SlideShare a Scribd company logo

Pentingnya menuntut ilmu

Tohar Latif
Tohar Latif
Tohar LatifHAMBA YANG DHO'IF at Hamba Allah

Pentingnya menuntut ilmu

1 of 5
Download to read offline
Pentingnya Menuntut Ilmu
Ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu
manusia membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan
Imam Ahmad Bin Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada
hajat mereka pada makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada
makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat
pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”. Keutamaan ilmu sangatlah banyak, bahkan
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Buah Ilmu menguraikan sampai 129 sisi
keutamaan ilmu, diantara keutamaan ilmu yaitu :

1. Setiap Muslim Wajib Menuntut Ilmu
Telah bersabda Rasulullah SAW “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim ”
(HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dll) Hadits Shahih ini menjelaskan dengan tegas
kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim yang telah baligh. Ilmu yang
dimaksud disini ialah ilmu din (ilmu agama), ilmu-ilmu agama yang wajib dituntut
oleh setiap muslim yaitu ilmu aqidah, ibadah, pengetahuan tentang halal dan
haram, akhlak dan hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang dia kerjakan di
dunia ini. Ilmu inilah yang diminta oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam do’anya.: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan
aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat” . (Diriwayatkan oleh
Ibnu Majah No. 3843).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Risalah Nabi meliputi dua hal yaitu
ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:
“Dialah Allah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) al Huda
(petunjuk) dan dienul haq (agama yang benar) untuk dimenangkan-Nya atas
segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya” (at Taubah:33).
Al Huda pada ayat di atas ialah ilmu yang bermanfaat sedangkan Dienul Haq ialah
amal shalih yang terdiri dari ikhlas karena Allah dan ittiba’ kepada Rasulullah.
Dengan ilmu inilah bakal tegak dienullah baik secara keyakinan, perkataan
maupun perbuatan.

2. Menuntut Ilmu Merupakan Ibadah
Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah yang paling agung dan
paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah,
sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122. Rosulullah bersabda
“Barang siapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada
dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmizi). Imam Ahmad berkata : “Ilmu itu
sesuatu yang tiada bandingnya bagi orang yang niatnya benar”. Bagaimanakah
benarnya niat itu wahai Abu Abdillah?” tanya orang-orang kepada beliau. Maka
beliau menjawab “yaitu berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan
orang lain”.

3. Ilmu Merupakan Syarat Sahnya Amal
Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata
dan beramal. Firman Allah: “Maka ketahuilah bahwa sesung-guhnya tidak ada
Illah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu serta bagi (dosa) orang-
orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu
berusaha dan tempat tinggalmu” (QS.Muhammad:19). Sehubungan dengan ini
Allah memerintahkan Nabi-Nya dengan dua hal yaitu berilmu lalu beramal, atau
berilmu sebelum beramal. Hal ini dapat kita lihat dari susunan ayat diatas, yaitu :
“Maka ketahuilah bahwa sesung-guhnya tidak ada ilah melainkan Allah…” Ayat ini
menunjukkan perintah untuk berilmu. Selanjutnya perintah ini diikuti perintah
beramal, yaitu : “…Dan mohonlah ampunan bagi dosamu…” . Dari ayat tersebut
dapat diketahui bahwa urutan ilmu mendahului urutan amal. Ilmu merupakan
syarat keabsahan perkataan dan perbuatan.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman : “Dan janganlah engkau mengucapkan
sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya. (Karena) sesungguhnya
pendengaran dan penglihatan dan hati (akal pikiran) semuanya itu akan ditanya ”
(Al Israa’ : 36). Dalam tafsirnya Imam Syaukani mengatakan “ Sesungguhnya
ayat-ayat ini menunjukkan atas tidak bolehnya beramal dengan tanpa ilmu ”. Dari
sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa Islam mewajibkan ilmu terlebih dahulu
sebelum berkata dan berbuat. Inilah pendidikan yang sangat tinggi dalam Islam
yang mendasari segala sesuatunya dengan ilmu.

