Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
RATNA WIDIASTUTI, S.Psi., M.A., Psi.
BK-FKIP-UNIVERSITAS LAMPUNG

Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi.

1
 Gangguan

perkembangan masa anak adalah
berbagai jenis masalah perkembangan yang
potensial terjadi pada masa, yaitu usia...
 usia

bayi  gangguan pada perkembangan
berbahasa, pertumbuhan , demam tinggi yang
berisiko memunculkan gangguan lainnya...
Pentingnya Deteksi Dini Masa anak  masa anak
merupakan dasar pembentukan fisik dan
kepribadian pada masa berikutnya  mas...
 Kenali

tugas perkembangan sesuai usia anak  tugastugas yang harus dimiliki anak pada usia tertentu.
 Penilaian baik-b...
Kenali pola dan irama perkembangan anak  Secara
universal anak memiliki pola (urutan) perkembangan yang
sama.
 Meskipun ...
Pihak sekolah juga diharapkan dapat memberi peluang
terjadinya transfer informasi tentang berbagai gangguan
perkembangan a...
 Mengapa

hrs sgr ditangani?
 Bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan
menimbulkan berbagai bentuk gangguan
emosi...
a. Mudah menangkap pelajaran, petunjuk, atau
instruksi yang diberikan, tetapi cenderung malas
melakukan aktivitas belajar,...
e. Memiliki daya tangkap yang bagus, tetapi
cenderung hiperaktif dan kurang mampu
menyeuaikan diri.
f. Memiliki daya imagi...
 Anak

yang sulit mengendari sepeda, mengancingkan
baju atau menggunakan gunting, merupakan salah
satu ciri dari gangguan...
Manifestasinya berupa perkembangan motorik anak sejak
bayi hingga usia tertentu terlambat, misalnya duduk,
tengkurap, mera...
GANGGUAN PERKEMBANGAN MOTORIK
• GAMBARAN UTAMA ADALAH HENDAYA (gangguan)
BERAT DALAM PERKEMBANGAN KOORDINASI
MOTORIK, YANG...
• ANAK TAMPAK LAMBAN DALAM GERAK HALUS &
KASAR
• BENDA YANG DIPEGANG SERING JATUH
• TIDAK PANDAI MENGGAMBAR, TULISANNYA SA...
II. GANGGUAN PERKEMBANGAN BERBICARA
DAN BERBAHASA
-POLA NORMAL PENGUASAAN BAHASA TERGANGGU
SEJAK FASE AWAL PERKEMBANGAN
-T...
 MACAM

GANGGUAN PERKEMBANGAN BERBAHASA
1. GANGGUAN ARTIKULASI BERBICARA :
 - PENGGUNAAN SUARA SESUAI DENGAN USIA
MENTAL...
2. GANGGUAN BERBICARA EKSPRESIF
 KEMAMPUAN ANAK DALAM MENGEKSPRESIKAN
BAHASA DENGAN BERBICARA , DIBAWAH RATA2
ANAK DALAM ...
GANGGUAN BERBICARA EKSPRESIF
• -GAGAL DALAM MENGGUNAKAN ATURAN TATA
BAHASA SEPERTI KATA PENGHUBUNG, KATA GANTI
DSB
• -KESU...
3. GANGGUAN BERBAHASA RESEPTIF
• PENGERTIAN BAHASA NYA DIBAWAH KEMAMPUAN
RATA2 ANAK SESUAI UMUR MENTALNYA
• TIDAK DIDAPATK...
III. GANGGUAN PERKEMBANGAN BELAJAR
• DIMULAI SEJAK AWAL PERKEMBANGAN
• TIDAK DISEBABKAN RETARDASI MENTAL, KELAINAN
NEUROLO...
1. GANGGUAN MEMBACA/ DISLEKSIA
• BIASANYA DIDAHULUI OLEH RIWAYAT GANGGUAN
PERKEMBANGAN BERBICARA ATAU BERBAHASA.
• PADA AW...
2. GANGGUAN BERHITUNG/DISKALKULIA
• KEKURANGANNYA ADALAH PENGUASAAN PADA
KEMAMPUAN DASAR BERHITUNG YAITU : TAMBAH,
KURANG,...
IV. AUTISME MASA KANAK
• MUNCUL SEBELUM USIA 3 TAHUN
• TIDAK JELAS ADANYA PERKEMBANGAN YANG
NORMAL SEBELUMNYA
• HENDAYA KU...
 Ginanjar

