SlideShare a Scribd company logo
1 of 32
Download to read offline
Aturang Parroppongang dan
Otonomi Daerah
Pemanfaatan Roppong di Utara Kepulauan Spermonde, Selat Makassar
MUHAMMAD RIDWAN ALIMUDDIN
Pengantar
Rumpon adalah alat bantu penangkapan
ikan yang terdiri dari pelampung, alat
pemikat, dan pemberat
Rumpon dalam bahasa Mandar diistilahkan
roppo atau roppong
Merupakan alat bantu penangkapan utama
nelayan Mandar dalam kegiatan
penangkapan di laut dalam
Mandar
Nelayan Mandar sebagai nelayan laut dalam identik
dengan sandeq, roppong dan ikan tuna
Pembuatan roppong
Roppong (roppo)
pappairiri’
Jenis-jenis roppong
•  Alat tangkap yang digunakan
di roppong:
–  pa’gae (pukat cincin)
–  panjala (payang)
–  Pameang (pancing)
•  Lokasi roppong:
–  biring (pantai)
–  karao (laut lepas)
–  kapoposang (dekat P.
Kapoposang)
•  Ukuran roppong:
–  kayyang (besar)
–  Keccu’ (kecil)
•  Bahan baku pelampung
roppong:
–  marepe’ (bambu)
–  gabus (stereoform)
•  Asal pemilik roppong:
–  Mandar (Suku Mandar)
–  Majene (Kab. Majene)
–  Lero (Desa Lero)
•  Era pembuatan:
–  diolo’ (dulu)
–  dite’e (saat ini)
Bentuk-bentuk roppong di Selat Makassar
A
Sebaran roppong yang dipasang/digunakan nelayan Mandar
Lokasi “tradisional”
roppong nelayan
Mandar roppong biring (pantai)
roppong kadheppe’ (dekat)
roppong tangnga (tengah)
roppong karao (jauh)
Kaitannya dengan
otonomi daerah,
lokasi roppong di
utara Pulau
Kapoposang
merupakan lokasi
paling kompleks
sebab:
Polman
Pinrang
Pare-pare
Barru
Pangkep
Maros
Makassar
Gowa
Asal nelayan, lokasi penangkapan, & tempat penjualan
ikan terdiri dari banyak “stakeholder” kabupaten
Nelayan P. Pandangan
Nelayan Ujung Lero
Nelayan Polman
Desa Sabang Subik, Polman
Desa Ujung Lero, Pinrang
P. Pandangan, Pangkep
Ikan dibawa ke Makassar
oleh pa’jollor
UJUNG LERO
Ujung Lero adalah “Kampung
Mandar” yang terletak di
Kab. Pinrang, wilayah geografis
Suku Bugis.
Orang Mandar di pesisir
melakukan migrasi ke Ujung
Lero pada dekade tahun
50-60an, ketika terjadi
kerusuhan di daerah Mandar
(Pemberontakan DI/TII).
Sampai saat ini, orang Mandar
di Kab. Majene dan Kab.
Polman masih menjalin
hubungan kekerabatan dan
emosional dengan orang
Mandar di Ujung Lero,
khususnya dalam kegiatan
penangkapan ikan.
Kesimpulannya, budaya bahari
orang Mandar di Majene &
Polman sama dengan orang
Mandar di Ujung Lero.
Ujung Lero
Teknologi gae di
Mandar dipengaruhi
oleh orang Mandar
yang tinggal di Ujung
Lero
Teknologi gae di
P. Pandangan dipengaruhi
oleh orang Mandar
yang tinggal di Ujung
Lero
Mandar, asal teknologi
roppong (rumpon) baik
Yang digunakan nelayan
Ujung Lero maupun
Yang digunakan nelayan
P. Pandangan.
PROVINSI SULAWESI BARAT PROVINSI SULAWESI SELATAN
Kab. Majene Kab. Polman Kab. Pinrang Kab. Pangkep
Nelayannya tidak ada (?)
yang langsung melaut
ke perairan Kapoposang
Nelayannya
menggunakan gae,
khususnya
di Desa Sabang Subik
dan beroperasi di perairan
Kapoposang
Tempat Ujung Lero berada
Kabupaten paling
dekat dengan lokasi
pemasangan roppong
Banyak tinggal di
Ujung Lero
Banyak tinggal
di Ujung Lero
Secara adiminstratif,
orang Mandar yang tinggal
di Ujung Lero adalah
penduduk Kab. Pinrang
Nelayan P. Pandangan
& P. Kapoposang
memasang roppong
dan menangkap ikan di
lokasi yang sama dengan
nelayan Mandar (dari
Polman dan Ujung Lero)
MANDAR (budaya bahari yang sama: teknologi rumpon, mistik, pranata sosial) BUGIS - MAKASSAR
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004
TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
Pasal 18
(1) Daerah yang memiliki wilayah laut diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya
di wilayah laut.
(2) Daerah mendapatkan bagi hasil atas pengelolaan sumber daya alam di bawah dasar
dan/atau di dasar laut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(3) Kewenangan daerah untuk mengelola sumber daya di wilayah laut sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.  eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut
b.  pengaturan administratif;
c.  pengaturan tata ruang;