Allah Subhanahu Wata’ala juga memerintahkan agar kita bertanya kepada ahli
ilmu jika kita tidak mengetahui, sebaimana firmanNya “Tanyalah ahli ilmu jika
memang kamu tidak tahu” (An Nahl 43 dan Al Anbiyaa’ 7). Al Imam Ibnul Qoyyim
di kitabnya miftahu daaris sa’aadah menafsirkan ahludz dzikri dengan ahli ilmu.
Dan dari ayat yang mulia ini Allah SWT mewajibkan dua golongan manusia yaitu
Ahli ilmu yang wajib bagi mereka menyebarkan ilmu dan tidak
menyembunyikannya serta orang-orang jahil (bodoh) yang wajib bagi mereka
bertanya kepada ahli ilmu bukan kepada orang-orang yang jahil (bodoh) juga.
Sebagaimana sabda Rasulullah “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan
serta merta dari hamba-Nya, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan dicabutnya
nyawa para ulama, hingga manakala Dia tidak menyisakan satu orang alimpun
(dalam riwayat lain: Hingga manakala tidak tertinggal satu orang alim pun),
manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh, maka
tatkala mereka akan ditanya (tentang masalah agama), lalu mereka akan ber-
fatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan .” (HR Bukhari dalam al
Ilmu 1/234 dan Muslim dalam al-Ilmu 16/223).
4. Ilmu merupakan ciri kebaikan seseorang
Dalam sebuah hadits dari Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu , Rosulullah bersabda :
“Barang siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan pahamkan
dia adalam (masalah) din (agama).” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no.71
dan Muslim no. 1037). Hadits ini menunjukkan tentang tanda-tanda Allah hendak
memberikan kebaikan pada seorang hamba yaitu dengan memberikan pemahaman
dalam masalah agama. Hal itu karena dengan paham tentang masalah agama, maka
dirinya akan menyembah Allah dengan ilmu dan juga akan menyeru orang lain
dengan ilmu juga.

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda : ”Yang terbaik di antara kalian adalah
orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya ” (HR. Al-Bukhari no. 5027).
Imam Ali berkata “nilai seseorang sesuai dengan apa yang dikuasainya”. Imam
Syafii mengatakan “Apabila engkau menghendaki dunia hendaklah dengan ilmu,
apabila engkau menghendaki akhirat hendaklah dengan ilmu dan apabila engkau
menghendaki keduanya hendaklah dengan ilmu”

5. Ilmu yang bermanfaat memiliki pahala yang sangat besar
Rasulullah bersabda : “Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah
pahala segala amalannya kecuali dari tiga perkara ; yaitu sadaqah jariyah, ilmu
yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya [HR. Muslim no. 1631].
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menyeru kepada
petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang
mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Barangsiapa yang
menyeru kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang
yang mengikutinya itu tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka” (HR.
Muslim no. 2674)

6. Ilmu akan mengangkat derajat manusia
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Allah mengangkat (derajat) orang-orang
yang beriman di antara kamu, sedangkan orang-orang yang diberi ilmu (Allah
angkat) beberepa derajat ”(Al Mujaadilah 11). Dalam ayat lain Allah berfirman :
“Katakanlah!apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak
mengetahui” (Az Zumar: 9).

7. Ilmu akan memudahkan seseorang masuk surga
Rosulullah bersabda :”Barang siap menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka
Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim). Imam Al Bukhari
dalam Kitab Shahihnya no. 6412 meriwayatkan bahwa Rosulallah bersabda :
“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memasukkan
orang tersebut pada salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat
mengatupkan sayapanya karena ridha kepada seluruh penuntut ilmu. Penghuni
langit dan bumi, sampai ikan sekalipun yang ada di dalam air memohonkan ampun
untuk seorang alim. Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang ahli ibadah
seperti keutamaan cahaya bulan purnama dibandingkan cahaya bintang-bintang.
Para ulama adalah pewaris para nabi, namun mereka tidak mewariskan dinar
maupun dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil
ilmu tersebut sungguh ia telah mendapatkan bagian yang banyak dari warisan
tersebut”

8. Ilmu akan menghidupkan hati
Ibnu Qoyim mengatakan bahwa sesungguhnya hati itu terancam mendapatkan dua
penyakit yaitu syubhat dan syahwat, jika hati itu menjangkitinya maka hati mati
karenanya. Semua penyakit ini penyebabnya adalah kebodohan dan obatnya
adalah ilmu. Di dalam Al Muwaththo karya Imam Malik disebutkan bahwa Lukman
berkata kepada anaknya:”Wahai anakku duduklah kamu bersama para ulama dan
dekatilah mereka dengan kedua lututmu (bergaul dengan mereka). Maka
sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta ‘ala menghidupkan hati-hati yang mati
dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan (menyuburkan) bumi dengan
hujan yang deras (Kitab Al llmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 228)

Oleh karena itu kebutuhan hati manusia terhadap cahaya ilmu merupakan
kebutuhan yang mendesak. Sebagaimana kebutuhan bumi terhadap turunnya
hujan tatkala terjadi kekeringan dan paceklik. Maka ilmu merupakan mutiara
yang sangat berharga bagi setiap muslim. Karena dengan ilmu jiwa jiwa manusia
akan hidup dan sebaliknya jiwa-jiwa mereka akan mati apabila tidak dibekali
dengan ilmu.

