Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

4. bab 4 1

121 views

Published on

INKUIRI / BERFIKIR KRITIS

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

4. bab 4 1

  1. 1. 27 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Paparan Data Hasil Penelitian Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 29 januari sampai 19 maret 2015 di kelas VII1 SMP 2 Muhammadiyah Pekanbaru. Sebelum memulai penelitian, peneliti melakukan sosialisasi sebanyak 2 kali. Penelitian ini dilakukan pada Standar Kompetensi (KI) 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang pengetuhuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Siklus satu dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari pertemuan pertama sampai ke empat pada Kompetensi Dasar (KD) 3.6 Mengenal konsep energi, berbagai sumber energi, energi dari makanan, transformasi energi dalam sel, respirasi , sistem pencernaan makanan, dan fotosintesis. Sedangkan siklus II dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari pertemuan pertama sampai ke empat pada Kompetensi Dasar (KD) 3.8. Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. Jam pelajaran Biologi dua kali satu minggu yaitu hari selasa jam 07.00 – 08.50 wib dan hari kamis jam 13.40 – 15.40 wib. Alokasi waktu penelitian 5 x 40 menit dalam seminggu yaitu pada hari selasa dan kamis. 1) Pertemuan ke satu (Sosialisasi 1) Pertemuan sosialisasi-I berlangsung pada hari Selasa tanggal 03 Februari 2015 dengan jumlah siswa 22 orang siswa. Pembelajaran dilaksanakan selama 2 x 40 menit, yaitu pada pukul 07.00 – 08.50 WIB. Kegiatan awal ± 10 menit, pada kegiatan ini peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar atau kehadiran siswa, kemudian memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa, siswa menjawab salam dan menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti dengan semangat. Peneliti memberikan handout (lampiran 10)
  2. 2. 28 kepada masing-masing siswa sebagai bahan ajar siswa selama proses kegiatan belajar mengajar Biologi berlangsung. Kegiatan inti ± 60 menit, pada kegiatan ini peneliti menjelaskan ulasan materi secara singkat dan jelas tentang teknik pemisahan campuran dengan metode filtrasi. siswa mendengar dan memperhatikan peneliti dengan hening namun sibuk dengan dirinya sendiri. Setelah selesai menjelaskan materi, peneliti menanyakan kepada siswa apakah sudah paham apa belum, jika belum paham, peneliti akan mengulangi lagi menjelaskan materi yang belum dipahami siswa, jika sudah paham maka peneliti akan melanjutkan membagikan LKPD (Lampiran 11) pada masing-masing siswa dengan satu LKPD di setiap kelompok yang terdiri dari 5 kelompok, siswa menerima dan membaca LKPD pertemuan sosialisasi-II yaitu tentang teknik pemisahan campuran dengan metode filtrasi . Kemudian peneliti membimbing siswa untuk menjawab rumusan masalah yang ada pada LKPD, menjelaskan prosedur penyelesaian masalah yang ada pada LKPD dan memberikan waktu ± 20 menit untuk melakukan menyelesaikan dan mendiskusikan permasalahan yang disajikan pada LKPD tersebut. Peneliti membimbing siswa untuk melakukan praktek rangkaian pratikum hari ini. Namun pada pertemuan kedua ini siswa-siswa sangat belum tertarik dengan pembelajaran yang diterapkan. siswa lebih memilih untuk tidak mengerjakan sama sekali apa yang telah ditugaskan. siswa lebih memilih tidur dengan alasan baru selesai mengikuti acara syukuran. Hanya 7 orang siswa yang mengerjakan LKPD sedangkan yang lain lebih memilih sikap apatis / tidak mau tahu . Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa hanya mencapai 9.85% (sangat kurang kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 16.67% (sangat kurang kritis), membuat hipotesis 15,15% sangat kurang kritis) mengumpulkan data 12,12% (sangat kurang kritis), menyajikan data 12,12% (sangat kurang kritis) , menganalisis 1,52% (sangat kurang kritis) dan menyimpulkan 1,52% % (sangat kurang kritis). Dalam taham ini kemampuan berfikir kritis siswa berada pada level sangat rendah (0) yaitu, siswa tidak mengekspresikan terutama kesadaran terhadap keperluan menyelesaikan tugasnya (De Bono dalam Barak : 2000).
  3. 3. 29 Setelah seluruh kelompok selesai mengerjakan LKPD, peneliti mennginnstruksikan kepada seluruh siswa untuk berdiskusi dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada LKPD secara berkelompok selama ±20 menit, tidak ada siswa yang mendiskusikan LKPD dengan kelompok masing-masing dan mereka lebih memilih untuk tidak melakukan apapun meskipun sudah dibujuk dan diarahkan. Selama ± 10 peneliti memancing siswa untuk aktif dengan bertanya beberapa hal yang sesuai dengan masalah yang mereka diskusikan dalam LKPD. Kegiatan akhir ±10 menit, pada kegiatan ini peneliti meminta siswa mengumpulkan semua LKPD dan duduk pada posisi semula. Peneliti bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran sesuai dengan tujuan pelajaran yang telah dipelajari. Kemudian peneliti memberikan post test (Lampiran 13) tertulis kepada siswa . Disini siswa mengerjakan soal post test tertulis. Peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan post test. Setelah semua selesai peneliti menutup pembelajaran dengan mengucapakan salam. 2) Pertemuan ke dua (Sosialisasi 2) Pertemuan sosialisasi-II berlangsung pada hari Selasa tanggal 05 Februari 2015 dengan jumlah siswa 22 orang siswa. Pembelajaran dilaksanakan selama 3 x 40 menit, yaitu pada pukul 13.40 – 15.40 WIB. Kegiatan awal ± 20 menit, pada kegiatan ini peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar atau kehadiran siswa, kemudian memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa, siswa menjawab salam dan menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti dengan semangat. Peneliti memberikan handout (Lampiran 16) kepada masing-masing siswa sebagai bahan ajar siswa selama proses kegiatan belajar mengajar Biologi berlangsung. Kegiatan inti ± 70 menit, pada kegiatan ini peneliti menjelskan ulasan materi secara singkat dan jelas tentang teknik pemisahan campuran dengan metode kertas kromatografi. siswa mendengar dan memperhatikan peneliti dengan hening namun sebagian masih ada yang sibuk dengan dirinya sendiri. Setelah selesai menjelaskan materi, peneliti menanyakan kepada siswa apakah sudah
