SlideShare a Scribd company logo
1 of 65
Download to read offline
Saeyyang Pattuqduq
Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam

Al Quran di Mandar
Muhammad Ridwan Alimuddin

Januari - April 2019
“Saeyyang
Pattuqduq” dewasa ini
2012 - sekarang
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
2012 - sekarang
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Dulu bagaimana?
Kira-kira begini …
(analisis foto)
Dua gadis Mandar di atas kuda.
Kemungkinan besar foto ini
diabadikan di Mamuju,
bersama koleksi foto-foto
Mandar yang lain,
dalam suatu acara (ada foto Andi
Baso Parenrengi dijemput).
Tidak ada bukti kuat mereka
akan atau selesai melakukan
“saeyyang pattuqduq”, tapi
ini bisa menjadi gambaran
bagaimana penggunaan kuda
sebagai kendaraan bangsawan
masa itu.
Tropen Museum, 1930-an
Muhammad Ridwan
Sebagai perbandingan, foto putri
bangsawan Bugis di atas kuda. Foto
diabadikan di antara 1870 - 1900
Rijksmuseum
Perbandingan kostum pakaian adat
“pasangan” yang umum dikenakan
bangsawan Sulawesi Selatan abad
ke-19, foto berlokasi di Makassar.
Tropen Museum
Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat “mattuqduq”.
Keterangan foto: “Pattuqduq” oleh putri-putri bangsawan, lokasi Mamuju
(tanpa tahun). Tropen Museum
Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat “mattuqduq”.
Keterangan foto: “Pattuqduq” oleh putri-putri bangsawan, lokasi Mamuju
(tanpa tahun). Tropen Museum
Wanita Sulawei Selatan saat menenun. Perhatikan pakaiannya,
menggunakan “pasangang” dan “tombi ringgiq”
Koleksi Tropen Museum, tanpa tahun
Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat
menari “mattuqduq”. Keterangan foto: “Pattuqduq”
oleh putri-putri bangsawan Mandar, lokasi Balanipa
(1960-an). Koleksi Pukkali Balanipa
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat
menari “mattuqduq”. Keterangan foto: “Pattuqduq”
oleh putri-putri bangsawan Mandar, lokasi Balanipa
(1960-an). Koleksi Pukkali Balanipa
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Pakaian adat dan “saeyyang pattuqduq” saat menyambut tamu di Tinambung (1970-an).
Koleksi Dartiah Sjam
Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
“Saeyyang pattuqduq” di Lapangan Tammejarra Tinambung (1970-an).
Koleksi Dartiah Sjam
Muhammad Ridwan
2000-an (dan tahun-tahun sebelumnya)
Muhammad Ridwan
Kostum klasik standar menggunakan “pasangang mamea”
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
• Pakaian adat dulu
’mengumbar’ aurat

• Menggunakan kain sutera tipis
“mahal” berwarna merah yang
disebut “pasangang mamea”

• Sebab “mahal”, bahan
alternatif menggunakan kertas
“minyak” warna merah

• Belakangan kain menjadi
murah, kertas ditinggalkan
Ternyata dinamis!
Muhammad Ridwan
Perubahan lain
• Menggunakan lipstik, bedak
tebal, perhiasan makin banyak

• Menggunakan payung meski
bukan bangsawan

• Tak monoton menggunakan
“pasangang mamea, sureq
salaka, simbolong tibaliq,
tombi ringgiq, …”, ada yang
mengenakan baju bodo,
“gallang balleq”, dll
Perubahan lain ….
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
“Jenis” Saeyyang Pattuqduq
• Totammaq mangaji (akan difokuskan di sini)

• Festival

• Menyambut tamu

• “Mattinjaq”
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Kapan Saeyyang Pattuqduq
Totammaq Mangaji
dimulai?
Versi Bapak Abdullah yang dikutip
Idham Khalid Bodi dalam
buku Saeyyang Pattuqduq
VERSI 1
“Mappatammaq” bermula
pada masa raja IV Balanipa
Kanna Pattang
Daeng Tommuane
Muhammad Ridwan
Pendapat yang perlu
dikritisi
Yang harus diperhatikan
• Sebab membaca teks Al Quran, maka berkaitan
dengan sejarah percetakan dan produksi massal
mushaf Al Quran
• Sejarah haji
• Masuknya Islam di Mandar