Sebagian orang-orang yang arif berkata “Bukankah orang yang sakit akan mati
tatkala tercegah dari makanan , minuman dan obat¬-obatan? maka dijawab
“Tentu saja, ” Mereka mengatakan “Demikian pula halnya dengan hati jika
terhalang dari ilmu dan hikmah maka akan mati.”
Maka tepat jika dikatakan bahwa ilmu merupakan makanan dan minuman hati,
serta penyembuh jiwa. karena kehidupan hati bersandar kepada ilmu. Maka
apabila ilmu telah sirna dari hati seseorang berarti hakekatnya dia telah mati.
Akan tetapi dia tidak merasakan kematian tersebut. Orang yang hatinya telah
mati ibarat seorang pemabuk yang hilang akalnya (disebabkan maksiat yang dia
lakukan ) (Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 144¬-145).

Sumber :

   1. Menanti Buah Hati dan Hadiah Buat Yang Dinanti, Ust. Abdul Hakim bin
      Amir Abdat
2. Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah Menyikapi Fenomena Tahdzir dan Hajr,
   Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-Abbad Al Badr

3. Syarah Adab dan Manfaat menuntut Ilmu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al
   Utsaimin
Ad

Recommended

More Related Content

What's hot

Aliran Khawarij
Aliran KhawarijAliran Khawarij
Aliran KhawarijRatih Aini
 
Makalah metode ijtihad dan macam macam ijtihad
Makalah  metode ijtihad dan macam macam ijtihadMakalah  metode ijtihad dan macam macam ijtihad
Makalah metode ijtihad dan macam macam ijtihadInternet Explorer
 
Islam dan Lingkungan Hidup
Islam dan Lingkungan HidupIslam dan Lingkungan Hidup
Islam dan Lingkungan HidupMahdif Indiarto
 
PPT Iman kepada rasul
PPT Iman kepada rasul PPT Iman kepada rasul
PPT Iman kepada rasul kiatbelajar95
 
Powerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrah
Powerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrahPowerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrah
Powerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrahnur hasyrah
 
Keutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmuKeutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmusarahmuthiah
 
Perilaku jujur (agama Islam) kelas X
Perilaku jujur (agama Islam) kelas XPerilaku jujur (agama Islam) kelas X
Perilaku jujur (agama Islam) kelas Xecstasya
 
Power point hadits menuntut ilmu
Power point hadits menuntut ilmuPower point hadits menuntut ilmu
Power point hadits menuntut ilmunisahanan86
 
Presentasi kerukunan antar umat beragama
Presentasi kerukunan antar umat beragamaPresentasi kerukunan antar umat beragama
Presentasi kerukunan antar umat beragamaArief Anzarullah
 
Presentasi integrasi iman, ilmu, dan amal
Presentasi  integrasi iman, ilmu, dan amalPresentasi  integrasi iman, ilmu, dan amal
Presentasi integrasi iman, ilmu, dan amalRizqy Putra
 
Makalah tentang syirik
Makalah tentang syirikMakalah tentang syirik
Makalah tentang syirikamrin syahrafi
 
Presentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point ThaharahPresentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point Thaharahjannahere
 
Ta'aruf Menurut Agama Islam
Ta'aruf Menurut Agama IslamTa'aruf Menurut Agama Islam
Ta'aruf Menurut Agama Islambagask_25
 
Adab Sebelum Ilmu
Adab Sebelum IlmuAdab Sebelum Ilmu
Adab Sebelum IlmuErwin Wahyu
 
PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1
PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1
PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1dayat7
 

What's hot (20)

ppt Ibadah
ppt Ibadah ppt Ibadah
ppt Ibadah
 
Aliran Khawarij
Aliran KhawarijAliran Khawarij
Aliran Khawarij
 
Makalah metode ijtihad dan macam macam ijtihad
Makalah  metode ijtihad dan macam macam ijtihadMakalah  metode ijtihad dan macam macam ijtihad
Makalah metode ijtihad dan macam macam ijtihad
 
