Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bk Vii 1 Syukur Dan Spiritualitas Pengalaman Ibu Teresa

579 views

Published on

leadership

Published in: Spiritual, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bk Vii 1 Syukur Dan Spiritualitas Pengalaman Ibu Teresa

  1. 1. 11 Pengalaman ibu Teresa Ketika saya menolong seseorang yang miskin di pinggir jalan, saya dapat menolongnya dengan memberikan sepiring nasi atau sepotong roti. Tetapi bagi orang-orang yang merasa terusir, tidak diinginkan, tidak dicintai, ketakutan, orang-orang yang merasa tercampakan dari masyarakat – kemiskinan spiritual seperti ini jauh lebih sulit untuk diatasi. Mereka yang miskin secara materi bisa jadi merupakan orang yang sangat mengagumkan. Suatu satu sore kami pergi keluar dan menolong empat orang dari pinggir jalan. Salah satu diantaranya benar-benar dalam kondisi yang menyedihkan. Saya mengatakan kepada suster yang lain : quot;Tolonglah ketiga orang tersebut, saya akan menolong orang iniquot;. Maka saya mencoba untuk menolongnya dengan sepenuh kasih sayang. Saya baringkan ia di tempat tidur, dan terlihat secercah senyum yang indah di wajahnya. Ia memegang jemariku, dan mengucap satu patah kata : quot;Terimakasihquot; - dan ia pun meninggal. Tak ada yang dapat saya lakukan kecuali menilai kembali perasaan saya dihadapannya. Dan saya bertanya pada diri sendiri : quot;Apa yang akan saya katakan jika saya berada di posisinya?quot; Dan jawaban saya sangat sederhana. Saya akan mencoba menarik perhatian orang kepada diri saya. Saya akan
  2. 2. 12 berkata : quot;Saya lapar, saya sekarat, saya kedinginan, saya sakitquot; atau sejenisnya. Tetapi yang ia berikan kepada saya jauh lebih daripada itu, dia memberikan saya cinta yang luar biasa. Dan iameninggal dengan senyum di wajah. Kemudian ada seorang pria yang kami tolong dari dalam selokan, sebagian tubuhnya sudah dimakan oleh ulat, dan ketika kami telah membawanya ke rumah, dia hanya berkata : quot;Saya telah hidup seperti seekor binatang di jalanan, tetapi saya akan meninggal seperti malaikat, dicintai dan dirawatquot;. Kemudian, ketika kami telah selesai membersihkan semua ulat ditubuhnya, yang dia katakan dengan senyum di wajahnya adalah: quot;Suster, saya akan kembali ke rumah Tuhanquot; dan iapun meninggal. Sangat mengagumkan melihat kebesaran jiwa dari orang tersebut, yang dapat berbicara tanpa menyalahkan siapapun, tanpa membandingkan apapun. Seperti malaikat - inilah kebesaran jiwa orang-orang yang kaya secara spiritual walaupun miskin secara materi....

×