2.2 Pengantar Sistem

2,805 views

Published on

  • Be the first to comment

2.2 Pengantar Sistem

  1. 1. PENGANTAR SISTEM 2
  2. 2. Perspektif Sistem Komponen Sistem:  Entiti: obyek sistem yang menjadi pokok perhatian  Atribut: sifat yang dimiliki entiti  Aktivitas: proses yang menyebabkan perubahan dalam sistem yang mengubah atribut, bahkan entiti  Status: keadaan entiti dan aktivitas pada saat-saat tertentu, atau kumpulan variabel yang penting untuk menggambarkan sistem pada sembarang waktu, tergantung pada tujuan studi sistem.  Kejadian: peristiwa sesaat yang dapat mengubah variabel status sistem.
  3. 3. Perspektif Sistem (2) Endogenous  Aktivitas dan kejadian yang terjadi di dalam sistem  Melihat sistem dari subsistem-subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu Eksogenous  Aktivitas yang terjadi di luar sistem.  Melihat sistem dari supersistem yang di dalamnya juga termasuk unsur lingkungan yang kompleks.
  4. 4. Perspektif Sistem (3)Sistem Entiti Atribut Aktivitas Kejadian Variabel StatusBank Pelanggan Pemeriksaan Melakukan Kedatangan, Jumlah teller yang sibuk, rekening deposito kepergian jumlah pelanggan yang menungguKereta cepat Penumpang Asal, tujuan Perjalanan Tiba di stasiun, Jumlah penumpang yang tiba di tujuan menunggu di tiap stasiun; jumlah penumpang yang transitProduksi Mesin Kecepatan Pengelasan, Kerusakan Status mesin (sibuk, kapasitas, pengecatan nganggur, atau rusak) tingkat kerusakanKomunikasi Pesan Jarak, tujuan Pengiriman Sampai di tujuan Kumlah pesan yang menunggu untuk dikirimPersediaan Gudang Kapasitas Pengambilan Permintaan Level persediaan, pesanan yang belum dipenuhi
  5. 5. Perspektif Sistem (4) Pemahaman sistem harus dimulai dari konsep yang fundamental:  Abstraksi, menekankan kerincian dan konsentrasi pada sifat sistem yang sedang diperhatikan.  Partisi, menggambarkan kesatuan sistem sebagai jumlah komponen bagiannya,  Proyeksi, menggambarkan keseluruhan sistem tapi hanya menonjolkan sebagian dari sifat-sifat utamanya.
  6. 6. Karakteristik Sistem Perilaku sasaran Keseluruhan (Wholism) Keterbukaan (Openness) Transformasi (Transformation) Keterhubungan (Interrelatedness) Mekanisme Kontrol (Control Mechanism)
  7. 7. Perilaku Sasaran Pamrih suatu sistem adalah menciptakan nilai (value) dengan menggabungkan dan menggunakan sumber-sumber melalui cara tertentu. Penciptaan nilai mencermikan sasaran (purpose) sistem. Sistem dengan sasaran majemuk membutuhkan penentuan prioritas berdasarkan satu set kriteria nilai. Tidak semua kriteria nilai dapat dicapai secara simultan, dan tidak semua kriteria nilai dapat dipenuhi karena adanya kendala (constraint).
