Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

EKTODERM DAN ENDODERM

1,109 views

Published on

FISIOLOGI HEWAN

Published in: Education
  • Be the first to comment

EKTODERM DAN ENDODERM

  1. 1. FISIOLOGI HEWAN Hewan Ektoterm Dan Endoterm Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau Pekanbaru 2013 5A BIOLOGI Disusun Oleh : Revina Sri Utami.S.Pd
  2. 2. Deskripsi Materi Hewan ektoderm adalh hewan yang sangat bergantung pada suhu lingkungan luarnya untuk meningkatkan suhu tubuhnya karena panas yang dihasilkan dari keseluruhan metabolismenya sangat sedikit. Sedangkan hewan endoderm adalah hewan yang suhu tubuhnya berasal dari produksi panas dalam tubuh, yang merupakan hasil sampingan dari hasil metabolisme jaringan. Suhu tubuh merupakan keseimbangan panas dari dalam (metabolisme) dari luar dengan kehilangan panas. Untk menghadapi cuaca yang sangat buruk ( terlalu dingin atau terlalu panas) hewan perlu menghemat energi dengan cara hibernasi atau estivasi.masalah yang dihadapi hewan tergantung pada cara hidupnya, apakah hewan tersebut aquatik atau teresterial.
  3. 3. Tujuan Setelah mempelajari materi ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian hewan ektoderm dan endoderm 2. Mengelompokkan hewan yang ektoderm dan endoderm 3. Menjelaskan cara hidup hewan ektoderm dan endoderm secara aquatik dan tersterial 4. Menjelakan cara adaptasi hewan ektoderm dan endoderm
  4. 4. pengertian Cara hidup Ektoterm Akuatik Ektoterm terestrial Adaptasi pada suhu ekstrim Suhu sangat dingin Suhu sangat panas Hewan Ektoterm SUB BAB I
  5. 5. Pengertian Hewan ektoterm adalah hewan yang sangat bergantung pada suhu di lingkungan luarnya untuk meningkatkan suhu tubuhnya karena panas yang dihasilkan dari keseluruhan sistem metabolismenya hanya sedikit. contohnya ikan dan amfibia.
  6. 6. Cara Hidup  Ektoterm Akuatik yaitu suhu lingkungan akuatik relatif stabil sehingga hewan tidak mengalami permasalahan suhu lingkungan yang rumit.  Misalnya pada ikan tuna mempunyai laju reaksi metabolisme yang tinggi sehingga perbedaan suhu antara bagian tubuh otot lebih panas dari bagian lainnya yg digunakan untuk berenang
  7. 7. Cara Yang Dapat Memperkecil Masalah Yang Dihadapi Hewan Ektoterm Akuatik  Jumlah air yang besar disekelilingnya memiliki suhu relatif stabil  Adanya aspek lain dari kimia,fisik,air dapat berpengaruh terhadap suhu tubuh hewan yg hidup didalamnya  Hilangnya panas secara evaporasi  Suhu tubuh hewan ektoterm akuatik sama dengan suhu air dimana dia hidup
  8. 8.  Pada ikan,kehilangan panas hasil metabolisme yang utama melalui insang, insang harus tipis dan dilengkapi jalinan pembuluh darah agar memenuhi syarat sebagai tempat pertukaran udara. Contohnya pada ikan tuna dan hiu Lanjut...
  9. 9. Gambar 6.2.1 : ikan (a) ikan tuna , (b) ikan hiu. (b)(a)
  10. 10. Gambar 6.2.2 : Irisan Melintang Ikan Tuna
  11. 11. Ektoterm Yang Terestrial Yaitu suhu selalu berubah dengan variasi yang cukup besar sehingga perbedaan signifikan antara suhu udara siang dengan malam dan hewan harus berusaha mengatur suhu tubuhnya dengan cara mengatur perolehan dan pelepasan panas melalui mekanisme termoregulas.
