Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kel.10

430 views

Published on

  • Be the first to comment

Kel.10

  1. 1. KELOMPOK 10 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJERIAL RAHMA NUR HANIFAH AMRUL RIZAL
  2. 2. PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN • Persaingan global yang terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi terus-menerus secara signifikan mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan internal. Pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional secara terus-menerus, mata uang yang mengambang, risiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana lintas batas nasional, perbedaan dalam sistem pajak nasional, perbedaan tingkat suku bunga dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variabel yang memperumit keputusan manajemen
  3. 3. Lanjutan..... • Pada saat yang bersamaan, perkembangan seperti Internet, konferensi video, dan transfer elektronik mengubah ekonomi produksi, distribusi, dan pendanaan. Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktik akuntansi manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi, pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja, serta koordinasi operasi global melalui usaha patungan (joint ventures) dan kaitan strategic lainnya. Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan multinasional untuk tidak hanya menerapkan teknik akuntansi internal yang dapat dibandingkan, tetapi juga menggunakan teknik- teknik ini dengan cara yang sama.
  4. 4. PEMBUATAN MODEL USAHA • Penentuan model usaha merupakan gambaran besar, dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan dan evaluasi rencana bisnis jangka panjang suatu perusahaan. Hal ini mencakup empat dimensi utama. 1. Mengidentifikasikan faktor-faktor utama yang relevan terhadap kemajuan perusahaan di masa depan. 2. Merumuskan teknik yang memadai untuk meramalkan perkembangan masa depan dan menganalisis kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri atau memanfaatkan perkembangan tersebut. 3. Mengembangkan sumber-sumber data untuk menditkung pilihan-pilihan strategis. 4. Mentranslasikan pilihan-pilihan tertentu menjadi serangkaian tindakan yang spesifik.
  5. 5. ALAT PERENCANAAN Dalam mengidentifikasikan faktor-faktor yang relevan di masa depan, pemindaian terhadap lingkungan eksternal dan internal akan sangat membantu perusahaan dalam mengenali tantangan dan kesempatan yang ada. Suatu sistem dapat diterapkan untuk mengumpulkan informasi atas pesaing dan kondisi pasar. Baik pesaing dan kondisi pasar dianalisis untuk melihat pengaruh keduanya terhadap kedudukan persaingan dan tingkat keuntungan perusahaan. Masukan-masukan yang diperoleh dari analisis ini digunakan untuk merencanakan ukuran- ukuran yang digunakan untuk mempertahankan atau memperbesar pangsa pasar atau untuk mengenali dan mendayagunakan produk baru dan kesempatan pasar.
  6. 6. PENGANGGARAN MODAL Keputusan untuk melakukan investasi luar negeri merupakan elemen yang sangat penting dalam strategi global sebuah perusahaan multinasional. Investasi asing langsung umumnya melibatkan sejumlah besar modal dan prospek yang tidak pasti. Risiko investasi diikuti oleh lingkungan yang asing, rumit, dan senantiasa berubah. Terdapat beberapa prosedur untuk menentukan struktur modal yang optimum dari suatu perusahaan, mengukur biaya modal suatu perusahaan, dan mengevaluasi alternatif investasi berdasarkan kondisi ketidakpastian. Aturan keputusan untuk pilihan investasi umumnya memerlukan pendiskontoan arus kas investasi yang telah disesuaikan dengan risiko berdasarkan tingkat suku bunga yang memadai: rata-rata tertimbang biaya modal perusahaan. Umumnya, perusahaan dapat meningkatkan kemakmuran pemiliknya dengan melakukan investasi yang menjanjikan nilai sekarang bersih yang positif. Ketika mempertimbangkan pilihan yang sifatnya saling lepas atau saling tidak bergantung (mutually exclusive), perusahaan yang rasional akan memilih opsi yang menjanjikan nilai sekarang bersih yang paling maksimum.