  8. 8. Perilaku Sasaran (2) Sistem Mekanik Sistem Biologi Sistem Organisasi (Mobil) (Manusia) (Perusahaan Bisnis) Bensin Makanan dan air Orang-orang Oli Pakaian Peralatan Air Informasi MaterialMobil Manusia Organisasi BisnisTransportasi Memperpanjang usia Produk dan jasa ekonomiTravel ekonomis Kesehatan fisik KeuntunganSimbol status Kesehatan mental Kontribusi sosialAlat biisnis Kepuasan pribadi Kesempatan kerja
  9. 9. Perilaku Sasaran (3)Kriteria Nilai Mobil Manusia Organisasi BisnisKualitas Data tahan Hidup sehat Produk tahan lama Kenyamanan Kekuatan fisik Pemenuhan kebutuhan dasar Keandalan Kepintaran Pelayanan yang baikKuantitas 15 km/liter Panjang umur Volume produksi tinggi Pilihan atas Gelar sarjana atau Jumlah penjualan banyak model masterWaktu Ketersediaan Program belajar Ketersediaan mobil cepat produk Dana cepat Pelayanan cepatOngkos Harga jual tinggi Biaya kesehatan Jaminan atau rendah garansi
  10. 10. Perilaku Sasaran (4)Mobil Manusia Organisasi BisnisStandar keamanan resmi Ketersediaan Aturan upah minimum pendapatanUndang-undang polusi Adat istiadat Ketersediaan sumberStatus teknologi Hukum sosial Tekanan sosila
  11. 11. Keseluruhan (Wholism) Konsep keseluruhan: suatu teori yang menyatakan bahwa faktor-faktor penentu merupakan kesatuan yang tidak dapat direduksi lagi. Sinergi berhubungan dengan kemampuan bagian-bagian untuk mencapai sasaran atau tujuan bersama. Keseluruhan menekankan adanya suatu bauran yang tepat dari tujuan/sasaran yang memampukan berbagai bagian atau anggota untuk mengoptimasikan nilai yang diciptakan seluruh sistem.
  12. 12. Keseluruhan [2] Mobil: logam, karet, plastik Manusia: Tulang, otot, syaraf Organisasi: manusia, uang, mesin
  13. 13. Keterbukaan (Openness) Sistem terbuka menunjukkan karakteristik equifinality (kesamaan akhir). Status akhir dari sistem dapat dicapai dari berbagai status awal. Konsep equifinality memiliki implikasi penting bagi manajemen sistem organisasi yang menyarankan kebutuhan terhadap suatu multidimensi, pendekatan situasional dalam pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
  14. 14. Keterbukaan [2]Mobil Manusia OrganisasiUndang-undang Panas dan dingin PersainganKondisi jalan Tekanan sosial Keinginan pelangganCuaca Tuntutan organisasi Undang-undang
  15. 15. Transformasi (transformation) Proses transformasi suatu sistem sering digambarkan dengan menggunakan kerangka model input-output. Analisis hasil akhir memfokuskan pada tingkatan nilai tambah melalui unit transformasi dan penggunaan berbagai bauran input. Pemodelan kotak hitam: hubungan antara output sistem dan input sistem dapat digambarkan dan dianalisis tanpa pengetahuan yang mendalam mengenai kerja internal dari unit transformasi.
  16. 16. Transformasi (transformation) Analisis proses: konsep analitik sistem yg memperhatikan bagaimana mentransformasikan input-output. Konsep input-output adalah kerangka yang bermanfaat untuk mengevaluasi operasi sistem (analisa proses) dan menentukan alternatif-alternatif untuk peningkatan performansi sistem.
  17. 17. Keterhubungan Mencakup interaksi internal dan ketergantungan antar bagian-bagian atau elemen-elemen pembentuk sistem dan interaksi sistem dengan lingkungannya. Setiap sistem mempunyai ketergantungan pada sesama subsistem itu sendiri (horizontal) atau dengan sistem yang lebih besar lagi (vertikal). Jika suatu sistem dianggap sebagai sistem, maka dibawahnya ada subsistem dan diatasnya ada supra sistem
  18. 18. Mekanisme Kontrol Mekanisme kontrol merupakan proses pengaturan yang digunakan sistem untuk mengorek setiap penyimpangan yang terjadi, baik akibat interaksi internal maupun pengaruh lingkungannya. Konsep tingkatan juga berlaku untuk hirarki kontrol Tingkatan kontrol tertinggi menerima umpan balik dari lingkungan
  19. 19. Mekanisme Kontrol (2)Mobil Minyak habis Jarum penunjuk Mengisi tangki Gangguan di jalan Rem Mobil berhenti Aturan pemakaian Supir Beli sabuk sabuk pengamanManusia Latihan meningkat Jantung Sirkulasi darah semakin cepat Kena api Otak Menarik tangan Tekanan sosial Individu Mengubah kebiasaanOrganisasi Bisnis Permintaan Pengadaan Beli material material Pesanan Produksi Manufaktur pelanggan produk Naiknya tingkat Manajemen Bayar dengan gaji gaji minimum puncak yang lebih besar
  20. 20.  Karakterisasi sistem merupakan bagian yang penting dari analisis sistem. Analisis sistem haruslah mencakup pengkajian dan evaluasi sasaran sistem, kebutuhan akan lingkungan, bagaimana sumber diubah menjadi nilai, interaksi antar bagian, dan bagaimana pengendalian sistem dalam upaya mencapai integrasi subsistemnya.
