SlideShare a Scribd company logo
1 of 72
Download to read offline
Kilau “Emas” di Segitiga
Nusantara
Penangkapan Ikan Hiu-Pari dan Ikan Karang
Segitiga Emas Nusantara
“Emas-emas” di laut itu …
•  Kawasan Segitiga Emas Nusantara merupakan
perlintasan Garis Wallacea yang membedakan
flora dan fauna di Nusantara:
•  Perbatasan antara laut dangkal (Laut Jawa)
dengan laut dalam (Selat Makassar, Laut Flores)
•  Jalur lalulintas paling ramai di Nusantara
•  Satu-satunya kawasan di Nusantara tempat
bertemunya suku-suku berorientasi laut*
* Southon (1995):
Bajau, Bugis, Butun, Makassar, Mandar, dan Madura
Maka …
•  Keanekaragaman sumberhayati laut yang
kompleks
•  Teknik dan teknologi penangkapan ikan
laut dangkal dan laut dalam berada di
kawasan yang berdekatan
•  Laut digunakan banyak sektor: pelayaran
industri, transportasi, pertambangan, dan
perikanan
•  Budaya bahari yang amat kaya
Pada saat yang sama …
•  “Emas” masih banyak yang belum tertambang: ilmu-ilmu
kemaritiman yang belum terdokumentasi sepenuhnya.
•  Lingkungan tempat “emas” berada mengalami kerusakan
karena “penambangan” terus-menerus dan tak ramah
lingkungan: penangkapan ilegal dan tangkap-lebih.
Tahun 1000 Masehi
Relief di salah satu panel Candi Borobudur
Tahun 2006 Masehi
Nelayan di P. Pagarungan Besar
sedang melipat layar perahunya
dengan cara memanjat.
Riset di Segitiga Emas Nusantara
Bagang-perahu, pemboman ikan
Pemboman ikan, pembuatan perahu
Penangkapan hiu & pari,
penangkapan ikan karang
Pembiusan ikan
Rumpon, penangkapan ikan terbang,
pembuatan perahu
Pemboman ikan
Lama pelayaran dari Kalianget (P. Madura)
ke P. Sapeken sekitar 21 jam
Pulau Sapeken
P. Pagarungan Kecil
Catatan:
Di pulau inilah perahu Borobudur
“Samuderaraksa” dibuat.
Pembuatan dipimpin Pak Asad,
yang moyangnya berasal
dari Hadramaut, Yaman.
Tukang perahu oleh orang Mandar
yang tinggal di pulau ini dan
Pulau Pagarungan Besar.
P. Pagarungan Besar
Catatan:
Ujung timur pulau ini terdapat
tambang minyak dan gas.
Pipanya terhubungan langsung
dengan Pulau Jawa.
Hanya pulau ini yang dialiri
listrik 24 jam dan air tawar
yang melimpah.
Fasilitas tersebut berasal
dari lokasi penambangan.
Tukang perahu lebih banyak
bermukim di pulau ini
dibanding pulau-pulau lain
di Kecamatan Sepeken.
Kepulauan Kangean
Kepulauan Kangean adalah gugusan pulau yang
terletak di sebelah timur Pulau Madura atau
utara Pulau Bali.
Secara administratif masuk wilayah Kabupaten
Sumenep. Ada dua kecamatan di Kepulauan
Kangean, yaitu Kecamatan Arjasa (bagian
barat) dan Kecamatan Sapeken (bagian timur).
Kecamatan Arjasa meliputi Pulau Kangean, Pulau
Mamburet, dan Pulau Saobi.
Kecamatan Sapeken meliputi 33 pulau kecil di
bagian timur Kepulauan Kangean, baik yang
berpenghuni maupun tidak.
Kecamatan Sepeken
Kecamatan Sepeken terdiri dari sembilan
desa yang tiap desa terdiri dari beberapa
pulau.
Ibukota Kecamatan Sepeken terdapat di
Pulau Sepeken.
Pulau Sepeken merupakan pulau paling
padat penduduknya, namun bukan pulau
terluas.
Pelabuhan Sepeken
Budaya yang berbeda …
Meski dekat dengan Pulau Madura dan
menjadi bagian dari Kabupaten Sumenep,
kebudayaan di Kecamatan Sepeken
berbeda dengan kebudayaan Madura
pada umumnya.
Pulau kosmopolit …
Kecamatan Sepeken adalah kawasan yang
kosmopolit sebab penduduknya sebagian besar
pendatang (atau keturunan dari pendatang).
Di kawasan ini bermukim keturunan beberapa
suku utama di Nusantara yang berorientasi laut:
Madura, Makassar, Bugis, Mandar, dan Bajau.
Beberapa suku masih mempertahankan budaya
leluhurnya meski mereka adalah generasi
kesekian yang tidak lahir di tanah asal moyang
mereka.
Kelebihan …
•  Meski pengaruh
kebudayaan bahari Butun
tidak (belum?) ditemukan,
salah satu bagian terbaik
dari Segitiga Emas
Nusantara berada di
lokasi ini: sebab ada
Makassar-nya, ada Bugis-
nya, ada Mandar-nya, ada
Bajau-nya, dan ada
Madura-nya.
•  Bagaimana dengan
kepulauan lain?
Kepulauan di Segitiga Emas Nusantara
Kepulauan lain
•  Kep. Taka Bonerate: Butun, Makassar, Bajau
•  Kep. Spermonde: Bugis, Makassar, Mandar
•  Kep. Balakang: Mandar, Bugis
•  Kep. Balabalakang: Mandar, Bugis, Makassar
•  Kep. Sabalana: Bajau, Mandar, Bugis, Makassar
•  Kep. Wakatobi: Butun, Bajau
•  Kep. Sembilan: Bajau, Bugis, Makassar
Keunikan •  Bahasa Bajau menjadi
bahasa pengantar di
kawasan Kepulauan
Kangean bagian timur.
•  Jadi, sebagian besar
penduduk menguasai
paling tidak dua-empat
bahasa: Bahasa
Indonesia, Bahasa
Bajau, bahasa daerah
asal leluhur mereka,
dan bahasa
“Kangean” (bahasa
Madura).
Pak Ahyar, nakhoda perahu yang membawa
minyak tanah bersubsidi dari Pulau Madura ke
Kec. Sapeken.
Bapaknya orang Madura, ibunya orang Bugis.
Lahir di Pulau Kangean, sekarang bermukim di
P. Pagarungan Besar.
Pak Ahyar menguasai dengan baik lima bahasa
daerah: Bajau, Madura, Mandar, Bugis, dan
