Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
1
MAKALAH ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA
“SISTEM SIRKULASI”
Revina Sri Utami
116511322
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JUR...
2
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya...
3
4
BAB I PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Manusia tidak bisa hidup tanpa darah. Tanpa darah, organ tubuh tidak bisa
mendapatk...
5
 Jelaskan peredaran darah besar dan kecil?
 Menjelaskan kelainan – kelainan pada peredaran darah?
I.3 TUJUAN PENULISAN...
6
BAB II ISI
SISTEM SIRKULASI (PEREDARAN DARAH)
A. Pengertian dan fungsi system sirkulasi
System sirkulasi darah adalah su...
7
 Menjaga suhu tubuh
 Mendistribusikan hormone-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel
tubuh.
B. Komponen system peredaran...
8
tidak sama, bergantung pada umur, pekerjaan, keadaan jantung, atau
pembuluh darah.
o Sifat darah
Darah adalah suatu cair...
9
 Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk
diedarkan dan dibagikan ke seluruh jaringan/ alat
tubuh.
 Mengangkat ...
10
membantuk ikatan antara hemoglobin dan oksigen tersebut dapat
dituliskan sebagai berikut :
Hb + O2 ⇌ HbO2
Hemoglobin ya...
11
dan karbon dioksida. Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira
11,5 – 15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,...
12
Neutrofil menjadi sel darah putih yang pertama merespon adanya
infeksi dan sel-sel tersebut menelan patogen selama fago...
13
pada permukaan megakariosit, kemudian melepaskan diri untuk
masuk kedalam darah. Trombosit dalam darah adalah antara
15...
14
Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan.
Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit...
15
(a) Bentuk dan ukuran jantung
Jantung merupakan organ berongga, berotot, dan berbentuk kerucut.
Jantung dibentuk oleh o...
16
(c) Ruang jantung
Ruangan jantung manusia berjumlah empat terdiri dari dua serambi
(atrium) kanan dan kiri serta dua bi...
17
 berkas His. Berkas His berupa serabut saraf yang merupakan
kelanjutan dari simpul tawara. Serabut saraf dari berkas H...
18
Dalam kerja memompa darah, jantung berdenyut secara terus-menerus
sejak embrio berumur 25 hari sampai seseorang meningg...
19
darah terbesar adalah aorta. Secara umum pembuluh darah tersusun atas
tiga lapisan. Lapisan terluar tersusun atas jarin...
20
Pembuluh darah vena Pembuluh darah arteri
Disebut sebagai pembuluh balik.
Berisi darah kotor kecuali pada vena
pulmonal...
21
Vena yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan masuk ke
bilik kanan melalui vena cava inferior, sementara ven...
22
E. GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
Berikut beberapa gangguan pada sistem peredaran darah manusia.
o Hemofi...
23
o Koronariasis, merupakan penyakit di mana terjadi penyempitan nadi
tajuk jantung (jantungkoroner).
o Hipertensi, merup...
24
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
 Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat di dalam
pembuluh darah. Warna merah ters...
25
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA

205 views

Published on

Manusia tidak bisa hidup tanpa darah. Tanpa darah, organ tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup, kita tidak bisa tetap hangat atau sejuk, melawan infeksi, atau menyingkirkan produk limbah kita sendiri. Tanpa darah yang cukup, kita akan melemah dan mati. Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan zat sisa metabolisme. Berbagai proses metobolisme menghasilkan sampah(sisa) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Peredaran materi, baik berupa bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti oksigen maupun hasil metabolism dan sisa-sisanya dilakukan oleh sistem peredaran atau sistem sirkulasi. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh, sedangkan sisa-sisa metabolisme diangkut dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.
