Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BAB I                                           PENDAHULUAN       Kerusakan bahan pakan akibat serangan serangga merupakan...
BAB II                                                     PEMBAHASAN         Beberapa hama gudang yang didapat dari hasil...
2. Tenebrio obscures pada kedelai dan ketan hitamClass: InsectaOrder: ColeopteraFamily: TenebrionidaeGenus: TenebrioSpecie...
Family: CurculionidaeGenus: SitophilusSpecies: S. oryzae        Kumbang bubuk beras (Sitophilus oryzae atau Calandra oryza...
Tingkat intensitas serangan hama dan nilai kerugian. Tingkat serangan kumbang ini akansangat signifikan (kerusakan di atas...
Menurut Supriyatin (2001), telur C. formicarius sulit dilihat karena ditutup dengan bahansemacam gelatin yang berwarna cok...
antena, thoraks, dan tungkai oranye sampai cokelat kemerahan, abdomen dan elytra biru metalik(Capinera 1998; Morallo dan R...
sampai 700 butir. Telur berbentuk lonjong agak transparan atau kekuning-kuningan atauberwarna kelabu keputih-putihan. Panj...
6. Sithopilus zeamais pada jagung       Kumbang bubuk S. zeamais merupakan hama gudang utama di Indonesia. Haman initerseb...
Perkembangbiakan. Aktivitas, dan kopulasi dilakukan pada isang hari dan berlangsunglebih lama dibandingkan dengan masa kop...
BAB III                                        KESIMPULAN       Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan serangga berupa k...
Daftar Pustaka :Anonym.            Tanpa        tahun.          Tenebrio      obscures.        Diakses         melaluihttp...
Laporan Praktikum Hama Gudang Pada Produk PascapanenDiajukan untuk memenuhi laporan praktikum mata kuliah Teknologi Pascap...
Pasca
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pasca

854 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pasca

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN Kerusakan bahan pakan akibat serangan serangga merupakan kasus yang paling seringterjadi. Serangga mengambil dan memakan zat makanan dari bahan baku dan menyebabkankerusakan lapisan pelindung bahan. Selain kerusakan secara fisik, karena sifat serangga yangsuka bermigrasi, serangga juga dapat memindahkan spora jamur perusak bahan pakan danmembuka jalan bagi kontaminasi jamur atau kapang yang menghasilkan mikotoksin. Seranggaperusak bahan pakan antara lain ngengat, penggerek dan kumbang. Serangga hama gudang mempunyai ciri-ciri umum (a) Tubuhnya terbagi atas 3bagian kepala, dada (toraks) dan perut (abdomen), (b) Bagian luar tubuh tertutup olehkulit luar (eksoskeleton), (c) Selama hidupnya mengalami perubahan bentuk (metamorfosa)yang sempurna dan tidak sempurna/ dan (d) Serangga dewasa mempunyai tiga pasang kaki. Serangga hama gudang baik yang berasal dari kelompok kumbang maupun ngengatmengalami metamorfosis sempurna yaitu dari telur , larva , pupa, dan dewasa (imago). Pengenalan akan jenis-jenis serangga hama gudang adalah sangat penting untukmenentukan prioritas dan cara pengendaliannya. Pada umumnya serangga hama gudang dapatdibagi menjadi hama primer dan hama sekunder. Hama primer yaitu serangga hama gudang yangmampu menyerang biji-bijian yang masih utuh, seperti Sitophilus spp. (weevil), Rhyzophertadominica (lesser grain borer) dan Sitotroga cerealella.( Angoumoisg rain moth). Sedangkanhama sekunder adalah serangga hama yang hanya mampu menyerang biji-bijian yang sudahrusak, seperti Tribolium spp . (flour beetle) dan Plodia interpunctella (Indian meal moth) Pembagian serangga hama gudang menjadi hama primer dan sekunder tidak mengacukepada arti pentingnya ditinjau dari segi ekonomi, melainkan hanya kepada urut -urutannya.Serangga hama gudang yang menyerang komoditi yang mahal dan banyak menimbulkankerugian disebut hama ekonomi, sedangkan hama yang tidak banyak menimbulkan kerugiandisebut hama non ekonomis.
