S.k. 5

3,158 views

Published on

SK 5 kls X / 2

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,158
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

S.k. 5

  1. 1. <ul><li>Menghargai persamaan kedudukan warga negara dalam berbagai aspek kehidupan. </li></ul><ul><li>Mendeskripsikan kedudukan warga negara dan pewarganegaraan di Indonesia. </li></ul><ul><li>Menganalisis persamaan kedudukan warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara. </li></ul><ul><li>Menghargai persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan ras, agama, gender, golongan, budaya dan suku </li></ul>Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar :
  2. 2. PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA Oleh : Yohanis Renta.S.Pd
  3. 3. WARGA NEGARA PENGERTIAN DASAR HUKUM ASAS KEWARGANEGARAAN CARA MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN PEWARGANEGARAAN KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN SYARAT MENJADI WN PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA ARTI SYARAT - SYARAT LANDASAN HUKUM CONTOH SIKAP PERILAKU HAK DAN KEWAJIBAN WN DI BERBAGAI BID KEHIDUPAN TERWUJUD DALAM STELSEL KEWARGANEGARAAN
  4. 4. PENGERTIAN WARGA NEGARA <ul><li>Mereka yang berdasarkan hukum menjadi anggota suatu negara dan mengakui pemerintah negaranya sebagai pemerintahnya, serta memiliki hubungan timbal balik terhadap negara. </li></ul><ul><li>Yang menjadi WNI adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disyahkan dengan undang-undang sebagai warga negara </li></ul>Secara Umum : Khusus (WNI) : <ul><li>Pasal 26 ayat (1) UUD 1945 dan pasal 2 UU No 12 tahun 2006 : </li></ul><ul><li>Pasal 4 UU No 12 tahun 2006 : </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Yang dimaksud dengan “ bangsa Indonesia asli” adalah orang Indonesia yang menjadi Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri </li></ul>bangsa Indonesia asli (pasal 4 UU No.12/2006
  6. 6. Warga Negara Indonesia adalah : <ul><li>Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah RI dengan negara lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi WNI </li></ul><ul><li>Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI </li></ul><ul><li>Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu WNA </li></ul><ul><li>Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNA dan ibu WNI </li></ul>Pasal 4 UU No. 12/2006
  7. 7. <ul><li>Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI, tetapi ayahnya tidak mempu-nyai kewarganegaran atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. </li></ul><ul><li>Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. </li></ul><ul><li>Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. </li></ul><ul><li>Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilaku-kan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin </li></ul>Pasal 4 UU No 12/2006 Pasal 4 No. 12/2006
  8. 8. <ul><li>Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya </li></ul><ul><li>Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui </li></ul><ul><li>Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia, apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak dikeketahui keberadaannya . </li></ul>Pasal 4 UU No 12/2006 Pasal 4 No. 12/2006
  9. 9. <ul><li>l. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu WNI yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarga-negaraan kepada anak yang bersangkutan. </li></ul><ul><li>m. Anak dari seorang ayah atau yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyata-kan janji setia </li></ul>Pasal 4 UU No 12/2006 Pasal 4 No. 12/2006
  10. 10. DASAR HUKUM YANG MENGATUR WARGA NEGARA <ul><li>Pasal 26 ayat (1) </li></ul><ul><li>Pasal 26 ayat (3) </li></ul><ul><li>Pasal 28D ayat (4) </li></ul><ul><li>UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia </li></ul><ul><li>UUD 1945 : </li></ul>