• Kondisi keamanan, kemampuan ekonomi

• Dan lain-lain (pustaka pendukung)
Perhatikan Alur Waktu berikut
Sejarah Cetak Al Quran &
Sejarah Haji di Nusantara
• 1440 : Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg
• 1503 : Ada dugaan orang Nusantara mulai melakukan haji,
tapi bukan khusus berhaji melainkan untuk berdagang
• 1537 : Pencetakan Alquran pertama kali oleh Paganino dan
Alessandro Paganini di Venice, Italia
• 1543 : Anthony de Paiva berkunjung ke Sulawesi, sudah ada
pengaruh Islam ditemukan.
• 1550 : Tomepayung (Maraqdia II) lahir
• 1556 : Terdapat 5 perahu dari Aceh berlabuh di Jeddah
• 1580 : Muktamar Tammejarra
• 1605 : Islam resmi diterima oleh Raja Luwu
• 1605 : Raja Tallo masuk Islam
• 1607 : Todijallo (Maraqdia III) wafat
• 1608 : Islam diterima di Balanipa yang dimulai oleh
Kanne Cunang Maraqdia Pallis, kemudian disusul Daetta
Tommuane alias Kakanna I Pattang;
• 1608 : Kerajaan Gowa – Tallo menaklukkan Bacukiki,
Suppa, Sawitto dan Mandar dalam perang agar kawasan tersebut
menerima Islam sebagai agamanya.
• 1608–1620 : Masa Daetta (Maraqdia IV)
• 1610 : Perjanjian di Luyo antara PUS dan PBB “Dandan
Bassi di PBB” di masa Daetta
• 1611 : Raja Bone masuk Islam
• 1626 : Masa Syaikh Yusuf
• 1638 : Todiboseang (Maraqdia VI) wafat d iperang Kaeli
• 1644 : Syaikh Yusuf meninggalkan Gowa menuju Banten
• 1646 : Raja Mataram bisa mengirim ulama ke Mekah untuk
memperdalam agama atas izin VOC
• 1667 : Todigayang (Maraqdia V) wafat
• 1668–1672 : Pencetakan Alquran oleh Abraham Hincklemann di
Hamburg, Jerman
• 1668 : Perjanjian Bungaya, kekuasaan Gowa memudar
• 1672 : I Daeng Rioso (Maraqdia XII) wafat
• 1699 : Syaikh Yusuf wafat
• 1716 : Sepuluh jamaah haji Nusantara tiba di Batavia
• 1786 : Seni cetak Tatar dan Turki didirikan di St. Petersburg
menjadi cikal bakal pencetakan yang ditangani umat Islam sendiri
• 1787 : Cetakan Alquran khusus di St. Petersburg, Rusia
• 1787 : Kekaisaran Ottoman mencetak Mushaf Alquran,
diterbitkan di St. Petersburg, dikenal sebagai Edisi Malay Usmani.
Kemudian terbit hingga tahun-tahun berikutnya.
• 1792 : Pencetakan Alquran dimulai di Mesir
• 1805 : Tafsir Al Quran pertama dalam bahasa Melayu
• 1822 : Perlengkapan percetakan di Mesir mulai diadakan, tapi
tidak ada bukti cetak ditemukan
• 1825 : Sejumlah 200 orang pribumi dari Batavia meminta izin
untuk haji; para Syaikh mulai berkampanye haji di Nusantara
• 1830 : Syekh Nawai al-Bantani kembali ke Mekkah dan menjadi
pengajar dan memiliki banyak murid.
• 1833 : London mulai memperbanyak Alquran (1845 edisi
litografi, 1848 edisi cetak)
• 1834 : Alquran dicetak di Leipzig, Jerman
• 1838 : Muhammad Tahir “Imam Lapeo” lahir di
Pambusuang
• 1838 : Persia mulai mencetak Alquran
• 1848 : Ada orang Palembang membuat litografi Alquran
• 1852 : India mencetak Alquran edisi Bombay
• 1852 : Jamaah haji Nusantara 413 orang
• 1853 : Muhammad Tahir berlayar bersama pamannya, H.
Bukhari, ke Padang (15 tahun)
• 1856 : Cetakan Alquran edisi Calcuta
• 1858 : Jamaah haji Nusantara 3.862 orang, total selama 5
tahun 12.985 Belanda mengeluarkan surat jalan (reispass) ke Mekkah
• 1858 : Kapal Inggris mulai mengangkut jamaah haji
menggunakan kapal uap
• 1861 : Muhammad Tahir naik haji I
• 1864/5 : Muhammad Tahir balik dari Timur Tengah
(Mekkah, Madinah, Turki) dalam rangka belajar
• 1865 : 1.901 jamaah haji (terendah)
• 1869 : Terusan Zues mulai dibuka, memperlancar
transportasi dari Eropa ke Nusantara termasuk perjalanan haji
• 1870 : Ditetapkan beberapa embarkasi
• 1872 : Cetakan Alquran dengan jenis metal dan jenis litograf
• 1872 : Dibuka konsulat Belanda di Jeddah
• 1873 : Mulai ditetapkan tiket pergi pulang di haji
• 1885 : Jamaah haji Nusantara mulai menggunakan kapal Belanda
• 1886 : Muhammad Thahir naik haji II
• 1895 : Tiket haji senilai F 282,99
• 1896 : 11.909 jamaah haji (terbanyak)
• 1897 : Syekh Nawai al-Bantani wafat di Mekkah. Salah satu
muridnya adalah Muhammad Thahir
• 1900 : Akhir dominasi Inggris dalam transportasi pelayaran haji
• 1914–1918 : Perang Dunia I
• 1924 : Mesin cetak modern mulai digunakan untuk mencetak
Alquran di Mesir, dikenal sebagai Versi Asim “Edisi Mesir”
• 1929 : Muhammad Thahir naik haji III
• 1930 : Muhammad Saleh menuju Mekkah
• 1939–1945 : Perang Dunia II
• 1942 : Muhammad Saleh balik ke Mandar
• 1950 : Pencetakan Alquran dimulai di Indonesia oleh penerbit
Salim Nabhan di Surabaya dan Afif di Cirebon
• 1952 : Imam Lapeo wafat
• 1970 : Kerajaan Arab Saudi mulai mencetak jutaan Alquran Versi
Mesir
Pas haji warga Pambusuang yang melakukan ibadah haji 1923
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
‘Peziarah dari Mandar”, konsulat Belanda di Jeddah, 1888
Koleksi British Museum, fotografer Christiaan Snouck Hurgronje
Muhammad Ridwan
Sejarah tentang
AL QURAN
dan
IBADAH HAJI
sebab
SEBAB:
Khatam membaca Al Quran, anak-anak
akan diarak keliling kampung menggunakan
“saeyyang pattuqduq” mengenakan pakaian
ala orang yang baru usai melakukan ibadah haji
Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan
Pertanyaan penting!
“Kapan mushaf Al Quran mudah diperoleh
oleh orang Mandar yang bisa memudahkan
pendidikan membaca Al Quran secara masif ke
masyarakat?”
Contoh cetakan awal Al Quran di awal koleksi Mesjid Kashmir, Pakistan
abad ke-20 (sumber internet)
Al Quran (tulisan tangan) tertua di Mandar
yang tersimpan di Salabose, diduga berasal dari abad ke-17.
Apakah mudah memperoleh lalu menyebarkan dalam jumlah banyak ke masyarakat?
Foto: Ilham Wasi
Muhammad Ridwan
Versi 2
“Saeyyang pattuqduq
totammaq mangaji”
diinisiasi oleh Imam Lapeo
versi almarhum S. Jafar Thaha
(wawancara 10 Oktober 2012)
Muhammad Ridwan
Atas: foto Imam Lapeo di kediamannya di Lapeo