d.  penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya
oleh Pemerintah;
e.  ikut serta dalam pemeliharaan keamanan; dan
f.  ikut serta dalam pertahanan kedaulatan negara.
(4) Kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas
dan/atau ke arah perairan kepulauan untuk provinsi dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah
kewenangan provinsi untuk kabupaten/kota.
Perairan Kapoposang sebelum &
sesudah otonomi daerah
Perairan Kab. Pangkep
Perairan Prov. Sul-Sel
Laut Nasional
Sebelum: Tidak ada batas administratif di laut Sesudah: Ada batas administratif di laut
Aturan Pemasangan Rumpon
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan
No. KEP. 30/MEN/2004
Perairan 2 mil laut s/d 4 mil laut, diukur dari garis pantai pada titik surut
terendah, pemberi izin adalah bupati/walikota, dengan masa berlaku izin
2 tahun.
Perairan di atas 4 mil laut s/d 12 mil laut, diukur dari garis pantai pada titik
surut terendah, pemberi izin adalah gubernur dengan masa berlaku izin 2
tahun.
Perairan diatas 12 mil laut dan ZEEI, pemberi izin adalah Ditjen Perikanan
Tangkap dengan masa berlaku izin 2 tahun.
Aturang parroppongang
oleh nelayan Mandar
1.  Semua pihak berhak untuk menempatkan
roppong di laut.
2.  Jarak antar roppong dengan roppong
lainnya adalah ketika dilakukan operasi
penangkapan secara bersamaan,
keduanya tidak saling mengganggu
3.  Nelayan yang lebih dulu memasang
roppong mempunyai hak-hak istimewa
dalam menyelesaikan beberapa
permasalahan yang berkaitan dengan
penempatan roppong di laut.
4.  Bila ada dua roppong saling kait
(berhubungan satu sama lain sehingga
tidak dapat dipisahkan), nelayan yang
lebih dulu memasang roppong berhak
untuk memiliki roppong yang ada di
roppong-nya tersebut, jika yang
berpindah adalah bagian-bagian roppong
yang melayang/terapung di laut.
5.  Jika yang berpindah adalah roppong
secara keseluruhan, baik yang terapung
maupun yang tenggelam, maka hak
kepemilikan roppong yang mendekat
diserahkan kepada nelayan yang
roppong-nya didekati.
6.  Bila ada bagian roppong yang terlepas,
maka bagian tersebut dinyatakan sebagai
barang hanyut sehingga pihak yang
menemukan berhak untuk memiliki
bagian tersebut.
7.  Nelayan lain diijinkan untuk
memanfaatkan roppong, baik untuk
menambatkan perahu maupun untuk
menangkap ikan yang ada di roppong
selama tidak membahayakan roppong
dan alat tangkap yang digunakan tidak
berskala besar, seperti jala, gae kecuali
mendapat izin dari pemilik roppong atau
memberitahukan ketika selesai
melakukan operasi penangkapan
(memberi bagian hasil tangkapan ke
pemilik roppong).
Jarak antar roppong …
Tidak sesuai skala
Kecuali lingkaran jaring, diameter bagian yang lain tidak bisa ditentukan secara
tepat.
“Zona” tidak statis sebab dipengaruhi faktor fisik lautan (arus, ombak, &
kedalaman). Untuk itu, ada “zona tak terlihat” (bila di situ sudah ada roppong)
yang harus diperhatikan ketika akan memasang roppong.
“Zona tak terlihat” belum memperhitungkan ketika roppong ditinggalkan, yaitu
kemungkinan roppong berpindah akibat arus laut.
Lingkaran jaring
Manuver perahu ketika mengeliling roppong
Areal penempatan tali roppong
“Zona tak terlihat”
Nelayan yang lebih dulu
memasang roppong mempunyai
keistimewaan:
memiliki roppong (pihak lain) yang terkait ke
roppong-nya,
ASAL
yang berpindah hanya bagian yang berada
di kolom/atas permukaan laut (tali, pemikat,
dan pelampung), sedangkan pemberat tetap
pada tempatnya
Jika bagian-bagian ini
yang berpindah …
Kasus ini biasa terjadi jika roppong
terlalu berdekatan
Tetapi bila yang berpindah
roppong secara keseluruhan,
yang didekatilah yang berhak
memiliki meskipun dia memasang
roppong belakangan (tidak ada
keistimewaan bagi yang pertama
memasang)
Jika keseluruhan
yang berpindah …
Kasus ini biasa disebabkan
faktor alam, yaitu arus dan ombak
Nelayan lain diijinkan memanfaatkan
roppong …
Asal tidak menggunakan jaring
atau alat tangkap lain berskala
besar, dan tidak berpotensi
merusak roppong (misal: jika
terlalu banyak perahu yang
menambat di roppong)

