Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
GENETIKA
“ALEL GANDA DAN GEN GANDA”
Dosen Pembimbing
NURKHOIRO HIDAYATI, S.Pd., M.Pd
DISUSUN OLEH:
REVINA SRI UTAMI
116511...
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN …………………………...... 1
- Latar Belakang …………………………….. 1
- Tujuan
…………………………….. 1
BAB II PEMBAHASA...
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada tumbuhan, hewan dan manusia dikenal beberapa sifat keturunan
yang ditentukan oleh su...
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Alel Ganda
Alel berasal dari kata Allelon yang berarti bentuk lain. Disebut juga
versi alt...
ke dalam aliran darah dari seekor hewan akan mengakibatkan terbentuknya
antibodi tertentu yang akan bereaksi dengan antige...
bergolongan darah O dan serum darahnya mengandung anti –A dan anti -B .
sebaliknya bila serum darah tidak mengandung antib...
P ♂ A x ♀ B
G IA IA / x IB IB /
IA I0 IB I0
F 1
♂
♀
IA I0
IB
IA IB
Golongan AB
IB I0
Golongan B
I0
IA I0
Golongan A
I0 I0
...
Maka, kemungkinannya yaitu :
IA I0 (golongan darah A) = 25 % IB I0 (golongan darah B) = 25 %
IA I0 (golongan darah A) = 25...
Golongan Darah Sistem MN
Dalam tahun 1927 Landsteiner dan Levine menemukan antigen baru
lagi, yang disebut antigen-M dan a...
F1
LM LN = golongan MN
LN LN = golongan N
c. Bagaimakah golongan darah anak-anak bila suami isteri memiliki
golongan darah...
a. Orang yang darahnya menunjukkan reaksi positif, artinya terjadi
penggumpalan eritrosit pada waktu dilakukan tes dengan ...
b. Perkawinan
Apabila seorang wanita Rh negatif menikah dengan laki-laki Rh +
maka fetus bersifat Rh + heterozigotik. Fetu...
immunoglobulin, atau biasa juga disebut RhoGam. Proses terbentuknya zat
anti dalam tubuh ibu sendiri sangat cepat sehingga...
benar-benar dimulai pada saat proses persalinan (atau keguguran) pada
kehamilan pertama. Saat plasenta lepas, pembuluh-pem...
Keterangan :
 Kelabu dominan terhadap ketiga warna yang lain (kelabu muda, Himalaya, dan
albino),
 kelabu muda dominan t...
WhW = Himalaya
WW = Albino
D. Pengertian Gen Ganda
Gen ganda (poligen) merupakan suatu seri gen ganda yang
menentukansifat...
F1 saling menyilang menghasilkan F2 dengan perbandingan: 1
merah : 4 merahkelam; 6 merah medium; 1 merah muda; 4 putih.
Sa...
lama-kelamaan gen pembawa kulit terang tidak diturunkan. Tapi, perlu diingat
bahwan sebenarnya orang negro tetap memiliki ...
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Alel adalah Gen-gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian) dan
memiliki pekerjaan yan...
Gen W : berfenoripe albino (tak berpigmen) Contoh umum alel ganda pada
tanaman ialah alel s, yang berperan dalam mempengar...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ALEL GANDA DAN GEN GANDA

5,057 views

Published on

Ini adalah tentang gen ganda dan alel ganda. gen ganda dan alel ganda adalag dua hal yang berbeda. kamu bisa membuka dan membaca file ini untuk tahu lebih banyak tentang materi ini.