Islam dan Lingkungan Hidup
Islam dan Lingkungan HidupIslam dan Lingkungan Hidup
Islam dan Lingkungan Hidup
 
PPT Iman kepada rasul
PPT Iman kepada rasul PPT Iman kepada rasul
PPT Iman kepada rasul
 
Powerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrah
Powerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrahPowerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrah
Powerpoint bekerja keras & tanggung jawab oleh nur hasyrah
 
Adab menuntut ilmu
Adab menuntut ilmuAdab menuntut ilmu
Adab menuntut ilmu
 
Keutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmuKeutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmu
 
Perilaku jujur (agama Islam) kelas X
Perilaku jujur (agama Islam) kelas XPerilaku jujur (agama Islam) kelas X
Perilaku jujur (agama Islam) kelas X
 
Power point hadits menuntut ilmu
Power point hadits menuntut ilmuPower point hadits menuntut ilmu
Power point hadits menuntut ilmu
 
Presentasi kerukunan antar umat beragama
Presentasi kerukunan antar umat beragamaPresentasi kerukunan antar umat beragama
Presentasi kerukunan antar umat beragama
 
Presentasi integrasi iman, ilmu, dan amal
Presentasi  integrasi iman, ilmu, dan amalPresentasi  integrasi iman, ilmu, dan amal
Presentasi integrasi iman, ilmu, dan amal
 
Makalah tentang syirik
Makalah tentang syirikMakalah tentang syirik
Makalah tentang syirik
 
Presentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point ThaharahPresentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point Thaharah
 
Kematian menurut al quran & hadist
Kematian menurut al quran & hadistKematian menurut al quran & hadist
Kematian menurut al quran & hadist
 
Tugas akhir
Tugas akhirTugas akhir
Tugas akhir
 
Pergaulan dalam islam
Pergaulan dalam islamPergaulan dalam islam
Pergaulan dalam islam
 
Ta'aruf Menurut Agama Islam
Ta'aruf Menurut Agama IslamTa'aruf Menurut Agama Islam
Ta'aruf Menurut Agama Islam
 
Adab Sebelum Ilmu
Adab Sebelum IlmuAdab Sebelum Ilmu
Adab Sebelum Ilmu
 
PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1
PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1
PPT Sejarah Nabi Muhammad smt 1
 

Viewers also liked

Ceramah islam tentang pergaulan bebas
Ceramah islam tentang pergaulan bebasCeramah islam tentang pergaulan bebas
Ceramah islam tentang pergaulan bebasAndi Temme
 
Kumpulan pidato bahasa arab
Kumpulan pidato bahasa arabKumpulan pidato bahasa arab
Kumpulan pidato bahasa arabAlso Dicky
 
Naskah pidato; berbakti kepada kedua orang tua
Naskah pidato; berbakti kepada kedua orang tuaNaskah pidato; berbakti kepada kedua orang tua
Naskah pidato; berbakti kepada kedua orang tuaAlvin 'Holocoust'
 
Pidato bahasa arab
Pidato bahasa arabPidato bahasa arab
Pidato bahasa arabsholihiyyah
 
Semangat menuntut ilmu
Semangat menuntut ilmuSemangat menuntut ilmu
Semangat menuntut ilmuZhafirah Yumna
 
Pidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasi
Pidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasiPidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasi
Pidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasiOperator Warnet Vast Raha
 
Belajar Pintar Itu Gampang!!!
Belajar Pintar Itu Gampang!!!Belajar Pintar Itu Gampang!!!
Belajar Pintar Itu Gampang!!!Hendra Surya
 
Contoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidup
Contoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidupContoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidup
Contoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidupOperator Warnet Vast Raha
 
Ceramah agama tentang jasa seorang ibu
Ceramah agama tentang jasa seorang ibuCeramah agama tentang jasa seorang ibu
Ceramah agama tentang jasa seorang ibuSonin Saputra
 
PIDATO (teknologi pendidikan)
PIDATO (teknologi pendidikan)PIDATO (teknologi pendidikan)
PIDATO (teknologi pendidikan)chrstinee
 
Keutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmuKeutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmuel-hafiy
 
Amanat pembina upacara 4 kata
Amanat pembina upacara 4 kataAmanat pembina upacara 4 kata
Amanat pembina upacara 4 katadangsuga
 