  4. 4. 30 paham apa belum, jika belum paham, peneliti akan mengulangi lagi menjelaskan materi yang belum dipahami siswa, jika sudah paham maka peneliti akan melanjutkan membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) (Lampiran 17) pada masing-masing siswa dengan satu LKPD, siswa menerima dan membaca LKPD pertemuan sosialisasi-II yaitu tentang teknik pemisahan campuran dengan metode kertas kromatografi. Kemudian peneliti membimbing siswa untuk membuat rumusan masalah sesuai topik yang disajikan pada LKPD, menjelaskan prosedur penyelesaian masalah yang ada pada LKPD dan memberikan waktu ± 20 menit untuk melakukan menyelesaikan dan mendiskusikan permasalahan yang disajikan pada LKPD tersebut. Setelah dibimbing baru peneliti mengajak siswa untuk mempraktekkan rangkaian ratikum hari ini. pada pertemuan kedua ini siswa-siswa sudah mulai tertarik dengan pembelajaran yang diterapkan. Dapat dilihat Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya yaitu : 72,98% (cukup kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 100% (sangat kritis), membuat hipotesis 15,15% (sangat kurang kritis) mengumpulkan data 68,2% (cukup kritis), menyajikan data 100% (sangat kritis) , menganalisis 34,85% (kurang kritis) dan menyimpulkan 40,91% (kurang kritis). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata kemampuan berfikir siswa berada pada level 1,2 dan tiga meskipun ada yang sudah mencapai level 4. Level 1 siswa tidak mengekspresikan terutama kesadaran terhadap keperluan menyelesaikan tugasnya dan level 2 siswa siswa hanya mengekspresikan terutama kesadaran terhadap keperluan menyelesaikan tugasnya. Level 3 merupakan tingkat yang lebih tinggi berikutnya karena siswa harus memilih suatu strategi danmengkoordinasikan antara bermacam-macam penjelasan dalam tugasnya. Mereka harus memutuskan bagaimana tingkat detail yang diinginkan dan bagaimana menyajikan urutan tindakan atau kondisi-kondisi logis dari sistem tindakan dan level 4 merupakan tingka ttertinggi karena siswa harus menguji sifat-sifat produk final membandingkan dengansekumpulan tujuan. (De Bono dalam Barak : 2000). Semuanya sudah mulai mau bekerja meskipun sebagian dari mereka memilih untuk tidak mengerjakan sama sekali apa yang tidak mereka mengerti
  5. 5. 31 bahkan tidak ingin mau memikirkannya. Setelah seluruh kelompok selesai mengerjakan LKPD, peneliti mennginnstruksikan kepada seluruh siswa untuk berdiskusi dan mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada LKPD secara berkelompok selama ±20 menit, tidak ada siswa yang mendiskusikan LKPD dengan kelompok masing-masing dan mereka lebih memilih untuk tidak melakukan apapun meskipun sudah dibujuk dan diarahkan. Selama ± 10 peneliti memancing siswa untuk aktif dengan bertanya beberapa hal yang sesuai dengan masalah yang mereka diskusikan dalam LKPD. Kegiatan akhir ±30 menit, pada kegiatan ini peneliti meminta siswa mengumpulkan semua LKPD dan duduk pada posisi semula. Peneliti bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran sesuai dengan tujuan pelajaran yang telah dipelajari. Kemudian peneliti memberikan post test tertulis kepada siswa . Disini siswa mengerjakan soal post test tertulis. Peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan post test. Kemudian membagikan handout untuk pertemuan selanjutnya. Setelah semua selesai peneliti menutup pembelajaran dengan mengucapakan salam. Dari pertemuan 1 dan 2 pada sosialisasi ini dapat dilihat rata-rata kemampuan berfikir kritis siswa pada tahap sosialisasi ini di setiap indikatornya adalah : membuat rumusan masalah 58,34% (cukup kritis), membuat hipotesis 54,54% (kurang kritis) mengumpulkan data 40,16% (kurang kritis), menyajikan data 56,06% (cukup kritis) , menganalisis 18,19% (sangat kurang kritis) dan menyimpulkan 21,22% (sangat kurang kritis). Dari rata-rata kemampuan berfikir kritis yang diperoleh tersebut dapat dilihat bahwa kemampuan siswa berada di 1 dan 2. Level 1 siswa tidak mengekspresikan terutama kesadaran terhadap keperluan menyelesaikan tugasnya dan level 2 siswa siswa hanya mengekspresikan terutama kesadaran terhadap keperluan menyelesaikan tugasnya (De Bono dalam Barak : 2000). 3) Pertemuan ke satu (Siklus 1) Pertemuan ke satu dilaksanakan pada hari selasa tanggal 10 Februari 2014. selama 2x40 menit, yaitu dari pukul 07.00-08.50 wib dengan jumlah siswa
  6. 6. 32 yang hadir sebanyak 22 Orang. Seperti biasa 30 menit pertama sebelum Kegiatan pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik membaca al-quran secara bergantian. Seperti biasa kegiatan awal dilaksanakan didalam ruang kelas VII1 dan kemudian baru keluar ruangan menuju taman sekolah yang berada tepat didepan kelas. Kegiatan membaca al-quran adalah kegaiatan awal yang sangat dinantikan olh siswa kelas VII1 karena peneliti juga ikut mengaji setelah semuanya selesai. Sehingga merka akan belomba-lomba untuk membaca dengan baik dan cepat selesai agar peneliti kebagian waktu untuk mengaji dan sedikit lebih lama untuk mereka dengarkan. Dalam pelaksanaan nya, kegiatan awal ±10 menit peneliti member salam, memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi dan apersepsi. Selanjutnya peneliti menampilkan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menuliskan dipapan tulis karena tidak adanya media proyektor. Kegiatan inti ± 60 menit, peneliti menjelaskan secara garis besar materi yang akan dipelajari tentang energi . Selesai menjelaskan materi secara singkat, peneliti bertanya secara acak kepada siswa tentang apa yang telah dijelaskan tersebut. Jika dua atau tiga siswa dapat menjawab dengan baik dan benar, dapat disimpulkan bahwa sebagian siswa telah paham. Peneliti membagikan LKPD (Lampiran 23) yang berisi langkah-langkah pengamatan kepada setiap siswa. pratikum kali ini pada pertemuan keempat merupakan pratikum tentang pembuktian bahwa energi itu dapat dirubah bentuk yaitu melalui perakitan bahan- bahan seperti asamcuka, seng , tembaga, LED dan kabel. Peneliti membantu siswa membuat rumusan masalah yang tepat untuk menjawab topik yang disajikan dalam LKPD, kemudian siswa mencari jawaban dari rumusan masalah dan berusaha menemukan hipotesis dari rumusan masalah yang ada tersebut dengan merakit langsung alat dan bahan yang mereka bawa. Sebagian besar dari Mereka masih belum tertarik dengan proses yang sedang dilakukan. Dapat dilihat Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya yaitu : 62,87% (cukup kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 63,63% (cukup kritis), membuat hipotesis 62,12% (cukup kritis) mengumpulkan data 66,67% (cukup kritis), menyajikan data 66,67% (cukup kritis) , menganalisis 60,60%
