BAB I
PENDAHULAN
A. Latar Belakang
Bila Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita bahwa salah satu di antara tanda-tanda
tela...
3.

Mahasiswa dapat memahami makna dari salam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari – hari.
BAB II
PEMBAHASAN

A. ...
Betapa pentingnya memberi salam. Karena salam juga merupakan salah satu dari
nama-nama Allah. Banyak menyebarkan salam ber...
Dari Abdullah bin Salam „anhu, ia berkata: Rasulullah şallaLlāhu „alaihi wasallam bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sebar...
Rasulullah

SAW

bersabda:"Wahai

manusia!

Sebarkanlah

salam,

berilah

makanan,sambunglah tali silaturahmi dan shalatla...
salam. Kita beri salam kepada siapa saja yang kita temui di sana!" (Imam Malik dalam kitab
Al Muwatha' dengan sanad shahih...
ketika beliau tengah bersama isterinya, „Aisyah RA, beliau bersabda:"Ini Jibril mengucapkan
salam kepada kamu". Maka „Aisy...
a.

Bila ucapan salam "Assalaamu „alaikum" maka jawaban minimal adalah

"Wa'alaikumussalaam", jawaban lebih adalah "Wa'ala...
Dalam Kitab “Zaadul Ma‟ad”, Ibnul Qayim menjelaskan; “ Apabila seseorang
menyampaikan salam kepadamu dari orang lain (titi...
2. Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur‟an, atau seseorang yang sedang
mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang ...
kita:"Assalaamu

„alaikum

warahmatuulaah!"

Minimal

kita

harus

menjawab:"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah!"
Lebih uta...
bersin yang mengucapkan alhamdulillah, membantu orang yang lemah, menolong orang yang
dizhalimi, mengucapkan salam dan mem...
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan
beriman hingga kalian bisa saling mencint...
1.

Diharapkan semua kalangan dapat mengerti yang terkandung dalam makalah kami, agar

kita bisa memahami tentang ajaran i...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Hadits tentang salam,Rifki Aminuddin

2,116 views

Published on

mata kuliah ulumul hadits

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,116
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hadits tentang salam,Rifki Aminuddin

