Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Cara Membuat Laporan Penelitian Geografi

28,581 views

Published on

File ini adalah materi contoh cara melakukan penelitian Geografi... semoga membantu.....

Check website saya bro...http://berbagimod.blogspot.com/

Published in: Education
  • Be the first to comment

Cara Membuat Laporan Penelitian Geografi

  1. 1. BAHAN MATRIKULASI GEOGRAFI Materi Pokok : Langkah Penelitian Geografi I. Kompetensi Dasar 1.1 Menghayati keberadaan dirinya sebagai makhluk Tuhan yang dapat berfikir ilmiah dan mampu meneliti tentang lingkungannya. 2.2 Menunjukkan perilaku yang bertanggungjawab sebagai makhluk yang dapat berfikir ilmiah. 3.2 Menganalisis langkah-langkah penelitian geografi terhadap fenomena geosfera. 4.2Menyajikan contoh penerapan langkah-langkah penelitian geografi dalam bentuk laporan observasi lapangan. II. Indikator · Mendeskripsikan sifat studi geografi · Menjelaskan pendekatan analisis studi geografi · Menjelaskan tujuan penelitian geografi · Mendeskripsikan unsur-unsur pokok penelitian geografi · Menerapkan teknik menulis karya ilmiah geografi · Membuat publikasi penelitian geografi dalam bentuk makalah Materi Pembelajaran · Sifat studi geografi · Pendekatan analisis studi geografi · Metode analisis geografi · Publikasi hasil penelitian geografi Karakter yang Dikembangkan :  Rasa Ingin Tahu  Kreatif  Gemar Membaca PENELITIAN GEOGRAFI Penelitian adalah usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap sesuatu masalah. Sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah-langkah sebagai suatu kebulatan prosedur. Penelitian geografi yaitu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan langka-langkah secara sistematis untuk memecahkan suatu permasalahan geografi yang meliputi ruang sebagai suatu region & objek penelitian. ( didasarkan atas kegiatan berpikir rasional,empiris ,teori di dukung fakta ) Studi geografi dalam fenomena geosfer meliputi studi tentang litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer. Secara garis besar, ada beberapa tahap dalam penelitian ilmiah geografi, yaitu sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah; dengan mengajukan pertanyaan yang bersumber dari teori atau fakta dari lapangan. 2. Mengkaji teori atau berpikir rasional untuk menentukan jawaban sementara atau dugaan terhadap masalah yang muncul. Jawaban sementara ini dinamakan hipotesis. 3. Mencari data di lapangan untuk membuktikan kebenaran jawaban. 4. Mengolah data dan menguji kebenaran jawaban sementara. 5. Menarik kesimpulan, yaitu menetapkan apakah jawaban sementara pada langkah kedua diterima atau ditolak. Halaman 1
  2. 2. A. Sifat studi geografi Sifat studi geografi berkenaan dengan fenomena geosfer yakni terdiri dari fenomena hidrosfer, litosfer, atmosfer, biosfer dan antrofosfer ,yaitu : 1) Studi kependudukan 2) Studi lingkungan 3) Studi sosial 4) Studi geografi dalam bidang pertanian 5) Studi geografi dalam bidang industri 6) Studi geografi dalam bidang transportasi dan komunikasi 7) Studi geografi dalam bidang sumber daya 8) Studi geografi dalam bidang pemukiman B. Pendekatan analisis studi geografi Fenomena geosfer dianalisis atau dikaji dengan menggunakan pendekatan geografi yang telah disampaikan pada materi sebelumnya. Cara menganalisis fenomena geografi yaitu dengan 3 pendekatan yaitu keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan. 1.Analisis Keruangan : Dalam kajian ini, mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting, seperti mempelajari pola penyebaran 2.Analisis Kelingkungan : Dalam pendekatan ini, dikaji tentang interaksi antara organisme hidup dengan lingkungannya, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan, seperti litosfer, hidrosfer, dan atmosfer 3. Analisis Kewilayahan : Merupakan kombinasi antar pendekatan keruangan dan analisis ekologi. C. Tujuan Penelitian Geografi 1. Menerapkan hasil penelitian geografi bagi kepentingan pemecahan masalah sosial, khususnya di wilayah penelitian, dan di seluruh wilayah yang mengalami masalah yang sama 2. Menerapkan hasil penelitian geografi bagi kepentingan hidup manusia masa kini dan masa yang akan datang. 3. Menyumbangkan hasil penelitian geografi bagi perencanaan dan pengembangan daerah, serta bagi kepentingan perencanaan dan pengembangan kehidupan. 4. Menguji kebenaran hipotesis yang diajukan terhadap masalah yang diteliti. 5. Menyumbangkan konsep, teori, atau prinsip baru yang ditemukan pada penelitian bagi kepentingan pengembangan ilmu geografi. D. Metode analisis Geografi Unsur-Unsur Pokok dalam Penelitian Geografi Metode analisis geografi adalah cara untuk menganalisis secara geografi Halaman 2
