagian (sub system) yang berupa siklus – siklus akuntansi. Dalam setiap siklus tersebut terdapat berbagai kesalahan dan ancaman yang mungkin terjadi dan dapat menghambat jalannya operasi perusahaan secara efektif dan efisien. Maka dari itu dibutuhkan berbagai macam pengendalian yang dapat memperbaiki dan mencegah terjadinya kesalahan dan ancaman tersebut. PT. Sometech merupakan perusahaan yang bergerak dalam sub industri Healthcare & Pharmaceutical. PT. Sometech didirikan pada tahun 1989 di Seoul, Korea Selatan. PT. Sometech memproduksi berbagai produk di bidang medis, estetika, dan kosmetik. Perusahaan ini telah mengekspor banyak produk ke seluruh dunia. Pada tahun 2012, PT. Sometech mendirikan kantor di Jakarta yang diberi nama PT. Sometech Indonesia yang kegunaannya sebagai distributor produk PT. Sometech . Sebagai pemimpin global dari bidang medical camera system, perangkat bedah, perangkat estetika dan kosmetik, PT.
  4. 4. 2 Sometech Indonesia menawarkan produk-produk berkualitas untuk mengembangkan pelayanan medis, estetika, dan kosmetik di Indonesia. Perusahaan besar yang sudah lama bergerak dalam industri kesehatan ini pasti memiliki aplikasi sistem informasi akuntansi yang membuat perusahaannya bisa berjalan dengan baik dan dapat menjadi pemimpin global dari bidang medical camera system, perangkat bedah, perangkat estetika dan kosmetik. Oleh karena itu, kelompok 6 tertarik untuk mengevaluasi sistem informasi akuntansi yang digunakan oleh PT. Sometech Indonesia sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. 2. Metodologi Penelitian Dalam karya ilmiah ini, kelompok 6 menggunakan pendekatan empiris, yaitu pendekatan dengan menggunakan fakta yang objektif, secara hati-hati diperoleh, benar-benar terjadi, yang didapat dari lapangan. Teknik pengumpulan informasi yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara dengan salah satu pegawai PT. Sometech Indonesia. 3. Landasan Teori Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system) yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi: a. Siklus pendapatan Siklus pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualan otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas. Siklus pendapatan dan penerimaan terdiri dari berebagi sistim yang mencatat penjualan barang/jasa, penerimaan dan mencatat transfer pembayaran dari pelanggan . Empat aktivitas dasar siklus pendapatan dalam proses bisnis adalah: 1) Penerimaan pesanan dari para pelanggan  Mengambil pesanan pelanggan  Persetujuan kredit  Memeriksa ketersediaan persediaan  Menjawab permintaan pelanggan
  5. 5. 3 2) Pengiriman barang  Ambil dan pak pesanan  Kirim pesanan 3) Penagihan dan piutang usaha  Penagihan  Pemerliharaan data piutang usaha  Pengecualian : penyesuaian rekening dan penghapusan 4) Penagihan kas  Menangani kiriman uang pelanggan  Menyimpan kas ke bank b. Siklus pengeluaran Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas mulai dari proses pembelian sampai ke proses pembayaran. Tujuan umum diselenggarakan siklus pengeluaran adalah: 1) Barang yang dibeli adalah yang dibutuhkan perusahaan 2) Barang diterima sesuai dengan pesanan dan dlm kondisi baik 3) Melindungi barang sampai dengan saat digunakan 4) Faktur pembelian barang atau jasa sudah benar dan sah 5) Mencatat dan mengklasikan biaya dengan teliti dan segera 6) Membukukan kewajiban dan pembayaran kas ke rekening utang dagang 7) Menjamin bahwa semua pembayaran telah Diotorisasi 8) Mencatat dan mengklasifikasikan pembayaran kas dengan teliti dan segera 9) Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa Ada tiga aktivitas dasar dalam sistem pengeluaran, yaitu :  Memesan barang perlengkapan dan jasa (layanan)  Menerima dan menyimpan barang, perlengkapan, dan jasa (layanan)  Membayar barang, perlengkapan, dan jasa (layanan)