  11. 11. ASAS KEWARGANEGARAAN <ul><li>Secara umum, asas kewarganegaraan ada 2 (dua) : </li></ul>Ius Sanguinis Ius Soli Setiap Negara terdapat Perbedaan Asas Mengakibatkan terjadinya : <ul><li>Apatride </li></ul><ul><li>Bipatride </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Amerika Serikat , Inggris, Mesir menggunakan asas ius soli </li></ul><ul><li>RRC menggunakan asas ius sanguinis </li></ul>INDONESIA Masalah Kewarganegaraan Kondisi dimana seseorang tidak mememilki kewaganegaraan atau memiliki kewarganegaran ganda
  12. 12. Ius Sanguinis <ul><li>Adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan (pertalian darah) </li></ul>Asas Kewarganegaraan
  13. 13. Ius Soli <ul><li>Adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran </li></ul>Asas Kewarganegaraan
  14. 14. Apatride <ul><li>Adalah tidak memiliki status kewarganegaraan. </li></ul><ul><li> </li></ul><ul><li>Apatride terjadi apabila seorang anak lahir di negara yang menganut asas ius sanguinis, sedangkan orang tuanya berkewarganegaraan negara yang menganut asas ius soli </li></ul>Asas Kewarganegaraan
  15. 15. Bipatride <ul><li>Adalah memiliki status kewarganegaraan rangkap/ganda (dwi kewarganegaraan). </li></ul><ul><li> </li></ul><ul><li>Bipatride terjadi apabila seorang anak lahir di negara yang menganut asas ius soli, sedangkan orang tuanya berkewarganegaraan negara yang menganut asas ius sanguinis </li></ul>Asas Kewarganegaraan
  16. 16. Asas Kewarganegaraan di Indonesia <ul><li>Indonesia sebelum ada UU Kewarganegaraan (UU No 3 tahun1946) menggunakan asas ius soli. </li></ul><ul><li>Berdasarkan UU No 12 tahun 2006, Indonesia meng-utamakan asas ius sanguinis dengan mempertimbangkan asas ius soli sebagai perkecualian dalam rangka meng-hindari terjadinya masalah apatride. </li></ul><ul><li>UU No 12 tahun 2006, juga menganut asas kewargane-garaan tunggal dan asas kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang tersebut. </li></ul><ul><li>Pada Prinsipnya UU No. 12 tahun 2006 tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) dan tanpa kewarganegaraan (apatride) </li></ul>Asas Kewarganegaraan
  17. 17. STELSEL KEWARGANEGARAAN <ul><li>Ada 2 cara (stelsel) bagi seseorang untuk memperoleh status kewarganegaraan : </li></ul>Cara seseorang untuk memperoleh status kewarganegaraan suatu negara tertentu dengan melakukan tindakan/perbuatan hukum tertentu Cara seseorang untuk memperoleh status kewarganegaraan suatu negara tertentu tanpa melakukan tindakan/perbuatan hukum tertentu STELSEL AKTIF STELSEL PASIF Melahirkan <ul><li>Hak Opsi : hak untuk memilih kewarganegaraan </li></ul><ul><li>Hak Repudiasi : hak untuk menolak kewarganegaraan </li></ul>
  18. 18. SYARAT MENJADI WARGA NEGARA <ul><li>Syarat menjadi warga negara Indonesia diatur dalam UU tentang kewarganegaraan, syarat tersebut antara lain seperti : </li></ul><ul><li>Memiliki hubungan pertalian darah dengan seorang WNI atau merupakan keturunan dari seorang WNI. </li></ul><ul><li>Lahir di wilayah negara RI bagi anak-anak tertentu. </li></ul><ul><li>Mengajukan permohonan bagi orang asing. </li></ul><ul><li>Membuat pernyataan secara tertulis kepad Pejabat, bagi : </li></ul><ul><li>seorang anak yang telah memperoleh kewarganegaraan RI berakibat yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda. </li></ul><ul><li>WNA yang kawin scara syah dengan WNI </li></ul>Syarat tersebut terdapat dalam tata cara untuk memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia
  19. 19. CARA MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN <ul><li>Kelahiran </li></ul><ul><li>Pengangkatan </li></ul><ul><li>Perkawinan </li></ul><ul><li>Pewarganegaraan (Naturalisasi) </li></ul><ul><li>Tetap diakui sebagai WNI </li></ul><ul><li>Mengikuti kewarganegaraan ayah atau ibunya </li></ul><ul><li>Pemberian kewarganegaraan </li></ul><ul><li>Pernyataan </li></ul><ul><li>Berdasarkan UU No. 12 tahun 2006, Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat diperoleh karena (melalui) : </li></ul><ul><li>Cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI </li></ul>