(2001): autisme adalah gangguan
perkembangan yang kompleks yang disebabkan oleh
adanya kerusakan pada otak, se...
 Interaksi

sosial pada anak autisme dibagi dalam 3
kelompok, yaitu:
 Menyendiri (aloof): banyak terlihat pada anak-anak...
Hambatan sosial pada anak autisme akan berubah sesuai
dengan perkembangan usia. Biasanya, dengan
bertambahnya usia maka ha...
 Anak

autisme gagal dalam mengembangkan
permainan bersama teman-temannya, mereka lebih
suka bermain sendiri. Keinginan u...
 Hambatan

kualitatif dalam komunikasi
verbal/non-verbal dan dalam bermain
 Keterlambatan dan abnormalitas dalam berbaha...
 Biasanya

mereka tidak menunjukkan atau memakai
gerakan tubuh untuk menyampaikan keinginannya,
tetapi dengan mengambil t...
 Bila

bertanya sering menggunakan kata ganti orang
dengan terbalik, seperti "saya" menjadi "kamu" dan
menyebut diri send...
Mereka akan terus mengulang-ulang pertanyaan biarpun
mereka telah mengetahui jawabannya atau
memperpanjang pembicaraan ten...
Aktivitas dan minat yang terbatas
 Abnormalitas dalam bermain terlihat pada anak
autisme, seperti stereotip, diulang-ulan...
Mereka juga sering memaksa orangtua untuk mengulang
suatu kata atau potongan kata.
 Dalam hal minat: terbatas, sering ane...








Gangguan kognitif
Hampir 75-80% anak autisme mengalami retardasi mental
dengan derajat rata-rata sedang. Mena...








Respons abnormal terhadap perangsangan indera
Beberapa anak menunjukkan hipersensitivitas terhadap suara
(hip...












Gangguan afek dan mood
Beberapa anak menunjukkan perubahan mood yang tiba-tiba,
mungkin menangis atau ...
Diagnosis Banding
 Gangguan autisme musti dibedakan dengan:
 Retardasi mental: ketrampilan sosial dan komunikasi
verbal ...
PENANGAN YANG SPESIFIK, YAKNI:
Anak:
 Ajari keterampilan berkomunikasi (non-verbal).
Tingkatkan ketrampilan sosial (denga...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Learning disorder

