Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

DRR Concept

828 views

Published on

  • bagaimana cara downloadsnya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

DRR Concept

  1. 1. PENGANTARPENGURANGAN RESIKO BENCANA Oleh Renee Picasso Manoppo 1
  2. 2. TUJUAN 2
  3. 3. TUJUAN• Mengerti apa yang dimaksud dengan Ancaman, Kerentanan, Resiko, Pengurangan Resiko Bencana dan Kesiapsiagaan. 2
  4. 4. TUJUAN• Mengerti apa yang dimaksud dengan Ancaman, Kerentanan, Resiko, Pengurangan Resiko Bencana dan Kesiapsiagaan.• Dapat mengidentifikasi kegiatan pengurangan risiko dan kesiapsiagaan yang akan mengurangi kerentanan, mengurangi dampak dari keadaan darurat dan mendukung upaya untuk pengurangan resiko bencana. 2
  5. 5. ANCAMAN (Hazard) 3
  6. 6. ANCAMAN (Hazard)Suatu keadaan yang akibatkan oleh FENOMENA ALAMYANG LUAR BIASA ataupun MANUSIA yang berpotensimerusak atau mengancam kehidupan manusia,menyebabkan kehilangan harta-benda, matapencaharian, dan kerusakan lingkungan. Bahayatermasuk kondisi tersembunyi yang dapat menjadiancaman di masa depan dan mempunyai sumber yangberbeda seperti dari alam ataupun yang disebabkan olehmanusia. 3
  7. 7. JENIS-JENIS ANCAMAN 4
  8. 8. JENIS-JENIS ANCAMAN✴Banjir✴Angin ribut✴Badai dan petir✴Gempa bumi✴Gunung meletus✴Tanah longsor✴Tsunami✴Kebakaran✴kebakaran hutan Alam 4
  9. 9. JENIS-JENIS ANCAMAN✴Banjir✴Angin ribut✴Badai dan petir ✴ Teknologi (Bahan-bahan berbahaya, Pembangkit✴Gempa bumi tenaga nuklir, Pengeboran minyak atau sumber daya✴Gunung meletus mineral).✴Tanah longsor✴Tsunami ✴ Perang, Terorisme, Amuk Massa✴Kebakaran ✴ Biologi✴kebakaran hutan Alam Non Alam 4
  10. 10. KERENTANAN (Vulnerability) 5
  11. 11. KERENTANAN (Vulnerability)“Kondisi atau karakteristik Geologis, Biologis,Hidrologis, Klimatologis, Geografis, Sosial, Budaya,Politik, Ekonomi, dan Teknologi di suatu wilayahtertentu untuk jangka waktu tertentu yangmengurangi kemampuan mencegah, meredam, danmengurangi kemampuan untuk menghadapi dampakburuk bahaya tertentu”.- UU RI No. 23/2007 5
  12. 12. RISIKO (Risk) 6
  13. 13. RISIKO (Risk)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSI KERUGIAN YANGDITIMBULKAN OLEH BAHAYA DISUATU WILAYAH DALAM KURUNWAKTU TERTENTU. 6
  14. 14. RISIKO (Risk)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSI KERUGIAN YANGDITIMBULKAN OLEH BAHAYA DISUATU WILAYAH DALAM KURUNWAKTU TERTENTU. 6
  15. 15. RISIKO (Risk)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSI KERUGIAN YANGDITIMBULKAN OLEH BAHAYA DISUATU WILAYAH DALAM KURUNWAKTU TERTENTU. KERENTANAN(V) 6
  16. 16. RISIKO (Risk)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSI KERUGIAN YANGDITIMBULKAN OLEH BAHAYA DISUATU WILAYAH DALAM KURUNWAKTU TERTENTU. RESIKO KERENTANAN(V) 6
  17. 17. RISIKO (Risk)PRAKIRAAN ATAU KEMUNGKINAN POTENSI KERUGIAN YANGDITIMBULKAN OLEH BAHAYA DISUATU WILAYAH DALAM KURUNWAKTU TERTENTU. RESIKO KERENTANAN(V) Hazards X Vulnerability = Risk 6