  21. 21. Contoh Sistem pengelolaan sampah???
  22. 22.  Fungsi dan Tujuan: Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya pengangkutan sampah Sasaran: Wajah kota yang bersih dan rapih  Kuantitatif: jumlah sampah kota yang terangkut, jumlah penduduk yang terlayani, posentase daerah yang terjangkau  Kualitatif naiknya tingakt kesehatan masyarakat kota, berkurangnya jenis-jenis peyakit, lancarnya drainase,
  23. 23.  Kelola sampah  organisasi formal Organisasi sbg sistem Output?? Input?? Proses??
  24. 24.  Output kualitatif: wajah kota bersih, rapi, tertib, indah Output kuantitatif: tingkat pelayanan yang diberikan (prosentase pelayanan terhadap jumlah penduduk, luas kota, jumlah sampah kota yang terangkut setiap harinya Input: manusia, peralatan, biaya dan metode pengelolaan
  25. 25. Transformasi? Subsistem organisasi dan manajemen  bentuk/struktur organisasi, tata laksana kerja Subsistem teknik operasional  pelayanan, penampungan, pemindahn, pengangkutan, pembuangan akhir Subsistem pembiayaan dan retribusi  struktur, pola dan prosedur retribusi, struktur tarif retribusi Subsistem pengaturan  Perda pengelolaan sampah, Perda ketertiban umum
  26. 26. Lingkungan? Faktor lingkungan internal  tungkat dan pola seta masyarakat Faktor lingkunga eksternal  peraturan/UU, kondisi fisik kota (topografi, hidrologi, kondisi jalan), kondisi demografi, kondisi sosial budaya, aspek kesehatan dan sanitasi lingkungan
  27. 27. Klasifikasi Sistem Konseptual dan Empiris Sistem Alamiah dan Buatan Sosial, Manusia-Mesin, dan Mesin Sistem Terbuka dan Tertutup Adaptif dan Nonadaptif Permanen dan Sementara Stasioner dan Nonstasioner Subsistem dan Suprasistem Sistem Abstrak dan Sistem Fisis Sistem Statis dan Sistem Dinamis Sistem Mekanik dan Sistem Organik
  28. 28. Konseptual dan Empiris Sistem Konseptual  Kumpulan konsepsi, ide, atau karakteristik guna menguraikan penjelasan atau klasifikasi suatu sistem nyata.  Mencakup struktur teoritis yang bersifat unik.  Contoh: sistem ekonomi, sistem geometri Sistem Empiris  Sistem operasional yang kongkrit/nyata.  Sistem yang tidak terbentuk (intangible).  Contoh: sistem listrik, termal, kimia
  29. 29. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Sistem Alamiah  Sistem yang telah terbentuk dengan sendirinya yang dapat ditemui di alam bebas.  Contoh: sistem ekologi, sistem tata surya Sistem Buatan  Sistem yang diciptakan dan dikendalikan dengan tujuan tertentu.  Sistem ditemukan dengan variasi yg tidak ada habisnya.  Contoh: sistem produksi, sistem ekonomi
  30. 30. Sosial, Manusia-mesin, & Mesin Sistem Sosial  Menyangkut kumpulan manusia, terlepas dari sasaran, dan proses- proses lainnya dari sistem itu.  Terbentuk akibat adanya interaksi antara struktur peran manusia dan perilaku manusia.  Contoh: organisasi perusahaan, instasi pemerintah Sistem Manusia-mesin  Sebagian besar sistem empiris termasuk kategori sistem manusia-mesin.  Sistem berupaya mengakomodasikan hubungan manusia-mesin, dimana mesin digunakan manusia untuk mencapai tujuan. Sistem Mesin  Mampu mendapatkan inputnya sendiri dan melakukan pemeliharaan sendiri sebagaimana layaknya suatu organisme.  Sistem masih merupakan hayalan, contoh: artificial intelegence
  31. 31. Sistem Terbuka dan tertutup Sistem Terbuka  Sistem yang mampu berinteraksi dengan lingkungannya dimana dimungkinkan adanya pertukaran materi, energi, maupun informasi dengan lingkungannya.  Sistem yg mengandung organisme yg hidup, sistem organisasi perusahaan. Sistem Tertutup  Tidak mempunyai relasi/interaksi terhadap lingkungannya.  Sistem ideal, ada sifat-sifat alamiah yang diabaikan.  Digunakan sebagai cara pendekatan awal pada suatu sistem dengan menyederhanakan situasi yang kompleks.  Contoh: percobaan gerak silinder pada bidang miring, mengabaikan pengaruh gerakan kinetis, dan menganggap pengaruh gaya dorongnya konstan.