Makassar.
VCD lagu-lagu berbahasa Bajau “ “Uyo-uyo Same”
“Same” adalah istilah lain dari “Bajau”
Kegiatan perikanan di
Kecamatan Sapeken
•  Penangkapan
teripang
•  Pemboman ikan
•  Pembiusan ikan
•  Bagang
•  Pukat
•  Pengolahan ikan
asin
•  Kerajinan sisik
penyu & gigi ikan
hiu
•  Keramba
•  Mutiara
dan …•  Penangkapan
ikan hiu dan
ikan pari
•  Pemancingan
ikan karang
Asal nelayan dan latar belakang
budayanya
Nelayan yang diikuti kegiatan penangkapannya bermukim
di Pulau Pagarungan Besar.
Nelayan yang diikuti berlatar belakang budaya Suku
Mandar: leluhurnya berasal dari Mandar, bisa berbahasa
Mandar, dan mempraktekkan beberapa unsur budaya
bahari Mandar. Namun belum pernah ke Mandar; bisa
menggunakan bahasa Bajau.
Nelayan lain di lokasi penangkapan yang sama juga
demikian, leluhurnya berasal dari Bugis dan Mandar,
kecuali Bajau asli setempat. Ada yang bisa berbahasa
suku asalnya, ada juga yang hanya menguasai bahasa
Bajau dan bahasa Kangean.
Parrawe dan passunuq
•  Parrawe: nelayan pancing rawai.
Target: ikan hiu dan ikan pari yang siripnya bernilai mahal.
•  Passunuq: nelayan yang menangkap ikan
karang, baik menggunakan pancing
maupun, bubu, maupun dengan
menggunakan bahan pembius.
Target: ikan sunu/kerapu atau ikan karang lainnya yang
bernilai mahal ketika dijual dalam keadaan hidup.
Catatan
Paling tidak ada tiga jenis nelayan yang ditemukan
di lokasi penangkapan:
1.  Nelayan yang khusus menangkap ikan karang. Menggunakan
perahu bercadik pakur dan bot (berasal dari kata “boat” [ING])
2.  Nelayan yang khusus menangkap ikan hiu dan ikan pari.
Menggunakan perahu bot dan perahu lete.
3.  Nelayan yang melakukan dua kegiatan penangkapan sekaligus:
ikan karang dan ikan hiu/pari. Menggunakan perahu bot.
4.  Nelayan penyelam yang menggunakan kompressor “tambal ban”
dan bahan pembius. Target: ikan karang (dalam keadaan hidup),
teripang, ikan hias tertentu, dan lobster. Menggunakan perahu bot
dan kappal (bot yang mempunyai kabin, berukuran lebih besar).
Berturut-turut dari terbanyak hingga yang paling sedikit: 1, 3, 2, 4
Di dalam peta bernama Pulau Ara’an
Nelayan setempat menamainya Pulau Kayurahan
Lokasi Penangkapan
dan
Jenis Perahu
Nelayan berlabuh di sisi barat Pulau Kayurahan
Lokasi penangkapan
Tempat berlabuh di
waktu malam
Lama berlayar dari asal nelayan
ke lokasi penangkapan dengan
menggunakan mesin untuk jarak
64 km sekitar 6-7 jam
Lete
Khusus menangkap ikan hiu dan ikan pari bersirip mahal.
Perahu dengan pengaruh Madura yang kuat, tampak dari bentuk lambung dan jenis
layar yang digunakan.
Pakur Jenis perahu yang berasal
dari Mandar. Di Mandar
(Sulawesi Barat), jumlah perahu
jenis ini bisa dihitung dengan
jari. Namun di Kecamatan
Sapeken, khususnya di Pulau
Sakala, sampai puluhan.
Hampir semua dilayarkan oleh
orang Mandar.
Pakur berlayar lete
Pakur berlayar tanjaq
Perbedaan antara pakur
di Mandar dengan pakur di
kawasan ini adalah pada layar:
di Mandar menggunakan layar
tanjaq, di sini layar lete.
Kemungkinan adanya perubahan
disebabkan kondisi perairan
yang berbeda, dari laut dalam
ke laut dangkal.
Layar lete untuk beberapa hal
mempunyai kelebihan dalam
melakukan manuver, tapi
gerakannya tidak secepat tanjaq
Bot
Khusus memancing ikan karang
Ada yang membawa sampan
guna memperluas wilayah memancing
Bot
Bot yang digunakan menangkap ikan hiu/pari ditandai dengan adanya pelampung
berbendera di perahu.
Kapal
Membawa kompressor sebagai alat bantu
pernafasan dalam kegiatan penyelaman
kompressor
Konting
Perahu dari pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura.
Khusus memancing ikan karang, tapi tidak diusahakan hidup.
“Ayo ke Laut”
Kegiatan penangkapan
Trip pelayaran
•  Berangkat dari P. Pagarungan Besar.
•  Lama di laut: Rabu (17/05) – Minggu
(21/05).
•  Kegiatan penangkapan: ikan karang dan
ikan hiu-pari.
•  Hasil tangkapan dijual di P. Sapeken (ikan
hidup dan ikan hiu) dan P. Pagarungan
Besar (ikan karang yang mati).
Gambaran umum kegiatan jam
kerja nelayan
•  Pagi – sore memancing umpan untuk ikan
karang dan ikan hiu
•  Menjelang malam, pancing rawai diturunkan.
•  Malam berlabuh di sekitar pulau (perairan yang
tenang).
•  Pagi, sekitar jam 7, rawai diangkat. Jika ada
hasil, ikan diolah (sirip dipisahkan, daging
dipotong-potong). Setelah itu, memancing ikan
karang sampai sore, baik mengikuti arus (mesin
mati), maupun menjalankan perahu.
Pancing bermata besar
Ganco dan tombak
Pelampung dan pemberat
Pancing rawai
Umpan yang biasa digunakan
•  Lumba-lumba
•  Belut laut
•  Pisang-pisang
•  Dan lain-lain.
urondong (BAJ) atau belut laut (moray ell)
Kelebihan:
- Daging lebih anyir
- Daging tidak cepat hancur
Bubu: Alat tangkap urondong
”Biji nangka” di dalam buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan (Saanin, 1968) dan beberapa referensi