Oleh karena itu penulis akan membahas lebih mendalam mengenai system sirkulasi dalam makalah kami kali ini yang berjudul “ system peredaran darah pada manusia”

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA

  1. 1. 1 MAKALAH ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA “SISTEM SIRKULASI” Revina Sri Utami 116511322 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM RIAU 2013/2014
  2. 2. 2 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini membahas tentang “ Sistem Sirkulasi “ , dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan pihak yang mendorong atau memotivasi pembuatan makalah ini supaya lebih baik dan lebih efisien. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bu Nukhairoh sebagai dosen pembimbing dalam menyerahkan penyusunan makalah ini. Makalah ini disajikan secara sistematis dan kami sebagai penulis berusaha untuk menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan supaya mudah di mengerti oleh semua mahasiswa/i. Selain itu,untuk mempermudah dalam memahami makalah ini disusun atas beberapa info tambahan dari berbagai buku dan internet. Akhir kata, tiada gading yang tak retak,demikian pula dengan makalah ini,masih jauh dari sempurna. Oleh karena Itu kami sebagai penulis Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan makalah ini. Saran dan kritik dari ibu/bapak sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terimakasih. Pekanbaru, 11 Februari 2014 Penulis
  3. 3. 3
  4. 4. 4 BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Manusia tidak bisa hidup tanpa darah. Tanpa darah, organ tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup, kita tidak bisa tetap hangat atau sejuk, melawan infeksi, atau menyingkirkan produk limbah kita sendiri. Tanpa darah yang cukup, kita akan melemah dan mati. Setiap makhluk hidup memerlukan oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan zat sisa metabolisme. Berbagai proses metobolisme menghasilkan sampah(sisa) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Peredaran materi, baik berupa bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti oksigen maupun hasil metabolism dan sisa-sisanya dilakukan oleh sistem peredaran atau sistem sirkulasi. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh, sedangkan sisa-sisa metabolisme diangkut dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan. Oleh karena itu penulis akan membahas lebih mendalam mengenai system sirkulasi dalam makalah kami kali ini yang berjudul “ system peredaran darah pada manusia” I.2 IDENTIFIKASI MASALAH Dalam makalah ini kami sebagai penulis akan menjelaskan tentang :  Apakah Pengertian dan fungsi system sirkulasi?  Menjelaskan pengertian darah dan fungsinya?  Jelaskan bagian dan komponen dari darah?  Apakah bagian – bagian jantung?  Jelaskan pembuluh – pembuluh yang berkaitan dengan system peredaran darah?
  5. 5. 5  Jelaskan peredaran darah besar dan kecil?  Menjelaskan kelainan – kelainan pada peredaran darah? I.3 TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah :  Untuk mengetahui Pengertian dan fungsi system sirkulasi  Untuk mengetahui pengertian darah dan fungsinya  Untuk mengetahui bagian dan komponen dari darah  Untuk mengetahui bagian – bagian jantung  Untuk mengetahui pembuluh – pembuluh yang berkaitan dengan system peredaran darah  Untuk mengetahui peredaran darah besar dan kecil  Untuk mengetahui kelainan – kelainan pada peredaran darah I.4 MANFAAT PENULISAN Informasi yang diperoleh dari penulisan makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan atau informasi bagi mahasiswa/i serta penulis sehingga menjadi lebih mengerti.
  6. 6. 6 BAB II ISI SISTEM SIRKULASI (PEREDARAN DARAH) A. Pengertian dan fungsi system sirkulasi System sirkulasi darah adalah suatu system organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. System ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostatis). System sirkulasi pada manusia dibagi dalam 2 bagian besar yaitu system kardiovaskular (peredaran darah) dan system limfatik. System kardiovaskular terdiri atas jantung, yang memompa dan mempertahankan aliran darah, arteri yang menyangkut darah pergi dari jantung, arteriol, pembuluh kecil yang menuju ke pebuluh yang lebih kecil lagi yaitu kapiler, venul, pebuluh halus yang menampung isi kapiler. Fungsi sirkulasi : o untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh o untuk mentranspor zat makanan ke jaringan tubuh o menstranspor produk – produk yang tidak berguna o menghantarkan hormone dari suatu bagian tubuh kebagian tubuh yang lain o dan secara umum untuk memelihara lingkungan yang sesuai di dalam seluruh jaringan tubuh agar sel bisa bertahan hidup dan berfungsi secara optimal. System peredaran darah manusia berupa system peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. System peredaran darah berfungsi untuk :  mensuplai oksigen (O2) dan sari makanan yang diabsorpsi dari system pencernaan ke seluruh jaringan tubuh.  Membawa gas sisa berupa karbon dioksida (CO2) ke paru – paru  Mengembalikan sisa metabolisme ke ginjal untuk disekresikan
