Ikan Lou hanDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas  Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari      ?        ...
Asal MulaProgam pengembangbiakan telah dimulai sejak tahun 1993. [1] Orang Malaysia terutama banyakyang mengagumi ikan den...
teritorial, dua atau lebih flowerhorn biasanya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi isitangki mereka dapat dibagi den...
Matanya berhias warna merahIkan yang bertubuh sedang, panjang total hingga 250 mm. Gurat sisi antara 31-34 buah. 5-5½sisik...
relatif lebih besar, serta mempunyai bercak atau belang hitam di sisi perutnya (brek memilikibercak hitam di batang ekor)....
Ikan ini hidup di sungai-sungai beraliran deras di pegunungan dan populasi sangat terancamakibat penangkapan berlebihan. I...
Ikan yang masih sekerabat dengan ikan mas ini populer sebagai bahan pangan kelas tinggi, danyang biasa dijumpai dan dikons...
6 Referensi  7 Pranala luarFisik deskripsiWarnanya dalam hidup bervariasi dari abu-abu keperakan menjadi abu-abu kehijauan...
Lunjar padi, Rasbora argyrotaenia, dari      Prembun, Tambak, Banyumas          Klasifikasi ilmiah      Kerajaan: Animalia...
Lunjar padi yang masih kecil (19mm SL)Ikan bertubuh kecil ramping, dengan panjang maksimal sekitar 170 mm.[1] Tubuh berwar...
merupakan hidangan istimewa pada beberapa restoran terkemuka. Ikan-ikan ini ditangkap daripopulasi liar di perairan umum, ...
ketika mereka mencapai 20 mm panjang, ikan panjang 40 mm, mereka benar-benar absen.dimorfisme seksual: betina lebih baik, ...
Ikan dokun alias kapiu, atau yang secara umum dikenal sebagai wader atau seluang, adalahsejenis ikan kecil anggota suku Cy...
Ikan dokun merupakan salah satu ikan akuarium yang diperdagangkan secara komersial antarnegara. Secara tradisional di Indo...
Sinonim Barbus tetrazona (Bleeker, 1855) Capoeta tetrazona (Bleeker, 1855) Barbodes tetrazona (Bleeker, 1855) Capoeta suma...
Ikan ini sering didapati pada sungai-sungai dangkal berarus sedang, yang jernih atau keruh. Ikansumatra menyukai pH antara...
Status taksonomi jenis ini belum mantap dan masih panjang perdebatan mengenainya. Pada 1855Pieter Bleeker, ahli ikan bangs...
Sinonim Capoeta padangensis Bleeker, 1852[2] Systomus (Capoëta) padangensis Bleeker, 1860 Puntius (Capoëta) padangensis Bl...
Ekor menggarpu dalam; sirip-siripnya dengan ujung meruncing. Sisik-sisik berwarna perak,dengan sirip punggung dan sirip ek...
Umumnya ikan bilih diolah dengan cara dikeringkan dan diasinkan sehingga awet untuk waktuyang lama. Ikan ini sempat menjad...
Channa lucius      dari Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur              Klasifikasi ilmiah          Kerajaan: Animalia      ...
Panjang yang terbesar 330 mm TLIkan yang bertubuh gilig memanjang, seperti peluru kendali. Panjang total[3] ikan dewasa da...
Perbandingan bentuk dengan ikan gabus (dua yang teratas)Sungai-sungai di pantai timur Sumatra tengah dan selatan; Kalimant...
Status konservasi       Data Kurang (IUCN 2.3)        Klasifikasi ilmiah    Kerajaan: Animalia    Filum:        Chordata  ...
Arapaima di Akuarium Shedd.Arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar terbesar di duniay...
Klasifikasi ilmiah      Kerajaan: Animalia      Filum:     Chordata      Kelas:     Actinopterygii      Ordo:      Silurif...
Kepala baung kuning yang masih kecil. Darmaga, BogorMarga Hemibagrus pada mulanya dianggap satu dengan marga Mystus (ikan-...
Salah satu jenisnya, yakni baung putih (H. nemurus), telah berhasil dikembangkanpembenihannya dan dibudidayakan oleh Balai...
H. johorensis       (Herre, 1940)       Semenanjung Malaya dan SumatraH. macropterus      Bleeker, 1870       Cina selatan...
Baung burai, Pseudomystus stenomusBaung duri, Leiocassis poecilopterusBaung layar, Bagrichthys hypselopterusBaung lebang, ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ikan lou han

954 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
954
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ikan lou han

  1. 1. Ikan Lou hanDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Ikan Lou han Ikan Lou han jenis Galur Elvis Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Perciformes Famili: Cichlidae Genus: Amphilophus Spesies: A. trimaculatus Nama binomial Amphilophus trimaculatusIkan Lou Han (bahasa Inggris: Flowerhorn) saya merupakan salah satu ikan hias terkenal yangdipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepalamereka yang berbentuk khas berjuluk "benjol kelam". Aslinya mereka hanya berhabitat diMalaysia dan Taiwan, namun saat ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia.Namun, beberapa kritikus telah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaanikan ini.Daftar isi 1 Asal Mula o 1.1 Kedatangan di Dunia Barat 2 Perawatan 3 Galleri 4 Kritik 5 Referensi
  2. 2. Asal MulaProgam pengembangbiakan telah dimulai sejak tahun 1993. [1] Orang Malaysia terutama banyakyang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau "kapal perang",ditemukan di bagian barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan iniberharga untuk para peminat masyarakat Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalamgeomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dariAmerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan keMalaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God ofFortune, yang menghasilkan jenis baru yang disebut Five-Colors God of Fortune.[1] Karenawarnanya yang indah, ikan ini menjadi cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terusberlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga disebut sebagaiGreenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnyadengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan.[1] Pembelesteran ini akhirnya menghasilkan generasipertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang kemudian diikuti dengan perkenalan flowerhornberikutnya.Kedatangan di Dunia BaratKetika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya ada dua jenis ikan ini yangdistribusi, flowerhorn dan Golden Base.[1] Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka denganmutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki duavarietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di antara segala jenis flowerhorn, yang tanpamutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang mempunyai mutiara, menjadiskala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulitmenjadi keemasan yang menarik ditempatkan pada flowerhorn kulit abu-abu itu.Pada tahun 1999, ada empat jenis flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa,flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader.