Successfully reported this slideshow.
BAGAIMANAKAH ASSESSMENT
TERHADAP PELATIHAN MARINE
ENGINEER DI ENGINE ROOM
SIMULATOR ?

(studi kasus pada Balai Besar Pendi...
BAGAIMANAKAH ASSESSMENT
TERHADAP PELATIHAN MARINE
ENGINEER DI ENGINE ROOM
SIMULATOR ?
(studi kasus pada Balai Besar Pendid...
Apakah anda tahu, siapakah Marine
Engineer dan apa Engine Room Simulator ?
• Kepala Kamar Mesin (KKM) ataupun Masinis dapa...
Apakah Engine Room Simulator sangat penting
bagi seorang Marine Engineer yang mengikuti
diklat kepelautan ?
• Ya, sangat p...
• Dalam pengujian di ERS, seorang penguji
(instruktur) harus memberikan penilaian
penuh sebagai kriteria ketuntasan seoran...
• seorang Marine Engineer yang melakukan
kesalahan paling kecil dan paling cepat
menyelesaikan waktu pengoperasian akan
me...
Dalam pembahasan ini dijelaskan cara untuk
melakukan penilaian yang ideal pada
pelatihan ERS
1. Metodologi penilaian :
Dig...
Jumlah kesalahan prosedur pengoperasian (“EN”)
dapat dengan mudah diukur dengan alarm printer
(event printer) yang terdapa...
2. Skenario di ERS tentang pengukuran tingkat
kesalahan (Error Rate) :
Kesalahan yang beresiko merusak sistem kamar mesin
...
Latihan menggunakan simulator dan contoh “ET “
Salah satu tujuan dari pelatihan simulator adalah
untuk menguasai prosedur ...
2. Skenario perhitungan waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan setiap simulasi pelatihan :
Beberapa peserta diklat memb...
Demikian, kiranya penjelasan ini dapat menambah suatu yang
bermanfaat bagi kita semua dimana suatu kriteria penilaian
ketu...
SELESAI
BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus di Balai Besar Pendidik...
BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus di Balai Besar Pendidik...
BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus di Balai Besar Pendidik...
BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus di Balai Besar Pendidik...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran - Pelaut Kapal Niaga)

851 views

Published on

BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ?
(studi kasus di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran - Pelaut Kapal Niaga KEMENHUB)

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran - Pelaut Kapal Niaga)