  7. 7. Lanjutan.... Perbedaan dalam huokum pajak, sistem akuntansi, laju inflasi, risiko nasionalisasi, kerangka mata uang, segmentasi pasar, pembatasan dalam pengalihan laba ditahan dan perbedaan dalam bahasa dan budaya menambah unsur- unsur kerumitan yang jarang ditemui dalam lingkungan domestik. Kesulitan untuk melakukan kuantifikasi atas data- data tersebut membuat masalah yang ada bertambah buruk. Adaptasi (penyesuaian) oleh perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran; (1) menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi multinasional, (2) mengukur ekspektasi arus kas, dan (3) menghitung biaya modal perusahaan multinasional. Adaptasi ini memberikan data yang mendukung pilihan strategic, yang langkah ketiga dalam proses pembuatan model perusahaan.
  8. 8. SUDUT PANDANG HASIL KEUANGAN • pengembalian investasi dari sudut pandang proyek luar negeri atau dari sudut pandang induk perusahaan. • Pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal seperti; (1) pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal, (2) biaya izin, royalti, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan, (3) perbedaan laju inflasi nasional, (4) perubahan kurs valuta acing, dan (5) perbedaan pajak.
  9. 9. Lanjutan... Pendapat bahwa tingkat pengembalian dan risiko suatu investasi luar negeri dapat dievaluasi dari sudut pandang pemegang saham domestik induk perusahaan, sudah tidak memadai lagi karena : 1. Investor dalam induk perusahaan semakin banyak yang berasal dari masyarakat dunia. 2. Tujuan investasi harus mencerminkan kepentingan seluruh pemegang saham, bukan hanya yang berasal dari domestik. 3. Pengamatan juga menunjukkan bahwa perusahaan multinasional memiliki horizon investasi jangka panjang' (dan bukan jangka pendek).
  10. 10. MENGUKUR EKSPEKTASI PENGEMBALIAN Metode untuk mengestimasikan proyeksi arus kas yang terkait dengan fasilitas di Rusia mirip dengan yang digunakan untuk sebuah perusahaan domestik. Pikiran penerimaan didasarkan pada proyeksi penjualan dan pengalaman antisipasi penagihan. Beban operasi (yang dikonversikan sesuai dengan setara kas) dan pajak lokal juga sama-sama diramalkan. Namun demikian terdapat tambahan karumitan yang harus dipertimbangkan, antara lain : 1. Arus kas Proyek versus induk perusahaan 2. Arus kas induk perusahaan yang terkait dengan pendanaan 3. Pendanaan yang bersubsidi 4. Risiko politik
  11. 11. • Proses ini juga harus mempertimbangkan pengaruh perubahan harga dan fluktuasi nilai mata uang atas ekspektasi pengembalian mata uang asing. Jika arus kas dalam mata uang lokal bersifat tetap maka pengukuran pengaruh kurs akan bersifat langsung. • Sumber utama arus kas induk perusahaan meliputi pinjaman dari induk perusahaan, dividen, biaya lisensi, beban overhead, royalti, harga transfer untuk pembelian dari atau penjualan kepada induk perusahaan dan estimasi nilai akhir proyek. Pengukuran arus kas ini memerlukan pemahaman atas perbedaan akuntansi nasional, kebijakan repatriasi pemerintah, laju inflasi, dan kurs potensial masa depan serta perbedaan pajak.
  12. 12. BIAYA MODAL MULTINASIONAL • Jika investasi luar negeri dievaluasi dengan menggunakan model arus kas terdiskonto, maka tingkat diskonto yang tepat harus dikembangkan. Teori penganggaran modal secara khusus menggunakan biaya modal perusahaan sebagai tingkat diskontonya; dengan demikian suatu proyek harus menghasilkan pengembalian yang setidaknya sama dengan biaya modal perusahaan agar dapat diterima.