More Related Content

What's hot

Ppt mesin dan alat bantu (2013)
Ppt mesin dan alat bantu (2013)Ppt mesin dan alat bantu (2013)
Ppt mesin dan alat bantu (2013)Badiuzzaman
 
alat kapal dan penangkap ikan - lift nett
alat kapal dan penangkap ikan - lift nettalat kapal dan penangkap ikan - lift nett
alat kapal dan penangkap ikan - lift nettAdi Prasetya
 
laporan alat tangkap bagan tancap
laporan alat tangkap bagan tancaplaporan alat tangkap bagan tancap
laporan alat tangkap bagan tancapSyamsul Bahari
 
TUGAS MATA KULIAH MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN (ALAT BANTU PURSE S...
TUGAS MATA KULIAH  MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN  (ALAT BANTU PURSE S...TUGAS MATA KULIAH  MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN  (ALAT BANTU PURSE S...
TUGAS MATA KULIAH MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN (ALAT BANTU PURSE S...Badiuzzaman
 
Makalah alat tangkap gill net
Makalah alat tangkap gill netMakalah alat tangkap gill net
Makalah alat tangkap gill netPT. SASA
 
Alat tangkap-jenis-ikan-dan-obat
Alat tangkap-jenis-ikan-dan-obatAlat tangkap-jenis-ikan-dan-obat
Alat tangkap-jenis-ikan-dan-obatPT. SASA
 
Pim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkar
Pim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkarPim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkar
Pim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkarPT. SASA
 
Pim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing groundPim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing groundPT. SASA
 
Pim1221 3 klasifikasi alat tangkap
Pim1221 3 klasifikasi alat tangkapPim1221 3 klasifikasi alat tangkap
Pim1221 3 klasifikasi alat tangkapPT. SASA
 
Pim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joran
Pim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joranPim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joran
Pim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joranPT. SASA
 
Alat penangkapan ikan gill net
Alat penangkapan ikan gill netAlat penangkapan ikan gill net
Alat penangkapan ikan gill netPT. SASA
 
