Sumber sumber hukum islam

6,527 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,527
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sumber sumber hukum islam

  1. 1. Sumber-sumber hukum islam (mashadir al-syari’at) adalah dalil –dalilsyari’at yang darinya hukum syari’at digali.
  2. 2. Sumber-sumber hukum islam dalam pengklasifikasiannya didasarkan pada dua sisipandang. Pertama, didasarkan pada sisi pandang kesepakatan ulama atasditetapkannya beberapa hal ini menjadi sumber hukum syari’at. Pembagian inimenjadi tiga bagian :1. Sesuatu yang telah disepakati semua ulama islam sebagai sumber hukum syari’at,yaitu al-Qur’an dan al-Sunah.2. Sesuatu yang disepakati mayoritas (jumhur) ulama sebagai sumber syari’at,yaituijma’ dan qiyas.3. Sesuatu yang menjadi perdebatan para ulama, bahkan oleh mayoritasnya yaitu Urf(tradisi), istishhab(pemberian hukum berdasarkan keberadaannya pada masalampau) maslahah mursalah (pencetusan hukum berdasarkan prinsip kemaslahatansecara bebas), syar’u man qablana (syari’at sebelum kita), dan madzhab shahabat.
  3. 3. Al-Qur’an dan Al-Sunah adalah dalil primer dalam perujukan hukum-hukum syari’at. Hal ini didasarkan pada dua sisi :1. Muatan Al-Qur’an dan Al-Sunah mencakup keterangan hukum- hukum parsial dan cabangan secara detail sebagaimana hukum- hukum zakat,perdagangan,dan sanksi-sanksi pelanggaran.2. Muatan Al-Qur’an dan Al-Sunah yg mencakup kaidah universal yg menjadi sandaran hukum-hukum parsial dan cabangan sebagaimana ijma’ adalah hujjah dan merupakan sumber hukum,begitu pula qiyas dan lain sebagainya.
  4. 4. Legalitas Al-Sunah sebagai sumber hukum juga tertera dalam Al-Qur’an. Hal ini jugadidasarkan pada dua sisi pandang:1. Al-Qur’an memerintahkan untuk mengamalkan dan berpedoman kepada al-sunah.2. Al-Sunah memiliki fungsi sebagai penjelas dari kandungan al-Qur’an.Berdasarkan alasan-alasan di atas maka aA-Qur’an adalah sumber dari segalasumber hukum islam. Karenanya dalam perujukan hukum-hukum syari’at al-Qur’anharuslah dikedepankan. Bila di aA-Qur’an tidak ditemui maka beralih kepada Al-Sunah karena Al-Sunah adalah penjelas bagi kandungan al-Qur’an. Apabila di Al-sunah tidak ditemukan maka beralih kepada ijma’ karena sandaran ijma’ adalahnash-nash Al-Qur’an dan Al-Sunah. Bila dalam ijma’ tidak ditemukan maka haruslahmerujuk kepada qiyas.Dengan demikian maka tertib urutan hukum islam adalah Al-Qur’an, Al-Sunah, ijma’dan qiyas.

×