  7. 7. 7  Menjaga suhu tubuh  Mendistribusikan hormone-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh. B. Komponen system peredaran darah (a) Darah o Pengertian darah Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain, berada dalam konsistensi cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan sebagai pembuluh darah dan menjalankan fungsi transport berbagai bahan serta fungsi homeostatis. Darah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang warnannya merah. Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya kadar oksigen dan karbondioksida didalamnya. Darah yang banyak mengandung karbon diogsida warnanya merah tua. Adanya oksigen dalam darah di ambil dengan cara bernapas, dan zat tersebut sangat berguna pada peristiwa pembakaran/ metabolisme di dalam tubuh. Vikositas/ kekentalan darah lebih kental dari pada air yang mempunyai BJ 1,041-1,065, temperatur 380C, dan PH 7,37-7,45. Darah selamanya beredar di dalam tubuh oleh karena adanya kerja atau pompa jantung. Selama darah beredar dalam pembuluh maka darah akan tetap encer, tetapi kalau ia keluar dari pembuluhnya maka ia akan menjadi beku. Pembekuan ini dapat dicegah dengan jalan mencampurkan ke dalam darah tersebut sedikit obat anti- pembekuan/ sitrus natrikus. Dan keadaan ini akan sangat berguna apabila darah tersebut diperlukan untuk transfusi darah. Pada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira 1/13 dari berat badan atau kira-kira 4-5 liter. Keadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang
  8. 8. 8 tidak sama, bergantung pada umur, pekerjaan, keadaan jantung, atau pembuluh darah. o Sifat darah Darah adalah suatu cairan yang kental dan berwarna merah. Kedua sifat utama ini, yaitu merah dan kental, membedakan darah dari cairan tubuh yang lain. Kekentalan ini disebabkann oleh banyaknya senyawa dengan berbagai macam berat molekul, dari yang kecil sampai yang besar seperti protein, yang terlarut dalam darah. Warna merah, yang memberi ciri yang sangat khas bagi darah, disebabkan oleh adanya senyawa yang berwarna merah dalam sel-sel darah merah yang tersuspensi dalam darah. o Kandungan darah 1) Air : 91% 2) Protein : 3% (albumin, globulin, protombin dan fibrinigen) 3) Mineral : 0,9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam fosfat, magnesium, kalsium, dan zat besi). 4) Bahan organik : 0,1% (glukosa, lemak asam urat, kreatinin, kolesterol, dan asam amino). o Fungsi darah a. Sebagai alat pengangkut yaitu:  Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.  Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.
  9. 9. 9  Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan ke seluruh jaringan/ alat tubuh.  Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal dan kulit. b. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan leukosit dan antibodi/ zat–zat anti racun c. Menyebarkan panas keseluruh tubuh. o Bagian-bagian darah 1. Sel darah merah (Eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen. Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin.Hemoglobin adalah suatu protein yang mengandung senyawa besi hemin. Hemoglobin mempunyai daya ikat terhadap oksigen dan karbondiogsida. Dalam menjalankan fungsinya membawa oksigen ke seluruh tubuh, hemoglobin di dalam SDM mengikat oksigen melalui suatu ikantan kimia khusus. Reaksi yang
  10. 10. 10 membantuk ikatan antara hemoglobin dan oksigen tersebut dapat dituliskan sebagai berikut : Hb + O2 ⇌ HbO2 Hemoglobin yang tidak atau belum mengikat oksigen disebut sebagai deoksihemoglobin atau deoksiHb dan umumnya ditulis Hb saja. Hemoglobin yang mengikat oksigen disebut oksihemoglobin atau HbO2. Seperti yang tampak pada persamaan reaksi tersebut, reaksi ini dapat berlangsung dalam 2 arah. Meskipun demikian, reaksi yang berlangsung dalam arah ke kanan, yang merupakan reaksi penggabungan atau asosiasi terjadi didalam alveolud paru-paru, tempat berlangsungnya pertukaran udara antara tubuh dengan lingkungan. Sebaliknya, reaksi yang merupakan suatu reaksi penguraian atau disosiasi, terutama terjadi di dalam berbagai jaringan. Dengan demikian, dapat juga dikatakan bahwa hemoglobin dalam SDM mengikat oksigen di paru-paru dan melepaskan di jaringan, untuk diserahkan dan digunakan oleh sel-sel. Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati. Proses pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula besar dan berisi nukleus dan tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan nukleusnya dan siap diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian akan beredar di dalam tubuh selama kebih kurang 114 – 115 hari, setelah itu akan mati. Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua zat yaitu hematin yang mengandung Fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin yaitu suatu zat yang terdapat didalam eritrisit yang berguna untuk mengikat oksigen