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

ALEL GANDA DAN GEN GANDA

  1. 1. GENETIKA “ALEL GANDA DAN GEN GANDA” Dosen Pembimbing NURKHOIRO HIDAYATI, S.Pd., M.Pd DISUSUN OLEH: REVINA SRI UTAMI 116511322 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU 2012
  2. 2. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN …………………………...... 1 - Latar Belakang …………………………….. 1 - Tujuan …………………………….. 1 BAB II PEMBAHASAN …………………………….. 2 - Pengertian Alel Ganda …………………………….. 2 - Contoh Alel Ganda pada Golongan Darah Manusia …………………………….. 2 - Contoh Alel Ganda pada Warna Bulu Kelinci …………………………….. 12 - Pengertian Gen Ganda …………………………….. 14 - Contoh Gen Ganda pada Manusia/Hewan …………………………….. 14 - Contoh Gen Ganda pada Tumbuhan …………………………….. 15 BAB III PENUTUP …………………………….. 17 - Kesimpulan …………………………….. 17 DAFTAR PUSTAKA …………………………….. 19
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pada tumbuhan, hewan dan manusia dikenal beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Golongan darah ABO yang ditemukan oleh Landsteiner pada tahun 1900 dan faktor Rh yang ditemukan Landsteiner bersama Weiner pada tahun 1942 juga ditentukan alel ganda. Untuk golongan darah tipe ABO misalnya, dikenal alel ganda IA , IB dan I, harus dipahami pengertian tentang antigen, zat anti (antibodi) aglutinasi. Darah merupakan media transportasi dalam tubuh. Darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sebagian besar sel darah terdiri atas sel darah merah atau eritrosit, sedangkan jumlah sel darah putih atau leukosit sangat sedikit, yaitu 2 permil dari jumlah eritrosit. Disamping eritrosit dan leukosit masih ada partikel lain yang disebut trombosit. Trombosit ini penting pada penggumpalan darah. Meskipun semua praktikan sebenarnya telah mengetahui golongan darah masing-masing, namun dalam percobaan ini mereka belajar menetapkan sendiri golongan darahnya. Disediakan 3 macam anti serum, yaitu anti-A, anti-B dan anti Rh (D)+ . Tujuan 1. Untuk mengetahui gen alel ganda pada warna bulu kelinci 2. Untuk mengetahui alel ganda pada golongan darah manusia 3. Untuk mengetahui gen ganda pada tumbuhan 4. Untuk mengetahui gen ganda pada hewan
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Alel Ganda Alel berasal dari kata Allelon yang berarti bentuk lain. Disebut juga versi alternative gen yang menjelaskan adanya variasi dan pewarisan suatu sifat. Alel adalah Gen – gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian) dalam kromosom homolog. Alel ganda merupakan fenomena adanya tiga atau lebih alel dari suatu gen. umumnya satu gen tersusun dari dua alel alternatifnya. Alel ganda dapat terjadi akibat mutasi (perubahan pada struktur molekul DNA yang sifatnya diwariskan pada keturunannya). Mutasi akan menghasilkan banyak variasi alel. Misalnya gen A bermutasi menjadi a1, a2 dan a3, yang masing-masing menghasilkan fenotip yang berbeda. Dengan demikian, mutasi gen A dapatmenghasilkan empat macam varian, yaitu A, a1, a2 dan a3. B. Contoh alel ganda pada golongan darah manusia Golongan Darah Sistem ABO Darah itu terdiri dari dua komponen, yaitu sel-sel (antara lain eritrosit dan leukosit) dan cairan (plasma). Plasma dikurangi fibrinogen (protein untuk pembekuan darah) merupakan serum. Pada abad 18 pada waktu mulai dilakukan transfuse darah terjadilah kematian pada resipien tanpa diketahui sebab-sebabnya. Akan tetapi Dr. Karl Landsteiner dalam tahun 1901 yang bekerja di laboratorium di Wina menemukan bahwa sel darah merah (eritrosit) dari beberapa individu akan menggumpal (beraglutinasi) dalam kelompok- kelompok yang dapat dilihat dengan mata telanjang, apabila dicampur dengan serum dari beberapa orang, tetapi tidak dengan semua orang. Kemudian diketahui bahwa dasar dari menggumpalnya eritrosit tadi ialah adanya reaksi antigen-antibodi. Apabila suatu substansi asing (disebut antigen) disuntikan