Samping: buku tentang Imam Lapeo karya Zuhriah
Masa Imam Lapeo kaitannya
percetakan Al Quran dan perjalanan haji
• 1838 Muhammad Tahir “Imam Lapeo” lahir

• Sebelum masa itu (misal abad ke-16, ketika Islam masuk di Mandar,
lihat pendapat Versi Abdullah) mushaf Al Quran yang gampang
didapatkan di Nusantara (agar memudahkan pengajaran) belumlah
banyak (sulit diperoleh). Nanti di 1924 mesin cetak modern mulai
digunakan mencetak Al Quran di Mesir.

• Demikian pula dengan perjalanan ibadah haji ke tanah suci, masa-
masa sebelumnya yang banyak ke tanah suci adalah pedagang dan
pelajar (M. Tahir ke Mekkah 1853). Nanti 1825 peran “syaikh” (agen
haji, semacam travel agen dewasa ini) mulai kuat melakukan promosi
haji, lalu 1885 layanan kapal Belanda (yang bisa membawa jamaah
dalam jumlah banyak, biar bukan pedagang) baru ada, menggantikan
dominasi kapal Inggris.
JADI …
Kecil kemungkinan tradisi “saeyyang pattuqduq”
dimulai di masa Maraqdia IV Daettaq (tidak ada bukti
kuat, termasuk catatan tertulis, misal di lontar). Jika
berdasar pada sejarah kapan Al Quran mudah
diperoleh (setelah ada cetak massal) dan kapan
masa tradisi haji mudah dilakukan di Nusantara,
khususnya Mandar, maka lebih kuat pendapat yang
mengatakan bahwa tradisi “saeyyang pattuqduq"
diinisasi oleh IMAM LAPEO, antara abad ke-19
dengan ke-20.
BUKTI PENDUKUNG
“Haji Diulas Seorang Ulama Besar: Buya Hamka, 1950” dalam NAIK HAJI DI
MASA SILAM Tahun 1900 - 1950 Jilid II
“Beginilah adat di Madinah, katanya, bilamana orang tua anak telah berhasil
membawa anaknya naik haji ke Mekkah, di dalam usia masih kecil itu, dan
selamat pulang kembali ke Madinah diadakanlah arak-arakan seperti ini. Diarak
keliling Madinah dengan kuda, sehingga hati anak-anak itu gembira dan anak
yang lain tertarik pula. Serupa dengan doa khatam Qur’an di negeri kita. Anak ini
lebih dahulu dibawa ziarah ke makam Rasulullah. Setelah itu diarak pula
sebentar keliling kota, dengan bunyi-bunyi dan pedupaan. Dia diberi pakaian
yang bagus-bagus dan ayah buda atau neneknya mengiring di belakang.
Setelah selesai barulah dibawa pulang.”
Buya Hamka masa muda dan tua

Sumber: internet
Kesamaan “sararah” dan “saeyyang
pattuqduq totammaq mangaji”
MADINAH
• Bila berhasil membawa anaknya
naik haji

• Menggunakan kuda

• Diarak keliling kampung

• Diiringi bunyi-bunyian

• Agar anak itu gembira dan yang
lain tertarik

• Diberi pakaian bagus

• Ziarah ke makam Nabi
Muhammad SAW
MANDAR
• Bila berhasil khatam Al Quran

• Menggunakan kuda

• Diarak keliling kampung

• Diiringi musik rebana

• Agar anak itu gembira dan yang
lain termotivasi segera khatam Al
Quran

• Diberi pakaian seperti orang yang
baru datang dari ibadah haji

• Ziarah ke makam ulama
Apa hubungannya dengan
Imam Lapeo?
• Ke Mekkah pertama kali pada 1861 (usia 22 - 23), balik dari sana dalam
rangka ibadah haji dan belajar (termasuk Turki) 1864/65

• Kembali naik haji 1886 dan 1929

• Imam Lapeo terkenal sebagai ulama yang membawa ide-ide baru ke
Mandar, salah satunya pembangunan menara di Lapeo yang menjadi
menara mesjid pertama di Mandar.