  2. 2. BAB II PEMBAHASAN Beberapa hama gudang yang didapat dari hasil praktikum yaitu sebagai berikut : 1. Tenebrio molitor pada DedakKingdom: AnimaliaPhylum: ArthropodaClass: InsectaOrder: ColeopteraFamily: TenebrionidaeGenus: TenebrioSpecies: T. molitor Tenebrio molitor L. berwarna kuning, dan merupakanbagian terbesar dari kumbang yang menyerang bahan yang disimpan dengan panjang 1,25 cm(Cotton and St.G e o r g e , 1 9 2 9 ) . K e b e r a d a a n s e r a n g g a i n i b a n y a k t e r d a p a t p a d aserealia y a n g t e l a h r u s a k d i t e m p a t g e l a p d a n k o n d i s i y a n g l e m b a b ,t e t a p i kumbang ini menyerang semua bahan pangan yang di simpan. Kumbangbetina dapat bertelur sebanyak 100 telur dan hidup beberapa bulan. Ulatdapat bertahan pada kondisi yang kurang menguntungkan dan dapat t e r s e b a r s a n g a tj a u h d a r i t e m p a t m e n e t a s n y a . K u m b a n g d e w a s a s u k a terbang dan mendekati arahdatangnya cahaya.
  3. 3. 2. Tenebrio obscures pada kedelai dan ketan hitamClass: InsectaOrder: ColeopteraFamily: TenebrionidaeGenus: TenebrioSpecies: obscurus Tenebrio obscurus dewasa adalah kumbang hitam kusam dengan bentuk datar dan sisiparalel. Larva berwarna coklat gelap. Kumbang dewasa ini mirip dengan kumbang Tenebriomolitor yang memiliki penampilan yang lebih mengkilap, dan larva coklat kekuningan. Ukuranpanjang kumbang dewasa 18mm, dan larva 25mm. Habitat ditemukan di sekitar produk yangdisimpan lembab dan berjamur dan bahan hewani. Kumbang betina bertelur putih berbentuk kacang yang menetas menjadi mealworm (grubseperti larva) setelah sekitar satu minggu. Pakan larva pada tanaman atau bahan hewani sebelumterbentuk pupa. 3. Sitophilus oryzae pada beras dan gaplekKingdom: AnimaliaPhylum: ArthropodaClass: InsectaOrder: Coleoptera
  4. 4. Family: CurculionidaeGenus: SitophilusSpecies: S. oryzae Kumbang bubuk beras (Sitophilus oryzae atau Calandra oryzae) j u g a biasadisebut kumbang penggerek beras. Kumbang ini merupakan hama utama pada berasyang disimpan. Serangan kumbang ini ditandai dengan butir beras berlubang -lubang atau hancur menjadi tepung karena gerekan k u m b a n g . A k i b a t h a m a i n i ,b e r a s d a p a t k e h i l a n g a n b e r a t ( s u s u t b e r a t mencapai 23% setelah disimpan beberapabulan. Imago dapat terbang karena memiliki sayap yang berkembang sempurna, tetapipenyebarannya lebih banyak terbawa oleh beras yang terserang. Morfologi. Kedua jenis Sitophilus termasuk ke dalam Famili Curculionidae. Kedua jeniskumbang dewasa ini secara fisik sangat mirip sekali dan dapat dikenali dari bentuk kepalanyayang berbentuk moncong. Pada ujung moncong terdapat mandibula yang kuat, yang bergunauntuk melubangi kulit biji-bijian ketika makan dan ketika hendak meletakan telur. TubuhSitophilus berwarna coklat sampai coklat gelap, berbentuk silindris berukuran 2,5 - 3 mm,tergantung besar kecilnya butiran komoditi yang