  5. 5. ke dalam aliran darah dari seekor hewan akan mengakibatkan terbentuknya antibodi tertentu yang akan bereaksi dengan antigen. Suatu antibodi itu sangat spesifik untuk antigen tertentu. Terbentuknya antibodi demikian itu tergantung dari masuknya antigen asing. Selain dengan cara demikian, antibodi itu tidak akan dibentuk. Sistem demikian merupakan dasar dari imunisasi maupun untuk reaksi alergi. Sebaliknya ada pula antibodi yang dibentuk secara alamiah di dalam darah, meskipun demikian antigen yang bersangkutan tidak ada. Antibodi alammiah inilah yang mengambil peranan dalam golongan darah manusia, terutama dalam golongan darah A, B, AB dan O yang amat penting. Antigen juga protein. Istilah gen dalam antigen bukan bermakna bahwa dia lawan dari gen (penyandi protein) tapi antigen adalah zat penyusun dasar. Tabel. Antigen dan antibodi dalam golongan darah orang Golongan Darah (fenotip) Antigen dalam eritrosit Antibodi dalam serum A A Anti –B B B Anti –A AB A dan B - O - Anti –A dan anti -B Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa orang yang memiliki antigen A tidak memiliki anti –A melainkan anti –B. orang yang memiliki antigen B tidak memiliki anti-B melainkan anti-A. Jika antigen A bertemu dengan anti – A, demikian pula antigen B bertemu dengan anti –B, sel-sel darah merah menggumpal (beraglutinasi) dan mengakibatkan kematian. Orang yang tidak memiliki antigen A mapupun antigen B dalam eritrositnya dinyatakan
  6. 6. bergolongan darah O dan serum darahnya mengandung anti –A dan anti -B . sebaliknya bila serum darah tidak mengandung antibodi sama sekali, maka eritrosit mengandung antigen A dan antigen B. orang demikian dinyatakan termasuk golongan darah AB. Karena golongan darah O tidak mempunyai antigen sama sekali maka golongan darah O disebut sebagai pendonor universal. Sementara golongan darah AB karena dia tidak memiliki antibodi dalam serumnya maka golongan darah AB disebut juga sebagai resipien universal. Namun dalam ilmu kedokteran sekarang hal itu tidak lagi berlaku karena kurang aman, alasannya selalu terjadi adanya aglutinasi ringan. Cara menurunnya golongan darah A, B, AB dan O Telah diketahui bahwa golongan darah seseorang ditetapkan berdasarkan macamnya antigen dalam eritrosit yang dimilikinya. Dari hasil penelitian Bermstein dalam tahun 1925 menegaskan bahwa antigen-antigen itu diwariskan oleh suatu seri alel ganda. Alel itu diberi symbol I (berasal dari kata Isoaglutinin, suatu protein yang terdapat pada permukaan sel eritrosit). Orang yang mampu membentuk antigen A memiliki alel IA dalam kromosom, yang mampu membentuk antigen B memiliki alel IB, yang memiliki alel IA dan IB dapat membentuk antigen A dan antigen B, sedangkan yang tidak mampu membentuk entigen sama sekali memiliki alel resesif I0. Interaksi antara alel-alel IA, IB dan I0 menyebabkan terjadinya 4 fenotip (golongan darah) A, B, AB dan O. Proses menurunnya alel-alel ganda tersebut dapat dilihat dari beberapa contoh di bawah ini : a. Apabila seorang laki-laki bergolongan darah A ingin menikah dengan perempuan bergolongan darah B maka kemungkinan golongan darah anaknya adalah sebagai berikut:
  7. 7. P ♂ A x ♀ B G IA IA / x IB IB / IA I0 IB I0 F 1 ♂ ♀ IA I0 IB IA IB Golongan AB IB I0 Golongan B I0 IA I0 Golongan A I0 I0 Golongan O Jadi, kemungkinannya yaitu : IA IB (golongan AB) = 25 % IB I0 (golongan B) = 25 % I0 I0 (golongan O) = 25 % IA I0 (golongan A) = 25 % b. Apabila seorang laki-laki bergolongan darah O ingin menikah dengan perempuan bergolongan darah AB. Maka kemungkinan golongan darah keturunannya adalah: P ♂ O x ♀ AB G I0 I0 x IA IB F1 ♂ ♀ I0 I0 IA IA I0 Golongan A IA I0 Golongan A IB IB I0 Golongan B IB I0 Golongan B
  8. 8. Maka, kemungkinannya yaitu : IA I0 (golongan darah A) = 25 % IB I0 (golongan darah B) = 25 % IA I0 (golongan darah A) = 25 % IB I0 (golongan darah B) = 25 % Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan darah keturunannya adalah 50% golongan darah A dan 50% golongan darah B. c. Apabila laki-laki bergolongan darah A menikah dengan perempuan bergolongan darah O. maka kemungkinan golongan darah keturunannya adalah : P ♂ A x ♀ O G IA IA / IA I0 x I0 I0 F1 ♂ ♀ IA I0 I0 IA I0 Golongan A I0 I0 Golongan O I0 IA I0 Golongan A I0 I0 Golongan O Maka kemungkinannya : IA I (golongan darah A) = 25 % I0 I0 (golongan darah O) = 25 % IA I (golongan darah A) = 25 % I0 I0 (golongan darah O) = 25 % Jadi dapat disimpulkan bahwa golongan darah keturunannya adalah 50% golongan darah A dan 50% golongan darah O.