  1. 1. BAB I PENDAHULAN A. Latar Belakang Bila Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita bahwa salah satu di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat adalah salam tidak diucapkan kecuali kepada orang-orang yang dikenal saja, dan kaum muslimin telah mengganti kalimat salam tersebut dengan kalimatkalimat yang sama sekali jauh dari tuntunan sunnah, hari ini kabar beliau tersebut telah semakin nyata kebenarannya. Terbukti pada hari ini, sebagian kaum muslimin mengucapkan salam hanya kepada orang-orang tertentu saja dari kelompoknya, partainya, golongannya, kaumnya, sukunya, atau hanya kepada orang-orang yang dikenalnya saja. Lebih dari itu, sebagian kaum muslimin yang mengaku dirinya sebagai akademisi muslim, sarjanawan muslim, cendekiawan muslim, dan para ilmuwan muslim yang belajar Islam kepada Barat dan para orientalis telah mengganti kalimat salam dengan kalimat-kalimat yang menurut mereka lebih modern, gaul, dan maju, dan sesuai dengan zaman hari ini, seperti „selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dan kalimat-kalimat lainnya‟, yang tidak lain hanyalah adopsi dan impor dari Barat dan orang-orang kafir. Namun atas nama kemajuan, pluralis, liberalis, mereka katakan ini bagian dari pada Islam dan bukti bahwa Islam sebagai dari rahmatan lil‟alamin. B. Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini dilaksanakan oleh para mahasiswa yang memiliki tujuan dan maksud tertentu. Adapun tujuan kami 1. Menuntaskan tugas mata kuliah 2. Mahasiswa dapat mengetahui makna dan hukum menyebarkan salam.
  2. 2. 3. Mahasiswa dapat memahami makna dari salam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Salam Secara harfiah salam berasal dari kata salima- Yasiamu-Salaamatan, yang berarti selamat. Lafad ini dipakai dalam beberapa ayat Al-Quran, misalnya pada QS. Al-An‟am:54, yang artinya ; “ Apabila orang – orang yang beriman kepada ayat – ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah; “ Salaamun’Alaikum ( Mudah – mudahan Allah melimpahkan keselamatan atas kamu), Tuhan-mu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.”Kata salam yang merupakan isim mashdar dari kata salima memiliki makna yang cukup banyak, diantaranya keselamatan, kedamaian, ketenteraman, penghormatan, ketundukan dan ketaatan. Inilah makna – makna harfiah yang ada dalam salam. Dari kata salima muncul kata aslama yang artinya menyelamatkan, mendamaikan, menenudukkan, dan seterusnya.1[1] Dari kata aslama inilah muncul kata islam yang kemudian menjadi nama dari agama kita . Al-jarjani mendifinisikan salam sebagai selamatnya seseorang dari bencana baik di dunia maupun di akhirat (tajarrud al-nafsi‟an al-mihnati al-darain).2[2] Dari definisi ini dijelaskan bahwa salam merupakan tujuan utama dari Islam, yakni selamatnya seorang Muslim di dunia dan di akhirat. Salam jugamerupakan doa yang berisi permohonan kepada Allah Swt. Agar orang yang diberi salam memperoleh keselamatan di dunia maupun di akhirat. 1[1]munawwir, 1984:699. 2[2]al-Jarjani, 1988: 120
  3. 3. Betapa pentingnya memberi salam. Karena salam juga merupakan salah satu dari nama-nama Allah. Banyak menyebarkan salam berarti banyak menyebut nama Allah , yang dijelaskan dalam : 1. Al Quran “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (mengingat) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. AL-Ahzab: 35)      Allah SWT berfirman : “ Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah bukan rumhamu sebelum meminta izin dan member salam kepada penguninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat” (An Nuur [24]: 27).3[3] Allah SWT berfirman: “…Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari ) rumah– rumah (ini) hendaklah kamu member salam kepada dirimu sendiri. Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat–ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya” (An Nuur) 2. Hadist (BM: 1559) 3[3]An Nuur [24]: 27
