Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

kejanggalan teori evolusi Darwin

4,433 views

Published on

http://youll-knowit.blogspot.com

Published in: Education

kejanggalan teori evolusi Darwin

  1. 1. Kaum Evolusionis meyakini bahwa segala sesuatu baik hidup maupun tidakhidup muncul bukan karena penciptaan tetapi dari sebuah peristiwakebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur.Moyang Seleksi dan Mutasi Variasi
  2. 2. Seleksi alam tidak mampu menambahkan organ baru pada makhluk hidup, menghilangkan organ, atau mengubah makhluk itu menjadi spesies lain. Hal ini sungguh bertentangan dengan khayalan evolusionis. Karena seleksi alam tidak memunculkan bentuk baru yang sebelumnya Tidak ada.Colin patterson, seorang ahli paleontologi senior pada museum of naturalhistory di inggris, menegaskan bahwa seleksi alam tidak pernah ditemukan memiliki kekuatan yang menyebabkan sesuatu berevolusi: “Tidak seorang pun pernah menghasilkan suatu spesies melalui mekanisme seleksi alam.”
  3. 3. Tiga alasan utama mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti yangmendukung pernyataan evolusionis:1) Efek langsung dari mutasi membahayakan. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak makhluk hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan mem-perbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya.2) Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada dna suatu organisme. Mutasi tidak dapat memberi informasi genetika atau sifat baru. Mutasi hanya meng- akibatkan ketidaknormalan.3) Mutasi tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya . perubahan acak yang terjadi pada sel biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sebagai contoh, mata manusia yang berubah aki-bat efek radiasi atau sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.
  4. 4. Evolusionis menyebut variasi dalam suatu spesies sebagai buktikebenaran teorinya. Namun, variasi bukanlah bukti evolusi, karenavariasi hanya hasil aneka kombinasi informasi genetis yang sudah ada,dan tidak menambahkan karakteristik baru pada informasi genetis.Misalnya pada suatu spesies reptil, variasi menyebabkan kemunculanvarietas yang relatif berekor panjang atau berkaki pendek, karena baikinformasi tentang kaki pendek maupun panjang terdapat dalam kantunggen. Namun, variasi tidak mengubah reptil menjadi burung denganmenambahkan sayap atau bulu-bulu, atau dengan mengubahmetabolisme mereka. Perubahan demikian memerlukan penambahaninformasi genetis pada makhluk hidup, yang tidak mungkin terjadi dalamvariasi.
  5. 5. Teori Darwinis telah ditumbangkan pula oleh catatan fosil. Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun “bentuk-bentuk transisi” yangdiasumsikan Darwin sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif ke spesies lebih maju.ahli paleo-antropologi evolusionis dari Swiss, Stefan Bengston, mengakui ketiadaan mata rantai transisi saat ia menjelaskan tentang periode Kambrium. catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berevolusi daribentuk primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi muncul secara tiba-tibadan dalam keadaan sempurna. Ringkasnya, makhluk hidup tidak muncul melalui evolusi, tetapi diciptakan.
  6. 6. Fakta lain, yang membuktikan makhluk transisi tidak pernah ada:1. Mata Trilobita, muncul secara tiba-tiba pada periode Kambrium memiliki struktur mata yang sangat kompleks dan mata trilobita tetap bertahan hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikit pun.2. Robert L. Carrol, seorang evolusionis terkenal, penulis buku Vertebrate Paleontology and Evolution: “Kami tidak memiliki fosil peralihan antara ikan rhipidistian (favoritnya untuk ‘nenek moyang’ tetrapoda) dan amfibi-amfibi awal3. Ikan ini disebut Coelacanth dan diperkirakan berumur 410 juta tahun. Coelacanth diajukan sebagai bentuk transisi Namun pada tanggal 22 Desember 1938, terjadi sebuah penemuan yang sangat menarik di Samudera Hindia. Di sana berhasil ditangkap hidup-hidup salah satu anggota famili Coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk transisi yang telah punah 70 juta tahun lalu! Tak diragukan lagi, penemuan prototipe Coelacanth “hidup” ini menjadi pukulan hebat bagi para evolusionis.

×