1,712 views

Published on

gangguan belajar pada anak anak

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Learning disorder

  1. 1. RATNA WIDIASTUTI, S.Psi., M.A., Psi. BK-FKIP-UNIVERSITAS LAMPUNG Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 1
  2. 2.  Gangguan perkembangan masa anak adalah berbagai jenis masalah perkembangan yang potensial terjadi pada masa, yaitu usia anak 0-12 tahun.  Pada dasarnya, tiap-tiap tahap perkembangan memiliki potensi gangguan perkembangan berbeda-beda, tergantung pada tugas perkembangan yang diemban masing-masing usia. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 2
  3. 3.  usia bayi  gangguan pada perkembangan berbahasa, pertumbuhan , demam tinggi yang berisiko memunculkan gangguan lainnya.  usia sekolah  aktivitas anak mencapai puncaknya  kemungkinan terjadinya kelelahan atau kecelakaan yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan motorik.  Gangguan perkembangan lain yang banyak muncul pada masa anak  gangguan bicara, gangguan berbahasa, keterlambatan mental, autism, lambat belajar, gangguan pemusatan perhatian (attention deficit disorder) Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 3
  4. 4. Pentingnya Deteksi Dini Masa anak  masa anak merupakan dasar pembentukan fisik dan kepribadian pada masa berikutnya  masa anak merupakan "masa emas" mempersiapkan seorang individu menghadapi tuntutan zaman sesuai potensinya.  Jika terjadi gangguan perkembangan, apa pun bentuknya, deteksi yang dilakukan sedini mungkin merupakan kunci penting keberhasilan program intervensi yang dilakukan. Semakin dini gangguan perkembangan terdeteksi, semakin tinggi pula kemungkinan tercapainya tujuan intervensi atau koreksi atas gangguan yang terjadi.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 4
  5. 5.  Kenali tugas perkembangan sesuai usia anak  tugastugas yang harus dimiliki anak pada usia tertentu.  Penilaian baik-buruknya perkembangan anak tergantung pada tercapainya tuntutan atau tugas perkembangan sesuai usianya  Misalnya, tugas perkembangan masa bayi adalah merangkak, berdiri, berjalan (dalam hal perkembangan motorik), mengoceh,dan mengucapkan kata (perkembangan bahasa); tugas perkembangan masa kanak-kanak (3-6 tahun) adalah berkomunikasi dengan orang lain,belajar kemandirian, dan mempersiapkan diri masuk sekolah.  Mengenali tugas perkembangan sesuai usia anak memungkinkan deteksi dini gangguan perkembangan. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 5
  6. 6. Kenali pola dan irama perkembangan anak  Secara universal anak memiliki pola (urutan) perkembangan yang sama.  Meskipun memiliki pola sama, anak bisa memiliki irama (kecepatan) perkembangan berbeda dari anak lain  Anak mungkin mulai berbicara pada usia 14 bulan, tetapi dia belum bisa berjalan tanpa bantuan; Sementara anak lain dengan usia yang sama sudah mampu berjalan sendiri, tapi tidak mengucapkan kata-kata.  Pemenuhan tugas perkembangan merupakan patokan umum yang seharusnya dicapai dalam rentang usia tertentu  stimulasi pada anak memang perlu terus-menerus dilakukan,tapi jangan sampai memaksa anak melakukan apa yang diharapkan orangtua  lebih penting mengenali apakah anak ybs. memenuhi pola yang normal meskipun kecepatannya bisa berbeda dengan anak lain.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 6
  7. 7. Pihak sekolah juga diharapkan dapat memberi peluang terjadinya transfer informasi tentang berbagai gangguan perkembangan anak  Lakukan pencatatan serta pengamatan terhadap perkembangan anak dan perubahan dalam lingkungannya.  Pos pelayanan terpadu (posyandu) merupakan salah satu sarana memperoleh catatan perkembangan anak, khususnya anak di bawah usia lima tahun.  Meskipun tidak dimungkiri bahwa perkembangan mental dan psikologis berpengaruh timbal balik secara erat dengan perkembangan fisik, perubahan dan gejala lain di luar perkembangan fisik, kurang mendapat perhatian (misalnya,perkembangan berbahasa,rentang konsentrasi, perkembangan motorik halus dan motorik kasar).  Hal-hal yang perlu diamati disesuaikan tugas perkembangan pada usianya dan kebiasaan masing-masing anak. Carilah informasi jika Anda mencurigai perubahan, kelambatan, atau perilaku yang tampaknya kurang wajar.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 7