Makalah dpi penangkapan ikaan dengan jaring
Makalah dpi penangkapan ikaan dengan jaringMakalah dpi penangkapan ikaan dengan jaring
Makalah dpi penangkapan ikaan dengan jaringPT. SASA
 
Analisis kebijakan tentang Alat Penangkap Ikan
Analisis kebijakan tentang Alat Penangkap IkanAnalisis kebijakan tentang Alat Penangkap Ikan
Analisis kebijakan tentang Alat Penangkap Ikannautika
 
pukat kantong
pukat kantongpukat kantong
pukat kantongbachrisb
 
Pim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawe
Pim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawePim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawe
Pim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawePT. SASA
 
Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...
Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...
Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...Andi Mahardika
 

What's hot (20)

Ppt mesin dan alat bantu (2013)
Ppt mesin dan alat bantu (2013)Ppt mesin dan alat bantu (2013)
Ppt mesin dan alat bantu (2013)
 
alat kapal dan penangkap ikan - lift nett
alat kapal dan penangkap ikan - lift nettalat kapal dan penangkap ikan - lift nett
alat kapal dan penangkap ikan - lift nett
 
laporan alat tangkap bagan tancap
laporan alat tangkap bagan tancaplaporan alat tangkap bagan tancap
laporan alat tangkap bagan tancap
 
TUGAS MATA KULIAH MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN (ALAT BANTU PURSE S...
TUGAS MATA KULIAH  MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN  (ALAT BANTU PURSE S...TUGAS MATA KULIAH  MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN  (ALAT BANTU PURSE S...
TUGAS MATA KULIAH MESIN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN (ALAT BANTU PURSE S...
 
Makalah alat tangkap gill net
Makalah alat tangkap gill netMakalah alat tangkap gill net
Makalah alat tangkap gill net
 
Alat tangkap-jenis-ikan-dan-obat
Alat tangkap-jenis-ikan-dan-obatAlat tangkap-jenis-ikan-dan-obat
Alat tangkap-jenis-ikan-dan-obat
 
Pim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkar
Pim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkarPim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkar
Pim1221 8 menangkap ikan denganpukat kantong lingkar
 
Gillnet(jaring insang)
Gillnet(jaring insang)Gillnet(jaring insang)
Gillnet(jaring insang)
 
Pim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing groundPim1221 4 fishing ground
Pim1221 4 fishing ground
 
Pim1221 3 klasifikasi alat tangkap
Pim1221 3 klasifikasi alat tangkapPim1221 3 klasifikasi alat tangkap
Pim1221 3 klasifikasi alat tangkap
 
21. penangkapan
21.  penangkapan21.  penangkapan
21. penangkapan
 
Sistem perikanan tangkap
Sistem perikanan tangkapSistem perikanan tangkap
Sistem perikanan tangkap
 
Pim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joran
Pim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joranPim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joran
Pim1221 9 menangkap ikan dengan pancing joran
 
Alat penangkapan ikan gill net
Alat penangkapan ikan gill netAlat penangkapan ikan gill net
Alat penangkapan ikan gill net
 
Makalah dpi penangkapan ikaan dengan jaring
Makalah dpi penangkapan ikaan dengan jaringMakalah dpi penangkapan ikaan dengan jaring
Makalah dpi penangkapan ikaan dengan jaring
 
Analisis kebijakan tentang Alat Penangkap Ikan
Analisis kebijakan tentang Alat Penangkap IkanAnalisis kebijakan tentang Alat Penangkap Ikan
Analisis kebijakan tentang Alat Penangkap Ikan
 
Pikp modul06-ss perik tangkap
Pikp modul06-ss perik tangkapPikp modul06-ss perik tangkap
Pikp modul06-ss perik tangkap
 
pukat kantong
pukat kantongpukat kantong
pukat kantong
 
Pim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawe
Pim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawePim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawe
Pim1221 10 menangkap ikan dengan pancing rawe
 
Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...
Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...
Hasil |Manajemen Operasional Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kabupaten Pacit...
 