Text amanat pembina upacara berbahasa inggris
Text amanat pembina upacara berbahasa inggrisText amanat pembina upacara berbahasa inggris
Text amanat pembina upacara berbahasa inggrisriani yoshania
 

Viewers also liked (20)

Ceramah islam tentang pergaulan bebas
Ceramah islam tentang pergaulan bebasCeramah islam tentang pergaulan bebas
Ceramah islam tentang pergaulan bebas
 
Kumpulan pidato bahasa arab
Kumpulan pidato bahasa arabKumpulan pidato bahasa arab
Kumpulan pidato bahasa arab
 
Naskah pidato; berbakti kepada kedua orang tua
Naskah pidato; berbakti kepada kedua orang tuaNaskah pidato; berbakti kepada kedua orang tua
Naskah pidato; berbakti kepada kedua orang tua
 
Pidato bahasa arab
Pidato bahasa arabPidato bahasa arab
Pidato bahasa arab
 
Semangat menuntut ilmu
Semangat menuntut ilmuSemangat menuntut ilmu
Semangat menuntut ilmu
 
Pidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasi
Pidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasiPidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasi
Pidato bahasa indonesia teknologi informasi dan komunikasi
 
Belajar Pintar Itu Gampang!!!
Belajar Pintar Itu Gampang!!!Belajar Pintar Itu Gampang!!!
Belajar Pintar Itu Gampang!!!
 
Teks pidato shalat
Teks pidato shalatTeks pidato shalat
Teks pidato shalat
 
Kultum
KultumKultum
Kultum
 
Contoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidup
Contoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidupContoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidup
Contoh pidato bahasa indonesia bertema lingkungan hidup
 
Pidato bahasa indonesia
Pidato bahasa indonesiaPidato bahasa indonesia
Pidato bahasa indonesia
 
Ceramah agama tentang jasa seorang ibu
Ceramah agama tentang jasa seorang ibuCeramah agama tentang jasa seorang ibu
Ceramah agama tentang jasa seorang ibu
 
PIDATO (teknologi pendidikan)
PIDATO (teknologi pendidikan)PIDATO (teknologi pendidikan)
PIDATO (teknologi pendidikan)
 
Keutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmuKeutamaan menuntut ilmu
Keutamaan menuntut ilmu
 
Pidato bahasa indonesia
Pidato bahasa indonesiaPidato bahasa indonesia
Pidato bahasa indonesia
 
Cerpen bahasa indonesia
Cerpen bahasa indonesiaCerpen bahasa indonesia
Cerpen bahasa indonesia
 
Amanat pembina upacara 4 kata
Amanat pembina upacara 4 kataAmanat pembina upacara 4 kata
Amanat pembina upacara 4 kata
 
Text amanat pembina upacara berbahasa inggris
Text amanat pembina upacara berbahasa inggrisText amanat pembina upacara berbahasa inggris
Text amanat pembina upacara berbahasa inggris
 
Pidato 17 agustus
Pidato 17 agustusPidato 17 agustus
Pidato 17 agustus
 
Pidato Remaja
Pidato RemajaPidato Remaja
Pidato Remaja
 

Similar to Pentingnya menuntut ilmu

Kedudukan Ilmu dalam Pandangan Islam
Kedudukan Ilmu dalam Pandangan IslamKedudukan Ilmu dalam Pandangan Islam
Kedudukan Ilmu dalam Pandangan IslamFarhan Bernawan
 
Meletakkan Landasan dalam Menuntut Ilmu
Meletakkan Landasan dalam Menuntut IlmuMeletakkan Landasan dalam Menuntut Ilmu
Meletakkan Landasan dalam Menuntut IlmuMawar'99
 
PERSENTASI LANJUTAN bab.pptx
PERSENTASI LANJUTAN bab.pptxPERSENTASI LANJUTAN bab.pptx
PERSENTASI LANJUTAN bab.pptxJamaludinFikri1
 
Islam akal, fikir, rasional, cerdas, intelek
Islam akal, fikir, rasional, cerdas, intelekIslam akal, fikir, rasional, cerdas, intelek
Islam akal, fikir, rasional, cerdas, intelekYuliana Seputra
 
15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-baru15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-barukatrokxx
 
15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-baru15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-barukatrokxx
 
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docxMAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docxAsriLadjagang
 
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan Muhammad Mauladi
 
Pentingnya Niat dan Ngaji
Pentingnya Niat dan NgajiPentingnya Niat dan Ngaji
Pentingnya Niat dan NgajiErwin Wahyu
 
Nikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuan
Nikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuanNikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuan
Nikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuanFitriHastuti2
 
Tafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuanTafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuanAyu Kharisma
 
Adab dan etika menuntut ilmu.ppt
Adab dan etika menuntut ilmu.pptAdab dan etika menuntut ilmu.ppt
Adab dan etika menuntut ilmu.pptssuser519bb5
 
Konsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq Tasawuf
Konsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq TasawufKonsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq Tasawuf
Konsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq Tasawufade orreo
 
1. ilmu, ijtihad & jihad 2
1. ilmu, ijtihad & jihad 21. ilmu, ijtihad & jihad 2
1. ilmu, ijtihad & jihad 2Abdul Aziz
 
Keutamaan menuntut ilmu syar'i
Keutamaan menuntut ilmu syar'iKeutamaan menuntut ilmu syar'i
Keutamaan menuntut ilmu syar'iLalu Ihwandi
 

Similar to Pentingnya menuntut ilmu (20)

Al ilmu1
Al ilmu1Al ilmu1
Al ilmu1
 
Kedudukan Ilmu dalam Pandangan Islam
Kedudukan Ilmu dalam Pandangan IslamKedudukan Ilmu dalam Pandangan Islam
Kedudukan Ilmu dalam Pandangan Islam
 
Islam & ip
Islam & ipIslam & ip
Islam & ip
 
Meletakkan Landasan dalam Menuntut Ilmu
Meletakkan Landasan dalam Menuntut IlmuMeletakkan Landasan dalam Menuntut Ilmu
Meletakkan Landasan dalam Menuntut Ilmu
 
Pengajian islam v. 1
Pengajian islam v. 1Pengajian islam v. 1
Pengajian islam v. 1
 
PERSENTASI LANJUTAN bab.pptx
PERSENTASI LANJUTAN bab.pptxPERSENTASI LANJUTAN bab.pptx
PERSENTASI LANJUTAN bab.pptx
 
Islam akal, fikir, rasional, cerdas, intelek
Islam akal, fikir, rasional, cerdas, intelekIslam akal, fikir, rasional, cerdas, intelek
Islam akal, fikir, rasional, cerdas, intelek
 
15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-baru15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-baru
 
15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-baru15 adab-menuntut-ilmu-baru
15 adab-menuntut-ilmu-baru
 
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docxMAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
MAKALAH AIK V_KELOMPOK 3.docx
 
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Islam Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan
 
Pentingnya Niat dan Ngaji
Pentingnya Niat dan NgajiPentingnya Niat dan Ngaji
Pentingnya Niat dan Ngaji
 
Islam dan Ilmu Pengetahuan
Islam dan Ilmu PengetahuanIslam dan Ilmu Pengetahuan
Islam dan Ilmu Pengetahuan
 
Nikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuan
Nikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuanNikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuan
Nikmatnya menuntut ilmu dan berbagi ilmu pengetahuan
 
Tafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuanTafsir ilmu pengetahuan
Tafsir ilmu pengetahuan
 
Adab dan etika menuntut ilmu.ppt
Adab dan etika menuntut ilmu.pptAdab dan etika menuntut ilmu.ppt
Adab dan etika menuntut ilmu.ppt
 
BAB 3 .ppt
BAB 3 .pptBAB 3 .ppt
BAB 3 .ppt
 
Konsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq Tasawuf
Konsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq TasawufKonsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq Tasawuf
Konsep Ilmu Akhlaq _ Akhlaq Tasawuf
 
1. ilmu, ijtihad & jihad 2
1. ilmu, ijtihad & jihad 21. ilmu, ijtihad & jihad 2
1. ilmu, ijtihad & jihad 2
 
Keutamaan menuntut ilmu syar'i
Keutamaan menuntut ilmu syar'iKeutamaan menuntut ilmu syar'i
Keutamaan menuntut ilmu syar'i
 

