Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
TUGAS LAPANGAN SIA
Siklus Dan Sistem Akuntansi Dalam Perusahaan
Holland Bakery
Disusun oleh :
B...
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
I.2 Metodologi Penelitian
I.3 Landasan Teori (Maksimal 6 halaman)
Bab II I...
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
HOLLAND BAKERY adalah merek dagang terdaftar terutama untuk Produk Bakery dan Pastry
...
2 Interview
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan karyawan
perusahaan.
I.3 Landasan...
d. Menerima pembayaran / kas (cash collection)
Langkah terakhir dari siklus pendapatan adalah menerima pembayaran. Yang me...
DFD Aplikasi Sistem Pengeluaran
3.Siklus Produksi
Siklus ini mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan buruh menjadi pro...
c. Pengeluaran untuk aktiva tetap terdiri dari revenue expenditure dan capital expenditure.
5.Siklus Penggajian
Siklus pen...
BAB II
ISI
II.1 SIKLUS PENDAPATAN
Siklus pendapatan adalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan informasi t...
2. Pengiriman
Setelah proses pemesanan tercatat, tahap persiapan dan pengepakan persediaan untuk selanjutnya
dikirim ke pe...
dibayar dan kemana harus mengirimkan pembayaran. Dalam hal ini, Holland Bakery melakukan
pembayaran secara langsung melalu...
DIAGRAM DFD LEVEL 0 SIKLUS PENGELUARAN
Dokumen Purchase Order
Purchase Order Bahan Baku
Pencocokan Barang dan Slip
Menerim...
EVALUASI SIKLUS PENGELUARAN HOLLAND BAKERY
Resiko-resiko yang kemungkinan dialami perusahaan dalam siklus pengeluran adala...
II.3 SIKLUS PRODUKSI
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus
terj...
Distribusi,yang telah memiliki daftar yayasan tempat roti-roti tersebut akan di donasikan, setiap akhir
jam kerja.
Dari Re...
Diagram Arus Data Tingkat 0
Resep Produk
pesanan
Barang pelanggan
Sisa
Daftar Bahan Baku
Bahan baku
Resep dan pesanan
Prod...
II.4 SISTEM AKUNTANSI AKTIVA TETAP
Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat
ekonomis...
7. Laporan Penerimaan Barang
Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi penerimaan setelah fungsi ini melakukan
pemeriksaan kuant...
3. Direktur yang bersangkutan
Pejabat ini berfungsi memberikan persetujuan terhadap usulan investasi dan surat
permintaan ...
4. Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap
Sistem ini dirancang untuk mencatat peng urangan harga pokok dan akumulasi de...
3. Bagian pembelian akan melaksanakan pengorderan aktiva tetap setelah sebelumnya
melakukan pemilihan pemasok dan membuat ...
Sistem Pengeluaran Modal
 Reparasi dan Pemeliharaan
1. Kepala Penjualan Holland Bakery Cabang Bintaro melaporkan kerusaka...
II.5 SIKLUS PENGGAJIAN
Dalam sebuah lembaga, organisasi, atau pun dalam bidang usaha tenaga kerja
merupakan salah satu fak...
Perekrutan Tenaga Kerja
Holland bakery merupakan jaringan waralaba toko roti modern di Indonesia yang
telah berdiri sejak ...
spesialisasi pada karyawan-karyawan di gerai-gerai cabang penjualan. Jadi pada setiap gerai
tentu saja akan mendapat distr...
yang selalu ada setiap tahunnya dan bonus-bonus yang lain. Pemotongan gaji juga
diterapkan pada perusahaan ini untuk menga...
II.6 SIKLUS BUKU BESAR DAN LAPORAN
Diagram konteks Sisem buku besar dan pelaporan
Penjualan pembelian
Penerimaan kas Penge...
Bagan alir proses pembaharuan buku besar karena pembelian bahan baku
Bagian Gudang bagian Keuangan/akuntansi
BAB III
PENUTUP
III.1 KESIMPULAN
1. Siklus penerimaan pada Holland bakery sudah sesuai dengan siklus penerimaan pada
umumn...
produksi hari berikutnya bisa langsung di prediksi sehingga bagian produksi dapat
langsung memperkirakan dan mempersiapkan...
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Romney,Marshall B.: “Accounting Information Systems 12th Edition”, PEARSON, Inggris,
2012.
http://el...
BAB V
LAMPIRAN
V.1 WAWANCARA DENGAN IBU TUTI KEPALA PENJUALAN HOLLAND
BAKERY BINTARO
Eka : Bagaimana sistem pemesanan di H...
berbagai macam jenis, dalam proses produksinya pun dibuat bagian-
bagiannya.
Nanda : apakah di sini memiliki bagian dapur?...
Bilardo : untuk proses penggajian karyawan apakah melalui ibu terlebih dahulu?
Manager : tidak ya, tapi langsung ditransfe...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan sistem informasi akuntansi pada holland bakery

15,043 views

Published on

Laporan sistem informasi akuntansi pada holland bakery

Published in: Economy & Finance
  • Login to see the comments

Laporan sistem informasi akuntansi pada holland bakery

  1. 1. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TUGAS LAPANGAN SIA Siklus Dan Sistem Akuntansi Dalam Perusahaan Holland Bakery Disusun oleh : BilardoJatu Swadanu N. (7) Eka Nopitasari (12) Halimah S.Nasution (17) Maghvira Luthfi Yuliani (23) Nanda Asdianto (29) POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA 2015/2016
  2. 2. DAFTAR ISI Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang I.2 Metodologi Penelitian I.3 Landasan Teori (Maksimal 6 halaman) Bab II Isi I.1 Sistem Pendapatan I.2 Sistem Pengeluaran I.3 Sistem Produksi I.4 Sistem Akuntansi Aktiva Tetap I.5 Siklus Penggajian I.6 Sistem Pelaporan dan Buku Besar Bab III Penutup III.1 Simpulan III.2 Saran IV. Daftar Pustaka V. Lampiran V.1 Daftar Wawancara
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang HOLLAND BAKERY adalah merek dagang terdaftar terutama untuk Produk Bakery dan Pastry dari PT. Mustika Citra Rasa yang berkedudukan di Jakarta. Holland Bakery merupakan salah satu perusahaan pelopor untuk usaha Bakery Indonesia, saat ini Holland Bakery merupakan salah satu perusahaan terbesar di Industri ini. Holland Bakery menawarkan berbagai macam produk: fashion dan klasik roti, sandwich, kue kering, kue, makanan ringan tradisional, kue, bika ambon, pisang Bolen, lapisan kue dan srikaya selai premium. Sebagai salah satu pemegang lisensi karakter Disney, Holland Bakery menawarkan jenis kue dengan berbagai model Disney dan karakter. Holland Bakery juga menawarkan berbagai model ulang tahun dan pernikahan kue. Karena hampir semua produk roti dapat dengan mudah ditemukan di setiap toko, Holland Bakery sering disebut sebagai one stop bakery belanja. Holland Bakery sudah memulai usaha pada industri di bidang ini sejak 28 Januari 1978, Pejabat perseroan saat ini adalah Sdr. Almond Kurniawan Budiman sebagai Direktur Utama dan Sdr. Paulus Tejakusuma sebagai Direktur. seluruh kegiatan oprasional dari Management Holland Bakery dilakukan dari kantor pusat yang berkedudukan di Jl. Hayam Wuruk No. 79 Jakarta 11160 Phone 021 6251269 Fax 021 6495150. Saat ini Holland Bakery mempunyai lima kantor unit cabang yang membawahi counter- counter di Jabotabek dan Bandung, serta satu cabang Franchise di Surabaya yang peresmian pembukaannya dilakukan pada tahun 1993. Untuk Holland Bakery di daerah Bintaro beralamatkan di Jl. Raya Bintaro Utama V Blok EA 1 No. 11, Bintaro Sektor V, Banten. Seiring dengan perkembangan teknologi di era modern ini, segala sesuatu diatur secara teknologi. Usaha manusia untuk memunculkan terobosan baru di bidang tekonologi sangat mendukung proses kerja yang awalnya memerlukan waktu yang relatif lama menjadi relatif singkat dengan hasil yang memuaskan walaupun dengan teknologi yang modern pengeluaran operasional menjadi lebih besar. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien sehingga pengetahuan merupakan sesuatu yang penting untuk membantu manajer mengambil keputusan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini lah yang dilakukan oleh Holland Bakery untuk tetap beroperasi secara efektif dan efisien yaitu salah satunya dengan sistem informasi akuntansi yang meliputi siklus-siklus dan sistem- sistem akuntansinya. I.2 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan diperlukan melalui teknik pengumpulan data, yaitu 1. Studi Literatur Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, buku, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.