Similar to Rumpon

Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan KangeanPerburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan KangeanMuhammad Ridwan Alimuddin
 
Profil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimun
Profil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimunProfil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimun
Profil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimunSyarif Usyair
 
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016hadiarnowo
 
Tips memancing
Tips memancingTips memancing
Tips memancingspedol
 
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptxWilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptxKathrynPanjaitan
 
Kebijakan perikanan indonesia
Kebijakan perikanan indonesiaKebijakan perikanan indonesia
Kebijakan perikanan indonesiaShanti Paramita J
 
Lamun dan Dugong
Lamun dan Dugong Lamun dan Dugong
Lamun dan Dugong Didi Sadili
 
140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyu140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyuVeda Santiaji
 
Pertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTB
Pertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTBPertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTB
Pertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTBBudiatman Dani
 
Isi makalah hpp
Isi makalah hppIsi makalah hpp
Isi makalah hppHan Hanif
 
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)Eni Mar'a Qoneta
 
Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)
Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)
Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)Luhur Moekti Prayogo
 
Alat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan
Alat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapanAlat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan
Alat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapanJaya Nugraha
 
INVENTARISASI JENIS- JENIS IKAN KARANG
INVENTARISASI  JENIS- JENIS IKAN KARANGINVENTARISASI  JENIS- JENIS IKAN KARANG
INVENTARISASI JENIS- JENIS IKAN KARANGAmos Pangkatana
 
Laporan ekoper padang pasir dan berbatu
Laporan ekoper padang pasir dan berbatuLaporan ekoper padang pasir dan berbatu
Laporan ekoper padang pasir dan berbatuDeden Reinaldi
 
Kronologis Kasus Nelayan Tradisional Bengkalis
Kronologis Kasus Nelayan Tradisional BengkalisKronologis Kasus Nelayan Tradisional Bengkalis
Kronologis Kasus Nelayan Tradisional BengkalisPeople Power
 
Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...
Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...
Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...Didi Sadili
 

Similar to Rumpon (20)

Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan KangeanPerburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
Perburuan Hiu dan Kebaharian Mandar di Kepulauan Kangean
 
Profil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimun
Profil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimunProfil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimun
Profil eksisting pulau kecil terluar di batam dan karimun
 
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
Bahan tayang pwp3 wt-ddrtp 2016
 
Tips memancing
Tips memancingTips memancing
Tips memancing
 
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptxWilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
Wilayah Pengelolaan Perikanan 1 & 2.pptx
 
Kebijakan perikanan indonesia
Kebijakan perikanan indonesiaKebijakan perikanan indonesia
Kebijakan perikanan indonesia
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
Proposal ikan kerapu
Proposal ikan kerapuProposal ikan kerapu
Proposal ikan kerapu
 
Lamun dan Dugong
Lamun dan Dugong Lamun dan Dugong
Lamun dan Dugong
 
140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyu140304 presentasi penyu
140304 presentasi penyu
 
Pertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTB
Pertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTBPertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTB
Pertemuan Kedua | Budidaya Tiram Mutiara| Potensi Biota Laut Indonesia dan NTB
 
Isi makalah hpp
Isi makalah hppIsi makalah hpp
Isi makalah hpp
 
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
Potensi laut probolinggo (Pelabuhan Mayangan)
 
Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)
Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)
Alat Tangkap Pukat Cincin/ Purse Seine (By. Saiful Mukminin)
 
Alat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan
Alat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapanAlat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan
Alat bantu rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan
 
Perikanan
PerikananPerikanan
Perikanan
 
INVENTARISASI JENIS- JENIS IKAN KARANG
INVENTARISASI  JENIS- JENIS IKAN KARANGINVENTARISASI  JENIS- JENIS IKAN KARANG
INVENTARISASI JENIS- JENIS IKAN KARANG
 
Laporan ekoper padang pasir dan berbatu
Laporan ekoper padang pasir dan berbatuLaporan ekoper padang pasir dan berbatu
Laporan ekoper padang pasir dan berbatu
 
Kronologis Kasus Nelayan Tradisional Bengkalis
Kronologis Kasus Nelayan Tradisional BengkalisKronologis Kasus Nelayan Tradisional Bengkalis
Kronologis Kasus Nelayan Tradisional Bengkalis
 
Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...
Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...
Hasil Survei Status Populasi dan Pemanfaatan Biota Bambu Laut di Perairan Kon...
 

