Successfully reported this slideshow.

Bab 3

1,030 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab 3

  1. 1. SISTEM TERDISTRIBUSI
  2. 2. LATAR BELAKANG  Perkembangan pesat teknologi informasi menyebabkan bertambahnya permintaan suatu sistem, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak yang dapat digunakan dengan baik dan cepat.  Permintaan yang terus bertambah ini tidak sebanding dengan kemampuan perangkat keras yang ada. Salah satu cara untuk mengatasi hal itu dibuat pengembangan di sisi perangkat lunak dengan membuat suatu sistem virtual di mana beberapa perangkat keras atau komputer dihubungkan dalam jaringan dan diatur oleh sebuah sistem operasi yang mengatur seluruh proses yang ada pada setiap komputer tersebut sehingga memungkinkan proses berjalan dengan cepat. Sistem operasi yang mengatur proses ini sering disebut sebagai sistem operasi terdistribusi (distributed operating system) . 2
  3. 3. APAKAH SEBENARNYA SISTEM TERDISTRIBUSI ?  Sistem Terdistribusi terdiri dari dua kata, yaitu “Sistem” dan “Terdistribusi”. Sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membentuk satu kesatuan untuk menyelesaikan satu tujuan yang spesifik atau menjalankan seperangkat fungsi. Adapun terdistribusi berasal dari kata “distribus” yang merupakan lawan kata “sentralisasi”, yang artinya penyebaran, sirkulasi, penyerahan, pembagian menjadi begian-bagian kecil.  Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung ke suatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat sebagai satu komputer. Maksud komputer otonomi adalah walaupun komputer tidak terhubung ke jaringan, komputer tersebut tetap data berjalan. 3
  4. 4. Infrastruktur Utama dari Aplikasi Sistem Terdistribusi a. Jaringan komputer baik dalam skala lokal (LAN), metropolitan (MAN), skala luas (WAN) maupun skala global (Internet). b. Beragam perangkat keras dan lunak, serta pengguna yang barada dan saling terkait dalam sistem jaringan yang membentuknya. 4
  5. 5. Local Area Network (LAN)  Biasanya dimiliki oleh individu atau organisasi, menghubungkan peralatan pada satu kantor, gedung atau kampus. Dirancang agar sumberdaya dapat digunakan bersama  Ukurannya terbatas hanya 1-2 km  Biasanya menggunakan satu jenis medium transmisi  Topologi yang biasa digunakan adalah topologi cincin, bus atau bintang 5
  6. 6. Metropolitan Area Network (MAN) • Menghubungkan satu jaringan LAN dengan jaringan LAN yang lain. • Didesain untuk wilayah yang lebih luas. misalnya : satu kota. 6
  7. 7. Wide Area Network (WAN)  Didesain untuk area geografis yang lebih luas lagi seperti negara, kontinent ataupun dunia  Menggunakan kombinasi antara peralatan komunikasi publik, swasta ataupun sewaan 7
  8. 8. Internet  Bila dua atau lebih jaringan saling berhubungan maka menjadi suatu internetwork atau internet.
  9. 9. Tujuan Sistem Terdistribusi  Mengatasi Bottleneck, di mana tumpukan pekerjaan pada suatu terminal dapat di distribusikan ke terminal-terminal lain.  Mendukung layanan yang terbesar, misalnya layanan penjualan dengan menggunakan terminal- terminal terbesar di berbagai tempat.  Mandukung sistem kerja jarak jauh, miusalnya sistem kerja small office home office yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah sehingga tidak datang ke kantor.  Memudahkan kerja kelompok, dengan memudahkan data sharing dan tetap memungkinkan kerja sama walaupun letak anggota kelompok berjauhan
  10. 10. Keuntungan Sistem Terdistribusi  Performance Kumpulan dari beberapa prosesor akan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada komputer yang terpusat. Begitu juga kalau dilihat dari sisi biaya.  Distribution  Reliability (Fault tolerance) Apabila salah satu komponen terjadi kerusakan, system tetap dapat berjalan.  Incremental Growth Mudah dalam melakukan penambahan komputer/komponen  Sharing Data/Resources Berbagi data adalah salah satu hal yang pokok pada kebanyakan aplikasi.
  11. 11. Tantangan Sistem Terdistribusi a. Keanekaragaman (heterogeneity) b. Keterbukaan (Openness) c. Keamanan ( security) d. Skalabilitas ( scalability) e. Penangan masalah (error-hadling) f. Kebersamaan (conccurency) g. Penyembunyian (transparency)
  12. 12. Solusi dalam Pengembangan Sistem Terdistribusi1. Agar Komputer – komputer yang beraneka ragam dapat bekerja sama dengan baik, diperlukan suatu standar operasi yang berlaku diseluruh Sistem Terditribusi tersebut, Misalnya CORBA.2. Keterbukaan dapat dilakukan dengan menyertakan documentasi program yang mudah dipahami programmer lain.3. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan Sistem Terditribusi ialah dengan menggunakan enkripsi yang mengirim pesan dalam bentuk sandi.4. Ukuran Sistem Terdistribusi tidak hanya dapat diperbesar, tetapi dapat pula diperkecil, sesuai kebutuhan.5. Dalam Sistem Terdistribusi apabila salah satu komputer mati maka tugas komputer tersebut dapat digantikan oleh komputer lain.6. Permintaan yang dating secara bersamaan tidak diperoses semua skaligus, melainkan dimasukkan dalam antrian dan diproses satu per satu.7. Penyembunyian berguna untuk memudahkan pemakaian dan pengembangan Sistem Terdistribusi serta meningkatkan keamanannya.