diserangnya. Bagian depan kepala membentuktonjolan sampai melewati kedua pasang mata dan berbentuk seperti moncong (snout). Padabagian alat mulut terdapat mandibula yang kuat yang berfungsi sebigai gigi. Antena berbentuksiku dan seperti gada, terdiri dari 7-9 ruas. Pada elitera (sayap depan) terdapat 4 noktah yangagak besar berwarna merah kecoklat-coklatan. Elitera dengan sempurna menutupi seluruh bagianabdomen. Tarsi kaki depan, tengah dan belakang berjumlah 4 ruas. Jenis kerugian yang ditimbulkan. Kumbang bubuk merupakan hama primer (dapatmenyerang suatu bahan tanpa ada pertolongan hama lain). Butir-butir komoditi yang diseranghama ini berlubang-lubang sehingga menyebabkan berkurangnya bobot komoditi secara drastisdan menurunkan kandungan gizi komoditi. Di pabrik pangan kumbang bubuk merupakan hama utama pada komoditi jagung ditempat penyimpanan. Butiran biji jagung menjadi berlubang-lubang dan beratnya menjadi turunsecara drastis. Akibat lain dari serangan kumbang bubuk ini menyebabkan kenaikkan suhukomoditi sehingga merangsang pertumbuhan cendawan untuk berkembang. Akibat dua serangandari kumbang dan cendawan komoditi jagung menjadi rusak sama sekali.
  5. 5. Tingkat intensitas serangan hama dan nilai kerugian. Tingkat serangan kumbang ini akansangat signifikan (kerusakan di atas 40%) setelah bulan ke 5 sejak dimulainya serangan, apabilatindakan pengendalian sama sekali tidak dilakukan. Preferensi makanan. Kumbang bubuk ini merupakan hama utama pada komoditi beras,iagung, cantel dan gabah. Ekologi hama. Kumbang Sitophilus spp. dapat berkembang biak dengan baik padakondisi optimum ( temperature=28°C dan kelembaban relatif 70%). Pada kondisi seperti di ataskumbang bubuk ini dapat berkembang dengan baik pada biji-bijian yang bersih sekalipun bilakadar airnya >14%. Pada temperatur 15,5°C imago betina masih bisa meletakkan telur sertastadia larva dan pupa masih berkembang dengan sempurna meskipun memerlukan waktu yanglebih lama. Pada suhu ±7°C masih bisa bertahan hidup selama beberapa minggu walaupun dalamkeadaan dorman. 4. Cylas formicarius pada ubi jalar Siklus hidup C. formicarius memerlukan waktu 1–2 bulan, secara umum 35–40 hari padamusim panas. Generasinya tidak merata, demikian pula jumlah generasi selama setahun. DiIndonesia, terdapat 9 generasi C. formicarius dalam setahun, (Nonci dan Sriwidodo 1993;Supriyatin 2001), di Florida 6–8 generasi, di Texas 5 generasi, dan di Louisiana Amerika Serikat8 generasi (Waddil 1982; Capinera 1998). Serangga dewasa tidak berdiapause, tetapi cenderungtidak aktif bila kondisi lingkungan kurang sesuai. Semua fase pertumbuhan dapat ditemukansepanjang tahun jika tersedia makanan yang sesuai. Telur diletakkan di dalam rongga kecil yang dibuat oleh kumbang betina dengan caramenggerek akar, batang, dan umbi. Telur diletakkan di bawah kulit atau epidermis, secaratunggal pada satu rongga dan ditutup kembali sehingga sulit dilihat (Morallo dan Rejesus 2001).