  8. 8.  Mengapa hrs sgr ditangani?  Bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional (psikiatrik) yang akan berdampak buruk bagiperkembangan kualitas hidupnya di kemudian hari Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 8
  9. 9. a. Mudah menangkap pelajaran, petunjuk, atau instruksi yang diberikan, tetapi cenderung malas melakukan aktivitas belajar, mudah bosan, meremehkan, bahkan penolakan. b. Memiliki pengetahuan yang luas, tetapi cenderung kurang mampu melakukan tugas-tugas akademik secara akurat dan memuaskan. c. Dikenal sebagai siswa yang cukup pandai, tetapi mengalami kesulitan dalam satu atau lebih bidang akademik dan tidak mampu memanfaatkan kepandaiannya tersebut untuk mencapai prestasi akademik tinggi. d. Memiliki kesenjangan yang cukup signifikan antara skor tes kemampuan verbal dan performennya. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 9
  10. 10. e. Memiliki daya tangkap yang bagus, tetapi cenderung hiperaktif dan kurang mampu menyeuaikan diri. f. Memiliki daya imaginatif yang tinggi, tetapi cenderung emosional. g. Mampu mengambil keputusan dengan cepat, tetapi cenderung kurang disertai pertimbangan yang matang, terburu-buru, semaunya. h. Lebih cepat dalam belajar dan mengerjakan suatu persoalan, tetapi cenderung malas dan memiliki toleransi yang rendah terhadap frustrasi. i. Lebih percaya diri, tetapi cenderung meremehkan dan menolak tugas-tugas yang diberikan dengan berbagai alasan. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 10
  11. 11.  Anak yang sulit mengendari sepeda, mengancingkan baju atau menggunakan gunting, merupakan salah satu ciri dari gangguan perkembangan koordinasi motorik (development coordination disorder/DCD). DCD diketahui diderita 1 dari 20 anak usia sekolah.  Ciri utamanya adalah gangguan perkembangan motorik, terutama motorik halus. Sebenarnya gangguan ini mengenai motorik kasar dan motorik halus, tetapi yang sangat berpengaruh pada fungsi belajar adalah fungsi motorik halusnya. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 11
  12. 12. Manifestasinya berupa perkembangan motorik anak sejak bayi hingga usia tertentu terlambat, misalnya duduk, tengkurap, merangkak, berlari. Kemampuan olahraga anak juga kurang. Anak lebih sulit mengatur keseimbangan setelah melakukan gerakan dan keseimbangan saat berdiri.  Anak DCD biasanya juga mengalami gangguan lain, seperti gangguan konsentrasi atau masalah keterlambatan bicara pada anak.   anak dengan fungsi koordinasi yang buruk akan berdampak pada kemampuannya melakukan aktivitas fisik dan dalam waktu lama bisa memengaruhi berat badannya. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 12
  13. 13. GANGGUAN PERKEMBANGAN MOTORIK • GAMBARAN UTAMA ADALAH HENDAYA (gangguan) BERAT DALAM PERKEMBANGAN KOORDINASI MOTORIK, YANG TIDAK DISEBABKAN OLEH RETARDASI MENTAL, GANGGUAN NEUROLOGIS YG DIDAPAT, MAUPUN KONGENITAL. • GANGGUAN INI BISA BERSAMAAN DENGAN KESULITAN BICARA • ANAK TAMPAK ANEH DALAM BERJALAN, SERING JATUH, TERSANDUNG, DAN MENABRAK • LAMBAT BELAJAR BERLARI, MELOMPAT, DAN NAIK TURUN TANGGA • KESULITAN MENGIKAT SEPATU • KESULITAN MEMASANG DAN MELEPASKAN KANCING, MELEMPAR DAN MENANGKAP BOLA Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 13
  14. 14. • ANAK TAMPAK LAMBAN DALAM GERAK HALUS & KASAR • BENDA YANG DIPEGANG SERING JATUH • TIDAK PANDAI MENGGAMBAR, TULISANNYA SANGAT JELEK • SULIT MENGERJAKAN PERMAINAN JIGSAW, MENGGUNAKAN PERMAINAN YANG KONSTRUKSIONAL • SERING DISEBUT JUGA : THE CLUMSY CHILD SYNDROME • SERING DIJUMPAI KESULITAN BERSEKOLAH, PADA BEBERAPA KASUS BERSAMAAN DENGAN GANGGUAN PERKEMBANGAN EMOSIONAL DAN PERILAKU. • PADA BEBERAPA KASUS , DIJUMPAI ADANYA RIWAYAT KOMPLIKASI PERINATAL MISALNYA BERAT BADAN LAHIR RENDAH Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 14
  15. 15. II. GANGGUAN PERKEMBANGAN BERBICARA DAN BERBAHASA -POLA NORMAL PENGUASAAN BAHASA TERGANGGU SEJAK FASE AWAL PERKEMBANGAN -TIDAK ADA GANGGUAN NEUROLOGIK, TIDAK ADA KETULIAN, ATAU GANGGUAN DARI RONGGA MULUT -TIDAK DIDAPATKAN ADANYA MENTAL RETARDASI Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 15