  20. 20. Kelahiran <ul><li>Kelahiran yang dimaksud adalah kelahiran yang didasarkan : </li></ul><ul><li>Kelahiran didasarkan tempat kelahiran (asas ius soli) diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang </li></ul><ul><li>Keturunan </li></ul><ul><li>Tempat Kelahiran </li></ul>
  21. 21. Pengangkatan <ul><li>Yang memperoleh kewarganegaraan RI melalui pengang-katan adalah anak WNA yang diangkat sebagai anak WNI, dengan syarat : </li></ul><ul><li>pada waktu diangkat, anak belum berusia 5 (lima) tahun. </li></ul><ul><li>pengangkatan anak tersebut dilakukan secara sah berdasarkan penetapan pengadilan </li></ul>Sumber ps. 21 ayat (2) UU No 12/2006
  22. 22. Perkawinan <ul><li>Yang memperoleh kewarganegaraan RI melalui perkawinan adalah WNA yang kawin secara sah dengan WNI, dengan syarat : </li></ul><ul><li>menyampaikan pernyataan menjadi WNI dihadapan pejabat. </li></ul><ul><li>pernyataan disampaikan apabila yang bersang-kutan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. </li></ul>
  23. 23. Tetap diakui sebagai WNI <ul><li>Mereka yang memperoleh status kewarganegaraan RI karena tetap diakui sebagai WNI adalah : </li></ul><ul><li>Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing. </li></ul><ul><li>Anak WNI yang belum berusia 5 tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara asing berdasarkan penetapan pengadilan </li></ul>Sumber pasal 5 UU No 12/2006
  24. 24. Mengikuti kewarganegaraan ayah atau ibunya <ul><li>Yang memperoleh kewaraganegaranRI karena mengikuti kewarganegaraan ayah atau ibunya adalah : </li></ul><ul><li>Anak dari ayah atau ibu yang memperoleh kewarga-negaraan RI dengan syarat anak tersebut belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI.*) </li></ul><ul><li>Anak dari ayah atau ibu yang telah dikabulkan per-mohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. </li></ul>*) pasal 21 ayat (1) UU No. 12/2006
  25. 25. Pemberian kewarganegaraan <ul><li>Yang memperoleh kewarganegaraan RI karena pemberian adalah orang asing yang telah berjasa kepada negara RI atau dengan alasan kepentingan negara. </li></ul><ul><li>Pemberian kewarganegaraan tersebut diberikan oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR. </li></ul>
  26. 26. Pernyataan <ul><li>Yang memperoleh kewarganegaraan RI dengan melalui pernyataan untuk memilih salah satu kewarganegaraannya adalah anak yang memperoleh status kewarganegaraan RI berdasarkan ketentuan UU No 12 tahun 2006 ( pasal 4 huruf c, d, h dan i, pasal 5, pasal 21 ayat 1 dan 2 ), dengan syarat : </li></ul><ul><li>Pernyataan disampaikan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin </li></ul><ul><li>Pernyataan disampaikan secara tertulis kepada pejabat. </li></ul><ul><li>Pernyataan dilampiri dokumen yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. </li></ul>
  27. 27. Orang asing yang telah berjasa kepada negara RI <ul><li>Adalah </li></ul><ul><li>orang asing yang karena prestasinya yang luar biasa dibidang kemanusiaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, lingkungan hidup, serta oleh raga telah memberikan kemajuan dan keharuman nama bangsa Indonesia </li></ul>
  28. 28. Yang dimaksud orang asing yang diberi kewarganegaran karena alasan kepentingan negara <ul><li>Adalah </li></ul><ul><li>orang asing yang dinilai oleh negara telah dan dapat memberikan sumbangan yang luar biasa untuk kepentingan memantapkan kedaulatan negara dan untuk meningkatkan kemajuan, khususnya di bidang perekonomian Indonesia </li></ul>
  29. 29. PEWARGANEGARAAN <ul><li>Adalah </li></ul><ul><li>tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan </li></ul>
  30. 30. SYARAT-SYARAT PEWARGANEGARAAN <ul><li>Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin </li></ul><ul><li>Pada waktu mengajukan permohonan sudah berempat tinggal di wilayah negara RI paling singkat 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut. </li></ul><ul><li>Sehat jasmani dan rohani </li></ul><ul><li>Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945 </li></ul><ul><li>Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih </li></ul>
