Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Timer dan counter

Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Ad
Upcoming SlideShare
2. plc fix
2. plc fix
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 37 Ad

More Related Content

Slideshows for you (20)

Viewers also liked (20)

Advertisement

Similar to Timer dan counter (20)

Timer dan counter

  1. 1. TIMER DAN COUNTER ERI SETIADI NUGRAHA, S.Pd. 2012
  2. 2. TIMER Ada beberapa jenis timer yang digunakan pada PLC, akan tetapi yang sering digunakan adalah Timer ON Delay dan Timer OFF Delay. Fungsi pewaktu dalam PLC dapat disesuaikan dengan format program yang dibuat. Keunggulan Timer pada PLC yaitu mempunyai kecermatan dan kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi relay konvensional. Timer memiliki satu masukan Aktivasi Timer serta dua parameter ‘Timer Number’ dan ‘Set Value’. Timer Number diisi dengan nomor pewaktu, untuk CPM 2A terdapat 226 lokasi (000‐ 225) sedangkan CPM 1A memiliki 128 lokasi (000‐127). Set Value diisi dengan nilai waktu tundaan dalam satuan 0,1 detik, antara 0000 sampai dengan 9999 (999,9 detik).
  3. 3. TIMER
  4. 4. TIMER Timer dengan set value 5 detik 
  5. 5. TIMER Cara kerja timer: 1. Timer bekerja jika Timer coil mendapat logika 1 dari inputnya 2. Timer akan menghitung sampai preset value dan Timer contact akan aktif 3. Untuk jenis On Delay Timer (deafult) 4. Timer akan mati (kembali ke nilai awal) jika inputnya dimatikan.
  6. 6. TIMER ON DELAY Timer on‐delay (TON) : timer hidup setelah suatu periode waktu tunda yang telah ditetapkan.
  7. 7. TIMER OFF DELAY Timer off‐delay (TOFF): timer berada dalam keadaan hidup selama periode waktu yang telah ditetapkan dan kemudian mati
  8. 8. ONE SHOT Timer one‐shot digunakan untuk menghasilkan sebuah output berdurasi tetap dari sebuah input tertentu.
  9. 9. TIMER  ON/OFF DELAY
  10. 10. PENGENDALIAN BEBAN DENGAN ON DELAY  : Ketika beban distart, beban tidak langsung bekerja tetapi menunggu beberapa saat (sesuai dengan setting waktu pada timer) beban baru akan bekerja. Untuk ledder diagram pengendalian beban dengan on delay berarti beban akan diaktifkan dari kontak timer dimana kontak timer ini akan bekerja setelah settingan waktu pada timer menghitung mundur ke angka 0 (nol). Bentuk ladder diagramnya seperti pada gambar di bawah ini : Cara kerja rangkaian ini adalah ketika tombol on (input 000.00) ditekan, IR 001.00 akan bekerja dan kontak IR 001.00 aktif sebagai kontak pengunci. Dengan aktifnya IR 001.00, timer 001‐pun bekerja. Selanjutnya kontak timer 001 ini akan mengaktifkan output 010.00 saat setelah timer 001 menghitung mundur waktu selama 5 detik.
  11. 11. PENGENDALIAN BEBAN DENGAN OFF DELAY: Pada prinsipnya pengendalian beban dengan off delay hampir sama halnya dengan pengendalian beban dengan on delay. Keduanya menggunakan fungsi timer untuk mengatur keadaan beban. Perbedaannya, pada on delay fungsi timer bekerja bersamaan dengan beban tidak aktif (seting waktu beban tidak aktif) sedangkan pada off delay fungsi timer bekerja bersamaan dengan beban aktif (seting waktu beban aktif) Untuk ledder diagram pengendalian terlihat seperti gambar di bawah ini : Cara kerja rangkaian ini adalah ketika tombol on (input 000.00) ditekan, IR 001.00 akan bekerja dan kontak IR 001.00 aktif sebagai kontak pengunci. Dengan aktifnya IR 001.00, timer 001-pun bekerja. Selanjutnya kontak timer 001 ini akan mengaktifkan output 010.00 saat setelah timer 001 menghitung mundur waktu selama 5.
  12. 12. Latihan : Buatlah ladder diagram dan statement list dari kasus‐kasus berikut: Lampu Berjalan Satu Arah Keterangan Terdapat 4 deretan lampu diinginkan lampu berjalan dari kanan ke kiri setelah push button diaktifkan. Setelah sampai pada lampu paling kiri. Pergerakan dimulai lagi dari kanan ke kiri setiap lampu akan hidup dan mati selama 5 detik. Konfigurasi sistem: Masukan Alat Keluaran Alat 000.00 Tombol start (PB1) 000.01 Tombol stop (PB2) 010.00 Lampu1  010.01 Lampu2  010.02 Lampu3 010.03 Lampu4
  13. 13. Latihan : Prioritas – Bel Kuis Pertama pembawa acara memberikan pertanyaan kepada 3 (tiga) peserta kuis, setelah selesai memberikan pertanyaan, maka ke‐tiga pemain berlomba‐lomba untuk menekan tombol dalam rangka menjawab pertanyaan dari pembawa acara; Buzzer akan dibunyikan selama 10 detik setelah ada salah seorang pemain berhasil menekan tombol untuk pertama kalinya; Indikator lampu pada pemain tersebut (yang berhasil menekan tombol untuk pertama kali) akan dinyalakan dan hanya bisa dimatikan dengan saklar reset oleh pembawa acara.
  14. 14. Jawaban : Lampu Berjalan Satu Arah
  15. 15. Jawaban : Lampu Berjalan Satu Arah
  16. 16. Jawaban : Prioritas – Bel Kuis