  9. 9. Golongan Darah Sistem MN Dalam tahun 1927 Landsteiner dan Levine menemukan antigen baru lagi, yang disebut antigen-M dan antigen-N. mereka berpendapar bahwa sel darah merah seseorang dapat memiliki salah satu atau kedua macam antigen tersebut. Jika dilakukan tes dengan antiserum yang mengandung anti-M tampak adanya agglutinasi sedangkan anti-N tidak maka orang itu termasuk golongan M. jika antiserumnya mengandung anti-N terjadi agglutinasi sedangkan anti-M tidak maka orang itu dinyatakan sebagai orang bergolongan darah N. akan tetapi jika tes dilakukan dengan anti-M dan anti-N menunjukkan terjadinya agglutinasi, maka orang itu masuk golongan MN. Landsteiner dan Levin mengemukakan bahwa terbentuknnya antigen- M di dalam eritrosit itu ditentukan oleh alel LM sedangkan antigen-N oleh alel LN. pada alel-alel ini tidak dikenal dominasi, sebab alel LM dan LN merupakan alel kodominan. Dengan demikian genotip LM LN tidak memperlihatkan ekspresi intermedier, melainkan menunjukkan fenotip baru. Berhubung tidak adanya alel resesip, maka pewarisan alel LM dan LN berlangsung lebih sederhana. Berikut beberapa contohnya : a. Suami istri masing bergolongan darah M akan mempunyai keturunan bergolongan darah M saja. P ♂ M x ♀ M G LM LM LM LM F1 LM LM = golongan M b. Seorang laki-laki golongan N menikah dengan seorang perempuan golongan darah MN. Kemmungkinan keturunannya yaitu : P ♂ N x ♀ MN LN LN LM LN
  10. 10. F1 LM LN = golongan MN LN LN = golongan N c. Bagaimakah golongan darah anak-anak bila suami isteri memiliki golongan darah MN? P ♂ MN x ♀ MN G LM LN LN LN F1 LM LM = golongan darah M LM LN = golongan darah MN LM LN = golongan darah MN LN LN = golongan darah N Tampak bahwa sebagian besar (50%) dari anak-anak mempunyai golongan darah seperti orangtua mereka. Untuk menghargai semua keberhasilannya itu, Landsteiner menerima hadiah Nobel untuk bidang Kedokteran dalam tahun 1930. Faktor Rhesus (Rh) Faktor Rhesus (Rh) yang kini sangat terkenal ditemukan oleh Landsteiner dan Wiener dalam tahun 1940. Dikatakan bahwa apabila seekor kelinci disuntik dengan darah dari kera Macaca rhesus, maka kelinci membentuk antibodi. Antibodi ini akan menyebabkan menggumpalnya eritrosit dari semua kera rhesus. Ini berarti bahwa di permukaan eritrosit dari kera itu terdapat antigen yang disebutnya antigen-Rh. Jika antiserum dari kelinci yang mengandung anti-Rh itu digunakan untuk membuat tes Rh pada darah manusia, ternyata bahwa orang dibedakan atas dua kelompok :
  11. 11. a. Orang yang darahnya menunjukkan reaksi positif, artinya terjadi penggumpalan eritrosit pada waktu dilakukan tes dengan anti-Rh, digolongkan sebagai orang Rh positif (disingkat Rh +). Berarti mereka ini memiliki antigen-Rh. b. Orang yang darahnya menunjukkan reaksi negatif, digolongkan sebagai orang Rh negatif (disingkat Rh -). Berarti mereka ini tidak memiliki antigen- Rh. 1. Dasar genetika dari faktor Rh Mula-mula mekanisme genetik dari sistem Rh ini nampaknya sederhana sekali, sehingga Landsteiner dan Wiener berpendapat bahwa ada atau tidaknya antigen-Rh itu ditentukan oleh sepasang alel R dan r. terdapatnya antigen-Rh di permukaan eritrosit orang ditentukan oleh alel R. karena itu orang Rh positip mempunyai genotip RR atau Rr, sedang orang Rh negatif mempunyai genotip rr. 2. Peranan faktor Rh dalam Klinik Seperti halnya dengan golongan darah A, B, AB dan O, maka faktor Rh mempunyai arti penting dalam klinik. Dalam keadaan normal, serum dan plasma darah orang tidak mengandung anti-Rh. Akan tetapi orang dapat distimulir (dipacu) untuk membentuk anti-Rh, yaitu dengan jalan : a. Transfusi Darah Jika misalnya seorang perempuan Rh – karena sesuatu hal harus ditolong dengan transfusi dan kebetulan darah yang diterimanya itu berasal dari seorang Rh +, maka darah donor itu membawa antigen-Rh. Akibatnya sserum darah perempuan itu yang semula bersih dari anti-Rh, kini mengandung anti-Rh. Lebih-lebih jika transfusi itu dilakukan lebih dari sekali, maka banyaknya anti-Rh yang dibentuk akan bertambah.