  7. 7. 33 (cukup kritis) dan menyimpulkan 57,57% (cukup kritis). Pada pertemuan pertama disiklus I ini kemampuan berfikir kritis siswa berada di Level 3 yaitu, merupakan tingkat yang lebih tinggi berikutnya karena siswa harus memilih suatu strategi danmengkoordinasikan antara bermacam-macam penjelasan dalam tugasnya. Mereka harus memutuskan bagaimana tingkat detail yang diinginkan dan bagaimana menyajikan urutan tindakan atau kondisi-kondisi logis dari sistem tindakan (De Bono dalam Barak : 2000). Yang bekerja hanya 1 atau 2 orang saja sedangkan yang lain memilih untuk diam, menulis dan bercerita. Meskipun masih terlihat sangat kaku, namun mereka sudah mulai mau untuk mengerjakan tugas LKPD yang diberikan. Tetapi tetap tidak akan mengerjakan ataupun bertanya tentang apa yang tidak dimengerti meskipun sudah diminta untuk bertanya. Selesai pratikum dan diskusi dengan kelompoknya peneliti menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil dari pengamatan dan diskusinya di depan kelas secara bergantian. Setelah presentasi penyaji memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada kelompok yang presentasi yaitu kelompok 1, tidak ada siswa yang bertanya. Kemudian yang kedua dipresentasikan oleh kelompok 3, tidak ada siswa yang bertanya . Selama± 15 menit peneliti bertindak sebagai fasilitator memancing siswa dengan beberapa pertanyan sederhana, namun usaha peneliti masih belum membuahkan hasil. Suasana sangat kaku, diam, hening dan semua mata melihat dengan tatapan kosong dan tidak bisa dimengerti. Selanjutnya peneliti membimbing siswa untuk memahami pola-pola penemuan dari hasil pengamatan dan menyimpulkan materi pelajaran berdasarkan rumusan masalah . Kegiatan akhir hanya ± 10 menit, peneliti meminta siswa untuk duduk rapi dan berjarak kemudian memberikan post test tertulis/ Post Test 3 (Lampiran 25) sebanyak tiga soal dalam bentuk esai. Selesai post test, peneliti membagikan hasil dari post test/Post Test, diskusi, presentasi pertemuan lalu. Peneliti juga membagikan Tugas Rumah yang harus dikerjakan secara individu yaitu mencari browsing-an materi ajar tentang pokok bahasan selanjutnya. Saat menulis tugas rumah tersebut masih tetap banyak siswa yang mengeluh karena banyak sekali
  8. 8. 34 tugas dalam mata pelajaran Biologi, namun ada beberapa yang tetap semangat pada saat menerima tugas tersebut. Peneliti juga membagikan Handout (Lampiran 28) untuk pertemuan keenam dan menyampaikan bahan pengamatan untuk pertemuan keenam. Peneliti kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. 4) Pertemuan Ke dua (Siklus 1) Pertemuan ke dua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2014. selama 3x40 menit, yaitu dari pukul 13.40-15.40 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Dalam pelaksanaan nya, kegiatan awal ±15 menit peneliti member salam, memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi dan apersepsi. Dan mengajak siswa untuk bercerita dan tertawa dahulu untuk menyegarkan kembali setelah belajar dari pagi. Selanjutnya peneliti menampilkan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menuliskan dipapan tulis karena tidak adanya media proyektor. Kegiatan inti ± 90 menit, peneliti menjelaskan secara garis besar materi yang akan dipelajari tentang fotosintesi dan metabolisme. Selesai menjelaskan materi secara singkat, peneliti bertanya secara acak kepada siswa tentang apa yang telah dijelaskan tersebut. Jika dua atau tiga siswa dapat menjawab dengan baik dan benar, dapat disimpulkan bahwa siswa telah paham. Peneliti membagikan LKPD (Lampiran 29) yang berisi langkah-langkah pengamatan kepada setiap siswa dalam kelompoknya. Peneliti membantu siswa membuat rumusan masalah yang tepat untuk menjawab topik yang disajikan dalam LKPD, kemudian siswa mencari jawaban dari rumusan masalah dan berusaha menemukan hipotesis dari rumusan masalah yang ada tersebut melalui pratikum yang dilakukan dihalaman sekolah. Sebelum siswa melakukannya, peneliti terlebih dahulu mendemonstrasikan secara langsung dihadapan siswa bagaimana cara merakit alat yang digunakan. Alat-alat yang dipakai disiapkan oleh peneliti yaitu dengan meminjamkan alat di Labor Dasar UIR. Cuaca siang ini sangat panas, sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi siswa menunggu untuk mlihat apa yang terjadi dengan objek pengamatan mereka. Sesuatu yang luar biasa terjadi hari ini,
  9. 9. 35 dimana semua siswa sangat antusias melakukan pratikum meskipun cuaca sangat panas. Bahkan mereka mengulang perakitan hingga 2 kali untuk membuktikan yang mereka lakukan benar-benar berhasil. Mereka bahkan duduk dan berjongkok mengelilingi objek kelompok mereka seperti semut. Bahkan setelah mengamati mereka tidak sungkan untuk berbaring telungkup dan ngumpul bersama kelompoknya untuk mendiskusikan pengamatannya. Dapat dilihat Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya yaitu : 73,73% (cukup kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 66,67% (cukup kritis), membuat hipotesis 66,67% (cukup kritis) mengumpulkan data 89.39% (kritis), menyajikan data 77,27% (kritis) , menganalisis 65,15% (cukup kritis) dan menyimpulkan 77,27% ( kritis) . Pada pertemuan kedua disiklus I ini kemampuan berfikir kritis siswa masih tetap berada di Level 3 yaitu, merupakan tingkat yang lebih tinggi berikutnya karena siswa harus memilih suatu strategi dan mengkoordinasikan antara bermacam-macam penjelasan dalam tugasnya. Mereka harus memutuskan bagaimana tingkat detail yang diinginkan dan bagaimana menyajikan urutan tindakan atau kondisi-kondisi logis dari sistem tindakan (De Bono dalam Barak : 2000). Selesai pengamatan dan diskusi dengan teman-temanya, peneliti menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil dari pengamatan dan diskusinya di depan kelas secara bergantian. Setelah presentasi penyaji memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada kelompok yang presentasi yaitu kelompok 2, siswa yang bertanya adalah DF, RD, dan HK . Kemudian yang kedua dipresentasikan oleh kelompok 4, siswa yang bertanya KA AS, QS, dan HK . Selama Tanya jawab berlangsung ± 15 menit peneliti bertindak sebagai fasilitator yang mencatat dan menulis jawaban dari siswa, kemudian peneliti menanggapi jawaban siswa dan memberikan penguatan dengan menyampaikan jawaban yang benar. Selanjutnya peneliti membimbing siswa untuk memahami pola-pola penemuan dari hasil pengamatan dan menyimpulkan materi pelajaran berdasarkan rumusan masalah .