[1] Peternak komersial pengkembang biak,dan ikan yang dipilih untuk penampilan tanpa memperhatikan terminologi. [1] Akibatnya, namamenjadi sesuatu yang membingungkan dan jenis keturunan menjadi sulit dilacak.Sekitar 2000-2001, berbagai Kamfa muncul. Ini adalah hibrida dari setiap jenis flowerhorn yangdisilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid jenis apapun.[1] Inimembawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dangundukan yang semakin besar di bagian kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di ZhenZhus baik itu peternakan ikan untuk mengembangkan lebih cepat dan menjadi lebih berwarna,untuk bersaing dengan jenis Kamfa.[1]PerawatanFlowerhorn Cichlid diharuskan untuk disimpan pada suhu air 80–85 °F, dan pH kurang dari 7.4–8.0. Mereka membutuhkan tangki minimum sekitar 20–30 galon untuk tumbuh. Jika agresif dan
  3. 3. teritorial, dua atau lebih flowerhorn biasanya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi isitangki mereka dapat dibagi dengan membagi akrilik atau krat telur.BrekDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cari ? Brek Brek, Puntius orphoides, dari Mandalamekar, Jatiwaras, Tasikmalaya Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Famili: Cyprinidae Genus: Puntius Spesies: P. orphoides Nama binomial Puntius orphoides (Valenciennes, 1842)[1] Sinonim Barbus rubripinna van Hasselt, 1823 (nomen nudum) Barbus orphoides [2] Valenciennes, 1842 ,Brek atau mata merah (Puntius orphoides) adalah adalah sejenis ikan air tawar anggota sukuCyprinidae. Ikan ini menyebar luas di Indocina dan kepulauan Sunda[3]. Nama-nama lainnya, diantaranya: maroca, marococa, wadonon (Btw.); brek, pekiseh, lunjar, wader (Jw); dan sisikmilik, ampa (Sd.)[4]. Di Tasikmalaya, ikan ini juga dikenal dengan sebutan beureum panon (Sd.:mata merah).Dalam bahasa Inggris, ikan brek dikenal dengan nama Javaen Barb.Pengenalan
  4. 4. Matanya berhias warna merahIkan yang bertubuh sedang, panjang total hingga 250 mm. Gurat sisi antara 31-34 buah. 5-5½sisik di antara awal sirip dorsal dengan gurat sisi. Batang ekor dikelilingi 16 sisik. Jari-jari keras(duri) yang terakhir pada sirip dorsal bergerigi 30, halus. Sirip ekor dengan tepi atas dan bawahberwarna hitam; bintik hitam pada batang ekor. Ikan muda dengan beberapa deret bintik gelapsepanjang barisan sisiknya.[3]Tinggi tubuh 2½ hingga hampir 3 kali berbanding panjang standar (tanpa sirip ekor). Panjangkepala 3,2 – 4 kali berbanding panjang standar. Mata 4-6 kali lebih pendek daripada panjangkepala. Rumus sirip dorsal IV (jari-jari keras).8 (jari-jari lunak); sirip dubur III.5; sirip dada I.14-16; dan sirip perut I.8. Sirip perut lebih pendek daripada sirip dada, tidak mencapai anus.[4]Sirip dubur berwarna merah, dan sirip ekor bertepi warna hitamKebiasaanMata merah dikenal sebagai ikan karnivora yang memangsa serangga, siput dan lain-lain[5].Secara alami ikan brek acap didapati di sungai-sungai, waduk dan danau; namun biasa jugaditemukan liar di kolam-kolam ikan.Selain menjadi ikan konsumsi, belakangan ini mata merah juga diperdagangkan sebagai ikanhias.Jenis yang serupaSebarau atau hampal (Hampala macrolepidota) memiliki pola pewarnaan yang mirip. Namunsebarau memiliki tubuh yang lebih memanjang, moncong yang lebih meruncing, sisik-sisik yang
  5. 5. relatif lebih besar, serta mempunyai bercak atau belang hitam di sisi perutnya (brek memilikibercak hitam di batang ekor).SemahDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas(Dialihkan dari Tambra) Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Semah / tambra Klasifikasi ilmiahKerajaan: AnimaliaFilum: ChordataKelas: TeleostomiSuperordo: OstariophysiOrdo: CypriniformesUpaordo: CyprinoideiFamili: CyprinidaeUpafamili: CyprininaeGenus: Tor Gray, 1834 Neolissochilus Rainboth, 1985 Naziritor Mirza & Javed, 1985 Species Lihat teks.Ikan semah (Tor spp., syn. Labeobarbus, suku Cyprinidae; juga dipakai untuk jenis-jenisNeolissochilus dan Naziritor di India) adalah ikan air tawar yang berasal dari Indo-Australia dananak benua India. Nama lain ikan ini adalah tambra (Jawa), sapan (Kalimantan)[1], ihan batakatau curong (bahasa Toba)[2], mahseer, atau kelah (Malaysia). Nama "semah" populer dipakai diSumatra bagian tengah hingga ke selatan.Ikan yang masih sekerabat dengan ikan mas ini populer sebagai bahan pangan kelas tinggi, danyang biasa dijumpai dan dikonsumsi di Indonesia dan Malaysia adalah Tor douronesis (semahbiasa), T. tambra (tambra), T. tambroides (tambra), dan T. soro (kancera)[3]. Ikan tambra dansemah dapat mencapai panjang sekitar satu meter[4], walaupun tangkapan yang dijual biasanyaberukuran maksimum 30 cm.
  6. 6. Ikan ini hidup di sungai-sungai beraliran deras di pegunungan dan populasi sangat terancamakibat penangkapan berlebihan. Indikasi yang terlihat adalah semakin jarang terlihat, ukurantangkapan semakin kecil, dan distribusi menurun. Bahkan telah dilaporkan pula penangkapan dibeberapa taman nasional. Pihak berwenang di Indonesia (Balai Benih Ikan lokal), seperti di JawaTengah,[5], Padang Pariaman, dan beberapa kabupaten pedalaman Jambi telah mulaimengembangkan teknologi pembiakan menggunakan pemijahan buatan dan paket budidaya.Selain itu, di Padang Pariaman aturan adat setempat juga ditegakkan dengan pemberlakuan zonalarangan, penyangga, dan penangkapan. Penangkapan hanya dilakukan apabila terdapat izin darikerapatan adat.SemahDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Semah / tambra Klasifikasi ilmiahKerajaan: AnimaliaFilum: ChordataKelas: TeleostomiSuperordo: OstariophysiOrdo: CypriniformesUpaordo: CyprinoideiFamili: CyprinidaeUpafamili: CyprininaeGenus: Tor Gray, 1834 Neolissochilus Rainboth, 1985 Naziritor Mirza & Javed, 1985 Species Lihat teks.Ikan semah (Tor spp., syn. Labeobarbus, suku Cyprinidae; juga dipakai untuk jenis-jenisNeolissochilus dan Naziritor di India) adalah ikan air tawar yang berasal dari Indo-Australia dananak benua India. Nama lain ikan ini adalah tambra (Jawa), sapan (Kalimantan)[1], ihan batakatau curong (bahasa Toba)[2], mahseer, atau kelah (Malaysia). Nama "semah" populer dipakai diSumatra bagian tengah hingga ke selatan.