• Imam Lapeo adalah pendakawah yang paling banyak membangun
mesjid di Sulawesi Barat.

• Imam Lapeo juga banyak menciptakan syair-syair sufistik. Menurut
maestro “parrabana tobaine” Cammana, syair yang dia nyanyikan adalah
ciptaan Imam Lapeo.
KESIMPULAN
Besar kemungkinan Muhammad Tahir “Imam Lapeo” menyaksikan tradisi
“sararah” di Madinah, beliau terinspirasi lalu mereplikasinya di Mandar.

Belum diketahui kapan dimulai, tapi kemungkinan besar di masa dakwah
Imam Lapeo di Mandar, 1864 (sekembalinya dari Mekkah dan Madinah
untuk pertama kali) sampai wafatnya 1952 (masa 88 tahun).

Bila dikaitkan dengan kemudahan mendapatkan mushaf Al Qur’an,
mungkin di masa 1924 - 1952 (28 tahun).
Foto-foto yang tidak ada keterangan sumber adalah © Muhammad Ridwan Alimuddin

Paparan ini dibuat Januari - April 2019, diperbaharui Maret 2021
selesai
pertanyaan atau masukan

Telp/WA 081355432716 atau email sandeqlopi@gmail.com

More Related Content

Similar to Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran

Sejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptx
Sejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptxSejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptx
Sejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptxmeshagilang
 
Peradaban Islam Pra Kemerdekaan
Peradaban Islam Pra KemerdekaanPeradaban Islam Pra Kemerdekaan
Peradaban Islam Pra KemerdekaanSiti Nurjanah
 
Islamisasi dan Silang Budaya di Indonesia
Islamisasi dan Silang Budaya di IndonesiaIslamisasi dan Silang Budaya di Indonesia
Islamisasi dan Silang Budaya di IndonesiaAlya Titania Annisaa
 
BAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptx
BAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptxBAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptx
BAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptxrisqi18
 
Akulturasi 1
Akulturasi 1Akulturasi 1
Akulturasi 1iwan Alit
 
Ski 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islamSki 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islamAbrori Rozaq
 
Ski 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islamSki 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islamAbrori Rozaq
 
Islam di Indonesia Dalam Komunikasi Budaya
Islam di Indonesia Dalam Komunikasi BudayaIslam di Indonesia Dalam Komunikasi Budaya
Islam di Indonesia Dalam Komunikasi BudayaSabilul Maarifah
 
Makalah seni kria maroko
Makalah seni kria marokoMakalah seni kria maroko
Makalah seni kria marokoWarnet Raha
 
Pendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di Madinah
Pendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di MadinahPendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di Madinah
Pendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di MadinahBhetari Widya
 
teori kedatangan islam ke asia tenggara
teori kedatangan islam ke asia tenggarateori kedatangan islam ke asia tenggara
teori kedatangan islam ke asia tenggaraHilmi Qimie
 
Perkembangan Islam serta Kerajaan Islam di Indonesia
Perkembangan Islam serta Kerajaan Islam di IndonesiaPerkembangan Islam serta Kerajaan Islam di Indonesia
Perkembangan Islam serta Kerajaan Islam di IndonesiaSuci Mairoza Sya
 
sejarahmasuknyaislam(1).pptx
sejarahmasuknyaislam(1).pptxsejarahmasuknyaislam(1).pptx
sejarahmasuknyaislam(1).pptxpancaparhusip1
 
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)Rizqi Rindra Firmansyah
 

Similar to Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran (19)

Zaman Prasejarah samapi Reformasi
Zaman Prasejarah samapi ReformasiZaman Prasejarah samapi Reformasi
Zaman Prasejarah samapi Reformasi
 
Media gambar
Media gambarMedia gambar
Media gambar
 
Sejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptx
Sejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptxSejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptx
Sejarah islam indonesia kelas 12 SI.pptx
 
Peradaban Islam Pra Kemerdekaan
Peradaban Islam Pra KemerdekaanPeradaban Islam Pra Kemerdekaan
Peradaban Islam Pra Kemerdekaan
 
Ppt sejarah bab 4 sma x wajib
Ppt sejarah bab 4 sma x wajibPpt sejarah bab 4 sma x wajib
Ppt sejarah bab 4 sma x wajib
 
Proses masuknya islam ke indonesia
Proses masuknya islam ke indonesiaProses masuknya islam ke indonesia
Proses masuknya islam ke indonesia
 
Islamisasi dan Silang Budaya di Indonesia
Islamisasi dan Silang Budaya di IndonesiaIslamisasi dan Silang Budaya di Indonesia
Islamisasi dan Silang Budaya di Indonesia
 
BAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptx
BAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptxBAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptx
BAB 10_Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.pptx
 
Akulturasi 1
Akulturasi 1Akulturasi 1
Akulturasi 1
 
Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia
Sejarah Masuknya Islam ke IndonesiaSejarah Masuknya Islam ke Indonesia
Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia
 
Ski 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islamSki 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islam
 
Ski 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islamSki 5 jejak kebudayaan islam
Ski 5 jejak kebudayaan islam
 
Islam di Indonesia Dalam Komunikasi Budaya
Islam di Indonesia Dalam Komunikasi BudayaIslam di Indonesia Dalam Komunikasi Budaya
Islam di Indonesia Dalam Komunikasi Budaya
 
Makalah seni kria maroko
Makalah seni kria marokoMakalah seni kria maroko
Makalah seni kria maroko
 
Pendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di Madinah
Pendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di MadinahPendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di Madinah
Pendidikan Agama Islam kelas X Dakwah Rasulullah di Madinah
 
teori kedatangan islam ke asia tenggara
teori kedatangan islam ke asia tenggarateori kedatangan islam ke asia tenggara
teori kedatangan islam ke asia tenggara
 
Perkembangan Islam serta Kerajaan Islam di Indonesia
Perkembangan Islam serta Kerajaan Islam di IndonesiaPerkembangan Islam serta Kerajaan Islam di Indonesia
Perkembangan Islam serta Kerajaan Islam di Indonesia
 
sejarahmasuknyaislam(1).pptx
sejarahmasuknyaislam(1).pptxsejarahmasuknyaislam(1).pptx
sejarahmasuknyaislam(1).pptx
 
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
Proses masuknya islam ke indonesia (SMAN 19 SURABAYA)
 

More from Muhammad Ridwan Alimuddin (14)

Diaspora Orang Mandar
Diaspora Orang MandarDiaspora Orang Mandar
Diaspora Orang Mandar
 
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace LineBalabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
 
Nelayan Mandar Pemburu Tuna
Nelayan Mandar Pemburu TunaNelayan Mandar Pemburu Tuna
Nelayan Mandar Pemburu Tuna
 
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya BahariKebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
 
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya BahariKebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
 
Posiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
Posiq, Tubuh, Rumah dan PerahuPosiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
Posiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
 
Evolusi Perahu Bercadik di Mandar
Evolusi Perahu Bercadik di MandarEvolusi Perahu Bercadik di Mandar
Evolusi Perahu Bercadik di Mandar
 
Coral Farm
Coral FarmCoral Farm
Coral Farm
 
Mengenal Sandeq dalam Foto
Mengenal Sandeq dalam FotoMengenal Sandeq dalam Foto
Mengenal Sandeq dalam Foto
 
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan KangeanPerburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
 
Hukum Laut di Mandar: Aturang Parroppongang
Hukum Laut di Mandar: Aturang ParroppongangHukum Laut di Mandar: Aturang Parroppongang
Hukum Laut di Mandar: Aturang Parroppongang
 
Mendokumentasikan Budaya di Sulbar
Mendokumentasikan Budaya di SulbarMendokumentasikan Budaya di Sulbar
Mendokumentasikan Budaya di Sulbar
 
Memotret human interest
Memotret human interestMemotret human interest
Memotret human interest
 
Kebudayaan Bahari Mandar
Kebudayaan Bahari MandarKebudayaan Bahari Mandar
Kebudayaan Bahari Mandar
 

Recently uploaded

Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............SenLord
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasihssuserfcb9e3
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Abdiera
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 

Recently uploaded (20)

Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
PERTEMUAN 9 KESEIM 3 SEKTOR.............
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdfEstetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
Estetika Humanisme Diskusi Video Sesi Ke-1.pdf
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 

Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran

  • 1. Saeyyang Pattuqduq Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran di Mandar Muhammad Ridwan Alimuddin Januari - April 2019
  • 3. 2012 - sekarang Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 4. 2012 - sekarang Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 7. Dua gadis Mandar di atas kuda. Kemungkinan besar foto ini diabadikan di Mamuju, bersama koleksi foto-foto Mandar yang lain, dalam suatu acara (ada foto Andi Baso Parenrengi dijemput). Tidak ada bukti kuat mereka akan atau selesai melakukan “saeyyang pattuqduq”, tapi ini bisa menjadi gambaran bagaimana penggunaan kuda sebagai kendaraan bangsawan masa itu. Tropen Museum, 1930-an Muhammad Ridwan
  • 8. Sebagai perbandingan, foto putri bangsawan Bugis di atas kuda. Foto diabadikan di antara 1870 - 1900 Rijksmuseum
  • 9. Perbandingan kostum pakaian adat “pasangan” yang umum dikenakan bangsawan Sulawesi Selatan abad ke-19, foto berlokasi di Makassar. Tropen Museum
  • 10. Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat “mattuqduq”. Keterangan foto: “Pattuqduq” oleh putri-putri bangsawan, lokasi Mamuju (tanpa tahun). Tropen Museum
  • 11. Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat “mattuqduq”. Keterangan foto: “Pattuqduq” oleh putri-putri bangsawan, lokasi Mamuju (tanpa tahun). Tropen Museum
  • 12. Wanita Sulawei Selatan saat menenun. Perhatikan pakaiannya, menggunakan “pasangang” dan “tombi ringgiq” Koleksi Tropen Museum, tanpa tahun
  • 13. Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat menari “mattuqduq”. Keterangan foto: “Pattuqduq” oleh putri-putri bangsawan Mandar, lokasi Balanipa (1960-an). Koleksi Pukkali Balanipa Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 14. Kostum pakaian adat Mandar yang dikenakan saat menari “mattuqduq”. Keterangan foto: “Pattuqduq” oleh putri-putri bangsawan Mandar, lokasi Balanipa (1960-an). Koleksi Pukkali Balanipa Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 15. Pakaian adat dan “saeyyang pattuqduq” saat menyambut tamu di Tinambung (1970-an). Koleksi Dartiah Sjam Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 16. “Saeyyang pattuqduq” di Lapangan Tammejarra Tinambung (1970-an). Koleksi Dartiah Sjam Muhammad Ridwan
  • 17. 2000-an (dan tahun-tahun sebelumnya) Muhammad Ridwan
  • 18. Kostum klasik standar menggunakan “pasangang mamea” Muhammad Ridwan
  • 20. • Pakaian adat dulu ’mengumbar’ aurat • Menggunakan kain sutera tipis “mahal” berwarna merah yang disebut “pasangang mamea” • Sebab “mahal”, bahan alternatif menggunakan kertas “minyak” warna merah • Belakangan kain menjadi murah, kertas ditinggalkan Ternyata dinamis! Muhammad Ridwan
  • 22. • Menggunakan lipstik, bedak tebal, perhiasan makin banyak • Menggunakan payung meski bukan bangsawan • Tak monoton menggunakan “pasangang mamea, sureq salaka, simbolong tibaliq, tombi ringgiq, …”, ada yang mengenakan baju bodo, “gallang balleq”, dll Perubahan lain …. Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 23. “Jenis” Saeyyang Pattuqduq • Totammaq mangaji (akan difokuskan di sini) • Festival • Menyambut tamu • “Mattinjaq”
  • 24.
  • 27. Versi Bapak Abdullah yang dikutip Idham Khalid Bodi dalam buku Saeyyang Pattuqduq VERSI 1 “Mappatammaq” bermula pada masa raja IV Balanipa Kanna Pattang Daeng Tommuane Muhammad Ridwan
  • 28.
  • 29.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 34. Yang harus diperhatikan • Sebab membaca teks Al Quran, maka berkaitan dengan sejarah percetakan dan produksi massal mushaf Al Quran • Sejarah haji • Masuknya Islam di Mandar • Kondisi keamanan, kemampuan ekonomi • Dan lain-lain (pustaka pendukung)
  • 36. Sejarah Cetak Al Quran & Sejarah Haji di Nusantara • 1440 : Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg • 1503 : Ada dugaan orang Nusantara mulai melakukan haji, tapi bukan khusus berhaji melainkan untuk berdagang • 1537 : Pencetakan Alquran pertama kali oleh Paganino dan Alessandro Paganini di Venice, Italia • 1543 : Anthony de Paiva berkunjung ke Sulawesi, sudah ada pengaruh Islam ditemukan. • 1550 : Tomepayung (Maraqdia II) lahir • 1556 : Terdapat 5 perahu dari Aceh berlabuh di Jeddah • 1580 : Muktamar Tammejarra • 1605 : Islam resmi diterima oleh Raja Luwu