  12. 12.  Hewan eksoterm terestrial mempunyai kesempatan lebih baik untuk menjaga suhu tubuhnya yang berbeda dengan suhu lingkungannya  Cara utama untuk memperoleh panas yaitu dengan menyerap radiasi sinar matahari.  Penyerapan diperbesar dengan mengubah warna pada permukaan penyerap dan arah sinar matahari terhadap hewan tersebut Lanjut...
  13. 13.  Invertebrata ektoterm yang hidup terestrial mengubah warna permukaan tubuhnya  Warna yang menghasilkan penyerapan yang tinggi, semakin gelap warnanya semakin besar daya serapnya.  Contohnya pada kumbang atau belalang (a) (b) Gambar 6.2.3 :Kumbang Atau Belalang
  14. 14.  Cara kedua untuk memaksimalkan penyerapan radiasi sinar matahari adalah dengan mengubah arah tubuh yang menghadap sinar matahari  Contohnya pada belalang, menempatkan dirinya pada posisi yang tepat terhadap arah sinar matahari  Sehingga menghasilkan area tubuh yang lebih besar yang terkena sinar matahari Lanjut...
  15. 15.  Pada hewan vertebrata yang ektoterm terestrial misalnya pada kadal  Akan berjemur dibawah sinar matahari untuk menyerap radiasinya  Mereka mempunyai kemampuan untuk mengubah melanin yang tersebar pada kulitnya untuk memaksimalkan penyerapan panas  Sebaliknya mereka akan berpindah ke tempat yang lebih teduh untuk mengurangi penyerapan Lanjut...
  16. 16.  Hewan yang hidup pada suhu yang dipilihnya, suhu yang dapat diterima disebut sebagai Thermal tolerance range (kisaran suhu yang dapat ditoleransi)  Suhu kritis minimum dan suhu kritis maksimum merupakan suhu dimana hewan tidak dapat hidup  Kadal yang mendapat panas dari penyerapan radiasi matahari disebut helioterm dan sebaliknya disebut thigomotherm Lanjut...
  17. 17. Hewan Ektoterm Yang Beradaptasi Pada Suhu Ekstrim 1. Adaptasi pada suhu yang sangat dingin  Pada ikan dan invertebrata dapat hidup di lingkungan suhu yang sangat dingin  Merasakan suhu yang mempunyai potensi memberikan jaringan tubuh hewan dan cairan tubuhnya  Cara termudah mengatasinya yaitu dengan menambah moleku-molekul bahan terlarut pada cairan tubuhnya sehingga konsentrasi osmosis meningkat
  18. 18.  Penambahan bahan terlarut pada air akan menurunkan titik beku sehingga cairan tubuh dapat membeku pada suhu dibawah 0˚C  untuk menghadapi suhu yang sangat dingin yaitu dengan supercooling,adalah fenomena dimana titik beku air dapat diturunkan hingga menjadi -20˚C atau -30˚C.  Mekanisme supercooling yaitu dengan penambahan protein anti beku pada cairan tubuhnya seperti pada ikan diperairan Antartic, protein tersebut merupakan glikoprotein Lanjut...
  19. 19. Adaptasi Pada Suhu Sangat Panas Terdapat dua cara hewan ektoterm yang terdedah pada suhu tinggi agar mereka mampu bertahan hidup:  Dengan menigkatkan laju pendinginan tubuh dengan evaporasi (berkeringat), contohnya pada reptilia dan serangga  Dengan melaksanakan metabolisme yang dapat beradaptasi pada suhu yang tinggi.
  20. 20. HEWAN ENDOTERM 1. Keseimbangan Panas 2. Mekanisme dari Produksi Panas Adaptasi pada Suhu sangat DIngin Adaptasi pada Suhu sangat Panas 3. Mekanisme KehilanganPanas 4. Adaptasi Hewan Endoterm Pada Suhu Ekstrim 5. Pengaturan Suhu Tubuh pada Endoterm SUB BAB II
  21. 21.  Hewan endoterm adalah hewan yang suhu tubuhnya berasal dari produksi panas di dalam tubuh, yang merupakan hasil samping dari metobolisme jaringan.  suhu tubuhnya relatif tetap, tidak terpengaruh oleh perubuhan suhu dari lingkungan luarnya.  jenis hewan dan hewan yang menyusui umumnya dikatakan sebagai endotermia.