  3. 3. Penelitian harus dilakukan secara sistematis (berurutan) agar memperoleh hasil yang maksimal. Adapun sistematika penelitian adalah sebagai berikut: 1. Menentukan Masalah Penelitian dilakukan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu langkah awal yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian adalah memilih masalah yang akan diteliti. Masalah adalah penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan (Sugiyono, 2009 : 52). Misalnya: Pegawai yang terbiasa menggunakan mesin ketik manual harus ganti dengan computer, maka akan terjadi masalah karena tidak terbiasa; Setiap pergantian menteri akan diikuti pergantian kebijakan pendidikan, sehingga siswa harus menyesuaikan dengan kebijakan yang baru. Masalah yang dipilih dalam penelitian geografi harus memenuhi kriteria, antara lain: a. Masalah menyatakan hubungan antar dua variable, variable bebas /yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variable terikat (yang dipengaruhi). Kedua variable ini harus saling berhubungan satu sama lain. b. Masalah dinyatakan dalam kalimat tanya. c. Masalah dapat diteliti dan memungkinkan adanya ketersediaan data. Masalah yang dipilih untuk dijadikan bahan penelitian tentu saja akan berpengaruh terhadap hasil akhir penelitian. Penelitian yang baik adalah penelitian yang membahas mengenai masalah yang menarik untuk dikaji,penting dan akan berguna untuk kepentingan masyarakat luas ataupun lembaga terkait dalam pengambilan keputusan. 2. Menyusun Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Jika masalah adalah kesenjangan antara yang diharapkan dan yang terjadi, maka rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun demikian, terdapat hubungan yang erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap perumusan masalah harus didasarkan pada masalah. (Masalah geografi sekurang-kurangnya menyangkut tiga persoalan pokok: 1) apa masalahnya, 2) di mana masalah terjadi, 3) mengapa masalah terjadi ) Contoh rumusan masalah: a. Seberapa tinggi minat baca siswa SMA Negeri 7 Yogyakarta? b. Adakah perbedaan prestasi belajar antara siswa dari sekolah negeri dan swasta? c. Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa? 3. Menentukan Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Jika ada pertanyaan: Apa yang Anda teliti? Maka jawabannya berkenaan dengan variable penelitian. Secara teoritis variable diartikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang memiliki “variasi” antara satu dengan yang lainnya. Tinggi, berat badan, usia, sifat, kedisiplinan, merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk dan warna adalah atribut-atribut yang dimiliki oleh suatu obyek. Halaman 3
  4. 4. 4. Menentukan Landasan Teori Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah selanjutnya dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori, konsep, dan generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk melaksanakan penelitian (Sumadi, 1990). Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Teori adalah seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang tersusun secara sistematik sehingga dapat berguna untuk menjelaskan fenomena (Cooper and Schindler, 2003). Secara umum teori mempunyai tiga fungsi, yaitu: a. Fungsi menjelaskan (explanation), contohnya: jika besi dipanaskan akan memuai. b. Fungsi meramalkan (prediction), contohnya: jika besi dipanaskan hingga suhu 75°C berapa pemuaiaannya? c. Fungsi pengendalian (control). contohnya: berapa jarak sambungan rel kereta api yang paling sesuai dengan iklim tropis di Indonesia agar pemuaiaan rel tidak mengganggu jalannya kereta api? Deskripsi teori berisi tentang penjelasan