  13. 13. Tingkat patokan (hurdle rate) ini berkaitan dengan proporsi utang dan ekuitas dalam struktur keuangan perusahaan sebagai berikut: ka = ke (E/S)+Ki(1-t) (D/S) • Ka = rata-rata tertimbang biaya modal (setelah pajak) • Ke = biaya ekuitas • Ki = biaya utang sebelum pajak • E = nilai ekuitas perusahaan • D = nilai utang perusahaan • S = nilai stuktur modal perusahaan (E + D) • t = tarif pajak marginal
  14. 14. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Penyusunan sistem informasi seluruh dunia milik suatu perusahaan merupakan hal krusial dalam mendukung strategi perusahaan, termasuk proses perencanaan yang dijelaskan di atas. Tugas ini menantang, karena kerangka dasar multinasional secara alamiah lebih rumit dibandingkan dengan kerangka dasar satu negara.
  15. 15. Isu yang Berkaitan dengan Sistem • Jarak merupakan kerumitan yang jelas terlihat. Disebabkan oleh keadaan geografi, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antara manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat. • Tantangan terbesar yang dihadapi oleh spesialis sistem adalah merancang sistem informasi perusahaan yang memungkinkan para manajer keuangan untuk memberikan respons yang tepat terhadap fenomena kompetisi global.
  16. 16. ............... • Kondisi terus berubah. Dikarenakan deregulasi pasar dan pengurangan hambatan tarif, perusahaan semakin mampu untuk memasuki pasar-pasar luar negeri baik secara langsung maupun tidak langsung melalui usaha patungan, aliansi strategi, dan bentuk kerja sama lainnya. Hal ini semakin banyak membuka akses terhadap intensitas kompetisi di mana perusahaan mengadopsi strategi untuk; (1) melindungi pangsa pasar di tempat asal, (2) melakukan penetrasi terhadap pasar asal para pesaing untuk merebut pangsa pasar dan pendapatan mereka, dan (3) mendapatkan pangsa pasar yang signifikan di pasar utama negara ketiga.
  17. 17. Masalah Informasi • Masalah Informasi Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusunan dan penyampaian tepat waktu.
  18. 18. INFORMASI MANAJEMEN DAN HIPERINFLASI • Suatu kebiasaan pelaporan yang umum dalam akuntansi untuk transaksi mata uang asing adalah dengan mencatat pendapatan dan beban berdasarkan kurs yang terjadi pada tanggal laporan keuangan. Pilihan yang lebih baik adalah dengan mencatat transaksi dalam mata uang lokal berdasarkan kurs pada tanggal pembayaran.
  19. 19. MASALAH PENGEDALIAN KEUANGAN Sekali pertanyaan mengenai sistem pendukung strategi dan informasi telah diputuskan, perhatian akan bergeser kepada bidang yang sama pentingnya yaitu pengendalian keuangan dan evaluasi kinerja. Pertimbangan ini juga sama pentingnya, khususnya karena memungkinkan para manajer keuangan untuk: 1. Mengimpelementasikan strategi keuangan global sebuah MNE. 2. Mengevaluasi sejauh mans strategi yang terpilih memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. 3. Memberikan motivasi kepada manajemen dan karyawan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan perusahaan seefektif dan seefisien mungkin.
  20. 20. Sistem pengendalian manajemen bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cars yang paling efektif dan paling efisien. Sebaliknya sistem pengendalian keuangan merupakan sistem pengukuran kuantitatif dan komunikasi yang memfasilitasi pengendalian melalui; (1) komunikasi tujuan-tujuan keuangan secara tepat di dalam organisasi, (2) memperinci kriteria dan standar dalam evaluasi kinerja, (3) mengawasi kinerja, dan (4) mengomunikasikan penyimpangan antara kinerja aktual dan rencana kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.
  21. 21. Sistem Pengendalian Multinasional Melawan Domestik • Kebanyakan perusahaan multinasional untuk mengendalikan usaha luar negeri mereka adalah identik dengan sistem yg digunakan perusahaan domestik. Sistem pokok yang digunakan diluar negeri mencakup pengendalian finansial dan permodalan serta kecenderungan untuk menggunakan standar serupa yang dikembangkan untuk mengevaluasi usaha domestik.