  6. 6. Menurut Supriyatin (2001), telur C. formicarius sulit dilihat karena ditutup dengan bahansemacam gelatin yang berwarna cokelat. Telur C. formicarius berwarna putih krem, berbentuk oval tak beraturan, berukuran 0,46–0,65 mm (Supriyatin 2001), sedangkan menurut Capinera (1998) panjang telur 0,77 mm denganlebar 0,50 mm. Di Florida, lama fase telur berkisar 5 hari pada musim panas dan 11–12 hari bilamusim dingin (Capinera 1998). Periode inkubasi telur beragam sesuai dengan suhu, yakni 4 haripada suhu 30oC dan 7, 9 hari pada suhu 20oC. Di Indonesia, rata-rata lama fase telur adalah 7hari (Supriyatin 2001). Seekor kumbang betina meletakkan telur 3–4 butir/hari atau 75–90 butirselama hidupnya (30 hari). Di laboratorium, setiap ekor kumbang betina mampu meletakkantelur 122–250 butir (Capinera 1998), sedangkan menurut Supriyatin (2001) sekitar 90–340 butir. Larva yang baru menetas berukuran lebih besar dari telur, tanpa kaki, berwarna putih danlambat laun berubah menjadi kekuningan. Larva yang baru menetas langsung menggerek batangatau umbi. Bila larva menggerek batang, biasanya arah gerekan menuju umbi. Larva C. formicarius terdiri atas tiga instar dengan periode instar pertama 8– 16 hari,instar kedua 2–21 hari, dan instar ketiga 35–56 hari (Capinera 1998). Supriyatin (2001)melaporkan bahwa larva C. formicarius terdiri atas 5 instar dalam waktu 25 hari. Suhumerupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat perkembangan larva. Perkembangan larvamencapai 10 dan 35 hari berturut-turut pada suhu 30°C dan 24°C (Capinera 1998). Larva instarakhir berukuran panjang 7,50– 8 mm dan lebar 1,80–2 mm, berwarna putih kekuningan. Caput besar berukuran sepertiga dari panjang badan dan seperdua dari lebar badan.Kepala berwarna kuning hingga cokelat, mandibula kuning hampir hitam dan abdomen larvaagak besar. Larva instar akhir membentuk pupa pada umbi atau batang, berbentuk oval, kepala danelytra bengkok secara ventral. Panjang pupa berkisar 6–6,50 mm (Capinera 1998). Pupaberwarna putih, tetapi seiring dengan waktu dan perkembangannya, berubah menjadi abu-abudengan kepala dan mata gelap. Lama masa pupa berkisar 7–10 hari, tetapi pada cuaca dingindapat mencapai 28 hari (Capinera 1998). Di laboratorium di India, rata-rata stadium pupa adalah4,10 hari (Rajamma 1983). Kumbang yang baru keluar dari pupa tinggal 1–2 hari di dalam kokon, kemudian keluardari umbi atau batang. CABI (2001) melaporkan bahwa kumbang C. formicarius menyerupaisemut, mempunyai abdomen, tungkai, dan caput yang panjang dan kurus. Kepala berwarna hitam,
  7. 7. antena, thoraks, dan tungkai oranye sampai cokelat kemerahan, abdomen dan elytra biru metalik(Capinera 1998; Morallo dan Rejesus 2001). Supriyatin (2001) juga menyatakan bahwa C.formicarius mempunyai kepala, abdomen, dan sayap depan berwarna biru metalik, sedangkankaki dan dadanya cokelat. 5. Callosobruchus chinensis pada kacang hijauKingdom : AnimaliaFilum : ArthropodaKelas : InsectaOrdo : ColeopteraFamily : BruchidaeGenus : CallosobruchusSpesies : Callosobruchus chinensis Salah satu serangga hama yang sangat potensial merusak biji kacang hijau di gudangadalah Callosobruchus chinensis. Serangga hama ini disebut kumbang biji. Kumbang Biji(Callosobruchus chinensis) mempunyai moncong yang pendek dan femur tungkai belakang yangmembesar. Bentuk tubuh kumbang dewasa kebanyakan bulat atau lonjong. bentuk tubuhnyabulat telur dengan bagian kepalanya yang agak runcing. Pada sayap depannya terdapat gambarangelap yang menyerupai huruf U dan pronotumnya halus. Warna sayap depannya coklatkekuning-kuningan (Rioardi,2009) Pada kumbang jantan mempunyai ukuran tubuh 2,4 mm – 3 mm sedangkan kumbangbetina mempunyai ukuran tubuh 2,76 mm – 3,49 mm. Imago betina dapat menghasilkan telur