ilmiah yang lain adalah ikan yang berada di dalam Famili Mullidae; Genus Upeneus, misalnya spesies
Upeneus Tragula Rich. Sedangkan ikan ”Biji nangka” di beberapa komunitas nelayan secara umum adalah
ikan dari Famili Lutjanidae (atau Caesionidae): Genus Caesio, misalnya Caesio chrysozomus dan
Pterocaesio diagramma yang nama lokalnya di dalam buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan adalah
”Pisang-pisang”.
“… Ikan dari terumbu karang yang penting dalam produksi perikanan kita antara lain ikan ekor kuning dan
pisang-pisang (Caesio spp). …” (Nontji 1993)
Caesio sp.
- biji nangka: Kalimantan Timur
- sinrilik: Bugis, Makassar
- pisang-pisang: Kepulauan Kangean
Caesio sp.
•  Hidup di perairan terumbu karang
•  Salah satu target utama dalam kegiatan
pemboman ikan sebab ikan ini hidup
berkelompok.
•  Jika ditemukan dijual di pasar lokal dalam jumlah
banyak, itu dapat dijadikan sebagai salah satu
parameter bahwa tempat tersebut mempunyai
jaringan dengan pemboman ikan, baik langsung
mauputn tidak langsung.
Catatan mengenai umpan
•  Lumba-lumba jarang digunakan meski secara kualitas
lebih baik. Beberapa kelompok masyarakat masih
menganggap lumba-lumba sebagai “ikan” yang
mempunyai hubungan emosional dengan manusia;
hewan yang dilindungi negara; pemali.
•  Untuk mendapatkan urondong ada dua cara: membeli
dari nelayan yang khusus menangkap ikan ini atau
nelayan penangkap hiu mencari sendiri di alam. Jika
membeli, harga berkisar Rp 2.000 – Rp 6.000 per ekor.
•  Jika menggunakan pisang-pisang, pada hari pertama
melaut, nelayan harus menangkap ikan ini terlebih
dahulu dengan menggunakan pancing. Cara ini lebih
banyak digunakan nelayan yang menargetkan ikan hiu
dan ikan karang di dalam trip pelayaran mereka.
Mengapa?
Sebab
•  Pisang-pisang merupakan umpan utama untuk
menangkap ikan karang (kerapu atau sunu)
dalam keadaan hidup dengan menggunakan
alat tangkap pancing.
•  Pisang-pisang yang berukuran kecil digunakan
untuk menangkap ikan karang; pisang-pisang
berukuran besar untuk menangkap ikan hiu.
Jadi, satu umpan untuk dua ikan target!
Catatan:
•  Jika digunakan untuk
menangkap ikan
karang, pisang-pisang
harus diusahakan tetap
hidup. Caranya, ikan
yang tertangkap
langsung dimasukkan
ke dalam kolam/bak
penyimpanan yang
berisi air laut. Biasanya
dibuat dasar lambung
perahu.
Proses penangkapan
Tahap I : Menentukan lokasi penurunan
Tahap II : Menyiapkan pancing
Tahap III : Memotong-motong umpan &
memasang ke matapancing
Tahap IV : Menurunkan unit rawai
Tahap V : Mengangkat unit rawai
Tahap I - III
Pelampung
Tali utama
Tali pancing
Matapancing/umpan
Pelampung yang berfungsi sebagai tanda dari jauh
Tahap IV
Ditinggal semalaman. Jika ombak
tenang dan angin tidak kencang,
nelayan mengikatkan perahunya ke
pancing rawai.
Sebaliknya, jika ombak cukup besar,
nelayan berlabuh di sekitar pulau
terdekat.
Tahap V
Umpan yang tidak termakan
Potong “pepes”, istilah sirip dalam bahasa Bajau
Daging yang digarami
Tulang belakang
Bagian-bagian yang dibuang: kulit, insang, isi perut, dan hati
Perahu lete penangkap hiu yang
berlabuh di P. Kayurahan
Lokasi: dermaga penyeberangan P. Pagarungan Kecil
Penangkapan kerapu/sunu
Perawatan pasca tertangkap
Karena ikan kerapu, sunu (dan beberapa jenis
lain) HANYA bernilai tinggi jika dijual dalam
keadaan hidup, maka nelayan harus melakukan
perawatan tertentu agar tangkapan mereka
tetap dalam kondisi demikian.
Penyebab terbesar kematian ikan karang yang
ditangkap dengan menggunakan pancing adalah
terganggunya proses pernafasan.
Proses pernafasan terganggu karena perubahan
volume gelembung renang yang tiba-tiba
membuat ikan tidak bisa mengatur posisi
tubuhnya.
Perubahan tekanan
Perubahan tekanan terjadi karena ikan berpindah
tempat secara cepat dari bagian air bertekanan
tinggi ke bagian yang bertekanan rendah.
Perpindahan itu disebabkan tarikan tali pancing
yang umumnya dilakukan secara cepat.
Agar ikan bisa berenang/bernafas dengan normal,
maka cara yang digunakan adalah
mengeluarkan udara dari gelembung renang
dengan cara menusuknya, baik lewat lubang
anus maupun lewat mulut.
Pemberat untuk membantu ikan
kembali ke posisi normal
Pemulihan kondisi
Agar kondisi ikan betul-betul pulih, dengan menggunakan
rak yang berfungsi sebagai pengurung dan bendera
penanda, nelayan menyimpan ikan mereka di perairan.
Rak dilepaskan begitu saja di laut; nelayan kembali
melakukan penangkapan. Rak tidak hilang karena ada
benderanya yang menjadi tanda bagi nelayan. Perairan
juga dangkal, jadi tidak cepat terbawa arus.
Cara ini sama dengan pengobatan penyakit dekompresi
yang dialami penyelam: pasien dirawat di dalam tabung
bertekanan tinggi agar gelembung udara yang ada di
dalam darahnya mengecil
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean

More Related Content

What's hot

Promo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, Lampung
Promo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, LampungPromo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, Lampung
Promo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, Lampungjayasejahtera1
 
Jasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera Utara
Jasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera UtaraJasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera Utara
Jasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera UtaraAnugrahJaya2
 
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera Selatan
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera SelatanTerjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera Selatan
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera SelatanAnugrahJaya2
 
Berkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta
Berkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa YogyakartaBerkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta
Berkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa YogyakartaIzzudinHasan
 
Hemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi Tengah
Hemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi TengahHemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi Tengah
Hemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi TengahAnugrahJaya2
 
Hemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera Barat
Hemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera BaratHemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera Barat
Hemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera BaratAnugrahJaya2
 
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...AnugrahJaya2
 
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, Maluku
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, MalukuPromo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, Maluku
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, MalukuAnugrahJaya2
 
Harga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa YogyakartaHarga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa YogyakartaAnugrahJaya2
 
Promo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera Barat
Promo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera BaratPromo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera Barat
Promo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera BaratAnugrahJaya2
 
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...AnugrahJaya2
 
Terjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi Utara
Terjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi UtaraTerjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi Utara
Terjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi UtaraAnugrahJaya2
 
tourist attraction in Nusa Tenggara Timur
tourist attraction in Nusa Tenggara Timurtourist attraction in Nusa Tenggara Timur
tourist attraction in Nusa Tenggara TimurResti Yana
 
Wisata ke RAJA AMPAT - Papua Barat
Wisata ke RAJA AMPAT - Papua BaratWisata ke RAJA AMPAT - Papua Barat
Wisata ke RAJA AMPAT - Papua BaratKanaidi ken
 

What's hot (18)

Promo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, Lampung
Promo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, LampungPromo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, Lampung
Promo, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo Kapal Phinisi, Lampung
 
Jasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera Utara
Jasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera UtaraJasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera Utara
Jasa, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2023, Sumatera Utara
 
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera Selatan
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera SelatanTerjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera Selatan
Terjangkau, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Waerebo, Sumatera Selatan
 
Berkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta
Berkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa YogyakartaBerkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta
Berkualitas, 0882-3938-9598, Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Istimewa Yogyakarta
 
Hemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi Tengah
Hemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi TengahHemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi Tengah
Hemat, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo Weekday, Sulawesi Tengah
 
Hemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera Barat
Hemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera BaratHemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera Barat
Hemat, 0882-3938-9598, Paket Tour Labuan Bajo 4d3n, Sumatera Barat
 
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...
Terpercaya, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2021, Daerah Khusus Ibukota...
 
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, Maluku
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, MalukuPromo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, Maluku
Promo, 0882-3938-9598, Open Trip Ke Labuan Bajo 2022, Maluku
 
Harga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa YogyakartaHarga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta
Harga, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo 2022, Daerah Istimewa Yogyakarta
 
Promo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera Barat
Promo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera BaratPromo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera Barat
Promo, 0882-3938-9598, Rekomendasi Open Trip Labuan Bajo, Sumatera Barat
 
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...
Berkualitas, 0882-3938-9598, Open Trip Labuan Bajo September 2021, Sulawesi T...
 
Terjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi Utara
Terjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi UtaraTerjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi Utara
Terjangkau, 0882-3938-9598, Paket Wisata Labuan Bajo 3d2n, Sulawesi Utara
 
Pulau Seribu Wisata
Pulau Seribu WisataPulau Seribu Wisata
Pulau Seribu Wisata
 
Java tourist destinations
Java tourist destinationsJava tourist destinations
Java tourist destinations
 
tourist attraction in Nusa Tenggara Timur
tourist attraction in Nusa Tenggara Timurtourist attraction in Nusa Tenggara Timur
tourist attraction in Nusa Tenggara Timur
 
Pulau seribu
Pulau seribuPulau seribu
Pulau seribu
 
Paket wisata flores murah
Paket wisata flores murahPaket wisata flores murah
Paket wisata flores murah
 
Wisata ke RAJA AMPAT - Papua Barat
Wisata ke RAJA AMPAT - Papua BaratWisata ke RAJA AMPAT - Papua Barat
Wisata ke RAJA AMPAT - Papua Barat
 

Similar to Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean

Pim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing groundPim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing groundPT. SASA
 