  16. 16.  MACAM GANGGUAN PERKEMBANGAN BERBAHASA 1. GANGGUAN ARTIKULASI BERBICARA :  - PENGGUNAAN SUARA SESUAI DENGAN USIA MENTALNYA  - TINGKAT KEMAMPUAN BAHASANYA NORMAL  - BERATNYA GANGGUAN ARTIKULASI DILUAR BATAS VARIASI NORMAL - BAGI USIA MENTAL ANAK  - INTELEGENSIA NORMAL  - KEMAMPUAN BERBAHASA EKSPRESIF DAN RESEPTIF NORMAL Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 16
  17. 17. 2. GANGGUAN BERBICARA EKSPRESIF  KEMAMPUAN ANAK DALAM MENGEKSPRESIKAN BAHASA DENGAN BERBICARA , DIBAWAH RATA2 ANAK DALAM USIA MENTALNYA TETAPI PENGERTIAN BAHASA DALAM BATAS NORMAL  BISA DISERTAI DENGAN GANGGUAN ARTIKULASI  GEJALANYA : • -KOSA KATA YANG TERBATAS • -KESULITAN DALAM MEMILIH DAN MENGGANTI KATA2 YANG TEPAT • -PENGGUNAAN SECARA BERLEBIHAN BEBERAPA KATA2 • -MEMENDEKKAN KATA2 YG SEHARUSNYA BERBUNYI PANJANG • -KESALAHAN KALIMAT • -KEHILANGAN AWALAN ATAU AKHIRAN Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 17
  18. 18. GANGGUAN BERBICARA EKSPRESIF • -GAGAL DALAM MENGGUNAKAN ATURAN TATA BAHASA SEPERTI KATA PENGHUBUNG, KATA GANTI DSB • -KESULITAN MENGURUT KEJADIAN YANG TELAH LEWAT. • -SERING DISERTAI KELAINAN BUNYI KATA YANG DIHASILKAN • -PENGGUNAAN BAHASA NON VERBAL TIDAK TERGANGGU • (SEBAGAI PEDOMAN PERKEMBANGAN BAHASA NORMAL : USIA 2 TAHUN MENGUCAPKAN BEBERAPA KATA & • USIA 3 TH MENGERTI BEBERAPA KATA YANG TERANGKUM DALAM KALIMAT SEDERHANA.) 2. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 18
  19. 19. 3. GANGGUAN BERBAHASA RESEPTIF • PENGERTIAN BAHASA NYA DIBAWAH KEMAMPUAN RATA2 ANAK SESUAI UMUR MENTALNYA • TIDAK DIDAPATKAN ADANYA GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF • BIASANYA DISERTAI GANGGUAN BERBAHASA EKSPRESIF • GANGGUAN INI BIASANYA DISERTAI DENGAN GANGGUAN EMOSIONAL DAN PERILAKU. • ( PADA USIA 18 BULAN, MAMPU MENGIDENTIFIKASI BEBERAPA OBYEK & PADA USIA 2 TAHUN BISA MENGIKUTI INSTRUKSI2 SEDERHANA) Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 19
  20. 20. III. GANGGUAN PERKEMBANGAN BELAJAR • DIMULAI SEJAK AWAL PERKEMBANGAN • TIDAK DISEBABKAN RETARDASI MENTAL, KELAINAN NEUROLOGIS, GANGGUAN VISUAL, MAUPUN PENDENGARAN. • BIASANYA BERSAMAAN DENGAN SINDROMA KLINIS YANG LAIN, SEPERTI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN, GANGGUAN TINGKAH LAKU ATAU GANGGUAN PERKEMBANGAN YANG LAIN. • ETIOLOGI SECARA PASTI TIDAK DIKETAHUI, DIDUGA FAKTOR BIOLOGIS YANG BERINTERAKSI DENGAN KESEMPATAN BELAJAR & KUALITAS PENGAJARAN Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 20
  21. 21. 1. GANGGUAN MEMBACA/ DISLEKSIA • BIASANYA DIDAHULUI OLEH RIWAYAT GANGGUAN PERKEMBANGAN BERBICARA ATAU BERBAHASA. • PADA AWALNYA DIDAHULUI KESULITAN MENGUCAPKAN ABJAD, MEMBERI IRAMA DARI KATA YANG DIUCAPKAN, KEMUDIAN TERJADI KESALAHAN MEMBACA , DIANTARANYA : A. ADA KATA2 YANG DIHILANGKAN B. KECEPATAN MEMBACA YANG LAMBAT C. SALAH MEMULAI, RAGU2, TIDAK TEPAT MENYUSUN KALIMAT D. SUSUNAN KATA2 YANG TERBALIK E. KETIDAK MAMPUAN MENYEBUT KEMBALI ISI BACAAN F. KETIDAK MAMPUAN MENARIK KESIMPULAN MATERI BACAAN G. KETIDAK MAMPUAN DALAM MENJAWAB PERTANYAAAN PERIHAL BACAAN , MENGGUNAKAN PENGETAHUAN UMUM DARI PADA HASIL BACAANNYA. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 21
  22. 22. 2. GANGGUAN BERHITUNG/DISKALKULIA • KEKURANGANNYA ADALAH PENGUASAAN PADA KEMAMPUAN DASAR BERHITUNG YAITU : TAMBAH, KURANG, BAGI & KALI 3. GANGGUAN MENULIS/DYSGRAPHIA  KESULITAN MENULIS TANGAN, MENGEJA, MENGORGANISIR IDE Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 22
  23. 23. IV. AUTISME MASA KANAK • MUNCUL SEBELUM USIA 3 TAHUN • TIDAK JELAS ADANYA PERKEMBANGAN YANG NORMAL SEBELUMNYA • HENDAYA KUALITATIF DALAM INTERAKSI SOSIAL YANG BERBENTUK : APRESIASI YG TDK ADEKUAT TERHADAP ISYARAT SOSIO EMOSIONAL • KURANGNYA PENGGUNAAN KETRAMPILAN BERBAHASA • HENDAYA DALAM PERMAINAN IMAGINATIF • POLA PERILAKU , MINAT DAN KEGIATAN TERBATAS BERULANG DAN STEREO TIPIK • KELEKATAN YANG KHAS TERHADAP BARANG YANG ANEH, KHUSUSNYA BENDA YANG TIDAK LUNAK Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 23