  11. 11. 11 dan karbon dioksida. Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 – 15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%. 2. Sel darah putih (Leukosit) Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000- 9000. Yang berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyusupan benda asing yang selalu dipandang mempunyai kemungkinan untuk mendatangkan bahaya bagi kelangsungan hidup individu selain itu, sel darah putih berfungsi sebagai pengangkut zat lemak. Sel darah putih mempunyai ciri-ciri, antara lain tidak berwarna, mempunyai nucleus, kehilangan Hb, bentuknya tidak beraturan, dapat bergerak, dan dapat berubah bentuk. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu granulosit dan agranulosit. Sebenarnya kedua jenis sel darah putih ini jelas terlihat pada granulosit. Granula mengandung beragam enzim dan protein yang membantu sel darah putih dalam melindungi tubuh.  Granulosit mempunyai nucleus yang banyak dan bersifat fagosit. Macam- macam granulosit, antara lain : o Neutrofil : Jenis sel darah putih terbanyak. Bentuk nukleusnya beragam, misalnya batang, bengkok, atau bercabang-cabang.
  12. 12. 12 Neutrofil menjadi sel darah putih yang pertama merespon adanya infeksi dan sel-sel tersebut menelan patogen selama fagositosis. o Basofil : Berbentuk U dan berbintik-bintik. Basofil melepaskan histamin pada saat terjadi reaksi alergi. o Eosinofil : Berbintik-bintik kemerahan. Meningkat apabila terjadi infeksi atau reaksi alergi.  Agranulosit hanya mempunyai sebuah nucleus dan tidak seluruhnya bersifat fagosit. Macam-macam agranulosit, antara lain : o Monosit : Jenis sel darah putih terbesar, bersifat fagosit, nukleusnya berbentuk seperti kacang, dan dapat bergerak cepat. Monosit yang berada pada suatu jaringan dapat berdiferensiasi menjadi makrofag yang berukuran lebih besar. Makrofag berfungsi untuk memfagosit patogen, sel using, dan puing-puing seluler dan dapat merangsang sel-sel darah putih yang lain untuk melindungi tubuh. o Limfosit : Jenis sel darah putih yang tidak bersifat fagosit, selnya cenderung berbentuk lingkaran, berinti tunggal, dan hanya memperhatikan sedikit pergerakan. Fungsi limfosit untuk imunitas (kekebalan) terhadap patogen dan toksin tertentu. Ada dua macam limfosit yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit B melindungi kita dengan memproduksi antibody yang akan menghancurkan patogen, sedangkan limfosit T secara langsung menghancurkan sel-sel yang mengandung antigen. 3. Keping darah (Trombosit) Trombosit berbentuk bulat kecil dengan ukuran diameter 2 – 4 µm dan tidak memiliki inti. Trombosit dibentuk dalam sumsum tulang dari megakariosit. Megakariosit merupakan trombosit yang sangan besar dalam sumsum tulang. Trombosit berbentuk seperti tunas
  13. 13. 13 pada permukaan megakariosit, kemudian melepaskan diri untuk masuk kedalam darah. Trombosit dalam darah adalah antara 150.000 – 400.000 butir per mikroliter darah. Trombosit merupakan struktur yang sangat aktif. Masa hidupnya dalam darah adalah 5 – 9 hari. Trombosit yang tua atau mati diambil dari system peredaran darah, terutama oleh makrofag jaringan. Lebih dari separuh trombosit diambil oleh makrofag dalam limpa, pada waktu darah melewati organ tersebut. Trombosit berfungsi penting dalam usaha tubuh untuk mempertahankan keutuhan jaringan bila terluka, sehingga tubuh tidak mengalami kehilangan darah dan terlindung dari penyusupan benda atau sel asing dan untuk melakukan agregasi. Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu terjadinya peristiwa pembekuan darah, yaitu Ca2+ dan fibrinogen. Fibrinogen mulai bekerja apabila tubuh mendapat luka. ketika kita luka maka darah akan keluar, trombosit pecah dan mengeluarkan zat yang dinamakan trombokinase. Trombokinasi ini akan bertemu dengan protrombin dengan pertolongan Ca2+ akan menjadi trombin. Trombin akan bertemu dengan fibrin yang merupakan benang- benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya, yang akan menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protrombin di buat didalam hati dan untuk membuatnya diperlukan vitamin K, dengan demikian vitamin K penting untuk pembekuan darah. (b) Plasma darah Adalah bagian darah yang cair. Plasma darah tersusun dari 91,5% air dan 8,5% zat – zat terlarut. Sebagian besar plasma darah mengandung garam- garam terlarut dan protein. Protein utama dalam plasma adalah albumin.