  17. 17. APLIKASI COUNTER
  18. 18. COUNTER  Pencacah atau counter pada PLC memiliki dua masukan yaitu ‘Count Pulse‘ dan ‘Reset‘ serta memilki dua parameter yaitu ‘Counter Number’ dan ‘Set Value’. Counter Number diisi dengan nomor pencacah, untuk CPM2A terdapat 226 lokasi. Set Value diisi dengan nilai cacahan (min 0, max 9999). Counter akan mencacah turun dari nilai Set Value hingga 0 setiap perubahan kondisi count pulse dari OFF ke ON. Dan akan mereset nilai Set Value bila Reset berubah dari OFF ke ON. Counter tidak akan mencacah bila Reset masih dalam kondisi ON.
  19. 19. Fungsi Counter : Menghitung banyaknya/jumlah kejadian tertentu. Misal : menghitung jumlah barang untuk pensortiran, pengepakan, dll. Counter mempunyai 2 input : • Pulse Input harus berbentuk pulsa • Reset Input
  20. 20. COUNTER
  21. 21. Cara kerja Counter: • Counter coil akan aktif dan menghitung jika input pulsa berubah dari 0 ke 1 (rising edge) • Counter coil akan mati dan nilai kembali ke 0 jika input reset diaktifkan • Besar nilai yang akan dihitung Counter ditunjukkan preset value • Ketika nilai Counter mencapai preset value, counter contact akan aktif.
  22. 22. COUNTER Counter dengan set value 5 kali 
  23. 23. COUNTER
  24. 24. REVERSIBLE COUNTER Perintah CNT atau CNTR adalah perintah menghitung pulsa yang masuk / counter. Bedanya CNT menghitung pulsa yang masuk secara mundur atau sekali saja, tetapi untuk CNTR menghitung pulsa yang masuk bisa maju dan mundur, yaitu setelah hitungan selesai CNTR dari nol sampai yang ditentukan langsung menghitung mundur sampai menjadi nol lagi. Banyak PLC Omron menggunakan counter yang dapat menghitung naik dan turun, yang menggunakan instruksi CNTR (reversibel). • • • • • Sebuah hitungan naik akan mengontrol increment input Sebuah hitungan turun akan mengontrol decrement input Sebuah hitungan naik akan increment akumulator Sebuah hitungan turun akan decrement akumulator Penghitung juga menggunakan masukan reset yang me-reset counter ke nol.
  25. 25. REVERSIBLE COUNTER
  26. 26. REVERSIBLE COUNTER
  27. 27. PENGENDALIAN BEBAN DENGAN FUNGSI COUNTER : Rangkaian ini biasa digunakan ditempat parkir, dimana kapasitas tempat parkir tidak dihitung secara manual, tetapi dengan menggunakan fungsi counter pada PLC, penghitungan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dapat dilakukan secara otomatis. Counter pada PLC akan menghitung mundur sebanyak set value (jumlah hitungan) yang ditentukan. Bila counter mendapat sekali triger maka set value akan berkurang satu hitungan. Dan apabila pada set value terdapat 10 kali hitungan berarti counter akan mulai bekerja apabila telah mendapatkan 10 kali triger. Apabila telah mencapai 0 (nol) pada set value, counter akan terus on, kecuali kita mereset counter tersebut. Apabila counter direset, maka hitungannya (set value) akan kembali ke posisi awal (misalnya 10).
  28. 28. Latihan Counter 1 Mesin penghitung dan pengepak barang Cara kerja: • Tombol Start ON. Conveyor ON • Sensor mendeteksi dan menghitung barang di konveyor. • Jika 5 barang sudah terdeteksi, solenoid akan ON, conveyor OFF • Solenoid akan menyentuh Limit Switch, sehingga solenoid akan OFF, conveyor ON • Sensor kembali melakukan perhitungan.
  29. 29. Latihan Counter 2 Tempat Parkir Mobil Cara kerja sistem: • Sensor 1 menghitung jumlah mobil yang masuk. • Jika jumlah = 5, maka lampu Full akan menyala, dan mobil tidak boleh masuk lagi • Jika ada mobil yang keluar, akan dihitung oleh sensor 2, maka lampu Full mati, dan mobil boleh masuk lagi.
  30. 30. Latihan Counter 3 Pengepakan Apel ke dalam Box
  31. 31. Latihan Counter 3 Pengepakan Apel ke dalam Box Cara Kerja : • Saat ditekan tombol START (PB1), maka dijalankan konveyor pembawa box. • Jika sensor box (SE2) mendeteksi keberadaan box maka konveyor pembawa box akan dihentikan dan konveyor pembawa apel mulai dijalankan. • Sensor apel (SE1) akan menghitung hingga 10 buah apel kemudian menghentikan konveyor pembawa apel (pencacah apel akan direset) dan proses dijalankan dari awal lagi demikian seterusnya hingga ditekan tombol STOP (PB2).
  32. 32. Latihan Kombinasi Timer dan Counter Mesin penghitung dan pengepak barang
  33. 33. Latihan Kombinasi Timer dan Counter Mesin penghitung dan pengepak barang Cara kerja: • Jika sensor mendeteksi benda sebanyak 5 kali, Conveyor OFF Solenoid ON selama 3 detik. • Setelah itu Conveyor ON lagi dan siklus berulang.
  34. 34. Latihan Counter 1 Mesin penghitung dan pengepak barang
  35. 35. Latihan Counter 2 Tempat Parkir Mobil
  36. 36. Latihan Counter 3 Pengepakan Apel ke dalam Box
  37. 37. Latihan Kombinasi Timer dan Counter Mesin penghitung dan pengepak barang

×