terhadap variable-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap serta mendalam dari berbagai sumber, sehingga landasan yang dijadikan pedoman teori menjadi kuat dan valid. Jumlah teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan akan tergantung pada permasalahannya. Semakin lengkap referensi yang digunakan, maka landasan teori semakin baik. 5. Menyusun Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran adalah model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka pemikiran berawal dari perumusan masalah yang akan diangkat dalam penelitian. Selanjutnya variable-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan secara teoritis sesuai dengan landasan teori dan dapat pula merujuk pada penelitian yang relevan. Secara teoritis perlu dijelaskan pula hubungan antara variable bebas dan terikat, sehingga tujuan dan arah penelitian dapat diketahui dengan jelas. Kemudian hubungan antar variable tersebut dianalisis dan dibandingkan, yang akan menghasilkan kerangka pemikiran. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut barulah dirumuskan hipotesis / dugaan jawaban (yaitu jawaban yang masih dangkal dan perlu diuji kebenarannya). 6. Perumusan Hipotesis Perumusan hipotesis adalah langkah selanjutnya dalam penelitian setelah peneliti mengemukakan perumusan masalah, landasan teori dan kerangka pemikiran. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah tersebut dinyatakan dalam kalimat tanya. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang diperoleh melalui pengambilan data. Penelitian yang menggunakan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif sifatnya eksploratif sehingga tidak merumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan nantinya akan ditemukan hipotesis. (Syarat yang harus dimiliki oleh suatu hipotesis yang baik, yaitu: 1) dapat dipercaya dan masuk akal ; 2) merupakan ungkapan keteraturan pikiran; 3) memberikan peluang untuk pengujian empiris ) 7. Menentukan Populasi dan Sampel Halaman 4
  5. 5. Populasi adalah keseluruhan subyek atau obyek yang memiliki karakteristik tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda lainnya. Populasi bukan hanya jumlah, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek tersebut. Misalnya, kita akan meneliti di sekolah X, maka sekolah X merupakan populasi karena memiliki sejumlah subyek (guru, siswa, karyawan) dan obyek (ruang kelas, perpustakaan, sarana belajar). Namun demikian, sekolah X juga memiliki karakteristik subyeknya, misalnya kompetensi guru, motivasi belajar siswa, disiplin kerja karyawan. Sekolah X juga memiliki karakteristik obyek, misalnya tata ruang kelas, kebijakan dan tata tertib sekolah. Semua ini adalah populasi karena dapat diteliti dan dijadikan sumber data. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang dapat mencerminkan dan mewakili keseluruhan populasi. Bila jumlah populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat mengambil sampel yang benar-benar representative (mewakili). E. Teknik Pengumpulan Data Geografi Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), contohnya adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya. Misalnya penelitian tentang pencemaran lingkungan sumber datanya diambil secara sekunder maka dilakukan dengan mencari informasi langsung dari internet atau dengan cara membaca buku ataupun majalah yang ada kaitanya terhadap obyek penelitian yakni pencemaran lingkugan hidup. Sedangkan jika sumber datanya primer maka peneliti mengambil data tersebut misalnya melalui wawancara di masyarakat sekitar mengenai obyek penelitian yakni berkenaan tentang pencemaran lingkungan tersebut. Pengumpulan data berdasarkan tekniknya antara lain sebagai berikut: 1. Interview (wawancara) Teknik pengumpulan data yang didasarkan pada self report (laporan diri sendiri) atau pada keyakinan diri sendiri. Jadi keterangan responden harus benar dan dapat dipercaya karena berdasarkan pengalaman pribadi mereka sendiri. Misal ingin meneliti tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia, sebaiknya yang menjadi responden adalah mantan pejuang yang mengalami perang secara langsung (jika masih hidup), bukan anak atau bahkan cucunya. Jika tidak ada lagi pejuang yang masih hidup, maka sebaiknya memilih ahli sejarah sebagai respondennya. Keunggulan dari wawancara adalah peneliti dapat memperoleh keterangan secara mendalam dari responden, bahkan dalam prakteknya sering menemukan keterangan/hal-hal baru yang tidak diperkirakan sebelumnya. 2. Kuesioner (angket) Teknik pengumpulan data dengan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang akan dijawab/diisi oleh responden. Pertanyaan sebaiknya singkat, padat dan jelas; bahasa yang digunakan juga harus mudah dimengerti oleh responden; pertanyaan harus seimbang dan tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau yang jelek saja; penampilan fisik kuesioner harus rapi dan menarik. Kuesioner cocok digunakan apabila jumlah respondennya banyak dan tersebar di wilayah yang luas karena dapat dikirim lewat pos atau e-mail. 3. Observasi Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap orang, obyek alam, masyarakat, atau fenomena tertentu. Teknik observasi digunakan apabila penelitian yang dilakukan berhubungan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam. Proses pengamatan dilakukan secara menyeluruh agar data yang diambil dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. 4. Studi Dokumenter (bibliografi) Halaman 5
  6. 6. Teknik studi dokumenter adalah pengumpulan data yang menggunakan sumber dokumen tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian, misalnya dari sumber dokumen, buku, koran dan majalah. F. Teknik Analisis Data Geografi Analisis data adalah kegiatan yang dilakukan setelah data dari responden dan sumber data lain yang terkumpul. Secara umum analisis data dapat dilakukan dengan: 1. Deskriptif, yaitu menganalisis data dengan cara menggambarkan dan menjelaskan data yang sudah terkumpul secara apa adanya sesuai dengan yang ada di lapangan tanpa melakukan generalisasi atau kesimpulan secara umum. Umumnya digunakan untuk mengolah data kualitatif. Misalnya menjelaskan fenomena terjadinya banjir (gejala fisik) dan menjelaskan penyebab terjadinya urbanisasi ke kota-kota besar (gejala social). 2. Statistik, yaitu analisis data menggunakan statistic untuk menganalisis data sampel yang sudah terkumpul. Umumnya digunakan untuk mengolah data kuantitatif. Catatan: 1) Dalam mengelompokkan data, perlu dibedakan antara data kualitatif, data kuantitatif, data pribadi, data primer, data sekunder, data tertulis, data lisan, dan data relevan yang selanjutnya diolah dengan menggunakan statistik. 2) Pemecahan masalah secara deduktif didasarkan pada berpikir rasional melalui telaah kepustakaan, data tabel, dan grafik yang ada G. Publikasi Hasil Penelitian Geografi Dalam menulis laporan, kita seperti sedang bercerita. Agar tulisan kita dapat dipahami oleh pembaca, maka harus diperhatikan persyaratan sebagai berikut: 1. Harus tahu betul kepada siapa laporan ditunjukkan. 2. Harus disadari bahwa pembaca laporan tidak ikut dalam kegiatan penelitian. Oleh karena itu langkah demi langkah dalam penulisan laporan harus dikemukakan secara jelas. 3. Mengingat latar belakang pendidikan, pengetahuan, pengalaman dan minat pembaca laporan beragam, maka laporan hasil penelitian harus mudah dicerna oleh setiap pembaca. 4. Laporan peneliti harus jelas dan meyakinkan pembaca H. Teknik Menulis Karya Ilmiah Geografi Laporan geografi harus disusun sesuai tata tulis laporan penelitian ilmiah agar sistematis, rapi dan mudah dipahami oleh orang yang membacanya. Hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut: 1. Bahasa Menggunakan bahasa yang baku dan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) serta kalimat harus memiliki Subyek, Predikat, Obyek Dan Keterangan (SPOK). Bahasa laporan harus mudah dipahami, singkat, padat dan jelas. 2. Pedoman Penulisan Laporan diketik menggunakan computer dengan program Microsoft Word . pedoman yang perlu diperhatikan adalah: a. Menggunakan kertas A4. b. Huruf menggunakan Times New Roman atau Arial ukuran 12, kecuali judul dengan ukuran 14 atau lebih. c. Menggunakan dua spasi. d. Setiap alinea baru menjorok ke dalam. e. Jarak tepi kertas (margin) adalah sebagai berikut: 1) tepi atas (top) = 4 cm 2) tepi kiri (left) = 4 cm 3) tepi bawah (bottom) = 3 cm 4) tepi kanan (right) = 3 cm f. Penulisan halaman pada bagian kata pengantar, daftar isi, dan halaman depan sebelum memasuki bab menggunakan angka romawi kecil, misalnya i, ii, iii, iv dst. Halaman 6