  4. 4. 2 Interview Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan karyawan perusahaan. I.3 Landasan Teori Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system) yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi: 1. Siklus pendapatan 2. Siklus pengeluaran 3. Siklus produksi 4. Siklus akuntasi aset tetap 5. Siklus penggajian 6. Siklus pelaporan dan buku besar 1.Siklus Pendapatan Siklus pendapatan (revenue cycle) adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut (Romney & Steinbert, 2005). Tujuan yang akan di capai dalam perusahaan dalam pelaksaanan siklus pendapatan adalah : a. Mencatat permintaan penjualan secara tepat dan akurat b. Memverifikasi kelayakan kredit konsumen c. Mengirimkan barang atau memberikan jasa tepat waktu sesuai dengan perjanjian d. Melakukan penagihan kepada konsumen pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat. Pada siklus pendapatan, terdapat 4 aktifitas dasar bisnis yaitu : a. Memasukkan pesanan penjualan (sales order entry) Siklus pendapatan dimulai dari penerimaan pesanan dari para pelanggan. b. Mengirim pesanan (shipping) Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang dinginkan tersebut. c. Penagihan dan piutang usaha (billing and accounts receivable) Aktivitas dasar kketiga dalam siklus akuntansi pendapatan melibatkan penagihan ke para pelanggan dan memelihar data piutang usaha.
  5. 5. d. Menerima pembayaran / kas (cash collection) Langkah terakhir dari siklus pendapatan adalah menerima pembayaran. Yang melakukan aktivitas ini adalah kasir. DFD Aplikasi Siklus Pendapatan 2.Siklus Pengeluaran Siklus pengeluaran (expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa (Romney & Steinbert, 2005). Pada siklus pengeluaran, terdapat 3 aktivitas dasar bisnis yaitu : a. Memesan barang , persediaan, dan jasa Aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. b. Menerima dan menyimpan barang, persediaan, dan jasa. Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. c. Membayar untuk barang, persediaan, dan jasa. Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran.
  6. 6. DFD Aplikasi Sistem Pengeluaran 3.Siklus Produksi Siklus ini mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan buruh menjadi produk jadi. Siklus produksi ini tidak termasuk harga pokok penjualan. Pada siklus produksi, terdapat 4 aktivitas dasar bisnis yaitu : a. Perancangan Produk b. Perencanaan dan Penjadwalan c. Operasi Produksi d. Akuntansi Biaya DFD Aplikasi Siklus Produksi 4.Siklus Akuntansi Tetap Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, diperoleh untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. Karakteristik aktiva tetap adalah a. Frekuensi transaksi yang mengubah aktiva tetap relatif sedikit namun dengan jumlah rupiah yang besar. b. Pemgedalian dilakukan saat perencanaan perolehan aktiva tetap sehingga sistem otorisasi perolehan aktiva tetap diterapkan saat perencanaan perolehan dan saat pelaksanaan aktiva tetap.
  7. 7. c. Pengeluaran untuk aktiva tetap terdiri dari revenue expenditure dan capital expenditure. 5.Siklus Penggajian Siklus penggajian adalah siklus yang berhubungan dengan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan karyawan. Fungsi yang terlibat dalam sistem penggajian yaitu a. Fungsi kepegawaian Bertanggung atas segala hal tentang karyawan, seperti pengangkatan, promosi, mutasi,dll. b. Fungsi keuangan Bertanggung jawab atas pembayaran gaji dan upah. c. Fungsi akuntansi Bertanggung jawab atas pencatatan biaya tenaga kerja untuk kepentingan perhitunga Harga Pokok Produk. Informasi yang diperlukan manajemen dalam penggajian yaitu a. Jumlah biaya gaji yang menjadi beban perusahaan. b. Jumlah biaya gaji yang menjadi beban setiap pusat pertanggungjawaban. c. Jumlah gaji yang diterima karyawan. d. Rincian unsur biaya gaji yang menjadi beban perusahaan dan pusat pertanggungjawaban. 6.Siklus Pelaporan dan Buku Besar Siklus pelaporan dan buku besar (General Ledger & Reporting Systems) meliputi semua kegiatan yang berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan dan laporan manajerial lainnya, termasuk transaksi yang tidak rutin dan jurnal penyesuaian yang beragam dan Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu.