  12. 12. b. Perkawinan Apabila seorang wanita Rh negatif menikah dengan laki-laki Rh + maka fetus bersifat Rh + heterozigotik. Fetus berhubungan dengan ibu melalui perantara plasenta (ari-ari), namun sirkulasi darah dari fetus terpisah sama sekali dari sirkulasi darah ibu. Tetapi karena urat darah fetus mencapai khorion, maka masih ada kontak antara fetus dengan ibu. Fungsi utama dari plasenta adalah untuk terselenggaranya penukaran substansi dari ibu ke fetus yang berlangsung secara difusi seperti halnya penukaran gas, air, berbagai macam elektrolit dan nutrisi. 3. Pengaruh faktor Rh dan Pencegahan pembentukan antibodi anti-Rh Faktor Rh menggambarkan adanya partikel protein (antigen D) di dalam sel darah seseorang. Bagi yang ber-Rh negatif berarti ia kekurangan faktor protein dalam sel darah merahnya. Sedangkan yang ber-Rh positif memiliki protein yang cukup. Bila seorang wanita dengan rhesus negatif mengandung bayi dari pasangan yang mempunyai rhesus positif, maka ada kemungkinan sang bayi mewarisi rhesus sang ayah yang positif. Dengan demikian akan terjadi kehamilan rhesus negatif dengan bayi rhesus positif. Hal ini disebut kehamilan dengan ketidak cocokan rhesus (rhesus inkontabilita). Kehadiran janin sendiri di tubuh ibu merupakan benda asing, apalagi jika Rh janin tak sama dengan Rh ibu. Secara alamiah tubuh bereaksi dengan merangsang sel darah merah (eristrosit) membentuk daya tahan atau antibodi berupa zat anti Rh untuk melindungi tubuh ibu sekaligus melawan ‘benda asing’ tersebut. Inilah yang menimbulkan ancaman pada janin yang dikandung. Efek ketidakcocokan bisa mengakibatkan kerusakan besar-besaran pada sel darah merah bayi yang disebut erytroblastosis foetalis dan hemolisis. Bila belum tercipta antibodi, maka pada usia kehamilan 28 minggu dan dalam 72 jam setelah persalinan akan diberikan injeksi anti-D (Rho)
  13. 13. immunoglobulin, atau biasa juga disebut RhoGam. Proses terbentuknya zat anti dalam tubuh ibu sendiri sangat cepat sehingga akan lebih baik lagi jika setelah 48 jam melahirkan langsung diberi suntikan RhoGAM agar manfaatnya lebih terasa. Sayangnya, perlindungan RhoGAM hanya berlangsung 12 minggu. Setelah lewat batas waktu, suntikan harus diulang setiap kehamilan berikutnya. Bila dalam diri ibu telah tercipta antibodi, maka maka akan dilakukan penanganan khusus terhadap janin yang dikandung, yaitu dengan monitoring secara reguler dengan scanner ultrasonografi. Dokter akan memantau masalah pada pernafasan dan peredaran darah, cairan paru-paru, atau pembesaran hati, yang merupakan gejala-gejala penderitaan bayi akibat rendahnya sel darah merah. Bila memang ada zat anti-Rh dalam tubuh ibu hamil, sebaiknya dilakukan pemeriksaan jenis darah janin melalui pengambilan cairan ketuban (amniosentesis). Dapat juga melalui pengambilan cairan dari tulang belakang Chorionic Villi Sampling (CVS), dan pengambilan contoh darah dari tali pusat janin (kordosentesis).. Pada kasus janin belum cukup kuat untuk dibesarkan diluar, maka perlu dilakukan transfusi darah terhadap janin yang masih dalam kandungan. Biasanya bila usia kandungan belum mencapai 30 minggu.. Setelah bayi lahir, ia akan mendapat beberapa pemerikasaan darah secara teratur untuk memantau kadar bilirubin dalam darahnya. Bila kadar bilirubin benar-benar berbahaya akan dilakukan penggantian darah dengan transfusi. Kadar cairan dalam paru-paru dan jantungnya juga akan diawasi dengan ketat, demikian juga dengan kemungkinan anemia. Perbedaan Rh ibu dan janin tak terlalu berbahaya pada kehamilan pertama. Sebab, kemungkinan terbentuknya zat anti-Rh pada kehamilan pertama sangat kecil. Kalaupun sampai terbentuk, jumlahnya tidak banyak. Sehingga, bayi pertama dapat lahir sehat. Pembentukan zat anti Rh baru