140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyu140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyuVeda Santiaji
 
Visi Tambelan bertuah.pptx
Visi Tambelan bertuah.pptxVisi Tambelan bertuah.pptx
Visi Tambelan bertuah.pptxjessicasiahaan7
 
Keindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesia Keindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesia Hafidz Efendy
 
Keindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesiaKeindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesiaAhmad Fahrizald
 
10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara
10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara
10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di NusantaraJulian209999
 
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptxWilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptxKathrynPanjaitan
 
Buku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa Dasun
Buku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa DasunBuku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa Dasun
Buku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa Dasunpemajuankebudayaande
 
4 d 2-ikan-hasil-tangkap-2
4 d 2-ikan-hasil-tangkap-24 d 2-ikan-hasil-tangkap-2
4 d 2-ikan-hasil-tangkap-2Antri Jayadis
 
Bab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim Dunia
Bab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim DuniaBab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim Dunia
Bab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim DuniaSwastika Nugraheni,S.Pd
 
Tentang sumber daya laut
Tentang sumber daya lautTentang sumber daya laut
Tentang sumber daya lautmineshaft12
 
Qunk
QunkQunk
QunkQunk
 

Similar to Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean (20)

Pim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing groundPim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing ground
 
140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyu140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyu
 
Materi dinas perikanan
Materi dinas perikananMateri dinas perikanan
Materi dinas perikanan
 
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya BahariKebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
 
Visi Tambelan bertuah.pptx
Visi Tambelan bertuah.pptxVisi Tambelan bertuah.pptx
Visi Tambelan bertuah.pptx
 
Keindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesia Keindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesia
 
Keindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesiaKeindahan terumbu karang indonesia
Keindahan terumbu karang indonesia
 
10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara
10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara
10 Tempat Favorite Untuk Memancing Di Nusantara
 
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptxWilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
 
Pulau wetar
Pulau wetarPulau wetar
Pulau wetar
 
Buku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa Dasun
Buku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa DasunBuku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa Dasun
Buku Katalog Pameran Produk Miniatur Kebudayaan Desa Dasun
 
4 d 2-ikan-hasil-tangkap-2
4 d 2-ikan-hasil-tangkap-24 d 2-ikan-hasil-tangkap-2
4 d 2-ikan-hasil-tangkap-2
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Proposal ikan kerapu
Proposal ikan kerapuProposal ikan kerapu
Proposal ikan kerapu
 
Bab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim Dunia
Bab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim DuniaBab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim Dunia
Bab 1 Posisi Strategis Indonesia Sebagai Proses Maritim Dunia
 
PPT 123-12.pptx
PPT 123-12.pptxPPT 123-12.pptx
PPT 123-12.pptx
 
Tentang sumber daya laut
Tentang sumber daya lautTentang sumber daya laut
Tentang sumber daya laut
 
Hukum Laut di Mandar: Aturang Parroppongang
Hukum Laut di Mandar: Aturang ParroppongangHukum Laut di Mandar: Aturang Parroppongang
Hukum Laut di Mandar: Aturang Parroppongang
 
Qunk
QunkQunk
Qunk
 
Pulau Seribu wijayatama
Pulau Seribu wijayatamaPulau Seribu wijayatama
Pulau Seribu wijayatama
 

More from Muhammad Ridwan Alimuddin (13)

Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran
Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al QuranSaeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran
Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran
 
Diaspora Orang Mandar
Diaspora Orang MandarDiaspora Orang Mandar
Diaspora Orang Mandar
 
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace LineBalabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
 
Nelayan Mandar Pemburu Tuna
Nelayan Mandar Pemburu TunaNelayan Mandar Pemburu Tuna
Nelayan Mandar Pemburu Tuna
 
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya BahariKebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
 
Sandeq Race
Sandeq RaceSandeq Race
Sandeq Race
 
Posiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
Posiq, Tubuh, Rumah dan PerahuPosiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
Posiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
 
Evolusi Perahu Bercadik di Mandar
Evolusi Perahu Bercadik di MandarEvolusi Perahu Bercadik di Mandar
Evolusi Perahu Bercadik di Mandar
 
Coral Farm
Coral FarmCoral Farm
Coral Farm
 
Mengenal Sandeq dalam Foto
Mengenal Sandeq dalam FotoMengenal Sandeq dalam Foto
Mengenal Sandeq dalam Foto
 
Mendokumentasikan Budaya di Sulbar
Mendokumentasikan Budaya di SulbarMendokumentasikan Budaya di Sulbar
Mendokumentasikan Budaya di Sulbar
 
Memotret human interest
Memotret human interestMemotret human interest
Memotret human interest
 
Kebudayaan Bahari Mandar
Kebudayaan Bahari MandarKebudayaan Bahari Mandar
Kebudayaan Bahari Mandar
 

Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean

  • 1. Kilau “Emas” di Segitiga Nusantara Penangkapan Ikan Hiu-Pari dan Ikan Karang
  • 3. “Emas-emas” di laut itu … •  Kawasan Segitiga Emas Nusantara merupakan perlintasan Garis Wallacea yang membedakan flora dan fauna di Nusantara: •  Perbatasan antara laut dangkal (Laut Jawa) dengan laut dalam (Selat Makassar, Laut Flores) •  Jalur lalulintas paling ramai di Nusantara •  Satu-satunya kawasan di Nusantara tempat bertemunya suku-suku berorientasi laut* * Southon (1995): Bajau, Bugis, Butun, Makassar, Mandar, dan Madura
  • 4. Maka … •  Keanekaragaman sumberhayati laut yang kompleks •  Teknik dan teknologi penangkapan ikan laut dangkal dan laut dalam berada di kawasan yang berdekatan •  Laut digunakan banyak sektor: pelayaran industri, transportasi, pertambangan, dan perikanan •  Budaya bahari yang amat kaya
  • 5. Pada saat yang sama … •  “Emas” masih banyak yang belum tertambang: ilmu-ilmu kemaritiman yang belum terdokumentasi sepenuhnya. •  Lingkungan tempat “emas” berada mengalami kerusakan karena “penambangan” terus-menerus dan tak ramah lingkungan: penangkapan ilegal dan tangkap-lebih. Tahun 1000 Masehi Relief di salah satu panel Candi Borobudur Tahun 2006 Masehi Nelayan di P. Pagarungan Besar sedang melipat layar perahunya dengan cara memanjat.
  • 6. Riset di Segitiga Emas Nusantara Bagang-perahu, pemboman ikan Pemboman ikan, pembuatan perahu Penangkapan hiu & pari, penangkapan ikan karang Pembiusan ikan Rumpon, penangkapan ikan terbang, pembuatan perahu Pemboman ikan
  • 7.
  • 8. Lama pelayaran dari Kalianget (P. Madura) ke P. Sapeken sekitar 21 jam
  • 10. P. Pagarungan Kecil Catatan: Di pulau inilah perahu Borobudur “Samuderaraksa” dibuat. Pembuatan dipimpin Pak Asad, yang moyangnya berasal dari Hadramaut, Yaman. Tukang perahu oleh orang Mandar yang tinggal di pulau ini dan Pulau Pagarungan Besar.
  • 11. P. Pagarungan Besar Catatan: Ujung timur pulau ini terdapat tambang minyak dan gas. Pipanya terhubungan langsung dengan Pulau Jawa. Hanya pulau ini yang dialiri listrik 24 jam dan air tawar yang melimpah. Fasilitas tersebut berasal dari lokasi penambangan. Tukang perahu lebih banyak bermukim di pulau ini dibanding pulau-pulau lain di Kecamatan Sepeken.
  • 12. Kepulauan Kangean Kepulauan Kangean adalah gugusan pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Madura atau utara Pulau Bali. Secara administratif masuk wilayah Kabupaten Sumenep. Ada dua kecamatan di Kepulauan Kangean, yaitu Kecamatan Arjasa (bagian barat) dan Kecamatan Sapeken (bagian timur). Kecamatan Arjasa meliputi Pulau Kangean, Pulau Mamburet, dan Pulau Saobi. Kecamatan Sapeken meliputi 33 pulau kecil di bagian timur Kepulauan Kangean, baik yang berpenghuni maupun tidak.
  • 13. Kecamatan Sepeken Kecamatan Sepeken terdiri dari sembilan desa yang tiap desa terdiri dari beberapa pulau. Ibukota Kecamatan Sepeken terdapat di Pulau Sepeken. Pulau Sepeken merupakan pulau paling padat penduduknya, namun bukan pulau terluas.
  • 15. Budaya yang berbeda … Meski dekat dengan Pulau Madura dan menjadi bagian dari Kabupaten Sumenep, kebudayaan di Kecamatan Sepeken berbeda dengan kebudayaan Madura pada umumnya.
  • 16. Pulau kosmopolit … Kecamatan Sepeken adalah kawasan yang kosmopolit sebab penduduknya sebagian besar pendatang (atau keturunan dari pendatang). Di kawasan ini bermukim keturunan beberapa suku utama di Nusantara yang berorientasi laut: Madura, Makassar, Bugis, Mandar, dan Bajau. Beberapa suku masih mempertahankan budaya leluhurnya meski mereka adalah generasi kesekian yang tidak lahir di tanah asal moyang mereka.
  • 17.
  • 18. Kelebihan … •  Meski pengaruh kebudayaan bahari Butun tidak (belum?) ditemukan, salah satu bagian terbaik dari Segitiga Emas Nusantara berada di lokasi ini: sebab ada Makassar-nya, ada Bugis- nya, ada Mandar-nya, ada Bajau-nya, dan ada Madura-nya. •  Bagaimana dengan kepulauan lain?
  • 19. Kepulauan di Segitiga Emas Nusantara
  • 20. Kepulauan lain •  Kep. Taka Bonerate: Butun, Makassar, Bajau •  Kep. Spermonde: Bugis, Makassar, Mandar •  Kep. Balakang: Mandar, Bugis •  Kep. Balabalakang: Mandar, Bugis, Makassar •  Kep. Sabalana: Bajau, Mandar, Bugis, Makassar •  Kep. Wakatobi: Butun, Bajau •  Kep. Sembilan: Bajau, Bugis, Makassar
  • 21. Keunikan •  Bahasa Bajau menjadi bahasa pengantar di kawasan Kepulauan Kangean bagian timur. •  Jadi, sebagian besar penduduk menguasai paling tidak dua-empat bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Bajau, bahasa daerah asal leluhur mereka, dan bahasa “Kangean” (bahasa Madura). Pak Ahyar, nakhoda perahu yang membawa minyak tanah bersubsidi dari Pulau Madura ke Kec. Sapeken. Bapaknya orang Madura, ibunya orang Bugis. Lahir di Pulau Kangean, sekarang bermukim di P. Pagarungan Besar. Pak Ahyar menguasai dengan baik lima bahasa daerah: Bajau, Madura, Mandar, Bugis, dan Makassar.