  10. 10. 36 Kegiatan akhir hanya ± 15 menit, peneliti meminta siswa untuk duduk rapi dan berjarak kemudian memberikan post test tertulis/ Post Test 4 (Lampiran 31) sebanyak tiga soal dalam bentuk esai. Selesai post test, peneliti membagikan hasil dari post test/Post Test, diskusi, presentasi pertemuan lalu. Peneliti juga membagikan Tugas Rumah yang harus dikerjakan secara individu yaitu mencari browsing-an materi ajar tentang pokok bahasan selanjutnya. Saat menulis tugas rumah tersebut masih tetap banyak siswa yang mengeluh karena banyak sekali tugas dalam mata pelajaran Biologi, namun ada beberapa yang tetap semangat pada saat menerima tugas tersebut. Peneliti juga membagikan Handout (Lampiran 34) untuk pertemuan keenam dan menyampaikan bahan pengamatan untuk pertemuan keenam. Peneliti kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada pertemuan kelima dapat disimpulkan bahwa kegiatan siswa selama pengamatan, diskudi dan presentasi mengalami sedikit peningkatan. Hal ini terlihat dari beberapa semakin banyaknya siswa yang tampak lebih aktif dalam bertanya maupun menjawab dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya. 5) Pertemuan ke tiga (Siklus 1) Pertemuan ke tiga dilaksanakan pada hari selasa tanggal 17 Februari 2014. selama 2x40 menit, yaitu dari pukul 07.00-08.50 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Seperti biasa 30 menit pertama sebelum Kegiatan pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik membaca al-quran secara bergantian. Seperti biasa kegiatan awal dilaksanakan didalam ruang kelas VII1 dan kemudian baru keluar ruangan menuju taman sekolah yang berada tepat didepan kelas. Kegiatan membaca al-quran adalah kegaiatan awal yang sangat dinantikan olh siswa kelas VII1 karena peneliti juga ikut mengaji setelah semuanya selesai. Sehingga merka akan belomba-lomba untuk membaca dengan baik dan cepat selesai agar peneliti kebagian waktu untuk mengaji dan sedikit lebih lama untuk mereka dengarkan. Dalam pelaksanaan nya, kegiatan awal ±10 menit peneliti member salam, memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi dan apersepsi.
  11. 11. 37 Selanjutnya peneliti menampilkan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menuliskan dipapan tulis karena tidak adanya media proyektor. Kegiatan inti ± 60 menit, peneliti menjelaskan secara garis besar materi yang akan dipelajari tentang respirasi . Selesai menjelaskan materi secara singkat, peneliti bertanya secara acak kepada siswa tentang apa yang telah dijelaskan tersebut. Jika beberapa siswa dapat menjawab dengan baik dan benar, dapat disimpulkan bahwa sebagian siswa telah paham. Peneliti membagikan LKPD (Lampiran 35) yang berisi langkah-langkah pengamatan kepada setiap siswa. pratikum kali ini pada pertemuan keempat merupakan pratikum tentang pembuktian bahwa laju respirasi itu dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah aktivitas tubuh. Peneliti membimbing siswa membuat rumusan masalah bagaimana yang tepat untuk LKPD, kemudian siswa mencari jawaban dari rumusan masalah dan berusaha menemukan hipotesis dari rumusan masalah yang ada tersebut dengan melakukan langsung aktivitas yang diminta dalam LKPD. Semuanya sangat antusias untuk melakukannya bahkanmereka mengulang ulang kegiatan tersebut sampai benar-benar yakin. Dapat dilihat Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya yaitu : 84,08% (kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 87,87% (kritis), membuat hipotesis 84,84% (kritis) mengumpulkan data 90,90% (sangat kritis), menyajikan data 90,90% (sangat kritis) , menganalisis 69,69% (cukup kritis) dan menyimpulkan 80,30% (kritis). Pada pertemuan ke tiga siklus I ini kemampuan berfikir kritis siswa sudah mencapai di level 4 merupakan tingkat tertinggi karena siswa harus menguji sifat-sifat produk final membandingkan dengansekumpulan tujuan. (De Bono dalam Barak : 2000). Selesai pratikum dan diskusi dengan kelompoknya peneliti menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil dari pengamatan dan diskusinya di depan kelas secara bergantian. Setelah presentasi penyaji memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada kelompok yang presentasi yaitu kelompok 1, yang bertanya MT, DE. Kemudian yang kedua dipresentasikan oleh kelompok 3, yang bertnya DG dan DF. Selama± 15 menit
  12. 12. 38 peneliti bertindak sebagai fasilitator memancing siswa dengan beberapa pertanyan sederhana, namun usaha peneliti masih belum membuahkan hasil. Suasana sangat kaku, diam, hening dan semua mata melihat dengan tatapan kosong dan tidak bisa dimengerti. Selanjutnya peneliti membimbing siswa untuk memahami pola-pola penemuan dari hasil pengamatan dan menyimpulkan materi pelajaran berdasarkan rumusan masalah . Kegiatan akhir hanya ± 10 menit, peneliti meminta siswa untuk duduk rapi dan berjarak kemudian memberikan post test tertulis/ Post Test 5 (Lampiran 31) sebanyak tiga soal dalam bentuk esai. Selesai post test, peneliti membagikan hasil dari post test/Post Test, diskusi, presentasi pertemuan lalu. Peneliti juga membagikan Tugas Rumah yang harus dikerjakan secara individu yaitu mencari browsing-an materi ajar tentang pokok bahasan selanjutnya. Saat menulis tugas rumah tersebut masih tetap banyak siswa yang mengeluh karena banyak sekali tugas dalam mata pelajaran Biologi, namun ada beberapa yang tetap semangat pada saat menerima tugas tersebut. Peneliti juga membagikan Handout (Lampiran 40) untuk pertemuan keenam dan menyampaikan bahan pengamatan untuk pertemuan keenam. Peneliti kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada pertemuan kelima dapat disimpulkan bahwa kegiatan siswa selama pengamatan, diskudi dan presentasi mengalami sedikit peningkatan. Hal ini terlihat dari beberapa semakin banyaknya siswa yang tampak lebih aktif dalam bertanya maupun menjawab dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya. 6) Pertemuan ke empat (Siklus 1) Pertemuan ke empat dilaksanakan pada hari selasa tanggal 24 Februari 2014. selama 2x40 menit, yaitu dari pukul 07.00-08.50 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Seperti biasa 30 menit pertama sebelum Kegiatan pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik membaca al-quran secara bergantian. Seperti biasa kegiatan awal dilaksanakan didalam ruang kelas VII1. Kegiatan membaca al-quran adalah kegaiatan awal yang sangat dinantikan olh siswa kelas VII1 karena peneliti juga ikut mengaji setelah semuanya selesai.