  24. 24.  Ginanjar (2001): autisme adalah gangguan perkembangan yang kompleks yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, sehingga mengakibatkan gangguan pada perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan sosialisasi, sensoris, dan belajar.  Widyawati (1997): gangguan autistik atau autisme juga sering disebut autisme infantil  salah satu dari kelompok gangguan perkembangan pervasif yang paling dikenal dan mempunyai ciri khas: Adanya gangguan yang menetap pada interaksi sosial, komunikasi yang menyimpang,dan pola tingkah laku yang terbatas serta stereotip. Fungsi yang abnormal ini biasanya telah muncul sebelum usia 3 tahun. Lebih dari dua per tiga mempunyai fungsi di bawah rata-rata. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 24
  25. 25.  Interaksi sosial pada anak autisme dibagi dalam 3 kelompok, yaitu:  Menyendiri (aloof): banyak terlihat pada anak-anak yang menarik diri, acuh tak acuh, dan akan kesal bila diadakan pendekatan sosial serta menunjukkan perilaku serta perhatian yang terbatas (tidak hangat).  Pasif: dapat menerima pendekatan sosial dan bermain dengan anak lain jika pola permainannya disesuaikan dengan dirinya.  Aktif tapi aneh: secara spontan akan mendekati anak lain, namun interaksi ini sering kali tidak sesuai dan sering hanya sepihak. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 25
  26. 26. Hambatan sosial pada anak autisme akan berubah sesuai dengan perkembangan usia. Biasanya, dengan bertambahnya usia maka hambatan tampak semakin berkurang.  Sejak tahun pertama, anak autisme mungkin telah menunjukkan adanya gangguan pada interaksi sosial yang timbal balik, seperti menolak untuk disayang/dipeluk, tidak menyambut ajakan ketika akan diangkat dengan mengangkat kedua lengannya, kurang dapat meniru pembicaraan atau gerakan badan, gagal menunjukkan suatu objek kepada orang lain, serta adanya gerakan pandangan mata yang abnormal. Permainan yang bersifat timbal balik mungkin tidak akan terjadi.  Sebagian anak autisme tampak acuh tak acuh atau tidak bereaksi terhadap pendekatan orangtuanya, sebagian lainnya malahan merasa cemas bila berpisah dan melekat pada orangtuanya.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 26
  27. 27.  Anak autisme gagal dalam mengembangkan permainan bersama teman-temannya, mereka lebih suka bermain sendiri. Keinginan untuk menyendiri akan makin menghilang dengan bertambahnya usia.  Walaupun mereka berminat untuk mengadakan hubungan dengan teman, sering kali terdapat hambatan karena ketidakmampuan mereka untuk memahami aturan-aturan yang berlaku dalam interaksi sosial. Kesadaran sosial yang kurang mungkin menyebabkan mereka tidak mampu memahami ekspresi wajah orang, mengekspresikan perasaannya dalam bentuk vokal maupun ekspresi wajah, shg. anak autisme tidak dapat berempati kepada orang lain yang merupakan kebutuhan penting dalam interaksi sosial normal. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 27
  28. 28.  Hambatan kualitatif dalam komunikasi verbal/non-verbal dan dalam bermain  Keterlambatan dan abnormalitas dalam berbahasa serta berbicara merupakan keluhan yang sering diajukan para orangtua, sekitar 50% mengalami hal ini:  Bergumam yang biasanya muncul sebelum dapat mengucapkan kata-kata, mungkin tidak tampak pada anak autisme.  Sering mereka tidak memahami ucapan yang ditujukan pada mereka. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 28
  29. 29.  Biasanya mereka tidak menunjukkan atau memakai gerakan tubuh untuk menyampaikan keinginannya, tetapi dengan mengambil tangan orangtuanya untuk mengambil objek yang dimaksud.  Mereka mengalami kesukaran dalam memahami arti kata-kata serta kesukaran dalam menggunakan bahasa dalam konteks yang sesuai dan benar.  Bahwa satu kata mempunyai banyak arti mungkin sulit untuk dapat dimengerti oleh mereka. Anak autisme sering mengulang kata-kata yang baru saja mereka dengar atau yang pernah mereka dengar sebelumnya tanpa maksud untuk berkomunikasi. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 29