  8. 8. BAB II ISI II.1 SIKLUS PENDAPATAN Siklus pendapatan adalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan informasi terkait yang terus menerus dengan menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan dan menerima kas sebagai pembayaran atas penjualan tersebut. Pertukaran informasi eksternal yang paling utama dari siklus ini adalah dengan pelanggan. Informasi mengenai aktivitas siklus pendapatan juga mengalir ke siklus akuntansi lainnya. Tujuan utama dari siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat yang tepat pada saat yang tepat untuk harga yang sesuai. Terdapat empat aktivitas dasar pada siklus pendapatan Holland Bakery, yaitu : 1. Entri pesanan penjualan Pada penerimaan pesanan pelanggan, terlebih dahulu di lakukan pengecekan terhadap persediaan, apakah dapat memenuhi permintaan pelanggan. Selanjutnya setelah persediaan sudah dapat dipastikan ketersediaannya, diinfokan kepada pelanggan. Pemesanan persediaan akan mempengaruhi data persediaan dan juga data penjualan
  9. 9. 2. Pengiriman Setelah proses pemesanan tercatat, tahap persiapan dan pengepakan persediaan untuk selanjutnya dikirim ke pelanggan melalui kurir. Pengiriman barang akan mempengaruhi data pesanan penjualan, persediaan, dan pengiriman. 3. Penagihan dan Penerimaan kas Penagihan yang akurat dan tepat waktu untuk barang yang dikirim sangat penting. Aktivitas yang terlibat hanyalah sebuah informasi yang memproses aktivitas yang mengemas ulang dan meringkas informasi dari entri pesanan penjualan dan aktivitas pengiriman. Dokumen dasar yang dibuat dalam proses penagihan adalah faktur penjualan, yang memberitahu pelanggan mengenai jumlah yang harus
  10. 10. dibayar dan kemana harus mengirimkan pembayaran. Dalam hal ini, Holland Bakery melakukan pembayaran secara langsung melalui kurir. Ancaman dan pengendalian : persediaan yang hanya menunggu kiriman barang dari pusat akan menyulitkan jika sewaktu-waktu terdapat pesanan yang mendadak dan dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, harus terjalin komunikasi yang intens dengan pihak penyedia barang. II.2 SIKLUS PENGELUARAN (EXPENDITURE CYCLE) SASARAN SIKLUS PENGELUARAN 1. Dapat membeli barang yang hanya telah di otorisasi saja. 2. Memastikan barang yang tersedia saat dibutuhkan untuk produksi. 3. Barang yang di terima merupakan barang yang kita pesan. 4. Barang yang kita pesan tidak rusak. 5. Dapat membayar pembelian tepat tepat waktu. PROSEDUR PENGELUARAN HOLLAND BAKERY 1. Bagian Gudang membuat daftar permintaan bahan baku berdasar permintaan Bagian Produksi. 2. Dokumen daftar permintaan diserahkan ke Bagian Pembelian untuk selanjutnya dilakukan psoses Purchase Order. 3. Dokumen Purchase Order diserahkan kepada Supplier sedangkan dokumen Purchase Order yang lain diserahkan ke Bagian Gudang. 4. Barang dari supplier diterima oleh Bagian Gudang yang kemudian dilakukan proses pencocokan berdasarkan Purchase Order oleh Bagian Gudang. 5. Saat pencocokan bila barang tidak sesuai dengan Purchase Order maka akan dikembalikan ke Supplier. Apabila barang cocok akan dbuat surat jalan yang kemudian di otorisasi untuk diberikan ke Supplier. Ketika cocok Bagian Gudang juga akan melakukan proses peng-update-an PPIC (Production Planning and Inventory Control) yang kemudian disimpan oleh Bagian Pembelian. 6. Ketika cocok dokumen Purchase Order juga diberikan kepada Bagian Keuangan untuk dicocokan dengan invoice yang dikirim oleh Supplier. Apabila tidak cocok maka Bagian Keuangan akan menghubungi dan meminta Supplier melakukan pembetulan. Apabila cocok dokumen Purchase Order akan disimpan oleh Bagian Keuangan dan akan dilakukan transfer berdasarkan invoice. 7. Setelah transfer Bagian Keuangan akan menyimpan invoice dan dari bukti transfer akan dibuat jurnal yang kemudian akan disimpan.
  11. 11. DIAGRAM DFD LEVEL 0 SIKLUS PENGELUARAN Dokumen Purchase Order Purchase Order Bahan Baku Pencocokan Barang dan Slip Menerima Barang Buku Besar Bagian Pembelian 1.0 Purchase Order Supplier 2.0 Penerimaan Bagian Gudang 3.0 Persetujuan Bagian Keuangan 4.0 Pengeluaran
  12. 12. EVALUASI SIKLUS PENGELUARAN HOLLAND BAKERY Resiko-resiko yang kemungkinan dialami perusahaan dalam siklus pengeluran adalah 1. Munculnya pembelian yang sebenarnya tidak dilaksanakan oleh usaha 2. Munculnya penggelapan atas pengeluaran kas yang dilakukan 3. Munculnya penggelapan atas barang yang kita terima, misalnya karena yang bertanggung jawab dengan permintaan pembelian sama dengan penerimaan barang Berdasarkan proses pengeluaran yang dilakukan oleh Holland Bakery dari pembelian barang sampai pengeluaran kas kemungkinan besar Holland tidak mengalami resiko seperti yang disebutkan diatas. Hal ini dikarenakan karena Holland mencegah timbulnya resiko nomor 1 yaitu pembelian yang sebenarnya tidak dilaksanakan oleh usaha dengan cara pengecekan terlebih dahulu oleh Bagian Gudang atas permintaan bahan baku dari Bagian Produksi untuk selanjutnya dilakukan pembuatan daftar permintaan bahan baku sehingga kemungkinan besar tidak aakan ada pembelian yang tidak perlu. Untuk mencegah resiko nomor 2 yaitu munculnya penggelapan atas pengeluaran kas yang dilakukan dibuat dokumen Purchase Order berlapis tak hanya untuk satu bagian saja tapi untuk beberapa bagian salah satunya bagian keuangan yang masih mencocokan dokumen tersebut dengan invoice yang dikirim oleh Supplier sebelum dilakukan pengeluaran kas. Pencegahan resiko nomor 3 yaitu munculnya penggelapan atas barang yang diterima dilakukan dengan cara membedakan bagian yang bertanggung jawab atas permintaan pembelian dengan penerimaan barang dimana permintaan pembelian dilakukan oleh Bagian Pembelian sementara penerimaan barang dilakukan oleh Bagian Gudang yang kemudian masih mencocokan barang yang diterima dengan Purchase Order yang dilakukan Bagian Pembelian.