  22. 22.  contoh : ular phyton betina menjaga suhu di dalam tubuhnya sekitar 5 ͦc diatas suhu lingkungan luarnya. Hal ini terutama terjadi pada masa berkembangbiak atau menetaskan telurnya.  Burung dan hewan menyusui merupakan jenis endoterm klasik. Suhu tubuhnya bervariasi: platypus mempunyai suhu tubuh sekitar 30 ͦ, sedangkan burung pelatuk (woodpeckers) mempunyai suhu tubuh sekitar 42 ͦc. (a) (b) Gambar 6.2.4 :
  23. 23. Beberapa Faktor Yang Berperan Agar Suhu Tubuh Yang Tetap Pada Hewan Endortem Dapat Dipertahankan Keseimbangan panas  Pada saat kehilangan panas tidak sebeser produksi panas hasil metabolisme. Suhu tubuh tidak bisa dihindarkan akan meningkat.  Ini berati bahwa sebagian dari panas metabolisme tetap berada di dalam tubuh, tidak terlepas keluar: jadi peningkatan suhu tubuh menunjukkan suatu penyimpanan panas.
  24. 24. Lanjut....  Pertukaran panas antara tubuh dan lingkungannya berlangsung dengan cara berikut: konduksi (termasuk konveksi), radiasi dan evaporasi.  Misal bila suhu udara melampaui suhu permukaan tubuh, panas mengalir lewat cara konduksi ke tubuh dan bukan dari tubuh.  Evaporasi hampir selamanya nenilai negatif. Misalnya bila tubuh berada pada lingkungan udara yang lebih panas (kegiatan masak di dapur d pagi hari : mandi turki dengan uap panas, mandi sauna.
  25. 25. Variabel-variabel diatas dapat di masukkan ke dalam persamaan sederhana : Ptotal = ± Pk ± Pr ± Pe ± Ps Ptotal = laju produksi panas metabolisme (selalu positif) Pk = laju pertukaran panas lewat konduksi dan konveksi Pr = laju pertukaran panas sebagai hasil akhir dari radiasi Pe = laju kehilangan lewat evaporasi. Ps = penyimpanan panas di dalam tubuh.
  26. 26.  kehilangan panas akan meningkat bila suhu luar menurun.  Bila suhu luar meningkat, kehilangan panas akan menurun, bila suhu luar melebihi suhu tubuh, maka Panas lewat, konduksi dan radiasi mengalir dari luar ke tubuh organisme.
  27. 27. Mekanisme Dari Produksi Panas  Prinsip dari mekanisme untuk meningkatkan produksi panas ialah dengan meningkatkan produksi pada otot skletal.  untuk menghasilkan panas otot harus berkontraksi.  Peningkatan aktivitas otot berlangsung secara tidak sengaja atau disebut menggigil. Contoh: Pada saat kedinginan kita menggosok-gosokkan tangan untuk menghasilkan panas tubuh.
  28. 28. Bila BAT di rangsang lemak diurai mitokondria panas Mekanisme terjadi pada jaringan lemak coklat (brown adipose/fat tissue = BAT) pada hewan menyusui dijumpai pada placenta. Brown fat terdiri dari:  Gumpalan lemak  Sistem saraf simpatis (otonom) Kekurangan dari produksi panas akan menyebabkan kebutuhan oksigen untuk metabolisme lemak meningkat. Metabolisme panas dapat ditingkatkan dengan hormon tiroid yaitu:  Tiroksin  Triiodothyronine Pelepasan hormon tersebut dikendalikan oleh kelenjar anterior pituitary
  29. 29. neg (-) Hormon pelepasan thyrotropin (TRH = Thyrotropin-relasing hormon) neg (-) Hormon perangsang thyrotropin (TSH = Thyrotropin-stimulating hormon) Thyroxin Triodothyronine Laju metabolisme meningkat dan terjadi produksi panas alur bagan 6.2.1 : “Pengendalian sekresi kelenjar tiroid dalam pengaturan suhu tubuh” Hypothalamus Kelenjar pituitary anterior Kelenjar thyroid Alurumpanbaliknegatif
  30. 30. Mekanisme lain yang menyebabkan suhu tubuh hewan endoterm meningkat:  Menyerap radiasi matahari  Mendirikan bulu rambut  Menurunkan aliran darah ke organ periferi dengan vasokontriksi.  Variasi dari respon prilaku hewan.