  6. 6. 4 c. Siklus produksi Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk. Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat waktu merupakan input penting dalam keputusan mengenai hal-hal berikut ini :  Bauran produk  Penetapan harga produk  Alokasi dan perencanaan sumber daya (contoh apakah membuat atau membeli)  Manajemen Biaya Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :  Perancangan Produk Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk. Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.  Perencanaan dan Penjadwalan Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi  Operasi Produksi Computer-Integrated Manufacturing (CIM) adalah penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi, seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh kompute, untuk mengurangi biaya produksi. Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai empat segi berikut ini dari operasi produksinya : 1) Bahan baku yang digunakan 2) Jam tenaga kerja yang digunakan 3) Operasi mesin yang dilakukan 4) Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi  Akuntansi Biaya Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya. Tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya:
  7. 7. 5 1) Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi 2) Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk. 3) Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan. d. Siklus Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Siklus manajemen Sumber Daya Manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus penggajian adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan menejemen yang efektif atas tenaga kerja. Aktivitas siklus penggajian adalah : 1) Perbarui file induk penggajian 2) Perbarui tarif dan pemotongan pajak 3) Validasi data waktu dan kehadiran 4) Mempersiapkan penggajian 5) Membayar gaji 6) Hitung kompensasi dan pajak yang dibayar perusahaan 7) Keluarkan pajak penghasilan dan potongan lain – lain e. Siklus buku besar dan laporan keuangan Siklus buku besar dan pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambil dari buku besar. Tujuan sistem buku besar adalah untuk : 1) Untuk mencatat transaksi akuntansi dengan tepat dan akurat. 2) Untuk memposting pada rekening yang tepat. 3) Untuk menjaga keseimbangan jumlah dalam sisi debit dan kredit. 4) Mengakomodasi kebutuhan pembuatan jurnal penyesuaian. 5) Untuk menyediakan laporan keuangan yang tepat.
  8. 8. 6 BAB II PEMBAHASAN 1. Siklus Pendapatan Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan – penjualan tersebut.Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualanotorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai denganpenerimaan kas Dalam siklus pemerimaan, terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan PT. Sometech Indonesia, yaitu: a. Perusahaan membuat kontrak penjualan yang dibuat oleh bagian marketing. Kontak penjualan tersebut berisi nama dan tujuan pelanggan, nama dan jumlah produk yang dipesan, pengajuan kredit, dan perjanjian asuransi jika terdapat cacat dalam produk. Kemudian kontrak penjualan tersebut di simpan dan direkap oleh sales admin kemudian rekap tersebut di catat oleh bagian accounting. b. Setelah persetujuan kredit disetujui, perusahaan akan memeriksa stok barang di gudang. Jika stok barang ada, barang langsung dikirim ke pelanggan. Namun, jika ternyata stok barang di gudang habis, bagian gudang akan melakukan back order ke kantor pusatnya. c. Saat waktu pembayaran diterima oleh perusahaan, bagian accounting perusahaan akan menerbitkan invoice untuk penagihan ke pelanggan. d. Saat pembayaran diterima, bagian accounting akan menerbitkan kwitansi dan faktur kepada pelanggan. Selain itu, bagian accounting juga akan membuat tabel piutang.
  9. 9. 7 Level 0 DFD Siklus Pendapatan: Ada beberapa hambatan yang sering terjadi dalam siklus PT. Sometech Indonesia yang terjadi baik di lingkungan internal maupun eksternal. Misalnya, yang sering terjadi adalah pelanggan lupa dengan schedule pembayaran mereka sehingga penerimaan yang seharusnya diterima perusahaan menjadi terlambat. Untuk mengatasi hal ini, dalam sistem penagihan utang biasanya perusahaan memberikan reminder kepada pelanggan. Jadi setiap H-1 seminggu sebelum jatuh tempo, pelanggan akan diberikan reminder. Kemudian, H-3 sebelum jatuh tempo perusahaan akan memberikan reminder lagi. Jika ternyata pada hari H pelanggan belum juga membayar,pada H+1 akan memberikan reminder lagi. Selain itu dalam lingkungan internal perusahaan sering terjadi miskomunikasi antar divisi. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan berusaha untuk mengawasi komunikasi antar divisi agar tidak terjadi miskomunikasi.