  • 37. • 1605 : Raja Tallo masuk Islam • 1607 : Todijallo (Maraqdia III) wafat • 1608 : Islam diterima di Balanipa yang dimulai oleh Kanne Cunang Maraqdia Pallis, kemudian disusul Daetta Tommuane alias Kakanna I Pattang; • 1608 : Kerajaan Gowa – Tallo menaklukkan Bacukiki, Suppa, Sawitto dan Mandar dalam perang agar kawasan tersebut menerima Islam sebagai agamanya. • 1608–1620 : Masa Daetta (Maraqdia IV) • 1610 : Perjanjian di Luyo antara PUS dan PBB “Dandan Bassi di PBB” di masa Daetta • 1611 : Raja Bone masuk Islam • 1626 : Masa Syaikh Yusuf
  • 38. • 1638 : Todiboseang (Maraqdia VI) wafat d iperang Kaeli • 1644 : Syaikh Yusuf meninggalkan Gowa menuju Banten • 1646 : Raja Mataram bisa mengirim ulama ke Mekah untuk memperdalam agama atas izin VOC • 1667 : Todigayang (Maraqdia V) wafat • 1668–1672 : Pencetakan Alquran oleh Abraham Hincklemann di Hamburg, Jerman • 1668 : Perjanjian Bungaya, kekuasaan Gowa memudar • 1672 : I Daeng Rioso (Maraqdia XII) wafat • 1699 : Syaikh Yusuf wafat • 1716 : Sepuluh jamaah haji Nusantara tiba di Batavia • 1786 : Seni cetak Tatar dan Turki didirikan di St. Petersburg menjadi cikal bakal pencetakan yang ditangani umat Islam sendiri • 1787 : Cetakan Alquran khusus di St. Petersburg, Rusia
  • 39. • 1787 : Kekaisaran Ottoman mencetak Mushaf Alquran, diterbitkan di St. Petersburg, dikenal sebagai Edisi Malay Usmani. Kemudian terbit hingga tahun-tahun berikutnya. • 1792 : Pencetakan Alquran dimulai di Mesir • 1805 : Tafsir Al Quran pertama dalam bahasa Melayu • 1822 : Perlengkapan percetakan di Mesir mulai diadakan, tapi tidak ada bukti cetak ditemukan • 1825 : Sejumlah 200 orang pribumi dari Batavia meminta izin untuk haji; para Syaikh mulai berkampanye haji di Nusantara • 1830 : Syekh Nawai al-Bantani kembali ke Mekkah dan menjadi pengajar dan memiliki banyak murid. • 1833 : London mulai memperbanyak Alquran (1845 edisi litografi, 1848 edisi cetak) • 1834 : Alquran dicetak di Leipzig, Jerman
  • 40. • 1838 : Muhammad Tahir “Imam Lapeo” lahir di Pambusuang • 1838 : Persia mulai mencetak Alquran • 1848 : Ada orang Palembang membuat litografi Alquran • 1852 : India mencetak Alquran edisi Bombay • 1852 : Jamaah haji Nusantara 413 orang • 1853 : Muhammad Tahir berlayar bersama pamannya, H. Bukhari, ke Padang (15 tahun) • 1856 : Cetakan Alquran edisi Calcuta • 1858 : Jamaah haji Nusantara 3.862 orang, total selama 5 tahun 12.985 Belanda mengeluarkan surat jalan (reispass) ke Mekkah • 1858 : Kapal Inggris mulai mengangkut jamaah haji menggunakan kapal uap • 1861 : Muhammad Tahir naik haji I • 1864/5 : Muhammad Tahir balik dari Timur Tengah (Mekkah, Madinah, Turki) dalam rangka belajar
  • 41. • 1865 : 1.901 jamaah haji (terendah) • 1869 : Terusan Zues mulai dibuka, memperlancar transportasi dari Eropa ke Nusantara termasuk perjalanan haji • 1870 : Ditetapkan beberapa embarkasi • 1872 : Cetakan Alquran dengan jenis metal dan jenis litograf • 1872 : Dibuka konsulat Belanda di Jeddah • 1873 : Mulai ditetapkan tiket pergi pulang di haji • 1885 : Jamaah haji Nusantara mulai menggunakan kapal Belanda • 1886 : Muhammad Thahir naik haji II • 1895 : Tiket haji senilai F 282,99 • 1896 : 11.909 jamaah haji (terbanyak) • 1897 : Syekh Nawai al-Bantani wafat di Mekkah. Salah satu muridnya adalah Muhammad Thahir
  • 42. • 1900 : Akhir dominasi Inggris dalam transportasi pelayaran haji • 1914–1918 : Perang Dunia I • 1924 : Mesin cetak modern mulai digunakan untuk mencetak Alquran di Mesir, dikenal sebagai Versi Asim “Edisi Mesir” • 1929 : Muhammad Thahir naik haji III • 1930 : Muhammad Saleh menuju Mekkah • 1939–1945 : Perang Dunia II • 1942 : Muhammad Saleh balik ke Mandar • 1950 : Pencetakan Alquran dimulai di Indonesia oleh penerbit Salim Nabhan di Surabaya dan Afif di Cirebon • 1952 : Imam Lapeo wafat • 1970 : Kerajaan Arab Saudi mulai mencetak jutaan Alquran Versi Mesir
  • 43. Pas haji warga Pambusuang yang melakukan ibadah haji 1923 Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 44. ‘Peziarah dari Mandar”, konsulat Belanda di Jeddah, 1888 Koleksi British Museum, fotografer Christiaan Snouck Hurgronje Muhammad Ridwan
  • 46. SEBAB: Khatam membaca Al Quran, anak-anak akan diarak keliling kampung menggunakan “saeyyang pattuqduq” mengenakan pakaian ala orang yang baru usai melakukan ibadah haji Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 47.
  • 48. Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan
  • 49. Pertanyaan penting! “Kapan mushaf Al Quran mudah diperoleh oleh orang Mandar yang bisa memudahkan pendidikan membaca Al Quran secara masif ke masyarakat?”
  • 50. Contoh cetakan awal Al Quran di awal koleksi Mesjid Kashmir, Pakistan abad ke-20 (sumber internet)