  1. 1. BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus pada Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran – Kemenhub Jakarta)
  2. 2. BAGAIMANAKAH ASSESSMENT TERHADAP PELATIHAN MARINE ENGINEER DI ENGINE ROOM SIMULATOR ? (studi kasus pada Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran – Kemenhub Jakarta) Oleh : Akmad Yani R, S.SiT
  3. 3. Apakah anda tahu, siapakah Marine Engineer dan apa Engine Room Simulator ? • Kepala Kamar Mesin (KKM) ataupun Masinis dapat dikatakan sebagai Marine Engineer yaitu seseorang yang memiliki kualifikasi keahlian atau keterampilan pada disiplin ilmu teknik terapan kepelautan mencakup sebagian besar ilmu teknik mesin, teknik listrik dan kontrol dalam pengembangan desain, pengoperasian dan pemeliharaan serta sistem – sistem yang terhubung pada kapal niaga. • Engine Room Simulator (ERS) adalah sebuah simulator kamar mesin yang dirancang untuk mensimulasikan berbagai jenis mesin dan peralatan menyerupai seperti kamar mesin (Engine Room) diatas kapal yang dapat terdiri mesin penggerak utama, mesin pembangkit listrik (diesel generator, turbo generator & shaft generator), ketel uap (boiler), permesinan bantu lainya seperti pompa-pompa, purifier, kompresor, exhaust gas economizer, heat exchangers hingga tangki-tangki penyimpanan bahan bakar, minyak lumas dsb. Yang terkoneksi menghubungkan tiap permesinan yang ada.
  4. 4. Apakah Engine Room Simulator sangat penting bagi seorang Marine Engineer yang mengikuti diklat kepelautan ? • Ya, sangat penting sekali. Seorang Marine Engineer yang mengikuti pelatihan Engine Room Simulator untuk meningkatan kompetensi pada fungsi permesinan ataupun pengendalian pengoperasian kapal baik pada tingkat supporting, operational maupun management level. Sehingga peserta diklat dapat benar – benar memahami sebuah simulasi menyerupai riil diatas kapal pada berbagai pilihan simulasi pengoperasian permesinan kapal pada kondisi kapal saat keadaan seperti : 1. In dock 2. In port before D/G Run 3. In port before M/E Start 4. Just before ocean going dan lain sebagainya.
  5. 5. • Dalam pengujian di ERS, seorang penguji (instruktur) harus memberikan penilaian penuh sebagai kriteria ketuntasan seorang marine engineer yang telah menyelesaikan salah satu program pelatihan. • Metode penilaian dapat dilakukan dengan cara assement maupun examination, jika Assessment merupakan sebuah “penilaian” pada pendekatan sebuah proses maka Examination dapat dikatakan “pengujian” yang keduanya sama – sama menentukan kriteria akhir sebuah pelatihan.
  6. 6. • seorang Marine Engineer yang melakukan kesalahan paling kecil dan paling cepat menyelesaikan waktu pengoperasian akan mendapatkan nilai capaian paling tinggi dalam pelatihan di Engine Room Simulator. • Beberapa alasan besarnya tingkat kesalahan yang di buat seorang Marine Engineer dalam pengujian ERS adalah karena masing – masing dari seorang Marine Engineer memiliki pengalaman yang tidak sama di atas kapal serta saat pelatihan jumlah peserta tiap kelompok melebihi kapasitas ideal antara 8 – 10 orang.
  7. 7. Dalam pembahasan ini dijelaskan cara untuk melakukan penilaian yang ideal pada pelatihan ERS 1. Metodologi penilaian : Digunakan untuk memberi tingkat prestasi pencapaian pelatihan, dan kondisi normal sebuah prosedur pengoperasian dapat ditentukan sendiri oleh instruktur maupun penguji. dengan menghitung berapa banyak jumlah kesalahan prosedur pengoperasian, termasuk kesalahan kelalaian, kesalahan memberi order, kesalahan yang tidak semestinya terjadi dan lain sebagainya.
  8. 8. Jumlah kesalahan prosedur pengoperasian (“EN”) dapat dengan mudah diukur dengan alarm printer (event printer) yang terdapat pada simulator, kemudian Jumlah kemungkinan untuk melakukan kesalahan pada kondisi normal (“ET”) dapat ditentukan dengan menentukan kemungkinan kesalahan yang mungkin dilakukan pada setiap pelatihan. Berikut digambarkan model skema diagram pada pelatihan ERS.
  9. 9. 2. Skenario di ERS tentang pengukuran tingkat kesalahan (Error Rate) : Kesalahan yang beresiko merusak sistem kamar mesin Hal ini sebagai indeks dalam memperhitungkan penyebab faktor – faktor kerusakan pada kamar mesin diatas kapal dengan beberapa asumsi sbb: •Apa dan dengan cara bagaimana suatu kegagalan mesin (failure) terjadi? •Seberapa luas dampak yang disebabkan oleh suatu kegagalan mesin (failure) •Seberapa sering kegagalan mesin (failure) terjadi? Untuk itulah perlengkapan mesin di kapal di lengkapi oleh sistem pengaman ganda seperti faktor – faktor penyebab engine shutdown, engine slowdown, boiler trip, generator trip dan lain sebagainya Contoh : faktor penyebab engine shutdown adalah over speed, cylinder oil non flow, L.O low pressure
  10. 10. Latihan menggunakan simulator dan contoh “ET “ Salah satu tujuan dari pelatihan simulator adalah untuk menguasai prosedur operasi yang sama seperti yang diatas kapal (sebenarnya). Oleh karena itu diharapkan bahwa prosedur operasional diatas kapal (sebenarnya) harus menjadi prosedur yang sama seperti yang dilakukan prosedur yang dilakukan pada Engine Room Simulator.
  11. 11. 2. Skenario perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap simulasi pelatihan : Beberapa peserta diklat membutuhkan waktu pengulangan untuk simulasi pelatihan yang sama. Semakin lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pelatihan, semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk memikirkan cara mengeksekusi kesalahan. Oleh karena itu standar waktu penyelesaian dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut : T = T1 : T2 Dimana : T1 = waktu yang dibutuh untuk menyelesaikan pelatihan T2 = standar waktu yang ditentukan (tergantung variasi simulasi)
  12. 12. Demikian, kiranya penjelasan ini dapat menambah suatu yang bermanfaat bagi kita semua dimana suatu kriteria penilaian ketuntasan bagi pelatihan simulator pada umumnya sehingga kita dapat sama – sama mengurangi angka kecelakaan kerja yang disebabkan kelalaian dan ketidak tahuan saat mengoperasikan permesinan diatas kapal. Sekian pembahasan ini dengan segala kekurangan ataupun kesempurnaan kiranya kami menyampaikan maaf sebesar – besarnya atas hal yang kurang berkenan.
  13. 13. SELESAI

×