  32. 32. Adaptif dan Nonadaptif Sistem Adaptif  Memberikan reaksi terhadap lingkungannya, sedemikian rupa sehingga dapat memperbaiki fungsinya, prestasinya, atau kemungkinannya untuk bertahan hidup.  Contoh: perusahaan yg sukses adalah perusahaan yang menyesuaikan diri dengan lingkungannya pada saat yg tepat. Sistem Nonadaptif  Tidak memberikan reaksi terhadap lingkungannya  Dapat berubah menjadi adaptif seandainya terdapat hubungan dengan energi, belajar, dan koreksi diri selama proses adaptasi.
  33. 33. Permanen dan Sementara Sistem Permanen  Semua sistem yang berlaku untuk rentang waktu yang cukup panjang, dibandingkan dengan kegiatan manusianya dalam sistem tersebut.  Contoh: Sistem ekonomi makro yang mengalami perubahan perlahan, pada dasarnya bersifat permanen bagi perencanaan yg akan datang. Sistem Sementara  Diadakan untuk jangka waktu tertentu dan sesudahnya dihapuskan atau dimodifikasi kembali.  Penting artinya dalam melaksanakan tugas tertentu dalam dunia perusahaan.
  34. 34. Stasioner dan Nonstasioner Stasioner  Sistem dimana sifat dan operasinya tidak mengalami perubahan yang berarti, atau hanya berubah menurut siklus repetitif.  Kegagalan awal akan menghilangkan kesempatan untuk memperbaiki sistemnya.  Contoh: sistem manufakturing fleksibel Nonstasioner  Sistem yang sifat operasinya mengalami perubahan dengan pola nonrepetitif.  Suatu kegagalan dalam suatu kasus tidak selalu menghasilkan modifikasi yg berhasil di masa yg akan datang, atau sistem yg dihasilkan benar berbeda dr asalnya.
  35. 35. Subsistem & Suprasistem Subsistem  Sistem yang lebih kecil dalam sistem itu disebut subsistem.  Masing-masing subsistem dapat dipandang sebagai sistem yg mempunyai tujuan tertentu. Suprasistem  Sistem yang lebih besar dan serba kompleks
  36. 36. Sistem Abstrak & Sistem Fisis Sistem Abstrak suatu susunan yang teratur dari gagasan atau konsepsi yang saling tergantung satu sama lain. Sistem Fisis kumpulan elemen-elemen yang beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai tujuannya.
  37. 37. Sistem Statis & Dinamis Sistem Statis  Sistem yang tidak dipengaruhi atau tidak bergantung pada perubahan waktu.  Sistem memiliki atribut dalam keadaan yang seimbang. Sistem Dinamis  Sistem yang dipengaruhi oleh perubahan waktu, dan memakai waktu sebagai variabel independen.  Menunjukan perubahan setiap saat akibat aktivitas.  Mendekati permasalahan dengan mengamati proses umpan balik yang berada di belakang semua perubahan yang teramati.
  38. 38. Sistem Mekanik dan Organik Sistem Mekanik memiliki tujuan dan standar performansi tetapi tidak ditentukan oleh sistem itu sendiri. Sistem Organik bersifat mandiri, mampu menetapkan tujuan dan standar performansi bagi dirinya sendiri.

×