  7. 7. Ikan yang masih sekerabat dengan ikan mas ini populer sebagai bahan pangan kelas tinggi, danyang biasa dijumpai dan dikonsumsi di Indonesia dan Malaysia adalah Tor douronesis (semahbiasa), T. tambra (tambra), T. tambroides (tambra), dan T. soro (kancera)[3]. Ikan tambra dansemah dapat mencapai panjang sekitar satu meter[4], walaupun tangkapan yang dijual biasanyaberukuran maksimum 30 cm.Ikan ini hidup di sungai-sungai beraliran deras di pegunungan dan populasi sangat terancamakibat penangkapan berlebihan. Indikasi yang terlihat adalah semakin jarang terlihat, ukurantangkapan semakin kecil, dan distribusi menurun. Bahkan telah dilaporkan pula penangkapan dibeberapa taman nasional. Pihak berwenang di Indonesia (Balai Benih Ikan lokal), seperti di JawaTengah,[5], Padang Pariaman, dan beberapa kabupaten pedalaman Jambi telah mulaimengembangkan teknologi pembiakan menggunakan pemijahan buatan dan paket budidaya.Selain itu, di Padang Pariaman aturan adat setempat juga ditegakkan dengan pemberlakuan zonalarangan, penyangga, dan penangkapan. Penangkapan hanya dilakukan apabila terdapat izin darikerapatan adat.Spotted barbDari Wikipedia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cariArtikel ini adalah tentang spesies. Untuk anggota genus umumnya, lihat Puntius."Barb umum" beralih ke halaman ini. Hal ini tidak menjadi bingung dengan barbel umum.Spotted BarbKlasifikasi ilmiahKerajaan: AnimaliaFilum: ChordataKelas: ActinopterygiiOrder: CypriniformesKeluarga: CyprinidaeGenus: PuntiusSpesies: P. binotatusBinomial NamaPuntius binotatus(Valenciennes, 1842)Bangsa mana Puntius binotatus dapat ditemukanThe barb barb atau umum melihat (Puntius binotatus) adalah ikan air tawar tropis milik keluarga sub-Cyprininae dari keluarga (Cyprinidae). Ini berasal di Asia, di Myanmar dan Mekong dari Thailand melaluiIndonesia. Hal ini juga menjadi didirikan sebagai spesies eksotis di Palau. Ini pada awalnya digambarkansebagai Barbus binotatus oleh Achille Valenciennes pada tahun 1842, dan juga telah disebut dalamliteratur ilmiah sebagai Systomus binotatus, Capoeta binotata, dan Barbodes binotatus.Isi 1 Fisik deskripsi 2 Habitat 3 Pentingnya bagi manusia 4 Reproduksi 5 Lihat juga
  8. 8. 6 Referensi 7 Pranala luarFisik deskripsiWarnanya dalam hidup bervariasi dari abu-abu keperakan menjadi abu-abu kehijauan, gelap dan pucatdorsal atau hampir putih di tenggorokan dan perut. Memiliki sebuah bar di belakang operkulum di bahunya. Pada ikan besar, tubuh tanda (bintik-bintik atau band) mungkin tidak ada, kecuali untuk tempat didasar ekor. Memiliki, putaran yang luas berujung moncong sama atau sedikit lebih besar dari mata. Ikanakan tumbuh panjang sampai dengan 7,75 inci (20,0 cm).HabitatLingkungan asli terjadi dari sekitar permukaan laut di atas 2.000 m di atas permukaan laut. Hal iniumumnya ditemukan di bawah air terjun di sungai gunung terpencil dan pulau-pulau kecil yang dihunioleh ikan air tawar beberapa lainnya. Ini mendiami menengah ke sungai besar, badan air tergenangtermasuk lamban-kanal dan mengalir brooks dari Mekong tengah. Hal ini biasanya ditemukan di tengahhingga kedalaman dasar perairan cukup dangkal di mana ia memakan zooplankton, larva serangga, danbeberapa tanaman vaskular. Mereka tinggal di iklim tropis dan lebih memilih air dengan 6,0-6,5 pH,kekerasan air 12,0 Bina Marga, dan berbagai suhu 75 - 79 ° F (24 - 26 ° C).Penting bagi manusiaThe barb berbintik sangat penting komersial dalam perdagangan akuarium dan kurang penting dalamindustri perikanan.ReproduksiSebuah air terbuka, substrat telur-pencar, yang barbs dewasa akan bertelur sekitar subuh.Lihat juga Daftar spesies ikan air tawar akuariumReferensi Spotted duri pada FishBasePranala luar Foto dari FishBaseLunjar padiDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Lunjar padi
  9. 9. Lunjar padi, Rasbora argyrotaenia, dari Prembun, Tambak, Banyumas Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Famili: Cyprinidae Genus: Rasbora Spesies: R. argyrotaenia Nama binomial Rasbora argyrotaenia (Bleeker, 1850)Lunjar padi (Rasbora argyrotaenia) adalah nama sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidaeanak-suku Rasborinae. Ikan ini juga dikenal dengan banyak nama lain, seperti wader pari, lunjarpari, lunjar andong (Jw.), paray (Sd.), cecereh, ikan cere (Btw.), pantao, seluang (Sum.), danlain-lain.[1]Pada mulanya ikan ini diberi nama Leuciscus argyrotaenia oleh P. Bleeker pada tahun 1850.Delapan tahun kemudian dipindahkan olehnya sendiri ke dalam marga yang lain, Opsarius. Danakhirnya pada 1860, dipindahkan lagi oleh Bleeker ke dalam marga yang baru, Rasbora.[1] Ikanini menyebar di pulau-pulau Sunda Besar (Sumatra, Jawa, Kalimantan) dan Filipina.[2]Daftar isi 1 Pengenalan 2 Kebiasaan dan kegunaan 3 Rujukan 4 Pranala luarPengenalan
  10. 10. Lunjar padi yang masih kecil (19mm SL)Ikan bertubuh kecil ramping, dengan panjang maksimal sekitar 170 mm.[1] Tubuh berwarnacoklat kuning di bagian atas (dorsal) dan putih keperakan di sisi dan bagian bawah, terutama dibagian perut. Sebuah garis keemasan di dalam, berjalan bersama garis kehitaman di bagian luarpada masing-masing sisi tubuh, dari belakang tutup insang hingga ke batang ekor.Lunjar padi (tengah) diapit dua ikan wader bintik-duaFormula sirip punggung (dorsal) II.7, yakni dua jari-jari keras (duri) diikuti tujuh jari-jari lunak.Sirip dubur (anal ) III.5; sirip dada (pectoral) I.12-13; sirip perut (ventral) II.7; serta jumlah sisikpada gurat sisi (linea lateralis) 29-30 buah.[1] Batang ekor (peduncle) dikelilingi 14 sisik; antaragurat sisi dengan awal sirip perut diantarai oleh 1-1½ sisik.[2]Kebiasaan dan kegunaanLunjar padi yang dijual di pasarLunjar padi sering ditemui dalam kelompok besar, di danau, parit atau sungai-sungai yang relatiftenang. Sering pula bercampur dengan ikan-ikan lunjar (Rasbora) yang lain dan wader (Puntius)yang memiliki kebiasaan serupa.Bersama dengan lunjar dan wader pada umumnya, lunjar padi merupakan ikan konsumsi yangdigemari karena rasanya. Lunjar dan wader goreng (ikan paray goreng, jika di Jawa Barat)