  • 22. VCD lagu-lagu berbahasa Bajau “ “Uyo-uyo Same” “Same” adalah istilah lain dari “Bajau”
  • 24. •  Penangkapan teripang •  Pemboman ikan •  Pembiusan ikan •  Bagang •  Pukat •  Pengolahan ikan asin •  Kerajinan sisik penyu & gigi ikan hiu •  Keramba •  Mutiara
  • 25. dan …•  Penangkapan ikan hiu dan ikan pari •  Pemancingan ikan karang
  • 26. Asal nelayan dan latar belakang budayanya Nelayan yang diikuti kegiatan penangkapannya bermukim di Pulau Pagarungan Besar. Nelayan yang diikuti berlatar belakang budaya Suku Mandar: leluhurnya berasal dari Mandar, bisa berbahasa Mandar, dan mempraktekkan beberapa unsur budaya bahari Mandar. Namun belum pernah ke Mandar; bisa menggunakan bahasa Bajau. Nelayan lain di lokasi penangkapan yang sama juga demikian, leluhurnya berasal dari Bugis dan Mandar, kecuali Bajau asli setempat. Ada yang bisa berbahasa suku asalnya, ada juga yang hanya menguasai bahasa Bajau dan bahasa Kangean.
  • 27. Parrawe dan passunuq •  Parrawe: nelayan pancing rawai. Target: ikan hiu dan ikan pari yang siripnya bernilai mahal. •  Passunuq: nelayan yang menangkap ikan karang, baik menggunakan pancing maupun, bubu, maupun dengan menggunakan bahan pembius. Target: ikan sunu/kerapu atau ikan karang lainnya yang bernilai mahal ketika dijual dalam keadaan hidup.
  • 28. Catatan Paling tidak ada tiga jenis nelayan yang ditemukan di lokasi penangkapan: 1.  Nelayan yang khusus menangkap ikan karang. Menggunakan perahu bercadik pakur dan bot (berasal dari kata “boat” [ING]) 2.  Nelayan yang khusus menangkap ikan hiu dan ikan pari. Menggunakan perahu bot dan perahu lete. 3.  Nelayan yang melakukan dua kegiatan penangkapan sekaligus: ikan karang dan ikan hiu/pari. Menggunakan perahu bot. 4.  Nelayan penyelam yang menggunakan kompressor “tambal ban” dan bahan pembius. Target: ikan karang (dalam keadaan hidup), teripang, ikan hias tertentu, dan lobster. Menggunakan perahu bot dan kappal (bot yang mempunyai kabin, berukuran lebih besar). Berturut-turut dari terbanyak hingga yang paling sedikit: 1, 3, 2, 4
  • 29. Di dalam peta bernama Pulau Ara’an Nelayan setempat menamainya Pulau Kayurahan Lokasi Penangkapan dan Jenis Perahu Nelayan berlabuh di sisi barat Pulau Kayurahan
  • 30. Lokasi penangkapan Tempat berlabuh di waktu malam Lama berlayar dari asal nelayan ke lokasi penangkapan dengan menggunakan mesin untuk jarak 64 km sekitar 6-7 jam
  • 31. Lete Khusus menangkap ikan hiu dan ikan pari bersirip mahal. Perahu dengan pengaruh Madura yang kuat, tampak dari bentuk lambung dan jenis layar yang digunakan.
  • 32. Pakur Jenis perahu yang berasal dari Mandar. Di Mandar (Sulawesi Barat), jumlah perahu jenis ini bisa dihitung dengan jari. Namun di Kecamatan Sapeken, khususnya di Pulau Sakala, sampai puluhan. Hampir semua dilayarkan oleh orang Mandar.
  • 33. Pakur berlayar lete Pakur berlayar tanjaq Perbedaan antara pakur di Mandar dengan pakur di kawasan ini adalah pada layar: di Mandar menggunakan layar tanjaq, di sini layar lete. Kemungkinan adanya perubahan disebabkan kondisi perairan yang berbeda, dari laut dalam ke laut dangkal. Layar lete untuk beberapa hal mempunyai kelebihan dalam melakukan manuver, tapi gerakannya tidak secepat tanjaq
  • 34. Bot Khusus memancing ikan karang Ada yang membawa sampan guna memperluas wilayah memancing
  • 35. Bot Bot yang digunakan menangkap ikan hiu/pari ditandai dengan adanya pelampung berbendera di perahu.
  • 36. Kapal Membawa kompressor sebagai alat bantu pernafasan dalam kegiatan penyelaman kompressor
  • 37. Konting Perahu dari pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura. Khusus memancing ikan karang, tapi tidak diusahakan hidup.
  • 39. Trip pelayaran •  Berangkat dari P. Pagarungan Besar. •  Lama di laut: Rabu (17/05) – Minggu (21/05). •  Kegiatan penangkapan: ikan karang dan ikan hiu-pari. •  Hasil tangkapan dijual di P. Sapeken (ikan hidup dan ikan hiu) dan P. Pagarungan Besar (ikan karang yang mati).
  • 40. Gambaran umum kegiatan jam kerja nelayan •  Pagi – sore memancing umpan untuk ikan karang dan ikan hiu •  Menjelang malam, pancing rawai diturunkan. •  Malam berlabuh di sekitar pulau (perairan yang tenang). •  Pagi, sekitar jam 7, rawai diangkat. Jika ada hasil, ikan diolah (sirip dipisahkan, daging dipotong-potong). Setelah itu, memancing ikan karang sampai sore, baik mengikuti arus (mesin mati), maupun menjalankan perahu.
  • 41. Pancing bermata besar Ganco dan tombak Pelampung dan pemberat Pancing rawai
  • 42. Umpan yang biasa digunakan •  Lumba-lumba •  Belut laut •  Pisang-pisang •  Dan lain-lain.
  • 43. urondong (BAJ) atau belut laut (moray ell) Kelebihan: - Daging lebih anyir - Daging tidak cepat hancur
  • 44.
  • 45. Bubu: Alat tangkap urondong