  30. 30.  Bila bertanya sering menggunakan kata ganti orang dengan terbalik, seperti "saya" menjadi "kamu" dan menyebut diri sendiri sebagai "kamu".  Mereka sering berbicara pada diri sendiri dan mengulang potongan kata atau lagu dari iklan televisi dan mengucapkannya di muka orang lain dalam suasana yang tidak sesuai.  Penggunaan kata-kata yang aneh atau dalam arti kiasan, seperti seorang anak berkata "sembilan" setiap kali ia melihat kereta api.  Anak-anak ini juga mengalami kesukaran dalam berkomunikasi walaupun mereka dapat berbicara dengan baik, karena tidak tahu kapan giliran mereka berbicara, memilih topik pembicaraan, atau melihat kepada lawan bicaranya. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 30
  31. 31. Mereka akan terus mengulang-ulang pertanyaan biarpun mereka telah mengetahui jawabannya atau memperpanjang pembicaraan tentang topik yang mereka sukai tanpa mempedulikan lawan bicaranya.  Bicaranya sering dikatakan monoton, kaku, dan menjemukan. Mereka juga sukar mengatur volume suaranya, tIdak tahu kapan mesti merendahkan volume suaranya, misal di restoran atau sedang membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi.  Kesukaran dalam mengekspresikan perasaan atau emosinya melalui nada suara.  Komunikasi non-verbal juga mengalami gangguan. Mereka sering tidak menggunakan gerakan tubuh dalam berkomunikasi untuk mengekspresikan perasaannya atau untuk merabarasakan perasaan orang lain, misalnya menggelengkan kepala, melambaikan tangan, mengangkat alis, dan lain sebagainya.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 31
  32. 32. Aktivitas dan minat yang terbatas  Abnormalitas dalam bermain terlihat pada anak autisme, seperti stereotip, diulang-ulang, dan tidak kreatif.  Beberapa anak tidak menggunakan mainannya dengan sesuai, juga kemampuannya untuk menggantikan suatu benda dengan benda lain yang sejenis sering tidak sesuai.  Anak autisme menolak adanya perubahan lingkungan dan rutinitas baru. Contohnya seorang anak autisme akan mengalami kesukaran bila jalan yang biasa ia tempuh ke sekolah diubah atau piring yang biasa ia pakai untuk makan diganti.  Mainan baru mungkin akan ditolak berminggu-minggu sampai kemudian baru bisa ia terima.  Mereka kadang juga memaksakan rutinitas pada orang lain, contohnya seorang anak laki-laki akan menangis bila waktu naik tangga sang ibu tidak menggunakan kaki kanannya terlebih dahulu.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 32
  33. 33. Mereka juga sering memaksa orangtua untuk mengulang suatu kata atau potongan kata.  Dalam hal minat: terbatas, sering aneh, dan diulangulang. Misalnya, mereka sering membuang waktu berjam-jam hanya untuk memainkan saklar lampu, memutar-mutar botol, atau mengingat-ingat rute kereta api.  Mereka mungkin sulit dipisahkan dari suatu benda yang tidak lazim dan menolak meninggalkan rumah tanpa benda tersebut. Misalnya, seorang anak laki-laki yang selalu membawa penghisap debu ke mana pun ia pergi.  Stereotip tampak pada hampir semua anak autisme, termasuk melompat turun naik, memainkan jari-jari tangannya di depan mata, menggoyang-goyang tubuhnya, atau menyeringai.  Mereka juga menyukai objek yang berputar, seperti mengamati putaran kipas angin atau mesin cuci.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 33
  34. 34.      Gangguan kognitif Hampir 75-80% anak autisme mengalami retardasi mental dengan derajat rata-rata sedang. Menarik untuk diketahui bahwa beberapa anak autisme menunjukkan kemampuan memecahkan masalah yang luar biasa, seperti mempunyai daya ingat yang sangat baik dan kemampuan membaca yang di atas batas penampilan intelektualnya. Sebanyak 50% dari idiot savants, yakni orang dengan retardasi mental yang menunjukkan kemampuan luar biasa, seperti menghitung kalender, memainkan satu lagu hanya dari sekali mendengar, mengingat nomor-nomor telepon yang ia baca dari buku telepon, adalah seorang penyandang autisme. Gangguan perilaku motorik Kebanyakan anak autisme menunjukkan adanya stereotip, seperti bertepuk-tepuk tangan dan menggoyang-goyangkan tubuh. Hiperaktif biasa terjadi terutama pada anak prasekolah. Namun, sebaliknya, dapat terjadi hipoaktif. Beberapa anak juga menunjukkan gangguan pemusatan perhatian dan impulsivitas. Juga didapatkan adanya koordinasi motorik yang terganggu, tiptoe walking, clumsiness, kesulitan belajar mengikat tali sepatu, menyikat gigi, memotong makanan, dan mengancingkan baju. 34 Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi.