  22. 22. ...... Dirasakan bahwa sistempengendalian domestik untuk eksporluar bergelut dengan al yang belum pasti, rasanya sulit untukmempercayai staf pengendali biasa merancang sebuah sistem pengendalian tunggal seluruh dunia yang efektif. Jarak dianggap merintangi komunikasi perusahaan utama dan cabang, walau teknologi canggih isa mengatasi masalah jarak namun tetapsulit teratasi.
  23. 23. Penganggaran Operasional Perencanaan jangka pendek mencakup penciptaan anggaran operasional atau perencanaan keuntungan dimana diperlukan dalam sebuah organisasi. Perencanaan keuntungan adalah dasar untuk memperkirakan kas manajemen, keputusan usaha , pola ganti manajemen. Laporan pemasukan modal dari cabang luar negeri pada awalnya dipindahkan ke dalam prinsip akuntansi perusahaan induk dan diterjemahkan dari mata uang asing ke lokal ke dalam mata uang yang berlaku di perusahaan induk.
  24. 24. Kinerja keuangan dari usahaluar negeri bisa diukur dalam mata uang lokal, mata uang negara asal, atau keduanya. Kurs yang digunakan bisa berakibat signifikan dalam menilai performa unit usaha luar negeri dan para manajernya.
  25. 25. • Tiga nilai yang mungkin bisa diukur dalam pencatatan anggaran periode awal usaha 1. nilai ditempat berpengaruh ketika anggaran dibentuk, 2. nilai diharapkan masih berlaku pada anggaran periode akhir (nilai terproyeksikan) 3. nilai pada akhir periode jika anggaran diperbarui kapanpun nilai tukar berubah(nilai akhir).
  26. 26. • Nilai sebanding bisa digunakan untuk mengawasi kinerja relatif anggaran. Jika kombinasi nilai tukar yang berbeda digunakan utk menyusun anggaran dan menjalankan performa, halini menciptakan pembagian tanggung jawab utk perubahan nilaitukar dan membuat tanggapan para manajer berbeda.
  27. 27. PENETAPAN BIAYA STRATEGIS Dalam pengendalian biaya pada tahapan produksi byk perusahaan pada seluruh dunia menggunakan sistem standar pembiayaan yang pada dasarnya memperkirakan seberapa besar biaya produksi dari sebuah produk sebagai dasar harga penjualan yg masuk akal. Perbedaan hasil biaya standar dan sebenarnya diuji sebagai sebuah dasar untuk bahan penilaian dalam proses produksi atau pendapatan.
  28. 28. Ada 2 sistem pembiayaan/konsep biaya KONSEP BIAYA STANDAR KONSEP BIAYA KAIZEN Pengendalian biaya Pengurangan biaya Berdasarkan pada kondisi produksi yang ada Berdasarkan pada peningkatan produksi yg berkesinambungan Sasaran : seragam dengan performa standar Sasaran : mencapai target pengurangan biaya Ketentuan standar ditetapkan tiap tahun Meneruskan perbaikan dalam metode produksi demi meraih target biaya Nalisis varian berdasarkan atas aktual vs standar Analisis varian berdasarkan pada pengurangan biaya tetap Menginvestigasi ketika standar tidak dipercaya Menginvestigasi ketika target biaya tidak tercapai.
  29. 29. EVALUASI PERFORMA USAHA LUAR NEGERI Penilaian performa adalah inti untuk sebuah sistem pengendalian efektif. Sistem evaluasi performa tepat guna mengizinkan dewan manajemen untuk : 1. Memastikan perilaku manajerial konsisten dengan strategi prioritas, 2. Menilai profitabilitas dari usaha yang ada, 3. Wilayah yang tidak bekerja sesuai rencana, 4. Mengalokasikan sumber-sumber bagi perusahaan secara produktif, 5. Mengevaluasi performa manajerial.
  30. 30. Konsistensi Hasil survei menunjukan bahwa hakikat penilaian performa adalah untuk memastikan profitabilitas,akan tetapiada konflik potensial ketika sistem evaluasi performa tidak sesuai dengan sifat-sifat usaha luar negeri yang mungkin memiliki tujuan daripada profit jangka panjang.