  14. 14. benar-benar dimulai pada saat proses persalinan (atau keguguran) pada kehamilan pertama. Saat plasenta lepas, pembuluh-pembuluh darah yang menghubungkan dinding rahim dengan plasenta juga putus. Akibatnya, sel-sel darah merah bayi dapat masuk ke dalam peredaran darah ibu dalam jumlah yang lebih besar. Peristiwa ini disebut transfusi feto-maternal. Selanjutnya, 48-72 jam setelah persalinan atau keguguran, tubuh ibu dirangsang lagi untuk memproduksi zat anti-Rh lebih banyak lagi. Demikian seterusnya. Saat ibu mengandung lagi bayi kedua dan selanjutnya, barulah zat anti-Rh di tubuh ibu akan menembus plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Sementara itu bagi ibu perbedaan rhesus ibu dan janin sama sekali tidak mengganggu dan mempengaruhi kesehatan ibu. C. Contoh alel pada warna bulu kelinci Alel ganda pada bulu kelinci adalah adanya 4 alel yang sama-sama mempengaruhi warna bulu, dan berada pada lokus yang sama. Warna bulu kelinci dengan gen W memiliki beberapa alel yang berturut-turut dari yang dominan: W > WK > Wh > W Gen W : fenotipe kelabu Gen Wk : fenotipe kelabu muda (chinchilia) Gen Wh : berfenotipe himalaya, yaitu berwarna putih dengan ujung hidung, ujung telinga, ekor dan kaki berwarna kelabu gelap. Gen W : berfenoripe albino (tak berpigmen).
  15. 15. Keterangan :  Kelabu dominan terhadap ketiga warna yang lain (kelabu muda, Himalaya, dan albino),  kelabu muda dominan terhadap Himalaya dan albino.  Himalaya dominan terhadap albino  Albino adalah gen resesif Kemungkinan genotipenya sebagai berikut: Fenotipe Kemungkinan Genotipe Kelabu WW, WWk,, WWh, WW (normal) Kelabu muda WkWk, WkWh, WkW (chinchilla) Himalaya WhWh , WhW Albino WW Contoh : Seekor kelinci chinchilla heterozigot yang disilangkan dengan kelinci Himalaya heterozigot akan memperoleh keturunan albino, lihat persilangan berikut: P WkW >< WhW (chinchilla) (himalaya) G Wk Wh W W F WkWh = kelabu muda (chinchilla) WkW = kelabu muda (chinchilla)
  16. 16. WhW = Himalaya WW = Albino D. Pengertian Gen Ganda Gen ganda (poligen) merupakan suatu seri gen ganda yang menentukansifat secara kuantitatif. Dalam hal ini, pewarisan sifat dikendalikan oleh lebih darisatu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau berlainan(Angitasari, 2010). A. Gen Ganda pada Tumbuhan Contoh poligen pada tumbuhan adalah warna biji pada tanaman gandum,panjang bunga tembakau (Nicotiana tabacum) serta berat buah tomat. Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh poligen pertama kali ditemukan pada tanamantembakau (Nicotiana tabacum) oleh J. Kolreuter (1760). Saat menyilangkan tanaman dengan dua sifat beda, keturunan yang didapat pada F1 adalah intermediet, sedangkan F2 terdapat banyak variasi antara kedua tanaman induknya. Sifat keturunan terlihat berderajat berdasarkan intensitas dari ekspresi sifat itu (Angitasari, 2010). Gandum yang berbiji merah (AABB) dikawinkan dengan yang berbiji putih (aabb) didapatkan F1 yang seragam berupa medium (Anonim, 2011). Konstruksi persilangan: P=AABB (biji merah) X aabb (biji putih) G = A B a b F1 = AaBb (biji medium)