More from Muhammad Ridwan Alimuddin (14)

Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran
Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al QuranSaeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran
Saeyyang Pattuqduq: Sebuah Tesis Tentang Tradisi Perayaan Khatam Al Quran
 
Diaspora Orang Mandar
Diaspora Orang MandarDiaspora Orang Mandar
Diaspora Orang Mandar
 
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace LineBalabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
Balabalakang The Great Barrier Reef in Wallace Line
 
Nelayan Mandar Pemburu Tuna
Nelayan Mandar Pemburu TunaNelayan Mandar Pemburu Tuna
Nelayan Mandar Pemburu Tuna
 
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya BahariKebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
 
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya BahariKebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
Kebijakan Tak Berbasis Budaya Bahari
 
Sandeq Race
Sandeq RaceSandeq Race
Sandeq Race
 
Posiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
Posiq, Tubuh, Rumah dan PerahuPosiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
Posiq, Tubuh, Rumah dan Perahu
 
Evolusi Perahu Bercadik di Mandar
Evolusi Perahu Bercadik di MandarEvolusi Perahu Bercadik di Mandar
Evolusi Perahu Bercadik di Mandar
 
Coral Farm
Coral FarmCoral Farm
Coral Farm
 
Mengenal Sandeq dalam Foto
Mengenal Sandeq dalam FotoMengenal Sandeq dalam Foto
Mengenal Sandeq dalam Foto
 
Mendokumentasikan Budaya di Sulbar
Mendokumentasikan Budaya di SulbarMendokumentasikan Budaya di Sulbar
Mendokumentasikan Budaya di Sulbar
 
Memotret human interest
Memotret human interestMemotret human interest
Memotret human interest
 
Kebudayaan Bahari Mandar
Kebudayaan Bahari MandarKebudayaan Bahari Mandar
Kebudayaan Bahari Mandar
 

Recently uploaded

Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxafkarzidan98
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Kanaidi ken
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Kanaidi ken
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++BayuYudhaSaputra
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfHendroGunawan8
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 

Recently uploaded (20)

Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
02.17. Menentukan Temperatre Wind-Chill Menggunakan Bahasa Pemrograman C++
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 