  10. 10. 8 2. Siklus Pengeluaran PT. Sometech Indonesia merupakan cabang dari perusahaan yang bergerak di sub bidang Healthcare & Pharmaceutical yang berpusat di Seoul, Korea Selatan dengan nama yang serupa yaitu PT. Sometech. Di Indonesia, perusahaan ini difungsikan sebagai distributor dari produk – produk PT. Sometech yang diimpor langsung dari Korea Selatan. Dalam siklus pengeluarannya, PT. Sometech melakukan aktivitas : a. Memesan barang perlengkapan dan jasa (layanan) Aktivitas permintaan pembelian barang dan jasa dilakukan dengan menggunakan dokumen Purchase Requisition. Dokumen ini berisi daftar pemesanan yang, meliputi tujuan pengiriman barang, tanggal pemesanan, nama dan jenis barang dan kuantitas pemesanan. Prosedurnya adalah tiap-tiap departemen diperbolehkan mengisi dokumen Purchase Requisition atas persetujuan dari manajernya masing - masing. Kemudian dokumen Purchase Requisition tersebut diserahkan ke departemen pembelian barang untuk dilakukan pemesanan. Dalam pemesanan barang, PT. Sometech Indonesia memiliki minimum stock dalam gudangnya. Jika barang sudah mendekati minimum stock, perusahaan akan langsung melakukan order ke pusatnya di Seoul. Namun dalam pemesanan, ada beberapa barang yang baru akan diorder jika ada pesanan dari pelangganSelain itu, terdapat aktivitas pemesanan persediaan jika terdapat permintaan back order dari siklus penerimaan. Kemudian PT. Sometech Indonesia akan mengorder barang ke perusahaan induknya di Seoul.. b. Menerima dan menyimpan barang, perlengkapan, dan jasa (layanan) Aktivitas penerimaan barang dan jasa yang telah dibeli dilakukan dengan menggunakan dokumen receiving report. Dokumen ini berisi tentang pengakuan penerimaan barang dan jasa, yang meliputi tanggal diterimanya barang, jenis dan kuantitas barang yang telah diterima, asal pengiriman (supplier), dan nomor purchase order. Setelah itu, bagian gudang akan membuat dokumen receiving report untuk mengakui pertambahan persediaan di gudang berdasarkan faktur. Dalam hal ini, hanya barang-barang yang terdapat dalam purchase order saja yang boleh diakui, sedangkan yang tidak sesuai langsung dikembalikan.
  11. 11. 9 c. Membayar barang, perlengkapan, dan jasa (layanan) Aktivitas pembayaran atas pembelian barang dan jasa yang telah dilakukan dengan menggunakan dokumen pengeluaran kas. Dokumen ini berisi tanggal pembayaran, jumlah harga yang harus dibayar, beserta nomor faktur. Pada saat jatuh tempo pembayaran, bagian bendahara PT. Sometech Indonesia akan menerima tagihan. Setelah tagihan diterima, pihak bendahara akan membuat approval request (voucher) yang kemudian diberikan ke bagian accounting dan financial manajer untuk ditandatangani. Kemudian setelah disetujui dan ditandatangani, bendahara melakukan pembayaran tagihan. Karena PT. Sometech Indonesia tersistem secara computerized, pembayaran langsung dibuat di internet banking. Kemudian bukti pembayaran disimpan bersama dengan approval request (voucher).
  12. 12. 10 Level 0 Data Flow Diagram Siklus Pengeluaran PT. Sometech Indonesia : Dalam menjalankan suatu bisnis, pasti ada kemungkinan terjadinya kesalahan atau hambatan yang dapat mengganggu kegiatan operasi perusahaan. Begitu pula PT. Sometech Indonesia, dalam siklus pengeluarannya tidak sedikit kesalahan dan hambatan baik dari internal maupun ekstenal yang dapat mengganggu kerja perusahaan. Misalnya dari pihak eksternal, dalam pembayaran tagihan yang jatuh tempo pada tanggal merah atau hari libur serta internet banking yang bermasalah sehingga menghambat pembayaran ke pemasok juga adanya keterlambatan diterimanya invoice dan ketidaksesuaian data perusahaan dengan invoice yang diterima. Selain itu ada juga hambatan yag terjadi karena faktor internal,
  13. 13. 11 misalnya terkadang sulit mendapatkan persetujuan untuk membayar tagihan oleh pihak accounting dan financial menejemen. Hambatan tersebut diatasi oleh perusahaan dengan membuat approval request (voucher) satu minggu sebelum jatuh tempo tagihan. Selain itu perusahaan juga membuat schedule pembayaran/budgeting sehingga bisa disesuaikan dengan schedule pihak yang bertanggung jawab untuk menandatangani approval request. Untuk meminimalisasi kesalahan dan hambatan yang mungkin terjadi, PT. Sometech sudah melakukan berbagai cara sebagai bentuk pengendalian seperti:  Dalam aktivitas pembelian barang, dokumen Purchase Requisition diserahkan ke departemen pembelian barang untuk dipesankan. Hal ini dilakukan selain agar kebutuhan tiap-tiap departemen dapat terpenuhi ,juga merupakan pengendalian perusahaan agar dapat tidak terjadi penggandaan pemesanan barang ke supplier.  