  11. 11. merupakan hidangan istimewa pada beberapa restoran terkemuka. Ikan-ikan ini ditangkap daripopulasi liar di perairan umum, dan kebanyakan hanya dijual di pasar-pasar setempat.Puntius trifasciatusDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cariPuntius trifasciatusPuntius trifasciatus adalah spesies ikan dari keluarga Cyprinidae. Ikan air tawar ini adalah salahsatu ikan endemik Indonesia,di alam bebas Puntius trifasciatus dapat ditemukan di DAS SungaiKapuas di Kalimantan maupun sungai sungai di Sumatera.Daftar isi 1 Deskripsi 2 Habitat 3 Referensi 4 Pranla luarDeskripsiPanjang laki-laki 8 cm betina 10 cm dari struktur tubuh dan pewarnaan: 2 pasang kumis rahangatas. Kumis depan pendek, kembali menyusuri tepi posterior mata. Progonistoe tubuh,memanjang berbentuk berlian, lateral terkompresi. Warna tubuh utama putih ikan mudakeperakan, dengan usia tubuh menjadi latar belakang kekuningan dan bahkan kecoklatan, tapimempertahankan kilau mutiara. Bagian belakang zaitun, perut keperakan. Garis-garis hitammemanjang luas, lebar mereka adalah antara satu setengah dan seluruh lebar skala, jumlah band4 dan 3. Band yang pergi ke tengah gagang bunga caudal jauh lebih luas dan berjalan di atasgaris nya terang emas kuning. Sirip yang tidak berwarna atau berwarna kuning, punggung dicatintensif, sinar pertama dari dorsal kehitaman. . Dalam warna, ini mungkin wakil paling indahlongitudinal duri bergaris Keempat band melintang karakteristik menggoreng, jatuh di tempat
  12. 12. ketika mereka mencapai 20 mm panjang, ikan panjang 40 mm, mereka benar-benar absen.dimorfisme seksual: betina lebih baik, lebih besar meskipun warna betina tidak mencolok sepertipejantan.HabitatPuntius trifasciatus menyukai sungai yang sedikit berawa dengan air tergenang hitam danvegetasi air. Sepanjang tepi semak-semak padat rumput tergenang air. Di bagian bawah reservoirbanyak daun, ranting, batang pohon. Rendah-mineralisasi air, sangat lembut, namun karenakonsentrasi tinggi dari asam humat mencapai reaksi aktif PH3-4.DokunDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Dokun Ikan dokun, , dari Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Status konservasi Aman Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Famili: Cyprinidae Genus: Puntius Spesies: P. lateristriga Nama binomial Puntius lateristriga (Valenciennes, 1842)
  13. 13. Ikan dokun alias kapiu, atau yang secara umum dikenal sebagai wader atau seluang, adalahsejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-suku Cyprininae. Dokun diketahui menyebar diwilayah paparan Sunda.[1]Ikan ini semula dideskripsi sebagai Barbus lateristriga oleh Achille Valenciennes pada tahun1842, kemudian oleh beberapa ahli lainnya dipindahkan menjadi Barbodes lateristriga, atauSystomus lateristriga. Dikenal sebagai ikan hias yang kerap dipelihara di akuarium, dokun dalambahasa Inggris disebut dengan nama spanner barb atau t-barb.Daftar isi 1 Pengenalan 2 Habitat dan penyebaran 3 Pemanfaatan 4 Rujukan 5 Pranala luarPengenalanIkan yang bertubuh kecil sampai sedang, panjang tubuh keseluruhan dapat mencapai sekitar 20cm.[2] Jenis ini ditandai dengan terdapatnya dua pita (gelap) vertikal di pertengahan tubuh bagiandepan, dan sebuah garis memanjang /horizontal di bagian belakang. Di atas pangkal sirip duburterdapat bercak kecil berwarna hitam, yang kadang-kadang samar warnanya. Begitu pula warnahitam di ujung sirip dubur. [3] Pola warna ini bervariasi menurut wilayah sebarannya dan umurikan.[1]Jari-jari lemah pada sirip punggung (dorsal) 8 buah, pada sirip dubur (anal) 5 buah, pada siripperut (ventral) 8 buah, dan pada sirip dada (pectoral) 14-16 buah. Sisik-sisik di muka sirippunggung (predorsal scales) 7-8 buah, sisik-sisik pada gurat sisi (linea lateralis) 22-24 buah,sisik-sisik yang melingkari batang ekor (peduncle/ circumpeduncular scales) 12 buah.[3]Habitat dan penyebaranDi alam, ikan ini menghuni sungai-sungai kecil, terutama yang jernih dan berbatu-batu didasarnya, dan sering pula didapati di bawah jeram. Ikan dokun memangsa serangga air, cacing,krustasea (udang dan ketam), serta bagian-bagian tumbuhan.[4][2]Dokun diketahui menyebar luas di Jawa, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya (Singkep,Bangka, Belitung), Semenanjung Malaya, dan Thailand.[3] Juga terdapat di Kalimantan.[4]Pemanfaatan