  • 46. ”Biji nangka” di dalam buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan (Saanin, 1968) dan beberapa referensi ilmiah yang lain adalah ikan yang berada di dalam Famili Mullidae; Genus Upeneus, misalnya spesies Upeneus Tragula Rich. Sedangkan ikan ”Biji nangka” di beberapa komunitas nelayan secara umum adalah ikan dari Famili Lutjanidae (atau Caesionidae): Genus Caesio, misalnya Caesio chrysozomus dan Pterocaesio diagramma yang nama lokalnya di dalam buku Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan adalah ”Pisang-pisang”. “… Ikan dari terumbu karang yang penting dalam produksi perikanan kita antara lain ikan ekor kuning dan pisang-pisang (Caesio spp). …” (Nontji 1993) Caesio sp. - biji nangka: Kalimantan Timur - sinrilik: Bugis, Makassar - pisang-pisang: Kepulauan Kangean
  • 47. Caesio sp. •  Hidup di perairan terumbu karang •  Salah satu target utama dalam kegiatan pemboman ikan sebab ikan ini hidup berkelompok. •  Jika ditemukan dijual di pasar lokal dalam jumlah banyak, itu dapat dijadikan sebagai salah satu parameter bahwa tempat tersebut mempunyai jaringan dengan pemboman ikan, baik langsung mauputn tidak langsung.
  • 48.
  • 49. Catatan mengenai umpan •  Lumba-lumba jarang digunakan meski secara kualitas lebih baik. Beberapa kelompok masyarakat masih menganggap lumba-lumba sebagai “ikan” yang mempunyai hubungan emosional dengan manusia; hewan yang dilindungi negara; pemali. •  Untuk mendapatkan urondong ada dua cara: membeli dari nelayan yang khusus menangkap ikan ini atau nelayan penangkap hiu mencari sendiri di alam. Jika membeli, harga berkisar Rp 2.000 – Rp 6.000 per ekor. •  Jika menggunakan pisang-pisang, pada hari pertama melaut, nelayan harus menangkap ikan ini terlebih dahulu dengan menggunakan pancing. Cara ini lebih banyak digunakan nelayan yang menargetkan ikan hiu dan ikan karang di dalam trip pelayaran mereka. Mengapa?
  • 50. Sebab •  Pisang-pisang merupakan umpan utama untuk menangkap ikan karang (kerapu atau sunu) dalam keadaan hidup dengan menggunakan alat tangkap pancing. •  Pisang-pisang yang berukuran kecil digunakan untuk menangkap ikan karang; pisang-pisang berukuran besar untuk menangkap ikan hiu. Jadi, satu umpan untuk dua ikan target!
  • 51. Catatan: •  Jika digunakan untuk menangkap ikan karang, pisang-pisang harus diusahakan tetap hidup. Caranya, ikan yang tertangkap langsung dimasukkan ke dalam kolam/bak penyimpanan yang berisi air laut. Biasanya dibuat dasar lambung perahu.
  • 52. Proses penangkapan Tahap I : Menentukan lokasi penurunan Tahap II : Menyiapkan pancing Tahap III : Memotong-motong umpan & memasang ke matapancing Tahap IV : Menurunkan unit rawai Tahap V : Mengangkat unit rawai
  • 53. Tahap I - III
  • 54. Pelampung Tali utama Tali pancing Matapancing/umpan Pelampung yang berfungsi sebagai tanda dari jauh Tahap IV
  • 55. Ditinggal semalaman. Jika ombak tenang dan angin tidak kencang, nelayan mengikatkan perahunya ke pancing rawai. Sebaliknya, jika ombak cukup besar, nelayan berlabuh di sekitar pulau terdekat.
  • 57.
  • 58.
  • 59. Umpan yang tidak termakan
  • 60. Potong “pepes”, istilah sirip dalam bahasa Bajau
  • 61.
  • 62. Daging yang digarami Tulang belakang Bagian-bagian yang dibuang: kulit, insang, isi perut, dan hati
  • 63. Perahu lete penangkap hiu yang berlabuh di P. Kayurahan
  • 64. Lokasi: dermaga penyeberangan P. Pagarungan Kecil
  • 65.
  • 67. Perawatan pasca tertangkap Karena ikan kerapu, sunu (dan beberapa jenis lain) HANYA bernilai tinggi jika dijual dalam keadaan hidup, maka nelayan harus melakukan perawatan tertentu agar tangkapan mereka tetap dalam kondisi demikian. Penyebab terbesar kematian ikan karang yang ditangkap dengan menggunakan pancing adalah terganggunya proses pernafasan. Proses pernafasan terganggu karena perubahan volume gelembung renang yang tiba-tiba membuat ikan tidak bisa mengatur posisi tubuhnya.
  • 68. Perubahan tekanan Perubahan tekanan terjadi karena ikan berpindah tempat secara cepat dari bagian air bertekanan tinggi ke bagian yang bertekanan rendah. Perpindahan itu disebabkan tarikan tali pancing yang umumnya dilakukan secara cepat. Agar ikan bisa berenang/bernafas dengan normal, maka cara yang digunakan adalah mengeluarkan udara dari gelembung renang dengan cara menusuknya, baik lewat lubang anus maupun lewat mulut.
  • 69.
  • 70. Pemberat untuk membantu ikan kembali ke posisi normal
  • 71. Pemulihan kondisi Agar kondisi ikan betul-betul pulih, dengan menggunakan rak yang berfungsi sebagai pengurung dan bendera penanda, nelayan menyimpan ikan mereka di perairan. Rak dilepaskan begitu saja di laut; nelayan kembali melakukan penangkapan. Rak tidak hilang karena ada benderanya yang menjadi tanda bagi nelayan. Perairan juga dangkal, jadi tidak cepat terbawa arus. Cara ini sama dengan pengobatan penyakit dekompresi yang dialami penyelam: pasien dirawat di dalam tabung bertekanan tinggi agar gelembung udara yang ada di dalam darahnya mengecil