  31. 31. MEKANISME KEHILANGAN PANAS Cara untuk mengeluarkan panas dari tubuh ke lingkungan yaitu:  Meningkatkan aliran darah ke permukaan tubuh dengan vasodilatasi (persebaran) pembuluh darah periferi.  Vasodilatasi dan vasokontriksi dibawah pengendalian sistem saraf otonom.  Evaporasi air, contoh keluarnya keringat pada mamalia  Anjing dan burung tidak memiliki kelenjar keringat sehingga tidak bisa berkeringat. Air hilang dengan sistem respiratory  Kangguru berevaporasi air dengan cara menjilati bulunya dengan air liurnya yang mengakibatkan efek pendinginan.
  32. 32. Adaptasi Hewan Endoterm Pada Suhu Ekstrim Adaptasi terhadap suhu sangat dingin Pertama : Masuk ke dalam kondisi heterotermi, yaitu mempertahankan adanya perbedaan suhu di antara berbagai bagian tubuh. Adaptasi terhadap suhu sangat panas  meningkatkan penguapan, baik melalui proses berkeringat ataupun terengah-terengah.  gular fluttering: yaitu menggerakkan daerah kerongkongan secara cepat dan terus-menerus  hipertermik, yaitu mempertahankan atau menyimpan kelebihan panas
  33. 33. Adaptasi hewan endoderm dan ektoterm pada suhu ekstrim Adaptasi hewan endoderm Adaptasi hewan ektoterm Adaptasi suhu terhadap panas Adaptasi terhadap suhu sangat dingin Pengaturan suhu tubuh pada endoterm Perbedaan antara ektoterm dan endoderm Torpor dan hipernasi SUB BAB III
  34. 34. Adaptasi terhadap suhu sangat dingin Adaptasi Hewan Endoterm Pada Suhu Ekstrim Pertama :  Masuk ke dalam kondisi regional heterothermy, yaitu mempertahankan adanya perbedaan suhu di antara berbagai bagian tubuh. Contoh:  Burung dan mamalia kutub yang mempunyai suhu pada pusat tubuh sebesar 38oC,
  35. 35. Kedua:  Hibernasi atau torpor, yaitu penurunan suhu tubuh yang berkaitan dengan adanya penurunan laju metabolisme, laju denyut jantung, laju respirasi, dan sebagainya.
  36. 36.  binatang yang paling terkenal untuk hibernasi, beruang,  tidak benar-benar hibernate.  Salah satu hewan yang benar- benar hibernates adalah landak Eropa. (a) (b) Gambar 6.2.5 (a) beruang, (b) landak
  37. 37.  lemur ini menghabiskan tujuh bulan berhibernasi dalam lubang pohon.  Sebagian besar spesies kelelawar hibernate-atau memasuki keadaan mati suri- selama musim dingin. (a) (b) Gambar 6.2.6 (a) lemur, (b) kelelawar.
  38. 38. Ada 3 cara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu: 1) penambahan bahan terlarut. 2) Supercooling. 3) penambahan protein anti beku Adaptasi Hewan Ektoterm Pada Suhu Ekstrim
  39. 39. Adaptasi terhadap suhu sangat panas  hewan ini cenderung untuk menjaga suhu inti tubuhnya sekitar 37-42 C dan akan dapat bertahan pada lingkungan yang panas.  cara paling sederhana untuk menghilangkan panas adalah dengan meningkatkan kehilangan air lewat evaporasi.  Pada Manusia dan hewan menyusui lainnya mencapai hal tersebut dengan pengeluaran keringat yang lebih banyak.