  18. 18. BENCANA (Disaster) 7
  19. 19. BENCANA (Disaster)PERISTIWA ATAU RANGKAIAN PERISTIWA YANGMENGANCAM DAN MENGGANGGU KEHIDUPAN DANPENGHIDUPAN MASYARAKAT YANG DISEBABKAN, BAIKFAKTOR ALAM, NON ALAM DAN MANUSIA SEHINGGAMENIMBULKAN KORBAN JIWA, KERUSAKANLINGKUNGAN, KERUGIAN HARTA BENDA DAN DAMPAKPSIKOLOGIS. 7
  20. 20. BENCANA: Karakteristik dan Tipe 8
  21. 21. BENCANA: Karakteristik dan Tipe✦ Disebabkan oleh Alam (Natural Disaster) atau Manusia (Man Made Disaster)✦ Perlahan (Slow onset disaster) atau Tiba-tiba (Rapid Onset Disaster)✦ Dampak Kronis dan Kompleks✦ Menyebabkan Pengungsian dan/atau IDP’s (Internal Displaced Person)✦ Situasi keamanan menjadi tidak dapat dikendalikan terutama diwilayah konflik.✦ Menyebabkan konflik horisontal di antara masyarakat. 8
  22. 22. SKEMA HUBUNGAN H, V, R, D 9
  23. 23. SKEMA HUBUNGAN H, V, R, D BAHAYA RISIKO X BENCANAKERENTANAN 9
  24. 24. SKEMA HUBUNGAN H, V, R, D Faktor Pemicu BAHAYA RISIKO X BENCANAKERENTANAN 9
  25. 25. SKEMA HUBUNGAN H, V, R, D Faktor Pemicu BAHAYA RISIKO X BENCANA BENCANAKERENTANAN 9
  26. 26. APA YANG DIMAKSUD DENGAN PRB? 10
  27. 27. APA YANG DIMAKSUD DENGAN PRB?• “Sebuah Pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi, menilai dan mengurangi risiko bencana. (hal ini bertujuan untuk mengurangi kerentanan (Vulnerability)yang ada dimasyarakat serta bahaya (Hazard) yang dapat menjadi sebuah Bencana (Disaster)”. - Definisi Umum.• "Tindakan yang diambil untuk mengurangi risiko bencana dan dampak merugikan dari bahaya, melalui upaya yang sistematis untuk menganalisis dan mengelola penyebab bencana, melalui menghindari bahaya, mengurangi kerentanan sosial- ekonomi terhadap bahaya, dan peningkatan kesiapsiagaan”. - UN International Strategy for Disaster Reduction. Komponen kunci PRB bertujuan untuk: 1. Mencegah dampak bahaya atau mengurangi besaran bahaya tersebut. 2. Mengurangi Kerentanan (Vulnerability) Masyarakat. 10
  28. 28. Upaya-Upaya PRB 11
  29. 29. Upaya-Upaya PRBPenilaian Resiko + 11
  30. 30. Upaya-Upaya PRBPenilaian Resiko +Pencegahan danMitigasi Bencana + 11
  31. 31. Upaya-Upaya PRBPenilaian Resiko +Pencegahan danMitigasi Bencana + Kesiapsiagaan Bencana 11
  32. 32. Upaya-Upaya PRBPenilaian Resiko + PenguranganPencegahan dan ResikoMitigasi Bencana Bencana + Kesiapsiagaan Bencana 11
  33. 33. PRB ? 12
  34. 34. PRB ?• Bertujuan untuk mengurangi kerentanan dan dampak suatu bencana.• Menggunakan upaya-upaya Pencegahan, Mitigasi dan Kesiapsiagaan.• Memperkuat ketahanan dan kapasitas masyarakat.• Dilakukan dalam konteks “Sustainable Development” yang luas. 12
  35. 35. PANDUAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PROSES PRB 13