Rumpon

  • 1. Aturang Parroppongang dan Otonomi Daerah Pemanfaatan Roppong di Utara Kepulauan Spermonde, Selat Makassar MUHAMMAD RIDWAN ALIMUDDIN
  • 2. Pengantar Rumpon adalah alat bantu penangkapan ikan yang terdiri dari pelampung, alat pemikat, dan pemberat Rumpon dalam bahasa Mandar diistilahkan roppo atau roppong Merupakan alat bantu penangkapan utama nelayan Mandar dalam kegiatan penangkapan di laut dalam
  • 4. Nelayan Mandar sebagai nelayan laut dalam identik dengan sandeq, roppong dan ikan tuna
  • 6.
  • 8.
  • 9. Jenis-jenis roppong •  Alat tangkap yang digunakan di roppong: –  pa’gae (pukat cincin) –  panjala (payang) –  Pameang (pancing) •  Lokasi roppong: –  biring (pantai) –  karao (laut lepas) –  kapoposang (dekat P. Kapoposang) •  Ukuran roppong: –  kayyang (besar) –  Keccu’ (kecil) •  Bahan baku pelampung roppong: –  marepe’ (bambu) –  gabus (stereoform) •  Asal pemilik roppong: –  Mandar (Suku Mandar) –  Majene (Kab. Majene) –  Lero (Desa Lero) •  Era pembuatan: –  diolo’ (dulu) –  dite’e (saat ini)
  • 10. Bentuk-bentuk roppong di Selat Makassar A
  • 11. Sebaran roppong yang dipasang/digunakan nelayan Mandar
  • 12. Lokasi “tradisional” roppong nelayan Mandar roppong biring (pantai) roppong kadheppe’ (dekat) roppong tangnga (tengah) roppong karao (jauh)
  • 13. Kaitannya dengan otonomi daerah, lokasi roppong di utara Pulau Kapoposang merupakan lokasi paling kompleks sebab:
  • 14. Polman Pinrang Pare-pare Barru Pangkep Maros Makassar Gowa Asal nelayan, lokasi penangkapan, & tempat penjualan ikan terdiri dari banyak “stakeholder” kabupaten
  • 15. Nelayan P. Pandangan Nelayan Ujung Lero Nelayan Polman Desa Sabang Subik, Polman Desa Ujung Lero, Pinrang P. Pandangan, Pangkep Ikan dibawa ke Makassar oleh pa’jollor
  • 16. UJUNG LERO Ujung Lero adalah “Kampung Mandar” yang terletak di Kab. Pinrang, wilayah geografis Suku Bugis. Orang Mandar di pesisir melakukan migrasi ke Ujung Lero pada dekade tahun 50-60an, ketika terjadi kerusuhan di daerah Mandar (Pemberontakan DI/TII). Sampai saat ini, orang Mandar di Kab. Majene dan Kab. Polman masih menjalin hubungan kekerabatan dan emosional dengan orang Mandar di Ujung Lero, khususnya dalam kegiatan penangkapan ikan. Kesimpulannya, budaya bahari orang Mandar di Majene & Polman sama dengan orang Mandar di Ujung Lero. Ujung Lero
  • 17. Teknologi gae di Mandar dipengaruhi oleh orang Mandar yang tinggal di Ujung Lero Teknologi gae di P. Pandangan dipengaruhi oleh orang Mandar yang tinggal di Ujung Lero Mandar, asal teknologi roppong (rumpon) baik Yang digunakan nelayan Ujung Lero maupun Yang digunakan nelayan P. Pandangan.
  • 18. PROVINSI SULAWESI BARAT PROVINSI SULAWESI SELATAN Kab. Majene Kab. Polman Kab. Pinrang Kab. Pangkep Nelayannya tidak ada (?) yang langsung melaut ke perairan Kapoposang Nelayannya menggunakan gae, khususnya di Desa Sabang Subik dan beroperasi di perairan Kapoposang Tempat Ujung Lero berada Kabupaten paling dekat dengan lokasi pemasangan roppong Banyak tinggal di Ujung Lero Banyak tinggal di Ujung Lero Secara adiminstratif, orang Mandar yang tinggal di Ujung Lero adalah penduduk Kab. Pinrang Nelayan P. Pandangan & P. Kapoposang memasang roppong dan menangkap ikan di lokasi yang sama dengan nelayan Mandar (dari Polman dan Ujung Lero) MANDAR (budaya bahari yang sama: teknologi rumpon, mistik, pranata sosial) BUGIS - MAKASSAR
  • 19. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH Pasal 18 (1) Daerah yang memiliki wilayah laut diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut. (2) Daerah mendapatkan bagi hasil atas pengelolaan sumber daya alam di bawah dasar dan/atau di dasar laut sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Kewenangan daerah untuk mengelola sumber daya di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.  eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut b.  pengaturan administratif; c.  pengaturan tata ruang; d.  penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah; e.  ikut serta dalam pemeliharaan keamanan; dan f.  ikut serta dalam pertahanan kedaulatan negara. (4) Kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan untuk provinsi dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi untuk kabupaten/kota.