  13. 13. II.3 SIKLUS PRODUKSI Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk. Diagram konteks Siklus Produksi Resep produk Permintaan pembelian Perkiraan penjualan Bahan Baku & overhead Barang jadi Barang jadi Kebutuhan tenaga kerja Barang sisa HPP Laporan Aktivitas dasar dalam siklus produksi 1. Membuat resep produk 2. Perencanaan dan penjadwalan 3. Operasi Produksi 4. Akuntansi Biaya Siklus Produksi di Holland Bakery dimulai dengan penyerahan resep produk (menu) dari bagian pendapatan di setiap cabang Holland Bakery.Bagian Pendapatan menentukan Resep Produk berdasarkan tingkat permintaan konsumen setiap harinya di masing-masing cabang.Sehingga resep produk Holland bakery cabang bintaro belum tentu sama dengan resep produk Holland Bakery cabang Bandung. Bagian pendapatan mengirimkan Daftar produk roti yang terjual dan yang masih tersisa pada saat jam kerja berakhir setiap harinya. Berdasarkan keterangan dari kepala penjualan salah satu cabang Holland bakery, kebanyakan Roti untuk jenis roti selain roti kering yang ada di Holland bakery dapat dikonsumsi hanya 2 hari setelah di produksi sehingga cabang-cabang Holland Bakery hanya memiliki waktu 12 jam untuk menjual roti-roti yang ada. Roti-roti yang tidak berhasil dijual akan dikembalikan ke Departemen Siklus Pendapatan Siklus Distribusi Siklus Pengeluaran Siklus Produksi Siklus SDM dan Penggajian Sistem Buku besar dan pelaporan Manajemen
  14. 14. Distribusi,yang telah memiliki daftar yayasan tempat roti-roti tersebut akan di donasikan, setiap akhir jam kerja. Dari Resep produk dan daftar penjualan yang diterima akan dilakukan pengkajian mengenai resep yang diberikan, apa bahan baku yang dibutuhkan dan juga berapa total biaya yang mungkin di keluarkan untuk produk tersebut. Setelah dilakukan pertimbangan, maka di lakukan perencanaan dan penjadwalan produksi. Dalam proses perencanaan dan penjadwalan, dilakukan permintaan pembelian bahan baku ke siklus pengeluaran lalu kepada bagian siklus manajemen SDM di kirimkan berapa tenaga kerja yang dibutuhkan atau tepatnya bagian mana yang harus memproduksi produk tersebut. Berdasarkan keterangan kepala penjualan salah satu cabang Holland bakery, masing-masing produk di produksi oleh bagian yg berbeda berdasarkan jenis produk, misalnya brownies dan donat akan di produksi oleh bagian yang berbeda. Setelah proses perencanaan dan penjadwalan dilaksanakan, Resep dan pesanan produksi, daftar permintaan bahan baku dan kartu pemindahan bahan baku dari bagian gudang akan dikirim ke bagian produksi yang akan memproduksi produk tersebut. Setelah barang selesai di produksi, kartu jam kerja, kartu pemindahn dan permintaan bahan baku akan di kirim ke bagian akuntansi biaya. Bagian akuntansi biaya akan mencatat HPP dalam sistem buku besar dan pelaporan serta membuat laporan untuk bagian manajerial. Setelah barang jadi selesai dinilai HPP dan ditentukan harga jual di bagian Akuntansi biaya, barang jadi akan di distribusikan melalui departemen distribusi ke seluruh cabang Holland bakery sesuai dengan resep dan pesanan pesanan pelanggan yang dikirim hari sebelumnya. Di seluruh cabang Holland bakery produk akan dijual. Bagian penerimaan ini akan membuat pencatatan penjualan dimana akan menjadi acuan untuk resep produk hari berikutnya. Produk yang tidak terjual pada hari itu atau telah melewati batas layak jual tapi masih belum melewati batas layak konsumsi akan dikembalikan ke bagian distribusi untuk di berikan pada yayasan yang sudah di tentukan.Bagian distribusi akan memberikan bukti penyerahan atau pendistribusian barang ke bagian akuntansi biaya untuk keperluan pencatatan ke buku besar dimana perusahaan harus mengurangi inventorynya sebanyak yang di sumbangkan.
  15. 15. Diagram Arus Data Tingkat 0 Resep Produk pesanan Barang pelanggan Sisa Daftar Bahan Baku Bahan baku Resep dan pesanan Produksi Daftar Operasi barang jadi Barang jadi Kebutuhan Tenaga Resep dan Pesanan produksi, tenaga kerja Kerja Permintaan bahan baku, Kartu pemindahan Biaya Tenaga kerja Barang jadi Bukti Kartu jam kerja , kartu pemindahan dan permintaan bahan baku Penyerahan BS Barang sisa Laporan HPP Biaya bahan baku dan overhead Siklus Pendapatan 1.0 Meresep produk 2.0 Perencanaan dan penjadwalan Siklus Pengeluaran 3.0 Operasi Produksi 3.0 Akuntansi Biaya Sistem Buku besar dan pelaporan Manajemen Siklus SDM dan Penggajian Siklus Distribusi Yayasan
  16. 16. II.4 SISTEM AKUNTANSI AKTIVA TETAP Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. DOKUMEN Dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan adalah: 1. Surat Permintaan Otorisasi Investasi Merupakan Dokumen yang digunakan untuk meminta persetujuan pelaksanaan investasi dalam aktiva tetap.Dokumen ini diisi oleh fungsi yang mengusulkan perolehan aktiva tetap dan setelah diotorisasi oleh direktur fungsi yang bersangkutan dimintakan persetujuan dari Direktur Utama. 2. Surat Permintaan Reparasi Dokumen ini berfungsi sebagai perintah dilakukannya reparasi yang merupakan pengeluaran modal. 3. Surat Permintaan Transfer Aktiva Tetap Dokumen ini berfungsi sebagai parmintaan dan pemberian otorisasi transfer aktiva tetap. 4. Surat Permintaan Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Dokumen ini berfungsi sebagai parmintaan dan pemberian otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap. 5. Surat Perintah Kerja Dokumen ini memiliki 2 fungsi: sebagai perintah dilaksanakannya pekerjaan tertentu mengenai aktiva tetap dan sebagai catatan yang dipakai untuk mengumpulkan biaya pembuatan aktiva tetap. Dokumen ini digunakan sebagai perintah kerja pemasangan aktiva tetap yang dibeli, pembongkaran aktiva tetap yang diberhentikan pemakaiannya. 6. Surat Order Pembelian Dokumen ini diterbitkan oelh fungsi pembelian yang merupakan surat untuk memesan aktiva tetap kepada pemasok.
  17. 17. 7. Laporan Penerimaan Barang Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi penerimaan setelah fungsi ini melakukan pemeriksaan kuantitas, mutu, dan spesifikasi aktiva tetap yang diterima dari pemasok. 8. Faktur dari Pemasok Dokumen ini merupakan tagihan dari pemasok untuk aktiva tetap yang dibeli. 9. Bukti Kas Keluar Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran kas yang dibuat oleh fungsi akuntasi setelah dokumen surat permintaan otorisasi investasi, surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok diterima dan diperiksa oleh fungsi tersebut. 10. Daftar Depresiasi Aktiva Tetap Daftar ini berisi jumlah biaya depresiasi aktiva tetap yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu.Dokumen ini merupakan dasar untuk pembuatan bukti memorial untuk pencatatan biaya depresiasi yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu. 11. Bukti Memorial Dokumen ini digunakan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi depresiasi aktiva tetap, harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun, pemberhentian pemakaian aktiva tetap, dan pengeluaran modal. FUNGSI YANG TERKAIT Fungsi yang terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah: 1. Fungsi Pemakaian Dalam sistem akuntansi aktiva tetap, fungsi ini bertanggung jawab mengajukan usulan investasi dalam aktiva tetap dan mengajukan surat permintaan otorisasi investasi untuk merealisasikan perolehan aktiva tetap seperti yang tercantum dalam anggaran investasi yang telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham 2. Fungsi Riset dan Pengembangan Fungsi ini bertanggung jawab mengajukan usulan investasi aktiva tetap yang dimanfaatkan oleh lebih dari satu fungsi. Selain itu, fungsi ini bertanggung jawab melakukan studi kelayakan setiap usulan investasi dari berbagai fungsi lain dalam perusahaan.