  14. 14. Ikan dokun merupakan salah satu ikan akuarium yang diperdagangkan secara komersial antarnegara. Secara tradisional di Indonesia, ikan ini dikenal sebagai ikan konsumsi (sebagai waderatau seluang) yang penting secara lokal; terutama karena rasanya yang istimewa.Dokun yang berukuran kecil bersifat toleran dan dapat dipelihara dalam akuarium bersamadengan jenis-jenis ikan yang lain. Setelah besar, lebih dari 6 cm, ikan ini menjadi agresif,sehingga tak dapat dipelihara bersama ikan-ikan yang lebih kecil. Akuarium tempat memeliharadokun sebaiknya diberi dasar berupa pasir halus, dan ditanami dengan beberapa tanaman air.[2]Dokun dapat memijah di akuarium. Untuk itu, pasangan yang siap memijah ditempatkan didalam akuarium khusus yang dilengkapi dengan tanaman air sebagai tempatnya memijah. Prosesmemijah dapat berlangsung antara 1–2 jam; dan telur-telur akan mulai menetas satu dua harikemudian.[2]Ikan sumateraDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas(Dialihkan dari Ikan sumatra) Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Ikan Sumatra Status konservasi Aman Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Famili: Cyprinidae Genus: Puntius Spesies: P. tetrazona Nama binomial Puntius tetrazona (Bleeker, 1855)
  15. 15. Sinonim Barbus tetrazona (Bleeker, 1855) Capoeta tetrazona (Bleeker, 1855) Barbodes tetrazona (Bleeker, 1855) Capoeta sumatranus (Bleeker, 1860)Ikan sumatra (Puntius tetrazona) adalah sejenis ikan kecil anggota suku Cyprinidae anak-sukuCyprininae. Nama tersebut adalah nama perdagangannya sebagai ikan hias. Dalam bahasaInggris, ikan ini dikenal sebagai sumatra barb atau tiger barb.Daftar isi 1 Pemerian 2 Habitat dan penyebaran 3 Manfaat 4 Pemeliharaan di akuarium 5 Jenis yang berkerabat 6 Rujukan 7 Pranala luarPemerianIkan yang berukuran kecil, dengan panjang total (beserta ekor) mencapai 70mm. Tubuhberwarna kekuningan dengan empat pita tegak berwarna gelap; pita yang pertama melewati matadan yang terakhir pada pangkal ekor. Gurat sisi tak sempurna, 22-25 buah dengan hanya 8-9sisik terdepan yang berpori. Batang ekor dikelilingi 12 sisik. Tinggi tubuh sekitar setengah kalipanjang standar (tanpa ekor).[1]Sekitar mulutnya, sirip perut dan ekor berwarna kemerahan. Sirip punggung dan sirip duburberwarna hitam, namun warna hitam pada sirip punggung dibatasi oleh garis merah.[2] Jenis yangdiperdagangkan, selain yang berwarna kekuningan, ada pula individu yang kemerahan, kehijauandan albino. Jenis yang berwarna kehijauan, yang sebetulnya adalah gejala melanisme pada ikansumatra, dan yang berwarna albino merupakan hasil dari pembiakan selektif dalam penangkaranuntuk meningkatkan nilai jual ikan ini.Habitat dan penyebaranIkan sumatra secara alami menyebar di Semenanjung Malaya (termasuk di wilayah Thailand),Sumatra dan Kalimantan.[2] Di samping itu, ada pula laporan-laporan temuan dari wilayah lain diAsia Tenggara yang sukar dikonfirmasi, apakah ikan-ikan tersebut memang asli setempat atauikan lepasan yang telah beradaptasi.
  16. 16. Ikan ini sering didapati pada sungai-sungai dangkal berarus sedang, yang jernih atau keruh. Ikansumatra menyukai pH antara 6.0–8.0, kesadahan air antara 5–19 dGH, dan kisaran temperatur airantara 20–26 °C.[3] Ikan sumatra juga didapati di rawa-rawa, yang mengindikasikan bahwa ikanini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap perubahan kualitas air. Rata-rata lama hidupikan sumatra adalah sekitar 6 tahun.ManfaatIkan sumatra merupakan salah satu ikan akuarium yang memiliki nilai komersial cukup tinggi.Menurut catatan impor ikan hias Amerika Serikat di tahun 1992, ikan ini menduduki peringkatke-10 dengan jumlah individu yang diimpor pada tahun itu sebanyak 2,6 juta ekor.[4]Pemeliharaan di akuariumIkan sumatra senang berenang bergerombol. Bila dipelihara dalam jumlah kecil, kurang dari 5ekor, ikan ini dapat menjadi agresif dan mengganggu ikan-ikan yang lain. Ikan-ikan yang lemahdan kurang gesit dapat menjadi sangat menderita akibat gigitan ikan sumatra yang dominan,yang terutama akan menyerang sirip-siripnya. Dalam kelompok yang besar, agresivitas ikan inidapat terkendalikan.[2]Tangkas dan berenang cepat, ikan sumatra dapat dipelihara bercampur dengan ikan-ikan yangsama gesitnya seperti ikan-ikan platis, kerabat lele, atau kerabat ikan macan (Chromobotiamacracanthus). Sebaiknya akuarium diisi pula dengan tumbuh-tumbuhan air sebagai tempatnyabermain-main. Ikan sumatra bersifat omnivora, dapat diberi makanan kering (buatan) ataumangsa hidup seperti cacing, kutu air atau jentik-jentik nyamuk.Ikan ini dapat dibiakkan di dalam akuarium. Ikan sumatra betina mengeluarkan antara 150–200butir sekali bertelur, yang disebarkan di antara tumbuh-tumbuhan air. Telur akan menetas setelah24 jam, dan anak-anak ikan mulai terlihat aktif setelah 3 hari. Sebagai pakan anak ikan padaminggu-minggu pertama dapat digunakan udang renik.[2]Jenis yang berkerabat
  17. 17. Status taksonomi jenis ini belum mantap dan masih panjang perdebatan mengenainya. Pada 1855Pieter Bleeker, ahli ikan bangsa Jerman yang bekerja di Hindia Belanda ketika itu, pertama kalimendeskripsi jenis ini dengan nama Capoëta tetrazona. Akan tetapi pada 1857, Bleekermenggunakan lagi nama-spesifik (specific epithet) yang sama untuk menamai jenis yang lain,yang berkerabat namun tidak begitu mirip, yakni dengan Barbus tetrazona (kini ikan ini dikenalsebagai Puntius rhomboocellatus[1][5]). Sementara itu, untuk menambah keruwetan, pada 1860Bleeker mengubah nama-spesifik ikan sumatra menjadi Systomus (Capoëta) sumatranus. Barupada akhir 1930an kekeliruan ini diperbaiki dan nama Barbus tetrazona dikembalikan bagi ikansumatra.[6]Jenis lain yang serupa adalah Puntius anchisporus, dengan pola pewarnaan yang amat miripdengan ikan sumatra. Perbedaannya, P. anchisporus memiliki gurat sisi yang sempurna danbatang ekornya dikelilingi oleh 14 sisik.[7][8]BilisDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Bilis Bilis, Mystacoleucus padangensis Lukisan menurut Weber dan De Beaufort (1916) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Upaordo: Cryptodira Famili: Cyprinoidea Genus: Mystacoleucus Spesies: M. padangensis Nama binomial Mystacoleucus padangensis (Bleeker, 1852)[1]