  14. 14. 14 Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan. Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin. Di dalam plasma darah terkandung salah satu faktor pembeku darah, yaitu protombin dan fibrinogen. Plasma darah tanpa fibrinogen disebut serum. Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :  Albumin  bahan pembeku darah  immunoglobin (antibodi)  hormon  berbagai jenis protein  berbagai jenis garam Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Selain menyalurkan sel-sel darah, plasma juga: (1) merupakan cadangan air untuk tubuh, (2) mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah, (3) membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh. (4) dan yang lebih penting, plasma menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi. Antibodi dalam plasma melindungi tubuh melawan bahan-bahan asing (misalnya virus, bakteri, jamur dan sel-sel kanker) ketika protein pembekuan mengendalikan perdarahan. Selain menyalurkan hormon dan mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan. C. Alat – alat peredaran darah 1. Jantung
  15. 15. 15 (a) Bentuk dan ukuran jantung Jantung merupakan organ berongga, berotot, dan berbentuk kerucut. Jantung dibentuk oleh organ – organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ia terletak di antara paru-paru kiri dan kanan, di daerah yang disebut mediastinum, di belakang badan sternum, dan dua pertiganya terletak di sisi kiri. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap hari jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. (b) Dinding jantung  Dinding jantung merupakan bagian yang membungkus ruangan jantung. Dinding ini terdiri atas tiga lapis, yaitu: o Perikardium : Perikardium adalah selaput pembungkus jantung. Perikardium ini berlapis dua. Diantara keduanya terdapat cairan limfa yang berfungsi untuk menahan gesekan. o Miokardium : Miokardium adalah otot jantung. Otot ini tersusun atas jenis otot yang bekerja secara tidak sadar. o Endokardium : Endokardium adalah selaput yang membatasi ruangan jantung.
  16. 16. 16 (c) Ruang jantung Ruangan jantung manusia berjumlah empat terdiri dari dua serambi (atrium) kanan dan kiri serta dua bilik (ventrikel) kanan dan kiri. Serambi kanan berisi darah yang kaya CO2 berasal dari seluruh tubuh, sedangkan serambi kiri berisi darah yang kaya oksigen yang berasal dari paru-paru. (d) Klep jantung Antara serambi dan bilik, antara bilik dan nadi terdapat klep atau valvula. Fungsi klep ini untuk menjaga agar aliran darah tetap searah. Klep-klep tersebut adalah sebagai berikut: o klep berdaun tiga atau valvula trikuspidalis, terdapat diantara serambi kanan dan bilik kanan. Klep ini berfungsi untuk mencegah agar darah dalam bilik kanan tidak kembali ke serambi kanan. o klep berdaun dua atau valvula biskupidalis, terdapat diantara serambi kiri dan bilik kiri. Klep ini berfungsi untuk mencegah agar darah dalam bilik kiri tidak kembali ke serambi kiri. o klep berbentuk bulan sabit atau valvula seminularis. Klep ini terdiri atas tiga daun dan terdapat pada pangkal nadi besar. Fungsinya adalah untuk mencegah agar darah dalam nadi tidak kembali ke bilik. (e) Saraf jantung : Saraf pada jantung membentuk beberapa simpul saraf jantung. Simpul saraf tersebut adalah sebagai berikut:  simpul Keith-Flack atau Nodus Sino Aurikularis. Simpul saraf ini terdapat pada dinding serambi, diantara vena yang masuk ke serambi kanan.  simpul Tawara atau Nodus Atrioventrikularis. Simpul saraf ini terdapat pada sekat antara serambi dan bilik.