  • 20. Perairan Kapoposang sebelum & sesudah otonomi daerah Perairan Kab. Pangkep Perairan Prov. Sul-Sel Laut Nasional Sebelum: Tidak ada batas administratif di laut Sesudah: Ada batas administratif di laut
  • 21. Aturan Pemasangan Rumpon Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP. 30/MEN/2004 Perairan 2 mil laut s/d 4 mil laut, diukur dari garis pantai pada titik surut terendah, pemberi izin adalah bupati/walikota, dengan masa berlaku izin 2 tahun. Perairan di atas 4 mil laut s/d 12 mil laut, diukur dari garis pantai pada titik surut terendah, pemberi izin adalah gubernur dengan masa berlaku izin 2 tahun. Perairan diatas 12 mil laut dan ZEEI, pemberi izin adalah Ditjen Perikanan Tangkap dengan masa berlaku izin 2 tahun.
  • 22. Aturang parroppongang oleh nelayan Mandar 1.  Semua pihak berhak untuk menempatkan roppong di laut. 2.  Jarak antar roppong dengan roppong lainnya adalah ketika dilakukan operasi penangkapan secara bersamaan, keduanya tidak saling mengganggu 3.  Nelayan yang lebih dulu memasang roppong mempunyai hak-hak istimewa dalam menyelesaikan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penempatan roppong di laut. 4.  Bila ada dua roppong saling kait (berhubungan satu sama lain sehingga tidak dapat dipisahkan), nelayan yang lebih dulu memasang roppong berhak untuk memiliki roppong yang ada di roppong-nya tersebut, jika yang berpindah adalah bagian-bagian roppong yang melayang/terapung di laut. 5.  Jika yang berpindah adalah roppong secara keseluruhan, baik yang terapung maupun yang tenggelam, maka hak kepemilikan roppong yang mendekat diserahkan kepada nelayan yang roppong-nya didekati. 6.  Bila ada bagian roppong yang terlepas, maka bagian tersebut dinyatakan sebagai barang hanyut sehingga pihak yang menemukan berhak untuk memiliki bagian tersebut. 7.  Nelayan lain diijinkan untuk memanfaatkan roppong, baik untuk menambatkan perahu maupun untuk menangkap ikan yang ada di roppong selama tidak membahayakan roppong dan alat tangkap yang digunakan tidak berskala besar, seperti jala, gae kecuali mendapat izin dari pemilik roppong atau memberitahukan ketika selesai melakukan operasi penangkapan (memberi bagian hasil tangkapan ke pemilik roppong).
  • 23. Jarak antar roppong … Tidak sesuai skala
  • 24. Kecuali lingkaran jaring, diameter bagian yang lain tidak bisa ditentukan secara tepat. “Zona” tidak statis sebab dipengaruhi faktor fisik lautan (arus, ombak, & kedalaman). Untuk itu, ada “zona tak terlihat” (bila di situ sudah ada roppong) yang harus diperhatikan ketika akan memasang roppong. “Zona tak terlihat” belum memperhitungkan ketika roppong ditinggalkan, yaitu kemungkinan roppong berpindah akibat arus laut. Lingkaran jaring Manuver perahu ketika mengeliling roppong Areal penempatan tali roppong “Zona tak terlihat”
  • 25. Nelayan yang lebih dulu memasang roppong mempunyai keistimewaan: memiliki roppong (pihak lain) yang terkait ke roppong-nya, ASAL yang berpindah hanya bagian yang berada di kolom/atas permukaan laut (tali, pemikat, dan pelampung), sedangkan pemberat tetap pada tempatnya
  • 27. Kasus ini biasa terjadi jika roppong terlalu berdekatan
  • 28. Tetapi bila yang berpindah roppong secara keseluruhan, yang didekatilah yang berhak memiliki meskipun dia memasang roppong belakangan (tidak ada keistimewaan bagi yang pertama memasang)
  • 30. Kasus ini biasa disebabkan faktor alam, yaitu arus dan ombak
  • 31. Nelayan lain diijinkan memanfaatkan roppong …
  • 32. Asal tidak menggunakan jaring atau alat tangkap lain berskala besar, dan tidak berpotensi merusak roppong (misal: jika terlalu banyak perahu yang menambat di roppong)