Pada aktivitas penerimaan dan penyimpanan barang, dilakukan pencocokan faktur dengan purchase order dengan tujuan untuk mengetahui apakah barang yang diterima telah sesuai dengan yang dikirim melebihi kuantitas yang dipesan, atau bahkan telah terjadi salah pengiriman, maka barang yang bersangkutan akan langsung dikembalikan kepada supplier yang bersangkutan. Selain itu, hanya barang-barang yang terdapat dalam Purchase Order saja yang boleh diakui, sedangkan yang tidak sesuai langsung dikembalikan. Hal ini merupakan pengendalian perusahaan agar dapat mengetahui barang apa saja yang telah diterima dan yang belum dikirim oleh Supplier. Bentuk pengendalian lainnya adalah dibuatnya laporan penerimaan. Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:  Memutuskan apakah menerima pengiriman  Memeriksa jumlah dan kualitas barang  Pada aktivitas pembayaran dilakukan pencocokan Receiving Report dengan Purchase Order dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua barang yang dipesan sedah
  14. 14. 12 diterima/dikirim semua. Kemudian dibuatlah Voucher Package untuk memastikan jumlah harga yang harus dibayar kepada Supplier. Hal ini merupakan pengendalian perusahaan agar dapat mengetahui berapa jumlah yang harus dibayar sesuai dengan jumlah barang yang telah diterima sesuai dengan kenyataannya. 3. Siklus Distribusi Pada siklus distribusi PT Sometech melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut: a. Pengadaan barang Dalam pengadaan barang pertama tama bagian purchasing departement menerbitkan Purchase Order ditujukan kepada bagian Supplier yang berada di Korea. Setelah menerima Purchase order tersebut bagian Supplier menerbitkan invoice untuk dilakukan pembayaran. Setelah pembayaran dilakukan, barang akan diimpor sehingga barang diterima oleh Purchasing department. Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan impor barang tersebut akan disimpan oleh Purchasing department. b. Penyimpanan barang oleh warehouse Proses penyimpanan ini dilakukan setelah barang yang diterima oleh purchasing Departement diserahkan kepada warehouse. Barang yang baru saja diterima oleh warehouse akan di perikssa oleh Quality Check team untuk diuji kelayakanya. Hasil dari pemeriksaan tersebut akan di berikan kepada purchasing department. c. Pengeluaran barang Pada tahapan ini bagian marketing membuat form permintaan barang kepada bagian warehouse. Kemuadian atas diterbitkanya form tersebut warehouse menyiapkan barang yang diminta seseuai spesifikasi yang diminta. Barang yang telah disiapkan tersebut belum bisa langsung keluar untuk diserahkan kepada bagian marketing akan tetapi akan diperiksa lagi oleh Quality check team.Hasil dari pengecekan tersebut diberikan kepada bagian warehouse sehingga bagian warehouse baru akan mengeluarkan barang tersebut dan memberikanya kepada bagian marketing.
  15. 15. 13 Level 0 DFD siklus distribusi adalah: Beberapa ancaman yang dihadapi oleh PT. Sometech adalah sebagai berikut 1) Saat import barang terkadang petugas bea cukai menetapkan HS code yang berbeda dari barangnya 2) Kadang terkena penjaluran merah yang menghambat penyampaian barang ke kantor dan ke customer 3) Terjadinya mis komunikasi alamat lengkap antara divisi penjualan, gudang dan pengiriman.
  16. 16. 14 Pengendalian perusahaan untuk beberapa masalah tersebut: 1) Untuk kesalahan pemberian HS maka perusahaan akan mengajukan revisi atas kesalahan tersebut 2) Untuk mis-komunikasi alamat, jika sudah terjadi maka dilakukan kroscek untuk revisi alamat 4. Siklus Penggajian Siklus penggajian merupakan bagian dari Siklus Menejemen Sumber Daya Manusia (SDM). Siklus penggajian adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan menejemen yang efektif atas tenaga kerja. Tiga fungsi dasar dari Sistem Informasi Akuntansi pada siklus penggajian adalah : 1) Pemrosesan data transaksi tentang aktivitas karyawan 2) Menjaga aset organisasi 3) Penyediaan informasi untuk pengambilan keputusaan Berikut adalah aktivitas PT. Sometech Indonesia yang terkait dengan siklus penggajian : a. Setiap bulan bagian Human Resources Department (HRD) akan merekapitulasi absen tiap karyawan yang menggunakan kartu absen. b. Di samping itu, bagian accounting akan menetapkan target penjualan untuk menghitung insentif dari masing – masing penjualan. Kemudian bagian accounting akan menghitung total gaji yang harus dibayar dan PPh 21 yang harus dipotong.. c. Setelah itu, bagian accounting akan memberikan daftar total gaji dan PPh 21 ke bagian financial dan direktur untuk ditandatangani. d. Setelah bagian financial daan direktur menyetujui dan menandatanganinya, gaji akan dibayar dengan sistem payroll.
  17. 17. 15 Level 0 DFD siklus penggajian Human Resource Development Accounting Director Treasurer Employee Fin Manager Recapitulation Attendance Updating The Sales Data Payroll Approval Payroll Approval Payroll Approved Payroll Approved Paycheck
  18. 18. 16 Dalam siklus penggajian juga sering terjadi kesalahan, misalnya data absen yang kurang akurat (human error) karena perusahaan masih menggunakan kartu absen atau mengabsen secara manual. Selain itu terdapat beberapa hambatan lain yang mungkin terjadi di perusahaan : 1) Perubahan file induk penggajian tanpa otorisasi. Hal ini dapt siatasi dengan pemisahan tugas yang memegang data SDM dan yang memegang data penggajian. 2) Pemrosesan penggajian tidak akurat. Pengendalian untuk mencegah hal ini adalah dilakukan pengendalian pada aplikasi dan rekening kliring penggajian.. 3) Pencurian atau distribusi cek gaji tipuan. Hal ini bisa dicegah dengan berbagai cara misalnya dengan pemberian nomor tercetak dan perhitungan serta pencatatan periodic untuk semua cek gaji, akses terbatas ke cek gaji kosong, dan penyelidikan pada cek gaji yang tidak diklaim. 5. Sistem Akuntansi Aset Tetap Aset tetap adalah barang-barang milik perusahaan yang memiliki jangka waktu lebih lama yaitu lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun. Aset tetap merupakan bagian penting dari suatu perusahaan, tidak terkecuali PT. Sometech Indonesia. PT. Sometech Indonesia memiliki beberapa asset perusahaan yang menunjang kegiatan usaha mereka, seperti: a. Gedung Gedung yang digunakan oleh PT. Sometech merupakan gedung baru yang diperoleh tahun ini dengan cara pembelian gedung. Gedung yang sebelumnya digunakan oleh PT. Sometech Indonesia merupakan hasil sewa gedung dari perusahaan yang menyediakan jasa sewa bangunan. Gedung juga digunakan sebagai gudang, tempat menyimpan produk-produk yang diimpor oleh PT. Sometech sebelum dikirimkan kepada para konsumen yang memesan produk PT. Sometech. b. Mobil Mobil oleh PT. Sometech digunakan untuk proses bisnis berupa pengiriman produk dan pengiriman dokumen-dokumen perusahaan yang berkaitan dengan penjualan produk kepada konsumen.
  19. 19. 17 c. Peralatan kantor Peralatan kantor digunakan oleh PT. Sometech untuk mendukung berlangsungnya kegiatan administrasi perusahaan. Peralatan kantor yang dimiliki berupa alat tulis kantor, laptop, dan mesin fotokopi guna menunjang kegiatan administrasi perusahaan. Perolehan aktiva tetap PT. Sometech memiliki beberapa tahap seperti dalam proses pembelian gedung, PT. Sometech melakukan beberapa survey tempat sebelum memilih gedung baru. Beberapa faktor yang dipertimbangkan seperti kelayakan dari gedung tersebut, tempat yang strategis, dan juga faktor ekonomi yang memengaruhi kegiatan usaha perusahaan. PT. Sometech memeroleh aktiva tetap dengan cara kredit. PT. Sometech membayar sejumlah angsuran yang telah disepakati setiap tahunnya hingga aktiva tersebut dimiliki. Metode depresiasi yang digunakan oleh PT. Sometech Indonesia adalah metode garis luru. Perusahaan menggunakan garis lurus terhadap semua asset tetap yang dimiliki. Metode ini sangat mudah untuk digunakan dalam proses depresiasi, namun untuk asset yang berupa mobil ataupun peralatan mesin metode ini tidak cocok, karena, umur mesin yang diperkirakan perusahaan tidak sebanding dengan kinerja dari mesin tersebut. Mesin-mesin yang digunakan dalam perkantoran seharusnya menggunakan metode machine hour atau metode akselerasi yang menyesuaikan kinerja mesin dengan umur mesin. Ancaman dalam proses pengelolaan asset tetap diantaranya: 1. Kerusakan dalam asset tetap. Segala kerusakan baik kecil maupun besar perusahaan mengantisipasinya dengan cara melakukan perawatan secara bekala sehingga memerkecil kemungkinan dari kerusakan asset. 2. Kehilangan asset Jika suatu asset perusahaan hilang, perusahaan akan menanggulanginnya dengan asuransi, jika kerugian yang didapat oleh perusahaan kecil. Namun, jika kerugian yang dialami perusahaan atas kehilangan cukup besar, perusahaan akan menempuh jalur hokum atas kehilangan tersebut.
  20. 20. 18 BAB III KESIMPULAN & SARAN 1. KESIMPULAN PT Sometech merupakan cabang perusahaan yang berpusat di Korea Selatan yang bergerak dalam bidang Distributor Alat-alat Kesehatan dan Kosmetik. PT Sometech hanya berperan sebagai distributor dari PT Sometech Pusat, namun dalam penerapannya, pelaksanaan distributor barang perusahaan ini mnggunakan sistem pembelian, sehingga barang yang masuk dari PT Sometech Korea Selatan dicatat sebagai Pembelian PT Sometech di Indonesia. Sehingga, dalam pengaplikasian Sistem Informasi Akuntansinya, PT Sometech di Indonesia tidak memiliki Siklus Produksi, melainkan Siklus Distributor. Siklus Distribusi yang dimiliki oleh PT Sometech Indonesia terdiri atas 3 bagian, yaitu Pengadaan Barang, Penyimpanan Barang oleh Warehouse, dan Pengeluaran Barang. Siklus Pendapatan yang diterima PT Sometech merupakan perwujudan dari transaksi jual beli barang oleh pelanggan. Siklus Pengeluaran PT Sometech merupakan perwujudan dari transaksi pemesanan dan pembayaran barang dari PT Sometech Korea Selatan. Siklus Penggajian Perusahaan ini menggunakan payroll sistem yang butuh persetujuan dari pihak manager dan direktur. Terakhir, PT Sometech juga memliki berbagai Asset Tetap perusahaan yang masing-masing assetnya memiliki penurunan nilai (depresiasi). Dari kelima aplikasi siklus tersebut, satu sama lain saling terhubung dan mendukung kelancaran operasi perusahaan. 2. SARAN a. Siklus Pendapatan  Adanya Integritas Data atau pembuatan Data Induk, agar segala data yang dimaksud dapat terakses dengan mudah melalui Data Induk. Memiliki sistem ini, kita dapat mengakses data yang tepat dan lengkap dari file induk (seperti pemberian harga produk).  Pemberian Batas Kredit kepada para pelanggan. Agar apabila pelanggan telah mencapai batas maksimum kreditnya, maka pelanggan tersebut tidak dapat membeli produk.
  21. 21. 19  Pemberian tugas yang berbeda kepada orang yang berbeda antara tugas pengiriman dan tugas penagihan, sebab apabila tugas ini diberikan pada satu orang saja maka ia dapat dengan mudah menggelapkan barang yang ada tanpa menulis surat penagihan. b. Siklus Pengeluaran  Verifikasi atas Keakuratan Invoice yang ada. c. Siklus Distribusi  Pemberian Kode Barang pada barang yang diimpor dari Korea Selatan. Sehingga, walaupun Bea Cukai memberikan HS code khusus, namun dengan adanya Kode Barang milik perusahaan sendiri, perusahaan dapat dengan mudah merekap atau memverifikasi barang masuk perusahaan. d. Siklus Penggajian  Pemeriksaan teratur apabila terjadi perubahan pada data penggajian. e. Siklus Akuntansi Asset Tetap  Metode Depresiasi yang ada di dalam Sistem Akuntansi Asset Tetap-nya sebaiknya tidak menggunakan metode Straight-Line saja, metode depresiasi yang tepat adalah disesuaikan berdasarkan jenis Asset Tetap yang ada.
  22. 22. DAFTAR PUSTAKA Romney, Marshall B., 2014, SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, Jakarta: Salmeba Empat.

×