Pentingnya menuntut ilmu

  • 1. Pentingnya Menuntut Ilmu Ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”. Keutamaan ilmu sangatlah banyak, bahkan Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Buah Ilmu menguraikan sampai 129 sisi keutamaan ilmu, diantara keutamaan ilmu yaitu : 1. Setiap Muslim Wajib Menuntut Ilmu Telah bersabda Rasulullah SAW “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim ” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dll) Hadits Shahih ini menjelaskan dengan tegas kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim yang telah baligh. Ilmu yang dimaksud disini ialah ilmu din (ilmu agama), ilmu-ilmu agama yang wajib dituntut oleh setiap muslim yaitu ilmu aqidah, ibadah, pengetahuan tentang halal dan haram, akhlak dan hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang dia kerjakan di dunia ini. Ilmu inilah yang diminta oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam do’anya.: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat” . (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah No. 3843). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Risalah Nabi meliputi dua hal yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, sebagaimana terdapat dalam firman Allah: “Dialah Allah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) al Huda (petunjuk) dan dienul haq (agama yang benar) untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya” (at Taubah:33). Al Huda pada ayat di atas ialah ilmu yang bermanfaat sedangkan Dienul Haq ialah amal shalih yang terdiri dari ikhlas karena Allah dan ittiba’ kepada Rasulullah. Dengan ilmu inilah bakal tegak dienullah baik secara keyakinan, perkataan maupun perbuatan. 2. Menuntut Ilmu Merupakan Ibadah Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah yang paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah, sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122. Rosulullah bersabda “Barang siapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmizi). Imam Ahmad berkata : “Ilmu itu sesuatu yang tiada bandingnya bagi orang yang niatnya benar”. Bagaimanakah benarnya niat itu wahai Abu Abdillah?” tanya orang-orang kepada beliau. Maka
  • 2. beliau menjawab “yaitu berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain”. 3. Ilmu Merupakan Syarat Sahnya Amal Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata dan beramal. Firman Allah: “Maka ketahuilah bahwa sesung-guhnya tidak ada Illah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu serta bagi (dosa) orang- orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu” (QS.Muhammad:19). Sehubungan dengan ini Allah memerintahkan Nabi-Nya dengan dua hal yaitu berilmu lalu beramal, atau berilmu sebelum beramal. Hal ini dapat kita lihat dari susunan ayat diatas, yaitu : “Maka ketahuilah bahwa sesung-guhnya tidak ada ilah melainkan Allah…” Ayat ini menunjukkan perintah untuk berilmu. Selanjutnya perintah ini diikuti perintah beramal, yaitu : “…Dan mohonlah ampunan bagi dosamu…” . Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa urutan ilmu mendahului urutan amal. Ilmu merupakan syarat keabsahan perkataan dan perbuatan. Dalam ayat yang lain Allah berfirman : “Dan janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya. (Karena) sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati (akal pikiran) semuanya itu akan ditanya ” (Al Israa’ : 36). Dalam tafsirnya Imam Syaukani mengatakan “ Sesungguhnya ayat-ayat ini menunjukkan atas tidak bolehnya beramal dengan tanpa ilmu ”. Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa Islam mewajibkan ilmu terlebih dahulu sebelum berkata dan berbuat. Inilah pendidikan yang sangat tinggi dalam Islam yang mendasari segala sesuatunya dengan ilmu. Allah Subhanahu Wata’ala juga memerintahkan agar kita bertanya kepada ahli ilmu jika kita tidak mengetahui, sebaimana firmanNya “Tanyalah ahli ilmu jika memang kamu tidak tahu” (An Nahl 43 dan Al Anbiyaa’ 7). Al Imam Ibnul Qoyyim di kitabnya miftahu daaris sa’aadah menafsirkan ahludz dzikri dengan ahli ilmu. Dan dari ayat yang mulia ini Allah SWT mewajibkan dua golongan manusia yaitu Ahli ilmu yang wajib bagi mereka menyebarkan ilmu dan tidak menyembunyikannya serta orang-orang jahil (bodoh) yang wajib bagi mereka bertanya kepada ahli ilmu bukan kepada orang-orang yang jahil (bodoh) juga. Sebagaimana sabda Rasulullah “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta dari hamba-Nya, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan dicabutnya nyawa para ulama, hingga manakala Dia tidak menyisakan satu orang alimpun (dalam riwayat lain: Hingga manakala tidak tertinggal satu orang alim pun), manusia akan menjadikan pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh, maka tatkala mereka akan ditanya (tentang masalah agama), lalu mereka akan ber- fatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan .” (HR Bukhari dalam al Ilmu 1/234 dan Muslim dalam al-Ilmu 16/223).