  35. 35.      Respons abnormal terhadap perangsangan indera Beberapa anak menunjukkan hipersensitivitas terhadap suara (hiperakusis) dan menutup telinganya bila mendengar suara yang keras seperti suara petasan, gonggongan anjing, atau sirine polisi. Anak yang lain mungkin justru lebih tertarik dengan suara jam tangan atau remasan kertas. Sinar yang terang, termasuk sinar lampu sorot di ruang praktik dokter gigi, mungkin membuatnya tegang walaupun pada beberapa anak malah menyukai sinar. Mereka mungkin sangat sensitif terhadap sentuhan, memakai baju yang terbuat dari serat yang kasar, seperti wol, atau baju dengan label yang masih menempel, atau berganti baju dari lengan pendek menjadi lengan panjang. Semua itu dapat membuat mereka tempertantrums. Di lain pihak, ada juga anak yang tidak peka terhadap rasa sakit dan tidak menangis saat mengalami luka yang parah. Anak mungkin tertarik pada rangsangan indera tertentu seperti objek yang berputar. Gangguan tidur dan makan Gangguan tidur berupa terbaliknya pola tidur, terbangun tengah malam. Gangguan makan berupa keengganan terhadap makanan tertentu karena tidak menyukai tekstur atau baunya, menuntut hanya makan jenis makanan yang terbatas, menolak mencoba makanan baru, dapat sangat menyulitkan para orangtua. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 35
  36. 36.         Gangguan afek dan mood Beberapa anak menunjukkan perubahan mood yang tiba-tiba, mungkin menangis atau tertawa tanpa alasan yang jelas. Sering tampak tertawa sendiri, dan beberapa anak tampaknya mudah menjadi emosional. Rasa takut yang sangat kadang-kadang muncul terhadap objek yang sebetulnya tidak menakutkan. Cemas perpisahan yang berat, juga depresi berat mungkin ditemukan pada anak autisme. Perilaku yang membahayakan diri sendiri dan agresivitas melawan orang lain Ada kemungkinan mereka menggigit tangan atau jari sendiri sampai berdarah, membentur-benturkan kepala, mencubit, menarik rambut sendiri, atau memukul diri sendiri. Tempertantrums, ledakan agresivitas tanpa pemicu, dan kurang perasaan terhadap bahaya, dapat terjadi pada anak autisme. Gangguan kejang Terdapat kejang epilepsi pada sekitar 10--25% anak autisme. Ada korelasi yang tinggi antara serangan kejang dengan beratnya retardasi mental dan derajat disfungsi susunan syaraf pusat. Kondisi fisik yang khas Dilaporkan bahwa anak autisme usia 2-7 tahun, tubuhnya lebih dibanding anak seusianya dan saudaranya. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 36
  37. 37. Diagnosis Banding  Gangguan autisme musti dibedakan dengan:  Retardasi mental: ketrampilan sosial dan komunikasi verbal atau non-verbal pada anak retardasi mental sesuai dengan usia mental mereka. Tes inteligensi biasanya menunjukkan suatu penurunan yang menyeluruh dari berbagai tes. Berbeda dengan anak autisme yang hasil tesnya tidak menunjukkan hasil yang rata-rata sama. Kebanyakan anak dengan taraf retardasi yang berat dan usia mental yang sangat rendah menunjukkan tanda-tanda autisme yang khas, seperti gangguan dalam interaksi sosial, stereotip, dan buruknya kemampuan berkomunikasi.  Skizofrenia: kebanyakan anak dengan skizofrenia secara umum tampak normal pada saat bayi sampai usia 2-3 tahun, dan baru kemudian muncul halusinasi, gejala yang tidak terdapat pada autisme. Biasanya anak dengan skizofrenia tidak retardasi mental, sedangkan pada autisme sekitar 75-80% adalah retardasi mental.  Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 37
  38. 38. PENANGAN YANG SPESIFIK, YAKNI: Anak:  Ajari keterampilan berkomunikasi (non-verbal). Tingkatkan ketrampilan sosial (dengan peragaan). Medis  Konsultasi endokrinologi: untuk mengatasi agresivitas seksual. Konnsultasi neurologi: untuk menyingkirkan adanya kejang lobus temporalis dan sindrom hipotalamik. Lingkungan  Lingkungan harus aman, teratur, dan responsif. Sekolah:  Periksa prestasi akademik yang diharapkan. Catat reaksi dari teman-teman. Coba kurangi tuntutan dan perubahan. Konsultasi dengan para ahli. Ratna Widiastuti, S.Psi., M.A.,Psi. 38

×