  31. 31. <ul><li>Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda. </li></ul><ul><li>Mempunyai pekerjaan dan/atau pengahasilan tetap </li></ul><ul><li>Membayar uang pewarganegaraan </li></ul><ul><li>Permohanan pewarganegaraan diajukan di Indonesia </li></ul><ul><li>Permohanan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia diatas kertas bermeterai cukup kepada Presiden melalui Menteri. </li></ul>Syarat Pewarganegaraan
  32. 32. Cara memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia <ul><li>UU No. 12 tahun 2006, memberikan kesempatan kepada WNI yang telah kehilangan kewargane-garaannya untuk memperoleh kembali kewarga-negaraan RI. </li></ul><ul><li>Ada 2 (dua) cara untuk memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia : </li></ul><ul><li>melalui prosedur pewarganegaraan (naturalisasi). </li></ul><ul><li>mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri tanpa melalui prosedur pewargane-garaan (naturalisasi). </li></ul>
  33. 33. <ul><li>Lalai menjalankan kewajiban menyatakan keinginan-nya untuk tetap menjadi WNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pada waktu ia bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia </li></ul><ul><li>Kawin (menikah) dengan WNA, jika hukum negara asal suami/istrinya itu mengharuskan kewarganegara-an yang bersangkutan tersebut mengikuti kewarganegaraan suami/istrinya. </li></ul><ul><li>Cara memperoleh kembali kewarganegaraan RI dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri tanpa prosedur pewarganegaraan (naturalisasi) berlaku bagi WNI yang kehilangan kewarganegaraannya karena : </li></ul>
  34. 34. KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN RI <ul><li>Seorang WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya, jika yang bersangkutan : </li></ul><ul><li>Memperoleh kewarganegaran lain atas kemauannya sendiri </li></ul><ul><li>Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegara-an lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu. </li></ul><ul><li>Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarga-negaraan RI tidak menjadi tanpa kewarganegaraan </li></ul>
  35. 35. <ul><li>Masuk dalam dinas tentara asing tanpa ijin terlebih dahulu dari Presiden </li></ul><ul><li>Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, seperti antara lain menjadi pegawai negeri, pejabat negara dan inteljen negara asing. </li></ul><ul><li>Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing (wilayah yang menjadi yuridiksi negara asing) tersebut. </li></ul><ul><li>Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing. </li></ul>Kehilangan Kewarganegaraan RI
  36. 36. <ul><li>Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya. </li></ul><ul><li>Bertempat tinggal di luar wilayah negara RI selama 5 tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak me-nyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI se-belum jangka waktu 5 tahun itu berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengaju-kan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada Perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan RI ter-sebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. </li></ul>Kehilangan Kewarganegaraan RI
  37. 37. <ul><li>Perempuan WNI yang kawin dengan laki-laki WNA, jika menurut negara asal suaminya, kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersbut. </li></ul><ul><li>Laki-laki WNI yang kawin dengan perempuan WNA, jika menurut negara asal istrinya, kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersbut. </li></ul>Kehilangan Kewarganegaraan RI