  18. 18. 3. Direktur yang bersangkutan Pejabat ini berfungsi memberikan persetujuan terhadap usulan investasi dan surat permintaan otorisasi reparasi yang dijukan oleh unit organisasi yang ada dibawah wewenangnya. 4. Direktur utama Pejabat ini yang memberikan otorisasi terhadap semua mutasi aktiva tetap. 5. Fungsi Pembelian Fungsi ini bertanggung jawab memilih pemasok dan menerbitkan surat order pembelian untuk pengadaan aktiva tetap. 6. Fungsi Penerimaan Fungsi ini bertanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap aktiva tetap yang diterima oleh pemasok.Hasil pemeriksaan tersebut dicantumkan dalam laporan penerimaan barang. 7. Fungsi Aktiva Tetap Fungsi ini bertanggung jawab atas pengelolaan aktiva tetap perusahaan.Fungsi ini memliki wewenang dalam penempatan, pemindahan dan penghentian pemakaian aktiva tetap. 8. Fungsi Akuntansi Fungsi ini bertanggungj jawab dalam pembuatan dokumen sumber (bukti kas keluar dan bukti memorial) untuk pencatatan amutasi aktiva tetap dan penyelenggaraan buku pembantu aktiva tetap. Selain itu, fungsi ini bertanggung jawab atas penyelenggaraan jurnal yang bersangkutan dengan aktiva tetap (register bukti kas keluar dan jurnal umum). JARINGAN SUBSISTEM Jaringan subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah: 1. Sistem pembelian Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk melaksanakan pencatatan harga pokok aktiva tetap yang diperoleh dari transaksi pembelian. 2. Sistem Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan Sendiri Sistem Ini dirancang untuk mencacat harga pokok aktiva tetap yang diperolehan dari perusahaan dari pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh perusahaan. 3. Sistem Pengeluaran Modal Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga pokok aktiva tetap dengan adanya pengeluaran modal.
  19. 19. 4. Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat peng urangan harga pokok dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya serta laba rugi yang timbul sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap tersebut. 5. Sistem Transfer Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat pertanggungjawaban ke pusat pertanggungjawaban yang lain. 6. Sistem Revaluasi Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi penilaian kembali aktiva tetap 7. Sistem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap. Jenis-Jenis Aktiva Tetap Jenis-jenis aktiva tetap pada PT. Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) Cabang Bintaro adalah sebagai berikut :  Tanah  Bangunan  Kulkas  Pendingin Udara / AC  TV monitor  Mebel Kantor  Mesin Kantor (Komputer, Cash Register, Telepon, Mesin Fax)  Kendaraan Cara Perolehan Aktiva Tetap  Dibeli dalam Bentuk Siap Pakai 1. Transaksi pembelian aktiva tetap dimulai dengan permintaan otorisasi investasi dari pemakai aktiva tetap (Manajer Operasional Holland Bakery Cabang Bintaro) yang diajukan kepada direksi yang berkantor di daerah Arteri Pondok Indah. 2. Setelah otorisasi investasi diberikan oleh direksi, perolehan aktiva tetap dilakukan dengan sistem pembelian.
  20. 20. 3. Bagian pembelian akan melaksanakan pengorderan aktiva tetap setelah sebelumnya melakukan pemilihan pemasok dan membuat surat order pembelian. 4. Bagian penerimaan nantinya akan melakukan cek terhadap aktiva tetap dan dilaporkan di laporan penerimaan barang. 5. Bagian Kartu Aktiva Tetap nantinya akan mencatat lokasi penempatan aktiva tetap tersebut sesuai data yang dicantumkan dalam surat penempatan aktiva tetap. 6. Setelah itu aktiva tetap dikirimkan ke cabang penjualan / toko yang salah satunya ada di Bintaro. 1.0 Permintaa n Otorisasi Investasi 2.0 Pembuata n Order Pembelian 5.0 Penyeraha n Aktiva Tetap 3.0 Penerimaa n Aktiva Tetap Manajer Operasional (USER) Pemasok Bagian Pembelian Direktur yang Bersangkutan Surat Permintaan Otorisasi Investasi Kantor Pusat Surat Permintaan Otorisasi Investasi Pemilihan Pemasok Order Pembelian Bagian Aktiva Tetap Bagian Penerimaan Pengecekan & Laporan Penerimaan Barang Urusan Gudang 4.0 Pembuatan Surat Penempatan Aktiva Tetap Bagian Kartu Aktiva Tetap
  21. 21. Sistem Pengeluaran Modal  Reparasi dan Pemeliharaan 1. Kepala Penjualan Holland Bakery Cabang Bintaro melaporkan kerusakan aktiva tetap kepada Manajer Operasional. 2. Selanjutnya manajer operasional membuat surat permintaan otorisasi reparasi dengan sebelumnya meyakini terlebih dahulu berdasarkan dokumen yang ada, apakah aktiva tetap tersebut masih dalam masa garansi pemeliharaan. 3. Surat Permintaan Otorisasi Reparasi diajukan kepada Direktur Teknik untuk mendapatkan persetujuan. 4. Apabila sudah disetujui manajer operasional segera mengirim teknisi ke Toko Holland Bakery Cabang Bintaro. 5. Biasanya proses perbaikan memerlukan waktu 1-2 hari. 6. Pengendalian biasanya dilakukan secara berkala oleh Manajer Operasional, kadang 1 minggu sekali untuk melakukan cek aktiva tetap yang ada di toko. Kepala Penjualan Cb. Bintaro (USER) Manajer Operasional 1.0 Permintaan Otorisasi Perbaikan Aktiva Tetap Direktur Teknik Kantor Pusat SPAT Teknisi 2.0 Pemanggil an Jasa Teknisi SPAT, Uang SPAT, Uang LPK
  22. 22. II.5 SIKLUS PENGGAJIAN Dalam sebuah lembaga, organisasi, atau pun dalam bidang usaha tenaga kerja merupakan salah satu faktor utama, sebab sumber daya manusia tetap merupakan faktor terpenting utama yang dapa tmemberikan hasil guna meskipun saat ini telah banyak digunakannya teknologi computer.Dari hasil kerja keras sumber daya manusia tersebut pasti akan diberikan “award“ seperti gaji, upah ataupun bonus. Sumber daya manusia tersebut juga perlu dilakukan pengembangan atau sebuah manajemen yang guna untuk memberikan kontribusi yang maksimal dalam pelaksanaan tugasnya. Gaji dan upah sendiri merupakan bagian dari kompensasi yang paling besar yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya, dan sebagai karyawan merupakan hak dan prestasi dari apa yang telah mereka lakukan. Gaji sendiri merupakan pembayaran atau penyerahan pendapatan yang biasanya berupa uang untuk karyawan yang biasanya diberikan tiap tahun, minggu, atau bulan. Sedangkan upah merupakan pembayaran atau penyerahan pendapatan yang biasanya berupa uang untuk karyawan tetap yang biasanya dibayar sesuai hari kerjanya. Sistem penggajian dan manajemen sumberdaya manusia merupakan sebuah aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang terkait dan berhubungan langsung dengan pengelolaan sebuah karyawan dalam suatu perusahaan secara efektif. Dalam Sistem Informasi Akuntansi yang dalam materi ini terkait dengan siklus penggajian dan manajemen memiliki beberapa fungsi yang terkait yaitu ;  Fungsi Kepegawaian : Bertanggungjawab untuk mencari karyawan baru, penempatannya, kenaikan pangkat, mutasi, pemberhentian, dll.  Fungsi Pencatatan Waktu : Bertanggungjawab dalam pencatatan waktu hadir karyawan.  Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah: Bertanggungjawab dalam membuat daftar gaji dan yang menyangkut segalanya.  Fungsi Keuangan : Bertanggungjawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkannya ke bank.  Fungsi Akuntansi : Bertanggungjawab mencatat kewajiban berhubungan dengan pembayaran gaji dan upah.