  7. 7. g. Nomor halaman yang mengawali bab ditulis di bagian bawah tengah halaman menggunakan angka 1, 2, 3 dst. Untuk halaman lain yang tidak berisi judul bab, nomor halamannya ditulis di bagian kanan atas halaman. h. Penulisan daftar pustaka atau sumber rujukan adalah sebagai berikut: 1) Nama lengkap pengarang ditulis tanpa gelar 2) Nama penulis dari Indonesia tidak dibalik, kecuali penulis yang menggunakan marga dan nama orang luar negeri 3) Judul buku ditulis dengan huruf italic (miring) 4) Apabila nama pengarang lebih dari satu penulisan nama orang kedua dan berikutnya tidak dibalik 5) Apabila nama pengarang lebih dari tiga, ditulis nama pengarang paling depan diikuti kata (et.all.) atau (dkk) 6) Apabila buku tanpa penulis, nama penulis diganti dengan symbol NN 7) Penulisan daftar pustaka disusun sesuai abjad. Contoh: Messi, Lionel and Andres Iniesta. 2014. How To Play Football. Spain: Barcelona Press. Pramudya Ananta Toer. 1983. Bumi Manusia. Jakarta: Balai Pustaka. I. Penyusunan Laporan Penelitian Geografi Secara garis besar penyusunan laporan penelitian geografi terdiri dari: 1. Bagian Pembuka a. Judul penelitian, dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang mengandung permasalahan dan memiliki dua jenis variabel (variabel bebas dan terikat). b. Halaman pengesahan (kepala sekolah). c. Halaman persetujuan (guru pembimbing). d. Kata pengantar. e. Abstrak, berisi ringkasan penelitian yang meliputi proses dan hasil. f. Daftar isi. g. Daftar gambar. h. Daftar tabel. i. Daftar lampiran. 2. Bagian Isi a. BAB I Pendahuluan 1) Latar belakang masalah berisi uraian mengenai masalah yang akan diteliti. Berisi penjelasan mengenai ketidakcocokan antara rencana dan pelaksanaan yang kemudian menimbulkan masalah. 2) Rumusan masalah berisi suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. 3) Tujuan penelitian adalah hasil yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian. 4) Manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian baik secara teoritis maupun untuk dijadikan landasan pengambilan keputusan oleh pihak-pihak terkait. b. BAB II Landasan Teori Halaman 7
  8. 8. 1) Tinjauan pustaka adalah dasar-dasar teori yang dijadikan acuan dalam melaksanakan penelitian. 2) Anggapan dasar berisi kerangka pikir tentang konsep atau topik permasalahan. 3) Hipotesis merupakan jawaban sementara atas rumusan masalah. Jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, bukan pada data-data empiris di lapangan. c. BAB III Metode Penelitian 1) Metode penelitian adalah cara sistematis yang digunakan untuk mengungkap masalah secara mendalam, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. 2) Identitas variable dengan menentukan variable bebas (yang mempengaruhi) dan variable terikat (yang dipengaruhi). 3) Populasi adalah obyek penelitian secara keseluruhan. 4) Sample adalah wakil dari obyek yang diteliti yang dipandang dapat mewakili obyek secara keseluruhan. 5) Teknik pengumpulan data misalnya dengan wawancara, observasi langsung, kuesioner, dokumentasi, analisis isi media massa untuk mengumpulkan data guna menguji kebenaran hipotesis. 6) Instrumen penelitian adalah alat untuk pengambilan data dan informasi terkait dengan masalah yang diperuntukkan bagi responden. d. BAB IV Analisis Data 1) Analisis adalah kegiatan interpretasi dan kajian terhadap data yang sudah terkumpul. Dikemukakan pula hasil analisis data dengan uji statistik (jika ada) atau dengan mendeskripsikan hasil pengamatan/penelitian. 3. Bagian Penutup e. BAB V Kesimpulan dan Saran 1) Kesimpulan adalah intisari dari hasil penelitian terkait dengan masalah dan hasil analisisnya. 2) Rekomendasi sebagai saran yang ditujukan kepada perorangan atau lembaga terkait dengan temuan hasil penelitian. f. Daftar pustaka adalah kumpulan sumber teori dan bahan bacaan yang dicatat dengan susunan berdasarkan kaidah penulisannya Halaman 8

×