  13. 13. 39 Sehingga merka akan belomba-lomba untuk membaca dengan baik dan cepat selesai agar peneliti kebagian waktu untuk mengaji dan sedikit lebih lama untuk mereka dengarkan. Dalam pelaksanaan nya, kegiatan awal ±10 menit peneliti member salam, memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi dan apersepsi. Selanjutnya peneliti menampilkan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menuliskan dipapan tulis karena tidak adanya media proyektor. Kegiatan inti ± 60 menit, peneliti menjelaskan secara garis besar materi yang akan dipelajari sistem pencernaan dan energi makanan . Selesai menjelaskan materi secara singkat, peneliti bertanya secara acak kepada siswa tentang apa yang telah dijelaskan tersebut. Jika dua atau tiga siswa dapat menjawab dengan baik dan benar, dapat disimpulkan bahwa sebagian siswa telah paham. Peneliti membagikan LKPD (Lampiran 35) yang berisi langkah-langkah pengamatan kepada setiap siswa. pratikum kali ini pada pertemuan keempat merupakan pratikum tentang uji kandungan makanan. Peneliti membantu siswa membuat rumusan masalah yang tepat untuk menjawab topik yang disajikan dalam LKPD, kemudian siswa mencari jawaban dari rumusan masalah dan berusaha menemukan hipotesis dari rumusan masalah yang ada tersebut dengan melakukan langsung. Dapat dilihat Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya yaitu : 80,30% (kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 90,90% (sangat kritis), membuat hipotesis 86,36% (kritis) mengumpulkan data 96,97% (sangat kritis), menyajikan data 96,97% (sangat kritis) , menganalisis 69,69% (cukup kritis) dan menyimpulkan 80,30% (kritis). Pada pertemuan ke empat siklus I ini kemampuan berfikir kritis siswa sudah mencapai di level 4 merupakan tingkat tertinggi karena siswa harus menguji sifat-sifat produk final membandingkan dengan sekumpulan tujuan. (De Bono dalam Barak : 2000). Meskipun masih ada yang dilevel 2. Sebagian besar dari Mereka kurang tertarik tertarik dengan proses yang sedang dilakukan hari ini. Karena sebagian diantaranya (anak panti semua lelah dan ngantuk setelah menghadiri acar syukuran) Yang bekerja hanya 1 atau 2 orang saja sedangkan yang lain memilih untuk diam, menulis dan bercerita.
  14. 14. 40 Meskipun masih kembali terlihat kaku, namun mereka tetap berusaha mengerjakan tugas LKPD yang diberikan. Tetapi tetap tidak akan mengerjakan ataupun bertanya tentang apa yang tidak dimengerti meskipun sudah diminta untuk bertanya. Selesai pratikum dan diskusi dengan kelompoknya peneliti menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil dari pengamatan dan diskusinya di depan kelas secara bergantian. Setelah presentasi penyaji memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada kelompok yang presentasi yaitu kelompok 1, tidak ada siswa yang bertanya. Kemudian yang kedua dipresentasikan oleh kelompok 3, tidak ada siswa yang bertanya . Selama± 15 menit peneliti bertindak sebagai fasilitator memancing siswa dengan beberapa pertanyan sederhana, namun usaha peneliti masih belum membuahkan hasil. Suasana sangat kaku, diam, hening dan semua mata melihat dengan tatapan kosong dan tidak bisa dimengerti. Selanjutnya peneliti membimbing siswa untuk memahami pola-pola penemuan dari hasil pengamatan dan menyimpulkan materi pelajaran berdasarkan rumusan masalah . Kegiatan akhir hanya ± 10 menit, peneliti meminta siswa untuk duduk rapi dan berjarak kemudian memberikan post test tertulis/ Post Test 7 (Lampiran 37) sebanyak tiga soal dalam bentuk esai. Selesai post test, peneliti membagikan hasil dari post test/Post Test, diskusi, presentasi pertemuan lalu. Menyampaikan sekligus mengingatkan untuk belajar bahwa dipertemuan selanjutnya mereka akan mengadakan UB. Peneliti kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada pertemuan ketujuh dapat disimpulkan bahwa kegiatan siswa selama pengamatan, diskudi dan presentasi mengalami sedikit penurunan dari yang sebelumnya. Hal ini terlihat dari beberapa berkurangnya siswa yang tampak lebih aktif dalam bertanya maupun menjawab dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya. Pada siklus 1 ini dapat di simpulkan dari pertemuan 1 sampai pertemuan 4 kemampuan berfikir kritis siswa terus mengalami peningkatan sedikit demi sedikit dengan rata-rata kemampuan berfikir kritis pada setiap indikatornya disiklus 1 ini yaitu : membuat rumusan masalah 77,26% (kritis), membuat hipotesis 74,99% (cukup kritis) mengumpulkan data 85,98% (kritis), menyajikan data 82,95%
  15. 15. 41 (kritis) , menganalisis 66,26% (cukup kritis) dan menyimpulkan 73,86% (cukup kritis). Dari data diatas maka dapat diperoleh rata-rata berfikir kritis pada siklus I 76.88 % (kritis) dan siklus II 87,51 (kritis). Kategori ini berada pada Rentang level 3 merupakan tingkat yang lebih tinggi berikutnya karena siswa harus memilih suatu strategi dan mengkoordinasikan antara bermacam-macam penjelasan dalam tugasnya. Mereka harus memutuskan bagaimana tingkat detail yang diinginkan dan bagaimana menyajikan urutan tindakan atau kondisi-kondisi logis dari sistem tindakan. Strategi berpikir. Penggunaan sejumlah alat-alat berpikir secara intensif,pengorganisasian berpikir sebagaisuatu barisan langkah- langkah Penguatan ( Reinforcing sense ) terhadap tujuan dalam berpikir. (De Bono dalam Barak : 2000) 7) Pertemuan Ke lima (siklus 1) Pertemuan ke lima dilaksanakan pada hari selasa tanggal 24 Februari 2014. selama 2x40 menit, yaitu dari pukul 07.00-08.50 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Seperti biasa 30 menit pertama sebelum Kegiatan pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik membaca al-quran secara bergantian. Seperti biasa kegiatan awal dilaksanakan didalam ruang kelas VII1 dan kemudian baru keluar ruangan menuju taman sekolah yang berada tepat didepan kelas. Kegiatan membaca al-quran adalah kegaiatan awal yang sangat dinantikan olh siswa kelas VII1 karena peneliti juga ikut mengaji setelah semuanya selesai. Sehingga merka akan belomba-lomba untuk membaca dengan baik dan cepat selesai agar peneliti kebagian waktu untuk mengaji dan sedikit lebih lama untuk mereka dengarkan. Pada kegiatan awal ±5 menit, pada kegiatan ini peneliti memberikan salam dan memeriksa kehadiran siswa dan menyampaikan kembali bahwa hari ini ujian blok 2 tentang Animalia, siswa menjawab salam dan mendengarkan apa yang disampaikan apa yang disampaikan peneliti. Kemudian peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca ulang materi selama ± 10 menit sebelum ujian blok 2 dilaksanakan. Dan pada kesempatan itu peneliti kembali menjelaskan kepada siswa bahwa soal ulangan blok 2 masih
  16. 16. 42 berupa objektif, dan essay seperti yang sudah dijelaskan pada saat ulangan blok I. Barulah siswa membaca kembali materi pelajaran dengan serius. Kegiatan inti ±70 menit, pada kegiatan ini peneliti meminta siswa untuk menyimpan semua buku dan menjarakkan tempat duduk, serta menjelaskan tata tertib dalam mengerjakan ujian blok 1, siswa menyimpan semua buku kedalam meja dan duduk dengan tertib. Kemudian peneliti membagikan lembar soal ujian blok 2 kepada masing-masing siswa dengan jumlah soal 20 soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal essay (Lampiran 46). Siswa menerima dan membaca soal-soal dengan teliti dan percaya diri. Tes ini diberikan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam satu siklus pembelajaran. Pada saat tes berlangsung masih banyak siswa yang mengeluhkan bahwa soal yang diberikan sangatlah sulit tidak seperti biasa soal-soal ulangan blok yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Penelitipun kembali menjelaskan bahwa soal yang dibuat tingkat kesulitannya disesuaikan dengan tingkat ranah kognitif yang seharusnya untuk tingkat SMP . Kegiatan akhir ±5 menit, pada kegiatan ini peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal beserta jawaban, siswa mengumpulkan lembar soal dan jawaban. Peneliti meminta siswa duduk pada tempatnya masing-masing. Peneliti mengumumkan bahwa pertemuan siklus I telah berakhir. Dan pada pertemuan siklus dua selanjutnya akan mempelajari tentang materi baru yaitu interaksi makhluk hidup dan lingkungannya. Diakhir pnelitan peneliti membagikan handout dan memberikan tugas untuk mencari materi tambahan lewat browsing. Setelah semua selesai peneliti menutup pertemuan dengan mengucapkan salam 4.1.2 Refleksi Siklus I Pada proses belajar mengajar disiklus I peneliti mengalami banyak kesulitan dalam membimbing siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa belum terbiasa dengan dilaksanakannya model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menggunakan handout. Telah banyak siswa yang aktif dalam mengikuti proses KBM.