  17. 17. 17  berkas His. Berkas His berupa serabut saraf yang merupakan kelanjutan dari simpul tawara. Serabut saraf dari berkas His ini terdapat pada sekat antara bilik dan bercabang-cabang ke otot jantung dinding ventrikel. (f) Kerja jantung Bila serambi jantung mengembang, jantung akan mengisap darah masuk ke serambi dari pembuluh balik. Serambi kanan menarik darah dari vena cava superior dan vena cava inferior, sedangkan serambi kiri menarik darah vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Bersamaan masuknya darah keserambi kanan, simpul keith-flack terangsang. Rangsangan diteruskan ke simpul Tawara. Bersamaan dengan ini, otot dinding serambi berkontraksi sehingga ruangan serambi mengucup. Begitu impuls dari keith-flack sampai disimpul Tawara, maka katup antara serambi dan bilik terbuka, darah mengalir ke bilik. Sementara itu, impuls saraf diteruskan ke berkas his. Setelah darah masuk ke dalam ventrikel, klep antara atrium dan bilik menutup. Sesampainya rangsangan di miokardium bilik, maka berkontraksilah dinding bilik. Akibatnya, ruangan bilik menguncup. Tekanan ruangan dalam bilik maximum disebut tekanan sistole. Pada waktu sistole, darah terpompa ke aorta. Setelah darah terpompa keaorta, dinding bilik berelaksasi. Ruangan jantung membesar maximum sehingga tekanannya menjadi minimum. Tekanan terendah dalam ruangan jantung akibat otot jantung berelaksasi disebut diastole. (g) Siklus jantung
  18. 18. 18 Dalam kerja memompa darah, jantung berdenyut secara terus-menerus sejak embrio berumur 25 hari sampai seseorang meninggal dunia. Sekali denyut, mulai dari pemompaan darah hingga memompa berikutnya disebut siklus jantung. Secara sederhana siklus pemompaan darah oleh jantung berlangsung sebagai berikut:  otot jantung berelaksasi, semua klep jantung dalam keadaan menutup. Darah masuk kedalam atrium dari pembuluh balik.  klep berdaun tiga dan klep berdaun dua membuka. Darah mengalir dari serambi ke bilik. Aliran darah ini diperkuat oleh mengecilnya ruang serambi. Hal ini disebabkan oleh berkontraksinya dinding serambi.  dinding bilik berkontraksi. Bersamaan dengan itu, klep berdaun dua dan berdaun tiga menutup. Tetapi klep semilunaris membuka sehingga tekanan darah dalam bilik meningkat.  darah mengalir dengan kuat dari bilik menuju aorta. Bersamaan dengan ini dinding serambi mengembang sehingga darah masuk keserambi dari vena. Seluruh proses tersebut berlangsung kurang dari satu detik. Bila kita mendengarkan denyut jantung dengan stetoskop, suara detaknya terdengar ganda. Yang pertama adalah bersamaan dengan menutupnya klep antara serambi dan bilik, sedangkan yang kedua adalah bersamaan dengan menutupnya klep semilunaris. 2. Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri yang berfungsi membawa darah dari jantung, kapiler yang berfungsi sebagai tempat pertukaran sebenarnya air dan bahan kimia antara darah dan jaringan dan vena, yang membawa darah dari kapiler kembali ke jantung. pembuluh
  19. 19. 19 darah terbesar adalah aorta. Secara umum pembuluh darah tersusun atas tiga lapisan. Lapisan terluar tersusun atas jaringan elastis yang memungkinkan pembuluh darah berkontraksi. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan mengandung banyak serabut elastis. Bagian terdalam adalah lapisan endothelium yang merupakan satu lapis epitel pipih yang membatasi rongga pembuluh. Berdasarkan fungsinya, pembuluh darah dibedakan menjadi:  Arteri (pembuluh nadi) Pembuluh nadi memiliki lapisan elastis yang tebal, menjadikan pembuluh darah tersebut kuat dan elastis. Pembuluh nadi besar bercabang-cabang menjadi pembuluh nadi yang lebih kecil, kemudian bercabang-cabang lagi samapai mencapai pembuluh nadi paling kecil, disebut arteriol. Aliran darah dalam arteri berarah menjauhi jantung. Aliran darah dipengaruhi oleh kekuatan kontraksi otot jantung.  