  8. 8. sampai 700 butir. Telur berbentuk lonjong agak transparan atau kekuning-kuningan atauberwarna kelabu keputih-putihan. Panjang telur 0,57 mm, berbentuk cembung pada bagian dorsal,dan rata pada bagian yang melekat pada biji.Tanaman inang Inang utama Callosobruchus chinensis ialah biji kacang hijau yang sudah berada digudang. Hama ini menyerang kacang hijau yang sudah ada di gudang karena untuk peletakantelur. Telur diletakkan pada permukaan biji dan direkatkan dengan semacam perekat. Kacang hijau merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang rentan terhadapinfestasi hama gudang. Hama gudang yang sering menyerang biji kacang hijau adalahCallosobruchus chinensis. Hama ini tersebar di seluruh dunia terutama daerah tropis dansubtropis (Kartasaputra 1987). Preferensi hama terhadap kacang hijau sebagai inang ditentukan oleh bentuk polong, bulupolong, kekerasan kulit biji, dan kandungan zat kimia (aroma) yang cocok untukpertumbuhannya (Talekar dan Lin 1981). Induk C. Chinensis mempunyai peranan penting dalampemilihan inang untuk meletakkan telurnya (Avidov et al. 1965). Menurut Kartasaputra (1987), C. chinensis mulai menyerang biji sejak di lapang sampaitempat penyimpanan. Kehilangan hasil akibat infestasi C. chinensis mencapai 70%. Kumbangbetina dapat memproduksi telur hingga 150 butir. Telur ditempatkan pada permukaan biji yangdisimpan dan umumnya menetas setelah 3-4 hari pada suhu 24,4-30,7°C dengan kelembapannisbi 67,5-82,6%. Masa larva berlangsung sekitar 14 hari dan masa kepompong 4-6 hari(Kartasaputra 1987).Gejala serangan Setelah imago betina bertelur, maka telur diletakkan pada permukaan produk kekacangandalam simpanan dan akan menetas setelah 3-5 hari. Larva biasanya tidak keluar dari telur, tetapihanya merobek bagian kulit telur yang melekat pada material. Larva akan menggerek di sekitartempat telur diletakkan. Lama stadia larva adalah 10-13 hari. Produk yang diserang akan tampakberlubang, karena larva terus menggerek biji dan berada di dalam biji sampai menjadi imago.Setelah menjadi imago, maka lubang pada biji menjadi tempat keluar imago dari dalam biji.
  9. 9. 6. Sithopilus zeamais pada jagung Kumbang bubuk S. zeamais merupakan hama gudang utama di Indonesia. Haman initersebar di daerah tropis dan subtropics dan menyerang biji-bijian yang disimpan, seperti berasdan jagung. Kumbang bubuk mengalami metamorphosis sempurna dari stadium telur sampai menjadiimago. Larva tidak bertungkai, berwarna putih jernih. Ketika bergerak,larva agak mengkerut,sedang kepompongnya tampak seolah telah dewasa. Imago mempunyai kepala yang memanjangmembentuk moncong (snout). Sayap mempunyai dua bercak yang berwarna agak pucat. Sayapdapat berkembang sempurna, sayap belakang berfungsi untuk terbang. Panjang tubuhnya 3,5-5mm (Kartasapoetra 1987).