  36. 36. PANDUAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM PROSES PRB• Penilaian kerentanan harus menjadi bagian integral dan berkelanjutan bagi pekerjaan kemanusiaan.• Mengidentifikasi ketahanan masyarakat, sumber daya dan kapasitas merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan.• Bantuan dan Respon Bencana lebih sering menargetkan pada kerentanan saat ini saja, akan tetapi penting untuk mempertimbangkan kerentanan-kerentanan dan resiko dimasa yang akan datang.• Mengurangi kerentanan dan membangun ketahanan perlu melibatkan berbagai aktor yang ada dimasyarakat lokal. (Diakonie Katastrophenhilfe, Background and Component of Disaster Risk Reduction) 13
  37. 37. Kapan, Dimana dan Bagaimana PRB dilakukan 14
  38. 38. Kapan, Dimana dan Bagaimana PRB dilakukan PERINGATAN)DINI) KESIAPSIAGAAN) BENCANA) MITIGASI) RESPON) REKONSTRUKSI) REHABILITASI) 14
  39. 39. Kapan, Dimana dan Bagaimana PRB dilakukan PERINGATAN)DINI) KESIAPSIAGAAN) BENCANA) Sebelum MITIGASI) RESPON) Sesudah REKONSTRUKSI) REHABILITASI) 14
  40. 40. 15
  41. 41. • PRB merupakan pendekatan Manajemen Kebencanaan (Disaster Management) yang sangat luas, baik SEBELUM maupun SESUDAH bencana.• Merupakan “Cross-cutting issues” antara pekerjaan Humanitarian maupun Development, dimana: 15
  42. 42. • PRB merupakan pendekatan Manajemen Kebencanaan (Disaster Management) yang sangat luas, baik SEBELUM maupun SESUDAH bencana.• Merupakan “Cross-cutting issues” antara pekerjaan Humanitarian maupun Development, dimana: a. Menjadi bagian dalam program Bantuan dan Rehabilitasi pada saat setelah terjadi suatu bencana. b. Detached from actual disaster but in area which are projected to be disaster prone in the future, either because the area is known to be disaster prone area as a result of past events or because (scientific) projections indicate an area to become a disaster hot-spot zone. c. As Part of and coordinating with development project taking place in disaster-prone areas. 15
  43. 43. SIAPA SAJA YANG HARUS TERLIBAT DALAM PROSES PRB? 16
  44. 44. 17
  45. 45. PELIBATAN MASYARAKAT “Much has been learnt from the creative disasterprevention efforts of poor communities in developingcountries. Prevention policy is too important to be left togovernments and international agencies alone. Tosucceed, it must also engage civil society, the privatesector and the media.” Kofi Annan, IDNDR Programmeforum, Geneva, July 1999 18
  46. 46. TANTANGAN DAN PRIORITAS PRB 19
  47. 47. TANTANGAN DAN PRIORITAS PRB• Masyarakat harus memahami dan menerima bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup mereka sendiri - bukan hanya pemerintah saja yang harus menemukan dan memberikan solusi.• Transfer keahlian di tingkat lokal, misalnya sistem peringatan dini dan prosedur cocok untuk kebutuhan skala kecil.• Sistem atau kearifan lokal yang sudah ada di Masyarakat perli diperkuat dan dikembangkan untuk upaya-upaya Pengurangan Resiko Bencana.• Perlunya memperkuat kelompok-kelompok masyarakat ditingkat akar rumput dan organisasi berbasis komunitas yang ada dimasyarakat, termasuk organisasi perempuan, untuk mengambil tindakan dan berpartisipasi pada kegiatan pengurangan risiko bencana. 19
  48. 48. TERIMA KASIH 20

×