Pembuluh Balik (vena) Tidak seperti pembuluh nadi, lapisan elastic pada vena lebih tipis dari arteri, sehingga pembuluh balik ini tidak sekuat dan selentur pembuluh nadi. Pembuluh balik besar bercang-cabang menjadi pembuluh balik yang lebih kecil, kemudian bercabang-cabang lagi sampai mencapai pembuluh balik paling kecil, disebut venula. Dari dinding bagian dalam pembuluh balik muncul katup yang menahan aliran balik darah. Aliran darah vena berarah mendekati jantung. Gerakan darah dalam vena sangat dipengaruhi oleh kontraksi otot rangka. Perbedaan antara arteri dan vena dapat diamati pada tabel berikut :
  20. 20. 20 Pembuluh darah vena Pembuluh darah arteri Disebut sebagai pembuluh balik. Berisi darah kotor kecuali pada vena pulmonalis. Di sepanjang pembuluh banyak terdapat katup. Dinding tipis. Pembuluh ini terletak dekat permukaan tubuh. Apabila diraba tidak terasa. Disebut sebagai pembuluh nadi. Berisi darah bersih kecuali pada arteri pulmonalis. Di sepanjang pembuluh hanya terdapat satu katup. Memiliki dinding yang tebal dan elastic. Pembuluh ini terletak di bagian dalam dari tubuh. Apabila diraba akan berdenyut.  Kapiler yaitu pembuluh halus dengan diameter 5 – 20 µm yang menghubungkan arteriole dengan venule. Kapiler merupakan pembuluh halus yang dindingnya hanya setebal selapis sel. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan. D. SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA Sistem peredaran darah manusia ada dua yaitu system peredaran darah besar dan system peredaran darah kecil. 1) Sistem Peredaran Darah Besar (Sistemik) Peredaran darah besar dimulai dari darah keluar dari jantung melalui aorta menuju ke seluruh tubuh (organ bagian atas dan organ bagian bawah). Melalui arteri darah yang kaya akan oksigen menuju ke sistem-sistem organ, maka disebut sebagai sistem peredaran sistemik. Dari sistem organ vena membawa darah kotor menuju ke jantung.
  21. 21. 21 Vena yang berasal dari sistem organ di atas jantung akan masuk ke bilik kanan melalui vena cava inferior, sementara vena yang berasal dari sistem organ di bawah jantung dibawa oleh vena cava posterior. Darah kotor dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi kanan, selanjutnya akan dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan satu keunikan dalam sistem peredaran darah manusia karena merupakan satu-satunya arteri yang membawa darah kotor (darah yang mengandung CO2). Urutan perjalanan peredaran darah besar : bilik kiri – aorta – pembuluh nadi – pembuluh kapiler – vena cava superior dan vena cava inferior – serambi kanan. 2) Sistem Peredaran Darah Kecil (Pulmonal) Peredaran darah kecil dimulai dari dari darah kotor yang dibawa arteri pulmonalis dari serambi kanan menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru tepatnya pada alveolus terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2. Gas O2 masuk melalui sistem respirasi dan CO2 akan dibuang ke luar tubuh. O2 yang masuk akan diikat oleh darah (dalam bentuk HbO) terjadi di dalam alveolus. Selanjutnya darah bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena pulmonalis menuju ke jantung (bagian bilik kiri). Vena pulmonalis merupakan keunikan yang kedua dalam system peredaran darah manusia, karena merupakan satu-satunya vena yang membawa darah bersih. Urutan perjalanan peredaran darah kecil : bilik kanan jantung – arteri pulmonalis – paru-paru – vena pulmonalis – serambi kiri jantung.