  31. 31. Kinerja Unit vs Manajer Haruskah membedakan antara performa unit dan performa maqnajernya dalam mengevaluasi sebuah usaha luar negeri ? Tidakan dari beberapa partai , masing masing dengan taruhan hasil yg berbeda, mungkin mempengaruhi usaha luar negeri. Partai ini meliputi manajemen lokal, markas utama manajemen, pemerintah setempat, dan perusahaan induk pemerintah. Manajer lokal secara jelas berpengaruh dalam melaporkan pendapatan melalui keputusan usaha mereka. Keputusan diambil di perusahaan utama juga berpengaruh pada pendapatan luar negeri.
  32. 32. Kriteria Performa Kriteria performa keuangan digunakan oleh perusahaan MNC untuk menilai usaha luar negeri mereka berasal dari hasil penanaman modal (ROI) dan performa yg dianggarkan. ROI menghubungkan pendapatan perusahaan dengan sebuah investasi dasar yg jelas, performa yg dianggarkan membandingkan performa usaha dengan anggaran.
  33. 33. PRAKTIK PENILAIAN PERFORMA: ICI Pada saat embargo minyak tahun 1970-an , harga minyak, bahan mentahutama ICI , terjadi karena suatu hal, 5 kali dalam setahun. Sebagai akibatnya, dewan manajemen telah diberitahukan bahwa nilai hasil 50% saja sgt tidak memadai.
  34. 34. Enam akibat yg merugikan berdasarkan sebuah pengujian akibat inflasi berdasarkan data historis yang terungkap : 1) biaya harga jual barang dilaporkan setara dengan penjualan, 2) modal yg digunakan dilaporkan dengan nilai saat ini, 3) hasilnya dari 1) dan 2) hasil dari modal mungkin ditekan, 4)perbandingan performa perdivisi dengan dasar aset sama masa yg berbeda dianggap palsu, 5) perbandingan performa cabang perusahaan antarnegara menjadi tidak berarti
  35. 35. Pengaruh Valuta Asing Manajer lokal bertanggung jawab untuk hasil usaha domestik, yaitu menejer lokal bertanggung jawab untuk perbedaan valuta yg seharusnya sejalan dengan kemampuan untuk bertindak terhadap perubahan nilai pertukaran. Perubahan nilai tukar dalam performa ekonomi sangat terasa dalam pengukuran akuntansi. Untuk benar2 menilai pengaruh inflasi, valuta yg rentan, dan ukuran kemampuan mereka untuk bertindak, perusahaan harus menganalisis posisi pasar persaingan mereka dan pengaruh perubahan valuta dalam pembiayaan dan penghasilan mereka dan seluruh persaingan mereka.
  36. 36. STANDAR PERFORMA Sebuah perusahaan mungkin memiliki standar tertentu. Perusahaan melakukan standar kemudian hari melakukan perbandingannya dengan hasil. Membandingkan performa unit usaha luar terhadap semua pesaing mungkin akan sangat berguna.
  37. 37. Nilai pelaporan Perusahaan yang menggunakan pelaporan nilai adalah infosys technologies, adalah deskripsi kasus landsan pelaporan nilai perusahaan. Untuk meningkatkan transparansi mereka dengan kalangan investor, infosys menyediakan investor dengan data yang digunakan oleh pihak internal perusahaan untuk menjaga hubungan mereka. Konsep yang menuntun pada pengungkapantersebut dipetakan dibawah ini : Penciptaan Nilai  Penyajian Nilai  Realisasi Nilai
  38. 38. Lanjutan…. • Nlai diciptakan dngan mengembangkan dan menentukan strategi usaha yang menghasilkan nilai positif bersih saat ini dari arus kas terduga. Nilai disajikan dengan melaksanakan pengendalian keuangan dan penyatuan manajemen yang efektif dari perusahaan yang berisiko. Dengan secara konsisten mengemukakan janji – janjinya, manajemen membantu meyakinkan investor bahwa mereka akan meraih keuntungan dari usaha yang mereka ciptakan.
  39. 39. TERIMA KASIH

×