  23. 23. Perekrutan Tenaga Kerja Holland bakery merupakan jaringan waralaba toko roti modern di Indonesia yang telah berdiri sejak 1978 hingga saat ini dikenal sebagai toko roti modern pertama yang ada di Indonesia. Yang saat ini telah memiliki lebih dari 200 gerai di Indonesia.Toko roti yang merupakan satu-satunya took roti yang memegang lisensi “Disney” di Indonesia tentu saj amempunyai sistem penggajian dan pembayaranupah yang kompleks didalamnya. Tentu saja struktur organisasi bagi perusahaan Holland sendiri sangat - sangat diperlukan untuk dapat bertahan dan terlebih dapat memajukan perusahaan hingga pencapaian saat ini.Kedudukan, tugas, dan tanggungjawab yang berbeda-beda di masing- masing posisi, baik pegawai maupun karyawan harus ditempatkan pada tempat yang tepat dan dapat maksimal sehingga dapat membantu tujuan perusahaan. Sebuahperusahaan yang telah berdiri sejak 1978 pasti telah memiliki standard pegawai ataupun karyawannya sendiri yang telah ada sejak dulu, yang tentunya berfungsi sebagai pendukung tujuan perusahaan. Dalam perekrutan pegawai maupun karyawan dari Holland bakery terdapat pada web www.hollandbakery.com dan terdapat pada kolom “Career” disitu terdapat lowongan pekerjaan pada perusahaan untuk gerai pada suatu kota. Bisa juga pada suatu gerai didepan toko terpampang suatu pamphlet atau pemberitahuan bahwa gerai tersebut membutuhkan suatu tenaga ahli dalam bidang yang dibutuhkan pada gerai tersebut. Perekrutan pegawainya sendiri dilakukan dengan sistem magang dalam kurun waktu beberapa bulan, jadi saat suatu karyawan atau pegawai masuk dan diterima dalam perusahaan itu tidak langsung menjadi pegawai tetap, namun menjadi pegawai magang terlebih dahulu. Jika kinerja pegawai magang tersebut cukup baik maka akan ditetapkan menjadi pegawai tetap. Sistem Penggajian Manajemen Perusahaan Holland Bakery yang memiliki gerai lebih dari 200 di beberapa kotabesar di Indonesia terbagi atas gerai pusat yang digunakan untuk sistem produksi dan penjualan, serta gerai cabang yang digunakan untuk penjualan, yang inventory roti sendiridi dapat dari gerai pusat setiap harinya. Pada setiap gerai cabang memiliki kepala toko yang bertugas membawahi karyawan-karyawan pada gerai cabang, karyawan yang menjadi bawahan dari kepala toko pada gerai cabang memiliki peran yang berbeda-beda jadi pada setiap gerai memiliki cukup banyak karyawan yang memiliki fung simasing- masing, untuk menjaga kualitas dari perusahaan yang memang bertujuan membuat
  24. 24. spesialisasi pada karyawan-karyawan di gerai-gerai cabang penjualan. Jadi pada setiap gerai tentu saja akan mendapat distribusi roti setiap harinya dari roti coklat, donut, roti basah, roti kering, dan berbagai macam lainnya, padasetiap gerai telah dibagi masing-masing karyawan yang merupakan spesialisasi dari masing-masing jenis roti yang pembagiannya telah ditentukan dan diberikan pelatihan padasaat perekrutan, termasuk dalam hal kasir, dan yang lainnya, disitulah tugas kepala toko dari masing-masing gerai untuk mengawasi karyawannya. Pada suatu perusahaan pada umumnya memiliki suatu daftar kehadiran yang berfungsi untuk mencatat dan mengontrol kinerja dari pada pegawainya, pada perusahaan pusat Holland bakery yang merupakan kantor produksinya memiliki suatu daftar hadir yang memuat aturan bahwa toleransi keterlambatan masu kkerjaa dalah 1-15 menit, tentu saja memiliki sanksi yaitu suatu pengurangan pada gaji bulanannya dan berlaku pengakumulasian setiap harinya, tetapi berbeda dengan karyawan-karyawan yang ada pada gerai cabang, pada setiap gerai mereka tidak difasilitasi dengan pegawai yang bertugas mencatat kehadiran para karyawannya, ataupun alat seperti finger print dan sebagainya yang mencatat waktu hadir mereka, tetapi dari hasil wawancara yang kelompok kami lakukan kepada kepala toko suatu gerai cabang Holland Bakery berkata “Ya meskipun dalam setiap cabang dari Holland bakery tidak memiliki suatu tuntuan yang seperti itu, tetapi karyawanya tetap rajin mas. Dikarenakan pagi juga harus standby menunggu distribusi roti jadiya, jadwal masuk kerja yang semestinya pukul 7 pagi kami mungkin jam 6 ataupun setengah enam sudah siap mas. untuk jam makan siang pun kita juga nggak bisa seenaknya mas.Sidak dari atasan yang meninjau toko-toko cabangpun kapan saja bisa datang jadi ya kita dituntut untuk rajin dan selalu siap sedia kapanpun dibutuhkan.” Dari semua kerja keras yang telah karyawan maupun pegawai lakukan pasti pada akhirnya mereka akan mendapat sebuh penghargaan entah itu berupa gaji, bonus maupun upah. Pada Holland Bakery sendiri dalam sistem penggajian menggunakan sistem yang sangat sederhana sesungguhnya, setiap karyawan maupun pegawai wajib memiliki sebuah tabungan pada bank tertentu dan memiliki nomor rekening ( untuk karyawan atau pegawai tetap) yang fungsinya untuk mentransfer gaji setiap bulannya otomatis dilakukan dari pusat untuk seluruh pegawai maupun karyawan pada Holland Bakery sistem nya hamper sama pada pegawai negrisipil. Jadi setiap pegawai telah terdaftar pada data pusat dan setiap bulannya ditransfer kepada rekening masing-masing. untuk bonus sendiri dari kantor pusat menyediakan seperti bonus bulanan yang tergantung pada omset, ataupun bonus akhir tahun
  25. 25. yang selalu ada setiap tahunnya dan bonus-bonus yang lain. Pemotongan gaji juga diterapkan pada perusahaan ini untuk mengatur kedisiplinan dan kecermatan dalam pekerjaan, seperti pemotongan gaji saat pegawai pusat terlambat, maupun pemotongan gaji atas kesalahan yang diperbuat saat bekerja. Holland Bakery juga memberikan jatah cuti untuk setiap pegawainya dan cuti tidak termasuk dalam pemotongan gaji yang adapada Holland Bakery.Jadi pada kesimpulanny ameskipun kepala toko yang menjadi atasan karyawan dari toko-toko cabang tetap kepala toko juga tidak bisa mengatur dari segi karyawan dan pegawainya. Diagram Alir Siklus Penggajian Holland Bakery