  4. 4. Dari Abdullah bin Salam „anhu, ia berkata: Rasulullah şallaLlāhu „alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan dan laksanakanlah şalat pada saat manusia tertidur niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (Sunan At-Tirmiżiy ĥadīś no. 2409) Dari Abdullah bin Amr, bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Islam bagaimanakah yang lebih baik?" Maka beliau menjawab, "Memberi makan dan mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal."( HR. Bukhari). Salah satu hak seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah mengucapkan salam ketika bertemu. ( H.R. Bukhari dan Muslim ) Rasulullah saw bersabda: “Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.”( H.R. Muslim) “Sebarkanlah salam, niscaya kalian akan selamat.” ( H.R. Ahmad ) “Ibadahilah Ar-Rahman, berikan makanan dan sebarkan salam, niscaya kalian akan masuk ke dalam surga dengan selamat.” ( HR. At-Tirmidzi ) Rasulullah Saw bersabda:"Demi Dia yang diriku berada di tangan-Nya! Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling berkasih-sayang. Maukah kalian saya tunjukkan suatu perkara yang apabila kalian kerjakan, maka akan tumbuh rasa kasih-sayang di antara kalian? Sebarkan salam di antara kalian!" (HR. Muslim).
  5. 5. Rasulullah SAW bersabda:"Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makanan,sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia lain tengah tertidur; niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat sejahtera" (At Tirmidzi). 3. Sunnah Para Nabi dan Rasul Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Ketika Allah telah menjadikan Adam, maka Allah memerintahkan:"Pergilah kepada para Malaikat dan ucapkan salam kepada mereka yang tengah duduk. Dengarkanlah jawaban salam mereka, karena itu akan menjadi ucapan salam bagi kamu dan anak cucumu kelak!" Maka pergilah Nabi Adam dan mengucapkan:"Asalaamu „alaikum!" Para Malaikat menjawab:"Assalaamu „alaika warahmatullaah!" Mereka menambah warahmatullaah" (HR. Bukhary dan Muslim). Al Qur'an menceritakan kisah Ibrahim AS:"(Ingatlah) ketika mereka msuk ke tempatnya lalu mengucapkan:"Salaaman", Ibrahim menjawab:"Salaamun" ..." (Qs AdzDzaariyaat).4[4] 4. Perilaku Para Sahabat Thufail Bin Ubay Bin Ka'ab pernah datang ke rumah Abdullah Bin Umar; lalu keduanya pergi ke pasar. Ketika keduanya sampai di pasar, tidaklah Abdullah Bin Umar menemui tukang rombeng, penjual toko, orang miskin dan siapa saja melainkan mesti memberi salam kepada mereka. Suatu hari, Thufail Bin Ubay Bin Ka'ab datang lagi ke rumah Abdullah Bin Umar, dan diajak lagi ke pasar. Maka Thufail bertanya:"Perlu apa kita ke pasar? Kamu sendiri bukanlah seorang pedagang dan tidak ada kepentingan menanyakan harga barang atau menawar barang.Lebih baik bila kita duduk bercengkerama di sini". Abdullah Bin Umar menjawab:"Hai Abu Bathn! Sebenarnya kita pergi ke pasar hanya untuk memasyarakatkan 4[4]AdzDzaariyaat[51]:25
  6. 6. salam. Kita beri salam kepada siapa saja yang kita temui di sana!" (Imam Malik dalam kitab Al Muwatha' dengan sanad shahih). B. Hukum 1. Mengucapkan Salam Hukum mengucapkan salam adalah sunnah yang dikuatkan (sunnah mu'akadah). Rasulullah SAW bersabda:"Jika seseorang di antara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah memberi salam -kepadanya. Jika antara dia dan saudaranya terhalang pepohonan, dinding atau bebatuan; kemudian mereka berjumpa kembali, maka ucapkan salam kepadanya" (HR. Abu Daud). Ketika menyampaikan salam, hendaknya seseorang memperdengarkan ucapan salamnya. Diriwayatkan oleh Tsabit bin „Ubaid rahimahullahu : Aku pernah mendatangi suatu majelis yang di situ ada Abdullah bin Umar RA. Maka beliau berkata, „Apabila engkau mengucapkan salam, perdengarkan ucapanmu. Karena ucapan salam itu penghormatan dari sisi Allah yang penuh berkah dan kebaikan‟.” (HR. AlBukhari). 2. Menjawab Salam Sedangkan hukum menjawab salam adalah wajib. Sebagaimana firman Allah SWT:"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu" (An Nisaa' [4]: 86). 3. Ucapan Salam Ucapan salam yang lengkap adalah "Assalaamu „alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh" yang artinya "semoga seluruh keselamatan, rahmat dan berkah Allah dilimpahkan kepada kalian". Ucapan salam ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW
  7. 7. ketika beliau tengah bersama isterinya, „Aisyah RA, beliau bersabda:"Ini Jibril mengucapkan salam kepada kamu". Maka „Aisyah RA menjawab:"Wa „alaihissalaam warahmatullaahi wabarakaatuh" (HR. Bukhary dan Muslim). Idealnya seorang Muslim mengucapkan salam dengan lengkap, tetapi tetap diperkenankan seseorang untuk mengucapkan salam: a. Assalamu‟alaikum b. Assalaamu‟alaikum warahmatullaah, c. Assalaamu‟alaikum warahmatullaah wabarakaatuh (lengkap) Semakin lengkap ucapan salam seorang, maka semakin banyak pula keutamaan yang diraihnya. Imran Bin Hushain RA menceritakan tentang seseorang yang mendatangi Rasulullah SAW dan mengucapkan salam:"Assalaamu „alaikum!" Rasulullah SAW menjawab salam tersebut, dan kemudian memberikan komentar:"Sepuluh!" Kemudian datang orang lain yang mengucapkan salam:"Assalaamu „alaikum warahmatullaah!" Rasulullah SAW menjawab dan kemudian memberikan komentar:"Duapuluh!" Dan datanglah orang ketiga dan mengucapkan salam:"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh!" Maka Rasulullah SAW menjawab:"Tigapuluh!" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Demikianlah, semakin lengkap ucapan salam seseorang, akan semakin banyak pula keutamaan yang dia peroleh. 4. Ucapan Balasan Salam Sedangkan jawaban salam, minimal setara dengan ucapan salam; dan kalau bisa, malah dilebihkan. Allah Ta'ala berfirman:" Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu" (An Nisaa' [4]: 86).Sehingga jawaban salam yang disyari'atkan adalah:
  8. 8. a. Bila ucapan salam "Assalaamu „alaikum" maka jawaban minimal adalah "Wa'alaikumussalaam", jawaban lebih adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaah", dan jawaban lengkapnya adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh". b. adalah Bila ucapan salam "Assalaamu „alaikum warahmatullaah" maka jawaban minimal "Wa'alaikumussalaam warahmatullaah", dan jawaban lengkapnya adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh". c. Bila ucapan salam "Assalaamu „alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh" maka jawaban minimal adalah "Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh" C. Adab Salam Adapun adab (tata cara) mengucapkan dan menjawab salam telah dijelaskan pula dalam banyak Hadist, secara sistematis sebagai berikut; 1. Kalimat Salam Hadist dari Imran Bin Hushain ra, seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan mengucapkan “ASSALAMU‟ALAI-KUM”, maka dijawab oleh Nabi SAW, lalu ia duduk. Nabi bersabda; “ (Pahalany)Sepuluh.” Kemudian datang lagi seorang yang lain member salam "Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaah", Setelah nabi menjawabnya, ia bersabda ; “ Dua Puluh”Kemudian datang orang yang ketiga dan mengucapkan "Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh"maka Nabi SAW menjawabnya dan bersabda ; Tiga puluh.” Dari hadist ini, kita bias menyimpulkan, ada tiga kalimat salam dengan masing – masing keutamaannya. Kemudian jika seseorang menitip salam kepada kita untuk disampaikna kepada yang lain, maka hal ini juga pernah terjadi, sebagaimana dijelaskan dalam hadist dari Aisyah RA; Rasullullah SAW memberitahukan saya bahwa Jibril menyampaikan salam lewat dia untuk saya, maka saya jawab; Wa’alaihissalam Warahmatullahi Wabarakatuh.”
  9. 9. Dalam Kitab “Zaadul Ma‟ad”, Ibnul Qayim menjelaskan; “ Apabila seseorang menyampaikan salam kepadamu dari orang lain (titip salam), maka jawablah untuk yang menitip dan yang menyampaikan salam tersebut.” Jadi kalimatnya, “Wa’alaihi Wa’alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh” 2. Adab Memberi Salam Secara umum, mengucapakan atau memberi salam lebih baik dilakukan tanpa mempertimbangkan waktu dan tempat, berdasarkan sabda Rasulullah SAW; Sebaik-baiknya manusia di sisi Allah ialah orang yang memulai mengucapkan salam.” Hadist lainnya, “ Seseorang bertanya;” Ya Rasulallah, kalau dua orang yang bertemu, manakah di antara keduanya yang harus mendahului memeberi salam? Rasulullah SAW menjawab: Ialah orang yang paling dekat kepada Allah”. Ada beebrapa adab yang harus diperhatikan dalam menyebarkan salam, yaitu : 1. Urutan Salam Sabda Rasulullah SAW : a. Orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan b.Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk c. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang lebih banyak d. Memberi salam kepada anak kecil e. Memberi salam antara lelaki dan perempuan f. Yang meninggalkan tempat member salam kepada yang ditinggal. g.Ketika pergi meninggalkan atau pulang kerumah, ucapakanlah salam meski tak seorang pun ada dirumah (malaikat yang akan menjawab). h.Jika bertemu berulang – ulang maka ucapkanlah salam setiap kali ketemu. Pengecualian kewajiban menjawab salam: 1. Ketika sedang salat. Membalas ucapan salam ketika salat membatalkan salatnya.
  10. 10. 2. Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur‟an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam. 3. Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi. Sikap dasar seorang Muslim adalah mencoba memaklumi orang lain dan tidak meminta untuk dimaklumi. Urutan salam inipun tidak harus menjadikan kita minta untuk dimaklumi. Misal orang tua sama sekali tidak mau memberi salam kepada yang lebih muda, dan menuntut supaya anak-anak muda itu yang harus terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Sikap tuntutan seperti ini tentu saja berlebih-lebihan.Mestinya seorang Muslim tidak terjebak dengan sikap kekanak-kanakan seperti ini. 2. Mendahului Salam Terlepas dari urutan dalam memberi salam, Rasulullah SAW mengajarkan untuk mendahului dalam memberi salam. Diharapkan kita tidak pasif dalam mengucapkan salam, yaitu sekedar menanti datangnya ucapan salam dari orang lain. Diharapkan pula kita tidak menjadi orang yang suka menuntut orang lain untuk mengucapkan salam duluan. Rasulullah SAW mengajarkan, justru yang memulai salam itulah orang yang lebih mulia. Sabdanya:"Seutama-utama manusia bagi Allah adalah yang mendahului salam (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:"Ya Rasulullah, jika dua orang bertemu muka, manakah di antara keduanya yang harus terlebih dahulu memberi salam?" Rasulullah SAW menjawab:"Yang lebih dekat kepada Allah (yang berhak terlebih dahulu memberi salam)" (HR. tirmidzi). 3. Menjawab Setara atau Lebih Apabila ada seseorang yang memberi salam kepada kita, maka idealnya kita memberikan jawaban yang sama (setara). Misalkan seseorang mengucapkan salam kepada
  11. 11. kita:"Assalaamu „alaikum warahmatuulaah!" Minimal kita harus menjawab:"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah!" Lebih utama lagi, apabila kita memberikan jawaban yang lebih daripada ucapan salam tersebut. Misalkan seseorang mengucapkan salam kepada kita:"Assalaamu „alaikum warahmatuulaah!" Maka akan lebih baik apabila kita menjawab:"Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabaraakatuh!" Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu".5[5] Jawaban salam masih kurang setara apabila kita memberi jawaban:"Wa'alaikum salaam ...!" Harusnya, jawaban itu adalah:"Wa „alaikumus salaam ...!" Perbedaan antara keduanya adalah: salaam dan as salaam. Kata salaam berarti keselamatan, sedangkan kata as salaam memiliki makna seluruh keselamatan.Tentu saja tidak setara antara keselamatan dan seluruh keselamatan.Jawaban "Wa'alaikum salaam ..." mempunyai makna keselamatan atas kalian; sedangkan jawaban "wa „alaikumus salaam ..." mempunyai makna seluruh keselamatan atas kalian. Tentu saja jawaban "Wa'alaikum salaam (keselamatan atas kalian)..." tidak setara apabila pemberi salam megucapkan:"Assalaamu „alaikum (Seluruh keselamatan atas kalian). D. Keutamaan Salam a. Mengucapkan salam merupakan salah satu perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Shallallaahu alaihi wa Sallam, sebagaimana dalam hadits Barra‟ bin Azib, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk melakukan tujuh perkara, yaitu; menjenguk orang yang sakit, mengikuti jenazah, mendo‟akan orang 5[5]An Nisaa' [4]: 86