  38. 38. LANDASAN HUKUM PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA <ul><li>Pembukaan UUD 1945 </li></ul><ul><li>Pasal 26 sd. pasal 34 UUD 1945 </li></ul><ul><li>Pasal 28A sd. pasal 28 J UUD 1945 </li></ul><ul><li>Peraturan perundangan lainya, seperti antara lain : </li></ul><ul><li>UU No 2 tahun 2008 tentang Partai Politik </li></ul><ul><li>UU No 8 tahun 1981 tentang KUHAP </li></ul><ul><li>UU No 44 tahun 1999 tentang Pers </li></ul><ul><li>UU No 20 tahun 2002 tentang Pokok-Pokok Pertahanan dan Keamanan. </li></ul><ul><li>UU No 10 tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD </li></ul><ul><li>UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan </li></ul><ul><li>dsb. </li></ul>
  39. 39. WUJUD PERSAMAAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA <ul><li>Persamaan kedudukan warga negara di berbagai </li></ul><ul><li>Kehidupan terwujud dalam : </li></ul><ul><li>Hak Warga Negara dan </li></ul><ul><li>Kewajiban Warga Negara </li></ul>
  40. 40. Hak Warga Negara <ul><li>Hak warga negara di bidang politik </li></ul><ul><li>Hak warga negara di bidang hukum </li></ul><ul><li>Hak warga negara di bidang ekonomi </li></ul><ul><li>Hak warga negara di bidang sosial - budaya </li></ul><ul><li>Hak warga negara di bidang hankam </li></ul><ul><li>Hak warga negara sebagai hak pribadi </li></ul>
  41. 41. Hak Warga Negara di Bidang Politik <ul><li>Hak kemerdekaan berserikat dan berkumpul (UUD 1945 pasal 28, pasal 28E ayat 3) </li></ul><ul><li>Hak mendapatkan status kewarganegaraan (UUD 1945 pasal 26, pasal 28D ayat 4) </li></ul><ul><li>Hak memilih kewarganegaraan (UUD 1945 pasal 28E ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak memperoleh suaka politik dari negara lain (UUD 1945 pasal 28G ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (UUD 1945 pasal 27 ayat 1 dan pasal 28D ayat 3) </li></ul><ul><li>Hak memilih dan dipilih dalam pemilu. </li></ul><ul><li>Hak mendirikan partai politik, menjadi anggota partai politik </li></ul><ul><li>Hak mendirikan organisasi massa, menjadi anggota organisasi massa. </li></ul><ul><li>Hak menyampaikan pendapat di muka umum melalui demonstrasi. </li></ul><ul><li>dan sebagainya. </li></ul>
  42. 42. Hak Warga Negara di Bidang Hukum <ul><li>Hak persamaan didepan hukum (UUD 1945 pasal 27 ayat 1). </li></ul><ul><li>Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum (UUD 1945 pasal 28D ayat 1). </li></ul><ul><li>Hak memperoleh perlindungan terhadap diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta bendanya, hak memperoleh aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasinya (UUD 1945 pasal 28G ayat 1). </li></ul><ul><li>Hak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan (UUD 1945 pasal 28H ayat 2). </li></ul><ul><li>Hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (UUD 1945 pasal 28I ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak memperoleh perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan hukum (UU No 8 tahun 1981 tentang KUHAP) </li></ul>
  43. 43. Hak Warga Negara di Bidang Ekonomi <ul><li>Hak memperoleh pekerjaan, hak mencapai penghidupan yang layak (UUD 1945 pasal 27 ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak mengembangkan usaha di bidang ekonomi, hak ikut menikmati hasil-hasil pembangunan sesuai darma baktinya, hak mendapatkan kemakmuran secara adil dan merata (UUD 1945 pasal 33). </li></ul><ul><li>Hak untuk bekerja, mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (UUD 1945 pasal 28D ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak kebebasan memilih pekerjaan (UUD 1945 pasal 28E ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak mempunyai hak milik pribadi (UUD 1945 pasal 28H ayat 4) </li></ul>
  44. 44. Hak Warga Negara di Bidang Sosial-Budaya <ul><li>Hak mendapatkan pendidikan (pasal 31 ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak ikut serta mengembangkan kebudayaan nasional (pasal 32 ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak memperoleh jaminan kesejahteraan sosial (pasal 34) </li></ul><ul><li>Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perka-winan yang syah (pasal 28B ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, hak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat iptek, seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan kesejahteraan (paal 28C ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara (pasal 28C ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak mimilih pendidikan dan pengajaran (pasal 28E ayat 1). </li></ul>Hak warga negara dalam bidang sosial-budaya yang diatur dalam UUD 1945 antara lain :