  26. 26. II.6 SIKLUS BUKU BESAR DAN LAPORAN Diagram konteks Sisem buku besar dan pelaporan Penjualan pembelian Penerimaan kas Pengeluaran HPP Beban gaji dan upah laporan Laporan Proses pencatatan dan pembuatan laporan di Holland bakery masih dilakukan secara manual. Dari siklus pendapatan atau semua cabang Holland Bakery akan melakukan pencatatan produk yang terjual secara manual. Catatan penjualan produk tersebut akan dikirimkan setiap hari setiap akhir jam kerja ke pusat Holland bakery. Catatan penjualan diberikan kepada bagian sistem buku besar atau bagian akuntansi dan keuangan dan akan di lakukan pembaharuan buku besar yang sebagai transaksi penerimaan kas. Catatan tersebut pada bagian produksi akan digunakan untuk melakukan pemesanan bahan baku untuk produk yang akan di produksi keesokan harinya dengan mengeluarkan perintah pembelian kepada bagian pengeluaran.Bagian pengeluaran akan mengeluarkan purchase order dan memperbaharui buku besar dengan transaksi pengeluaran kas. Setelah barang yang di produksi selesai, Bagian produksi akan memberikan laporan ke bagian biaya atau keuangan untuk menentukan HPP. Siklus SDM / penggajian akan memberikan beban gaji untuk produk yang telah selesai dan memberikan pembaharuan buku besar atas beban gaji dan upah dan mengkredit hutang gaji dan mendebet hutang gaji pada kas pada akhir bulan atau saat pembayaran gaji. Tahap selanjutnya adalah menyiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan yang telah selesai akan di gunakan untuk keperluan eksternal seperti pemerintah, kreditor dan supplier dan laporan keuangan juga dikirimkan ke bagian managers untuk kebutuhan pengembangan dan perbaikan usaha. Siklus Pendapatan Siklus Produksi Siklus Pengeluaran Sistem buku besar dan pelaporan Siklus SDM dan Penggajian manager Pengguna eksternal
  27. 27. Bagan alir proses pembaharuan buku besar karena pembelian bahan baku Bagian Gudang bagian Keuangan/akuntansi
  28. 28. BAB III PENUTUP III.1 KESIMPULAN 1. Siklus penerimaan pada Holland bakery sudah sesuai dengan siklus penerimaan pada umumnya. 2. Siklus pengeluaran sudah sesuai dengan tujuan pengeluaran dan pengendalian pengeluaran juga sudah cukup bagus. 3. Siklus produksi pada Holland Bakery sudah cukup baik dengan produksi berdasarkan history penjualan dan resep prodk dari bagian penerimaan atau cabang Holland Bakery dimana perusahaan menggunakan metode perencanaan produksi produk mereka dengan metode Manufacturing resource planning (MRP II). 4. Perolehan aktiva tetap berwujud di PT. Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) diperoleh dengan cara dibeli dalam bentuk siap pakai. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi aktiva tetap pada PT. Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) adalah daftar permintaan barang investasi,order pembelian, laporan bukti penerimaan barang,surat penempatan aktiva tetap,bukti permintaan reparasi aktiva tetap. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi aktiva tetap pada PT. Mustika Citra Rasa (Holland Bakery) cabang Bintaro adalah pihak pemakai (Kepala Penjualan dan Manajer Operasional), Direktur yang bersangkutan, Direktur Teknis, bagian penerimaan, bagian pembelian, bagian aktiva tetap, bagian kartu aktiva tetap.Sistem Penghentian Aktiva Tetap dan Sistem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap tidak dicantumkan karena kurangnya informasi dari Kepala Toko Holland Bakery Cabang Bintaro. 5. Sistem penggajian pada perusahaan Holland Bakery sudah sangatlah bagus dengan menggunakan sistem yang sebenernya sederhana dengan penetapan gaji dan pendistribusian gaji yang otomatis masuk kepadare kening pegawai dan dapat dengan mudah dilakukan pengontrolannya. III.2 SARAN 1. Persediaan yang hanya menunggu kiriman barang dari pusat akan menyulitkan jika sewaktu-waktu terdapat pesanan yang mendadak dan dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, harus terjalin komunikasi yang intens dengan pihak penyedia barang. 2. Dalam proses penentuan resep produk, sebaiknya menggunakan tehnologi yang terhubung di setiap cabang ke bagian produksi, sehingga pada saat ada barang yang terjual bagian produksi dapat langsung memproduksi barang yang terjual dan dapat memenuhi permintaan konsumen. Dengan menggunakan teknologi, bagian produksi juga dapat mengkontrol penjualan sehingga resep produksi atau apa yang harus di
  29. 29. produksi hari berikutnya bisa langsung di prediksi sehingga bagian produksi dapat langsung memperkirakan dan mempersiapkan bahan baku apa saja yang di perlukan. Hal ini akan membantu dalam efisiensi dan efektivitas produksi. 3. Melihat dari waktu layak konsumsi kebanyakan produk yang cukup singkat, sebaiknya perusahaan mengganti metode perencanaan produksi sebahagian produk mereka dari Manufacturing resource planning (MRP II) ke lean manufacturing untuk mengurangi produk sisa. Perusahaan dapat mengembangkan teknologi pemesanan tidak hanya melalui telepon tetapi melalui internet sehingga memudahkan pemesanan. Dengan demikian, produk yang di produksi benar-benar produk yang diinginkan konsumen. 4. Perusahaan Holland Bakery perlu menerapkan sistem pecatatan waktu kerja pada gerai-gerai cabang sehingga dapat lebih mengkontrol pada setiap kinerja masing- masing karyawan pada gerai cabang. 5. Dengan kemajuan teknologi saat ini, Perusahaan seharusnya telah menerapkan teknologi yang terkoordinasi antara pusat dan cabang dalam pelaporan dan entri buku besarnya. 6. Adanya pemisahan antara bagian pencatat dan keuangan.