  • 3. 4. Ilmu merupakan ciri kebaikan seseorang Dalam sebuah hadits dari Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu , Rosulullah bersabda : “Barang siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan pahamkan dia adalam (masalah) din (agama).” (Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no.71 dan Muslim no. 1037). Hadits ini menunjukkan tentang tanda-tanda Allah hendak memberikan kebaikan pada seorang hamba yaitu dengan memberikan pemahaman dalam masalah agama. Hal itu karena dengan paham tentang masalah agama, maka dirinya akan menyembah Allah dengan ilmu dan juga akan menyeru orang lain dengan ilmu juga. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda : ”Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya ” (HR. Al-Bukhari no. 5027). Imam Ali berkata “nilai seseorang sesuai dengan apa yang dikuasainya”. Imam Syafii mengatakan “Apabila engkau menghendaki dunia hendaklah dengan ilmu, apabila engkau menghendaki akhirat hendaklah dengan ilmu dan apabila engkau menghendaki keduanya hendaklah dengan ilmu” 5. Ilmu yang bermanfaat memiliki pahala yang sangat besar Rasulullah bersabda : “Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah pahala segala amalannya kecuali dari tiga perkara ; yaitu sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya [HR. Muslim no. 1631]. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya itu tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka” (HR. Muslim no. 2674) 6. Ilmu akan mengangkat derajat manusia Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu, sedangkan orang-orang yang diberi ilmu (Allah angkat) beberepa derajat ”(Al Mujaadilah 11). Dalam ayat lain Allah berfirman : “Katakanlah!apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui” (Az Zumar: 9). 7. Ilmu akan memudahkan seseorang masuk surga Rosulullah bersabda :”Barang siap menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim). Imam Al Bukhari dalam Kitab Shahihnya no. 6412 meriwayatkan bahwa Rosulallah bersabda : “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memasukkan orang tersebut pada salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat mengatupkan sayapanya karena ridha kepada seluruh penuntut ilmu. Penghuni
  • 4. langit dan bumi, sampai ikan sekalipun yang ada di dalam air memohonkan ampun untuk seorang alim. Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang ahli ibadah seperti keutamaan cahaya bulan purnama dibandingkan cahaya bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, namun mereka tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut sungguh ia telah mendapatkan bagian yang banyak dari warisan tersebut” 8. Ilmu akan menghidupkan hati Ibnu Qoyim mengatakan bahwa sesungguhnya hati itu terancam mendapatkan dua penyakit yaitu syubhat dan syahwat, jika hati itu menjangkitinya maka hati mati karenanya. Semua penyakit ini penyebabnya adalah kebodohan dan obatnya adalah ilmu. Di dalam Al Muwaththo karya Imam Malik disebutkan bahwa Lukman berkata kepada anaknya:”Wahai anakku duduklah kamu bersama para ulama dan dekatilah mereka dengan kedua lututmu (bergaul dengan mereka). Maka sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta ‘ala menghidupkan hati-hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan (menyuburkan) bumi dengan hujan yang deras (Kitab Al llmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 228) Oleh karena itu kebutuhan hati manusia terhadap cahaya ilmu merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebagaimana kebutuhan bumi terhadap turunnya hujan tatkala terjadi kekeringan dan paceklik. Maka ilmu merupakan mutiara yang sangat berharga bagi setiap muslim. Karena dengan ilmu jiwa jiwa manusia akan hidup dan sebaliknya jiwa-jiwa mereka akan mati apabila tidak dibekali dengan ilmu. Sebagian orang-orang yang arif berkata “Bukankah orang yang sakit akan mati tatkala tercegah dari makanan , minuman dan obat¬-obatan? maka dijawab “Tentu saja, ” Mereka mengatakan “Demikian pula halnya dengan hati jika terhalang dari ilmu dan hikmah maka akan mati.” Maka tepat jika dikatakan bahwa ilmu merupakan makanan dan minuman hati, serta penyembuh jiwa. karena kehidupan hati bersandar kepada ilmu. Maka apabila ilmu telah sirna dari hati seseorang berarti hakekatnya dia telah mati. Akan tetapi dia tidak merasakan kematian tersebut. Orang yang hatinya telah mati ibarat seorang pemabuk yang hilang akalnya (disebabkan maksiat yang dia lakukan ) (Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 144¬-145). Sumber : 1. Menanti Buah Hati dan Hadiah Buat Yang Dinanti, Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat
  • 5. 2. Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah Menyikapi Fenomena Tahdzir dan Hajr, Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-Abbad Al Badr 3. Syarah Adab dan Manfaat menuntut Ilmu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin