Riandi

1,246 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,246
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Riandi

  1. 1. Tugas Merangkum dan Mengomentari Buku Kurikulum dan Pembelajaran Nama : Riandi Kelas : 2B PE NIM :
  2. 2. BUKU <ul><li>Judul : Manajemen Kurikulum </li></ul><ul><li>Pengarang : Dr. Rusman, M.Pd. </li></ul><ul><li>Penerbit : Program Studi Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidiakn Indonesia </li></ul><ul><li>Tahun : 2008 </li></ul>
  3. 3. BAB I Monitoring Pelaksanaan Kurikulum(Pembelajaran) <ul><li>Suatu realita sehari-hari didalam suatu ruang kelas ketika pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsun,nampak beberapa/sebagian besar siswa belum melakukan kegiatan belajar sewaktu guru mengajar.Kalau masalah ini dibiarkan terus menerus, lulusan sekolah sebagai generasi penerus bangsa akan sulit bersaing dengan lulusan dari negara lain. </li></ul><ul><li>■ Ciri-ciri guru yang profesional dalam melaksanankan tugas keguruan : </li></ul><ul><li>- Komitmen dalam kepentingan siswa dan pelaksanaan pembelajaran </li></ul><ul><li>-Menguasai secara mendalam materi dan penggunaan strategi belajar. </li></ul><ul><li>- Mampu berfikir sistematik dan selalu belajar dari pengalaman. </li></ul><ul><li>- Bertanggungjawab memantau dan mengamati tingkah siswa melalui kegiatan evaluasi. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>■ Kompetensi dasar pelaksanaan pembelajaran merupakan kemampuan pokok(basic skill) yang harus dikuasai oleh setiap guru. </li></ul><ul><li>■ Sarana dan prasarana </li></ul><ul><li>Hal lain yang harus dipantau dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran adalah sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pembelajaran implementasi kurikulum yang berbasis pada kompetensi mesti didukung dengan berbagai sarana dan prasarana memadai. </li></ul><ul><li>■ Secara operasional, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan guru untuk menilai dan mencatat hasil kerja siswa: </li></ul><ul><li>1. Anecdotal Notes </li></ul><ul><li>2. Analityc Ratings </li></ul><ul><li>3. Holictic Ratings </li></ul><ul><li>4. Checklist </li></ul>
  5. 5. REFLEKSI <ul><li>Selama kegiatan pembelajaran guru belum memberdayakan seluruh potensi dirinya sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran berikutnya. </li></ul><ul><li>Guru dituntut untuk menumbuhkan keberanian siswa agar tidak takut untuk bertanya dan menjawab pertanyaan temannya. Karena itu, semua perlu dibiasakan berani mengambil keputusan untuk mengacungkan tangan untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan guru atau temannya. Disamping adanya sarana, diperlukan pula prasarana pembelajaran berupa media pembelajaran. </li></ul>
  6. 6. BAB II Mengembangkan Muatan Lokal dan Pengembangan Diri <ul><li>Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. </li></ul><ul><li>KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Muetan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. </li></ul>
  7. 7. Langkah-langkah pengembangan Muatan Lokal dalam KTSP : <ul><li>Mengidentifikasikan keadaan dan kebudayaan daerah. </li></ul><ul><li>Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal. </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi bahan kajaian muatan lokal </li></ul><ul><li>Menentuakan mata pelajaran mauatan lokal </li></ul><ul><li>Mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar serta silabus, dengan mengacu pada standar isi yang ditetapkan oleh BSNP. </li></ul><ul><li>Silabus, memuat : </li></ul><ul><li>Identititas sekolah </li></ul><ul><li>Standar kompetensi dan kopetensi dasar </li></ul><ul><li>Materi pembelajaran </li></ul><ul><li>Indikator </li></ul><ul><li>Kegiatan pembelajaram </li></ul><ul><li>Alokasi waktu </li></ul><ul><li>Penilaian </li></ul><ul><li>Sumber belajar </li></ul>
  8. 8. <ul><li>REFLEKSI </li></ul><ul><li>Pembelajaran KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran punya standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk masing-masing pelajaran. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan. </li></ul>
  9. 9. BAB III Pengembangan diri dalam Kurikulum <ul><li>Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. </li></ul><ul><li>Pendekatan Pengebnagan Diri : </li></ul><ul><li>1. Bersifat pedagogis </li></ul><ul><li>2. Melihat potensi klien/siswa </li></ul><ul><li>3. Berorientasi pengembangan potensi siswa </li></ul><ul><li>4. Menggembirakan klien/siswa </li></ul><ul><li>5. Dialog konselor menyentuh siswa </li></ul><ul><li>6. Bersifat humanistik/religius </li></ul><ul><li>7. Klien sebagai subyek memegang peranan, memutuskan tentang dirinya. </li></ul><ul><li>8. Konselor hanya membantu dan memberi alternatif-alternatif. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, dalam KTSP terjadi pengurangan jumlah jam efektif setiap minggunya, namun dengan adanya pengembangan diri maka sebetulnya aktivitas pembelajaran diri siswa tidaklah berkurang. </li></ul><ul><li>Pengembangan diri di sekolah merupakan salah satu komponen penting dari struktur KTSP yang diarahkan guna terbentuknya keyakinan, sikap, perasaan dan cita-cita para peserta didik yang realistis, sehingga pada gilirannya dapat mengantarkan peserta didik untuk memiliki kepribadian yang sehat dan utuh. </li></ul>
  11. 11. Refleksi <ul><li>Layanan bimbingan dan konseling yang memiliki fungsi pengembangan, seperti layanan Pembelajaran, Penempatan dan Bimbingan kelompok kiranya perlu lebih dikedepankan dan ditingkatkan lagi dari segi frekuensi maupun intensitas pelayanannya.Tampak bahwa kegiatan pengembangan diri akan mencakup banyak kegiatan sekaligus juga banyak melibatkan orang, oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengorganisasian tersendiri. </li></ul>

×