  30. 30. BAB IV DAFTAR PUSTAKA Romney,Marshall B.: “Accounting Information Systems 12th Edition”, PEARSON, Inggris, 2012. http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2006-budiman433- 2130&q=holland%20bakery diakses 6 Februari 2016 https://www.academia.edu/5166133/Makalah_SIA_-_SIKLUS_PENDAPATAN diakses 2016-02-06 diakses 6 Februari 2016 http://ndutagen.blogspot.co.id/2014/01/siklus-siklus-dalam-sistem-informasi.html diakses 6 Februari 2016 Www.hollandbakery.com
  31. 31. BAB V LAMPIRAN V.1 WAWANCARA DENGAN IBU TUTI KEPALA PENJUALAN HOLLAND BAKERY BINTARO Eka : Bagaimana sistem pemesanan di Holland Bakery? Manajer : Pemesanan bisa secara langsung maupun lewat telefon, pemesanan dapat dilakukan jam berapapun dan tidak ada pemesanan minimal untuk selanjutnya dikirim oleh kurir. Halimah : Bagaimana sistem penggajiannya? Manager : Untuk sistem penggajiannya berasal dari personalia pusat melalui transfer. Bilardo : Bagaimana dengan cuti pegawai, apakah mereka tetap digaji? Manager : bagi yang telah menjadi karyawan tetap digaji. Bilardo : bagaimana dengan proses perekrutan pegawai? Manager : perekrutan dilakukan oleh pusat melalui training dan tidak langsung menjadi pegawai tetap, tetapi dengan kontrak terlebih dahulu Bilardo : berapa lama training dilakukan? Manager : hal tersebut bergantung dari kemampuan masing-masing trinee, jika cekatan maka tidak akan memerlukan waktu yang lama, namun apabila dirasa tidak memiliki kemampuan, beberapa haripun akan keluar. Bilardo : jika memang produk hanya menerima dari pusat tanpa produksi secara mandiri, bagaimana bila terdapat produk yang tidak terjual, mengingat usia produk yang sangat singkat hanya beberapa hari. Manager : untuk barang yang tidak laku akan dikembalikan ke pusat, untuk selanjutnya akan dikirimkan ke yayasan-yayasan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pusat. Maghvira : bagaimana proses pembelian bahan pokok? Manager : saya tidak mengetahui mengenai proses produksi, karena kita hanya menerima produk dan bertugas menjualnya saja. Maghvira : Untuk produksi yang ada di pusat, apa saja bagian-bagian divisinya? Manager : ada bagian gudang, bagian produksi, bagian distribusi barang. Kemudian di kirim ke sini dalam keadaan siap jual. Seperti yang terlihat, produk terdiri dari
  32. 32. berbagai macam jenis, dalam proses produksinya pun dibuat bagian- bagiannya. Nanda : apakah di sini memiliki bagian dapur? Manager : kami hanya bertugas menjual saja, jadi tidak terdapat dapur. Bilardo : lalu apakah semua cabang Holland sama seperti ini? Manager : tidak, dibeberapa tempat terdapat tempat produksi, seperti di ciledug. Terkadang proses pengiriman mengalami kendala, jadi kita membuat agar tidak kosong maka berproduksi di sana, dan lagi terkadang kita berproduksi harus meminta ijin daerah tersebut, kalau di sini dilarang untuk berproduksi karena dikhawatirkan limbahnya tidak dapat terolah dengan baik. Maghvira : untuk pengambilan produk dari mana? Manager : dari arteri pondok indah Nanda : bila terdapat kerusakan barang-barang seperti kulkas, bagaimana pelaporannya? Manager : untuk masalah tersebut harus dilaporkan ke bagian operasional managernya, dan untuk segala pengadaan barang seperti televisi, ac, dan lain-lain berasal dari pusat. Halimah : untuk penjualan produk, siapa yang menentukan banyaknya produk yang hendak? Manager : untuk jenis maupun banyaknya produk yang dijual yang menentukan kita sendiri, dan pusat hanya mengerjakan apa yang kita minta Bilardo : bagaimana dengan hanga bahan produksi, ataupun harga pokok penjualan masing-masing produk? Manager : kami tidak tahu untuk harga pokok penjualannya, karena harga produk telah ditentukan oleh pusat, sehingga harga untuk seluruh Jakarta sama, tapi mungkin untuk daerah lain seperti Semarang dan Surabaya bisa berbeda. Halimah : apakah harga untuk produk sudah termasuk PPN? Manager : iya, sudah termasuk PPN. Bilardo : seumpama terdapat kesalahan yang dilakukan karawan, apakah ada pemotongan gaji? Manager : untuk kerusakan yang dilakukan karyawan, maka diberlakukan pemotongan gaji, begitu pula saat terjadi keterlambatan karyawan, maka akan dikenakan denda.
  33. 33. Bilardo : untuk proses penggajian karyawan apakah melalui ibu terlebih dahulu? Manager : tidak ya, tapi langsung ditransfer dari pusat. Bilardo : apakah di masing-masing cabang terdapat pembukuannya sendiri? Manager : tidak ada ya, setiap malam selalu disetor ke pusat penjualan selama sehari, jadi pusat tahu berapa jumlah produk yang telah terjual, berapa sisa produk, dan hasil penjualan. Maghvira : bagaimana sistem pembukuan untuk setiap transaksi? Apakah masih bersifat manual? Manager : iya, sistem pembukuannya masih bersifat manual. Nanda : apakah setiap bulan terdapat perwakilan dari pusat yang melakukan mengontrolan pada masing-masing cabang? Manager : untuk pengontrolan tidak dapat diperkirakan, jadi bersifat dadakan, dan jangka waktunya juga tidak dapat diprediksi Maghvira : apakah pernah terjadi kesalahan pencatatan? Manager : iya pernah, tapi pusat memiliki datanya, jadi masih mampu untuk diperbaiki.

×