  18. 18. Sinonim Capoeta padangensis Bleeker, 1852[2] Systomus (Capoëta) padangensis Bleeker, 1860 Puntius (Capoëta) padangensis Bleeker, 1863 Mystacoleucus padangensis Günther, [3] 1868Bilis, bilih atau bako (Mystacoleucus padangensis) adalah sejenis ikan air tawar anggota sukuCyprinidae yang menyebar terbatas (endemik) di pulau Sumatera, terutama di Danau Singkarakdan Danau Maninjau di Sumatera Barat serta sungai-sungai kecil di sekitarnya, termasuk BatangKuantan di Kabupaten Kuantan Singingi yang berhulu ke Danau Singkarak.[4] Kini ikan bilisjuga diintroduksi ke Danau Toba di Sumatera Utara.[5]Daftar isi 1 Pengenalan 2 Ekologi 3 Pemanfaatan 4 Pelestarian 5 Nama lokal 6 Jenis yang berkerabat 7 Rujukan 8 Pranala luarPengenalanIkan putihan berukuran kecil, panjang total mencapai 116 mm. Sisik-sisik dengan gurat sisi 37–39 buah; moncong dengan dua sungut kecil atau tak ada. Terdapat duri kecil yang mengarah kedepan di muka sirip punggung (procumbent dorsal spine), yang kadang-kadang tersembunyi dibawah sisik.[4][6]Tinggi tubuh di awal sirip punggung 3½ kali berbanding panjang standar (yakni panjang tanpasirip ekor). Panjang kepala 4–5 kali berbanding panjang standar. Pangkal sirip punggung kuranglebih sejajar dengan awal sirip perut, kira-kira berbetulan dengan sisik gurat sisi ke-12 atau ke-13, dan terpisah dari belakang kepala oleh 12 sisik.[4]Rumus sirip punggung IV (jari-jari keras, duri).8–9 (jari-jari lunak, bercabang); sirip dubur III.8;sirip dada I.14–15; dan sirip perut II.9. Jari-jari keras terakhir (yakni duri yang terbesar) padasirip punggung dengan gerigi di sisi belakangnya. Sirip perut kurang lebih sepanjang sirip dada,tidak mencapai anus, dipisahkan oleh tiga deret sisik dari gurat sisi. Batang ekor dikelilingi 18sisik.[4]
  19. 19. Ekor menggarpu dalam; sirip-siripnya dengan ujung meruncing. Sisik-sisik berwarna perak,dengan sirip punggung dan sirip ekor bermargin kehitaman.[4]EkologiIkan bilis yang telah dikeringkanBiasa dijual di pasar-pasarBilis merupakan ikan penghuni danau, namun beruaya (migrasi) ke arah hulu ketika hendakmemijah. Makanan utama ikan ini adalah detritus dan zooplankton; akan tetapi bilis juga maumemakan fitoplankton dan bahan nabati lain yang jatuh ke badan air.[5]Ikan bilih memijah dengan cara menyongsong aliran air sungai yang bermuara ke danau. Disekitar Danau Singkarak, sungai-sungai tersebut di antaranya adalah Batang Sumpur,Paninggahan, dan Muaro Pingai. Nampaknya tidak ada musim memijah yang tertentu, karenaselalu ada saja induk yang beruaya masuk ke sungai dan bertelur. Faktor lingkungan yangmempengaruhi pemijahan ikan bilih adalah arus air dan substrat dasar sungai. Ikan ini memilihperairan sungai yang jernih dengan suhu air yang relatif rendah, antara 24–26°C, dan dasarsungai yang berbatu kerikil dan atau pasir. Telur-telur dikeluarkan induk-induk ikan di dasarsungai, dibuahi oleh ikan jantan, dan tenggelam ke dasar untuk kemudian hanyut terbawa arus airmasuk ke danau.[7][8]PemanfaatanIkan bilis merupakan ikan konsumsi yang penting, setidaknya secara lokal di Sumatera Barat.Ikan ini mendominasi hingga 73,8% produksi ikan Danau Singkarak pada tahun 2003, yangtotalnya mencapai 352,3 ton.[7] Namun produksi ini sebetulnya sudah banyak menyusut, apabiladibandingkan dengan produksi pada tahun 1998 sebesar 736,46 ton; dan penyusutan produksi inisudah diramalkan sebelumnya.[9]
  20. 20. Umumnya ikan bilih diolah dengan cara dikeringkan dan diasinkan sehingga awet untuk waktuyang lama. Ikan ini sempat menjadi komoditas ekspor hingga dijual ke negeri jiran Malaysia danSingapura. Sayangnya penangkapan yang tidak berwawasan lingkungan inilah yang sempatmembawa ikan bilih menuju kepunahan.PelestarianDi habitat aslinya, selain upaya penebaran ikan bilih yang dihasilkan dari pembenihan,penyediaan suaka buatan dianggap rnenjadi alternatif lebih baik untuk rnenyelamatkanpopulasinya dari kepunahan. Oleh karena itu, pada tahun 2003 model suaka buatan untuk ikanbilih telah dibangun di Batang Sumpur di Kabupaten Pasaman Barat, salah satu sungai yangbermuara ke Danau Singkarak. Suaka tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk memproduksibenih ikan bilih secara alami. Hasil evaluasi rnenunjukkan bahwa suaka buatan dapat berfungsibaik, sehingga suaka sejenis perlu dibangun di beberapa lokasi penangkapan seperti di SungaiPaninggahan dan Muara Pingai sebagai sentra penangkapan ikan bilih dengan sistem alahan.[7]Awalnya, Ikan bilih dianggap hanya bisa hidup di Danau Singkarak, namun sejak tahun 2003,ikan bilih mulai dicoba untuk diperkenalkan untuk dibudidayakan di luar danau tersebut. Melaluipenelitian Institut Pertanian Bogor dihasilkan bahwa ikan bilih dengan penanganan tertentu dapatdiperkenalkan ke habitat danau lain. Hingga saat ini danau lain sebagai tempat budidaya baruikan bilih adalah Danau Toba di Sumatera Utara.Nama lokalBilih dalam bahasa Minangkabau juga berarti „iblis‟ atau „setan‟. Namun asal nama ikan inisebetulnya adalah pelafalan Minang untuk „bilis‟, yakni ikan-ikan kecil sebangsa teri;dikarenakan bentuk yang menyerupai satu sama lain walau sebenarnya sangat jauhkekerabatannya.Jenis yang berkerabatBilis berkerabat dekat dengan genggehek (Mystacoleucus marginatus) yang sebarannya lebihluas. Genggehek bertubuh lebih besar, hingga 200 mm.RujukanKehungDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Kehung