  • 51. Al Quran (tulisan tangan) tertua di Mandar yang tersimpan di Salabose, diduga berasal dari abad ke-17. Apakah mudah memperoleh lalu menyebarkan dalam jumlah banyak ke masyarakat? Foto: Ilham Wasi Muhammad Ridwan
  • 52. Versi 2 “Saeyyang pattuqduq totammaq mangaji” diinisiasi oleh Imam Lapeo versi almarhum S. Jafar Thaha (wawancara 10 Oktober 2012) Muhammad Ridwan
  • 53. Atas: foto Imam Lapeo di kediamannya di Lapeo Samping: buku tentang Imam Lapeo karya Zuhriah
  • 54. Masa Imam Lapeo kaitannya percetakan Al Quran dan perjalanan haji • 1838 Muhammad Tahir “Imam Lapeo” lahir • Sebelum masa itu (misal abad ke-16, ketika Islam masuk di Mandar, lihat pendapat Versi Abdullah) mushaf Al Quran yang gampang didapatkan di Nusantara (agar memudahkan pengajaran) belumlah banyak (sulit diperoleh). Nanti di 1924 mesin cetak modern mulai digunakan mencetak Al Quran di Mesir. • Demikian pula dengan perjalanan ibadah haji ke tanah suci, masa- masa sebelumnya yang banyak ke tanah suci adalah pedagang dan pelajar (M. Tahir ke Mekkah 1853). Nanti 1825 peran “syaikh” (agen haji, semacam travel agen dewasa ini) mulai kuat melakukan promosi haji, lalu 1885 layanan kapal Belanda (yang bisa membawa jamaah dalam jumlah banyak, biar bukan pedagang) baru ada, menggantikan dominasi kapal Inggris.
  • 55. JADI … Kecil kemungkinan tradisi “saeyyang pattuqduq” dimulai di masa Maraqdia IV Daettaq (tidak ada bukti kuat, termasuk catatan tertulis, misal di lontar). Jika berdasar pada sejarah kapan Al Quran mudah diperoleh (setelah ada cetak massal) dan kapan masa tradisi haji mudah dilakukan di Nusantara, khususnya Mandar, maka lebih kuat pendapat yang mengatakan bahwa tradisi “saeyyang pattuqduq" diinisasi oleh IMAM LAPEO, antara abad ke-19 dengan ke-20.
  • 57. “Haji Diulas Seorang Ulama Besar: Buya Hamka, 1950” dalam NAIK HAJI DI MASA SILAM Tahun 1900 - 1950 Jilid II “Beginilah adat di Madinah, katanya, bilamana orang tua anak telah berhasil membawa anaknya naik haji ke Mekkah, di dalam usia masih kecil itu, dan selamat pulang kembali ke Madinah diadakanlah arak-arakan seperti ini. Diarak keliling Madinah dengan kuda, sehingga hati anak-anak itu gembira dan anak yang lain tertarik pula. Serupa dengan doa khatam Qur’an di negeri kita. Anak ini lebih dahulu dibawa ziarah ke makam Rasulullah. Setelah itu diarak pula sebentar keliling kota, dengan bunyi-bunyi dan pedupaan. Dia diberi pakaian yang bagus-bagus dan ayah buda atau neneknya mengiring di belakang. Setelah selesai barulah dibawa pulang.”
  • 58. Buya Hamka masa muda dan tua Sumber: internet
  • 59.
  • 60.
  • 61. Kesamaan “sararah” dan “saeyyang pattuqduq totammaq mangaji” MADINAH • Bila berhasil membawa anaknya naik haji • Menggunakan kuda • Diarak keliling kampung • Diiringi bunyi-bunyian • Agar anak itu gembira dan yang lain tertarik • Diberi pakaian bagus • Ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW MANDAR • Bila berhasil khatam Al Quran • Menggunakan kuda • Diarak keliling kampung • Diiringi musik rebana • Agar anak itu gembira dan yang lain termotivasi segera khatam Al Quran • Diberi pakaian seperti orang yang baru datang dari ibadah haji • Ziarah ke makam ulama
  • 62. Apa hubungannya dengan Imam Lapeo? • Ke Mekkah pertama kali pada 1861 (usia 22 - 23), balik dari sana dalam rangka ibadah haji dan belajar (termasuk Turki) 1864/65 • Kembali naik haji 1886 dan 1929 • Imam Lapeo terkenal sebagai ulama yang membawa ide-ide baru ke Mandar, salah satunya pembangunan menara di Lapeo yang menjadi menara mesjid pertama di Mandar. • Imam Lapeo adalah pendakawah yang paling banyak membangun mesjid di Sulawesi Barat. • Imam Lapeo juga banyak menciptakan syair-syair sufistik. Menurut maestro “parrabana tobaine” Cammana, syair yang dia nyanyikan adalah ciptaan Imam Lapeo.
  • 63. KESIMPULAN Besar kemungkinan Muhammad Tahir “Imam Lapeo” menyaksikan tradisi “sararah” di Madinah, beliau terinspirasi lalu mereplikasinya di Mandar. Belum diketahui kapan dimulai, tapi kemungkinan besar di masa dakwah Imam Lapeo di Mandar, 1864 (sekembalinya dari Mekkah dan Madinah untuk pertama kali) sampai wafatnya 1952 (masa 88 tahun). Bila dikaitkan dengan kemudahan mendapatkan mushaf Al Qur’an, mungkin di masa 1924 - 1952 (28 tahun).
  • 64. Foto-foto yang tidak ada keterangan sumber adalah © Muhammad Ridwan Alimuddin Paparan ini dibuat Januari - April 2019, diperbaharui Maret 2021
  • 65. selesai pertanyaan atau masukan Telp/WA 081355432716 atau email sandeqlopi@gmail.com