  17. 17. 43 Setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menggunakan handout Kemampuan berfikir kritis siswa siklus 1 paling tinggi pada pertemuan 3(62,87%) Kritis, yang terendah pada pertemuan 1 (62,87%) Cukup Kritis sedangkan pertemuan 2 dan tiga sama-sama dalam kategori kritis. Untuk indikator persentase paling tinggi yaitu indikator 3 (85,98%) dengan kategori kritis. Indikator berfikir kritis yang terendah yaitu indikator 5 (66,26%) dengan kategori cukup kritis. Sedangkan untuk indikator lainnya ada dalam kategori cukup kritis. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, peneliti harus melanjutkan PTK pada siklus selanjutnya karena masalah-masalah yang timbul pada latar belakang dan pada saat siklus I berlangsung belum terselesaikan. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menggunakan handout terhadap hasil belajar biologi dan kemampuan berfikir kritis siswa di kelas VII1 SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru. 8) Pertemuan Ke satu (Siklus 2) Pertemuan ke satu dilaksanakan pada hari selasa tanggal 3 Maret 2014. selama 2x40 menit, yaitu dari pukul 07.00-08.50 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Seperti biasa 30 menit pertama sebelum Kegiatan pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik membaca al-quran secara bergantian. Seperti biasa kegiatan awal dilaksanakan didalam ruang kelas VII1 dan kemudian baru keluar ruangan menuju taman sekolah yang berada tepat didepan kelas. Kegiatan membaca al-quran adalah kegaiatan awal yang sangat dinantikan olh siswa kelas VII1 karena peneliti juga ikut mengaji setelah semuanya selesai. Sehingga merka akan belomba-lomba untuk membaca dengan baik dan cepat selesai agar peneliti kebagian waktu untuk mengaji dan sedikit lebih lama untuk mereka dengarkan. Dalam pelaksanaan nya, kegiatan awal ±10 menit peneliti member salam, memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi dan apersepsi. Selanjutnya peneliti menampilkan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menuliskan dipapan tulis karena tidak adanya media proyektor. Kegiatan inti ± 60 menit, peneliti menjelaskan secara garis besar materi yang akan dipelajari tentang interaksi makhluk jidup dan lingkungan dengan sub
  18. 18. 44 topik konsep lingkungan, komponen-komponen yang terdapat dilingkungan dan interaksi makhluk hidup yang ada dilingkungan (taman sekolah) . Selesai menjelaskan materi secara singkat, peneliti bertanya secara acak kepada siswa tentang apa yang telah dijelaskan tersebut. Jika dua atau tiga siswa dapat menjawab dengan baik dan benar, dapat disimpulkan bahwa siswa telah paham. Peneliti membagikan LKPD (Lampiran 55) yang berisi langkah-langkah pengamatan kepada setiap siswa. Pengamatan kali ini pada pertemuan sembilan merupakan pengamatan langsung. Peneliti membimbing siswa untuk membuat rumusan masalah dengan cara menanyakan rumusan masalah yang bagaimana yang tepat untuk menjawab tema yang ada dalam LKPD, kemudian siswa mencari jawaban dari rumusan masalah dan berusaha menemukan hipotesis dari rumusan masalah yang ada tersebut melalui pengamatan langsung ditaman sekolah. Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa sudah mencapai 85,09% (kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 95,45% (sangat kritis), membuat hipotesis 93,93% (sangat kritis), mengumpulkan data 100% (sangat kritis), 100% menyajikan data (sangat kritis) , menganalisis 71,21% (cukup kritis), dan menyimpulkan 49,96% (kurang kritis) masing masing siswa mengerjakannya secara mandiri. Pada pertemuan 1 di siklus II ini kemmpuan berfikir siswa sudah berada di rentag level 3 dan 4 yaitu, merupakan tingkat tertinggi karena siswa harus menguji sifat-sifat produk final membandingkan dengansekumpulan tujuan. meskipun masih ada dilevel 1 yaitu, siswa tidak mengekspresikan terutama kesadaran terhadap keperluan menyelesaikan tugasnya (De Bono dalam Barak : 2000). Mereka semangat mengamati taman tersebut, ada yang berdiri, jongkok, mencongkel tanah bahkan duduk bersila mengamati sambil menulis. Bahkan semakin banyak yang bertanya dan menjawan muncul beberapa pertanyaan dan jaaban konyol yang mengundang tawa. YL bertanya : “ibu, kenapa udara itu termasuk komponen abiotik / tak hidup ?” Dengan spontan HRF menjawab : “manga dengan pertanyaan aang ko, alah jaleh nyo mati aang sobuik iduik. Kalaulah udara tu aduik baa caro aang nak maangok. Aang yang kan mati dek nyo lai tu”. Selesai pengamatan dan diskusi dengan kelompoknya peneliti menunjuk
  19. 19. 45 kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil dari pengamatan dan diskusinya di depan kelas secara bergantian. Setelah presentasi penyaji memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada kelompok yang presentasi yaitu kelompok 1, siswa yang bertanya adalah MT, DF, dan SS . Kemudian yang kedua dipresentasikan oleh kelompok 3, siswa yang bertanya NP, KA dan KN. Selama Tanya jawab berlangsung ± 10 menit peneliti bertindak sebagai fasilitator yang mencatat dan menulis jawaban dari siswa, kemudian peneliti menanggapi jawaban siswa dan memberikan penguatan dengan menyampaikan jawaban yang benar. Selanjutnya peneliti membimbing siswa untuk memahami pola-pola penemuan dari hasil pengamatan dan menyimpulkan materi pelajaran berdasarkan rumusan masalah . Kegiatan akhir hanya ± 10 menit, peneliti meminta siswa untuk duduk rapi dan berjarak kemudian memberikan post test tertulis/ Post Test 8 (lampiran 57). sebanyak tiga soal dalam bentuk esai. Selesai post test, peneliti membagikan hasil dari post test/Post Test, diskusi, presentasi pertemuan lalu. Peneliti juga membagikan Tugas Rumah yang harus dikerjakan secara individu yaitu mencari browsing-an materi ajar tentang pokok bahasan selanjutnya. Saat menulis tugas rumah tersebut masih tetap banyak siswa yang mengeluh karena banyak sekali tugas dalam mata pelajaran Biologi, namun ada beberapa yang tetap semangat pada saat menerima tugas tersebut. Peneliti juga membagikan Handout (lampiran 60). untuk pertemuan keenam dan menyampaikan bahan pengamatan untuk pertemuan keenam. Peneliti kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada pertemuan kelima dapat disimpulkan bahwa kegiatan siswa selama pengamatan, diskudi dan presentasi mengalami sedikit peningkatan. Hal ini terlihat dari beberapa semakin banyaknya siswa yang tampak lebih aktif dalam bertanya maupun menjawab dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya. 9) Pertemuan Ke dua (Siklus 2) Pertemuan ke dua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2014. selama 3x40 menit, yaitu dari pukul 13.40-15.40 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Dalam pelaksanaan nya, kegiatan awal ±15 menit