  22. 22. 22 E. GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA Berikut beberapa gangguan pada sistem peredaran darah manusia. o Hemofili, merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan darah tidak membeku secara genetis. Hemofili ini merupakan penyakit menurun. o Anemia, merupakan penyakit kekurangan darah yang dapat terjadi karena infeksi kuman misalnya apabila terkena cacing tambang, atau dapat juga karena berkurangnya kadar Hb dalam darah o Leukimia (kanker darah) merupakan penyakit di mana pertambahan sel darah putih secara tidak terkendali (abnormal) sekitar 500.000/mm3 darah. Hal ini akan sangat merugikan si penderita karena sifat sel darah putih adalah memakan kuman penyakit, karena tidak ada kuman penyakit maka akan memakan sel darah merah yang ada. o Varises merupakan penyakit pelebaran pembuluh darah, biasanya di tangan/kaki. Penyakit ini biasanya dialami para wanita setelah melahirkan. Kemungkinan besar disebabkan oleh beban si ibu selama hamil dan masih aktif bekerja, apalagi sering menggunakan sepatu berhak tinggi. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria pekerja berat misalnya kuli bangunan atau kuli pasar yang biasa mengangkat beban berat dan kaki sebagai tumpuannya. o Haemoroid (ambein), merupakan penyakit yang hamper sama dengan varises, tetapi terjadi di bagian dubur. Biasanya dialami oleh orang yang sering duduk dalam posisi yang sama dan dalam waktu yang lama. Gejala awal mula-mula apabila Buang Air Besar (BAB) terasa sakit, panas dan keluar darah menetes. Apabila tidak diobati kadang- kadang pada waktu duduk darah akan keluar sendiri dan membasahi celana, dan apabila sudah parah maka spinkter dalam akan keluar karena telah banyak pembuluh darah yang pecah. Apabila sampai hal ini terjadi maka harus segera dioperasi.
  23. 23. 23 o Koronariasis, merupakan penyakit di mana terjadi penyempitan nadi tajuk jantung (jantungkoroner). o Hipertensi, merupakan penyakit di mana terjadi tekanan darah tinggi. Tekanan darah penderita hipertensi ini melebihi 200 mm Hg, sehingga akan berakibat pusing dan apabila mengalami jatuh dapat mengakibatkan terjadinya pecahnya pembuluh darah atau penyumbatan pembuluh darah (stroke). o Hipotensi merupakan kebalikan dari hipertensi yaitu orang yang memiliki darah kurang dari 100 mm Hg atau sering disebut dengan penyakit tekanan darah rendah. Biasanya penderita akan cepat merasa lelah dan kadang-kadang sering kesemutan di anggota gerak misalnya pada kaki dan tangan. o Pingsan, yaitu hilangnya kesadaran karena berkurangnya suplai oksigen yang dibawa oleh darah. o Thalasemia, yaitu penyakit kelainan darah turunan yang ditandai oleh adanya sel darah merah yang abnormal.
  24. 24. 24 BAB III PENUTUP KESIMPULAN  Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat di dalam pembuluh darah. Warna merah tersebut tidak selalu tetap, tetapi berubah-ubah karena pengaruh zat kandungannya, terutama kadar oksigen dan karbondioksida.  Komponen penyusun darah terdiri dari plasma darah (cairan) dan sel-sel penyusun darah. Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula (sel-sel darah) yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.  Sistem peredaran darah pada manusia terdiri dari darah dan alat peredaran darah. Peredaran darah pada manusia termasuk dalam peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda, yang terdiri dari peredaran darah kecil (bilik kanan–>arteri pulmonalis–>pulmo–>vena pulmonalis– >serambi kiri) dan peredaran darah besar (bilik kiri–>aorta– >arteri–>kapiler–>vena atas dan bawah–>serambi kanan).
  25. 25. 25

×