  45. 45. <ul><li>Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengem-bangkan pribadi dan lingkungan sosialnya; hak mencari, memperoleh, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggu-nakan segala jenis saluran yang tersedia (pasal 28F) </li></ul><ul><li>Hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat manusia (pasal 28G ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, hak mendapatkan lingkung-an yang baik dan sehat, hak memperoleh pelayanan kesehatan (pasal 28H ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak mendapatkan jaminan sosial (pasal 28H ayat 3) </li></ul><ul><li>Hak untuk tidak diperbudak (pasal 28I ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminasi atas dasar apapun, hak untuk mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang diskriminatif (pasal 28I ayat 2) </li></ul>Hak bdiang sosial-budaya
  46. 46. Hak Warga Negara di Bidang Hankam <ul><li>Hak ikut serta dalam upaya pembelaan negara (UUD 1945 pasal 27 ayat 3). </li></ul><ul><li>Hak untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (UUD 1945 pasal 30 ayat 1) </li></ul>Hak warga negara dalam bidang hankam juga diatur dalam UU No 20 tahun 2002 tentang Pokok-Pokok Pertahanan dan Keamanan.
  47. 47. Hak Warga Negara sebagai Hak Pribadi <ul><li>Hak kebebasan mengeluarkan pendapat atau pikiran (pasal 28 dan pasal 28E ayat 3) </li></ul><ul><li>Hak memeluk agama dan beribadat sesuai agama dan kepercayaan masing-masing (pasal 29 ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak untuk hidup, hak mempertahankan hidup dan kehidupan (pasal 28A) </li></ul><ul><li>Hak kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkanya serta berhak kembali (pasal 28E ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran atau sikap sesuai hatinuraninya (pasal 28E ayat 2) </li></ul><ul><li>Hak bertempat tinggal (pasal 28H ayat 1) </li></ul><ul><li>Hak untuk hidup, hak kemerdekaan pikiran dan hati nuraninya (pasal 28I ayat 1) </li></ul>Hak warga negara sebagai hak pribadi yang diatur dalam UUD 1945, antara lain :
  48. 48. Kewajiban Warga Negara : <ul><li>menjunjung hukum (UUD 1945 pasal 27 ayat 1) </li></ul><ul><li>menjunjung pemerintahan (UUD 1945 pasal 27 ayat 1) </li></ul><ul><li>ikut serta dalam upaya pembelaan negara (UUD 1945 pasal 27 ayat 3) </li></ul><ul><li>menghormati hak asasi manusia orang lain (UUD 1945 pasal 28J ayat 1) </li></ul><ul><li>untuk tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan undang-undang, dalam melaksanakan hak dan kebebasannya (UUD 1945 pasal 28J ayat 2) </li></ul><ul><li>ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (UUD 1945 pasal 30 ayat 1) </li></ul><ul><li>mengikuti pendidikan dasar (UUD 1945 pasal 31 ayat 2) </li></ul><ul><li>Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan (Pembukaan UUD 1945 alinia I) </li></ul><ul><li>menghargai nilai-nilai persatuan, kemerdekaan dan kedaulatan (Pem-bukaan UUD 1945 alinia II) </li></ul><ul><li>menjunjung tinggi dan setia kepada konstitusi negara dan dasar negara (Pembukaan UUD 1945 alinia IV) </li></ul>
  49. 49. Contoh Sikap Perilaku Yang Mencerminkan Persamaan Kedudukan Warga Negara <ul><li>Menghargai dan menghormati kedudukan tiap individu dengan tidak menonjolkan perbedaan yang ada. </li></ul><ul><li>Mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. </li></ul><ul><li>Menumbukan sikap multikultural, yaitu sikap bersedia menerima adanya kesederajatan diantara keragaman budaya. </li></ul><ul><li>Mengembangkan sikap anti diskriminasi di berbagai keihudapan. </li></ul><ul><li>Mengembangkan sikap kerjasama menciptakan kondisi yang menunjang pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. </li></ul>

×