  20. 20. 46 peneliti memberi salam, memeriksa kehadiran siswa, memberikan motivasi dan apersepsi. Dan mengajak siswa untuk bercerita dan tertawa dahulu untuk menyegarkan kembali setelah belajar dari pagi. Selanjutnya peneliti menampilkan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menuliskan dipapan tulis karena tidak adanya media proyektor. Kegiatan inti ± 90 menit, peneliti menjelaskan secara garis besar materi yang akan dipelajari tentang interaksi makhluk jidup dan lingkungan dengan sub topik konsep lingkungan, komponen-komponen yang terdapat dilingkungan dan interaksi makhluk hidup yang ada lingkungan disekitar sekolah. Selesai menjelaskan materi secara singkat, peneliti bertanya secara acak kepada siswa tentang apa yang telah dijelaskan tersebut. Jika dua atau tiga siswa dapat menjawab dengan baik dan benar, dapat disimpulkan bahwa siswa telah paham. Peneliti membagikan LKPD (lampiran 55). yang berisi langkah-langkah pengamatan kepada setiap siswa. Peneliti membantu siswa membuat rumusan masalah yang tepat untuk menjawab topik yang disajikan dalam LKPD, kemudian siswa mencari jawaban dari rumusan masalah dan berusaha menemukan hipotesis dari rumusan masalah yang ada tersebut melalui pengamatan langsung dilingkungan sekolah. Pada pertemuan ini kemampuan berfikir kritis siswa sudah mencapai 89,89% (kritis) dan untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 100% (sangat kritis), membuat hipotesis 98,48% (sangat kritis), mengumpulkan data 100% (sangat kritis), 100% menyajikan data (sangat kritis) , menganalisis 75,75% (kritis), dan menyimpulkan 65,15% (cukup kritis) masing masing siswa mengerjakannya secara mandiri. Dapat dilihat baik setiap pertemuan maupun setiap indikatornya kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan. Pada pertemuan ke 2 di siklus II ini kemampuan berfikir kritis siswa sudah berada pada level 4 yaitu, merupakan tingkat tertinggi karena siswa harus menguji sifat-sifat produk final membandingkan dengan sekumpulan tujuan. (De Bono dalam Barak : 2000). Karena letak sekolah yang berada di dalam / jauh dari keramaian dan kondisi lingkungan sekolah yang dikelilingi oleh rawa dan semak-semak sehingga
  21. 21. 47 terkadang masih bisa ditemukan / dilihat adanya biawak, elang, monyet, ular dan hean huas lainnya yang tak mungkin ditemukan didaerah perkotaan membuat Mereka sangat semangat dan antusias melakukan pengamatan tersebut. Mereka mengamati dan juga sambil bermain. Ada yang masuk kedalam parit, melihat- lihat semak, bahkan ada yang langsung memanjat pohon rambutan untuk memastikan hewan apa saja yang terdapat dipohon tersebut. Apa yang dimakan bagaimana interaksi yang terjadi. Semuanya bergerak dengan antusias mengumpulkan data mereka masing- masing. Bahkan semakin banyak yang bertanya dan menjawab muncul beberapa pertanyaan dan jaaban konyol yang mengundang tawa. DG bertanya : “ibu, kalau seandainya pohon pisang tidak ada, apa yang akan terjadi ?” Dengan spontan MT menjawab : “bia awak yang jawab buk ! aden misalkan aden batang pisang dan aang cigak yo. Kalau pisang indak ado, tontu aang yang jadi cigak payah nak makan. Tapi kalau pisang banyak, alun tantu juo aang kan makmur lai. Nyo samakin banyak pulo yang amua ka pisang”. Sontak saja itu membuat decak tawa. Selesai pengamatan dan diskusi dengan teman-temanya, peneliti menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil dari pengamatan dan diskusinya di depan kelas secara bergantian. Setelah presentasi penyaji memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada kelompok yang presentasi yaitu kelompok 2, siswa yang bertanya adalah YO, DE, dan HK . Kemudian yang kedua dipresentasikan oleh kelompok 4, siswa yang bertanya KA HTJ, QS, dan HK . Selama Tanya jawab berlangsung ± 15 menit peneliti bertindak sebagai fasilitator yang mencatat dan menulis jawaban dari siswa, kemudian peneliti menanggapi jawaban siswa dan memberikan penguatan dengan menyampaikan jawaban yang benar. Selanjutnya peneliti membimbing siswa untuk memahami pola-pola penemuan dari hasil pengamatan dan menyimpulkan materi pelajaran berdasarkan rumusan masalah . Kegiatan akhir hanya ± 15 menit, peneliti meminta siswa untuk duduk rapi dan berjarak kemudian memberikan post test tertulis/ Post Test 9 (Lampiran 57) sebanyak tiga soal dalam bentuk esai. Selesai post test, peneliti membagikan hasil