  12. 12. bersin yang mengucapkan alhamdulillah, membantu orang yang lemah, menolong orang yang dizhalimi, mengucapkan salam dan memenuhi sumpah.” (Muttafaq alaih). b. Menimbulkan kasih sayang antar sesama, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan tidak beriman sehingga kamu saling mencintai. Dan maukah aku tunjukkan suatu perbuatan yang bisa membuatmu saling mencintai; yaitu tebarkan salam antar sesamamu.” (HR. al Bukhari - Muslim). c. Merupakan amalan yang terbaik dalam Islam. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam: “Apakah amalan yang paling baik dalam Islam?” Beliau menjawab: “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal maupun yang belum kamu kenal”. (HR. al Bukhari - Muslim). d. Mendapatkan berkah dan kebaikan dari Allah, sebagaimana firmanNya: “Maka ketika kamu masuk rumah, ucapkan salam untuk dirimu sebagai penghormatan dari Allah yang berisi berkat dan kebaikan.” 6[6] e. Termasuk di antara perbuatan yang bisa memasukkan pelakunya ke dalam surga. Abu Yusuf Abdullah bin Salam Radhiallaahu anhu berkata; saya pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, lakukan silaturrahim, dan shalatlah ketika orang lain tidur malam, maka engkau akan masuk ke surga dengan selamat.” (HR. At Tirmidzi, dia berkata: “hasan shahih”).Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda : 6[6]An-Nur: 61
  13. 13. “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian bisa saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan terhadap satu amalan yang bila kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)7[7] BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Demikian yang semestinya dilakukan oleh setiap orang tua dan kaummuslimindalam menanamkan kebiasaan ini. Begitu pula hendaknya yang ditempuh oleh seorang pengajar yang mendidik anak-anak. Dinasihatkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu: “Seorang pengajar apabila memasuki kelas hendaknya mengucapkan salam dengan mengatakan , dan hendaknya dia mengetahui bahwa ini adalah perilaku Islami yang agung, yang memperkuat ikatan cinta dan kepercayaan di antara murid, maupun antara pengajar dengan muridnya.” Beliau menambahkan: “Tidak sepantasnya salam yang diucapkan itu berupa kalimat „selamat pagi‟ atau „selamat sore‟. Namun tidak mengapa bila setelah mengucapkan salam dia ucapkan perkataan itu dengan sedikit perubahan, seperti misalnya „Semoga Allah berikan kebaikan padamu pagi ini‟, sehingga ucapan itu mengandung makna doa….” Inilah tuntunan Islam dalam mempererat hubungan persaudaraan di antara kaum muslimin. Tentunya, harus kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang jauh dari tuntunan Rasulullah SAW. Sebagai gantinya, menghidupkan sunnah yang demikian benderang ini dalam kehidupan kita dan anak-anak kita. Wallahu A‟lam. B. Saran Untuk dapat mencapai suatu tujuan yang sama yaitu mendapatkan keridhoan dari Tuhan Yang Maha Esa dan dapat terjalin tali persaudaraan sesama umat khususnya muslim, maka seharusnya 7[7]HR. Muslim no. 192
  14. 14. 1. Diharapkan semua kalangan dapat mengerti yang terkandung dalam makalah kami, agar kita bisa memahami tentang ajaran islam yaitu meyebarkan salam. 2. Dengan membaca makalah ini tentang menyebarkan salam, seharusnya kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari – hari sesuai dengan sunnah Rasulallah SAW Karena secara tidak langsung kita dtelah menyebarkan kebaikan dengan mendoakan keselamatan orang lain dan diri kita sendiri. DAFTAR PUSTAKA HR at-Tirmidzi (2694), Kitab Permohonan Izin dan Adab dari Rasulullah, Pasal Dalil tentang Keutamaan Orang yang Memulai Memberi Salam. HR Abu Dawud (5197), Kitab Adab, Pasal Tentang Keutamaan Orang yang Memulai Memberi Salam. Dishahihkan al-Albani dalam ash-Shahihah (VII: 3382), Takhrij al-Misykah (III: 4646), Shahih at-Targhib (III: 2703), dan Shahih al-Jami (I: 2011). http://suarakomunitas.net/baca/5123/keutamaan--menyebarkan--salam.html rahmathttp://blog.re.or.id/menyebarkan-salam.htm http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/tebarkan-salam.html Masyhuri, ʻAbdul ʻAziz.Masalah keagamaan: hasil muktamar dan munas ulama Nahdhatul Ulama kesatu-1928 s/d ketiga puluh, 2000. Agromedia Pustaka, 2004. hlm. 106. ISBN9793762098.ISBN 9789793762098

×