  40. 40. Kelebihan & Kekurangan Hypertermia pada Hewan Kelebihan Hypertermia, yaitu :  Jika suhu tubuh turun jumlah air yang hilang berkurang  Dilingkungan panas, mengguntungkan jika meminimalkan kehilangan air. Kekurangan Hypertermia, yaitu :  Jika suhu tubuh meningkat terdapat kemungkinan rusaknya organ otak.  agar otak mendapat darah dengan suhu yang benar, Karena hewan yang menyusui mempunyai mekanisme pertukaran panas didaerah otak,  Panas dari darah arteri yang menuju ke otak dialihkan kedarah vena yang meninggalkan otak.
  41. 41. Terdapat dua cara pada hewan ektoterm yang terdedah pada suhu tinggi agar mereka mampu bertahan hidup, yaitu: 1. Meningkatkan laju pendinginan tubuh dengan evaporasi (berkeringat).  terjadi pada hewan ektotetrm yang memiliki kulit lembab.  Pada reptilia dan serangga, air dapat keluar tubuh melalui sistem respiratorinya dan panaspun hilang.
  42. 42. 2. Cara yang kedua yaitu dengan melaksanakan metabolisme yang dapat beradaptasi pada suhu tinggi.  Kejadian seperti ini dapat kita temui pada organisme seperti bakteri. Lanjut....
  43. 43. PENGATURAN SUHU TUBUH PADA ENDOTERM  Reseptor pengamat suhu disebut reseptor panas (thermoreceptor). Ada 2 tipe reseptor, yaitu;  Reseptor yang menimbulkan potensial aksi sebagai respons terhadap peningkatan suhu  Reseptor yang menimbulkan potensial aksi sebagai respons terhadap turunnya suhu  Masing-masing mewakili reseptor suhu panas dan dingin.  Reseptor panas ditemukan di dua lokasi sensor di sekeliling kulit dan pusat reseptor yaitu hipotalamus di otak.
  44. 44. Perbedaan Antara Ektoterm Dengan Endoderm  pada hewan endoterm mempunyai suhu tubuh yang relatif.  Tidak mudah mengalami perubahan suhu tubuh seperti pada ektoterm.  hewan endoterm membutuhkan 02 dalam jumlah besar untuk hidupnya,sehingga nilai metabolismenya jauh lebih tinggi.  Kesulitan pada ektoterm karena tidak mungkin untuk melibatkan enzin yang mempunyai suhu optimum dengan kisaran suhu yang besar sebagai pengatur reaksi metabolisme.
  45. 45. Torpor Dan Hibernasi  Untuk mempertahankan suhu tubuhnya pada cuaca dingin dengan cara meningkatkan laju metabolisme beberapa kali lipat.  laju metabolisme pada hewan yang berukuran kecil pada dasarnya cukup tinggi.  Sejumlah hewan mamalia dan beberapa burung melakukan hibernasi secara teratur pada musim dingin.  Sebelum masuk ke hibernasi, umumnya hewan menjadi sangat gemuk(mereka menyimpan sejumlah besar cadangan bahan bakar)  hewan yang biasa melakukan hibernasi berukuran kecil.
  46. 46. Lanjut....  Yang biasa melaksanakan hibernasi seperti kalelawar, burung, hewan pemakan serangga.Marsupial(hewan berkantung) dan mamalia juga melaksanakan hibernasi.  Secara fisiologi hibernasi berarti kondisi tidak aktif (torpid) yang diikuti dengan laju metabolisme yang sangat sempurna.  Contohnya pada beruang yang tidur selama musim dingin tetapi pada beruang tidak menunjukkan tanda-tanda hibernasi sejati.  Istilah lain adalah estivasi (latin,aesta: musim panas)yang menyatakan keadaan tidak aktif pada musim panas.
  47. 47. Lanjut....  Siput yang menjadi tidak aktif sebagai respons terhadap kekeringan,  Tupai tanah yang menghilang kelubang persembunyiannya dan dan berdiam diri pada musim panas.  Kalelawar dan burung mengalami perioda tidak aktif(torpor) harian.  Keadaan fisiologinya serupa dengan hibernasi, tetapi keadaan demikian hanya berlangsung bebebrapa jam saja tidak sampai berminggu-minggu atau berbula-bulan.

×