  10. 10. Perkembangbiakan. Aktivitas, dan kopulasi dilakukan pada isang hari dan berlangsunglebih lama dibandingkan dengan masa kopulasi hama gudang lainnya. Lama hidup induk hamaini berlangsung 3-5 bulan. Setiap induk mampu menghasilkan 300-400 butir telur (Kartasapoetra1987). Siklus hidup hama ini berlangsung 28-90 hari, tetapi umumnya sekitar 31 hari. Siklushidup hama ini bergantung pada tempratur ruang penyimpanan, kelembapan atau kandungan airproduk yang disimpan, dan jenis produk yang diserang. Pada kelembapan 70% dan temperature18°C, siklus hidupnya dari telur menjadi dewasa atau imago mencapai 91 hari, namun padakelembapan 80% dengan temperature yang sama siklus hidup S. zeamais hanya 79 hari(Kartasapoetra 1987).
  11. 11. BAB III KESIMPULAN Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan serangga berupa kerusakan fisik dan kimiawi.Kerusakan secara fisik terjadi akibat kontaminasi bahan pakan oleh kotoran, jaring, bagian tubuhdan bau kotoran. Serangga memakan dan merusak struktur fisik bahan pakan, seperti berlubang,hancur dan memicu pertumbuhan mikroorganisme lain. Aktivitas makan yang dilakukan olehserangga menyebabkan bahan pakan kehilangan berat. Upaya untuk mengurangi resiko kerusakan akibat serangan serangga dapat dilakukandengan memperbaiki manajemen penyim-panan. Sistem penyimpanan sifatnya buatan sehinggadapat diatur sesuai kebutuhan. Pengendalian serangan serangga melalui sistem penyimpanandapat dilakukan dengan membaiki struktur bangunan tempat penyimpanan, penerapan sistemFIRST IN FIRST OUT dan mengendalikan kondisi bahan pakan yang disimpan.
  12. 12. Daftar Pustaka :Anonym. Tanpa tahun. Tenebrio obscures. Diakses melaluihttp://www.ozanimals.com/Insect/Dark-Mealworm/Tenebrio/obscurus.htmlHanafi, M. 2011. Kumbang Biji (Callosobruchus chinensis). Diakses melaluihttp://www.agrilands.net/read/full/agriwacana/hama-penyakit/2011/02/20/kumbang-biji-callosobruchus-chinensis.htmlKhalim, Abdul. 2011. Pengendalian Hama Pasca Panen Hama Gudang Tanaman Kacang Hijau.Institute Pertanian Yogyakarta. Diakses melaluihttp://institutyogyakarta.multiply.com/journal?&show_interstitial=1&u=%2FjournalNonci, Nurnina. 2005. BIOEKOLOGI DAN PENGENDALIAN KUMBANG Cylas formicariusFabricius (COLEOPTERA: CURCULIONIDAE). Jurnal Litbang Pertanian, 24(2), 2005Rivai dan Wirawan. Hama Pemukiman Indonesia. Diakses melaluihttp://www.sith.itb.ac.id/publikasi-ia/Entomologi-Permukiman/6-Hama%20Gudang.pdfSuparjo. 2010. Teknik Penyimpanan Pakan : Kerusakan Bahan Pakan Selama Penyimpanan.Jambi: Laboratorium Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas JambiSurtikanti. 2004. Kumbang Bubuk Sitophilus zeamais Motsch. dan Strategi Pengendaliannya.Jurnal Litbang Pertanian, 23(4), 2004 Teknologi Pascapanen
  13. 13. Laporan Praktikum Hama Gudang Pada Produk PascapanenDiajukan untuk memenuhi laporan praktikum mata kuliah Teknologi Pascapanen Disusun oleh Kelompok 4 : Rizky Hadi Rahmannia 150110080211 Mayang Winoti 150110080216 Annisa Handayani 150110080217 Redy Aditya P. 150110080220 Rizqi Laila Annisa 150110080221 Agroteknologi E Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran 2011

×