  21. 21. Channa lucius dari Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Perciformes Famili: Channidae Genus: Channa Spesies: C. lucius Nama binomial Channa lucius (Cuvier, 1831).Kehung (Channa lucius) adalah sejenis ikan karnivora dari sungai-sungai di dalam hutan. Ikanini termasuk ke dalam suku Channidae (keluarga ikan gabus). Di beberapa daerah dikenalsebagai muju-muju (Kerinci); gabus cina (Btw.)[1]; serta kihung, kehung atau kesung (Kalteng).Juga runtuk (Kalimantan); bujuk, bujok atau ikan ubi (Malaysia); trey kanh chorn chey(Kamboja); serta splendid snakehead atau forest snakehead (Ingg.).[2]Daftar isi 1 Pengenalan 2 Penyebaran dan ekologi 3 Jenis serupa 4 Catatan kaki 5 Pranala luarPengenalan
  22. 22. Panjang yang terbesar 330 mm TLIkan yang bertubuh gilig memanjang, seperti peluru kendali. Panjang total[3] ikan dewasa dapatmencapai 360 mm.Kepala bagian atas (belakang) agak mencembung, namun tak begitu kentara pada spesimenberukuran kecil. Dengan bercak-bercak besar di sisi tubuh dan garis-garis (pita) miring berwarnagelap di bagian perutnya. Sederetan gigi berbentuk taring terdapat pada langit-langit (vomer danpalatine) mulutnya, di antaranya terdapat gigi-gigi yang lebih kecil. Pangkal sirip dorsal dengangurat sisi diantarai oleh 5½ deret sisik.[1][4]Sisi bawah kepala dan tubuhJari-jari (duri) lunak pada sirip dorsal (punggung) berjumlah 38-41 buah; pada sirip anal (dubur)27-29 buah. Gurat sisi pada ikan dewasa antara 58-65 buah.[4]Warna tubuhnya sangat bervariasi. Ikan muda berwarna kecoklatan di punggung dan kekuningandi perutnya. Sebuah garis (pita) gelap berjalan dari belakang mata hingga ke ekor, namun di sisibadan terputus-putus membentuk deretan bercak gelap berukuran besar. Di antara bercak-bercakitu, agak ke sebelah atasnya, terdapat deretan bercak yang kedua, yang sering menyatu denganwarna gelap di punggung ikan. Sela-sela di antara kedua deretan bercak itu membentuk gariszigzag terang memanjang sisi tubuh. Namun warna-warna ini kerap mengabur pada ikan yangtua.[1]Penyebaran dan ekologi
  23. 23. Perbandingan bentuk dengan ikan gabus (dua yang teratas)Sungai-sungai di pantai timur Sumatra tengah dan selatan; Kalimantan (Kapuas, Mahakam,Kayan, Sarawak bagian selatan); dan Jawa. Juga Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos (SungaiMekong), dan Cina.[2]Hidup terutama di sungai-sungai di hutan dan rawa gambut, menyukai aliran air yang cukupderas. Namun juga ditemukan di danau, waduk dan kolam. Cenderung krepuskular ataunokturnal, ikan ini kerap dijumpai di bagian perairan yang banyak bervegetasi. [2]Jenis serupaIkan kerandang (Channa pleuropthalmus) memiliki 4-5 bercak-bercak hitam berderet di tiap sisitubuhnya, namun bercak-bercak itu dikelilingi cincin kuning atau merah membentuk ocelli,bercak serupa mata. Jari-jari sirip dorsal 40-43; sirip anal 28-31; gurat sisi 57-58ArapaimaDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Arapaima
  24. 24. Status konservasi Data Kurang (IUCN 2.3) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Osteoglossiformes Famili: Osteoglossidae Upafamili: Heterotidinae Genus: Arapaima Spesies: A. gigas Nama binomial Arapaima gigas (Cuvier, 1829)Arapaima pada panjang maksimal.
  25. 25. Arapaima di Akuarium Shedd.Arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar terbesar di duniayang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuhmaksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapatarapaima yang berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk dikonsumsipenduduk atau diekspor ke negara lain.Arapima di Indonesia Sea World, Jakarta [1] The East Building - Side Terrace. Mega Kuningan Jakarta. 112.215.21.218 13 September 2012 by rando. River World, Purbasari Pancuran Mas Purbalingga[2] [3] Elephant Safari Park, Taro ( Bali ) Rumah Makan Kampung Laut, Semarang SKI Binabarum , bogor. Restoran Lembur Kuring, Medan. SPBU Arapaima, Banjarnegara Kebun Binatang Gembira Loka, YogyakartaBaungDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari ? Baung Baung kuning, dari Darmaga, Bogor
  26. 26. Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Siluriformes Famili: Bagridae Genus: Hemibagrus Bleeker, 1862 Tipe spesies Bagrus nemurus Valenciennes, 1840 Species Lihat pada teks. Sinonim Macropterobagrus Nichols, 1925 Brachymystus Fowler, 1937Baung adalah nama segolongan ikan yang termasuk ke dalam marga Hemibagrus, sukuBagridae. Ikan yang menyebar luas di India, Cina selatan dan Asia Tenggara ini[1] juga dikenaldengan banyak nama daerah, seperti ikan duri, baong, baon (Mly.), bawon (Btw.), senggal atausinggah (Sd.), tagih atau tageh (Jw.), niken, siken, tiken, tiken bato (Kalteng), dan lain-lain.[2]Baung masih sekerabat dengan lele (bangsa Siluriformes). Nama marganya, Hemibagrus, berasaldari kata bahasa Latin hemi yang berarti “setengah” atau “separuh”, dan bagrus, yang dipungutdari pelafalan Muzarab bagre atas perkataan Yunani pagros, yakni nama sejenis ikan laut (Ingg.:seabream).[3]Daftar isi 1 Pengenalan 2 Sifat Biologis 3 Pemanfaatan 4 Jenis-jenisnya 5 Pengecualian 6 Referensi 7 Pranala luarPengenalan