  13. 13. Jenis – Jenis PenyembunyianPada Sistem Terdistribusi a) Penyembunyian Akses b) Penyembunyian Lokasi c) Penyembunyian Kebersamaan d) Penyembunyian Replikasi e) Penyembuyian Masalah f) Penyembunyian Skala
  14. 14. a). Penyembunyian Akses Seseorang yang bekerja dalam lingkungan sistem dapat mengakses berbagai sumber daya yang berada dalam lingkungan untuk penyelesaian pekerjaannya. Misalnya seorang sekretaris dapat mencetak dokumen-dokumennya secara paralel, yaitu di local printer, yang langsung tehubung dengan komputer di mejanya maupun remote printer dalam lingkungan Sistem Terdistribusi sehingga pekerjaan pencetakan dokumen dapat segera diselesaikan.
  15. 15. b) Penyembunyian Lokasi Pengguna layanan transaksi tersebar tidak perlu mengetahui lokasi basis data yang akan diakses. Pengguna layanan transaksi juga dapat mengakses basis data dari mana saja sejauh memiliki fasilitas untuk mengakses basis data yang bersangkutan. Misalnya nasabah bank yang melakukan transaksi lewat ATM tidak perlu repot untuk mengetahui letak basis data yang akan diakses. Nasabah juga dapat melakukan transaksi dari ATM bank di manapun.
  16. 16. c) Penyembunyian Kebersam Pengelola data nasabah di bank misalnya tidak perlu bingung untuk melayani transaksi untuk nasabah tertentu,karena Sistem Terdistribusi maupun menangani transaksi yang terjadi bersama. Sebagai contoh: nasabah dapat menarik dana dari mesin ATM, sedangkan pada saat yang sama ada rekanan dari nasabah tersebut yang melakukan transfer dana ke rekening nasabah yang sama.
  17. 17. d) Penyembunyian Replikasi Pengguna tidak terpengaruh apakah ia mengakses basis data orisinil atau replikasi. Misalnya, pengguna jasa ATM bank tidak perlu direpotkan dengan basis data orisinil atau replikasi yang diakses. Contoh: suatu waktu, sebuah bank yang berpusat di jakarta melakukan replikasi basis data di Surabaya untuk membantu melayani transaksi di Surabaya dan sekitarnya. Nasabah di Surabaya yang semula dilayani oleh server Jakarta tidak melihat atau direpotkan oleh prngantian server ini.
  18. 18. e) Penyembuyian Masalah Apabila salah satu computer dalam Sistem Terdistribusi mengalami masalah kerusakan, kerusakan tersebut dapat diatasi secara langsung dan cepat tampa terlihat dan tidak memerlukan bayak campur tangan dari pengguna. Misalnya dalam kasus server basisdata bank di Jakarta down maka transaksi nasabah dilakukan oleh server basisdata yang di Surabaya. Namun pergantian server basis data tidak terlihat dan tidak merepotkan nasabah.
  19. 19. f ) Penyembunyian Skala Pengguna tidak terpengaruh atau direpotkan apabila komputer-komputer dalam Sistem Terdistribusi di-upgrade guna mengkatkan kinerja dan jangkauan layanan. Misalnya, nasabah ATM tidak terpengaruh atau terganggu apabila prosesor dan memori basis data bank ditambah.
  20. 20. Arsitektur Sistem Terdistribusi Arsitektur didefinisikan sebagai suatu rancangan untuk penyusunan dan operasi komponen-komponen. suatu sistem, di mana rancangan tersebut mengidentifikasi komponen beserta fungsi masing-masing komponen, konektivitas/hubungan antarkomponen, dan mendeskripsikan pemetaan fungsionalitas ke dalam komponen (rangkuman dari berbagai sumber). Dengan demikian, arsitektur Sistem Terdistribusi diharapkan mampu menyediakan gambaran fisik dan logikal dari sistem, serta mampu menyediakan spesifikasi dari komponen- komponen sistem beserta hubungan antarkomponen dalam sistem. Hal-hal yang dijabarkan dalam arsitektur Sistem Terdistribusi amat penting artinya dalam usaha pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan Sistem Terdistribusi (Gruver, 2003).
  21. 21. Jenis Arsitektur Sistem Terdistribusi  Client server, client menghubungi server untuk mendapatkan data, yang kemudian memformat dan menampilkan pada pengguna. Arsitektur ini terdiri dari 3 jenis, yaitu arsitektur 2-tier, 3-tier, dan n- tier.  Tightly caupled (clustered), mesin-mesin terintegrasi yang menjalankan proses yang sama secara bersamaan dengan membagi tugas kedalam beberapa bagian yang dijalankan masing-masing mesin. Apabila proses telah selesai, hasil pengerjaan masing-masing mesin digabungkan menjadi satu.  Peer-to-peer, arsitektur di mana tidak ada mesin yang menyediakan layanan atau mengelola sumber daya jaringan sehingga segala tanggung jawab dibagikan di antara seluruh mesin, dikenal dengan istilah peer
  22. 22. END……….TERIMA KASIH

×