  17. 17. F1 saling menyilang menghasilkan F2 dengan perbandingan: 1 merah : 4 merahkelam; 6 merah medium; 1 merah muda; 4 putih. Saat dilakukan persilangan pada gandum berkulit merah dengan gandum berkulit putih muncul sifat merah dengan degradasi warna yaitu merah kelam, merah muda, dan merah medium. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor merahdominan dan ditentukan oleh dua gen yang berpasangan. Sedangkan faktor putih resesif dan ditentukan oleh dua gen yang saling berpasangan. B. Gen Ganda Pada Manusia Pedigree penurunan sifat warna kulit pada keluarga SandraBagan di atas merupakan kasus yang diangkat dari fenomena yang terjadi dilingkungan sekitar kita. Yang disorot pada lingkaran merah di atas adalah bagaimana bisa kedua orang tua berwarna kulit putih, lalu menurunkan 2 orang anak putih dan satu coklat?Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pigmentasi kulit manusia merupakan hal yang dipengaruhi gen ganda, atau alel ganda. Pada saat pembentukan gamet, tidak terjadi satu gen saja yang dominan dan terekspresi, namun gen ganda pada kromosom tersebut bersama-sama menyumbangkan pengaruhnya dan terekspresi secara bebas. Jadi, orang tua yang berkulit putih belum tentu akan menurunkan keturunan yang sepenuhnya berkulit putih, karena harus dilihat juga urutan pohon keluarga di atas orang tua. Namun, bila pernikahan dilakukan dengan sesama jenis warna kulit dan dilakukan secara terus menerus hingga beberapa generasi, maka gen pembawa sifat dari orang tua akan lebih mendominasi dan menghasilkan filial menurun dari orang tua. Sebagai contoh, orang-orang bangsa negro jika menikah dengan sama-sama orang negro dan dari generasi-generasi melakukan pernikahan serupa, maka anomali keturunan berwarna kulit putih tidak akan terjadi, karena gen pigmen warna gelap/ hitam akan menjadi lebih terekspresi, dan dikarenakan parental- parental sebelumnya tidak mempunyai fenotip berkulit terang, maka
  18. 18. lama-kelamaan gen pembawa kulit terang tidak diturunkan. Tapi, perlu diingat bahwan sebenarnya orang negro tetap memiliki sifat gen warna kulit putih, hanya saja gen warna putih tersebut tidak terekspresi.Jadi, bagan di atas dapat memberi gambaran bahwa tidak berarti filial yang berwarna kulit coklat bukan keturunan dari mereka, atau alasan lainnya, namun karena kedua gen (gen ganda) yang membawa warna kulit terekspresi secara bersama-sama dengan kontribusi yang berbeda dan secara kebetulan warna coklat komposisinya lebih banyak.
  19. 19. BAB III PENUTUP Kesimpulan Alel adalah Gen-gen yang terletak pada lokus yang sama (bersesuaian) dan memiliki pekerjaan yang hampir sama dalam kromosom homolog. Alel ganda adalah merupakan fenomena adanya tiga atau lebih alel dari suatu gen.Golongan darah manusia dikelompokkan berdasarkan reaksi antigen-antibodi. Berbagai antigen pada sel-sel darah manusia menghasilkan penggolongan darah dengan sistem yang berbeda, yaitu sistem ABO, MN dan Rh. Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah. Alel ganda pada bulu kelinci adalah adanya 4 alel yang sama – sama mempengaruhi warna bulu, dan berada pada lokus yang sama. Warna bulu kelinci dengan gen W memiliki beberapa alel yang berturut – turut dari yang dominan: W > WK > Wh > W Gen W : fenotipe kelabu Gen Wk : fenotipe kelabu muda (chinchilia) Gen Wh : berfenotipe himalaya, yaitu berwarna putih dengan ujung hidung, ujung telinga, ekor dan kaki berwarna kelabu gelap.
  20. 20. Gen W : berfenoripe albino (tak berpigmen) Contoh umum alel ganda pada tanaman ialah alel s, yang berperan dalam mempengaruhi sterilitas. Ada dua macam sterilitas yang dapat disebabkan oleh alel s, yaitu sterilitas sendiri (self sterility) dan sterilitas silang (cross sterility).

×