  27. 27. Kepala baung kuning yang masih kecil. Darmaga, BogorMarga Hemibagrus pada mulanya dianggap satu dengan marga Mystus (ikan-ikan keting ataulundu), atau yang sebelumnya dikenal sebagai Macrones. Marga ini dipisahkan, salah satunyaialah karena anggotanya yang dewasa umumnya memiliki tubuh yang berukuran besar.[4] Sejenisbaung dari Indocina bagian tengah, H. wyckioides, diketahui sebagai jenis baung terbesar yangdapat mencapai bobot tubuh 80 kg.[5] Bertubuh agak mirip dengan lele, ikan-ikan baungmemiliki kepala yang memipih agak mendatar, dengan bagian tulang tengkorak yang kasar diatas kepala tak tertutupi oleh kulit, dan sirip lemak yang berukuran sedang berada di belakangsirip punggung (dorsal).[4] Baung bertubuh licin tanpa sisik di tubuhnya; dan serupa denganlundu dan patin, baung memiliki tiga duri yang berbisa (patil), yakni pada sepasang siripdadanya, dan sebuah lagi berada di awal sirip punggungnya.Sifat BiologisBaung adalah ikan air tawar yang dapat hidup dari perairan di muara sungai sampai ke bagianhulu. Bahkan di Sungai Musi (Sumatera Selatan), baung ditemukan sampai ke muara sungai didaerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemui di tempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidupdi perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk.Baung bersifat noktural. Artinya, aktivitas kegiatan hidupnya (mencari makan, dll) lebih banyakdilakukan pada malam hari. Selain itu, baung juga memiliki sifat suka bersembunyi di dalamliang-liang di tepi sungai tempat habitat hidupnya. Di alam, baung termasuk ikan pemakansegala (omnivora). Namun ada juga yang menggolongkannya sebagai ikan carnivora, karenalebih dominan memakan hewan-hewan kecil seperti ikan-ikan kecil (Arsyad, 1973). Pakan baungantara lain ikan-ikan kecil, udang-udang kecil, remis, insekta, molusca, dan rumput.PemanfaatanDi Asia Tenggara, baung merupakan ikan konsumsi yang penting.[5] Tekstur dagingnya berwarnalembut, putih, tebal tanpa duri halus, sehingga sangat digemari masyarakat.[6] Berbagai masakanikan baung yang terkenal enak, di antaranya adalah pindang baung dari Sumatera Selatan danbaung asam padeh dari Riau, serta ikan baung panggang dari Kalimantan. Selain itu, ikan baungjuga biasa dijadikan ikan asap.
  28. 28. Salah satu jenisnya, yakni baung putih (H. nemurus), telah berhasil dikembangkanpembenihannya dan dibudidayakan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar(BBPBAT) Sukabumi semenjak tahun 1998.[6]Jenis-jenisnyaSecara biogeografi, marga Hemibagrus diketahui menyebar luas di sebelah timur lembah SungaiGangga – Brahmaputra dan di selatan aliran Sungai Yangtze. Ragam jenis yang tertinggiberkembang di wilayah Paparan Sunda.[4]Berikut ini adalah tabel spesies anggota marga Hemibagrus menurut daftar yang disusun Ferraris(2007)[7]: Spesies[7] Author[7] Penyebaran[7] Nama umumHemibagrus (Regan, 1906). Endemik di Sungai Baram, Serawak.baramensis Endemik di aliran sungai-sungaiH. bongan (Popta, 1904) Kapuas, Rajang dan Baram, Kalimantan bagian barat. Ng, Wirjoatmodjo Endemik di sekitar lembah SungaiH. caveatus & Hadiaty, 2001 Alas, AcehH. centralus Mai, 1978 Vietnam bagian utara Ng & Dodson, Terbatas di aliran sungai-sungaiH. chrysops[4] 1999 Sadong dan Rajang, Serawak. (Fang & Chaux, Lembah sungai Mekong bagianH. filamentus 1949) tengah dan hilirH. fortis (Popta, 1904) Kalimantan Ng, Martin-SmithH. furcatus Lembah sungai Segama, Sabah & Ng, 2000 Wilayah Endau-Rompin,H. gracilis[1] Ng & Ng, 1995 Semenanjung MalayaH. guttatus (La Cepède, 1803) Cina selatan dan LaosH. hainanensis (Tchang, 1835) Hainan Sungai-sungai Kapuas dan Baram (Kalimantan bagian barat), Musi danH. hoevenii (Bleeker, 1846) Batanghari (Sumatra bagian timur), serta lembah sungai Muar, Semenanjung Malaya.H. hongus Mai, 1978 Vietnam bagian utara Ng & Ferraris,H. imbrifer Lembah sungai Salween, Thailand 2000
  29. 29. H. johorensis (Herre, 1940) Semenanjung Malaya dan SumatraH. macropterus Bleeker, 1870 Cina selatan Roberts &H. major † Phetchabun, Thailand. Jumnongthai, 1999H. maydelli (Rössel, 1964) Sungai Khrisna, India Sungai-sungai Gangga, Brahmaputra,H. menoda (Hamilton, 1822) Mahanadi dan Godawari di India dan Bangladesh Sungai-sungai Manipur (India),H. (Day, 1877) Irawadi dan Sittang (Burma), sertamicrophthalmus Salween (Thailand) (Valenciennes, Jawa, dan kemungkinan pula wilayah- Baung putih,H. nemurus 1840) wilayah di sekitarnya. baung sungai Endemik di aliran Sungai Kapuas,H. olyroides (Roberts, 1989) Kalbar Sungai-sungai Irawadi, Sittang danH. peguensis (Boulenger, 1894) Pegu (Burma), (Valenciennes,H. planiceps Terbatas di Jawa Baung kuning 1840)H. pluriradiatus (Vaillant, 1892) Cina selatan dan LaosH. punctatus (Jerdon, 1849) Tamil Nadu dan Mysore, India (Inger & Chin, Terbatas di sekitar SungaiH. sabanus 1959) Kinabatangan, Sabah Ng & Rainboth,H. spilopterus[5] Lembah sungai Mekong bagian hilir. 1999 Ng & Ferraris,H. variegatus Lembah sungai Tenasserim, Burma 2000H. velox Tan & Ng, 2000 Sungai-sungai di Sumatra tengahH. vietnamicus Mai, 1978 Laos dan Vietnam bagian utara Lembah sungai Mekong dan ChaoH. wyckii (Bleeker, 1858) Phraya, serta di wilayah Paparan Baung kunyit Sunda (Fang & Chaux, Kamboja, Laos, Thailand dan CinaH. wyckioides 1949) selatanPengecualianNama baung kadang-kadang juga digunakan untuk menyebut jenis-jenis ikan yang berbentukserupa dalam suku Bagridae, namun tergolong ke dalam marga yang lain di luar Hemibagrus.Misalnya, [8]
  30. 30. Baung burai, Pseudomystus stenomusBaung duri, Leiocassis poecilopterusBaung layar, Bagrichthys hypselopterusBaung lebang, Pseudomystus fuscusBaung tikus, Bagroides melapterus

×