Successfully reported this slideshow.

Percakapan Konseling

14,700 views

Published on

Published in: Education

Percakapan Konseling

  1. 1. UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASINama : Riri Huriyah AlbantaniNPM : 41182109110004Kelas : PGSD ASemester : 3Hari/Tanggal : Selasa/08 Januari 2013Mata Kuliah : Bimbingan KonselingDosen : Yudi Budianti, M.Pd. PERCAKAPAN KONSELING
  2. 2. Mahasiswa yang Ragu dengan JurusannyaSuatu pagi, Mahasiswa semester 2 menemui dosen pembimbingnya.Konseli : “Assalamu’alaikum, bu.” (menjabat tangan konselor)Konselor : “Wa’alaikumsalam, eh Maya, ayo silahkan duduk May.” (Sambil tersenyum)Konseli : “Terimakasih.” (Kemudian duduk)Konselor : “Bagaimana kabarmu hari ini?” Teknik pertanyaan tertentuKonseli : “Baik bu.”Konselor : “Apa yang bisa ibu bantu?” Teknik ajakan untuk memulaiKonseli : “Saya sedang bingung bu.”Konselor : “Bingung?” Teknik pengulangan satu-dua kataKonseli : “Saya merasa saya ini salah masuk jurusan, dan ini selalu mengganjal di pikiran saya.”Konselor : “Kamu merasa telah salah karena memilih program studi PGSD.” Teknik refleksi pikiran.Konseli : “Itu yang membuat saya bingung bu.”Konselor : “Memangnya Maya ingin di jurusan apa?” Teknik penyelidikanKonseli : “Waktu di SMK saya mengambil jurusan TI.”Konselor : “TI?” Teknik pengulangan satu-dua kataKonselor : Teknik Informatika bu, seharusnya sekarang kuliah pun melanjutkan jurusan tersebut, teman-teman saya saja hampir semuanya melanjutkan di bangku kuliah jurusan TI.”Konselor : “Hm.. ” Teknik menunjukkan pengertian “Seharusnya kamu seperti teman-temanmu yang melanjutkan jurusan TI, begitu May?” Teknik klarifikasi pikiranKonseli : “Iya bu, sayang sekali kan sudah tiga tahun belajar tentang komputer, tapi tidak diperdalam sampai kuliah.”Konselor : “Waktu di SMK apa saja yang Maya pelajari di jurusan Teknik informatika?” Teknik penyelidikanKonseli : “Waktu sekolah, saya diajarkan desain grafis, edit video, edit foto, belajar bikin website, dan masih banyak lagi, Bu.” (dengan antusias)
  3. 3. Konselor : “Kamu menyukai hal yang berhubungan dengan komputer.” Teknik klarifikasi perasaanKonseli : “Sangat suka bu, di rumah pun saya tidak pernah lepas dari yang namanya komputer, banyak waktu senggang saya gunakan di depan komputer. Sayangnya, orang tua malah memilihkan saya jurusan PGSD ini, saya tidak diperbolehkan melanjutkan jurusan TI.”Konselor : “Kamu kecewa karena orang tuamu malah memasukkanmu ke jurusan PGSD.” Teknik klarifikasi perasaanKonseli : “Iya bu.”Konselor : “(Mengangguk) Jadi Maya masuk PGSD karena disuruh orang tua, padahal kamu sangat menyukai komputer dan berharap melanjutkan ke jurusan komputer seperti waktu SMK.” Teknik ringkasanKonseli : “Mau bagaimana lagi bu, saya sih menuruti saja apa keinginan ortu, karena mereka yang membiayai kuliah saya.”Konselor : “Ya ya.. kalau begitu kamu kuliah di PGSD karena keinginan orang tuamu ya May.”Teknik interpretasiKonseli : “Sebenarnya saya sudah mulai beradaptasi Bu dengan PGSD beserta mata kuliah di dalamnya.”Konselor : “Tetapi?” Teknik permintaan melanjutkanKonseli : “Tapi saya belum siap jika nanti menjadi guru. Saya masih berharap untuk melanjutkan jurusan Teknik Informatika Bu, agar saya menjadi seorang ahli IT, saya bingung mau pindah jurusan tapi tidak mungkin .”Konselor : “Jadi, yang mengganjal pikiranmu, Maya ingin menjadi seorang IT tapi malah disuruh masuk jurusan PGSD sedangkan kamu tidak siap menjadi guru, benar begitu? “ Teknik ringkasanKonseli : “Benar Bu,dengan kuliah di jurusan Teknik Informatika saya ingin kemampuan IT saya berkembang dan berkarir di bidang tersebut, saya sih berharap nantinya bisa bekerja di perusahaan bidang IT.”Konselor : “Maya sudah menyampaikan alasan mengapa ingin masuk IT kepada orang tuamu?” Teknik pertanyaan tertentuKonseli : “Sudah bu.”Konselor : “Apa kata orang tua?”Teknik pertanyaan tertentuKonseli : “Kata orang tua, Maya ini kan perempuan kalau kuliah jurusan TI, nanti pasti kerjanya di perusahaan, yang biasanya kerjanya sampai sore, lebih baik jadi guru,
  4. 4. kerjanya bisa sampai setengah hari saja, ilmunya bermanfaat bagi banyak orang. Itu jawaban orang tua saya, bu.”Konselor : “Mari sekarang kita meninjau. Teknik pemberian struktur Kalau Maya melanjutkan ke jurusan IT, kira-kira bidang IT apa yang ingin maya perdalam, dan pekerjaan apa yang maya ingin peroleh dari bidang tersebut ?” Teknik ... .Konseli : “Apa ya bu, dari semua bidang IT saya sendiri belum tau pastikeahlian mana yang mau saya tekuni entah desain grafis, desain web, atau edit video.. Mungkin kelak saya akan jadi pemilik percetakan, hehe.”Konselor : “Maaf ya May, di sini kamu masih bingung di bidang IT mananya yang ingin tekuni dan menentukan pekerjaan apa yang nantinya ingin kamu peroleh.”Teknik interpretasiKonseli : “Iya bu, ternyata saya ingin, tapi belum yakin juga.”Konselor : “Nah begini saja, menurut maya mana yang memiliki kelebihan, seorang IT atau seorang guru yang jago IT?” Teknik penyajian alternatifKonseli : “Guru yang jago IT, Bu.” (Sambil berpikir)Konselor : “Tentu, bukankah saat iniKamu berusaha menyesuaikan diri dengan jurusan PGSD pilihan orang tuamu, yang ibu amati ketika di kelas, Maya mengikuti perkuliahan dengan baik.” Teknik feedbackKonseli : “Saya tidak ingin mengecewakan orang tua yang sudah bayar biaya kuliah saya yang mahal ini bu.”Konselor : “Pada mulanya memang berat membayangkan jadi seorang guru, tapi kalau kita mulai menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan, maka perasaan ragu akan hilang.” Teknik pemberian informasiKonseli : “Iya juga ya bu. Bismillah, saya akan belajar lebih serius agar nanti menjadi seorang guru dan tidak mengecewakan orang tua saya, bu.” (Tersenyum)Konselor : “Kalau Maya memantapkan jurusan PGSD dengan dukungan orang tua, Insya Allah kelak nanti Maya bisa menjadi guru yang profesional, Ilmu IT yang Maya miliki dapat dimanfaatkan untuk mendukung profesi Maya kelak, misalnya untuk pembuatan media belajar.” Teknik pemberian dukunganKonseli : “Terimakasih banyak ya bu atas pengarahannya.”Konselor : “Sama-sama Maya, semangat yah.” 

×