  22. 22. 48 dari post test/Post Test, diskusi, presentasi pertemuan lalu. Peneliti juga membagikan Tugas Rumah yang harus dikerjakan secara individu yaitu mencari browsing-an materi ajar tentang pokok bahasan selanjutnya. Saat menulis tugas rumah tersebut masih tetap banyak siswa yang mengeluh karena banyak sekali tugas dalam mata pelajaran Biologi, namun ada beberapa yang tetap semangat pada saat menerima tugas tersebut. Peneliti juga membagikan Handout (lampiran 54). untuk pertemuan keenam dan menyampaikan bahan pengamatan untuk pertemuan keenam. Peneliti kemudian menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada pertemuan kelima dapat disimpulkan bahwa kegiatan siswa selama pengamatan, diskudi dan presentasi mengalami sedikit peningkatan. Hal ini terlihat dari beberapa semakin banyaknya siswa yang tampak lebih aktif dalam bertanya maupun menjawab dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya. Berdasarkan data kemampuan berfikir kritis siswa yang diperoleh pada pertemuan 1 dan 2 di siklus 2 ini dapat dilihat bahwa kemampuan berfikir kritis siswa mengalami peningkatan dibandingkan dngan siklus 1 sebelumnya. Rata – rata untuk setiapa indikatornya: membuat rumusan masalah 97,73% (sangat kritis), membuat hipotesis 96,21% (sangat kritis), mengumpulkan data 100% (sangat kritis), 100% menyajikan data (sangat kritis) , menganalisis 73,48% (cukup kritis), dan menyimpulkan 57,55% (cukup kritis) . pada pertemuan ini juga sudah ada di level 4 yaitu, merupakan tingkattertinggi karena siswa harus menguji sifat-sifat produk final membandingkan dengansekumpulan tujuan. (De Bono dalam Barak : 2000) 10) Pertemuan Ke tiga (siklus 2 ) Pertemuan ke tiga dilaksanakan pada hari selasa tanggal 17 Maret 2014. selama 2x40 menit, yaitu dari pukul 07.00-08.50 wib dengan jumlah siswa yang hadir sebanyak 22 Orang. Seperti biasa 30 menit pertama sebelum Kegiatan pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik membaca al-quran secara bergantian. Seperti biasa kegiatan awal dilaksanakan didalam ruang kelas VII1 dan kemudian baru keluar ruangan menuju taman sekolah yang berada tepat didepan kelas. Kegiatan membaca al-quran adalah kegaiatan awal yang sangat dinantikan
  23. 23. 49 olh siswa kelas VII1 karena peneliti juga ikut mengaji setelah semuanya selesai. Sehingga merka akan belomba-lomba untuk membaca dengan baik dan cepat selesai agar peneliti kebagian waktu untuk mengaji dan sedikit lebih lama untuk mereka dengarkan. Pada kegiatan awal ±5 menit, pada kegiatan ini peneliti memberikan salam dan memeriksa kehadiran siswa dan menyampaikan kembali bahwa hari ini ujian blok 2 tentang Animalia, siswa menjawab salam dan mendengarkan apa yang disampaikan apa yang disampaikan peneliti. Kemudian peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca ulang materi selama ± 10 menit sebelum ujian blok 2 dilaksanakan. Dan pada kesempatan itu peneliti kembali menjelaskan kepada siswa bahwa soal ulangan blok 2 masih berupa objektif, dan essay seperti yang sudah dijelaskan pada saat ulangan blok I. Barulah siswa membaca kembali materi pelajaran dengan serius. Kegiatan inti ±70 menit, pada kegiatan ini peneliti meminta siswa untuk menyimpan semua buku dan menjarakkan tempat duduk, serta menjelaskan tata tertib dalam mengerjakan ujian blok 2, siswa menyimpan semua buku kedalam meja dan duduk dengan tertib. Kemudian peneliti membagikan lembar soal ujian blok 2 kepada masing-masing siswa dengan jumlah soal 20 soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 5 soal essay . Siswa menerima dan membaca soal-soal dengan teliti dan percaya diri. Tes ini diberikan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam satu siklus pembelajaran. Pada saat tes berlangsung masih banyak siswa yang mengeluhkan bahwa soal yang diberikan sangatlah sulit tidak seperti biasa soal-soal ulangan blok yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Penelitipun kembali menjelaskan bahwa soal yang dibuat tingkat kesulitannya disesuaikan dengan tingkat ranah kognitif yang seharusnya untuk tingkat SMP . Kegiatan akhir ±5 menit, pada kegiatan ini peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan lembar soal beserta jawaban, siswa mengumpulkan lembar soal dan jawaban. Peneliti meminta siswa duduk pada tempatnya masing-masing. Peneliti mengumumkan bahwa pertemuan siklus II telah berakhir. Dan pada kesempatan tersebut peneliti menyampaikan bahwa telah selesai mengajar di kelas VII1 SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru. Peneliti mengucapkan terimakasih
  24. 24. 50 kepada setiap siswa dan meminta siswa menuliskan kesan dan pesan untuk dikumpulkan diakhir pertemuan tersebut. Siswa mendengarkan dan menanggapi apa yang disampaikan oleh peneliti dengan seksama. Setelah semuanya selesai penelitipun membagikan kenang-kenangan berupa PIN, mengucapkan terimakasih dan menutup pertemuan dengan salam. 4.1.3 Refleksi Siklus II Pada proses belajar mengajar disiklus II peneliti tidak mengalami banyak kesulitan dalam membimbing siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa sudah mulai terbiasa dengan dilaksanakannya model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menggunakan handout. Telah banyak siswa yang aktif dalam mengikuti proses KBM. Setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menggunakan handout Kemampuan berfikir kritis siswa jika dilihat dari nilai yang diperoleh setiap kali pertemuan pada siklus II selalu mengalmi peningkatan. kemampuan berfikir kritis terendah tampak pada pertemuan ke I yaitu 85,09% (kritis) . dan tertinggi pada pertemuan 2 yaitu, 89,89% (kritis) dengan peningkatan sebanyak 4,8%. Dari data tersebut terlihat bahwa kemampuan berfikir kritis siswa berada dalam kategori kritis yaitu menganalisis atau mengevaluasi informasi secara dalam dan sudah memiliki pertimbangan sendiri. Dan pada siklus 2 kemampuan berfikir kritis siswa kelas VII1 SMP Muhammadiyah 2 pekanbaru tahun ajaran 2014/2015 dilihat dari setiap indikator penilaian pada siklus 2 nilai tertinggi terdapat pada pengumpulan data yaitu 100% dengan kategori sangat kritis dan nilai terendah terdapat pada indikator menyimpulkan dengan pesentase 57,55% (kritis) Berdasarkan hasil refleksi tersebut, peneliti tidak melanjutkan PTK pada siklus selanjutnya karena masalah-masalah yang timbul pada latar belakang dan pada saat siklus II berlangsung telah terselesaikan. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menggunakan handout terhadap hasil belajar biologi dan kemampuan berfikir kritis siswa di kelas VII1 SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru.

×